0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan42 halaman

Hydrant

Dokumen tersebut membahas tentang hydrant atau instalasi pemadam kebakaran yang menggunakan air bertekanan, termasuk komponennya, jenisnya, perencanaan sistem hydrant, dan ketentuan pemasangannya."

Diunggah oleh

thalia mayori
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan42 halaman

Hydrant

Dokumen tersebut membahas tentang hydrant atau instalasi pemadam kebakaran yang menggunakan air bertekanan, termasuk komponennya, jenisnya, perencanaan sistem hydrant, dan ketentuan pemasangannya."

Diunggah oleh

thalia mayori
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HYDRANT

Kelompok 5
1. Anastasia Maria Niken (0516040030)
2. Thalia Mayori (0516040034)
3. Agustin Rahmatya B (0516040045)
4. M.Wildan Nur (0514040046)
5. Nanda Dwi P P (0514040052)
DEFINISI HYDRANT
Instalasi Hydrant Kebakaran adalah
suatu sistem pemadam kebakaran tetap
yang menggunakan media pemadam air
bertekanan yang dialirkan melalui pipa-
pipa dan selang kebakaran.
Sistem ini terdiri dari sistem
persediaan air, pompa, perpipaan,
kopling serta slang dan nozzle.
KOMPONEN HYDRANT
• Unit tangki penampung atau Reservoir : Tangki penampungan iair biasanya
diletakan di basement atau di bawah tanah posisinya berdampingan
dengan alat pompa air untuk memudahkan pengaliran air dari pompa
ketangki penampungan sehingga jaraknya dibuat lebih pendek.
• Instalasi hydrant unit : Dalam sebuah sistem pemadam kebakaran gedung-
gedung bertingkat tinggi, hydrant unit memiliki saluran pipa-pipa yang
berasal dari tangki air menuju ke berbagai box hydrant yang tersebar di
seluruh titik yang ada di gedung tersebut
• Unit penurun tekanan : Ini adalah komponen yang berfungsi untuk
membuat tekanan pada setiap pipa stabil hingga sampai ke box hydrant.
Hal ini penting karena tekanan sebanding dengan ketinggian. Jadi semakin
tinggi box hydrant itu berada maka tekanannya akan semakin besar
• Hydrant box unit : : Ini adalah komponen fire hydrant yang langsung
berhubungan dengan operator. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai
tempat untuk menyimpan peralatan pemadam api yang harus selalu siap
kapan saja digunakan.
Jockey pump unit : komponen untuk penggerak awal saat
stop valve hydrant box terbuka dan menstabilkan tekanan
aliran air dari pipa  jenis wet riser system
Electric pump unit : fungsinya hampir sama dengan
jockey pum tapi ini adalah sebagai lanjutan jika jockey
pump sudah tidak bisa lagi memberikan suplai air yang
cukup dengan menggunakan daya listrik.
Diesel pump unit : Alat ini berfungsi sebagai pendorong
terakhir dalam sebuah sistem pemadam kebakaran.
Smooth bore nozzle / Jet nozzle
 Nozzle yang satu ini dibuat dengan desain yang
meruncing.
 Untuk tekanan, Nozzle ini bisa memiliki tekanan
efektif antara 80 sampai 150 psi.
 Aliran air yang dihasilkannya adalah aliran air yang
padat sehingga bisa menembus langsung ke api, karena
jet nozzle ini memiliki pancaran air yang jauh dan
padat dengan pancaran lurus.
Fog Nozzle / Spray Nozzle
 Bentuk pancaran air yang dihasilkan cenderung berbentuk tirai atau
berbentuk perisai yang menyebar
 Jenis ini digunakan untuk mendekati adanya kobaran api dalam
kondisi yang aman.
 Digunakan untuk memadamkan api dengan jarak dekat, misalnya saja
pada ruangan indoor.
 Fog Nozzle / Spray Nozzle dapat bekerja dengan baik pada tekanan
80 hingga 100 psi.
Slang Canvas

• menggunakan bahan kanvas.


• Selang kanvas memiliki
ketahanan air hingga mencapai
tekanan 13bar
• Cocok untuk kondisi siklus
cuaca yang tidak menentu
seperti di Indonesia.
• Ukuran panjang selang kanvas
antara 20 – 30 meter dengan
berbagai ukuran 1,5 2,5 dan 3
inch.
Slang Polyester Slang Red Rubber

• berwarna merah cerah berbeda


 Selang tipe polyester ini sering juga dengan selang kanvas dan polyester
digunakan oleh petugas pemadam kebakaran yang berwarna putih.
Indonesia. • Material karet sehingga cocok
 Menggunakan bahan utama polyester staple digunakan untuk pemadam api dalam
dan polyester filaments sehingga tahan lama. lingkungan proyek dalam sebuah
perusahaan.
 Ketahanan dari selang jenis polyester sama
• Ukuran umum dari selang pemadam
dengan selang kanvas yaitu mencapai
tekanan 13bar. 
api red rubber yaitu 1,5 2,5 3 dan 4
sementara panjangnya 20 dan 30 m.
Tim yang bertugas dalam pemadaman
kebakaran menggunakan hydrant

• Nozzleman : Bertugas berada di paling ujung yang mengarahkan noozle ke


titik api
• Hoseman : Bertugas mempersiapkan selang dan menggulung saat
pemadaman berhasil dilakukan
• Pumpman : Bertugas menangani permasalahan yang ada di ruang pompa
• Valveman : Bertugas membuka aliran air pada hydrant pillar
• Commando : Bertugas memberikan komando ke semua anggota tim
sekaligus penyampai pesan dari pumpman sampai nozzleman
• Support : Bertugas membersihkan area kebakaran agar petugas mudah
menuju lokasi dan membantu hoseman mengatur selang sekaligus support
pada nozzleman jika tekanan terlalu besar. untuk posisi ini paling tidak
ada 2 orang.
Cara Penggunaan Hydrant

1. Buka tutup box, pastikan bahwa selang tersambung dengan


benar
2. Tarik keluar selang dalam box, pastikan selang lurus kemudian: 1
mengarahkan ujungnya, 1 orang menjaga dibelakang orang
pertama (dengan posisi kaki saling menopang), 1 orang mengatur
kran air sambil mengontrol jangkauan dan kecepatan air
3. Arahkan pancaran air ke objek sasaran
4. Setelah selesai valve ditutup sampai air berhenti
5. Masukkan selang air ke box dengan melipat dan mengantung
pada tempatnya
6. Tutup kembali box seperti semula
JENIS-JENIS HYDRANT

• Hydrant Gedung
Tempat • Hydrant Halaman

• Kering
Sistem • Basah
Instalasi
• Hydrant kelas I
Ukuran • Hydrant kelas II

Hydrant kelas III
Pipa
Hydrant Halaman

• Hydrant halaman atau biasa


disebut dengan hydrant pilar,
adalah suatu sistem pencegah
kebakaran yang membutuhkan
pasokan air dan dipasang di
luar bangunan. Hydrant ini
biasanya digunakan oleh mobil
PMK untuk mengambil air jika
kekurangan dalam tangki mobil.
Jadi hydrant pilar ini diletakkan
di sepanjang jalan akses mobil
PMK.
SNI 03-1735-2000

• Menentukan kebutuhan pasokan air kebakaran


• Pasokan air untuk hydrant halaman harus sekurang-kurangnya
2400 liter/menit, serta mampu mengalirkan air minimal selama
45 menit.
• Jumlah pasokan air untuk hydrant halaman yang dibutuhkan
ditunjukkan pada RUMUS  berikut :
V    = Q x t
Dimana :
V    = Volume air yang dibutuhkan hydrant (liter)
Q    = Debit aliran untuk hydrant pilar (liter/menit)
t  = Waktu pasokan air simpanan (menit) 
Hydrant Gedung

• Hydrant gedung atau biasa


disebut dengan hydrant box
adalah suatu sistem pencegah
kebakaran yang menggunakan
pasokan air dan dipasang di
dalam bangunan atau gedung.
Hydrant box biasanya dipasang
menempel di dinding dan
menggunakan pipa tegak (stand
pipe) untuk menghubungkan
dengan pipa dalam tanah
khusus kebakaran.
SNI 03-1745-2000 dan NFPA (National
Fire Protection Association)

• Menentukan kebutuhan pasokan air kebakaran


• Pasokan air untuk hydrant gedung harus sekurang-kurangnya 400
liter/menit, serta mampu mengalirkan air minimal selama 30
menit.
• Jumlah pasokan air untuk hydrant gedung yang dibutuhkan
ditunjukkan dalam rumus sebagai berikut:
V    = Q x t
Dimana :
V    = Volume air yang dibutuhkan hydrant (liter)
Q    = Debit aliran untuk hydrant pilar (liter/menit)
t = Waktu pasokan air simpanan (menit)
Berdasarkan sistem instalasi

a. Sistem Instalasi Hydrant Kering


Suatu sistem hydrant yang pipa-pipanya
tidak berisi air dan akan berisi air bila
hydrant tersebut digunakan

b. Sistem Instalasi Hydrant Basah


Suatu sistem hydrant yang pipa-pipanya
selalu berisi air
Berdasarkan ukuran pipa

• Hydrant kelas I : Hydran yang dilengkapi dengan slang


berdiameter 2,5 inc (6,25cm) yang penggunaannya diperuntukan
secara khusus bagi petugas Pemadam Kebakaran atau orang yang
telah terlatih.
• Hydrant kelas II : Hydrant yang dilengkapi dengan slang
berdiameter 1,5 inc (3,75cm) yang penggunaannya
diperuntukkan bagi penghuni gedung atau para petugas yang
belum terlatih
• Hydrant kelas III : Hydrant yang dilengkapi selang dengan
diameter gabungan antara hydrant kelas I dan hydrant kelas II
Berdasarkan ukuran pipa
Berdasarkan jenis & Penempatan
hydrant

Hydrant Gedung Hydrant Halaman

Diameter slang max 1,5”/40 mm Diameter slang max 2,5”/65 mm

Tekanan max pada titik terberat : 7 kg/cm2 Tekanan max pada titik terberat : 7
Tekanan max pada titik terlemah : 4,5 kg/cm2
kg/cm2 Tekanan max pada titik terlemah : 4,5
kg/cm2
PERENCANAAN
SISTEM HYDRANT
Klasifikasi bangunan
Klasifikasi bahaya hunian
Bahaya Kebakaran
Ringan

Bahaya Kebakaran
Sedang

Bahaya Kebakaran
Berat
Perletakan hydrant
Ketentuan INSTALASI HYDRANT
PADA BANGUNAN INDUSTRI

• Panjang slang dan pancaran air dapat menjangkau


seluruh ruangan yang dilindungi
• Setiap bangunan dengan bahaya kebakaran ringan
dengan luas lantai min 1000 m2 dan max 2000 m2
harus dipasang min 2 titik hydrant
• Jika tingkat bahaya kebakaran sedang, min 800
m2 dan max 1600 m2 harus dipasang 2 titik
hydrant
• Jika tingkat bahaya kebakaran tinggi, min 600 m2
dan max 1200 m2 harus dipasang 2 titik hydrant
Ketentuan INSTALASI HYDRANT
PADA BANGUNAN UMUM

• Slang dan pancaran air harus dapat menjangkau


seluruh ruangan/area yang dilindungi
• Setiap bangunan umum/tempat pertemuan,
tempat hiburan, perhotelan, pertokoan,
perkantoran dll, harus dipasang min 1 titik hydrant
untuk setiap 800 m2
• Bangunan tempat beribadah dan pendidikan untuk
setiap 1000 m2 harus dipasang min 1 hydrant
• Bangunan perumahan dengan luas min 1000 m2
harus dipasang min 1 hydrant
Pemasangan Hydrant yang Tepat
menurut SNI
• Komponen instalasi hydrant dan perlengkapannya adalah: Sumber air, Sistem
pompa, Sistem pemipaan, Kotak hydrant (lengkap dengan slang, kopling
penyambung, nozzle dan sisir untuk tempat slang), Pillar hydrant dan kunci
(khusus hydrant halaman).
• Jumlah dan perletakan hidran gedung disesuaikan dengan klasifikasi bangunan
dan luas lantai ruangan yang dilindungai oleh hydrant.
• Penentuan Pompa Hydrant yang akan menyedot air dari tandon reservoir dan
mengalirkan ke jaringan pipa dalam instalasi fire hydrant harus memperhatikan
jumlah output dari hydrant pillar atau hydrant box.
• Jarak yang bagus untuk Pemasangan Hydrant Pillar yang Tepat adalah 35-38
karena panjang selang kebakaran umumnya bisa mencapai 30 meter, dan
semprotan dari air bertekanan yang keluar dari nozzle bisa mencapai jarak sampai
5 meter.
• Pada bangunan gedung yang memiliki 8 lantai atau lebih wajib menggunakan
hydrant untuk mencegah api merambat pada bangunan gedung lain di sebelahnya
SISTEM PERSEDIAAN AIR

• Sumber air untuk kebutuhan hydrant dapat berasal dari :


- PDAM
- sumur artesis
- sumur gali dengan sistem penampungan
- tangki dengan sistem pemompaan

• Persediaan air setiap saat minimum selama 30 menit


pada kapasitas pompa 1800 liter/menit
SISTEM POMPA
• Pompa kebakaran harus tersedia 2 unit dengan kapasitas sama
• Spesifikasi pompa untuk kebutuhan hydrant yaitu :
- kemampuan pompa dalam liter/menit
- tempat dimana pompa akan dipasang
- temperatur dan berat jenis zat cair
- panjang pemipaan, banyak belokan, banyak
kran
- bekerja otomatis dan stop manual
- tekanan air pada titik tertinggi/terjauh tidak
kurang dari 4-5 kg/cm
POMPA

• Pompa-pompa yang terpasang dalam sistem hydran


kebakaran merupakan perangkat alat yang berfungsi
untuk memindahkan air dari bak penampungan
(reservoir) ke ujung pengeluaran (pemancar/nozle)
• Pompa-pompa pada sistem hydrant ini sekurang-
kurangnya terdiri atas 1 unit pompa jockey, 1 unit pompa
utama dengan sumber daya listrik dan generator serta 2
unit popa cadangan dengan sumber daya motor diesel
SISTEM PERPIPAAN

Dalam merencanakan sistem perpipaan harus diperhatikan hal-


hal berikut :
• Diameter pipa induk min 15 cm dan diameter pipa cabang min 10
cm
• Tidak boleh digabungkan dengan instalasi lainnya
• Pipa berdiameter sampai 6.25 cm harus menggunakan
sambungan ulir sedangkan >6.25 cm menggunakan sambungan las
• Mematuhi prosedur pemasangan pipa horizontal dan pipa di
dalam tanah
• Pipa yang menembus beton bangunan harus disediakan
selongsong dari besi tuang/pipa baja dengan kelonggaran min 25
mm di luar pipa
Pemipaan dan Komponen

Pipa Hisap (suction)


Ialah hidran yang dilengkapi dengan slang berdiameter 2,5” yang
penggunaannya diperuntukan secara khusus bagi petugas Pemadam
Kebakaran atau orang yang telah terlatih.

Pipa Penyalur
Pipa Penyalur adalah pipa yang terentang dari Pipa Header sampai ke Pipa
Tegak atau ke Hidran Halaman. Diamater pipa berfariasi antara 4, 6 dan 8
inch sesuai dengan besar kecilnya sistem hidran yang dipasang
• PIPA HEADER
Pipa Header dapat dikatakan sebagai pipa antara yang ukuran diameternya
biasanya lebih besar dari pipa lainnya didalam rangkaian sistem hidran. Pipa
ini merupakan tempat bertemunya pipa pengeluaran (discharge) dari Pompa
Jockey, Pompa Utama maupun Pompa Cadangan sebelum kemudian ke Pipa
Penyalur. Diameter Pipa Header ini berfariasi antara 6, 8 dan 10 inch.
Tergantung dari besar kecilnya sistem hidran yang dipasang.
• Pipa Tegak (Riser)
Pipa Tegak adalah pipa yang dipasang vertical dari lantai terbawah sampai
dengan lantai teratas bangunan yang dihubungkan dari Pipa Penyalur.
Diameter pipa berfariasi antara 3, 4 dan 6 inch sesuai dengan besar kecilnya
sistem hidran yang dipasang
• Pipa Cabang
Pipa Cabang adalah pipa yang dihubungkan dari pipa tegak sampai ke titik
pengeluaran (outlet) hidran pada lantai-lantai bangunan. Diameter pipa
berfariasi antara 3 dan 4 inch.
GAMBAR INSTALASI HYDRANT

• Harus menggambarkan tentang :


1. sumber air /kapasitas air
2. jenis dan sistem pompa termasuk diagram
listriknya
3. jaringan dan ukuran perpipaan
4. pembagian zone
5. jenis valve
6. letak dan jumlah hydrant
Instalasi Pada Hydrant
Pemasangan

• Pemasangan instalasi hydrant harus sesuai dengan


gambar rencana yang sebelumnya sudah disahkan
oleh Depnaker

• Pelaksanaan pemasangan dilakukan oleh instalatir


yang telah mendapat penunjukan dari DEPNAKER
PEMERIKSAAN

• Pemeriksaan instalasi hydrant dilakukan setiap


satu tahun sekali. komponen –komponen yang
diperiksa terdiri dari :
- Sistem sumber air
- Pompa
- Sistem Perpipaan
- Hydrant Halaman dan Hydrant Gedung
PENGUJIAN
UJI
HIDROSTATI
S

UJI SIMULASI
UJI ALIRAN

UJI
OPERASIONAL
Uji Hidrostatis

1. Dilakukan dengan memberikan tekanan tidak


kurang dari 20 bar selama 2 jam atau 3,5 bar
diatas tekanan max dimana tekan
maksimumnya melebihi 10,5 bar
2. Tekanan uji hidrostatis harus diukur pada
titik elevasi terendah
Uji aliran

1. Sumber air harus diuji untuk memeriksa


apakah sumber air sesuai dengan rancangan.
Uji ini dilaksanakan dengan mengalirkan air
dari tempat yang secara hidrolis paling jauh
letaknya.
2. Dilaksanakan pada tiap roof outlet untuk
mengetahui bahwa pada titik terjauh
tersebut masih terdapat aliran dan tekanan
yang diperlukan.
Uji Simulasi

Tujuan simusali ini untuk mengetahui apakah


sistem pompa pemadam kebakaran siap
pakai atau tidak. Kalo dengan uji simulasi
pompa pemadam kebakaran dapat
beroperasi dengan baik berarti siap pakai.
- Uji simulasi harus dilakukan operator atau regu
pemadam kebakaran dalam 2 minggu sekali
Uji operasional

1. Dilakukan dengan membuka hydrant


halaman dan hydrant gedung
2. Hydrant yang disiapkan untuk dibuka,
biasanya ada 3 titik yaitu :
- titik terberat
- titik terjauh
- titik pertengahan
PEMELIHARAAN

• Pemeliharaan hydrant sangat diperlukan untuk


menyakinkan bahwa keseluruhan sistem pasti bekerja bila
suatu saat digunakan
• Direksi bertanggung jawab terhadap pelaksanaan
pemeliharaan secara berkala yang berupa
inspeksi/pemeriksaan/pengujian
• Inspeksi berkala dilakukan oleh bagian penanggulangan
kebakaran, bagian engineering atau bagian maintenance.
• Dalam melakukan kegiatan tersebut sebaiknya disediakan
checklist lengkap untuk dievaluasi serta keseluruhan
proses harus didokumentasikan

Anda mungkin juga menyukai