Anda di halaman 1dari 5

Galuh Maharani Sukma 030.06.

099 FK TRISAKTI

Tiga traktus dopaminergik yang paling penting untuk psikiatri adalah traktus nigrostriatalm traktus mesolimbik-mesokortikal, dan traktus tuberoinfundibular. Tempat utama untuk badan sel serotoninergik adalah di pons bagian atas dan otak tengah secara spesifik, nuklei raphe median dan dorsal, lokus seruleus kaudal, area postrema, dan area interpeduncular. Neuron tersebut berhubungan dengan ganglia basalis, sistem limbik, dan korteks serebral.

MESOLIMBIK Jaras: Ventral tegmental area nucleus accumbens system limbic (gyrus sungulata0amygdala-hipokampus-talamus) Fun si !"#amin$: erilaku-emosi (kognitif, moti!asi) %i#$rak&i'i&as !"#amin$ (hi#$r!"#amin$r ik): "e#ala positif (agresifitas, ge#ala psikotik mania, gangguan pengendalian impuls) MESOKORTEKS Jaras: Ventral tegmental area lobus temporal-frontal korteks serebri$korteks prefrontal-dorsolateral Fun si !"#amin$: %espons pada stress, kognisi, interaksi social *$+isi$nsi (#rim$r,s$kun!$r) !"#amin$ (hi#"!"#amin$r ik): "e#ala negati!e, penurunan kognisi, akathisia T-BEROI.F-.*IB-LAR Jaras: &adan sel pada nucleus arkuata dan peri!entrikularis dari hipotalamus median eminens hipofisis anterior dan infundibulum Fun si !"#amin$: %egulasi dipengaruhi inhibisi dan rilis prolaktin (menginhibisi sekresinya) T$ra#i an&i#sik"&ik: rolaktinemia, galactorrhea, amenorrhea, disfungsi seksual

.IGROSTRIATAL Jaras: 'ubstansia nigra nucleus kaudatus di ganglia basal, striatum Fun si !"#amin$: %egulasi pergerakan, inisiatif *$+isi$nsi !"#amin$ (hi#"!"#amin$r ik): (ntagonis reseptor dopamine-)*$ obat antipsikotik + ' ( arkinsonisme, distonia, tardi!e diskinesia) %i#$r!"#amin$r ik: (gonis reseptor dopamine hiperkinetik (tics, diskinesia)

/ATOFISIOLOGI E/S ada kondisi normal, ter#adi balans antara kolinergik (eksitasi) dan dopaminergik (inhibisi) ada schi-ophrenia , ter#adi hiperdopaminergik yang di terapi dengan ( "-. (antagonis dopamine) yang akan menginduksi asetilkolin sehingga #umlah asetilkolin bertambah. /aka untuk terapi + ' khususnya parkinsonisme dapat diberikan obat antikolinergik. ada pemberian ( "-. #uga ter#adi imbalans sehingga komponen serotonin meningkat. Terapinya dengan obat ( "-.. yang #uga antagonis terhadap serotonin ('0T*() blockade terhadap antagonis )* rilis dopamine + ' minimal

OBAT A.TI/SIKOTIK /ekanisme ker#a obat anti-psikosis tipikal (( "-. "enerasi pertama) adalah memblokade dopamine pada reseptor pasca-sinaptik neuron di otak, khususnya di system limbic dan system ekstrapiramidal (Dopamine D2 receptor antagonists) sehingga efektif untuk ge#ala positif. 'edangkan obat anti-psikotik atipikal (( "-.. "enerasi kedua) disamping berafinitas terhadap dopamine D2 receptors #uga terhadap Serotonin 5 HT2 receptors (serotonindopamine antagonists) sehingga efektif #uga untuk ge#ala negati!e. 1bat antipsikotik generasi ketiga, mempunyai profil farmakologi unik yaitu partial agonist pada reseptor dopamine )*, )2, dan receptor serotonin 3-0T4( dan full antagonist pada serotonin 3 0T*( sehingga efektif sebagai terapi ad#uncti!e pada depresi. 5hlorproma-ine (6argactil) erphena-ine (Triaflon) 9lupena-ine ((nantesol) Thiorida-ine (/elleril) 0aloperidol (0aldol, 'erenace, dll) imo-ide (1rap) 'upiride ()ogmatil) 5lo-apine (5lo-aril) 1lan-apine (;ypre<a) =uetiapine ('ero>uel) ;otepine (6udopin) %isperidone (%isperdal) (ripripra-ole ((bilify) 430-700 mg$h 4*-*8 mg$h 40-43 mg$h 430-200 mg$h 3-43 mg$h *-8 mg$h 200-700 mg$h *3-400 mg$h 40-*0 mg$h 30-800 mg$h ?3-400 mg$h *-7 mg$h 40-43 mg$h

"enerasi ertama

Tipikal

"enerasi :e-*

(tipikal

"enerasi :e-2

FAKTOR KET-R-.A. /A*A SKI0OFRE.IA :endler (4@A4) mencatat adanya pre!alensi yang rendah dari ski-ofrenia dalam keluarga pasien dengan gangguan delusional (0,7B) dibandingkan keluarga dengan ski-ofrenia(2,AB).:emudian :endler dan koleganya (4@A3) menun#ukkan bahCa riCayat gangguankepribadian paranoid lebih sering ter#adi pada pasien dengan gangguan delusional (8,AB)dibandingkan dengan kontrol (0B) dan pasien dengan ski-ofrenia (0,AB). )alam penelitiannyamereka menemukan tidak adanya peningkatan insiden ski-ofrenia, gangguan kepribadianschi-oid-ski-otipal, dan gangguan afektif pada pasien dengan gangguan delusional.