Anda di halaman 1dari 6

TUGAS TEORI AKUNTANSI

TEORI AKUNTANSI REGULASI














Kelompok:
1. Nabella Duta Nusa (23364)
2. Fitri Nurcahyani H. (23365)
3. Diah Chandra Dewi (23366)
4. Asri Milana (23367)




SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
YAYASAN KELUARGA PAHLAWAN NEGARA

ARTI PENTING INFORMASI AKUNTANSI DAN AUDITING
Arti penting Prinsip Akuntansi :
1. Dasar untuk pedoman penentuan perlakuan akuntansi dalam menyusun maupun
menginterpretasikan laporan keuangan.
2. Pedoman peringkasan dan pengungkapan informasi keuangan.
3. Suatu kesepakatan / aturan main tentang bagaimana laporan keangan disusun agar terjadi
komunikasi yang efekttif antarra pihak-pihak yang terpisah secarra fisik dan fungsional
Suatu laporan keuangan dapat dikatakan wajar oleh akuntan publik jika memenuhi 2 sasaran
pemeriksaan:
1. Kesesuaian laporan dengan prinsip akunasi berterima umum, sasarannya : pengukuran
(measurement), penilaian (valuation), klasifikasi/pendefinisian (classification), saat pengakuan
yang tepat (cutoff), dan penyajian ( presentation).
2. Bebasnya laporan keuangan dari unsur kesalahan, ketidakjujuran dan ketidakpastian yang
material, sasarannya:
Validitas pos (validity), eksistensi fisik (physical existence), kebenaran kejadiannya (occurrence),
Ketelitian perhitungannya (mechanical accuracy), penguasaan dan pemilikan (control &
ownership), kelengkapan (completeness), dan pengungkapan informasi penting dan
ketidakpastian (disclosure).

TEORI-TEORI REGULASI YANG RELEVAN TERHADAP AKUNTANSI DAN AUDIT
Teori Pasar Modal menyarankan agar para manager mau secara sukarela menyediakan informasi
akuntansi kepada pihak eksternal dan informasi tersebut harus diverifikasi oleh auditor independen.
Ada beberapa teori yang relevan untuk memahami regulasi dari pelaporan keuangan, yaitu:
1. Teori Pasar Efisien
2. Teori Keagenan
3. Teori Regulasi : Kepentingan Publik (Public Interest), regulatory capture, private interest

TEORI PASAR EFISIEN
Para ekonom pasar bebas kebanyakan menganggap bahwa fungsi pasar yang paling baik adalah
tanpa intervensi dari pemerintah, dan efisiensi maksimum didapat dengan membiarkan kekuatan
permintaan dan penawaran mengatur perilaku pasar. Dalam pasar modal internasional, kekuatan
dari penawaran dan permintaan mempunyai pengaruh yang kuat atas arus informasi dan modal.
Dengan demikian, harusnya pemerintah juga secara aktif melakukan intervensi pada pasar, tidak
hanya mengatur bagaimana pasar itu terbentuk tetapi juga membuat ketetapan atas informasi yang
merupakan sumber kehidupan dari pasar modal. Sehingga intervensi dari pemerintah bertujuan
untuk membantu perkembangan pasar dan memajukan pertumbuhan ekonomi. Maka akan
terbentuklah pasar yang transparan dan wajar, yang mana akan menarik para partisipan.
Akuntansi juga bisa dilihat sebagai industri informasi, di mana bisnis akuntansi adalah untuk
menyediakan informasi. Ada permintaan atas informasi akuntansi oleh user dan ada penawaran
informasi mengenai sebuah perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Secara teoritis harga
keseimbangan akan terbentuk atas informasi akuntansi tersebut.
Anggap saja ada sebuah informasi keuangan baru yang diminta oleh user dan supplier akan bersedia
menyediakan informasi tersebut dengan harga tertentu. Harga kemudian akan tersesuiakan di mana
supplier tetap menganggap harga tersebut menguntungkan (atas penyediaan informasi tersebut)
dan user percaya bahwa kos yang dibayarkan untuk mendapat informasi tersebut sama atau bahkan
kurang dari keuntungan yang akan didapat atas informasi tersebut. Jika kedua hal tersebut tidak
terpenuhi, maka informasi tidak akan tersedia. Dengan kata lain, kekuatan pasar bebas bisa
menentukan tipe data akuntansi apa saja yang akan disediakan dan dibutuhkan standar yang
mendasari hal tersebut.


Namun teori ini ditentang, dengan alasan:
1. Informasi akuntansi tidak bisa disamakan dengan sebuah produk, karena informasi
akuntansi adalah sebuah barang publik. Sekalinya informasi tersebut dikeluarkan oleh
perusahaan, maka informasi tersebut akan tersedia untuk siapa saja. Walaupun informasi
tersebut bisa dijual hanya kepada beberapa orang saja, orang lain yang tidak membayar atas
informasi tersebut tidak bisa dengan mudah tidak dilibatkan untuk menggunakan informasi
tersebut. Hal ini biasa disebut dengan free-rider problem
2. Perusahaan cenderung akan memonopoli penawaran mengenai informasi tentang
perusahaannya sendiri, sehingga ada kecenderungan untuk menjual informasi tersebut
dengan harga tinggi. Dari sudut pandang sosial, laporan mandatory akan menyebabkan
penyediaan informasi yang berlebih namun dengan harga yang lebih rendah.

TEORI KEAGENAN
Permintaan atas informasi akuntansi dapat dikategorikan untuk tujuan stewardship atau untuk
tujuan pengambilan keputusan. Atkinson dan Feltham menyatakan bahwa teori keagenan
menganggap kebanyakan informasi akuntansi untuk tujuan stewardship. Teori ini berfokus pada
hubungan di mana kesejahteraan/kemakmuran seseorang (misalnya owner/pemilik) dipercayakan
kepada orang lain, atau sang agen (misalnya manajer). Permintaan dari informasi stewardship
berhubungan dengan keinginan untuk:
1. Memotivasi agen
2. Mendistribusikan resiko secara efisien
Permintaan atas informasi dengan tujuan untuk pembuatan keputusan berhubungan dengan peran
informasi itu sendiri pada teori keputusan statistik. Informasi akan valuable (bernilai) jika mampu
meningkatkan alokasi sumber daya dan resiko ekonomi. Itu dilakukan dengan cara mengurangi
ketidakpastian.
Ketidakpastian sendiri pada teori keagenan dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Ex ante uncertainty (before the event) sebelum peristiwa terjadi
Terjadi pada saat keputusan akan dibuat, seperti ketidakpastian tentang kejadian-kejadian
yang dapat dikendalikan yang akan mempengaruhi produksi. Atau ketidakpastian mengenai
skill dari manajer.
2. Ex post uncertainty (after the event) setelah peristiwa terjadi
Terjadi setelah keputusan telah dibuat dan hasilnya sudah nyata. Ketidakpastian ini hampir
sama sepeti ex ante, kecuali ini dapat dikurangi dengan ex post report atas apa yang
sebenarnya terjadi. Teori keagenan berfokus kepada dampak ex post report alternatif yang
mempengaruhi ketidakpastian ex post.
Atkinson dan Feltham melihat bahwa peran dari standar setting sebagai salah satu
pengindentifikasian situasi di mana peningkatan kesejahteraan akan didapat dari kebijakan yang
telah diberikan pada laporan keuangan. Peningkatan kesejahteraan ini berhubungan dengan
perbandingan pareto. Kebijakan A akan lebih disukai daripada kebijakan B jika dulunya setiap orang
setidaknya sama kayanya seperti yang terakhir atau paling tidak satu orang menjadi lebih baik.
Kebijakan A juga akan lebih disukai apabila kebijakan tersebut menghasilkan alokasi sumber daya
dan risiko yang lebih efisien. Sehingga menurut pandangan ini, dirasa konsekuensi ekonomi dari
standar akuntansi memainkan peranan penting.
Teori keagenan memberikan kita sebuah kerangka berfikir untuk mempelajari perjanjian antara
pricipals dan agen serta untuk memprediksi konsekuensi ekonomi standar.

TEORI REGULASI
PUBLIC INTEREST THEORY (TEORI KEPENTINGAN PUBLIK)
Alasan ekonomi utama pada awal mula adanya intervensi dari pemerintah pada operasi pasar untuk
kepentingan publik adalah adanya kemungkinan kegagalan pasar (market failure). Dalam rerangka
teori ini, peraturan ditujukkan kepada badan legislatif (pembuat undang-undang) untuk melindungi
kepentingan konsumen dengan cara melakukan peningkatan keamanan penyelenggaraan ekonomi,
dibandingkan dengan situasi yang tidak diregulasi.
Kegagalan pasar berpotensi terjadi ketika ada sebuah kegagalan dari beberapa kondisi yang
dibutuhkan agar pasar berjalan secara kompetitif. Contoh potential failure:
1. Kurangnya kompetisi (monopoli, oligopoli)
2. Adanya hambatan untuk masuk ke pasar
3. Asimetri informasi antara pembeli dan penjual atau sinyal pasar tertentu (misal reputasi
penjual)
4. Sifat alami publik atas suatu produk (seperti informasi keuangan), dimana ketersediaan
suatu produk untuk suatu individu membuat produk tersebut tidak berharga lagi untuk
individu yang lain. Kegagalan pasar di sini terjadi karena walaupun individu bisa
mendapatkan produk tersebut tanpa bayar sistem harga normal pada pasar tersebut tidak
bisa berfungsi.
Teori kepentingan publik didasari pada asumsi bahwa pasar ekonomi merupakan subjek dari
beberapa pasar tidak sempurna atau kegagalan transaksi, yaitu, jika tetap dibiarkan, akan
mengakibatkan inefisiensi dan ketidakpatutan outcome. Ini juga berdasarkan asumsi berikut:
1. Kepentingan dari konsumen diterjemahkan dalam tindakan legislatif lewat operasi dari
marketplace internal.
2. Ada agen-agen (politisi pengusaha dan kelompok kepentingan publik) yang akan mencari
peraturan dengan mengatas namakan untuk kepentingan publik. Agen-agen ini mungkin saja
akan berusahan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri bukan memenuhi kebutuhan publik.
3. Pemerintah tidak mempunyai peran yang independen untuk menjalankan peraturan
pemerintah.

REGULATORY CAPTURE THEORY
Teori ini menyatakan bahwa walaupun alasan awal dari regulasi adalah untuk melindungi
kepentingan publik, tujuan ini tidak akan tercapai karena pada proses regulasi, si pembuat
aturan/pengatur akan kemudian mendominasi yang diatur. Ada pandangan bahwa entitas yang telah
diregulasi itu umumnya akan mempengaruhi pembuat undang-undang, memprediksi rangkaian
kejadian di mana tujuan awal yaitu untuk kepentingan publik, akan terhalangi dengan usaha untuk
mencapai tujuan kelompok.
Capture theory mengasumsikan, pertama, bahwa semua anggota dalam masyarakat sosial itu
rasional secara ekonomi, sehingga, tiap orang akan mengejar kepentingannya sendiri di mana
keuntungan pribadi marginal, dengan cara mempengaruhi regulator agar sama dengan kos pribadi
marginal yang dikeluarkan. Regulasi punya potensi untuk mendistribusikan kembali kekayaan.
Sehingga orang-orang akan mempengaruhi regulasi yang akan meningkatkan kekayaan mereka, atau
mereka akan mempengaruhi untuk memastikan bahwa regulasi tesebut tidak efektif untuk
menurunkan kekayaan mereka. Kedua, teori ini mengasumsikan, dengan adanya teori kepentingan
publik, pemerintah harusnya tidak punya peran independen dalam proses regulasi, dan perang
kepentingan kelompok untuk menguasai memyebakan pemerintah terpacu untuk melakukan
distribusi kekayaan secara merata.
Capture (pasar) akan terbentuk dalam empat situasi berikut, jika entitas yang diregulasi:
1. Mengatur regulator dan agen regulator (regulatory agency).
2. Berhasil menyelaraskan aktivitas pembuat undang-undang dengan aktivitas mereka,
sehingga kepentingan pribadi mereka tercapai.
3. Memastikan tidak adanya pelaksanaan (mediocre performance).
4. Dalam interaksinya berhasil melakukan mutually shared perspective, sehingga ketentuan
yang mereka cari bisa didapatkan.



PRIVATE INTEREST THEORY
Teori ini berasumsi bahwa regulasi terbentuk sebagai akibat dari respon pemerintah terhadap
permintaan publik untuk meralat praktik yang tidak efisien dan tidak adil oleh individu atau
organisasi, yang kemudian ditentang oleh George Stingler. Stingler berpendapat bahwa pemerintah
memiliki satu kekuatan yang bahkan tidak bisa dikalahkan oleh rakyat, yaitu kekuatan untuk
melakukan paksaan. Kekuatan untuk melakukan paksaan ini merupakan suatu ancaman untuk setiap
pelaku bisnis, dengan cara memaksa untuk membayar pajak atau subsidi.
Interaksi dengan para politikus yang bukan merupakan wasit yang netral, seperti politikus yang juga
pengusahan atau bahkan konsumen, akan cenderung terjadi pemenuhan kepentingan pribadi.

Aplikasi Teori Kepentingan Publik
Berdasarkan teori kepentingan publik, pemerintah melakukan campur tangan dalam regulasi
pelaporan keuangan sebagai jawaban terhadap kegagalan pasar dan kepentingan publik. Argumen
dasarnya adalah bahwa mekanisme pasar telah gagal dan aksi pemerintah dibutuhkan sebagai
penanggungjawab.
Teori kepentingan publik menyarankan adanya campur tangan pemerintah dalam proses
penyusunan standar akuntansi dalam rangka meralat kegagalan informasi akuntansi dalam pasar.
Kepentingan publik ditunjukkan oleh kembalinya kepercayaan investor pada pasar modal. Dengan
berfokus pada pentingnya campur tangan pemerintah dalam pasar untuk melindungi konsumen,
maka teori kepentingan publik secara umum mengabaikan hasil penemuan dari beberapa penelitian
yang mengindikasikan bahwa manajer dari sebuah organisasi bisnis memiliki dorongan kuat untuk
mengoreksi persepsi kegagalan pasar tentang aktivitas bisnisnya. Koreksi tersebut dapat dicapai
dengan menyampaikan pengungkapan informasi secara sukarela yang dapat melindungi pengguna
informasi keuangan.

Aplikasi Teori Pengambil alihan (Capture Theory)
Walker berpendapat bahwa walaupun pemerintah Australia memperkenalkan ASRB untuk
memastikan perlindungan kepentingan publik, dia percaya bahwa teori pengambil alihan (capture
theory) lebih aplikatif dalam menjelaskan suatu kejadian. Dia berpendapat bahwa badan tersebut
diambil alih oleh profesi akuntansi.
Walker berpendapat bahwa profesi akuntansi perlu untuk melegitimasi standar akuntansi yang
hanya dapat dicapai oleh standar yang memiliki kekuatan hukum. Bagaimanapun profesi akuntansi
memiliki kepentingan ekonomis dalam menguasai proses penyusunan standar akuntansi. Pendapat
Walker menggambarkan bahwa profesi akuntansi sebagai kelompok elit yang tidak
bertanggungjawab atas kepentingan publik, yang mencari dan mencapai pengendalian proses
penyusunan standar akuntansi untuk keuntungan sendiri, dan yang hanya dapat didesak oleh
ketakutan terhadap campur tangan negara.

Aplikasi Teori Kepentingan Privat
Teori kepentingan privat menyediakan pendekatan lain untuk memahami perilaku dari pihak yang
memiliki dorongan untuk mempengaruhi regulasi (pengaturan) pelaporan keuangan. Rahman
menyimpulkan bahwa terdapat beberapa batasan dalam pembahasan Walker. Dia menyatakan
bahwa tinjauan sistematis terhadap fungsi dan organisasi badan mengindikasikan bahwa badan
tersebut dependen dan mudah mempengaruhi profesi akuntansi dalam persiapan dan peninjauan
standar akuntansi.
Dari pandangan ini, profesi akuntansi tidak dapat mengambil alih proses penyusunan standar
akuntansi di Australia.