Anda di halaman 1dari 9

1

I. PENDAHULUAN
Sebelum manusia membuat kemasan, alam sendiri telah menyajikan
kemasan, seperti misalnya jagung yang dibungkus kulitnya, buah kelapa yang
terlindung baik dari sabut dan tempurung, polong-polongan terbungkus kulit
polong. Tidak hyanya bahan pangan, bahkan manusiapun menggunakan
kemasan sebagai pelindung tubuhnya dari gangguan cuaca, serta suupaya tampak
lebih anggun dan menarik. Pada saat sekarang ini sering kita dengar di televisi
atau surat kabar tentang kemasan plastik yang berbahaya. Mari kita perhatikan di
lingkungan kita, banyak sampah plastik yang sangat sulit untuk didaur ulang
(Sutedja, 1!"#.
Pengemasan disebut juga pembungkusan, pe$adahan atau pengepakan,
memegang peranan penting dalam mpenga$etan bahan hasil pertanian. %danya
$adah atu pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan,
melindungi bahan pangan yang ada didalamnya, melindungi dari bahaya
pencemaran serta gangguan &isik (gesekan, benturan,dan getaran#. 'isamping itu
pengemasan ber&ungsi untuk menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk
industri agar mempunyai bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan,
pengangkutan dan distribusi. 'ari segi promosi $adah atau pembungkusan
ber&ungsi sebagai perangsang atau dapat membuat daya tarik pembeli. (arena itu
bentuk, $arna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam
perencanaannya (Syarie&, 1!!#.
Sesudah perang dunia kedua, berbagai jenis kemasan bentuk muncul
dengan pesat seperti polietilen, polyproplien, polliester nilon dan &ilm vinil.
Sebagai pembungkus, plastik dapat dugunakan dalam bentuk tungal, komposit
atau berupa lapisan-lapisan (multi lapis# dengan bahan lain (kertas, aluminium
&osil#. (ombinasi terasebut dinamakan laminasi, yang diproses baik dengan cara
laminasi ekstrusi maupun laminasi adhesive. 'engan demikian kombinasi dari
berbgai ragam plastic dapat menghasilkan ratusan jenis kemasan ()achriansyah,
1"#.
*
)ahan pembuat plastik dari minyak, arang dan gas sumber bumi yang
alami, dalam perkembangannya digantikan oleh bahan-bahan sintetis sehingga
dapat diperoleh si&at-si&at plastik yang diinginkan dengan cara kopolimerisasi,
laminasi dan ekstruksi. Penggunaan plastik sebagai kemasan dapat berupak kemas
bentuk (&le+ible# atau sebaga kemas kaku. Makanan padat yang umumnya
memiliki umur simpan pendek atau makanan yang tidak memiliki perlindungan
yang hebat dibungkus dengan kemas bentuk. %kan tetapi makanan cair dan
makanan padat yang memerlukan perlindungan yang kuat perlu dikemas dengan
$adah kaku dalam bentuk botol, jerigen, kotak atau bnetuk lainnya (,inarno,
1!-#.
'idalam pengemasan bahan pangan terdapat dua macam $adah, yaitu
$adah utama atau $adah yang langsung berhubungan dengan bahan pangan dan
$adah kedua atau $adah yang tidak langsung berhubungan dengan bahan pangan.
,adah utama harus bersi&at non toksik &lavour dan perubahan lainnya. Selain itu,
untuk $adah utama biasanya diperlukan syarat-syarat tertentu bergantung pada
jenis makanannya, dan inert sehingga tidak terjadi reaksi kimia yang dapat
menyebabkan perubahan $arna, misalnya melindungi makanan dari kontaminasi,
melindungi kandungan air dan lemaknya, mencegah masuknya bau dan gas,
melindungi makanan dari sinar matahari, tahan terhadap tekanan atau benturan
dan transparan (,inarno, 1!-#.
-
II. PEMBAHASAN
Plastik sangat banyak ditemukan di masyarakat luas. Penggunaan plastik
untuk kemasan makan dapat cukup menarik karena si&at-si&atnya yang
menguntungkan. Seperti lu$es mudah dibentuk, mempunyai adaptasi myang
tinggi tearhadap produk, tidak korosi& seperti $adah logam, serta mudah dalam
penggunaannya.
,inarno dan .ennie (1!*# mengatakan /)ahan pengemas harus
tahanserangan hama atau binatang pengerat dan bagian dalam yang
berhubunganlangsung dengan bahan pangan harus tidak berbau, tidak mempunyai
rasa serta tidak beracun0. %danya pengemasan dapat membantu untuk mencegah
atau mengurangi terjadinya kerusakan- kerusakan. (erusakan terjadi karena
pengaruh lingkungan luar dan pengaruh kemasan yang digunakan.
A. Sifat-Sifat Plastik
Si&at yang umum terdapat dalam plastik adalah tidak tahan terhadap suhu
panas, tahan terhadap bahan kimia, transparan, dan lain-lain. 'alam menentukan
pilihan bahan kemasan perlu sebelumnya diketahui berbagai in&ormasi mengenai
persyaratan yang dibutuhkan seperti hal-hal apa yang menyebabkan kerusakan,
apa yang akan dialami produk dalam kemasan tersebut sebelum dikonsumsi.
1angguan yang paling umum, yang terjadi pada bahan pangan adalah (ehilangan
atau perubahan kadar air, pengaruh gas dan cahaya. Sebab dari kehilangan kadar
air maka akan timbul jamur dan bakteri.
Syarie& et al. (1!# menyatakan, berdasarkan si&at-si&atnya terdapat
perubahan suhu maka plastik dapat dibagi dua yaitu2
a. Termoplastik
Si&atnya dapat meleleh pada suhu tertentu, melekat mengikuti pperubahan
suhu, dan mempunyai si&at dapat balik (reversible# kepada si&at aslinya, yaitu
kembali mengeras bila didinginkan.
b. Termoset atau Termodursisabel
3
Si&atnya tidak dapat mengikuti perubahan suhu (tidak reversible#. )ila sekali
pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat di lunakkan kembali.
Pemanasan yang tinggi tidak akan melunakkan termoset melainkan akan
membentuk arang dan terurai karena si&atnya yang demikian sering
digunakan sebagai tutup ketel, seperti jenis-jenis melamin.
B. Komponen Plastik
(omponen plastik yang digunakan dalam kemasan plastik adalah
a. Monomer
Monomer merupakan komponen utama dari plastik. Mempunyai rantai yang
paling pendek.
b. (opolimer
(ombinasi dari monomer yang berbeda akar membentuk polimer.
c. )ahan tinambah (%diti&#
)ahan kemasan plastik dibuat dan disusun melalui proses yang disebabkan
polimerisasi dengan menggunakan bahan mentah monomer, yang tersusun
sambung-menyambung menjadi satu dalam bentuk polimer. (emasan plastik
memiliki beberapa keunggulan yaitu si&atnya kuat tapi ringan, inert, tidak karatan
dan bersi&at termoplastis serta dapat diberi $arna.
C. Jenis-jenis Kemasan Plastik
Tabel .enis-jenis kemasan plastik (Syarief#
4o. .enis-jenis kemasan plastik
1.
*.
-.
3.
5.
6.
".
!.
.
17.
Polyethylen
8o$ density polyethylen (8'P9#
:igh density polyethylen (:'P9#
Polypropilena
Polivinil (hloride (P;<#
Poliviniliden (hloride (P;'<#
Selo&an
Selulosa %setat (<%#
Selulosa Propionate
9til Selulosa
5
11.
1*.
Metil Selulpsa
Polianida
=ntuk menjadi kemasan yang baik harus memenuhi persyaratan yaitu>
a. (emasan hendaknya memiliki daya lindung yang baik bagi produk yang
dikemas.
b. Mempunyai daya lindung yang baik terhadap gas,
c. Mempunyai daya lindung dari sinar ultra violet.
d. (etahanan terhadap bahan-bahan (imia perlu dipertimbangkan.
D. Dampak positif an ampak ne!atif a"i plastik
a. Dampak positif a"i plastik
%dapun dampak positi& yang didapatkan dari penggunaan plastik ini
adalah
1. 'apat menjaga produk pangan agar tetap bersih, terlindung dari kotoran dan
kontaminasi.
*. 'apat menjaga produk pangan dari kerusakan &isik, perubahan kadar air dan
pengaruh sinar.
-. Memudahkan dalam membuka?menutup, memudahkan dalam penanganan,
pengangkutan dan distribusi.
3. 'apat menyeragamkan produk pangan dalam ukuran, bentuk dan bobot yang
sesuai dengan standar yang ada.
5. Menampakkan identi&ikasi, in&ormasi, daya tarik dan tampilan yang jelas dari
bahan pangan yang dikemas sehingga dapat membantu promosi?penjualan.
6. 'apat memberikan in&ormasi melalui sistem labelling, bagaimana cara
penggunaan produk, tanggal kadalu$arsa dan lain-lain.
#. Dampak ne!atif plastik
1. Polimer plastik tidak mudah terurai secara alami
*. Pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.
6
%dapun keunggulan kemasan plastik yang digunakan dalam bahan pangan
adalah &leksibel (dapat mengikuti bentuk produk#, transparan (tembus pandang#,
tidak mudah pecah, bentuk laminasi (dapat dikombinasikan dengan bahan
kemasan lain#, serta tidak korosi& dan harganya relative.
Sedangkan kelemahan kemasan plastik yang digunakan dalam bahan-
bahan pangan adalah tidak tahan panas, dapat mencemari produk (migrasi
komponen monomer#, plastik tidak dapat dihancurkan dengan cepat, dan bahan
dasarnya tidak dapat diperbaharui
<ontoh dari penggunaan kemasan untuk makanan dan minuman adalah
produk-produk susu, daging dan ikan, produk reroti, makanan kering dan serealia,
buah dan sayur, lemak dan minyak, selai dan manisan, minuman serta bahan
pangan lain.
1ambar. )erbagai kemasan plastik.
"
III. KESIMPULAN
'ari hasil pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu
i. Plastik sangat banyak digunakan dalam masyarakat luas.
ii. )erdasarkan si&at-si&atnya terdapat perubahan suhu maka plastik dapat dibagi
dua yaitu2
Termoplastik
Termoset atau Termodursisabel
-. Si&at yang umum terdapat dalam plastik adalah tidak
tahan terhadap suhu panas, tahan terhadap bahan kimia, transparan.
3. (omponen plastik yang digunakan dalam kemasan
plastik adalah
Monomer
(opolimer
)ahan tinambah (%diti&#
!
DA$%A& PUS%AKA
)achriansyah, S. 1". Identifikasi Plastik. Makalah Pelatihan Teknologi
Pengemasan Industri Makanan dan Minuman, 'epartemen Perindustrian
dan Perdagangan, )ogor.
Sutedja. 1!". Pengantar Pengemasan. Laboratorium Pengemasan, Jurusan TIP.
@P). )ogor.
Syarie&.A., dkk. 1!. Teknologi Pengemasan Pangan, @P) )ogor.
,idianto, *77. Konsep Teknologi Plastik. Wikipedia. '()-*+-(**,-
,inarno, B.1. 1!". Mutu, Daya Simpan, Transportasi dan Penanganan Buah
buahan dan Sayuran. !onferensi Pengolahan Bahan Pangan dalam
S"asemba da #ksport. 'epartemen Pertanian. .akarta.
,inarno, B.1. dan .ennie. 1!*. !erusakan Bahan Pangan dan $ara
Pen%egahannya. 1halia @ndonesia. .akarta.