Anda di halaman 1dari 13

TEORI AKUNTANSI DAN PERUMUSANNYA

ABSTRAK
NAMA : MEISKE MANTALI
NIM : 921411240
KELAS : C
Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan
pemikiran akuntansi dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM 1300 M, Tahun 1300 1850
M, dan tahun 1850 Msampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang
berartibagi ilmu akuntansi.. Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada
perubahan ilmu akuntansi modern Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar
memahami akuntansi sebagai alat hitung menghitung dan sumber informasi dalam pengambilan
keputusan Teori akuntansi di kembangkan dan di saring lewat sebuah proses riset akuntansi.
Hasil riset pertama dari akuntan pendidik, dan pihak lain dari organisasi pembuatan kebijakan,
kantor akuntan publik, dan sektor industri swasta yang ikut berperan penting dalam peran proses
riset akuntansi. Standar dan pernyataan dan ketetapan yang di hasilkan oleh organisasi pembuat
kebijakan akan di interprestasikan dan di terapkan dalam praktek pada tingkat organisasi.


Kata kunci : teori akuntansi dan perumusannya













PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi
modern Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi sebagai
alat hitung menghitung dan sumber informasi dalam pengambilan keputusa
Teori akuntansi di kembangkan dan di saring lewat sebuah proses riset akuntansi. Hasil
riset pertama dari akuntan pendidik, dan pihak lain dari organisasi pembuatan kebijakan,
kantor akuntan publik, dan sektor industri swasta yang ikut berperan penting dalam peran
proses riset akuntansi. Standar dan pernyataan dan ketetapan yang di hasilkan oleh organisasi
pembuat kebijakan akan di interprestasikan dan di terapkan dalam praktek pada tingkat
organisasi.
Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan
pemikiran akuntansi dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM 1300 M, Tahun 1300
1850 M, dan tahun 1850 Msampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi
yang berarti bagi ilmu akuntansi..

1.2 RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang di atas, maka rumusan masalahnya adalah :
- Bagaimanakah teori akuntansi dan perumusannya ?











PEMBAHASAN
2.1 Teori Akuntansi
Pada awal di praktekkannya akuntansi bahkan sampai beberapa tahun kemudian tidak ada
teori akuntansi. Selama tidak adanya struktur teori akuntansi formal, maka yang terjadi adalah
banyaknya alternative metode pencatatan yang berlaku dalam praktek sehingga menimbulkan
kebingungan masyarakat. Teori adalah susunan konsep, definisi, dan dalam menyajikan
pandangan yang sistematis, fenomena dengan menunjukkan hubungan antara variabel yang satu
dengan yang lain dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.
Teori merupakan hasil dari kristalisasi fenomena emfiris, yang diambil dari berbagai riset, dan
sampai pada suatu kesimpulan yang bersifat universal, logis, konsisten, prediksi, dan objektif.(
Hery : 2009 )
Menurut Vernon kam ( 1986 ) teori adalah suatu system yang menyeluruh, dimana meliputi
asumsi dasar, defenisi, tujuan, prinsif atau standar,dan prosedur atau metode.
Menurut Kenneth S.most ( 1982 ) teori adalah suatu pernyataan yang sistematis mengenai
prinsif yang mendasar seperangkat fenomena. Jadi teori akuntansi adalah cabang akuntansi yang
terdiri dari pernyataan yang sistematis tentang prinsif dan metode yang membedakannya dengan
praktek. Berbagai pengertian teori akuntansi : Soewardjono mengemukakan, sebenarnya banyak
pengertian yang dapat di lekatkan pada kata teori dari akuntansi ( winwin yadiati : 2007 ).
Beberapa pendapatannya :
1) Teori sebagai lawan praktek, biasanya teori dalam pengertian ini di ibarat kan dengan
apa yang diharapkan atau apa yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan senyatanya.
Teori dianggap sebagai desain dan praktik dianggap sebagai desollen. Teori akuntansi
sering diartikan sebagai seperangkat konsep konsep yang membahas tentang
bagaimana seharusnya praktik akuntansi berjalan.
2) Teori sebagai penjelasan ilmiah, merupakan pernyataan tentang hubungan antara
variabel variabel alam atau sosial yang dapat di gunakan untuk menjelaskan dan
memprediksi gejala gejala alam atau sosial.
3) Teori sebagai penalaran logis yang melandasi praktik dalam dunia nyata. Teori ini
berusaha untuk memberikan justifikasi terhadap praktik agar praktik dapat di
pertanggung jawabkan kelayakannya.
Teori memiliki tiga dimensi yaitu :
a) Reductionism ( pengurangan ) : Teori ini dimulai dari asumsi asumsi dimana
tidak langsung menunjukkan objek yang di observasi, dan bukan merupakan
pernyataan yang dapat di uji kebenarannya.tetapi teori ini merupakan bahan
rujukan untuk mengamati fenomena.
b) Instrumentalism ( instrument ) :Teori ini merupakan alat yang dapat digunakan
untuk menilai pernyataan tentang hasil dari suatu observasi.teori ini berperan
untuk menjelaskan dan memprediksikan.
c) Realism ( nyata ) :Teori ini merupakan sekumpulan proposisi atau dalil yang
merupakan pernyataan kebenaran atau tidak kebenaran tentang dunia
nyata,fenomena,atau suatu objek.
2.2 Sifat Teori Akuntansi
Menurut Dr. Winwin Yadiati, SE, M.Si, Ak (2007) sifat teori akuntansi yaitu lebih bersifat
deskriptif (positif), yaitu menjelaskan dan meramalkan variable-variabel yang diteorikan apa
adanya dan preskriptif (normatif), yaitu menjelaska apa yang seharusnya atau menggambarkan
variable sesuai dengan aturan tertentu dan bagaimana seharusnya.
Teori akuntansi memiliki beberapa sifat, diantaranya yaitu :merupakan seperangkat prinsip
yang logis, saling terkait dan membentuk kerangka umum berkaitan erat dengan penyusunan
kebijakan akuntansi harus mencakup semua literatur akuntansi yang memberikan pendekatan
yang berbeda-beda satu sama lain harus dapat memberikan penjelasan mengenai praktik
akuntansi, menjawab dan menjelaskan semua fenomena yang melatarbelakangi penerapan suatu
metode dalam praktik akuntansi. harus dapat menjelaskan mengapa perusahaan lebih cenderung
menggunakan metode LiFO dartipada FIFO dalam menilai persediaannya harus bisa
memprediksi atau bahkan menemukan gejala akuntansi yang belum diketahui sangat penting
dalam menyusun dan memverifikasi prinsip akuntansi.
2.3 Tujuan Dan fungsi dan teori akuntansi
1. Tujuan teori akuntansi
Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan seperangkat prinsif yang logis,
saling terkait, yang menbentuk kerangka umum, dan dapat dipakai sebagi acuan untuk
menilai dan mengembangkan praktek akuntansi.
- Fungsi teori akuntansi
Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori akuntansi sebagai berikut :
a) Menjadi pegangan bagi lembaga penyusun standar akuntansi menyusun standarnya.
b) Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak
adanya standar resmi.
c) Menentukan batas dalam hal melakukan judgement dalam penyusunan laporan
keuangan.
d) Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang
disajikan laporan keuangan.
e) Meningkatkan kualitas dapat diperbandingkan.
Sedangkan hendriksen (1982) mengemukakan kegunaan teori akuntansi sebagai berikut :
a) Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktek
akuntansi.
b) Memberikan pedoman terhadap praktek dan prosedur akuntansi yang baru
2. Fungsi teori akuntansi ( hery : 2009: 124 ) adalah :
Sebagi pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi Member kerangka acuan dalam
menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar resminya.Meningkatkan pemahaman
dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan. Agar
laporan keuangan dapat diperbandingkan Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur
dan praktek akuntansi.
Menurut financial accounting standars board ( FASB ), teori dalam akuntansi di perlukan untuk
:
1) Mengarahkan badan penyusun standar dalam menetapkan standar akuntansi.
2) Memberikan landasan konseptual untuk memecahkan masalah perlakuan akuntansi
tertentu bila belum ada standar yang mengaturnya.
3) Member batas keleluasaan dalam menyusun laporan keuangan
4) Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai terhadap arti penting laporan
keuangan.
5) Meningkatkan daya banding laporan keuangan.
2.4 Pembuatan Kebijakan Akuntansi
Pembuat kebijakan akuntansi ada 5 yaitu :
1) Kantor akuntan publik atau KAP dan individu
KAP dan individu bertanggung jawab untuk menyatakan bahwa laporan keuangan
suatu perusahaan disajika secara wajar atas seluruh aktifitasnya.
2) American institute of ciertified public accountants (AICPA)
AICPA merupakan organisasi profesi yang mengkoordinasi para akuntan public
bersertifikat yang ada di Amerika Serikat. Lembaga ini memiliki dua komite tekhnis
senior yang mempunyai peran penting, yaitu accounting standards executive
committee (AcSec) dan auditing standards committee (AuSec) yang berwenang untuk
mewakili AICPA dalam menanggapi masalah akuntansi serta masalah pengauditan.
3) The American Accounting Assocition (AAA)
AAA merupakan organisasi untuk para akuntan dari bidang akademik muapun
individu yang tertarik dengan perbaikan praktik dan teori akuntansi. AAA berfungsi
sebagai suatu forum akademik yang mengungkapkan berbagai pandangan isu dan
topik akuntansi.
4) The financial Accounting standard board (FASB)
FASB menggantiakan APB pada tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab
untuk menetapkan standar-standar akuntansi. FASB merupakan badan yang bersifat
otoritatif denagn tugas menetapkan dan meningkatkan standar laporan akuntansi
keuangan sehingga standar tersebut menaruh perhatian utama pada pencatatan
informasi tentang kejadian ekonomi dan transaksi melalui cara yang berarti dalam
laporan keuangan.
5) Securities and Exchange Commission (SEC)
SEC dibentuk oleh kongres pada tahun 1934 yang bertanggung jawab menangani
administrasi berbagai ketentuan yang meregulasi pasar saham dan menjamin laporan
serta pengungkapan yang memadai dari setiap perusahaan di Amerika.
Selain itu, organisasi profesi yang berperan dalam penyusunan atau pembentukan dan
pengembangan standar akuntansi keuangan (SAK) di Indonesia adalah ikatan akuntansi
Indonesia (IAI) sebagai satu-satunya organisasi profesi akuntansi di Indonesia.
Ikatan akuntan Indonesia adalah organisasi profesi akuntan yang bebas dan tidak terikat pada
perkumpulan apapun, didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1957, dengan Pemrakarsa
yang juga menjadi pengurus IAI pertama kali adalah ketua: Soemardjo Tjitrosidojo, sekretaris:
Go Tie Siem, bendahara: Basuki T. Siddharta, komisaris: Hendra Darmawan dan Tang Tong Joe.
2.5 Metode Perumusan Akuntansi
Teori akuntansi mampu merumuskan kebenaran nya, sehingga teori ini secara terus menerus
harus dapat diuji dan diverifiksi. Ada 3 kriteria atau pihak atau sumber yang memiliki wewenang
dalam menentukan kebenaran atau suatu teori, yaitu:
1. Dogmatic ( kebenaran nya )
Suatu pernyataan atau teori dapat dikatakan benar jika disampaikan oleh pihak-
pihak yang memang pada dasarnya memiliki wewenang (otoritas) untuk
menyampaikan kebenaran tersebut. Kebenaran atas pernyataan ini tidak perlu
lagi diuji. Keyakinan pada kebenaran ini hanya berdasar pada kepercayaan,
keyakinan, atau iman seseorang.
2. Self Evidence ( bukti diri sendiri )
Kebenaran dari sutu pernyataan atu teori dibuktikan lewat pengetahuan umum,
pengamatan, atau pengalaman. Disini kebenaran dari suatu pernyataan atau teori
akan terbukti dengan sendirinya.
3. Scientific ( ilmiah )
Kebenaran dari suatu pernyataan atau teori dibuktikan lewat metode ilmiah.
Scientific method meliputi beberapa tahap, yaitu:
a) Mengidentifikasi masalah yang akan diteliti
b) Membuat hipotesa
c) Mengumpulkan data yang diperlukan untuk pengujian hipotesa
d) Menganalisis dan mengevaluasi data yang terkait dengan hipotesa
e) Menarik kesimpulan
2.6 Periodisasi Teori Akuntansi
- Periodisasi teori akuntansi dapat digolongkan menjadi 4 golongan:
a) Pre-theory period (1492-1800)
Dalam periode ini belum ada teori akuntansi yang dirumuskan, melainkan hanya
sebatas pada saran-saran atau pernyataan-pernyataan yang tidak dapat dianggap
sebagai teori. Peragalo mengemukakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang
dirumuskan sejak Pacioli sampai pada awal abad ke-19. kalaupun ada saran-saran atau
pertanyaan-pertanyaan belum dapat digolongkan sebagai teori atau pernyataan yang
sistematis.
b) General scientific period (1800-1955)
Dalam periode ini sudah ada pengembangan teori, namun hanya berupa penjelasan
terhadap praktik akuntansi. Akuntansi dikembangkan berdasatkan metode empiris
yang menekankan pada hasil obsevasi atas peristiwa yang terjadi secara realitas, bukan
berdasarkan logika. Dalam periode ini sudah ada pengimbangan teori yang
penekanannya baru berupa penjelasan terhadap praktek akuntansi. Di sini sudah ada
kerangka kerja untuk menjelaskan dan mengembangkan praktek akuntansi. Laporan
AAA A Tentative Statement of Accounting Principles Affecting Corporate Reports
pada tahun 1938 serta laporan AICPA tentang A Statement of Accounting Principle
(Sanders, Hatfield dan Moore) merupakan dua contoh perumusan teori akuntansi
berdasarkan metode empiris atau disebut era general scientific ini.
c) Normative period (1956-1970)
Dalam periode ini perumus teori mulai mendefinisikan norma-norma atau praktik
akuntansi yang baik, dan pengembangan teori akuntansi lebih menekankan pada apa
yang seharusnya. Akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus diikuti.
d) Specific scientific period ( 1970 sekarang )
Periode ini disebut juga sebagai era positif, dimana teori akuntansi tidak cukup hanya
dengan berdasarkan pada normatif saja, tetapi juga dapat di uji kebenarannya.
Perumusan atau pendefisian norma yang terjadi dalam periode sebelumnya dianggap
subjektif, sehingga dapat di uji terlebih dahulu keabsahannya secaca positif. Di tahun
1970 an, data empiris sudah mulai banyak tersedia, demikian juga dengan tehnik
tehnik statistik yang memungkinkan untuk dilakukannya pengujian. Norma dinilai
subyektif jadi harus diuji secara positif.
Pendekatan normatif dikritik karena:
a) Teori normatif tidak melibatkan pengujian hipotesa.
b) Teori normatif didasarkan pada pertimbangan subyektif.
Tujuan dari pendekatan teori akuntansi positif adalah untuk menerangkan dan meramalkan
praktek akuntansi.
2.7 Pendekatan Penyusunan Teori Akuntansi
Mengenai berbagai pendekatan dalam penyusunan teori akuntansi ini akan di uraikan pada
metodologi dan berbagai pendekatan dalam perumusan teori akuntansi (Ahmad riahi belkaoui :
2006 ) :
1. Pendekatan nonteoretis
Pendekatan nonteoretis adalah suatu pendekatan pragmatis ( praktek ) dan
pendekatan kekuasaan.
2. Pendekatan pragmatis ( pragmatic approach )
Terdiri atas penyusunan suatu teori yang di tandai oleh kesamaan nya dengan
praktik dunia nyata yang berguna dalam artian memberikan solusi yang sifatnya
praktis. Berdasarkan pendekatan ini, teknik dan prinsip akuntansi seharusnya di
pilih atas dasar kegunaan mereka bagi para pengguna informasi akuntansi dan
relevansi mereka terhadap proses pengambilan keputusan. Kegunaan dan utility
berarti sifat yang mencocokkan sesuatu untuk melayani atau memfasilitasi tujuan
yang di maksud.
3. Pendekatan pradigmatis adalah bagian dari suatu teori akuntansi, yang berdasar
pada realisasi dari pembukuan berganda yang dimuat dalam summa de arithmatica,
geometria, proportioni et proportionalita dari luca pacioli, yang diterbitkan di
venesia tahun 1494. Pendekatan pragmatis Terdiri dari penyusunan teori yang di
tandai dengan penyesuaian praktek sesungguhnya yang bermamfaat untuk
memberi saran solusi praktik. Teknik teknik dan prinsif prinsip akuntansi
seharusnya di pilih atas dasar manfaat bagi pengguna informasi akuntansi dan
keterkaitannya dengan proses pembuatan keputusan.
4. Pendekatan kekuasaan ( authoritarian approach )
Untuk perumusan suatu teori akuntansi, yang terutama di pergunakan oleh
organisasi professional, terdiri atas penerbitan pernyataan sebagai regulasi dari
praktik praktik akuntansi.Kedua pendekatan ini berasumsi bahwa teori akuntansi
dan hasil tehnik akuntansi harus disebutkan dalam dasar penggunaan akhir laporan
keuangan, jika akuntansi harus memiliki suatu fungsi yang berguna. Dengan kata
lain, suatu teori tanpa konsekuensi praktik adalah suatu teori yang buruk.
Pendekatan teori akuntansi meresionalisasikan pilihan dari teknik teknik akuntansi yang
berdasarkan atas pemeliharaan persamaan akuntansi, yaitu persamaan neraca dan persamaan laba
akuntansi.Persamaan neraca dan laba biasanya di nyatakan :
Aktiva = Kewajiban + Ekuitas pemilik dan Laba Akuntansi = Pendapatan Biaya
Dua persamaan dalam pendekatan teori akuntansi ini mengarah kepada berkembangnya dua
posisi yang terdapat dalam badan penyusunan standar yaitu, posisi yang beriontasi pada neraca
dan posisi yang beriontasi pada laba.
5. Pendekatan deduktif
Pendekatan deduktif dalam penyusunan teori akuntansi di mulai dengan dalil
dalil dan konsep konsep dasar kemudian di tarik kesimpulan berupa prosedur
dan tehnik tehnik akuntansi.
Pendekatan deduktif dalam penyusunan teori manapun di awali dengan dalil dasar
dan diteruskan dengan pengambilan kesimpulan logis mengenai subjek yang
dipertimbangkan. Jika kita mengamsumsikan pada titik ini bahwa dalil dasar
mengenai lingkungan akuntansi terdiri atas baik tujuan maupun rumus, langkah
yang digunakan untuk memperoleh pendekatan deduktif akan meliputi :
a. Menentukan tujuan dari laporan keuangan
b. Memilih postulat dari akuntansi
c. Menghasilkan prinsip dari akuntansi
d. Mengembangkan teknik dari akuntansi
Semua itu berdasarkan pada suatu formula yang benar dari tujuan akuntansi. Menurut popper,
pengujian teori dapat di laksanakan dalam 4 pokok :
Terdapat perbandingan logis di antara masing masing kesimpulan, dimana konsistenan
internal dari system uji Terdapat investigasi dari bentuk logis teori dengan objek untuk
menentukan apakah teori memilki karakter teori empiris atau sains.
Terdapat perbandingan dengan teori lain, terutama dengan sasaran untuk menentukan apakah
teori itu dapat dikatakan merupakan kemajuan ilmiah jika ia dapat melewati ujian yang kita
berikan, Terdapat ujian dari teori dengan cara penerapan empiris dari kesimpulan yang dapat
diambil dari teori. Pendekatan ini dilakukan dalam penyusunan struktur akuntansi di mana
dirumuskan dahulu tujuan laporan keuangan, rumusan postulat, kemudian prinsip, dan akhirnya
lebih khusus menyusun teknik akuntansi.
6. Pendekatan induktif
Pendekatan yang dimulai dari pengamatan empiris untuk kemudian ditarik
kesimpulan umum ( generalisasi ). Pendekatan induktif dalam penyusunan dari
suatu teiri diawali dengan observasi dan pengukuran serta berlanjut pada
kesimpulan umum. Dalam penerapan akuntansi, pendekatan induktif diawali
dengan observasi mengenai informasi keuangan dari perusahaan bisnis dan di
lanjutkan dengan menyusun generalisasi dan prinsip prinsip dari observasi
berdasarkan pada hubungan yang berulang kembali. Tahap yang dilalui adalah:
1) Mengumpulkan semua observasi.
2) Analisis dan golongan observasi berdasarkan hubungan yang berulang-ulang dan
sejenis, seragam, mirip.
3) Ditarik kesimpulan umum dan prinsip akuntansi yang menggambarkan hubungan yang
berulang-ulang tadi.
4) Kesimpulan umum diuji kebenarannya.
Tidak seperti pendekatan deduktif, dalam pendekatan induktif ini kebenaran dan
kepalsuan dalil tidak tergantung pada dalil lainnya, tetapi harus melalui pengujian
empiris. Dalam pendekatan induktif kebenaran suatu dalil tergantung pada pengamatan
terhadap contoh yang cukup dari hubungan kasus yang berulang-ulang dan seragam.
pendekatan induktif untuk suatu teori mencakup 4 tahap :
a) Mencatat seluruh observasi
b) Menganalisis dan mengklasifikasikan observasi ini untuk mendeteksi adanya hubungan
yang berulang kembali
c) Penurunan induktif dari generalisasi dan prinsip akuntansi dari observasi yang
menggambarkan hubungan brulang
d) Menguji generalisasi.
Pendekatan etisInti dasar dari pendekatan etis terdiri atas konsep Kewajaran ( fairness ),
Keadilan ( justice ), Ekuitas ( equity ), Kenyataan ( truth ). Pendekatan ini diperkenalkan oleh
D.R. Scott. Menurut beliau kriteria yang harus digunakan dalam perumusan teori akuntansi
adalah keadilan dengan memperlakukan pihak yang berkaitan secara adil. Disajikan
kebenaran dalam arti laporan yang benar dan akurat tanpa mengundang salah tafsir, dan
kewajaran dalam arti penyajiannya wajar, tidak bias, dan tidak sebagian-sebagian. Dalam
buku lain dikenal dengan Pendekatan Peristiwa (Event Approach) artinya dalam
perumusan teori kita harus memperhatikan semua pihak jangan hanya memperhatikan pihak-
pihak tertentu saja. Pendekatan ini mirip pendekatan etis ini. Konsep tersebut merupakan
kriteria utama dari D.R.scott untuk perumusan teori akuntansi.dari criteria tersebut
pendekatan kewajaran telah menjadi salah satu tujuan dasar akuntansi seperti :
a) Kepatuhan terhadap prinsip prinsip akuntansi yang berlaku umum
b) Pengungkapan
c) Konsistensi
d) Dapat di perbandingkan
- Pendekatan sosiologi
Pendekatan sosilogi bagi perumusan teori akuntansi menekankan pengaruh sosial dari
teknik akuntansi. Hal ini merupakan pendekatan etis yang berpusat pada suatu konsep dari
kewajaran yang lebih luas, kesejahteraan sosial.berdasarkan pendekatan sosiologi, prisip atau
teknik akuntansi yang dievaluasi untuk penerimaan dari dasar pengaruh laporannya terhadap
seluruh kelompok dalam komunitas Untuk mencapai tujuannya, pendekatan sosiologi
keberadaan dari nilai sosial baku yang mungkin di gunakan sebagai kriteria untuk
menentukan teori akuntansi.
- Pendekatan ekonomi
Pendekatan ekonomi dalam merumuskan suatu teori akuntansi menekankan pada
pengendalian prilaku dari indikator makroekonomi yang dihasilkan oleh adodsi dari
berbagai teknik akuntansi. Hingga sebelum di bentuknya FASB, pendekatan ekonomi dan
konsep dari konsekuensi ekonomi tidak banyak di pakai dalam akuntansi.
- Pendekatan selektif
Secara umum, perumusan pada teori akuntansi dan pengembangan prinsip prinsip
akuntansi telah mengikuti pendekatan selektif, atau kombinasi dari berbagai pendekatan,dan
bukannya hanya satu dari pendekatan yang disajikan disini. Pendekatan selektif adalah
terutama merupakan akibat dari berbagai usaha oleh individu dan professional serta
organisasi pemerintahan untuk berpartisipasi dalam pematangan konsep dan prinsip dalam
akuntansi. Pendekatan selektif ini telah memberikan peningkatan kepada pendakatan baru
yang sedang diperdebatkan dalam litaratur :
a) Pendekatan peraturan
b) Pendekatan prilaku
c) pendekatan kejadian, prediksi, dan positif.





















PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Teori akuntansi merupakan cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan yang sistematis
tentang prinsif dan metode yang membedakannya dengan praktek. Teori akuntansi di
kembangkan dan di saring lewat sebuah proses riset akuntansi. Hasil riset pertama dari akuntan
pendidik, dan pihak lain dari organisasi pembuatan kebijakan, kantor akuntan public, dan sektor
industri swasta yang ikut berperan penting dalam peran proses riset akuntansi. Standar dan
pernyataan dan ketetapan yang di hasilkan oleh organisasi pembuat kebijakan akan di
interprestasikan dan di terapkan dalam praktek pada tingkat organisasi.
3.2 SARAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya maka peneliti
memberikan beberapa saran baik bagi peneliti selanjutnya dan pihak lain sebagai berikut :
Di dalam perguruan tinggi, hal yang dikaji berkaitan dengan akuntansi tidak cukup mencakup
kajian akuntansi secara praktik namun juga secara teori, perguruan tinggi memiliki peranan yang
sangat penting dalam pengembangan akuntansi secara teori. Sebagai agen pengembangan dan
perubahan, perguruantinggi harus mampu untuk mengembangkan teori-teori yang telah ada
agarakuntansi agar dapat berkembang menjadi lebih baik.
















DAFTAR PUSTAKA
- Hery, Teori akuntansi, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2009
- Belkaoui, Ahmad Riahi, Accounting Theory, Terjemahan Ali Akbrar Yulianto, Risnawati
Dermauli. Cangega Learning, London, 2006