Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah telah mencatat bahwa jatuh dan bangunnya peradaban bangsa yang tinggal di
kepulauan nusantara sangat dipengaruhi oleh penguasaan lautan. Kerajaan-kerajaan besar
seperti Sriwijaya dan Majapahit berhasil menguasai dan memakmurkan kerajaannya melalui
kekuatan armada lautnya. Bahkan serikat dagang Belanda (VO! mampu menjajah nusantara
selama "#$ abad dengan kemampuannya menguasai lautan. %idak dapat dipungkiri bahwa
laut merupakan suatu aset untuk kedaulatan dan kemakmuran bangsa &ndonesia.
'ilayah kedaulatan dan yuridiksi &ndonesia terbentang dari ()*+, -. hingga //)/$, -S# dan
dari 01)1$, B% hingga /1/)*$, B% terletak di posisi geogra2is sangat strategis# karena menjadi
penghubung dua samudera dan dua benua# Samudera &ndia dengan Samudera 3asi2ik# dan
Benua 4sia dengan Benua 4ustralia. Kepulauan &ndonesia terdiri dari /5.$*+ pulau besar dan
pulau kecil dan memiliki garis pantai +/.*** km# serta luas laut terbesar di dunia yaitu $#+
juta km6 (783-. 6**$!.
'ilayah laut &ndonesia mencakup /6 mil laut ke arah luar garis pantai# selain itu
&ndonesia memiliki wilayah yuridiksi nasional yang meliputi 9ona 8konomi 8ksklusi2 (988!
sejauh 6** mil dan landas kontinen sampai sejauh "$* mil dari garis pantai.
&ndonesia merupakan salah satu anggota Kon:ensi 3erserikatan Bangsa-Bangsa mengenai
keanekaragaman hayati dan salah satu dari tujuh negara yang mempunyai ;Mega
Biodi:ersitas; yang dikenal sebagai puisat konsentrasi keanekaragaman hayati dunia.
'alaupun kepulauan &ndonesia hanya mewakili /#" < dari luas daratan dunia# tetapi
memiliki 6$ < jenis ikan dunia# /5 < jenis burung# /( < reptil dan amphibi# /6 < mamalia#
/* < tumbuhan dan sejumlah in:erterbrata# 2ungia dan mikroorganisme (=autam et al.# 6***!
Keragaman sumberdaya hayati laut sering kali dijadikan argumen untuk
menggambarkan betapa besarnya kekayaan laut &ndonesia. Kekayaan keragaman hayati laut
ingin segera diman2aatkan# sesuai peran laut sebagai salah satu sumber kehidupan
masyarakat# bukan lagi tergantung pada daratan# dapat segera terwujud. Oleh karena itu
dalam menyikapi hal ini perlu landasan pemahaman yang lebih jelas dimana letak keungulan
keragaman hayati tersebut. Keragaman yang
tinggi dari suatu sumberdaya tidak akan selamanya terkait dengan keunggulan baik
kuantitati2 maupun kualitati2. 7i laut tropika pada umumnya dicirikan dengan keragaman
1
2
yang tinggi dari segi jumlah jenis# namun masing-masing kelimpahannya kecil. Sebaliknya di
negara beriklim sub tropis jumlah jenis relati2 sedikit# namun masing-masing kelimpahannya
besar.
Bahan-bahan hayati sudah lama digunakan manusia untuk memenuhi berbagai
keperluan hidup. Salah satu pendekatan untuk penelitian tumbuhan adalah penapis senyawa
kimia yang terkandung dalam tanaman. ara ini digunakan untuk mendeteksi senyawa
tumbuhan berdasarkan golongannya. Sebagai in2ormasi awal dalam mengetahui senyawa
kimia apa yang mempunyai akti:itas biologi dari suatu tanaman. &n2ormasi yang diperoleh
dari pendekatan ini juga dapt digunakan untuk keperluan sumber bahan yang mempunyai
nilai ekonomi lain seperti sumber tani# minyak untuk industri# sumber gandum# dll.
(%eyler.V.8#/0++!. %umbuhan pada umumnya mengandung senyawa akti2 dalam bentuk
metabolit sekunder seperti alkaloid# 2la:onoid# steroid# kumarin# triterpenoid# 2enol dan lain-
lain.
1.2 Tujuan
%ujuan pada praktikum ini adalah>
/. .ntuk mengetahui ada atau tidaknya suatu komponen 2itokimia (alkaloid# 2enolik#
2la:anoid# saponin# steroid# tanin dan triterpenoid! dalam bahan hayati yang dijadikan
sebagai sampel#
6. .ntuk mendapankan hasil ekstraksi dari bahan hayati laut (pandan laut# rumput laut
hijau# rumput laut merah!#
". Mengetahui dan melakukan prosedur pemisahan senyawa dengan metode
kromatogra2i lapis tipis dan menentukan nilai ?2 suatu senyawa
1.3 Prinsip
/. 8kstraksi menggunakan alat ?otary 8:aporator
?otary 8:aporator atau ?otary Vacuum 8:aporator merupakan alat yang
menggunakan prinsip :akum distilasi. 3rinsip utama alat ini terletak pada penurunan
tekanan sehingga pelarut dapat menguap pada suhu dibawah titik didihnya. ?otary
8:aporator lebih disukai karena mampu menguapkan pelarut dibawah titik didih
sehingga @at yang terkandung didalam pelarut tidak rusak oleh suhu yang tinggi.
3roses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemanasan yang dipercepat
oleh putaran dari labu alas bulat# cairan penyari dapat menguap $-/*A di bawah titik
didih pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan tekanan. 7engan bantuan
3
pompa :akum# uap larutan penyari akan menguap naik ke kondensor dan mengalami
kondensasi menjadi molekul-molekul cairan pelarut murni yang ditampung dalam
labu alas bulat penampung.
6. Bukum Like Dissolve Likes
Bukum like dissol:e likes ialah sebuah prinsip kelarutan di mana# suatu @at
hanya akan larut pada pelarut yang sesuai saja. 7engan kata lain# @at yang bersi2at
polar akan larut pada pelarut polar dan suatu @at non polar pun akan larut pada pelarut
yang non polar. 3rinsip ini dikenal dnegan prinsip like dissol:e like.
". Craksinasi
Craksinasi ialah proses pemisahan komponen-komponen dalam ekstrak berdasarkan
perbedaan kepolaran eluen yang digunakan untuk memisahkannya.
1. Kromatogra2i lapis tipis
3emisahan komponen kimia berdasarkan prinsip adsorbsi dan partisi# yang ditentukan
oleh 2ase diam (adsorben! dan 2ase gerak (eluen!# komponen kimia bergerak naik
mengikuti 2ase gerak karena daya serap adsorben terhadap komponen-komponen
kimia tidak sama sehingga komponen kimia dapat bergerak dengan kecepatan yang
berbeda berdasarkan tingkat kepolarannya# hal inilah yang menyebabkan terjadinya
pemisahan.
1.4 Manaat
7engan adanya praktikum Kimia Bahan Bayati -aut ini 7iharapkan dapat dijadikan sebuah
re:erensi dalam mengetahui hal D hal apa saja yang berhubungan dengan pengujian praktikum
kimia bahan hayati laut. 7an memper mudah mahasiswa untuk melaksanakan skripsi pada bidang
bioteknologi.
BAB II
4
TIN!AUAN PU"TA#A
2.1 Pengujian #$%pp$nen &it$ki%ia Ba'an Ala%
4lkaloid
4lkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan
heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal
dari hewan!. 4sam amino# peptida# protein# nukleotid# asam nukleik# gula amino dan
antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid. 7an dengan prinsip yang sama#
senyawa netral yang secara biogenetik berhubungan dengan alkaloid termasuk digolongan
ini. 4lkaloid dihasilkan oleh banyak organisme# mulai dari bakteria# 2ungi (jamur!# tumbuhan#
dan hewan. 8kstraksi secara kasar biasanya dengan mudah dapat dilakukan melalui teknik
ekstraksi asam- basa. ?asa pahit atau getir yang dirasakan lidah dapat disebabkan oleh
alkaloid. &stilah EalkaloidE (berarti Emirip alkaliE# karena dianggap bersi2at basa! pertama kali
dipakai oleh arl Criedrich 'ilhelm Meissner (/+/0!# seorang apoteker dari Balle (Ferman!
untuk menyebut berbagai senyawa yang diperoleh dari ekstraksi tumbuhan yang bersi2at basa
(pada waktu itu sudah dikenal# misalnya# mor2ina# striknina# serta solanina!. Bingga sekarang
dikenal sekitar /*.*** senyawa yang tergolong alkaloid dengan struktur sangat beragam#
sehingga hingga sekarang tidak ada batasan yang jelas untuknya. 4lkaloid bersi2at basa yang
tergantung pada pasangan electron pada nitrogen. Kebasaan alkaloid menyebabkan sentawa
tersebut sangat mudah mengalami dekomposisi terutama oleh panas dan sinar dengan adanya
oksigen. 7ekomposisi alkaloid selama atau setelah isolasi dapat menimbulkan berbagai
persoalan jika penyimpanan dalam waktu lama. 3embentukan garam dengan senyawa organic
atau anorganik sering mencegah dekomposisi.
4lkaloid biasanya diklasi2ikasikan menurut kesamaan sumber asal molekulnya
(precursors!#didasari dengan metabolisme pathway (metabolic pathway! yang dipakai untuk
membentuk molekul itu. Kalau biosintesis dari sebuah alkaloid tidak diketahui# alkaloid
digolongkan menurut nama senyawanya# termasuk nama senyawa yang tidak mengandung
nitrogen (karena struktur molekulnya terdapat dalam produk akhir. sebagai contoh> alkaloid
opium kadang disebut EphenanthrenesE!# atau menurut nama tumbuhan atau binatang dimana
senyawa itu diisolasi. Fika setelah alkaloid itu dikaji# penggolongan sebuah alkaloid dirubah
Cla:anoid
Cla:onoid merupakan anti oksidan yang menetralisir radikal bebasyang menyerang sel-
sel tubuh kita. ?adikal bebas dapat menyebabkankanker# penyakit jantung dan penuaan dini.
Cla:onoid dapat ditemukanpada jeruk# kiwi# apel# anggur merah# brokoli dan the hijau.
5
Cla:onoidadalah bagian dari senyawa 2enolik yang terdapat pada pigmen tumbuh-tumbuhan.
Kesehatan manusia sangat mengandalkan 2la:onoid sebagaiantioksidan untuk mencegah
kanker. Man2aat utama 2la:onoid adalahuntuk melindungi struktur sel# membantu
memaksimalkan man2aat :itamin# mencegah keropos tulang# sebagai antibiotik dan
antiin2lamasi.3adabanyak mikro organisme seperti :irus dan bakteri# kehidupan dan
2ungsiselnya terancam karena keberadaan 2la:onoid yang bertindak langsungsebagai
antibiotik. Kasus ini sering terjadi. Bahkan kee2ekti:an 2la:onoidjuga dapat melemahkan
keperkasaan :irus B&V penyebab penyakitmematikan 4&7S. Virus herpes pun bisa lumpuh
dengan 2la:onoid. Bahkanlebih jauh# 2la:onoid juga dapat berperan dalam pencegahan
danpengobatan penyakit umum lainnya seperti periodontitis# wasir (ambeien!#migrain# encok#
rematik# diabetes mellitus# katarak dan asma. &stilah 2la:anoida diberikan untuk senyawaD
senyawa 2enol yang berasaldari kata 2la:on yaitu nama dari salah satu 2la:onoida yang
terbesarjumlahnya dalam tumbuhan.
Kuinon
%erjadinya reaksi pencoklatan menurut 'inarno (/0+1! diperkirakanmelibatkan
perubahan senyawa dalam jaringan dari bentuk kuinol menjadikuinon melalui oksidasi. 4sam
kuinon adalah merupakan racun jaringanyang dapat mematikan jaringan eksplan sehingga
mengakibatkan tujuan suatu kultur tidak tercapai .
%anin dan 3oli2enol
%anin adalah poli2enol tanaman yang ber2ungsi mengikat danmengendapkan protein.
%anin juga dipakai untuk menyamak kulit. 7alamdunia pengobatan# tanin ber2ungsi untuk
mengobati diare# menghentikanpendarahan# dan mengobati ambeien. 3oli2enol alami
merupakan metabolitsekunder tanaman tertentu# termasuk dalam atau menyusun
golongantanin. %anin adalah senyawa 2enolik kompleks yang memiliki berat molekul$**-
"***. %anin dibagi menjadi duakelompok atas dasar tipe struktur danakti:itasnya terhadap
senyawa hidrolitik terutama asam# taninterkondensasi (condensed tannin! dan tanin yang
dapat dihidrolisis(hyroly@able tannin!.3oli2enol memiliki spektrum luas dengan si2atkelarutan
pada suatu pelarut yang berbeda-beda. Bal ini disebabkan olehgugus hidroksil pada senyawa
tersebut yang dimiliki berbeda jumlah danposisinya. 7engan demikian# ekstraksi
6
menggunakan berbagai pelarutakan menghasilkan komponen poli2enol yang berbeda pula.
Si2atantibakteri yang dimiliki oleh setiap senyawa yang diperoleh dari ekstraksitersebut juga
berbeda. Citokimia poli2enol banyak terdapat pada buah Dbuahan dan sayur D sayuran hijau#
penelitian pada hewan dan manusiamenunjukan bahwa poli2enol dapat mengatur kadar gula
darah seperti antikanker# anti oksidan dan anti mikroba.
Saponin
Saponin adalah suatu glikosida yang mungkin ada pada banyakmacam tanaman. Saponin
ada pada seluruh tanaman dengan konsentrasitinggi pada bagian-bagian tertentu# dan
dipengaruhi oleh :arietas tanaman dan tahap pertumbuhan. Cungsi dalam tumbuh-tumbuhan
tidak diketahui#mungkin sebagai bentuk penyimpanan karbohidrat# atau merupakan
wasteproduct dari metabolisme tumbuh-tumbuhan. Ke-mungkinan lain adalahsebagai
pelindung terhadap serangan serangga.
Si2at-si2at Saponin adalah >
/.Mempunyai rasa pahit
6.7alam larutan air membentuk busa yang stabil
". Menghemolisa eritrosit
1.Merupakan racun kuat untuk ikan dan am2ibi
$. Membentuk persenyawaan dengan kolesterol dan hidroksisteroid lainnya
(.Sulit untuk dimurnikan dan diidenti2ikasi
5.Berat molekul relati2 tinggi# dan analisis hanya menghasilkan 2ormula empiris yang
mendekati
Steroid dan %riterpenoid
%riterpenoid adalah senyawa yang kerangka karbonnya berasal darienam satuan isoprena
dan secara biosintesis dirumuskan dari hidrokarbon"* asiklin# yaitu skualena. Senyawa ini
berstruktur siklin dan nisbi rumit#kebanyakan berupa alcohol# aldehida atau asam karbohidrat.
Senyawa initidak berwarna# berbentuk kristal# sering bertitik leleh tinggi dan akti2 optikpada
umumnya sukar dicirikan karena tak ada kereakti2an kimianya. .jiyang banyak digunakan
adalah reaksi -ieberman-Burchard yang dengankebanyakan triterpena dan sterol memberikan
warna hijau-biru. %riterpenadapat dipilih menjadi sekurang-kurangnya empat golongan
senyawa>triterpena sebenarnya# steroid# saiconon dan glikosida jantung. Keduagolongan
terakhir sebenarnya triterpena atau seteroid yang terdapatsebagai glikosida.
Teknik Pengujian #$%p$nen ar%aka Ba'an Ala%
7
%eknik yang digunakan dalam percobaan pengujian komponen 2armaka bahan alam
yaitu dengan cara mencampurkan sampel dengan larutan bahan D bahan kimia yang terdapat
pada senyawa 2itokimia yang akan kita lakukan# yaitu jika alkaloid# sampel kita campurkan
dengan larutan ammonia /* <# B-"# B- /G# dan di tambahkan preaksi dragendro2#
preaksi meyer# dan preaksi bouchardat# lalu jika 2la:anoid# sampel kita campurkan dengan
larutan campuran logam magnesium dan asam klorida 6 <# lalu jika kuinin# sampel kita
campurkan dengan larutan GaOB /<# lalu jika tannin dan poli2enol# sampel kita campurkan
dengan larutan Ce-" /< dan gelantion /* <# jika saponin# sampel hanya kita tambahkan air
panas dan didihkan selama $ menit# lalu 2itratnya diambil dan dikocok /* menit# jika steroid
dan triterpenoid# sampel kita campurkan dengan larutan pereaksi -ieberman burchard.
Pan(an Laut
=ambar /. 3andan laut
%abel /. %aksonomi pandan laut
Kingdom 3lantae
Subkingdom %racheobionta
Super 7i:isi Spermatophyta
7i:isi Magnoliophyta
Kelas -iliopsida
Sub Kelas 4recidae
Ordo 3andanales
Camili 3andanaceae
=enus 3andanus
Spesies Pandanus odoratissimus
3andanus %ectorius atau disebut juga 3andan -aut banyak di jumpai dan menjadi
pemandangan umum di Bawaii. 4sal mula tanaman ini dari 4ustralia %imur dan Kepulauan
3asi2ik.
%ermasuk dalam 2amili 3andanaceae# jenis pandan ini merupakan salah satu sumber
daya yang dipergunakan secara luas untuk produksi tenun# makanan# dan obat-obatan. Bisa
juga dipergunakan untuk membuat kerajinan atau ornamen# dan bahan pewarna alami. Biji
dan buahnya dapat dimakan mentah atau dimasak. 7aunnya dapat digunakan sebagai
penyedap masakan. 7i Srilanka# daun 3adan -aut digunakan untuk membumbui masakan
8
kari. 7i 3olinesia daunnya dipakai untuk membuat kerajinan anyam seperti tikar atau
keranjang.
Sebagai tanaman obat# 3andan -aut dipergunakan untuk mengobati penyakit kelenjar
(in2eksi %B!. Bagian akar dapat dibuat jus untuk mengobati peradangan kulit. Bunga jantan
pada tanaman ini dapat dicampur dengan akarnya# dan digunakan untuk obat
pencaharHpencuci perut. 3enduduk Ciji membuat teh dari daun 3andan -aut antara lain
sebagai obat diare.
3andan -aut beradaptasi dengan baik di daerah pesisir dengan cahaya matahari penuh.
3ohonnya besar dan dapat mencapai /$ meter. 3ada ketinggian empat meter# batangnya
tumbuh tunggal# setelah itu tumbuh cabang-cabang. 3anjang daun biasanya 1-+meter. Secara
keseluruhan pohon ini membentuk sebuah canopi. Keunikannya bunga pada jenis pandan ini
bisa dibedakan jenis jantan dan betinanya.
Bunga jantan bentuknya kecil# wangi dan hanya hidup satu hari sedangkan bunga
betinanya menyerupai nanas. Buah 3andan -aut berbentuk agak bulat dan memiliki kulit
berserat luar seperti duri. Buah ini dapat bertahan selama berbulan-bulan.
)u%put laut
=ambar 6. ?umput laut
Sebutan I rumput laut;# walaupun dari segi botanis (ilmu tumbuhan! tidak tepat#
namun karena sudah terlanjur biasa dipergunakan dalam dunia perdagangan di &ndonesia
maka istilah tersebut terus dipakai sampai sekarang. Sebutan rumput laut merupakan
terjemahan har2iah dari Iseaweeds; dalam bahasa &nggris yang diartikan sebagai tumbuhan
pengganggu. ?umput laut# sebenarnya adalah algae laut (agar-agar atau ganggang! yang
termasuk tumbuhan tingkat rendah (%hallophyta! di laut. Fadi# tumbuhan ini bukanlah
rumput yang tumbuh di laut karena tidak termasuk rumput (graminae! ataupun tumbuhan
9
pengganggu yang merupakan tumbuhan tingkat tinggi (Spermatophyta! yang umumnya
tumbuh di darat. ?umput laut juga tidak sama dengan Ilamun; (seagrasses! karena lamun
termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang tumbuh menetap di perairan laut.
7alam hampir setiap hidangan pertemuan atau upacara# selalu disajikan beraneka-
ragam makanan dan kue termasuk di antaranya adalah agar-agar yang biasanya merupakan
makanan penutup (nock! yang dibuat dari tepung agar berasal dari rumput laut (algae!. 3ada
saat kita menyantapnya# kita jarang ber2ikir dari mana asal-usul makanan tersebut dan
bagaimana proses pembuatannya# tetapi kita hanya memandangnya apakah makanan itu
menarik# enak atau nikmat tidak untuk dimakan. Berikut ini# marilah kita simak apa
sebenarnya rumput laut itu.
Pertu%*u'ann+a (i laut
=ambar ". Komunitas rumput laut di pantai Selatan Fawa#3ameungpeuk# =arut
4pabila kita berwisata ke pantai# sering kita mernjumpai tumbuhan laut yang terdampar
atau terhempas ombak ke daratan atau melihat langsung yang masih tumbuh di laut.
%umbuhan tersebut menempel pada bebatuan atau menancap pada substrat pasir. &tulah
umumnya rumput laut yang tampak dengan beraneka-macam bentuk dan warnanya yang
menarik. 4da yang berbentuk bola kecil# lembaran# rumpun atau tegakan yang beraneka-
ragam warna seperti merah# coklat# hijau dan warna lainnya. Kalau kita perhatikan atau
kita pegang rumput laut tersebut maka ternyata substansi 2isiknya ada yang keras karena
mengandung @at kapur# ada yang lunak bagaikan tulang rawan dan ada juga yang kenyal
seperti gel.
?umput laut ini# termasuk tumbuhan yang dalam proses metabolismenya
memerlukan kesesuaian 2actor-2aktor 2isika dan kimia perairan seperti gerakan air# suhu#
kadar garam# nutrisi atau @at hara seperti nitrat dan 2os2at# dan pencahayaan sinar matahari.
7alam pertumbuhannya# @at hara diserap dari media air melalui seluruh kerangka tubuhnya
yang biasa disebut Ithalli; (jamak! atau Ithallus; (tunggal!# sedangkan proses 2otosintesis
10
berlangsung dengan bantuan sinar matahari yang menembus ke perairan di tempat
pertumbuhannya. 3ada tumbuhan ini# walaupun tampaknya ada perbedaan mor2ologis seperti
akar# batang dan daun tetapi itu hanya bersi2at semu saja karena 2ungsinya sama. Bal ini
berbeda dengan tumbuhan tingkat tinggi di darat yang memiliki perbedaan 2ungsi jelas
antara akar# batang dan daun. I4kar; atau disebut Ihold2ast; sebenarnya hanya merupakan
bagian dasar pada kerangka rumput laut dengan berbagai macam bentuk dan biasanya
hanya ber2ungsi sebagai alat pelekat atau penumpu pada substrat sehingga tumbuhnya
dapat kuat dan menetap# jadi bukan untuk menyerap makanan dari substrat tersebut.
Pengel$%p$kkan
?umput laut termasuk kelompok tumbuhan algae yang berukuran besar# dalam
artian dapat terlihat dengan mata biasa tanpa alat pembesar dan bersi2at bentik atau tumbuh
menancap atau menempel pada suatu substrat di perairan laut. 4lgae yang disebut rumput
laut ini umumnya terdiri dari kelompok algae merah (?hodophyceae! # algae coklat
(3haeophyceae! dan algae hijau (hlorophyceae!. Ketiga kelompok ini yang tumbuh di laut
diperkirakan ada sekitar 0*** jenis yang masing-masing adalah sekitar (*** jenis
?hodophyceae# 6*** jenis 3haeophyceae dan /*** jenis hlorophyceae. 4lgae lainnya
yang berukuran kecil dan hanya terlihat dengan bantuan alat pembesar seperti mikroskop
tidak termasuk ke dalam kelompok rumput laut tetapi merupakan kelompok tersendiri yang
disebut plankton. Kelompok ini selain kecil ukurannya juga gerakannya sangat dipengaruhi
pergerakan air sehingga keberadaannya sebagian besar bergantung kepada kondisi 2isik
perairan selain 2actor-2aktor lain yang berpengaruh terhadap pertumbuhannya.
3engelompokan rumput laut menurut perbedaan warna tersebut adalah didasarkan
atas perbedaan kandungan pigmennya. ?umput laut kelompok merah memiliki pigmen
dominan 2ikoeretrin (phycoerethrin! dan 2ikosianin (phycocyanin! yang menimbulkan
warna merah# walaupun pada kenyataannya di alam menunnjukkan :ariasi warna lain seperti
hijau# ungu dan coklat tua karena si2at adaptik kromatiknya. Sebagai indikasi bahwa itu
adalah rumput- laut merah# yaitu apabila terjemur sinar matahari akan tampak berubah
warna asalnya menjadi merah-ungu# kemudian menjadi putih karena kehilangan
pigmennya. 3igmen yang dominan pada rumput laut kelompok coklat adalah 2ucoJantin#
sedangkan pigmen yang dominan pada rumput laut kelompok hijau adalah kloro2il
(hlorophyl!
3engelompokkan lain adalah berdasarkan kandungan koloidnya. 4da kelompok
rumput laut penghasil agar (senyawa polisakarida sul2at bersi2at koloid! yang biasa disebut
11
agaro2it antara lain =racilaria (rambu kasang! dan =elidium (kades!. ?umput laut seperti
8ucheuma (agar-agar kasar# agar-agar patah tulang! dan Kappaphycus (cottonii! lainnya
adalah termasuk kelompok penghasil karaginan (berupa garam sodium# kalsium dan
potasium dari senyawa polisakarida sul2at asam karaginat! yang disebut karagino2it.
Kelompok lainnya yaitu algino2it adalah penghasil alginat (garam kalsium# kalium# natrium
dan magnesium dari senyawa polisakarida asam alginik!# termasuk ke dalamnya antara lain
Sargassum (oseng! dan %urbinaria.
3engelompokkan dan penamaan rumput laut secara ilmiah berdasarkan jenjang
taksonomiknya diatur secara rinci dalam Kode &nternasional Gomenklatur Botani. Gama
ilmiah (scienti2ic name! rumput laut yang biasanya ditulis dalam bahasa latin adalah berlaku
(:alid! secara uni:ersal di seluruh dunia. Selain itu ada juga nama rumput laut yang bersi2at
lokal (:ernacular name! berdasarkan kela@iman di suatu daerah dengan menggunakan
bahasa daerah masing-masing. 7i &ndonesia misalnya ada rumput laut yang nama ilmiahnya
=racilaria memilki nama lokal yang berbeda-beda di setiap daerah# ada yang menyebut
rambu kasang (di Fawa!# bulung sangu (di Bali!# sango-sangoHdongi-dongi (di Sulawesi! dan
janggut dayung (di Bangk!. 4da juga nama rumput laut yang telah populer dalam dunia
perdagangan internasional# misalnya Icottonii; untuk sebutan rumput laut yang nama
ilmiahnya Kappaphycus dan nori untuk rumput laut 3orphyra dari Fepang.
#an(ungan )u%put Laut
Kandungan rumput laut umumnya adalah mineral esensial (besi# iodin# aluminum#
mangan# calsium# nitrogen dapat larut# phosphor# sul2ur# chlor. silicon# rubidium# strontium#
barium# titanium# cobalt# boron# copper# kalium# dan unsur-unsur lainnya!# asam nukleat#
asam amino# protein# mineral# trace elements# tepung# gula dan :itamin 4# 7# # 7 8# dan K.
/. Sebagai Bahan obat-obatan (anticoagulant# antibiotics# antihehmethes#
antihypertensi:e agent# pengurang cholesterol# dilatory agent# dan insektisida.
6. Karena kandungan gi@inya yang tinggi# maka mampu meningkatkan sistem kerja
hormonal# lim2atik# dan juga sara2.
". Meningkatkan 2ungsi pertahanan tubuh# memperbaiki sistem kerja jantung dan
peredaran darah# serta sistem pencernaan.
1. Obat tradisional untuk batuk# asma# bronkhitis# %B# cacingan# sakit perut# demam#
rematik# bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya seksual.
$. Kandungan yodiumnya diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit gondok.
12
(. Kandungan kloro2il rumput laut bersi2at antikarsinogenik# kandungan serat# selenium
dan seng yang tinggi pada rumput laut dapat mereduksi estrogen. 7isinyalir le:el
estrogen yang terlalu tinggi dapat mendorong timbulnya kanker# sehingga konsumsi
rumput laut memperkecil resiko kanker bahkan mengobatinya.
5. Kandungan :itamin dan antioksidannya dapat melawan radikal bebas.
+. Kaya akan kandungan serat yang dapat mencegah kanker usus besar# melancarkan
pencernaan# meningkatkan kadar air dalam 2eses.
0. Membantu metabolisme lemak# sehingga menurunkan kadar kolesterol darah dan gula
darah.
?umput laut juga membantu pengobatan tukak lambung# radang usus besar# susah
buang air besar dan gangguan pencernaan lainnya.
/*. 7apat membantu penyerapan kelebihan garam pada tubuh.
//. Baik untuk diet# mengurangi resiko obesitas# serat pada rumput laut bersi2at
mengenyangkan dan kandungan karbohidratnya sukar dicerna sehingga akan
menyebabkan rasa kenyang lebih lama.
/6. 4nti oksidan yang berperan dalam penyembuhan dan peremajaan kulit. Vitamin 4
(beta carotene! dan :itamin nya bekerja dalam memelihara kolagen# sedangkan
kandungan protein dari rumput laut penting untuk membentuk jaringan baru pada
kulit. Sehingga Mencegah penuaan dini.
/". Mengandung kalsium sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan dengan susu# sehingga
rumput laut sangat tepat dikonsumsi untuk mengurangi dan mencegah gejala
osteoporosis.
Mangr$,e
Menurut Gybakken (/006!# hutan mangro:e adalah sebutan umum yang digunakan
untuk menggambarkan suatu :arietas komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa
spesies pohon-pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk
tumbuh dalam perairan asin. Butan mangro:e meliputi pohon-pohon dan semak yang
tergolong ke dalam + 2amili# dan terdiri atas /6 genera tumbuhan berbunga > Avicennie#
Sonneratia# Rhyzophora# Bruguiera# Ceriops# Xylocarpus# Lummitzera# Laguncularia#
Aegiceras# Aegiatilis# Snaeda# dan Conocarpus (Bengen# 6***!.
Kata mangro:e mempunyai dua arti# pertama sebagai komunitas# yaitu komunitas atau
masyarakat tumbuhan atau hutan yang tahan terhadap kadar garamHsalinitas (pasang surut air
13
laut!K dan kedua sebagai indi:idu spesies (Macnae# /0(+ dalam Supriharyono# 6***!. Supaya
tidak rancu# Macnae menggunakan istilah Imangal; apabila berkaitan dengan komunitas
hutan dan Imangro:e; untuk indi:idu tumbuhan. Butan mangro:e oleh masyarakat sering
disebut pula dengan hutan bakau atau hutan payau. Gamun menurut Kha@ali (/00+!#
penyebutan mangro:e sebagai bakau nampaknya kurang tepat karena bakau merupakan salah
satu nama kelompok jenis tumbuhan yang ada di mangro:e.
8kosistem mangro:e adalah suatu sistem di alam tempat berlangsungnya kehidupan
yang mencerminkan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan
diantara makhluk hidup itu sendiri# terdapat pada wilayah pesisir# terpengaruh pasang surut
air laut# dan didominasi oleh spesies pohon atau semak yang khas dan mampu tumbuh dalam
perairan asinHpayau (Santoso# 6***!.
7alam suatu paparan mangro:e di suatu daerah tidak harus terdapat semua jenis
spesies mangro:e (Butching and Saenger# /0+5 dalam &dawaty# /000!. Cormasi hutan
mangro:e dipengaruhi oleh beberapa 2aktor seperti kekeringan# energi gelombang# kondisi
pasang surut# sedimentasi# mineralogi# e2ek neotektonik (Fenning and Bird# /0(5 dalam
&dawaty# /000!. Sedangkan &.G (/00"!# menyebutkan bahwa komposisi spesies dan
karakteristik hutan mangro:e tergantung pada 2aktor-2aktor cuaca# bentuk lahan pesisir# jarak
antar pasang surut air laut# ketersediaan air tawar# dan tipe tanah.
Da+a A(aptasi Mangr$,e Ter'a(ap Lingkungan
%umbuhan mangro:e mempunyai daya adaptasi yang khas terhadap lingkungan.
Bengen (6**/!# menguraikan adaptasi tersebut dalam bentuk >
/. 4daptasi terhadap kadar kadar oksigen rendah# menyebabkan mangro:e memiliki bentuk
perakaran yang khas > (/! bertipe cakar ayam yang mempunyai pneumato2ora (misalnya >
Avecennia spp.# Xylocarpus.# dan Sonneratia spp.! untuk mengambil oksigen dari udaraK dan
(6! bertipe penyanggaHtongkat yang mempunyai lentisel (misalnya Rhyzophora spp.!.
6. 4daptasi terhadap kadar garam yang tinggi >
L Memiliki sel-sel khusus dalam daun yang ber2ungsi untuk menyimpan garam.
L Berdaun kuat dan tebal yang banyak mengandung air untuk mengatur keseimbangan garam.
L 7aunnya memiliki struktur stomata khusus untuk mengurangi penguapan.
". 4daptasi terhadap tanah yang kurang strabil dan adanya pasang surut# dengan cara
mengembangkan struktur akar yang sangat ekstensi2 dan membentuk jaringan horisontal yang
lebar. 7i samping untuk memperkokoh pohon# akar tersebut juga ber2ungsi untuk mengambil
unsur hara dan menahan sedimen.
14
P$tensi Mangr$,e "e*agai Tana%an -*at
Sebagian besar bagian dari tumbuhan mangro:e berman2aat sebagai bahan obat
(%abel /!. 8kstrak dan bahan mentah dari mangro:e telah banyak diman2aatkan oleh
masyarakat pesisir untuk keperluan obat-obatan alamiah. ampuran senyawa kimia bahan
alam oleh para ahli kimia dikenal sebagai pharmacopoeia. Sejumlah tumbuhan mangro:e dan
tumbuhan asosiasinya digunakan pula sebagai bahan tradisional insektisida dan pestisida.
%abel 6. 3otensi khasiat medis pada beberapa mangro:e yang ada di &ndonesia
Na%a Latin !enis Mangr$,e #'asiat
Acanthus ilicifolius MMM 4phrodisiac (perangsang libido!# asma# (buah!K
diabetes# diuretic# hepatitis# leprosy (buah#
daun dan akar!K neuralgia# # cacing gelang#
rematik# penyakit kulit# sakit perut (kulit
batang# buah dan daun!.
4nti2ertilitas# penyakit kulit# tumor# borok
(resin!.
Avicennia ala MMM ?ematik# cacar# borok (batang!.
Avicennia marina MMM 4phrodiasiac# diuretic# hepatitis (buah!#
leprosy (kulit batang!.
Avicennia offinalis MMM Bepatitis (buah# daun dan akar!. 4nti tumor
(kulit batang!
Bruguiera cylindrical MMM Sakit mata (buah!.
Bruguiera e!aristata MMM Menahan pendarahan (kulit batang!.
Bruguiera gymnorrhiza MMM &n2eksi telinga (bunga!
Ceriops tagal M 7isengat ubur-ubur (daun!
"isiscus tiliaceus M 4nti 2ertilitas# asma# diabetes# dipatuk ular
(buah!.
#pomoea pes$capre M 4sma# diabetes# kusta# rematik# dipatuk ular
(daun# buah!.
Lumnitzera racemosa MM 7emam (daun# akar!K borok (daun!K rematik#
kudis (daun# tunas!K
%ypa fructicans MMM sinusitis (kulit batang# batang!.
Pluchea indica MM 4nti muntah# antiseptik# diare# haemostatic
(kulit batang!K hepatitis (kulit batang# bunga#
buah# daun!K daun!K menghentikan perdarahan#
typhoid (kulit batang!.
Rhizophora apiculata MMM Beri-beri# 2ebri2uge# haematoma (kulit batang!K
hepatitis (kulit batang# bunga# daun# akar!K
borok (kulit batang!.
Rhizophora mucronata MMM Bengkak dan keseleo (buah!
Sumber > Bandaranayake (/00+!. Keterangan> MMM mangro:e sejati# MM mangro:e minor#
M mangro:e assosiasi
15
Beberapa senyawa metabolit baru-baru ini dengan struktur kimia dan tergolong salah
satu di:ersitas dari Nkelas-kelas kimiaO telah dikarakterisasi dari tumbuhan mangro:e dan
tumbuhan asosiasinya. 7i antara yang terbaru ditemukan adalah gugus substansi dari getah
dan perekat sampai senyawa alkaloid dan saponin dan beberapa senyawa lainnya yang terkait
dengan industri obat-obatan# seperti halnya> deri:at enzo&uinone# naphtho&uinone'
naphthofurans' flavonoid' polyfenol' rotenone' flavoglican' ses&uiterpene' di$ dan triterpene'
limonoid# minyak esensial# sterols# karbohidrat# o-metil-inositol# gula# iridoid glikosida#
alkaloid dan asam amino bebas# 2eromon# gibberellin# 2orbol ester# keterosiklik oksigen#
senyawa sul2ur# lemak dan hidrokarbon# alcohol alipatik rantai panjang dan lemak jenuh#
asam lemak bebas termasuk 3.C4s (asam lemak tak jenuh ganda!.
Selain itu mangro:e kaya akan senyawa steroid# saponin# 2la:onoid dan tannin.
Senyawa saponin dari tumbuhan adalah glikosida dari triterpene dan steroid# yang larut dalam
air dan mempunyai kemampuan membentuk buih sabun bila dikocok di air. 3enggunaan
saponin sebagai deterjen alam dan racun ikan telah dikenal oleh masyarakat tradisional. Si2at
2armatikal yang berhubungan dengan obat ina NginsengO merupakan atribut dari senyawa
saponin. Saponin tumbuhan seperti halnya dioscin# bernilai komersial setelah ditemukan
sebagai bahan untuk hormone steroid sintetis (orrel# et al. /0$$!.
Man2aat lain dari saponin adalah sebagai spermisida (obat kontrasepsi laki-laki!K
antimikrobia# anti peradangan# dan akti:itas sitotoksik (Mahato et al.# /0++!. Salah satu
tumbuhan mangro:e penghasil saponin steroid dan sapogenin adalah Avicennia officinalis
yang banyak tumbuh di pesisir &ndonesia. 3erkembangan pengobatan penyakit 4&7S juga
mendapatkan sumber bahan baru# seperti inhibitor B&V-/ telah dikarakterisasi dari spesies
Calophyllum inophyllum yang tumbuh di Malaysia. Kandungan kimia spesies ini juga
berpotensi sebagai senyawa untuk anti kanker (%osa et al.# /005!. Saponin triterpenoid dari
Acanthus illicifolius menunjukkan akti:itas anti leukemia# paralysis# asma# rematik serta anti
peradanganK dan alkaloid dari Antriple! vesicaria juga berkhasiat sebagai senyawa
bakterisida (Kokpol et al.# /0+1!.
2.2 Pe%*uatan Ekstrak Ba'an Ala%
8kstraksi adalah pemisahan suatu @at dari campurannya dengan pembagian sebuah @at
terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil @at terlarut tersebut
dari satu pelarut ke pelarut yang lain. Seringkali campuran bahan padat dan cair
(misalnyabahan alami!tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan
16
mekanis atau termis yang telah dibicarakan. Misalnya saja#karena komponennya saling
bercampur secara sangat erat# peka terhadap panas#beda si2at-si2at 2isiknya terlalu kecil# atau
tersedia dalam konsentrasi yang terlalu rendah.
7alam hal semacam. itu# seringkali ekstraksi adalah satu-satunya proses yang dapat
digunakan atau yang mungkin paling ekonomis. Sebagai contoh pembuatan ester (essence!
untuk bau-bauan dalam pembuatan sirup atau minyak wangi# pengambilan ka2ein dari daun
teh# biji kopi atau biji coklat dan yang dapat dilihat sehari-hari ialah pelarutan komponen-
komponen kopi dengan menggunakan air panas dari biji kopi yang telah dibakar atau
digiling.
3enyiapan bahan yang akan diekstrak dan pelarut berdasarkan kriteria sebagai berikut>
1. Selekti:itas
3elarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan# bukan komponen-komponen
lain dari bahan ekstraksi. 7alam praktek#terutama pada ekstraksi bahan-bahan alami#
sering juga bahan lain (misalnya lemak# resin! ikut dibebaskan bersama-sama dengan
ekstrak yang diinginkan. 7alam hal itu larutan ekstrak tercemar yang diperoleh harus
dibersihkan# yaitu misalnya diekstraksi lagi dengan menggunakan pelarut kedua.
Kelarutan 3elarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang
besar (kebutuhan pelarut lebih sedikit!. Kemampuan tidak saling bercampur
3ada ekstraksi cair-cair# pelarut tidak boleh (atau hanya secara terbatas! larut dalam
bahan ekstraksi.
2. Kerapatan
%erutama pada ekstraksi cair-cair# sedapat mungkin terdapat perbedaan kerapatan
yang besar antara pelarut dan bahan ekstraksi. Bal ini dimaksudkan agar kedua 2asa
dapat dengan mudah dipisahkan kembali setelah pencampuran (pemisahan dengan
gaya berat!. Bila beda kerapatannya kecil# seringkali pemisahan harus dilakukan
dengan menggunakan gaya sentri2ugal (misalnya dalam ekstraktor sentri2ugal!.
3. ?eakti:itas
3ada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia pada
komponenkornponen bahan ekstarksi. Sebaliknya# dalam hal-hal tertentu diperlukan
adanya reaksi kimia (misalnya pembentukan garam! untuk mendapatkan selekti:itas
yang tinggi. Seringkali 8kstraksi juga disertai dengan reaksi kimia. 7alam hal ini
bahan yang akan dipisahkan mutlak harus berada dalam bentuk larutan.
4. %itik didih
17
Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan dengan cara penguapan#
destilasi atau rekti2ikasi# maka titik didit kedua bahan itu tidak boleh terlalu dekat# dan
keduanya tidak membentuk ascotrop.7itinjau dari segi ekonomi# akan
menguntungkan jika pada proses ekstraksi titik didih pelarut tidak terlalu tinggi
(seperti juga halnya dengan panas penguapan yang rendah!.
Pr$ses Ekstraksi
/. Maserasi
3roses maserasi merupakan proses sederhana untuk mendapatkan ekstrak dan
diuraikan dalam kebanyakan 2armakope. ara ini sesuai# baik untuk skala kecil
maupun skala industri. 3roses yang paling sederhana hanya menuanngkan pelarut
pada simplisia. Sesudah mengatur waktu sehingga sesuai untuk tiap D tiap bahan
tanaman (simplisia!# ekstrak dikeluarkan# dan ampas hasil ekstraksi dicuci dengan
pelarut yang segar sampai didapat berat yang sesuai. 3rosedur ini sama dengan
pembuatan tingtur atau ekstrak khusus# dan kadang D kadang merupakan satu D
satunya prosedur untuk tanaman yang mengandung @at berlendir (musilago! tinggi.
Sebetulnya cara ini tidak begitu berguna karena tidak pernah dapat menarik @at
berkhasiat dari tanaman secara sempurna. 4mpas menahan sejumlah besar solute#
yang untuk perolehanya harus dilakukan proses pemerasan (penekanan! atau cara
sentri2ugasi.(4goes.=#6**5!
6. 3erkolasi
3ada perkolasi sederhana dan berkesinambungan# sasaran proses biasanya adalah
untuk menarik bahan berkhasiat dari tanaman secara total. 3ada perkolasi sederhana#
bahan berkhasiat diekstraksi sampai habis menggunakan pelarut segar. 3roses ini
merupakan proses yang memakanwaktu (lama! dan mahal karena dibutuhkan
sejumlah besar pelarut yang bergantung pada beberapa parameter berikut >
'aktu yang dibutuhkan untuk mencapai kesetimbangan pelarut D solute.
Kuantitas pelarut yang dibutuhkan untuk menghasilkan ekstraksi pertama
dalam skala ekonomi yang memadai.
Kuantitas pelarut yang dibutuhkan untuk mengencerkan secara sempurna
kuantitas solut yang tertahan oleh ampas dari ekstraksi pertama.
(4goes.=.6**5!
". 8kstraksi Sinambung
18
8kstrasksi sinambung dilakukan dengan menggunakan alat SoJhlet. 3elarut penyari
yang ditempatkan di dalam labu akan menguap ketika dipanaskan# melewati pipa
samping alat SoJhlet dan mengalami pendinginan saat melewati kondensor. 3elarut
yang telah berkondensasi tersebut akan jatuh pada bagian dalam alat SoJhlet yang
bersimplisia dibungkus kertas saring dan menyisiknya hingga mencapai bagian atas
tabung si2on. Seharusnya seluruh bagian linarut tersebut akan tertarik dan ditampung
pada labu tempat pelarut awal. 3roses ini berlangsung terus menerus sampai
diperloleh hasil ekstraksi yang dikehendaki. Keuntungan ekstraksi sinambung adalah
pelarut yang digunakan lebih sedikit dan pelarut murni sehingga dapat menyaring
senyawa dalam simplisia lebih banyak dalam waktu lebih singkat dibandingkan
dengan maserasi atau perkolasi. Kerugian cara ini adalah tidak dapat digunakan untuk
senyawasenyawa termolabil . (Barborne. F.B#/0+5!
2.3. Pe%isa'an "en+a.a Dengan #r$%at$grai Lapis Tapis
Kromatogra2i lapis tipis merupakan salah satu analisis kualitati2 dari suatu sampel
yang ingin dideteksi dengan memisahkan komponen-komponensampel berdasarkan
perbedaan kepolaran. 3rinsip kerjanya memisahkan sampel berdasarkan perbedaan kepolaran
antara sampel dengan pelarut yang digunakan. %eknik ini biasanya menggunakan 2ase diam
dari bentuk plat silika dan 2ase geraknya disesuaikan dengan jenis sampel yang ingin
dipisahkan. -arutan atau campuran larutan yang digunakan dinamakan eluen. Semakin dekat
kepolaran antara sampel dengan eluen maka sampel akan semakin terbawa oleh 2ase gerak
tersebut.

&ase (ia%
3elaksaanan kromatogra2i lapis tipis menggunakan sebuah lapis tipis silika atau
alumina yang seragam pada sebuah lempeng gelas atau logam atau plastik yang keras. Fel
silika (atau alumina! merupakan 2ase diam. Case diam untuk kromatogra2i lapis tipis
seringkali juga mengandung substansi yang mana dapat berpendar 2lour dalam sinar ultra
:iolet.Case gerak merupakan pelarut atau campuran pelarut yang sesuai. Case diam lainnya
yang biasa digunakan adalah alumina-aluminium oksida. 4tom aluminium pada permukaan
juga memiliki gugus -OB. 4pa yang kita sebutkan tentang jel silika kemudian digunakan
serupa untuk alumina.
&ase gerak
Casa gerak yang dikenal sebagai pelarut pengembang akan bergerak sepanjang 2ase
diam karena pengaruh kapiler pada pengembangan secara menaik (ascending!# atau karena
19
pengaruh gra:itasi pada pengembangan secara menurun (descending!. .ntuk mengoptimasi
2asa gerak# hal yang perlu diperhatikan adalah >
o Casa gerak harus mempunyai kemurnian tinggi
o 7aya elusi gerak harus diatur sedemikian rupa sehingga harga ?2 terletak antara *#6-*#+
untuk memaksimalkan pemisahan
o .ntuk pemisahan menggunakan 2asa diam polar# polaritas 2asa gerak akan menentukan
kecepatan migrasi solut yang berarti juga menentukan nilai ?2.
Solut-solut ionik dan solut-solut polar lebih baik digunakan campuran pelarut sebagai
2asa geraknya (?ohman# 6**+!. 3engamatan hasil K-% dapat dilihat secara langsung bila
substansinya merupakan substansi berwarna. Bila substansinya berupa @at yang tidak
berwarna dibutuhkan suatu cara untuk menganalisisnya. 4da dua cara untuk menyelesaikan
analisis sampel yang tidak berwarna.
3endaran ini ditutupi pada posisi dimana bercak pada kromatogram berada# meskipun
bercak-bercak itu tidak tampak berwarna jika dilihat dengan mata. &tu berarti bahwa jika
menyinarkan sinar .V pada lempengan# akan timbul pendaran dari posisi yang berbeda
dengan posisi bercak-bercak. Bercak tampak sebagai bidang kecil yang gelap.
Sementara .V tetap disinarkan pada lempengan# penguji harus menandai posisi-posisi dari
bercak-bercak dengan menggunakan pinsil dan melingkari daerah bercak-bercak itu. Saat
mematikan sinar .V# bercak-bercak tersebut tidak tampak kembali.
#r$%at$gra%
Kita akan mulai membahas hal yang sederhana untuk mencoba melihat bagaimana
pewarna tertentu dalam kenyataannya merupakan sebuah campuran sederhana dari beberapa
pewarna.
20
Sebuah garis menggunakan pinsil digambar dekat bagian bawah lempengan dan
setetes pelarut dari campuran pewarna ditempatkan pada garis itu. 7iberikan penandaan pada
garis di lempengan untuk menunjukkan posisi awal dari tetesan. Fika ini dilakukan
menggunakan tinta# pewarna dari tinta akan bergerak selayaknya kromatogram dibentuk.
Ketika bercak dari campuran itu mengering# lempengan ditempatkan dalam sebuah
gelas kimia bertutup berisi pelarut dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. 3erlu
diperhatikan bahwa batas pelarut berada di bawah garis dimana posisi bercak berada.
4lasan untuk menutup gelas kimia adalah untuk meyakinkan bawah kondisi dalam
gelas kimia terjenuhkan oleh uap dari pelarut. .ntuk mendapatkan kondisi ini# dalam gelas
kimia biasanya ditempatkan beberapa kertas saring yang terbasahi oleh pelarut. Kondisi jenuh
dalam gelas kimia dengan uap mencegah penguapan pelarut.
Karena pelarut bergerak lambat pada lempengan# komponen-komponen yang berbeda
dari campuran pewarna akan bergerak pada kecepatan yang berbeda dan akan tampak sebagai
perbedaan bercak warna.
3elarut dapat mencapai sampai pada bagian atas dari lempengan. &ni akan memberikan
pemisahan maksimal dari komponen-komponen yang berwarna untuk kombinasi tertentu dari
pelarut dan 2ase diam.
21
Per'itungan nilai )

Fika anda ingin mengetahui bagaimana jumlah perbedaan warna yang telah terbentuk
dari campuran# anda dapat berhenti pada bahasan sebelumnya. Gamun# sering kali
pengukuran diperoleh dari lempengan untuk memudahkan identi2ikasi senyawa-senyawa
yang muncul. 3engukuran ini berdasarkan pada jarak yang ditempuh oleh pelarut dan jarak
yang tempuh oleh bercak warna masing-masing.
Ketika pelarut mendekati bagian atas lempengan# lempengan dipindahkan dari gelas kimia
dan posisi pelarut ditandai dengan sebuah garis# sebelum mengalami proses penguapan.
3engukuran berlangsung sebagai berikut>
Gilai ?
2
untuk setiap warna dihitung dengan rumus sebagai berikut>
)

/jarak +ang (ite%pu' $le' k$%p$nen jarak +ang (ite%pu' $le' pelarut Sebagai
contoh# jika komponen berwarna merah bergerak dari /.5 cm dari garis awal# sementara
pelarut berjarak $.* cm# sehingga nilai ?
2
untuk komponen berwarna merah menjadi>
Fika anda dapat mengulang percobaan ini pada kondisi yang tepat sama# nilai ?
2
yang akan
diperoleh untuk setiap warna akan selalu sama. Sebagai contoh# nilai ?
2
untuk warna merah
selalu adalah *."1. Gamun# jika terdapat perubahan (suhu# komposisi pelarut dan sebagainya!#
nilai tersebut akan berubah. 4nda harus tetap mengingat teknik ini jika anda ingin
mengidenti2ikasi pewarna yang tertentu. Mari kita lihat bagaimana menggunakan
kromatogra2i lapis tipis untuk menganalisis pada bagian selanjutnya.
Penunjukkan *er0ak se0ara ki%ia
7alam beberapa kasus# dimungkinkan untuk membuat bercak-bercak menjadi tampak
dengan jalan mereaksikannya dengan @at kimia sehingga menghasilkan produk yang
berwarna. Sebuah contoh yang baik adalah kromatogram yang dihasilkan dari campuran
asam amino.
22
Kromatogram dapat dikeringkan dan disemprotkan dengan larutan ninhidrin.
Ginhidrin bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa-senyawa berwarna# umumnya
coklat atau ungu.
7alam metode lain# kromatogram dikeringkan kembali dan kemudian ditempatkan
pada wadah bertutup (seperti gelas kimia dengan tutupan gelas arloji! bersama dengan kristal
iodium. .ap iodium dalam wadah dapat berekasi dengan bercak pada kromatogram# atau
dapat dilekatkan lebih dekat pada bercak daripada lempengan. Substansi yang dianalisis
tampak sebagai bercak-bercak kecoklatan (lark# 6**+!.
Penggunaan kr$%at$grai lapis tipis untuk %engi(entiikasi sen+a.a1sen+a.a
4nggaplah anda mempunyai campuran asam amino dan ingin menemukan asam
amino-asam amino tertentu yang terkandung didalam campuran tersebut. .ntuk
sederhananya# mari kira berasumsi bahwa anda mengetahui bahwa campuran hanya mungkin
mengandung lima asam amino.
Setetes campuran ditempatkan pada garis dasar lempengan lapis tipis dan bercak-
bercak kecil yang serupa dari asam amino yang telah diketahui juga ditempatkan pada
disamping tetesan yang akan diidenti2ikasi. -empengan lalu ditempatkan pada posisi berdiri
dalam pelarut yang sesuai dan dibiarkan seperti sebelumnya. 7alam gambar# campuran
adalah M dan asam amino yang telah diketahui ditandai /-$.
Bagian kiri gambar menunjukkan lempengan setelah pelarut hampirPQQmencapai
bagian atas dari lempengan. Bercak-bercak masih belum tampak. =ambar kedua
menunjukkan apa yang terjadi setelah lempengan disemprotkan ninhidrin.
23
%idak diperlukan menghitung nilai ?2 karena anda dengan mudah dapat
membandingkan bercak-bercak pada campuran dengan bercak dari asam amino yang telah
diketahui melalui posisi dan warnanya.
7alam contoh ini# campuran mengandung asam amino /# 1 dan $. Bagaimana jika
campuran mengandung lebih banyak asam amino daripada asam amino yang digunakan
sebagai perbandinganR &ni memungkinkan adanya bercak-bercak dari campuran yang tidak
sesuai dengan asam amino yang dijadikan perbandingan itu. 4nda sebaiknya mengulangi
eksperimen menggunakan asam amino lain sebagai perbandingan.
BAB III
MET-D-L-2I P)A#TI#UM
3.1. 3aktu (an Te%pat Pelaksanaan Praktiku%
?angkaian 3raktikum Kimia Bahan Bayati -aut ini dibagi menjadi " kali praktikum
antara lain >
/. 3raktikum pertama dilakukan pada hari Kamis# tanggal "/ Maret 6*// pukul /".** D
/$.** di -aboratorium Bioteknologi Kelautan Cakultas 3erikanan dan &lmu Kelautan
.ni:ersitas 3adjadjaran# dengan judul 3engujian Komponen Citokimia Bahan Bayati.
6. 3raktikum kedua dilakukan pada hari Kamis# tanggal 5 4pril 6*// pukul *+.** D
/*.** di -aboratorium Bioteknologi Kelautan Cakultas 3erikanan dan &lmu Kelautan
.ni:ersitas 3adjadjaran dengan judul 3embuatan 8kstrak Bahan Bayati.
24
". 3raktikum ketiga dilakukan pada hari Kamis# tanggal 6/ 4pril 6*// pukul *+.** D
/*.** di -aboratorium Bioteknologi Kelautan Cakultas 3erikanan dan &lmu Kelautan
.ni:ersitas 3adjadjaran dengan judul 3emisahan Senyawa 7engan Kromatogra2i
-apis %ipis.
3.2. Alat (an Ba'an
1. Praktiku% 1 Pengujian #$%p$nen &it$ki%ia Ba'an Ha+ati
Alat 4
a. Bunsen
b. =elas .kur
c. Kaca 4rloji
d. Geraca 4nalitis
e. 3enjepit
2. 3ipet tetes
g. Saringan
h. %abung reaksi
Ba'an4
a. 4mmonia /*<
b. Bl
"
c. Cel
"
d. Bl / G
e. Bl 6 <
2. 3ereaksi -ieberman Burchard (B
6
SO
1
S 4sam 4setat anhidrida!
g. 3ereasi Meyer (K& S Bgl
6
!
h. Sampel > ?umput laut hijau# rumput laut merah# mangro:e dan pandan laut.
2. Praktiku% 2 Pe%*uatan Ekstrak Ba'an Ha+ati
Alat 4
a. Batang pengaduk
b. orong saring
c. 8rlenmeyer
d. =elas ukur
e. Kertas saring
2. Geraca analitis
g. 3ipet tetes
25
h. ?otary e:a:orator
Ba'an4
a. 3elarut n-heksan
b. 3elarut etil asetat
c. 3elarut metanol
d. ?umput laut hijau
3. Praktiku% 3 Pe%isa'an "en+a.a Menggunakan #r$%at$grai Lapis Tipis
Alat 4
a. Bejana pemisah
b. Bair dryer
c. Kaca arloji
d. -ampu .V
e. 3lat K-%
Ba'an 4
a. Sampel > rumput laut hijau# rumput laut merah dan pandan laut
b. 3elarut n-heksan
c. 3elarut etil asetat
d. 3elarut methanol
e. Kloro2orm
2.
3.3. Pr$se(ur #erja
1. Pr$se(ur #erja Pengujian #$%p$nen &it$ki%ia Ba'an Ha+ati
a. .ji 4lkaloid
Sampel sebanyak / gram dirajang dan ditimbang menggunakan neraca
analitik# kemudian sampel tersebut dilarutkan kedalam kloro2orm dan di
tambahkan beberapa tetes amoniak (GB
1
OB!. Kemudian larutan ekstrak disaring
dalam tabung reaksi tertutup . Setelah ekstrak disaring# dikocok dengan /* tetes
B
6
SO
1
6 M dan lapisan asam di pisahkan dalam tabung reaksi lainnya. -alu
siapkan plat tetes untuk kemudian di tetesi " lapisan H Craksi asam ke dalam
lempeng dan tambahkan 6 pereaksi 7ragendor2 dan 6 tetes pereaksi Meyer.
Kemudian 4mati hasilnya# jika hasil positi2 terdapat endapan merah jingga pada
perlakuan dengan pemberian pereaksi 7ragendor2 dan terdapat endapan putih
pada perlakuan dengan pemberian pereaksi Meyer.
b. .ji Cla:onoid
26
Sampel sebanyak / gram dirajang dan ditimbang menggunakan neraca
analitik# kemudian setelah sampel tersebut halus# sampel dididihkan dengan
menambahkan 6$ ml metanol selama kurang lebih /* menit dan saring dalam
keadaan panas. Kemudian pelarut diuapkan hingga kering. Setelah iu tambahkan
kloro2orm dan air suling (/>/! sebanyak $ ml# dikocok dan dibiarkan sejenak
sehinnga terbentuk 6 lapisan kloro2orm air yaitu lapisan kloro2orm dibagian
bawah sdangkan lapisan air dibagian atas. Sebagian dari lapisan air diambil dan
dipisahkan kedalam tabung rekasi dengan menggunakan pipet. Kemudian
masukkan *#/ gram bubuk magnesium dan beberapa tetes asam klorida pekat dan
amil alcohol. 4mati hasilnya# jika hasil positi2 pada uji 2la:onoidini akan
terbentuknya warna orange merah.
c. .ji Cenolik
Sebagian lapisan air hasil dari uji Cla:onoid dimasukkan kedalam plat tetes
dan kemudian ditambahkan pereaksi Cel" /<. 4mati hasilnya# jika hasil positi2
pada kandungan senyawa 2enolik akan ditandai dengan terbentuknya warna biru
laut.
d. .ji %riterpenoid dan Steroid
-apisan kloro2orm hasil dari uji 2la:onoid diambil sedikit kemudian
dimasukkan kedalam plat tetes dan dibiarkan sampai kering. %ambahkan satu
tetes asam asetat anhidrida dan satu asam sul2at pekat (pereaksi -iebermann
Buchard!. 4mati hasilnya# jika hasil positi2 akan terbentuknya warna merah untuk
senyawa triterpenoid dan terbentuknya warna biru atau ungu untuk senyawa
steroid.
e. .ji Saponin
Sebanyak / gram sampel dimasukkan kedalam 8rlenmeyer dan ditambahkan
/** ml air panas# kemudian larutan tersebut dididihkan selama $ menit dan
disaring dalam keadaan panas. Kemudian larutan tersebut diambil sebanyak /*
ml kemudian dikocok dengan kuat secara :ertical selama /* detik. 4mati
hasilnya# jika hasil positi2 akan ditandai dengan terbentuknya busa yang stabil
tidak kurang dari /* menit setinggi /-/*cm# dan tidak hilang pada penambahan /
tetes Bl 6M.
2. .ji %anin
Sebanyak / gram sampel ditambahkan dengan air# dididihkan selama beberapa
menit dan saring. Kemudian ambil 6 ml hasil penyaringan (2iltrat! tersebut dan
27
ditambahkan /-6 tetes pereaksi Cel" /<. 4mati hasilnya# jika hasil positi2 akan
ditandai dengan terbentuknya warna biru tua atau hijau kehitaman.
2. Pr$se(ur kerja Pe%*uatan Ekstrak Ba'an Ha+ati
a) 8kstraksi n-heksan
Sampel sebanyak 6 gram ditimbang dan dirajang kemudian dimasukkan
kedalam 8rlenmeyer. Setelah itu sampel direndam menggunakan pelarut n-
heksan hingga terendam# botol ditutup dan sampel direndam selama 61 jam. -alu
sampel beserta pelarut tersebut disaring menggunakan keras saring untuk
memisahkan 2iltrat dan residunya. Setelah 2iltrat terpisah dari residunya# 2iltrat
diuapkan dengan menggunakan rotary e:aporator dan terakhir hasil ekstrak
tersebut ditimbang.
b) 8kstraksi 8til asetat
Sampel sebanyak 6 gram ditimbang dan dirajang kemudian dimasukkan
kedalam 8rlenmeyer. Setelah itu sampel direndam menggunakan pelarut etil
asetat sampai terendam# botol ditutup dan sampel direndam selama 61 jam. -alu
sampel beserta pelarut tersebut disaring menggunakan keras saring untk
memisahkan 2iltrat dan residunya. Setelah 2iltrat terpisah dari residunya# 2iltrat
diuapkan dengan menggunakan rotary e:aporator dan terakhri hasil ekstrak
tersebut ditimbang.
c! 8kstraksi Metanol
Sampel sebanyak 6 gram ditimbang dan dirajang kemudian dimasukkan
kedalam 8rlenmeyer. Setelah itu samel direndam menggunakan pelarut methanol
sampai terendam# botol ditutup dan sampel direndam selama 61 jam. -alu sampel
beserta pelarut tersebut disaring menggunakan keras saring untk memisahkan
2iltrat dan residunya. Setelah 2iltrat terpisah dari residunya# 2iltrat diuapkan
dengan menggunakan rotary e:aporator dan terakhri hasil ekstrak tersebut
ditimbang.
3. Pr$se(ur #erja Pe%isa'an "en+a.a Menggunakan #r$%at$grai Lapis Tipis
-arutan dengan masing-masing perlakuan dimasukkan ke dalam bejana
pemisah# tinggi larutan tersebut harus / cm. Sementara itu plat disiapkan# pada plat
diberi tanda barcak atau pita ditotolkan pada jarak /$ mm dari tepi bawah lapisan#
jarak antara bercak awal dengan bercak lainnya adalah "-$mm# jarak antar bercak
paling pinggir dengan tepi samping adalah /*mm. -apisan 3lat tidak boleh rusak pada
28
penotolan cuplikan. Setelah itu sampel ditotolkan Menggunakan mikropiet yang
sebelumnya telah dibersihkan menggunakan aseton. Setelah sampel diteteskan ke plat
K-% # lalu masukkan plat tersebut ke dalam bejana pemisah yang berisi pelarut.
%unggu sampai larutan naik ke atas plat# lalu plat dikeringkan menggunakan
hairdryer. .ntuk menandai bercak pada plat tersebut perlu menggunakan lampu .V
agar terlihat.setelah itu tandat bercak dengan pensill dan terakhir hitung nilai ?2.
BAB I5
HA"IL DAN PEMBAHA"AN
4.1 Hasil Penga%atan
4.1.1 Pengujian #$%p$nen &it$ki%ia Ba'an Ha+ati
%abel ". 7ata Basil .ji Citokimia Shi2t /
U!I
&IT-#IMIA
#EL-MP-#
/ 6 " 1 $ ( 5 + 0 /* // /6 /" /1 /$
4lkaloid B 1 6 1 6 6
4lkaloid
Meyer
6 6 1 6 6
Cla:onoid 6 1 1 611
Cenolik 1 1 1 1
%riterpenoid 1 6 1 1
Steroid 1 1 1 1
29
Saponin 1 1 1
%anin 1 61 611 1
#$(e
Pengujian
/ #
"
6 #
1
$
#
(
/ #
"
6 #
1
$ #
(
/
#
"
6
#
1
$ #
(
/ #
"
6 #
1
$ #
(
/#
"
6 #
1
$ #
(
"a%pel 4 B 7 8
%abel 1. 7ata Basil .ji Citokimia Shi2t 6
U!I
&IT-#IMIA
#EL-MP-#
/ 6 " 1 $ ( 5 + 0 /* // /6 /" /1 /$ /( /5
4lkaloid B
S -
S
-
S S S
4lkaloid
Meyer
S
-
-
-
S
-
S
S -
-
S -
-
Cla:onoid - - - - -
Cenolik - - - - -
%riterpenoid S - - - -
Steroid - S S - -
Saponin
-
S
-
- - - S
%anin
- -
S
-
- -
#$(e
Pengujian
/
#
"
6
#
1
$
#
(
/
#
"
6
#
1
$
#
(
/
#
"
6
#
1
$
#
(
/ #
"
6 #
1
$ #
(
/#
"
6 #
1
$ #
(
/ #
"
$ #
(
"a%pel 4 B 7 8 4
Keterangan> Kode pengujian>
/. 4lkaloid
Sampel>
4. Mangro:e
30
7 6 1 8 ya tidak#
perlu kon2irmasi
ulang
7 6 1 1 8 hampir tidak
7 6 8 ya
7 1 8 tidak
6. Cla:onoid
". Cenolik
1. %riterpenoid dan Steroid
$. Saponin
(. %anin
B. Buah pandan laut
. ?umput laut
7. ?umput laut
8. ?umput laut
4.1.2 Pe%*uatan Ekstrak Ba'an Ha+ati
%abel $. Basil 3embuatan 8kstrak Bahan Bayati Shi2t /
sa%pel Pelarut kel$%p$k
,$lu%e
iltrat
a.al
,$lu%e
iltrat
ak'ir
,$lu%e
t$tal
iltrat
pandan
laut
Metanol 5 6$ ml /+ ml /+ ml
etil asetat
1 6$ ml /+#( ml
"(#( ml
/1 6$ ml /+ ml
n-heksan / 6$ ml /+ ml /+ ml
?umput
laut
merah
Metanol + 6$ ml /+#$ ml /+#$ ml
etil asetat /" 6$ ml 6*#5 ml 6*#5 ml
n-heksan
6 6$ ml /+#$ ml "(#$ ml
/* 6$ ml /+ ml /+ ml
?umput
laut
coklat
Metanol 0 6$ ml 6$ ml 6$ ml
etil asetat ( 6$ ml 6* ml 1* ml
/$ 6$ ml 6* ml
31
n-heksan
" 6$ ml /5#1 ml
"/#1 ml
/6 6$ ml /1 ml
%abel (. Basil 3embuatan 8kstrak Bahan Bayati Shi2t 6
sa%pel Pelarut kel$%p$k
,$lu%e
iltrat
a.al
,$lu%e
iltrat
ak'ir
,$lu%e
t$tal
iltrat
pandan
laut
Metanol 5 6$ ml 6$ ml 6$ ml
etil asetat
" 6$ ml 6/ ml
+( ml
/" 6$ ml 66 ml
/( 6$ ml 6/ ml
/5 6$ ml 66 ml
n-heksan
/ 6$ ml /+ ml
"+ ml
/* 6$ ml 6* ml
?umput
laut
merah
Metanol + 6$ ml 6/ ml 6/ ml
etil asetat
$ 6$ ml 6* ml
$0 ml /1 6$ ml 6/ ml
/+ 6$ ml 6/ ml
n-heksan 6 6$ ml 6$ ml 6$ ml
?umput
laut hijau
Metanol 0 "1 ml "1 ml
etil asetat
1 6$ ml 6/ ml
(6 ml ( 6$ ml 6* ml
/$ 6$ ml 6/ ml
n-heksan
// 6$ ml 6* ml
1* ml
/6 6$ ml 6* ml
32
4.1.3 Pe%isa'an "en+a.a (engan #r$%at$grai Lapis Tipis
%abel 5. Basil .ji Kromatogra2i -apis %ipis Shi2t /
sa%pel pelarut kel$%p$k nilai )
8kstrak buah
pandan laut
n-heksan
/ %idak nampak bercak
6
?2
/
T *#1"
?2
6
T *#+/
" ?2 T *#$++
1 ?2 T *#*$5
$ %idak nampak bercak
n-heksan >
metanol T
+ > 6
(
?2
/
T *#*(5
?2
6
T *#(5
8kstrak rumput laut
hijau
n-heksan >
metanol T
+ > 6
5
?2
/
T *#0/
?2
6
T *#01
+ %idak nampak bercak
8kstrak buah
pandan laut
8til asetat
0 %idak nampak bercak
8kstrak rumput laut
merah
/* %idak nampak bercak
/6 %idak nampak bercak
8kstrak buah
pandan laut
n-heksan >
metanol T
6 > +
/" %idak nampak bercak
n-heksan >
metanol T
+ > 6
/1 %idak nampak bercak
8kstrak rumput laut
merah
n-heksan >
metanol T
/$ %idak nampak bercak
33
6 > +
%abel +. Basil .ji Kromatogra2i -apis %ipis Shi2t 6
sa%pel pelarut kel$%p$k nilai )
ekstrak buah pandan laut
n-heksan
/
?2
/
T *#+5(
6
"
1
n-heksan > metanol T + > 6 $
belum dilakukan
perhitungan nilai ?2
8kstrak rumput laut hijau n-heksan > metanol T + > 6 (
8kstrak buah pandan laut n-heksan > metanol T + > 6 5
8kstrak rumput laut hijau n-heksan > metanol T + > 6 +
ekstrak buah pandan laut
etil asetat
0
/*
ekstrak rumput laut hijau
// ?2 T *#6/
/6
belum dilakukan
perhitungan nilai ?2
n-heksan > metanol T 6 > + /"
n-heksan > metanol T 6 > + /1
n-heksan > metanol T 6 > + /$
n-heksan > metanol T 6 > + /(
n-heksan > metanol T 6 > + /5
4.2. Pe%*a'asan
4.2.1 Pengujian #$%p$nen &it$ki%ia Ba'an Ha+ati
3ada praktikum dengan judul pengujian komponen 2itokimia bahan hayati laut ini
sampel yang digunakan ada 1 macam# yaituK mangro:e# rumput laut hijau# rumput laut merah
34
dan pandan laut. 3raktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampel tersebut
mengandung senyawa-senyawa 2itokimia (4lkaloid# 2la:anoid# 2enolik# triterpenoid U
steroid# dan saponin!.
3ertama uji alkaloid# Sampel sebanyak / gram dirajang dan ditimbang menggunakan
neraca analitik# kemudian sampel tersebut dilarutkan kedalam kloro2orm dan di tambahkan
beberapa tetes amoniak (GB
1
OB!. Kemudian larutan ekstrak disaring dalam tabung reaksi
tertutup . Setelah ekstrak disaring# dikocok dengan /* tetes B
6
SO
1
6 M dan lapisan asam di
pisahkan dalam tabung reaksi lainnya. -alu siapkan plat tetes dan mengambil larutan sampel
sebanyak masing-masing " tetes untuk dimasukan kedalam plat tetes (spot plate! kemudian
plat pertama tambahkan 6 pereaksi 7ragendor2 dan plat yang ke dua 6 tetes pereaksi Meyer.
7ari langkah terakhir tersebut kita akan mengetahui apakah sampel mengandung senyawa
alkaloid atau tidak# dengan cara jika pereaksi 7ragendro2 terbentuk endapan jingga maka
perekasi itu mengandung alkaloid# tetapi kalo tidak memiliki maka hasilnya adalah negati:e#
lalu 3ereaksi meyer jika terbentuk endapan putih maka perekasi tersebut hasilnya positi:e
tetapi kalo tidak ada maka hasilnya negati:e.
.ji yang selanjutnya ada lah uji 2la:onoid# pada uji 2la:anoid ini# Sampel sebanyak /
gram dirajang dan ditimbang menggunakan neraca analitik agar nilai kesalahan pada
perhitungan dapat diminimalisir# kemudian setelah sampel tersebut halus# sampel dididihkan
dengan menambahkan 6$ ml metanol selama kurang lebih /* menit lalu saring dalam
keadaan panas. Kemudian pelarut diuapkan hingga kering. Setelah iu tambahkan kloro2orm
dan air suling (/>/! sebanyak $ ml# dikocok dan dibiarkan sejenak sehinnga terbentuk 6
lapisan kloro2orm air yaitu lapisan kloro2orm dibagian bawah sdangkan lapisan air dibagian
atas. Sebagian dari lapisan air diambil dan dipisahkan kedalam tabung rekasi dengan
menggunakan pipet. Kemudian masukkan *#/ gram bubuk magnesium dan beberapa tetes
asam klorida pekat dan amil alcohol. 7ari langkah terakhir kita dapat menentukan bahwa
senyawa 2la:onoid pada sampel ada atau tidak# jika pada sampel terdapat senyawa 2la:onoid
atau bisa dikatan hasil positi2 akan terbentuknya warna orange merah. Fika hasil negati2
warna orange merah pada sampel bisa dikatakan tidak ada.
Selanjutnya adalah uji 2enolik# pertama Sebagian lapisan air hasil dari uji Cla:onoid
dimasukkan kedalam plat tetes dan kemudian ditambahkan pereaksi Cel" /<. 4mati
hasilnya# jika hasil positi2 pada kandungan senyawa 2enolik akan ditandai dengan
terbentuknya warna biru laut.
kemudian uji steroid dan triterpenoid# pertama -apisan kloro2orm hasil dari uji
2la:onoid diambil sedikit kemudian dimasukkan kedalam plat tetes dan dibiarkan sampai
35
kering. %ambahkan satu tetes asam asetat anhidrida dan satu asam sul2at pekat (pereaksi
-iebermann Buchard!. 4mati hasilnya# jika hasil positi2 akan terbentuknya warna merah
untuk senyawa triterpenoid dan terbentuknya warna biru atau ungu untuk senyawa steroid.
kemudian uji saponin# pertama Sebanyak / gram sampel dimasukkan kedalam
8rlenmeyer dan ditambahkan /** ml air panas# kemudian larutan tersebut dididihkan selama
$ menit dan disaring dalam keadaan panas. Kemudian larutan tersebut diambil sebanyak /*
ml kemudian dikocok dengan kuat secara :ertical selama /* detik. 4mati hasilnya# jika hasil
positi2 akan ditandai dengan terbentuknya busa yang stabil tidak kurang dari /* menit
setinggi /-/*cm# dan tidak hilang pada penambahan / tetes Bl 6M.
Kemudian yang terakhir adalah uji tanin# Sebanyak / gram sampel ditambahkan dengan
air# dididihkan selama beberapa menit dan saring. Kemudian ambil 6 ml hasil penyaringan
(2iltrat! tersebut dan tambahkan /-6 tetes pereaksi Cel" /<. 4mati hasilnya# jika dalam
percobaan tersebut terbentuk warna biru tua atau hijau kehitaman maka percobaan tersebut
dikatakan positi2.
Setelah praktikum dilaksanakan secara keseluruhan# ternyata hampir disetiap senyawa
didapatkan hasil yang berbeda antara praktikan shi2t / dan praktikan shi2t 6. Mungkin ini
dikarenakan kurang telitinya praktikan melakukan praktikum ini# baik itu dari tahap
penimbangan atau pencampuran dengan larutan kimianya.
4.2.2 Pe%*uatan Ekstrak Ba'an Ha+ati
3raktikum ke dua yaitu pembuatan ektraksi bahan hayati. 3raktikum kali ini bertujuan untuk
mendapatkan hasil ekstraksi dari sebuah bahan hayati. Senyawa-senyawa kimia dapat
dicariHdiperoleh dari bahan-bahan alamdengan menggunakan pelarut tertentu dan
menggunakan proses pemisahan tertentu yang sering disebut dengan proses ekstraksi.
8kstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan
pelarut. 3elarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa
melarutkan material lainnya. 3roses ekstraksi dapat berlangsung pada>
- 8kstraksi par2um# untuk mendapatkan komponen dari bahan yang wangi.
- 8kstraksi cair-cair atau dikenal juga dengan nama ekstraksi sol:en. 8kstraksi jenis ini
merupakan proses yang umum digunakan dalam skala laboratorium maupun skala industri.
- -eaching# adalah proses pemisahan kimia yang bertujuan untuk memisahkan suatu senyawa
kimia dari matriks padatan ke dalam cairan.
7isini juga kita erat kaitannya dengan maserasi dimana pengertian maserasi tersebut
adalah Maserasi (macerare T mengairi# melunakan! adalah cara ekstraksi yang sederhana.
36
Bahan yang dihaluskan sesuai dengan persyaratan 2armakope (umumnya terpotong-potong
atau diserbukkasarkan! disatukan dengan bahan ekstraksi
.ntuk praktikum kali ini Sampel yang digunakan adalah rumput laut hijau# rumput
laut merah dan pandan laut. 7an tentunya dengan pelarut yang berbeda-beda (n-heksan# etil
asetat dan metanol! 3rinsip pada metode ektraksi menggunakan rotary e:a:orator adalah
proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemanasan yang dipercepat oleh
putaran dari labu alas bulat# cairan penyari dapat menguap $-/*A di bawah titik didih
pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan tekanan. 7engan bantuan pompa
:akum# uap larutan penyari akan menguap naik ke kondensor dan mengalami kondensasi
menjadi molekul-molekul cairan pelarut murni yang ditampung dalam labu alas bulat
penampung. 3ada ekstraksi juga berlaku hukum Like Dissolve Likes yaitu senyawa polar akan
larut dalam pelarut polar# sedangkan senyawa non polar akan larut dalam pelarut non polar
dan (raksinasi ialah proses pemisahan komponen-komponen dalam ekstrak berdasarkan
perbedaan kepolaran eluen yang digunakan untuk memisahkannya.
3ada pembuatan ekstraksi ini sampel (rumput laut hijau# rumput laut merah dan pandan
laut! sebanyak 6 gram ditimbang dan dirajang kemudian dimasukkan kedalam 8rlenmeyer.
Setelah itu sampel direndam menggunakan pelarut yang berbeda-beda tingkat kepolarannya
hingga terendam# botol ditutup agar larutan tidak menguap dan sampel direndam selama 61
jam agar sampel yang kita gunakan dapat larut setelah ditambahkan pelarut yang tingkat
kepolarannya sama. -alu sampel beserta pelarut tersebut disaring menggunakan keras saring
untuk memisahkan 2iltrat dan residunya. Setelah 2iltrat terpisah dari residunya# 2iltrat
diuapkan dengan menggunakan rotary e:aporator dan terakhir hasil ekstrak tersebut
ditimbang. 3elarut air dipilih karena bersi2at sangat polar sehingga @at yang bersi2at polar
dapat larut didalamnya sesuai dengan hukum like dissolve like# selain itu aVuades murah#
mudah didapat# stabil# tidak mudah menguap# tidak mudah terbakar# tidak beracun# inert#
memenuhi peraturan yang berlaku.
4.2.3 Pe%isa'an "en+a.a Menggunakan #r$%at$grai Lapis Tipis
3ada percobaan ini# dilakukan analisis terhadap kloro2il atau pigmen hijau yang ada
pada daun dengan metode kromatogra2i lapis tipis atau thin layer chromatography (%-!
hasil ekstrak yang telah kita buat pada praktikum sebelumnya yaitu ekstrak buah pandan laut#
ekstrak rumput laut hijau# ekstrak rumput laut merah. Kromatogra2i lapis tipis digunakan
untuk memisahkan komponen-komponen senyawa di dalam suatu campuran berdasarkan
perbedaan koe2isien distribusi di antara 2ase diam dan 2ase gerak atau daya adsorpsi 2ase diam
37
terhadap komponen senyawa dari tiap komponennya. 3risip pada metode K-% ini adalah
pemisahan dimana 2asa diam dibentuk dalam bentuk lapisan tipis pada suatu pelat.
-angkah pertama yang dilakukan adalah -arutan dengan masing-masing perlakuan
dimasukkan ke dalam bejana pemisah (chamber!# chamber yang digunakan adalah chamber
yang telah dijenuhkan dengan pengembang dengan tujuan memenuhi chamber dengan uap
pengembang sehingga sampel yang telah ditotolkan akan naik dengan mudah dan tidak
menganggu hasil analisis. Fika chamber yang digunakan belum jenuh maka akan terbentuk
bercak yang tidak sempurna.# tinggi larutan dalam chamber tersebut harus / cm agar tidak
melebihi batas yang telah ditandai pada plat K-%. Sementara itu plat disiapkan# pada plat
diberi tanda barcak atau pita ditotolkan pada jarak /$ mm dari tepi bawah lapisan# jarak
antara bercak awal dengan bercak lainnya adalah "-$mm pada praktikum ini jarak yang
digunakan adalah $mm# jarak antar bercak paling pinggir dengan tepi samping adalah /*mm.
-apisan 3lat tidak boleh rusak pada penotolan cuplikan. Setelah itu sampel ditotolkan
Menggunakan mikropiet yang sebelumnya telah dibersihkan menggunakan aseton. Setelah
sampel diteteskan ke plat K-% menggunakan mikropipet# lalu masukkan plat tersebut ke
dalam chamber yang berisi pelarut. %unggu sampai larutan naik ke atas plat kira-kira 6*
menit# setelah itu plat dikeringkan menggunakan hairdryer. .ntuk menandai bercak pada plat
tersebut perlu menggunakan lampu .V agar terlihat.setelah itu tandat bercak dengan pensill
dan terakhir hitung nilai ?2. 3ada praktikum yang dilakukan oleh shi2t 6# hasil akhir dari K-%
belum bisa dilakukan perhitungan nilai ?2 karena waktu pada saat praktikum yang tidak
mencukupi meskipun ada dua kelompok yang sudah melakukan perhitungan. Sedangkan
kegiatan yang dilakukan oleh shi2t /# kebanyakan hasil akhir dari tiap kelompok menunjukan
bahwa tidak nampak bercak pada plat K-% sehingga tidak bisa dilakukan perhitungan nilai
?2 meskipun ada lima kelompok yang sudah berhasil melakukan perhitungan nilai ?2 dengan
kisaran nilai *#*$5 sampai *#01.
38
BAB 5
PENUTUP
9.1 #esi%pulan
7ari laporan yang saya buat ini# saya dapat menyimpulkan>
/. pada dasarnya semua bahan hayati laut dapat dibuat ekstraknya dengan menggunakan metode
ekstraksi#
6. 7ari beberapa sampel yang digunakan# ternyata enam dari delapan komponen 2iktokimia
terdapat pada ke tiga sampel tersebut#
". Kromatogra2i -apis %ipis (K-%! merupakan metode pemisahan secara 2isik yang
didasarkan pada perbedaan migrasiHdistribusi analit (sampel! pada 2asa gerak yang
mengalir melalui 2asa diam
9.2 "aran
7alam melakukan praktikum Kimia Bahan Bayati -aut ini kita harus mengerjakannya dengan
baik dan benar# karena jika kita melakukan prosedur dengan baik maka kita dapat mengetahui
kandungan @at akti2 pada bahan percobaan.
39
DA&TA) PU"TA#A
4nonymus. kromatogra2ilapis tipis. http>HHid.wikipedia.orgHwikiHKromatogra2iWlapisWtipis.
7iakses tanggal /* Mei 6*//
lark# Fim. 6**+. Kromatogra2i -apis %ipis. http)**+++,chem$is
try,org*materi-kimia*instrumen-analisis*kromatografi.*kromatografi-lapis-tipis,
7iakses %anggal + mei 6*//
4nonymus. %aksonomipandanlaut.http>HHwww.planta mor.comHindeJ.phpRplantT01*.
7iakses tanggal /* Mei 6*//
=andjar#&B dan 4bdul ?ohman. 6**5. /imia (armasi Analisis. 3ustaka 3elajar. Xogyakarta.
Barborne#FB.6**(.Metode Citokimia.&%B.Bandung.
40
Fundullah. 6**0. 3emisahan Senyawa Organik.
http)**farmasi01it,+ordpress,com*2003*04*03*pemisahan$senya+a$organik. 7iakses
tanggal /* mei 6*//
?ahayu#S.6**0.Kaemp2eria galanga -.http>HHkambing.ui.ac.id. diakses tanggal /1 Mei 6*//
?ohman# 4bdul dan &bnu =halib =andjar. 6**+. /imia (armasi Analisis. 3ustaka 3elajar.
Xogyakarta.
4nonymus. 8KS%?4KS&. http>HHmedica2arma.blogspot.comH6**+H//Hekstraksi.html. 7iakses
tanggal /1 Mei 6*//
4nonymus. ?umputlautcoklat.http>HHgangganglaut.blogspot.comH6*/*H//Hrumput- laut-
eucheuma-cottonii.html. 7iakses pada hari Selasa# /1 Mei 6*//