Anda di halaman 1dari 18

1

BAB I
PENDUHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Penggabungan usaha (business combination) terjadi jika dua atau lebih usaha
yang terpisah bersama-sama menjadi satu entitas ekonomis. Ada beberapa sebab
yang dijadikan sebagai alasan oleh perusahaan dalam melakukan penggabungan
usaha yaitu manfaat biaya, risiko lebih rendah, penundaan operasi lebih sedikit,
mencegah pengambilalihan, akusisi harta tidak berwujud dan alasan-alasan
lainnya. Ada dua metode yang bisa digunakan dalam penggabungan usaha yaitu
metode pembelian dan metode penyatuan kepentingan.
Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha
merupakan suatu transaksi dimana suatu entitas memperoleh aktiva bersih dari
perusahaan-perusahaan lain yang bergabung.
Pada metode penyatuan kepentingan, diasumsikan bahwa kepemilikan
perusahaan-perusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan secara relatif tetap
tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru, selanjutnya pada metode
penyatuan kepentingan aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang
bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya.
Apabila penggabungan yang dilakukan dengan menggunakan metode purchase,
maka selisih antara nilai wajar (market value) dan nilai buku (book value) aktiva
adalah penghasilan yang merupakan objek pajak. Sedangkan apabila
penggabungan badan usaha menggunakan metode pooling of interest tidak akan
menimbulkan objek pajak penghasilan, karena harta perusahaan dinilai
berdasarkan nilai buku (book value). Perusahaan yang memilih melakukan
penggabungan dengan menggunakan metode ini diharuskan memenuhi beberapa
persyaratan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan




2

2. RUMUSAN MASALAH
Apa itu metode penggabungan usaha secara pooling of interest?
apa saja yang harus diperhatikan dalam penggabungan usaha?
bagaimana cara perhitungan penggabungan usaha melalui metode pooling
of interest?

3. TUJUAN
Setelah dialakukan pembahasan tentang penggabungan badan usaha, maka
mahasiswa di harapkan dapat mengetahui dan memahami permasalahan-
permasalahan akuntansi dalam penggabungan badan usaha.

3

BAB II
PEMBAHASAN

PSAK No 22 ( Disahkan 23 Des 2009 - 30 Juni 2011,Berlaku tahun 2011)
Jenis dan Bentuk Penggabungan Usaha
a. Jenis-jenis penggabungan usaha
Berdasarkan PSAK No. 22 paragraf 08 tahun 1999, terdapat dua jenis
penggabungan usaha yaitu :
Akuisisi (acquisition) adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu
perusahaan, yaitu pengakuisisi (acquirer) memperoleh kendali atas aktiva
netto dan operasi perusahan yang diakuisisi (acquiree), dengan memberikan
aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham.
Penyatuan kepemilikan (uniting of interest/pooling of interest) adalah suatu
penggabungan usaha dimana para pemegang saham perusahaan yang
bergabung bersama-sama menyatukan kendali atas seluruh, atau secara efektif
seluruh aktiva neto dan operasi kendali perusahaan yang bergabung tersebut
dan selanjutnya memikul bersama segala resiko dan manfaat yang melekat
pada entitas gabungan, sehingga tidak ada pihak yang dapat diidentifikasi
sebagai perusahaan pengakuisisi (acquirer)
b. Bentuk-bentuk penggabungan usaha
Adapun bentuk-bentuk penggabungan usaha menurut Arifin S (2002 : 240-241) dapat
dibedakan ke dalam beberapa golongan, antara lain sebagai berikut :
1. Ditinjau dari bentuk penggabungannya, terdapat tiga bentuk penggabungan usaha
sebagai berikut :
Penggabungan horisontal, yaitu penggabungan perusahaan-perusahaan yang
sejenis yang menjadi satu perusahaan yang lebih besar. Pada umumnya dasar
dibentuknya penggabungan usaha ini adalah untuk menghindari adanya
4

persaingan diantara perusahaan yang sejenis dan meningkatkan efisiensi
diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan tersebut.
Penggabungan vertikal, yaitu penggabungan perusahaan yang sebelumnya,
keduanya mempunyai hubungan yang saling menguntungkan, misalnya
suatu perusahaan lain yang kemudian pemasok (supplier) bahan baku
perusahaan lain yang kemudian bergabung agar dapat terjaga adanya
kepastian bahan baku dan kontinuitas produksi.
Penggabungan konglomerat, yaitu merupakan kombinasi dari penggabungan
horisontal dan vertikal. Penggabungan konglomerat ini merupakan gabungan
dari perusahaan-perusahaan yang memiliki usaha yang berlainan misalnya
perusahaan angkutan bergabung dengan perusahaan jasa hotel dan
perusahaan makanan (catering).
2. Sedangkan dari segi hukumnya, penggabungan usaha dibagi menjadi :
- Merger, yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli
perusahaan lain yang kemudian perusahaan yang dibelinya tersebut menjadi
anak perusahaannya atau dibubarkan. Perusahaan yang dibelinya sudah tidak
mempunyai status hukum lagi dan yang mempunyai status hukum adalah
perusahaan yang membelinya.
- Konsolidasi, merupakan bentuk lain dari merger, yaitu penggabungan usaha
dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain membentuk
satu perusahaan baru
- Afiliasi, yaitu penggabungan usaha dengan cara membeli sebagian besar
saham atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh hak
pengendalian (controlling interest). Perusahaan yang dikuasai tersebut tidak
kehilangan status hukumnya dan masih beroperasi sebagaimana perusahaan
lainnya.


5

Akuisisi
Pengertian Akuisisi
Sebelum membahas lebih lanjut tentang tujuan dan motivasi perusahaan melakukan
akuisisi, terlebih dahulu akan dibahas pengertian dari akuisisi. Ada beberapa
Pendapat dari para ahli tentang definisi akuisisi yang dapat dikemukakan sebagai
berikut :
Menurut PSAK No. 2 paragraf 08 tahun 1999 : Akuisisi (acqusition) adalah suatu
penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan, yaitu pengakuisisi (acquirer)
memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi
(acquiree), dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau
mengeluarkan saham.
Definisi lainnya menurut P.S Sudarsanan (1999) dalam Christina (2003 : 9);
Akuisisi dapat didefinisikan sebagai sebuah perjanjian, sebuah perusahaan membeli
aset atau saham perusahaan lain, dan para pemegang dari perusahaan lain menjadi
sasaran akuisisi berhenti menjadi pemilik perusahaan.
Marcell Go dalam Christina (2003 : 9), dalam bukunya yang berjudul manajemen
grup bisnis menyatakan bahwa : Akuisisi sering juga disebut sebagai investasi
peranan modal. Akuisisi adalah penguasaan sebagian saham dari perusahaan
subsidiary, melalui pembelian saham hak suara perusahaan subsidiary, dalam jumlah
material (lebih dari 50%).
Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka akuisisi dapat disimpulkan sebagai
pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lain yang dilakukan
dengan cara membeli sebagian atau seluruh saham perusahaan, dimana perusahaan
yang diambil alih tetap memiliki hukum sendiri dan dengan maksud untuk
pertumbuhan usaha.
Klasifikasi Akuisisi
a. Berdasarkan bentuk dasar akuisisi, terdapat tiga prosedur dasar yang tepat
dilakukan perusahaan untuk mengambil alih perusahaan lain, yaitu :
Merger atau konsolidasi
6

Istilah merger sering digunakan untuk menunjukkan penggabungan dua
perusahaan atau lebih, dan kemudian tinggal nama salah satu perusahaan yang
bergabung. Sedangkan consolidation menunjukkan penggabungan dari dua
perusahaan atau lebih, dan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung tersebut
hilang, kemudian muncul nama baru dari perusahaan gabungan.
Akuisisi saham
Cara kedua untuk mengambil alih perusahaan lain adalah membeli saham
perusahaan tersebut, baik dibeli secara tunai, ataupun menggantinya dengan
sekuritas lain (saham atau obligasi). Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
untuk memilih antara akuisisi saham atau merger :
Dalam akuisisi saham, tidak diperlukan rapat umum pemegang saham
(RUPS) dan pemungutan suara
Dalam akuisisi saham, perusahaan yang akan mengakuisisi dapat
berhubungan langsung dengan pemegang saham target lewat tender offer.
Akuisisi saham seringkali dilakukan secara tidak bersahabat untuk
menghindari manajemen perusahaan target yang seringkali menolak akuisisi
tersebut.
Seringkali sejumlah minoritas pemegang saham dari perusahaan target tetap
tidak mau menyerahkan saham mereka untuk dibeli dalam tender offer,
sehingga perusahaan target tetap tidak sepenuhnya terserap ke perusahaan
yang mengakuisisi.
Akuisisi Assets
Suatu perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan jalan membeli
aktiva perusahaan tersebut. Cara ini akan menghindarkan perusahaan dari
kemungkinan memiliki pemegang saham minoritas, yang dapat terjadi pada
peristiwa akuisisi saham. Akuisisi assets dilakukan dengan cara pemindahan hak
kepemilikan aktiva-aktiva yang dibeli.
b. Berdasarkan keterkaitan operasinya, akusisi dikelompokkan sebagai berikut :
- Akuisisi Horisontal
7

Akuisisi ini dilakukan terhadap perusahaan lain yang mempunyai bisnis atau
bidang usaha yang sama. Perusahaan yang diakuisisi dan yang mengakuisisi
bersaing untuk memasarkan produk yang mereka tawarkan

- Akuisisi vertical
Akuisisi ini dilakukan terhadap perusahaan yang berada pada tahap proses
produksi yang berbeda. Misalnya, perusahaan rokok mengakuisisi
perusahaan perkebunan tembakau.
- Akuisisi konglomerat
Perusahaan yang mengakuisisi dan yang diakuisisi tidak mempunyai
keterkaitan operasi. Akuisisi perusahaan yang menghasilkan food-product
oleh perusahaan komputer, dapat dikatakan sebagai akuisisi konglomerat
(Suad Husnan, 1998 : 648-651)

Motivasi Akuisisi
Alasan yang sering dikemukakan ketika perusahaan bergabung dengan perusahaan
lain atau melakukan akuisisi adalah karena dengan akuisisi, perusahaan mampu
mencapai pertumbuhan lebih cepat daripada harus membangun unit usaha sendiri.
Selain itu, faktor yang paling mendasari perusahaan melakukan akuisisi adalah motif
ekonomi (mendapat keuntungan).
Beberapa perusahaan melakukan akuisisi karena adanya beberapa motivasi. Menurut
Suad Husnan (1998 : 658-660) motivasi akuisisi adalah sebagai berikut :
a) Sinergi
Sinergi merupakan nilai gabungan dari kedua perusahaan yang bergabung, lebih
besar dari penjumlahan masing-masing nilai perusahaan yang digabungkan. Jadi,
kondisi saling menguntungkan Pdari peristiwa akuisisi, akan terjadi jika telah
diperoleh sinergi. Sinergi yang dihasilkan akuisisi ada dua jenis yaitu operasional
sinergi dan sinergi keuangan. Operasional sinergi adalah sinergi yang dinikmati
perusahaan karena kombinasi dari beberapa operasi, sehingga dapat menekan
8

biaya atau menaikkan penghasilan. Sedangkan sinergi keuangan, berasal dari
penghematan yang dinikmati perusahaan yang berasal dari sumber pendanaan
(financing)
b) Peningkatan pendapatan
Dengan adanya akuisisi, pendapatan dapat meningkat karena kegiatan pemasaran
yang lebih baik, strategi benefits, dan peningkatan daya saing. Pemasaran yang
lebih baik dapat terjadi karena pemilihan bentuk dan media promosi yang lebih
tepat, memperbaiki sistem distribusi, dan menyeimbangkan komposisi produk.
Strategi benefits memungkinkan perusahaan mengembangkan produk, atau
menembus target pasar yang semula sulit untuk dilakukan. Sedangkan
peningkatan daya saing dapat terjadi apabila penggabungan usaha tersebut
meningkatkan pengusaan pasar oleh perusahaan sehingga menimbulkan kekuatan
monopoli.
c) Penurunan biaya
Penurunan biaya mungkin dapat terjadi sebagai akibat dari peningkatan unit yang
dihasilkan, sehingga menekan biaya rata-rata (economies of scale)
menghilangkan manajemen yang kurang efisien dan penggunaan sumberdaya
yang komplementer, juga merupakan sumber-sumber untuk mengurangi biaya.
d) Penghematan pajak
Perusahaan melakukan akuisisi sebagai potensi memperoleh penghematan pajak.
Salah satu sumber penghematan pajak adalah untuk meningkatkan debt capacity.
Apabila penggabungan perusahaan menyebabkan kombinasi perusahaan tersebut
mampu meminjam lebih besar tanpa harus meningkatkan biaya kebangkrutan,
maka tambahan pinjaman tersebut akan mampu memberikan manfaat dalam
bentuk tax savings.
e) Diversifikasi
Manajemen melakukan akuisisi untuk tujuan diversifikasi usaha, yaitu keinginan
untuk memasuki industri yang lebih luas dan menguntungkan dimana industri
target berada, dan dengan menggabungkan dua badan usaha yang berbeda ini,
9

maka akan memiliki jenis usaha yang lebih besar tanpa harus memulai usaha dari
awal, karena semuanya sudah dirintis oleh perusahaan yang diakuisisi, sehingga
perusahaan pengakuisisi hanya melanjutkan apa yang telah ada.
Perlakuan Akuntansi Akuisisi
Dilihat dari segi akuntansinya, apabila dua atau lebih badan usaha diselenggarakan
bersama atau digabungkan dengan tujuan untuk melanjutkan usaha-usahanya yang
terdahulu. Sebagai akibat adanya kombinasi tersebut, maka prosedur pencatatan
akuntansinya terdiri dari dua macam metode yaitu metode pembelian (by purchase)
dan metode penyatuan kepentingan (by pooling of interest).

Masalah Akuntansi dalam Penggabungan Badan Usaha
Ada dua prosedur pencatatan akuntansi apabila ada dua atau lebih badan usaha yang
diselenggarakan bersama atau digabung yaitu :

a. Pembelian (by purchase)
Penggabungan badan usaha dikatakan atas dasar pembelian apabila
penggabungan badan usaha tersebut berakibat para pemilik perusahaan yang
bergabung tidak ikut berpartisipasi secara substansial di dalam perusahaan
tunggal yang dibentuk. Selanjutnya apabila suatu kombinasi usaha dianggap
suatu pembelian maka harta kekayaan yang diperoleh dalam transaksi
penggabungan harus dicatat dalam buku-buku usaha yang memperolehnya atas
dasar harga perolehan yang diukur dengan uang. Singkatnya metode pembelian
didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi
dimana suatu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain
yang bergabung.

Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Purchase
Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan
digabung sebesar nilai wajarnya
10

o Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya
perolehan). Jika pengakuisisi mengeluarkan saham, maka nilai wajar saham
tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabunga. Bila harga
pasar tidak dapat digunakan sebagai indikator, maka diestimasi secara
proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi (mana yang lebih
dapat ditentukan)
Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang
digabung. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih
yang diterima perusahaan pengakuisisi, maka selisih tersebut dicatat ke
dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva.
b. Penyatuan Kepentingan (Pooling of I nterest)
Apabila suatu penggabungan usaha dianggap sebagai suatu pooling of interest
maka badan usaha yang baru dianggap sebagai kelanjutan dari semua badan
usaha yang bergabung, baik dalam bentuk suatu badan usaha yang tunggal
maupun sebagai induk perusahaan dengan satu atau beberapa anak perusahaan.
Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Pooling Of Interest
Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada
nilai buku saat diadakan penggabungan
Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah
modal perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan yang
digabung
Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang
diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas
ataupun aktiva lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh, maka
harus diadakan penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan digabung
Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari laporan keuangan
milik perusahaan yang bergabung.


11

Konvergensi PSAK-IFRS
Saat ini, Indonesia sedang menyiapkan diri untuk mengadopsi IFRS secara penuh.
Hal ini merupakan kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai salah satu anggota G-
20. Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI (DSAK- IAI) mulai melakukan
konvergensi IFRS yang ditargetkan selesai pada tahun 2012. Tahap peralihan PSAK
yang dahulunya mengadopsi US GAAP ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap
adopsi dimulai pada tahun 2008 hingga tahun 2010 yang meliputi adopsi seluruh
IFRS ke PSAK, persiapan infrastruktur, serta evaluasi dan kelola dampak adopsi
terhadap SAK yang berlaku. Selanjutnya yaitu tahap persiapan akhir yang
dilaksanakan selama tahun 2011, meliputi penyelesaian persiapan infrastruktur dan
penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS. Hingga akhirnya pada
tahun 2012 akan dimulai tahap pengimplementasian PSAK berbasis IFRS serta
dilakukan evaluasi secara komprehensif.
Konvergensi IFRS bertujuan agar tidak diperlukan rekonsiliasi antara laporan
keuangan berdasarkan PSAK dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS.
Konvergensi ini juga bermanfaat untuk menarik minat investor secara global melalui
transparansi dan kemudahan dalam memahami laporan keuangan karena telah
menggunakan standar yang berlaku secara internasional. Selain itu juga menciptakan
efisiensi penyusunan laporan keuangan dan menurunkan biaya modal dalam
penggalangan dana melalui pasar modal.

Metode Penyatuan Kepentingan (By Pooling Interest Method)
Dengan metode ini, aktiva-aktiva perusahaan baru dinilai sama dengan nilai buku.
Perusahaan yang baru, dimiliki bersama oleh para pemegang saham perusahaan-
perusahaan lama. Aktiva total dan ekuitas total tidak mengalami perubahan. Tidak
ada goodwill yang timbul. Metode ini digunakan apabila perusahaan menerbitkan
saham dengan hak suara (voting stock) sebagai pertukaran minimal sebanyak 90%
dari saham dengan hak suara yang diakuisisi.

12

Beberapa alasan perusahaan menyukai metode kepemilikan adalah:
Terhindar dari peningkatan biaya depresiasi atas aktiva yang direvaluasi.
Terhindar dari beban amortisasi goodwill.
Peningkatan fleksibilitas manajemen terkait dengan dividen.
Manajemen memiliki kesempatan menciptakan laba yang sebelumnya belum
dilaporkan
Menyembunyikan nilai kepentingan yang diberikan dalam penggabungan
usaha
Melindungi manajemen dari kritik pemegang saham (harga beli aktiva yang
lebih tinggi dari nilai wajar aktiva

Prosedur akuntansi penggabungan usaha dengan metode ini adalah sebagai berikut:
1) Semua aktiva dan kewajiban perusahaan yang bergabung dinilai pada nilai buku
saat diadakan penggabungan
2) Besarnya investasi pada perusahaan yang digabung sebesar aktiva bersih masing-
masing
3) Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal dengan saham
yang diterbitkan, ditambah kompensasi pembelian lain dalam bentuk kas ataupun
aktiva lainnya, dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh, maka harus diadakan
penyesuaian terhadap perusahaan yang akan digabung
4) Laporan keuangan gabungan disusun dengan menjumlah laporan keuangan dari
masing-masing perusahaan yang bergabung.







13


I lustrasi Kasus 2
PT. AKU Selalu dan PT. RAPOPO pada tanggal 1 September 2010 mengadakan
perjanjian untuk bergabung. Neraca masing masing perusahaan sebagai berikut:
Keterangan PT. AKU PT. RAPOPO
Aktiva
Kas
Piutang
Persediaan
Aktiva Lancar lainnya
Aktiva Tetap

Kewajiban
Utang Usaha
Utang Bank

Modal
Modal Saham
Agio Saham
Laba Ditahan

40.000.000
30.000.000
100.000.000
20.000.000
120.000.000


24.000.000
26.000.000


200.000.000
24.000.000
36.000.000

36.000.000
24.000.000
80.000.000
30.000.000
100.000.000


20.000.000
10.000.000


192.000.000
18.000.000
30.000.0000.

Nilai nominal saham PT AKU Rp 10.000/lembar dan PT. RAPOPO Rp 8.000/lembar.
Catatlah transaksi penggabungan usaha kedua perusahaan tersebut jika:
Penggabungan dalam bentuk konsolidasi dengan perusahaan baru PT. AKU
RAPOPO dengan menerbitkan modal saham 40.000 lembar dengan nilai
nominal Rp. 10.000. pembagian kepemikan berdasarkan aktiva bersih


14

Penyelesaian

Pencatatan Konsolidasi dengan metode Pooling I nterest
Kertas kerja:
Keterangan PT. AKU
PT.
RAPOPO
Gabungan
Aktiva
Kas 40.000.000 36.000.000 76.000.000
Piutang 30.000.000 24.000.000 54.000.000
Persediaan 100.000.000 80.000.000 180.000.000
Aktiva Lancar lainnya 20.000.000 30.000.000 50.000.000
Aktiva Tetap 120.000.000 100.000.000 220.000.000
310.000.000 270.000.000 580.000.000
Kewajiban
Utang Usaha 24.000.000 20.000.000 44.000.000
Utang Bank 26.000.000 10.000.000 36.000.000
50.000.000 30.000.000 80.000.000
Modal
Modal Saham 200.000.000 192.000.000
Agio Saham 24.000.000 18.000.000
Laba Ditahan 36.000.000 30.000.000 66.000.000

- Nominal saham yang diserahkan kepada yang diterbitkan:
NN = 40.000 lembar x Rp 12.000/lembar = Rp 480.000.000
- Aktiva Bersih PT. RAPOPO Rp 240.000.000
- Aktiva Bersih PT. AKU Selalu Rp 260.000.000


15

- Agio (Disagio) Saham dapat dihitung
Jumlah Investasi sebesar aktiva bersih Rp 500.000.000
Nominal Saham Rp 400.000.000
Laba ditahan Rp 66.000.000
Rp 466.000.000
Agio Saham Rp 34.000.000

Pencatatan yang dilakukan oleh PT. Aku Rapopo adalah sebagai berikut:
1) Mencatat investasi pada kedua perusahaan
Investasi Rp 500.000.000
Modal Saham Rp 400.000.000
Agio Saham Rp 34.000.000
Laba Ditahan Rp 66.000.000

2) Mencatat Pengambilalihan kekayaan kedua perusahaan
Kas Rp 76.000.000
Piutang Rp 54.000.000
Persediaan Rp 180.000.000
Aktiva Lancar lainnya Rp 50.000.000
Aktiva Tetap Rp 220.000.000
Hutang Usaha Rp 44.000.000
Hutang Bank Rp 36.000.000
Investasi Rp 500.000.000






16

3) Neraca PT. Aku Rapopo

PT. AKU RAPOPO
NERACA
Per 1 September 2010
Aktiva
Kas Rp 76.000.000
Piutang Rp 54.000.000
Persediaan Rp 180.000.000
Aktiva Lancar lainnya Rp 50.000.000
Aktiva Tetap Rp 220.000.000
Total Aktiva Rp 580.000.000
Kewajiban Rp
Utang Usaha Rp 44.000.000
Utang Bank Rp 36.000.000
Total Kewajiban Rp 80.000.000
Modal Rp
Modal Saham Rp 400.000.000
Agio Saham Rp 34.000.000
Laba Ditahan Rp 66.000.000
Total Modal Rp 500.000.000
Total Kewajiban dan Modal Rp 580.000.000




17

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Penggabungan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan
satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis. Dalam akuntansi
ada dua metode pencatatan yang dipakai yaitu metode by purchase dan pooling of
interest. Metode by purchase, harta kekayaan yang diperoleh oleh suatu badan usaha
yang melakukan pengambilan tersebut dicatat dan diakui sebesar nilai pasarnya. Hal
ini mendorong perlunya pengakuan atas aktiva tak berwujud atau goodwill, yang
merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian (interest) perusahaan
pengakusisi atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi pada
tanggal transaksi. Sedangkan apabila penggabungan badan usaha dengan
menggunakan metode pooling of interest, maka jumlah harta, hutang dan hak para
pemegang saham yang dilaporkan perusahaan-perusahaan yang menggabungkan diri
dicatat dan diakui sesuai dengan nilai bukunya, maka dengan menggunakan metode
ini sama sekali tidak menimbulkan adanya goodwiil. Implikasi kedua metode ini
terhadap perpajakan yaitu pihak fiskus dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak pada
mulanya tidak mengizinkan untuk menggunakan metode pooling of interest apabila
melakukan penggabungan usaha, karena dengan metode ini tidak dihasilkan taxable
income atau objek pajak penghasilan. Pada metode ini jumlah harta, hutang dan hak
para pemegang saham dicatat dan diakui sesuai dengan nilai bukunya. Timbul
perbedaan apabila penggabungan ini menggunakan metode by purchase, akan timbul
yang namanya keuntungan karena penggabungan usaha yang merupakan objek pajak
pengahsilan. Keuntungan ini disebabkan harta dan kekayaan yang diperoleh oleh
suatu badan usaha yang melakukan pengambilalihan tersebut dicatat dan diakui
sebesar nilai pasarnya. Keuntungan itu akan timbul apabila terjadi selisih lebih antara
harga pasar dan nilai sisa buku.
18

Daftar Pustaka

Yenni Mangoting,Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 1, No. 2, Nopember 1999: 132
- 143
Beams, Floyd A. 2006. Advanced Accounting. 9th edition, Pearson Education,
Prentice Hall
Ikatan Akuntan Indonesia 2007. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat.
Jakarta
Baker, Lembke, King, 2005. Advanced Accounting. 6th Edition. McGraw Hill
Lewis, Pendrill, 2004. Advanced Financial Accounting. 7th Edition. Pearson