Anda di halaman 1dari 2

Nama : Frida Aulia Fajrin

Npm : 1810630110070
Kelas : 5A
Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Lanjutan
D3 Akuntansi

Resume Bab 5
“Akuntansi Untuk Penjualan Cicilan”
Pengertian
penjualan barang atau jasa yang dilaksanakan dengan perjanjian dimana
pembayaran dilakukan secara bertahap atau berangsur.Biasanya pada saat barang
atau jasa diserahkan kepada pembeli,penjual menerima uang muka (down payment)
sebagai pembayaran pertama dan sisanya diangsur dengan beberapa kali angsuran.
Karena penjualan harus menunggu beberapa periode untuk menagih seluruh
piutang penjulannya,maka biasanya pihak penjual akan membebankan bunga atas
saldo yang belum diterimanya.

Jaminan Bagi Pihak Penjual


Pihak penjual biasanya melindungi diri dan memperoleh jaminan kalau pihak
pembeli gagal untuk menyelesaikan pembayaran menurut kontrak.
Dalam upaya untuk mengurangi atau menghindari kerugian pemilikan kem
bali, pihak penjual harus mempertimbangkan tindakan pencegahan sebagai beri
kut:
1. Uang muka yang ditetapkan harus cukup besar untuk menutup penurun
an nilai barang karena perubahannya dari barang “baru” menjadi barang
“bekas”.
2. Periode pembayaran cicilan harus tidak terlalu lama atau panjang, sebai
knya tiap bulan.
3. Pembayaran cicilan berkala tidak harus melebihi penurunan nilai barang
yang terjadi di antara pembayaran berkala. Apabila nilai barang ini mele
bihi saldo kontrak yang belum dibayar, maka pihak pembeli segan untuk
tidak memenuhikontrak.
Jadi untuk melindungi kepentingan penjual dari kemungkinan tidak ditepati
nya kewajiban-kewajiban oleh pihak pembeli, maka terdapat beberapa bentuk p
erjanjian atau kontrak Penjualan cicilan, sebagai berikut :
1. Perjanjian penjualan bersyarat (conditional sales contract), di mana bara
ng-barang telah diserahkan, tetapi hak atas barang-barang masih berada
di tangan penjual sampai seluruh pembayarannya sudah lunas.
2. Pada saat perjanjian ditandatangani dan pembayaran pertama telah dila
kukan, hak milik dapat diserahkan kapada pembeli, tetapi dengan meng
gadaikan atau menghipotikan untuk bagian harga penjualan yang belum
dibayar kapada sipenjual.
3. Hak milik atas barang-barang untuk sementara diserahkan kepada suatu
badan “trust” (trustee) sampai pembayaran harga penjualan dilunasi. Se
telah pembayaran lunas oleh pembeli, baru trustee menyerahkan hak at
as barang-barang itu kepada pembeli.
4. Perjanjian semacam ini dilakukan dengan membuat akta kepercayaan (tr
ust deed / trust indenture).
5. Beli sewa (lease-purchase) dimana barang-barang yang telah diserahkan
kepada pembeli. Pembayaran angsuran dianggap sewa sampai harga dal
am kontrak telah dibayar lunas, baru sesudah itu hak milik berpidah kep
ada pembeli.

Metode Penetapan Laba Kotor Pada Penjualan Cicilan


Ada 2 pendekatan yang diambil pada penetapan laba kotor atau penjualan cicila
n:
1. Laba Kotor Dalam Periode Penjualan
Laba kotor dapat kita tetapkan pada saat penjualan, saat dimana barang – baran
g ditukarkan dengan klaim yang secara hukum dapat dipaksakan terhadap pelan
ggan atau konsumen. Prosedur ini membutuhkan penetapan semua beban yang
menyangkut penyelenggaraan penjualan piutang tak tertagih, pada saat penjual
an.
2. Penetapan Laba Kotor Dalam Periode Penagihan Kas
Prosedur penetapan laba kotor dalam periode penagihan perkas adalah sebagai
berikut :
1) Penagihan dipandang sebagai perolehan kembali harga pokok.
2) Penagihan dipandang sebagai realisasi laba.
3) Penagihan dipandang sebagai perolehan kembali harga pokok dan realisasi
laba.

Metode Cicilan
Pada metode cicilan dalam perkiraan,maka selisih antara harga jual kontrak dan
harga pokok penjualan dicatat sebagai laba kotor yang ditangguhkan. Saldo ini
ditetapkan sebagai pendapatan,yang secara berkala membandingkan periode
penagihan uang kas terhadap harga jual.
Dengan kata lain, presentase laba kotor awal atas penjualan diperhitungkan
pada penagihan berkala untuk menentukan jumlah yang harus ditetapkan sebagai
pendapatan.
Akuntansi dengan metode cicilan biasanya berarti penangguhan laba kotor
tetapi penetapan biaya penjualan dari administrasi dalam periode pengeluarannya.
Metode cicilan yang melaporkan laba kotor, dapat digunakan untuk tujuan pajak
penghasilan dalam harta benda tak-gerak pribadi,oleh agen–agen penjual yang
secara teratur melakukan rencana penjualan cicilan.