Anda di halaman 1dari 5

KELOMPOK 11

AA NGR MAHAPUTRA BISMANTARA (1515351062)


I GD YOGA TRISNA WIDYA (1515351067)
I MD YOGA WIDIANA (1515351068)
KM RURKIYASA ADI PUTRA (1515351071)

PSAK 14 PERSEDIAAN
DEFINISI
Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam pernyataan ini:
Persediaan adalah aset:
(a) tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa;
(b) dalam proses produksi untuk penjualan tersebut;atau
(c) dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau
pemberian jasa.
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegioatan usaha biasa dikurangi estimasi
biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dipertukarkan, atau liabilitas diselesaikan, antara pihak-
pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai dalam suatu transaksi yang
wajar.
PENGUKURAN PERSEDIAAN
Persediaan diukur berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah.
Biaya Persediaan,meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul
sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini
Biaya pembelian persediaan,meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya (kecuali yang
kemungkinan dapat ditagih kembali oleh entitas kepada otoritas pajak), biaya pengangkutan,
biaya penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan
barang jadi, bahan, dan jasa.
Biaya konversi persediaan
Biaya konversi persediaan meliputi biaya yg secara langsung terkait dengan unit yang
diproduksi, misalnya biaya tenaga kerja langsung. Termasuk juga alokasi sistematis
overhead produksi tetap dan variable yang timbul dalam mengonversi bahan menjadi
barang jadi.
Pengalokasian overhead produksi tetap ke biaya konversi didasarkan pada kapasitas
fasilitas produksi normal. Kapasitas normal adalah produksi rata-rata yang diharapkan
akan tercapai selama satu periode atau musim dalam keadaan normal, dengan
memerhitungkan hilangnya kapasitas selama pemeliharaan terencana.
Suatu proses produksi mungkin menghasilkan lebih dari satu jenis produk secara
simultan. Hal tersebut terjadi,misalnya,ketika dihasilkan produk bersama atau bila
terdapat produk utama dan produk sampingan.
mlah tercatat produk utama tidak berbeda secara material dari biayanya.
Biaya Lain
Biaya-biaya lain hanya dimasukan sebagai biaya persediaan sepanjang biaya tersebut timbul agar
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.Misalnya, dalam keadaan tertentu di
perkenankan untuk memasukan overhead nonproduksi atau biaya perancangan produk untuk
pelanggan tertentu sebagai biaya persediaan.Contoh biaya biaya yang dikeluarkan dari biaya
persediaan dan diakui sebagai beban dalam periode terjadinya adalah:
(a) jumlah pemborosan bahan, tenaga kerja, atau biaya produksi lainnya yang tidak normal;
(b) biaya penyimpanan,kecuali biaya tersebut di perlukan dalam proses produksi sebelum
dilanjutkan pada tahap produksi berikutnya;
(c) biaya administrasi dan umum yang tidak memberikan kontribusi untuk membuat persediaan
berada dalam kondisi dan lokasi saat ini;dan
(d) biaya penjualan.
Biaya Persediaan Pemberi Jasa
Sepanjang pemberi jasa memiliki persediaan, mereka mengukur persediaan tersebut pada biaya
produksinya. Biaya persediaan tersebut terutama meliputi biaya tenaga kerja dan biaya
personalia Lainnya yang secara langsung menangani pemberian jasa termasuk personalia
penyelia dan overhead yang dapat diatribusikan.
PENGUNGKAPAN
Laporan keuangan mengungkapakan:
(a) kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan,termasuk biaya yang
digunakan.
(b) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah tercatat menurut klasifikasi yang sesuai bagi
entitas;
(c) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual;
(d) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan;
(e) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurangan jumlah persediaan yang
diakui sebagai beban dalam periode berjalan
(f) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurangan
jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan
(g) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang diturunkan
(h) jumlah tercatat persediaan yang di peruntukan sebagai jaminan liabilitas.
KELOMPOK 11

AA NGR MAHAPUTRA BISMANTARA (1515351062)


I GD YOGA TRISNA WIDYA (1515351067)
I MD YOGA WIDIANA (1515351068)
KM RURKIYASA ADI PUTRA (1515351071)

PSAK 16 ASET TETAP


1. Definisi:
Aset tetap adalah aset berwujud yang:
1. Diperkirakan untuk digunakan selama lebih dari satu periode
2. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan
kepada pihak lain, atau untuk tujuan administrative

2. Pengakuan:
Biaya perolehan aset tetap diakui sebagai aset jika dan hanya jika:
1. Biaya perolehan dapat diukur secara andal
2. Kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomi masa depan dari asset tersebut

Entitas me-revaluasi berdasarkan prinsip pengakuan ini terhadap semua biaya perolehan aset
tetap pada saat terjadinya. Biaya tersebut termasuk biaya awal untuk memperoleh atau
mengkonstruksi aset tetap dan biaya selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti
bagian atau memperbaikinya.

3. Pengukuran saat pengakuan:


Aset tetap yang memenuhi syarat pengakuan sebagai aset diukur pada biaya perolehan
Komponen biaya perolehan;
1. Setiap biaya yang dapat diatribusikan scr langsung
2. Harga perolehan; termasuk bea impor dan pajak pembelian setelah disc. pembelian dan
potongan lain;
3. Estimasi awal biaya pembongkaran & pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap
Contoh biaya yang dapat diatribusikan langsung;
1. Biaya imbalan kerja yang timbul scr langsung dari konstruksi atau perolehan aset tetap
2. Biaya penyiapan lahan untuk pabrik
3. Biaya penanganan dan penyerahan awal
4. Biaya perakitan dan instalasi
5. Biaya pengujian aset
6. Komisi profesional

4. Pengukuran setelah pengakuan:


1. Model Biaya Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar biaya perolehan
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset
2. Model Revaluasi Setelah diakui sebagai aset, aset tetap yang nilai wajarnya dapat
diukur secara andal harus dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal
revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi
setelah tanggal revaluasi.
- Revaluasi harus dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan
bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan
dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.
- Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama
harus direvaluasi.
- Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode :
Proporsional dan Eliminasi.
- Penentuan nilai wajar aset : 1. Harga di pasar aktif, 2. Harga di pasar tidak aktif dan
dengan Penilaian (appraisal) oleh penilai (valuer).
Penyusutan Alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) dari
suatu aset selama umur manfaatnya (useful life).
- Setiap bagian aset tetap yang memiliki biaya perolehan cukup signifikan terhadap total
biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. Contoh : rangka dan mesin
pesawat.
- Beban penyusutan untuk setiap periode harus diakui dalam laporan laba rugi kecuali jika
beban tersebut dimasukkan dalam jumlah tercatat aset lain.
- Jenis metode penyusutan : 1. Metode Garis Lurus, 2. Metode Saldo Menurun, 3. Jumlah
Unit
Penurunan Nilai terjadi jika nilai tercatat aset lebih tinggi dibandingkan nilai terpulihkan
(recoverable amount)

5. Penghentian Pengakuan:
Keuntungan atau kerugiannya dimasukkan dalam laporan laba rugi entitas
Aset tetap dihentikan pengakuannya hanya jika:
1. pada saat pelepasan
2. ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomis

6. Pengungkapan:
Laporan keuangan mengungkapkan untuk setiap kelompok aset tetap:
1. Dasar pengukuran yang digunakan
2. Metode penyusutan
3. Umur manfaat
4. Jumlah tercatata bruto dan akumulasi penyusutan
5. Rekonsiliasi jumlah tercatat
6. Keberadaan dan jumlah pembatasan atas hak milik
7. Jumlah pengeluaran yang diakui dlm aset tetap dlm konstruksi
8. Jumlah komitmen kontraktual u/ memperoleh
9. Jumlah kompensasi dari pihak ketiga
Jika aset direvaluasi, hal berikut harus diungkapkan:
1. Tanggal efektif revaluasi
2. Apakah melibatkan penilai independen
3. Metode dan asumsi
4. Penjelasan mengenai nilai wajar terhadap nilai pasar aktif atau lainnya
5. Kelompok yang menggunakan model biaya
6. Surplus revaluasi