Anda di halaman 1dari 14

DERIVATIF DAN HEDGING

Tugas Pasar Modal





Oleh :
Siti Lulu Auliah (120112130502)
Indah Purnama Sari (120112130503)

Universitas Padjajaran
Program Studi Profesi Akuntansi
2014

I. Derivatif
I.1 Pengertian Derivatif
Dalam dunia keuangan derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian
penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan dari produk induk yang menjadi acuan pokok,
dimana para pelaku pasarnya tidak memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset
tetapi saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai di masa yang akan datang.
Untuk mengantisipasi kerugian yang besar di masa yang akan datang, biasanya investor
menggunakan sekuritas derivatif. Transaksi derivatif merupakan salah satu instrument keuangan
yang dipergunakan untuk mengurangi resiko. Perdagangan derivatif merupakan suatu kegiatan
yang melibatkan produk turunan. Derivatif termasuk warrants, opsi, rights, kontrak berjangka,
dan sebagainya yang ada hubungan atau keterkaitannya dari sekuritas yang mendasari nilai atau
harga surat berharga derivatif tersebut. Derivatif juga dapat mengacu pada berbagai jenis asset
seperti komoditas, saham, obligasi, suku bunga, nilai tukar mata uang dan indeks.
Derivatif digunakan oleh manajemen investasi, perusahaan, lembaga keuangan seperti
bank, dan investor untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap resiko dari pergerakan
harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar mata uang asing tanpa mempengaruhi posisi
fisik produk yang menjadi acuannya.

I.2 Instrumen Derivatif
Derivatif dikelompokkan berdasarkan dari aktiva yang dijadikan sebagai induk. Induk
instrumen derivatif adalah berbagai macam aktiva keuangan seperti saham dan obligasi, berbagai
macam komoditi, dan berbagai macam indeks. Semua instrument derivatif adalah kontrak antara
dua pihak pembeli dan penjual yang di dalam kontraknya berbagai hal telah disepakati bersama
sekarang, tetapi realisasinya atau pelaksanaan hal tersebut adalah nanti pada tanggal tertentu di
masa yang akan datang (dalam kurun waktu di masa yang akan datang). Derivatif menurut
Siahaan (2008) juga dapat dikelompokkan atas forwards contract, futures contarct, options
contracts, swap contracts, atau kombinasi dari beberapa kontrak sekaligus.
Berikut adalah berbagai macam instrumen derivatif yang umum diperdagangkan yaitu:
1. Kontrak Berjangka (Futures Contract)
Kontrak berjangka atau juga dikenal dengan sebutan futures contract dalam dunia
keuangan merupakan suatu kontrak standard yang diperdagangkan pada bursa berjangka, untuk
membeli ataupun menjual aset acuan dari instrumen keuangan pada suatu tanggal dimasa akan
datang, dengan harga tertentu. Tanggal dimasa akan datang tersebut disebut dengan istilah
tanggal penyerahan atau dikenal juga dengan istilah delivery date atau tanggal penyelesaian
akhir (final settlement date). Harga tertentu disebut dengan istilah harga kontrak berjangka
(futures price). Harga dari aset acuan pada saat tanggal penyerahan disebut dengan istilah harga
penyelesaian (settlement price).
Ada beberapa karakteristik kontrak berjangka. Berikut adalah karakteristik (ciri-ciri)
kontrak berjangka menurut Siahaan (2008):
1. Perlu transfer tunai pada awal transfer. Transfer tunai sebagai jaminan (margin).
2. Transfer tunai harus dilakukan setiap hari.
3. Resiko kredit sangat kecil.
4. Kontrak yang disesuaikan dengan kebutuhan dua pihak tidak tersedia.
5. Kontrak yang tersedia terutama untuk jangka pendek (paling lama satu tahun).
6. Pasar lebih aktif dibandingkan pasar forward, untuk kontrak-kontrak tertentu.
7. Posisi semula dapat ditutup atau dibalik dengan mudah dan cepat.
Di dalam transaksi kontrak berjangka, tidak ada aktiva yang dibeli atau dijual ketika dua
pihak menandatangani atau menyepakati kontrak melainkan kedua pihak hanya bersepakat untuk
melakukan transaksi pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Kontrak berjangka hampir
sama dengan kontrak penyerahan kemudian. Perbedaan yang membedakan antara kontrak
berjangka dengan kontrak penyerahan kemudian adalah kontrak berjangka diperdagangkan di
bursa yang terorganisir.
Sedangkan kontrak penyerahan kemudian diperdagangkan di luar bursa atau over the
counter market (OTC). Pada kontrak berjangka terdapat rangkaian tanggal penyerahan
sedangkan pada kontrak penyerahan kemudian terdapat tanggal khusus penyerahan tunggal. Pada
kontrak berjangka, kontrak ditutup sebelum hari jatuh tempo sedangkan kontrak berjangka
ditutup pada saat penetapan atau penutupan kas. Di dalam kontrak berjangka tiap hari terdapat
penetapan kas sedangkan pada kontrak penyerahan kemudian tidak ada.
Ada beberapa tujuan dari kontrak berjangka, yaitu:
1. Instrument hedging adalah untuk melindungi aktiva atau portofolio dari kemerosotan
nilai karena perubahan harga.
2. Spekulasi adalah biasanya dilakukan oleh para speculator. Para speculator mengambil
posisishort selling di pasar berjangka.
3. Arbitrase adalah untuk mendapatkan keuntungan tanpa resiko yang dilakukan dengan

2. Kontrak Penyerahan Kemudian
Siahaan (2008) mendefinisikan, Kontrak penyerahan kemudian (forward contracts)
adalah perjanjian antara dua pihak, salah satu pihak diwajibkan (diharuskan) menyerahkan
sejumlah tertentu (contract size) dari aktiva tertentu (deliverable item) pada tanggal tertentu yang
akan datang (settlement date) dan pihak lainnya wajib membayar sesuai dengan jumlah tertentu
yang disebut invoice amount yang dikenakan atas aktiva pada tanggal penyerahan (h. 134).
Tujuan kontrak penyerahan kemudian adalah untuk melindungi kedua belah pihak dari fluktuasi
nilai aktiva yang mungkin terjadi selama kurun waktu tertentu yaitu sejak kontrak ditandatangani
hingga penyerahan atau pembayaran dilakukan.
Kontrak serah atau kontrak forward adalah merupakan bentuk dari kontrak berjangka
sederhana yang diperdagangkan diluar bursa ( over the counter-OTC) sedangkan bentuk kontrak
berjangka lainnya yang disebut dengan kontrak berjangka atau sering juga dikenal dengan istilah
"kontrak future" yaitu kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa berjangka. Di Indonesia
kontrak forward (kontrak serah) dibuat atas dasar kesepakatan dua belah pihak yang bertransaksi
dan dapat dilakukan dimana saja, sedangkan kontrak berjangka telah ditetapkan secara standar
dan hanya dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Kontrak forward selalu diakhiri dengan
penyerahan barang secara fisik, sedangkan kontrak berjangka dapat ditutup dengan tiga cara
yaitu penyerahan barang atau penyerahan secara tunai, mengambil posisi sebaliknya dari posisi
yang dimiliki sekarang, dan pertukaran dengan transaksi fisik (exchange for physical).Kemudian
transaksi kontrak berjangka dilakukan dengan penyerahan margin yang relatif kecil dibanding
dengan nilai kontrak dan dijamin serta diselesaikan oleh Lembaga Kliring setiap hari

3. Kontrak opsi
Karnadjaja, Ong, WIjaya, Tanujaya, dan Effendi (2008) mendefinisikan, Options adalah
kontrak resmi yang memberikan hak tanpa adanya kewajiban untuk membeli atau menjual suatu
aset, pada harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Kontrak opsi pada dasarnya
dibedakan atas dua macam, yaitu calls sebagai hak beli dan puts sebagai hak jual.
a. Opsi Beli (Call Option)
Call option atau opsi beli memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah
aktiva finansial pada harga yang tertentu (yang disebut strike atau exercise price) pada tanggal
tertentu sampai dengan opsi beli tersebut jatuh tempo. Jika opsi tersebut dapat dilaksanakan
setiap waktu sampai dengan tanggal jatuh tempo, maka opsi tersebut dinamakan American
options. Sebaliknya, jika opsi tersebut hanya dapat dilaksanakan pada saat jatuh tempo saja,
maka opsi dinamakan European options. Pihak pembeli (the long) dari call option akan
membayar sejumlah call premium kepada pihak penjual (the short).
b. Opsi Jual (Put Option)
Jenis lain dari option contract adalah opsi jual (put option). Put option atau opsi jual
memberikan hak kepada pemegangnya, bukan kewajiban, untuk menjual sejumlah aktiva
finansial pada harga yang tertentu (yang disebut strike atau exercise price) pada tanggal
tertentu sampai dengan opsi jual tersebut jatuh tempo. Sama dengan call option, pihak
pembeli (the long) dari put option akan membayar sejumlah put premium kepada pihak
penjual (the short).
Ditinjau dari cara melakukan exercise sebuah opsi terdapat dua macam gaya. Gaya opsi
tersebut yaitu, gaya Eropa dan gaya Amerika. Opsi Eropa dapat di exercise hanya persis pada
tanggal jatuh tempo, sedangkan Opsi Amerika Serikat dapat di exercise kapan saja sepanjang
hidup opsi atau selama opsi belum jatuh tempo maupun persis pada tanggal jatuh tempo.
Opsi dapat dikelompokkan menjadi:
Warrants
Samsul (2006) mendefinisikan, Waran adalah hak untuk membeli saham baru pada
harga dan waktu tertentu (h. 85). Harga pelaksanaan waran jauh lebih tinggi daripada harga
saham. Selama harga waran masih dibawah harga pelaksanaan, pemegang waran tidak akan
menukarkannya dengan saham. Pemegang waran tidak akan mengalami kerugian karena waran
diterima secara gratis dan hanya membayar pada saat akan ditukarkan dengan saham. Warrants
diterbitkan oleh emiten (perusahaan).
Rights
Samsul (2006) mendefinisikan, rights adalah hak pemegang saham lama untuk membeli
terlebih dahulu (preemptive rights) saham baru pada harga tertentu dalam waktu kurang dari
enam bulan (h. 84). Harga tertentu yang dimaksud adalah harga yang ditetapkan di muka, yang
besarnya di bawah harga pasar saat diterbitkan, harga ini. Apabila harga tebusan atau harga
pelaksanaan diatas harga pasar, maka tidak akan ada yang menukarkan rights dengan saham
karena investor dapat membeli saham dengan harga yang lebih murah di pasar.

4. Kontrak Swap
Menurut Siahaan (2008), Swap adalah kesepakatan antara dua pihak (perusahaan) untuk
saling mempertukarkan arus kas di masa tertentu (selama kurun waktu tertentu) yang akan
datang (h. 13). Pada swap, di dalam kesepakatan ditentukan secara spesifik tanggal pembayaran
tunai dan cara menghitung jumlah tunai yang akan saling dipertukarkan (dibarterkan) masing-
masing pihak. Biasanya di dalam perhitungan telah dipertimbangkan/diperhitungkan nilai yang
akan datang tingkat suku bunga, kurs mata uang, dan variabel-variabel lainnya yang relevan.

I.3 Risiko Derivatif
Instrumen Derivatif juga mengandung risiko, Stout (1996) masih meragukan manfaat
perdagangan derivative. Menurutnya perdagangan spekulatif derivative bisa sangat merusak bagi
investor dan pemegang saham karena dapat mengikis laba perusahaan dengan cepat. Stout
menjelaskan bahwa: disagreement-based trading in derivatives, like gambling, is a negative-
sum game that erodes the wealth and increases the risks of the average player who indulges in
it yang terjemahan bebasnya adalah bahwa ketidaksetujuan atas perdagangan derivative, seperti
halnya atas perjudian, adalah adanyanegative-sum game (yaitu suatu permainan dimana tidak ada
satu pihak pun yang menang) yang akan mengikis kekayaan perusahaan sekaligus meningkatkan
risiko keuangan bagi pemain yang terlibat di dalamnya.
Stout juga berpendapat bahwa perdagangan spekulatif derivative adalah lebih berbahaya
daripada perjudian karena para pemainnya menempatkan jumlah uang yang besar untuk
dipertaruhkan dimana uang tersebut adalah bukan milik para pemain melainkan milik pihak
ketiga seperti dana pension, pemegang deposito, dan pemegang saham. Dalam situasi ekonomi
seperti ini, para pelaku di pasar derivative dihadapkan pada tingginya tingkat ketidakpastian
yang dapat membawa kehancuran pada karir mereka dan perusahaan. Oleh karenanya, Stout
tetap meragukan apakah pasar derivative yang berkembang dengan pesat ini adalah pasar
asuransi ataukah perjudian.


I.4 Keuntungan Derivatif
Keuntungan derivatif:
1. untuk membagi risiko yang ada baik berupa hedging sehingga kerugian kita dibatasi
dan juga untuk spekulasi jika mengambil untung yang lebih banyak.
2. Sebagai suatu alat untuk mengalihkan risiko. Contohnya, petani dapat menjual
kontrak berjangka atas hasil panen kepada speculator sebelum panen dilakukan.
3. Untuk mengalihkan risiko ataupun mengambil suatu risiko tergantung apakah
posisinya sebagai hadger atau speculator.
Dan menurut Walmsley (1998) percaya bahwa paling tidak ada empat kegunaan
derivative yaitu: pengalihan risiko (risk tansfer), peningkatan likuiditas (liquidity
improvement),penciptaan kredit (credit creation), dan penciptaan ekuitas (equity
creation). Dengan menggunakan derivative maka investor atau pengusaha dapat mengalihkan
risiko keuangannya karena mereka telah melindungi diri dari ketidakpastian (hedging the
risk). Karena derivative dapat dengan mudah diperdagangkan di pasar uang, maka derivative
dipercaya sebagai instrument yang likuid (mudah cair) karena investor atau pengusaha dapat
meng-uang-kan derivative di pasar uang dengan relative cepat di kala mereka membutuhkan
uang. Derivatif juga dapat menciptakan kredit dan ekuitas karena instrument derivative
memperluas sumber kredit dan ekuitas dengan menciptakan jenis kredit dan ekuitas yang
baru. Walmsley menegaskan bahwa manfaat penciptaan kredit dan ekuitas ini timbul karena
investor dan pengusaha memiliki lebih banyak instrument Keuangan yang bisa dipilih.

II. Hedging (LindungNilai)
II.1 Pengertian Hedging
Menurut Madura (2000:275) hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi
sebuah perusahaan dari exposure terhadap nilai tukar. Exposure terhadap fluktuasi nilai tukar
adalah sejauh mana sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar.
Menurut Shapiro (1999:144) hedging particular currency exposure means estabilishing
an offseting such whatever is lost or gained on the original currency exposure is exactly offset by
corresponding foreign exchange gain on loss on the currency hedge.
Hedging dalam definisi di atas merupakan sebuah bagian dari currency exposure yang
berarti menentukan sebuah pengganti kerugian kurs mata uang, misalnya kerugian atau
keuntungan pada nilai asal currency exposure sebenarnya dapat disamakan dengan keuntungan
atau kerugian nilai tukar mata uang pada currency hedge. Menurut Eiteman (2003:171-174)
hedge is the purchase of contract (including forward foreign exchange) or tangible good that
will rise in value and offset a drop in value of another contract or tabgible good. Hedgers are
undertaken to reduce risk by protecting an owner from loss.
Hedge merupakan pembelian suatu kontrak (termasuk forward valuta asing) atau barang
nyata yang nilainya akan meningkat dan menutup kerugian dari jatuhnya nilai kontrak atau
barang nyata yang lain. Pelaku hedging berusaha mengurangi risiko dengan melindungi dirinya
dari kerugian.
II.2 Hedging Konsep dan Strategi pada Pasar Komoditas
Para produsen dan mereka yang memilki komoditi, umumnya sangat khawatir terhadap
penurunan harga komoditi yang diperdagangkannya. Apabila, harga komoditi yang mereka
perdagangkan mengalami penurunan, maka mereka akan menderita kerugian. Demikian pula
sebaliknya, para konsumen komoditi seperti prosesor, eksportir sangat khawatir terhadap
kenaikan harga komoditi. Bila harga komoditi yang akan mereka beli mengalami kenaikan, maka
mereka sudah tentu mengalami kesulitan menghadapi kenaikan harga tersebut.
Di samping itu, perubahan nilai tukar mata uang yang mereka pergunakan dalam
perdagangan internasional dapat pula menimbulkan resiko bagi para pengusaha itu. Untuk
mengatasi atau mengurangi risiko yang timbul akibat adanya fluktuasi harga, dan nilai tukar
mata uang, maka diperlukan alat pengendalian risiko harga. Salah satu alat pengendali risiko
adalah hedging atau lindung nilai. Hedging adalah suatu prosespengambilan posisi di pasar
berjangka, yangberlawanan dengan posisi yang dimiliki di pasar fisik. Dengan melaksanakan
hedging di pasar berjangka, maka risiko yang timbul dari fluktuasi harga dapat dikurangi.
Sehingga hal tersebut dapat memberikan kepastian usaha bagi para pengusaha. Untuk melakukan
hedging, para pengusaha perlu pengetahuan tentang hedging agar mereka dapat melaksanakan
hedging secara baik dan tepat.
Keadaan dimana harga di pasar berjangka lebih tinggi dari pada harga di pasar fisik
disebut normal market. Akan tetapi, kadang-kadang harga fisik lebih tinggi dari pada harga
berjangka. Tingginya harga fisik tersebut disebabkan oleh minimnya jumlah persediaan
komoditi, sedangkan permintaan mengalami kenaikan yang tajam. Kenaikan permintaan tersebut
disebabkan adanya kenaikan permintaan dari mereka yang memiliki posisi jual dipasar berjangka
yang telah jatuh tempo.Keadaan dimana harga di pasar fisik lebih tinggi dari pada harga di pasar
berjangka disebut inverted market. Harga kontrak berjangka untuk bulan penyerahan terdekat
biasanya lebih rendah dari harga bulan penyerahan berikutnya. Keadaan ini disebabkan oleh
biaya-biaya bawaan (carrying charges) dalampenanganan komoditi. Biaya-biaya tersebut
meliputi biaya penyimpanan, asuransi dan bunga (interest).
Sebelum membahas mengenai konsep hedging,sebaiknya terlebih dahulu mengerti apa
yang dimaksud dengan basis. Basis sangat penting bagi seorang hedger. Hal ini disebabkan agar
mereka mampu menterjemahkan harga-harga di pasar berjangka pada saat tertentu dan komoditi
tertentu. Perbedaan harga suatu komoditi di pasar fisik di daerah tertentu, dengan harga di pasar
berjangka untuk bulan penyerahan terdekat itulah yang disebut basis. Perbedaan ini disebabkan
oleh berbagai faktor. Basis di suatu tempat berbeda dengan basis di tempat lainnya. Sebagai
contoh, faktor-faktor yang mempengaruhi basis lokal untuk komoditi pertanian, meliputi:
1. Penawaran dan permintaan lokal dari suatu komoditi.
2. Keseluruhan penawaran dan permintaan komoditi pengganti.
3. Tersedianya transportasi dan alat angkut lainnya.
4. Struktur penetapan ongkos transportasi.
5. Tersedianya ruang penyimpanan.
6. Faktor-faktor mutu.
7. Harapan-harapan harga di masa yang akan datang.
8. Tingkat bunga.
Harga di pasar fisik dan di pasar berjangka biasanya bergerak secara pararel. Namun
dalam jumlah yang tidak sama besarnya. Kadang-kadang, harga di pasar fisik naiknya lebih
besar daripada kenaikan harga di pasar berjangka, atau sebaliknya. Dengan adanya perbedaan
kenaikan harga di pasar fisik dan di pasar berjangka, maka basis pada waktu-waktu tertentu
dapat membesar atau mengecil. Apabila basis mengalami pembesaran, maka disebut weak
basis. Dan, bila mengalami pengecilan disebut strong basis.

II.3 Manfaat Hedging
Hedging memberikan manfaat bagi hedger, yaitu:
1. Hedging merupakan sarana mengurangi atau menghilangkan resiko kerugian yang terjadi
dari fluktuasi harga.
2. Hedging memberikan kepastian berusaha, serta pengendalian persedian bahan baku dan
komoditi (misalnya pertanian).
3. Hedging memberikan penyediaan dana yang lebih besar serta lebih aman (pada umumnya
komoditi yang tidak di-hedging akan mendapat pinjaman dana/kredit dari bank sebesar 50%
dari nilai komoditi tersebut, sedangkan untuk komoditi yang telah di-hedge akan mendapat
pinjaman dana sebesar 90% dari nilai komoditi yang bersangkutan).

II.4 Yang Perlu Dipertimbangkan
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah:
1. Risiko basis, hal ini disebabkan perbedaan harga di pasar fisik dan harga di pasar berjangka
pada waktu tertentu tidak ada korelasinya sehingga kerugian tidak dapat dihilangkan
sepenuhnya.
2. Harga di pasar berjangka sudah meliputi biaya angkut, bunga bank, sewa gudang dan
asuransi. Di samping biaya-biaya tersebut, ada lagi biaya perizinan dan biaya transaksi. Para
hedger harus mempertimbangkan biaya-biaya ini sebelum melaksanakan hedging.
3. Ketidaksesuaian antara kondisi komoditi fisik dan berjangka. Biasanya mutu dan jumlah
komoditi yang di-hedging kemungkinan tidak sama dengan mutu dan jumlah dari kontrak
berjangka untuk komoditi yang bersangkutan.
4. Adanya perbedaan proses penerapan hedging. Penerapan hedgingagak rumit, untuk itu para
hedger perlu menganalisa sarana hedgingsebelum menggunakan.

II.5 Strategi dan Penerapan Hedging
1. Strategi Hedging
Secara umum dapat dikemukakan langkah-langkah yang sangat diperlukan para
pengusaha untuk menyusun strategi dalam pasar berjangka komoditi antara lain sebagai
berikut:
a. Meneliti dan menghitung perkembangan harga komoditi yangbersangkutan baik pada
pasar fisik maupun pasar berjangka.
b. Menghitung biaya operasi yang termasuk didalamnya, biaya penyimpanan, biaya
asuransi, beban bunga, dan lain-lain.
c. Menghitung kemungkinan pergerakan harga yang terjadi dengan menganalisa pasar,
baik secara fundamental maupun teknikal.
d. Menghitung basis yang terjadi antara pasar fisik dan berjangka.
e. Menelaah sumber-sumber informasi lain yang diterima.
f. Segera melikuidir setiap posisi pada saat harga mulai bergerakkearah yang tidak
diharapkan, sehingga kerugian yang harus ditanggung tidak terlalu besar.
2. Aplikasi Hedging bagi Produsen
Hedgingdilakukan oleh produsen dengan mengambil posisi jual di pasar berjangka
sebagai usaha untuk melindungi turunnya nilai persediaan bahan baku atau komoditi sebagai
akibat dari gejolak harga. Atau sering juga disebut dengan selling hedge. Bagi seorang
produsen (misalnya petani) sebelum memproduksi (menanam) perlu mengkalkulasi seluruh
biaya produksi untuk menentukan harga pokok seperti sewa tanah, biaya untuk pengolahan
tanah, harga bibit, biaya pemeliharaan, biaya panen, prosesing, bunga modal dan
sebagainya. Berdasarkan kalkulasi perhitungan harga pokok, petani produsen akan
menghitung harga jualnya dengantarget mendapatkan suatu keuntungan. Namun untuk
menjaga apabila terjadi kegagalan panennya, sebaiknya seorang produsen (petani) menjual
sebanyak 80% dari total hasil panennya.
3. Aplikasi Hedging bagi Konsumen
Hedgingyang dilakukan konsumen (para industriawan) di pasar berjangka adalah
sebagai usaha untuk mengurangi risiko, yang timbul akibat naiknya harga. Atau, sering
disebut buying hedge. Buying hedge biasanya dilakukan oleh pihak-pihak pemakai atau yang
memerlukan bahan baku kontinyu sepanjang tahun. Karena pihak-pihak ini secara teratur
membeli komoditi/bahan baku di pasar fisik. Mereka sangat khawatir terhadap adanya
kemungkinan fluktuasiharga dari bahan baku yang diperlukannya, dalam rangka menjamin
agar barang jadi atau produk yang dihasilkan tersebut bisa bersaing. Jadi, langkah yang
diambil oleh konsumen adalah mengusahakan memperkecil fluktuasi harga bahan baku
(komoditi) yang merupakan salah satu faktor dominan dalam proses produksi.

II.6 Jenis-jenis Hedging
Hedgingdapat dikelompokkan dalam 2 kelompok besar, yaitu:
1. Selling hedge
Selling hedge atau disebut juga short hedge, adalah suatu tindakan yang dilakukan
para hedger dengan mengambil posisi jual di pasar berjangka dalam rangka melindungi nilai
persediaan bahan baku mereka dari fluktuasi harga. Disebut selling hedge, karena mereka
pertama-tama melakukan penjualan di pasar berjangka. Apabila mereka menderita kerugian
yang diakibatkan oleh penurunan harga di pasar fisik, maka kerugian tersebut akan ditutup
oleh keuntungan yang mereka peroleh di pasar berjangka, atau sebaliknya.
Skema 1:
Pasar Fisik Pasar Berjangka
Beli Jual
Jual Beli
2. Buying hedge
Buyinghedge atau disebut juga long hedge, adalah suatu tindakan yang dilakukan
para hedger dengan mengambil posisi beli di pasar berjangka dalam rangka melindungi
usaha mereka dari fluktuasi harga komoditi yang mereka beli di pasar fisik. Disebut buying
hedge, karena pertama-tama mereka melakukan pembelian di pasar berjangka. Apabila
mereka menderita kerugian yang diakibatkan oleh kenaikan harga di pasar fisik, maka
kerugian tersebut akan ditutup oleh keuntungan yang mereka peroleh di pasar berjangka,
atau sebaliknya.
Skema 2:
Pasar Fisik Pasar Berjangka
Jual Beli
Beli Jual

II.7 Teknik-Teknik Hedging Jangka Pendek
Teknik-teknik yang biasanya dapat digunakan dalam meng-hedge sebagian atau seluruh
transaksinya dalam jangka pendek, dijelaskan oleh Madura (2000:322-333) antara lain:
1. Hedging memakai kontrak futures
Kontrak futures adalah kontrak yang menetapkan penukaran suatu valuta dalam volume
tertentu pada tanggal penyelesaian tertentu.
2. Hedging memakai kontrak forward
Suatu kontrak antara nasabah dan bank untuk melakukan sejumlah penjualan atau
pembelian valuta terhadap valuta lainnya di masa yang akan datang dengan rate yang telah
ditentukan pada saat kontrak dibuat.
Keuntungan forward antara lain:
a) Menghindari dan memperkecil resiko kurs.
b) Dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Tujuan dari forward adalah:
a) Forward kontrak digunakan untuk mengkover resiko exchange rate untuk
pembelian/penjualan valuta di masa mendatang.
b) Jika ada suatu transaksi bisnis, forward kontrak dapat menghilangkan currency
exposure karena kurs valuta untuk masa yang akan datang telah ditetapkan.
c) Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti.
d) Untuk tujuan spekulasi.
3. Hedging memakai instrumen pasar uang
Hedging memakai instrumen pasar uang melibatkan pengambilan suatu posisi dalam pasar
uang untuk melindungi posisi hutang atau piutang di masa depan.
4. Hedging memakai opsi (option) valuta
Opsi menyediakan hak untuk membeli atau menjual suatu valuta tertentu dengan harga
tertentu selama periode waktu tertentu. Tujuan dari option ini untuk hedging.

II.8 Teknik-Teknik Hedging Jangka Panjang
Menurut Madura (2000:342-345) ada 3 teknik yang sering dipakai untuk meng-hedge
exposure jangka panjang yaitu:
1. Kontrak forward jangka panjang (Long forward)
LongForward adalah kontrak forward jangka panjang. Sama seperti kontrak forward
jangka pendek, dapat dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan khusus dari
perusahaan. Long forward sangat menarik bagi perusahaan yang telah menandatangani
kontrak ekspor atau impor bernilai tetap jangka panjang dan melindungi arus kas mereka
jangka panjang.
2. Currency Swap
Currency swap adalah kesempatan untuk mempertukarkan satu valuta dengan valuta
lain pada kurs dan tanggal tertentu dengan menggunakan bank sebagai perantara antara dua
belah pihak yang ingin melakukan currency swap.
Tujuan dari swap antara lain:
1. Mengkover resiko exchange rate untuk pembelian/penjualan valuta.
2. Transaksi swap akan menghilangkan currency exposure karena pertukaran kurs pada
masa yang akan datang telah ditetapkan.
3. Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti.
4. Untuk tujuan spekulasi.
5. Strategi gapping.

Keuntungan swap:
1. Menghindari resiko pertukaran uang.
2. Tidak menganggu pos-pos di balance sheet.
3. Parallel Loan
Parallel Loan adalah kredit yang melibatkan pertukaran valuta antara dua pihak,
dengan kesepakatan untuk menukarkan kembali valuta-valuta tersebut pada kurs dan tanggal
tertentu di masa depan. Parallel Loan bisa diidentikan dengan dua swap yang digabungkan
menjadi satu, satu swap terjadi pada permulaan kontrak parallel loan dan satunya lagi pada
tanggal tertentu di masa depan.