Anda di halaman 1dari 19

Pengauditan 2

Dhanar Dwika N (136)


Citra Ratna P (1
Negar Witanto H (

Tentang AUDITING
Menurut Sukrisno Agoes (2012 ; 4)
Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan
sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan
yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan
pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk
dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan
tersebut.
Menurut Konrath (2002:5) dalam Sukrisno Agoes (2012:2)
Suatu proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan untuk
mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang kegiatan-kegiatan dan
kejadian-kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat keterkaitan
antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan dan
mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang
berkepentingan.

SIFAT SUBSEQUENT EVENTS
Subsequent Events adalah
Peristiwa atau transaksi yang terjadi setelah
tanggal neraca tetapi sebelum diterbitkannya
Laporan Audit
Mempunyai akibat yang material terhadap
laporan keuangan
Memerlukan penyesuaian atau pengungkapan
dalam laporan tersebut

Dua jenis Subsequent Events (PSA No.46)
Peristiwa yang memberikan tambahan bukti
yang berhubungan dengan kondisi yang ada
pada tanggal neraca dan berdampak terhadap
taksiran yang melekat dalam proses penyusunan
laporan keuangan
Peristiwa yang menyediakan tambahan bukti
yang berhubungan dengan kondisi yang tidak
ada pada tanggal neraca, namun kondisi
tersebut ada sesudah tanggal neraca

TUJUAN PEMERIKSAAN SUBSEQUENT
EVENT

Menentukan keberadaan kejadian penting sesudah
tanggal neraca yang membutuhkan penyesuaian
terhadap laporan keuangan atau memerlukan
pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan
agar tidak menyesatkan pengguna laporan keuangan
Menentukan kemungkinan tertagihnya piutang
Memastikan bahwa barang dalam perjalanan yang
tercantum di neraca per tanggal neraca, masih di
perjalanan

Untuk memastikan kewajiban dan beban
yang masih harus dibayar yang tercantum di
neraca per tanggal neraca, merupakan
kewajiban perusahaan yang akan dilunasi
pada saat jatuh temponya (sesudah tanggal
neraca)
Memastikan bahwa tidak ada kewajiban
perusahaan yang belum dicatat per tanggal
neraca

PROSEDUR PEMERIKSAAN
SUBSEQUENT EVENT

Periksa pengeluaran dan penerimaan kas sesudah
tanggal neraca, sampai mendekati tanggal
selesainya audit field work
Periksa bukti pengeluaran dan penerimaan barang
sesudah tanggal neraca, sampai mendekati tanggal
selesainya audit field work
Periksa cut-off pembelian dan penjualan
Review laporan keuangan interim untuk periode
sesudah tanggal neraca

Minta copy notulen rapat direksi, dewan
komisaris, pemegang saham, periksa apakah
ada commitment dari perusahaan yang baru
dipenuhi pada periode sesudah tanggal neraca
Lakukan tanya jawab dengan pejabat
perusahaan yang berwenang, mengenai :
Ada/tidaknya contingent liabilities
Ada/tidaknya perubahan dalam modal saham,
kewajiban jangka panjang atau kredit modal
kerja dalam periode sesudah tanggal neraca
Ada/tidaknya kejadian penting sesudah tanggal
neraca yang memerlukan adjustment terhadap
laporan keuangan atau penjelasan catatan
laporan keuangan

Kirim konfirmasi ke penasihat hukum
perusahaan
Analisa perkiraan profesional fees
Dapatkan surat pernyataan langganan
(client representation letter)
Prosedur audit untuk penelaahan
peristiwa kemudian dibagi menjadi dua
kategori
1. Prosedur yang dipadukan sebagai bagian
dari verifikasi saldo akun akhir tahun
2. Pengujian kedua dilaksanakan secara
khusus dengan tujuan mendapatkan
informasi yang harus dimasukan ke dalam
saldo akun tahun berjalan, atau
diungkapkan dengan catatan kaki

1. Prosedur yang dipadukan sebagai
bagian dari verifikasi saldo akun akhir
tahun
a. Pengujian pisah batas (cut off) dan penilaian yang
dilakukan sebagai bagian dari pengujian terinci atas
saldo
b. Banyak pengujian peristiwa kemudian dilaksanakan
sebagai bagian dari verifikasi saldo akun
c. Prosedur auditnya bersifat normal untuk
membandingkan harga pembelian persediaan
periode berikutnya dengan harga perolehan yang
dibukukan pengujian atas penilaian mana yang
lebih rendah antara harga perolehan atau harga
pasar

2. Pengujian kedua dilaksanakan secara
khusus dengan tujuan mendapatkan
informasi yang harus dimasukan ke dalam
saldo akun tahun berjalan, atau
diungkapkan dengan catatan kaki

a. Permintaan keterangan ke manajemen mengenai
peristiwa kemudian dilakukan oleh pegawai
klien yang tepat agar didapat jawaban yang
bermanfaat
b. Korespondensi dengan pengacara sebagai
bagian dari penelitian atas kewajiban bersyarat


c. Menelaah laporan intern yang disiapkan setelah
tanggal neraca
d. Menelaah catatan pembukuan yang disiapkan setelah
tanggal neraca
e. Memeriksa notulen yang diterbitkan setelah tanggal
neraca
f. Mendapatkan surat representasi

Subsequent event yang harus diaudit
oleh akuntan publik adalah
Subsequent Collection
Penagihan sesudah tanggal neraca, sampai mendekati
selesainya pekerjaan lapangan/audit field work
Dilaksanakan dalam pemeriksaan Piutang, dan Barang
Dalam Perjalanan
Subsequent Payment
Pembayaran sesudah tanggal neraca sampai mendekati
selesainya audit field work
Dilaksanakan dalam pemeriksaan hutang dan biaya
yang masih harus dibayar

PENYELESAIAN PEMERIKSAAN
AKUNTAN

Beberapa hal yang harus dilakukan akuntan publik,
sebelum suatu pemeriksaan akuntan dinyatakan selesai
1. Seluruh kertas kerja pemeriksaan harus diparaf
oleh pembuatnya dan direview oleh atasannya.
2. Hasil review harus didokumentasikan dalam
suatu review notes dan harus dijawab oleh staf
yang direview (reviewee) secara tertulis

3. Daftar audit adjustment harus disusun, lengkap
dengan index working papernya, diskusikan
dengan klien
4. Audit adjustment yang sudah disetujui klien
harus diposting ke masing-masing kertas kerja
yang berkaitan
5. Draft report disusun oleh auditor in-charge
(pimpinan tim audit), direview oleh audit
manager dan audit partner

6. Sebelum kertas kerja pemeriksaan dan draft
report di review oleh audit manager dan audit
partner, maka audit supervisor harus menyusun
notes to PPM (catatan untuk Partner, Principal
dan Manager)
7. Setelah draft report direview dan disetujui PPM,
diskusikan dengan klien. Jika klien setuju, buat
final audit report.
8. Sebelum laporan audit diserahkan kepada
klien, auditor harus meminta Surat Pernyataan
Langganan dari klien. Tanggal surat harus sama
dengan tanggal selesainya audit field work dan
tanggal laporan audit.
9. Auditor membuat draft management letter,
setelah direview dan disetujui PPM, diskusikan
dengan klien. Klien setuju, buat management
letter final untuk klien

10. Tahap akhir, selesaikan urusan pelunasan audit
fee (ditambah 10% PPN, dikurangi PPh 23
7,5%)
11. Dalam audit working papers, cantumkan
catatan untuk audit tahun berikutnya.
12. Opini yang diberikan, tergantung hasil
pemeriksaan
13. Dalam mereview kertas kerja pemeriksaan,
KAP sebaiknya mempunyai daftar Audit
Working Papers Review Guide