Anda di halaman 1dari 14

PERSEBARAN POHON DURIAN BERDASARKAN FAKTOR ABIOTIK

DAN KETINGGIAN DI WILAYAH PROBOLINGGO SAMPAI GUNUNG


BROMO JAWA TIMUR
MAKALAH
Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah
Biogeografi
yang dibina oleh Bapak Agus Dharmawan dan Ibu Dra. Eko Sri Sulasmi M.S.
!leh kelompok "# !ffering $%
&ima 'i(ki Eka )utri *+,-.+.++./,
0isa Sa1itri *+,-.+.++.2*
3ina Mufida *+,-.+.++.42
)utri Diyah Anggraini *+,-.+.++./+
The Learning University
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
PROGRAM STUDI BIOLOGI
September 20!
BAB I
Pe"#$%&'&$"
*.* 0atar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara megabiodi1ersitas karena
memiliki kawasan hutan tropika basah dengan tingkat keanekaragaman hayati
tergolong tinggi di dunia. Termasuk 5uga dengan kekayaan keanekaragaman 5enis
buah6buahan tropisnya. Bahkan Indonesia merupakan salah satu dari delapan
pusat keanekaragaman genetika tanaman di dunia khususnya untuk buah6buahan
tropis seperti durian. Berdasarkan pada penelitian sebelumnya di ketahui bahwa
durian tumbuh dalam ketinggian 7*,,, m dpl dan 5uda pada ketinggian 8 *,,,m
dpl pada beberapa spesies tertentu. )ada daerah )robolinggo hingga 9unung
Bromo memilii ketinggian hingga +/,, m dpl.
*.+ 'umusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka didapatkan rumusan masalah
sebagai berikut%
bagaimana persebaran pohon durian berdasarkan teknik kualitatif dan
kuantitatif di wilayah )robolinggo sampai 9unung Bromo :awa Timur;
bagaimana persebaran pohon durian berdasarkan kondisi abiotik di wilayah
)robolinggo sampai 9unung Bromo :awa Timur;
*.- Tu5uan )enelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka dapat diketahui bahwa
tu5uan penelitian sebagai berikut%
untuk mengetahui persebaran pohon durian berdasarkan teknik kualitatif dan
kuantitatif di wilayah )robolinggo sampai 9unung Bromo :awa Timur.
untuk mengetahui persebaran pohon durian berdasarkan kondisi abiotik di
wilayah )robolinggo sampai 9unung Bromo :awa Timur.
BAB II
K$()$" P&*t$+$
+.* )ohon Durian
)ada umumnya kerabat durian <Durio spp.= di Indonesia masih tumbuh
liar di hutan6hutan primer ataupun di hutan6hutan >ampuran meranti <mixed
Dipterocarp= dan hanya sebagian ke>il lainnya yang telah ditanam penduduk di
kebun6kebun. !leh karena itu domestikasi khususnya pada kerabat durian yang
masih tumbuh se>ara liar di hutan6hutan dan berpotensi ekonomi perlu dilakukan.
Terlihat pula bahwa dari sebagian besar kerabat durian di Indonesia sangat >o>ok
atau menyukai tipe6tipe tanah liat atau tanah liat berpasir. Di samping itu ternyata
sebagian besar kerabat durian tumbuh di hutan6hutan dataran rendah <7*,,,
mdpl=. 3amun ada beberapa 5enis yang dapat tumbuh dihutan6hutan di dataran
tinggi <8*,,, mdpl= antara lain adalah D.lanceolatus <kelin>ing= D.lowianus
<teruntung= D.oblongus dan D. testudinarum <sekura=. Satu dari . 5enis durian
tersebut yaitu D. lowianus <teruntung= ternyata dapat tumbuh sampai ketinggian
*",, mdpl. !leh karena itu teruntung merupakan salah satu 5enis durian yang
berpotensi untuk dikembangkan di dataran tinggi. Selain buahnya enak dimakan
dilaporkan pula bahwa 5enis ini sangat resisten untuk melawan serangan 5amur
Phytophthora palmifora
Menurut 'ukmana <*224= durian <Durio zibethinus Murr= merupakan
salah satu tanaman hasil perkebunan yang telah lama dikenal oleh masyarakat
yang pada umumnya dimanfaatkan sebagai buah sa5a. Sebagian sumber literatur
menyebutkan tanaman durian adalah salah satu 5enis buah tropis asli Indonesia.
Setiadi <*222=. Sebelumnya durian hanya tanaman liar dan terpen>ar6pen>ar di
hutan raya ?Malesia? yang sekarang ini meliputi daerah Malaysia Sumatera dan
@alimantan. )ara ahli menafsirkan dari daerah asal tersebut durian menyebar
hingga keseluruh Indonesia kemudian melalui Muangthai menyebar ke Birma
India dan )akistan. Adanya penyebaran sampai se5auh itu karena pola kehidupan
masyarakat saat itu tidak menetap. $ingga pada akhirnya para ahli
menyebarluaskan tanaman durian ini kepada masyarakat yang sudah hidup se>ara
menetap
Berdasar pada 'ukmana <*224=Tanaman durian di habitat aslinya tumbuh
di hutan belantara yang beriklim panas <tropis=. )engembangan budidaya tanaman
durian yang paling baik adalah di daerah dataran rendah sampai ketinggian A,,
meter di atas permukaan laut dan keadaan iklim basah suhu udara antara +/,6
-+,B kelembaban udara <r$= sekitar /,6A,C dan intensitas >ahaya matahari ./6
/,C
+.*.* Tingkatan dan 3ama Taksa )ohon Durian
Tingkatan dan nama taksa pohon durian sebagai berikut%
kingdom% )lantae <tumbuhan=
di1isi% Spermatophyta <tumbuhan berbi5i=
sub di1isi% Angiospermae <berbi5i tertutup=
kelas% Di>otyledonae <berkeping dua=
ordo% Mal1a>eae
famili% Bomba>a>eae
genus% Durio
spesies% Durio zibethinus Murr
Sumber% 'ukmana <*224=
Menurut Untung <+,,A= buah khas daerah tropis ini termasuk ordo
Mal1a>eae family Bomba>a>eae dan genus Durio. )rof. Dr. A.:.9.$.
@ostermans men>atat ada +" spesies durian. Se5umlah *2 spesies ditemukan di
@alimantan ** di Semenan5ung Malaka " di Sumatera dan * di Myanmar. Dari
sekian banyak spesies itu yang bisa dimakan hanya tu5uh. Spesies lain tidak bisa
dikonsumsi karena berbagai sebabD misalnya% rasa tidak enak buah terlalu ke>il
atau daging buah tidak ada. Tu5uh spesies durian yang bisa dimakan itu terdiri
dari% Durio zibethinus <durian= Durio ute!ensis <lai= Durio oxleyanus
<kerantongan= Durio dulcis <lahong= Durio graveolens <labelak= Durio
grandiflorus <durian monyet= serta Durio testudinarium <durian kura6kura=. Dari
ketu5uh spesies itu hanya Durio zibethinus yang paling banyak dibudidayakan
karena buahnya enak Di Indonesia ada +* kulti1ar durian unggul yang dirilis oleh
Dinas )ertanian yaitu% petruk sukun sitokong kani otong simas sunan sihi5au
si5apang siriwig bokor perwira sidodol bantal mas hepe matahari aspar
sawah mas ra5a mabah kalapet dan lai mansau.
+.+ @ota )robolinggo
+.+.* 0etak 9eografis
0etak @ota )robolinggo berada pada "E .-F .*? sampai dengan "E .2F ,.?
0intang Selatan dan **-E *,F sampai dengan **-E */F Bu5ur Timur dengan luas
wilayah /444" @mG. Disamping itu @ota )robolinggo merupakan daerah transit
yang menghubungkan kota6kota <sebelah timur @ota=% Banyuwangi :ember
Bondowoso Situbondo 0uma5ang dengan kota6kota <sebelah barat @ota=%
)asuruan Malang dan Surabaya. Adapun batas wilayah administrasi @ota
)robolinggo meliputi %
sebelah utara % Selat Madura
sebelah timur % @e>amatan Dringu @abupaten )robolinggo
sebelah selatan % @e>amatan 0e>es Honomerto Sumberasih @ab.
)robolinggo
sebelah barat % @e>amatan Sumberasih @abupaten )robolinggo.
0uas wilayah @ota )robolinggo ter>atat sebesar /4.44" km. Se>ara
administrasi pemerintahan @ota )robolinggo terbagi dalam / <lima= @e>amatan
dan +2 @elurahan yang terdiri dari @e>amatan Mayangan terdapat / @elurahan
@e>amatan @ademangan terdapat 4 @elurahan @e>amatan Honoasih terdapat 4
@elurahan @e>amatan @edopok terdapat 4 @elurahan dan @e>amatan @anigaran
terdapat 4 @elurahan.
+.+.+ Iklim
)ada umumnya wilayah @ota )robolinggo beriklim tropis dengan rata6rata
>urah hu5an men>apai I 24* millimeter dengan 5umlah hari hu5an men>apai //
hari. Burah hu5an tertinggi pada umumnya ter5adi pada bulan Desember
sedangkan hu5an terendah ter5adi pada bulan Agustus. Temperatur rata6rata
terendah men>apai +4 EB dan tertinggi men>apai -+ EB.
@ota )robolinggo mempunyai perubahan iklim sebanyak + musim setiap
tahunnya yaitu musim penghu5an dan musim kemarau. )ada kondisi normal
musim penghu5an berada pada bulan 3opember hingga April sedangkan musim
kemarau berada pada bulan Mei hingga !ktober setiap tahunnya. :umlah >urah
hu5an pada tahun +,,A dari hasil pemantauan pada . stasiun pengamatan hu5an
yang ada di @ota )robolinggo rata J rata ter>atat sebesar *.,"+ mm dan hari
hu5an sebanyak 4- hari. Apabila dibandingkan dengan rata6rata >urah hu5an tahun
+,," sebesar *.-4A mm dengan ". hari hu5an maka kondisi tahun +,,A lebih
kering dibandingkan tahun +,,A dimana >urah hu5an per hari pada tahun +,,A
sebesar -"/ mm#hari sedangkan >urah hu5an per hari pada tahun +,,A sebesar
+2. mm#hari. Burah hu5an terlebat ter5adi pada bulan )ebruari dan Maret rata6rata
sebesar *2A. mm per hari. Selain itu pada bulan :uli sampai dengan September di
@ota )robolinggo terdapat angin kering yang bertiup >ukup ken>ang <ke>epatan
dapat men>apai A* km#5am= dari arah tenggara ke barat laut angin ini populer
dengan sebutan KAngin 9endingK.
+.+.- Tata 'uang
Meskipun merupakan wilayah perkotaan pola penggunaan tanah di @ota
)robolinggo ternyata masih terdapat lahan sawah seluas *.24"", hektare <+* C=
lahan bukan sawah seluas -.422,, hektare <-2/ C=. 0ahan bukan sawah terbagi
atas lahan kering -./2/,, hektare <-A. C= dan lahan lainnya <tambak= seluas
*,. hektare <***C=.Melihat potensi dan pemanfaatan wilayah demikian itu
banyak alternatif yang bisa dipilih untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan
pemberdayaan potensi daerah kota guna mewu5udkan 1isi @ota )robolinggo
sebagai kota tu5uan in1estasi yang perspektif kondusif dan partisipatif.
+.+.. Topografi
Hilayah @ota )robolinggo terletak pada ketinggian , sampai kurang dari
/, meter dia atas permukaan air laut. Apabila ketinggian tersebut dikelompokkan
atasD ketinggian , 6*, meter ketinggian *, 6+/ meter ketinggian +/ 6/, meter.
Semakin ke wilayah selatan ketinggian dari permukaan laut semakin besar.
3amun seluruh wilayah @ota )robolinggo relatif berlereng <, J +C=. $al ini
mengakibatkan masalah erosi tanah dan genangan >enderung ter5adi di daerah ini.
BAB III
Pemb$%$*$"
-.* Morfologi )ohon Durian
)ohon durian merupakan tumbuhan berbentuk pohon dengan tinggi
berkisar +" 6 ., m. memiliki akar tunggang. :enis batang berkayu <lignosus=
silindris tegak permukaannya kasar dan pe>ah6pe>ah per>abangan berbentuk
simpodial ber>abang banyak dengan arah mendatar. Berdaun tunggal bertangkai
pendek dengan bentuk silindris dan tidak menebal pada bagian pangkalnya
tersusun berseling permukaan atas daun berwarna hi5au tua dan bawah >okelat
kekuningan daun berbentuk 5orong hingga lanset pan5ang sekitar 4/ 6 +/ >m
lebar sekitar - 6 / >m u5ung daun run>ing. Tepi daun rata dengan daging daun
tebal pangkal daun membulat permukaan atas daun mengkilat permukaan bawah
buram tidak pernah meluruh bagian bawah berlapis bulu halus berwarna >okelat
kemerahan. )ertulangan daun menyirip. bagian ibu tulang daun <costa=
meman5ang dari pangkal daun hingga u5ung daun dan dari >osta keluar ke
samping tulang6tulang >abang <nervus lateralis".
Bunga mun>ul di batang atau >abang yang sudah besar berkelompok
dalam karangan berisi -6*, kuntum berbentuk tukal atau malai rata. @un>up
bunganya membulat sekitar + >m diameternya bertangkai pan5ang. @elopak
bunga bentuk tabung sepan5ang - >m daun kelopak tambahan terpe>ah men5adi +6
- >uping berbentuk bundar telur. Mahkota bentuk sudip kira6kira +L pan5ang
kelopak ber5umlah / helai keputih6putihan. Benang sarinya banyak terbagi ke
dalam / berkasD kepala putiknya membentuk bongkol dengan tangkai yang
berbulu. bertangkai kelopak berbentuk lon>eng berwarna putih hingga >okelat
keemasan. Buah bulat atau lon5ong kulit dipenuhi duri6duri ta5am warna >oklat
keemasan atau kuning bentuk bi5i lon5ong berwarna >okelat berbuah setelah
berumur / 6 *+ tahun. )erbanyakan atau perkembangbiakan melalui generatif atau
bi5i <Soedarya +,,2=.
-.+ )ersebaran )ohon Durian
Durian merupakan salah satu tanaman hasil perkebunan yang telah lama
dikenal oleh masyarakat yang pada umumnya dimanfaatkan sebagai buah sa5a.
Sebagian sumber literatur menyebutkan tanaman durian adalah salah satu 5enis
buah tropis asli Indonesia <'ukmana *224=. Sebelumnya durian hanya tanaman
liar dan terpen>ar6pen>ar di hutan raya ?Malesia? yang sekarang ini meliputi
daerah Malaysia Sumatera dan @alimantan. )ara ahli menafsirkan dari daerah
asal tersebut durian menyebar hingga ke seluruh Indonesia. Tanaman durian di
habitat aslinya tumbuh di hutan belantara yang beriklim panas <tropis=.
-.+.* )ersebaran )ohon Durian berdasarkan Teknik @ualitatif dan @uantitatif
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan teknik
kualitatif yaitu pengamatan dengan teknik wawan>ara dan teknik kuantitatif yaitu
pengamatan dengan teknik pengamatan menggunakan binokuler di daerah
)robolinggo khususnya 5alur menu5u 9unung Bromo dilakukan pembagian titik
atau plot pada beberapa wilayah dengan 5arak antar plot sekitar -,, mdpl.
Menurut hasil yang didapatkan baik melalui wawan>ara pada penduduk
sekitar maupun pengamatan menggunakan binokuler pohon durian ditemukan di
beberapa titik yaitu pada plot + dan plot - yaitu di daerah Desa 0umbang dan
daerah Desa 3gepung. Desa 0umbang ini terletak pada ketinggian -/, mdpl
sedangkan Desa 3gepung terletak pada ketinggian 4/, mdpl. )ohon durian sangat
sedikit ditemukan pada plot . / dan plot A yaitu di daerah Desa Sapi @erep
Honokerto dan Desa 3gadisari. Desa Sapi @erep terletak pada ketinggian 2/,
mdpl Desa Honokerto terletak pada ketinggian *+/, mdpl dan Desa 3gadisari
terletak pada ketinggian +*/, mdpl. )ada ketinggian -/, dan 4/, mdpl banyak
ditemukan pohon durian hal ini dikarenakan durian merupakan tanaman tropis
yang bisa tumbuh pada lingkungan yang tidak terlalu dingin ataupun panas hal ini
sesuai dengan pendapat 'ukmana <*224= yaitu pengembangan budidaya tanaman
durian yang paling baik adalah di daerah dataran rendah sampai ketinggian A,,
meter di atas permukaan laut dan keadaan iklim basah. Sedangkan pada
ketinggian 2/, dan +*/, mdpl masih ditemukan pohon durian walaupun dalam
intensitas yang sangat sedikit hal ini dikarenakan ada beberapa 5enis durian yang
dapat hidup dan bertahan dalam ketinggian di atas A,, mdpl. Selain itu pohon
durian bukanlah pohon yang dapat hidup dengan sendirinya melainkan
perkembangbiakannya hanya bisa melalui bi5i dalam artian pada ketinggian di
atas A,, mdpl fakta penemuan pohon durian ini bisa sa5a akibat dari penanaman
yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.
Durian merupakan tanaman hutan yang belum tedomestikasi se>ara penuh.
$al ini dapat dilihat dari 1arietas61arietas durian yang ada merupakan pemutihan
dari seleksi pohon tunggal yang tidak 5arang merupakan tanaman yang tumbuh
liar. Sehingga benih yang sampai pada pekebun merupakan hasil dari siklus
perbanyakan kedua atau ketiga. @ondisi ini berakibat pada rendahnya adaptasi .
tanaman tidak dapat tumbuh se>ara optimal bila ditanam diluar daerah asal <Sinar
Tani +,*-=. )ada habitat alami durian dapat tumbuh tahunan hingga men>apai
ratusan tahun <+,, tahun= <Digilib +,*-=.
-.+.+ )ersebaran )ohon Durian berdasarkan @ondisi Abiotik
Beberapa faktor abiotik yang diukur pada pengamatan ini adalah
ke>epatan angin intensitas >ahaya dan suhu udara. @e>epatan angin diukur
menggunakan anemometer berdasarkan hasil pengamatan ke>epatan angin dari
ketinggian terendah sampai ketinggian tertinggi tidak mengalami kenaikan yang
singnifikan. @e>epatan angin dari ketinggian yang satu ke ketinggian yang lain
selalu berfluktuasi dan tidak menentu. Tetapi terdapat salah satu titik#plot yang
memiliki ke>epatan angin tertinggi yaitu pada plot / dengan ketinggian *+/,
mdpl pada daerah Desa Honokerto.
Besarnya intensitas >ahaya diukur menggunakan luMmeter. berdasarkan
pengukuran yang telah dilakukan intensitas >ahaya dari ketinggian ke ketinggian
yang lain memiliki besar yang tidak tentu <berfluktuasi=. Daerah plot / memiliki
intensitas >ahaya yang paling besar yaitu **A- >andela.
Besarnya suhu udara diukur menggunakan termohigrometer. Berdasarkan
pengukuran yang telah dilakukan besarnya suhu udara berfluktuasi dari
ketinggian terendah sampai ketinggian 4/, mdpl pada plot -. @emudian pada plot
selan5utnya yaitu plot . pada ketinggian 2/, mdpl sampai plot A dengan
ketinggian +*/, mdpl suhu udara semakin turun.
&aktor abiotik meruakan faktor tak hidup yang meliputi faktor fisika dan
kimia. @etinggian tempat menentukan 5enis organisme yang hidup ditempat
tersebut karena ketiggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi fisik dan kimia
yang berbeda. Angin selain berperan dalam menentukan kelembaban 5uga
berperan dalam penyebaran bi5i tumbuhan tertentu. Suhu berpengaruh terhadap
ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup.
Ada 5enis65enis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.
Intensitas >ahaya 5uga mempengaruhi ekosistem se>ara global karena matahari
menentukan suhu. Sinar matahari 5uga merupakan unsure 1ital yang dibutuhkan
oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis <Sainsone +,,A=.
)engukuran pada praktikum menghasilkan hasil yang kurang sesuai
dengan teori yang mengatakan bahwa semakin tinggi suatu daerah maka semakin
tinggi pula intensitas >ahaya dan ke>epatan angin. @emudian semakin tinggi suatu
daerah maka semakin rendah pula suhu udara daerah tersebut. $al ini dipengaruhi
oleh perbedaaan waktu pengukuran dan lokasi yang men5adi titik pengukuran.
0okasi titik pengukuran ini misalnya dipengaruhi oleh adanya tebing pada daerah6
daerah tertentu yang men5adi titik pengukuran sehingga hasil yang didapatkan
kurang sesuai dengan teori yang telah dikemukakan.
BAB III
Pe"&t&p
-.* Simpulan
Berdasarkan pembahasan didapatkan kesimpulan dari penelitian yang telah
dilakukan yaitu%
persebaran pohon durian yang didapatkan baik melalui wawan>ara pada
penduduk sekitar maupun pengamatan menggunakan binokuler <kualitatif dan
kuantitatif= bahwa pohon durian ditemukan di beberapa titik yaitu pada plot +
dan plot - yaitu di daerah Desa 0umbang dan daerah Desa 3gepung. Desa
0umbang ini terletak pada ketinggian -/, mdpl sedangkan Desa 3gepung
terletak pada ketinggian 4/, mdpl. )ohon durian sangat sedikit ditemukan
pada plot . / dan plot A yaitu di daerah Desa Sapi @erep Honokerto dan
Desa 3gadisari. Desa Sapi @erep terletak pada ketinggian 2/, mdpl Desa
Honokerto terletak pada ketinggian *+/, mdpl dan Desa 3gadisari terletak
pada ketinggian +*/, mdpl. )ada ketinggian -/, dan 4/, mdpl banyak
ditemukan pohon durian hal ini dikarenakan durian merupakan tanaman
tropis yang bisa tumbuh pada lingkungan yang tidak terlalu dingin ataupun
panas.
persebaran pohon durian berdasarkan faktor abiotik belum dapat diketahui
dengan 5elas karena pengukuran pada praktikum menghasilkan hasil yang
kurang sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa semakin tinggi suatu
daerah maka semakin tinggi pula intensitas >ahaya dan ke>epatan angin.
@emudian semakin tinggi suatu daerah maka semakin rendah pula suhu udara
daerah tersebut. $al ini dipengaruhi oleh perbedaaan waktu pengukuran dan
lokasi yang men5adi titik pengukuran. 0okasi titik pengukuran ini misalnya
dipengaruhi oleh adanya tebing pada daerah6daerah tertentu yang men5adi titik
pengukuran.
-.+ Saran
)enelitian ini dapat di5adikan sebagai a>uan untuk penelitian selan5utnya
namun sebaiknya peneliti berikutnya memperhatikan saran sebagai berikut%
peneliti tidak mengambil data kualitatif dan kuantitatif pada ketinggian yang
sesuai dikarenakan mobil yang ditumpangi harus men>ari tempat parkir
terlebih dahulu sehingga ter5adi pergeseran letak ketinggian. Sebaiknya
peneliti mengambil data pada ketinggian yang akurat agar data kuantitatif dan
kualitatif yang didapatkan dapat akurat 5uga.
sebaiknya penelitian dilakukan pada 5am yang sama pada tiap ketinggiannya
karena perbedaan waktu dapat mempengaruhi faktor abiotiknya. Misalnya
pada awal penelitian dilakukan pada pagi hari semakin ketinggian bertambah
maka semakin naik 5uga matahari menyebabkan suhu udara semakin
bertambah dengan ketinggian yang bertambah pula.
D$,t$r R&(&+$"
Digilib. +,*-. Morfologi dan #abitat Durian. <online=
http%##digilib.unimus.a>.id#files#disk*#*.,#5tptunimus6gdl6riniriaern642/A6-
babii.pdf <diakses +, September +,*.=.
'ukama '. *224. Durian $udidaya dan Pasca Panen. Nogyakarta% @anisius
Sainsone. +,,A. Prinsip %ologi. <online=
http%##sainsone.files.wordpress.>om#+,,A#,4#prinsip6ekologi.pdf <diakses
+, September +,*.=.
Setiadi. *224. $ertanam Durian. :akarta% )enebar Swadaya.
Sinar Tani Agroino1asi. +,*-. Penerapan &onsep &onservasi 'gro(eosistem
Pada $udidaya Durian. :akarta% Badan 0itbang )ertanian.
Soedarya A.). +,,2. 'gribisnis Durian. Bandung% )enerbit BO )ustaka 9rafika.
Untung !. *224. Durian untu &ebun &omersial dan #obi. :akarta% )anebar
Swadaya.
Hikipedia. &ota Probolinggo. <online=
http%##id.wikipedia.org#wiki#@otaP)robolinggo <diakses +, september
+,*.=