Anda di halaman 1dari 20

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI 1
KATA PENGANTAR 2
BAB 1 : PENDAHULUAN 3
A. Latar belakang 3
B. T!an "
BAB 2: TIN#AUAN PUSTAKA
A. DEFINISI $
B. ANAT%&I $
'. PAT%ANAT%&I (
D. FISI%L%GI )
E. PAT%FISI%L%GI )
F. ETI%L%GI 1*
G. EPIDE&I%L%GI 1*
H. KLASIFIKASI 11
I. GE#ALA KLINIS 11
#. FAKT%R RESIK% 12
K. DIAGN%SIS 12
L. TATALAKSANA 1+
&. K%&PLIKASI 1,
N. PR%GN%SIS 1,

BAB 3: KESI&PULAN 1)
BAB ": DAFTAR PUSTAKA 2*
1
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada ALLAH SWT atas berkat dan
rahmatNya dalam menyelesaikan referat Ilmu Penyakit Saraf yang berjudul
Stenosis Spinalis. eferat ini disusun sebagai bagian dalam rangkan memenuhi
salah satu tugas kami sebagai mahasis!a kedokteran yang mengikuti program
studi profesi dokter di bagian Ilmu Penyakit Saraf "akultas #edokteran Trisakti
peeriode $% Agustus&'( september '($).
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah dalam rangka mengikuti
#epaniteraan #linik Ilmu Penyakit Saraf*S+, Semarang* "akultas #edokteran
+ni-ersitas Trisakti.
Penulis mengu.apkan banyak terima kasih atas bantuan berbagai pihak
yang tidak dapat disebutkan satu persatu sehingga penulis dapat menyelesaikan
tugas penyusunan referat ini.
Penulis juga mengharapkan segala masukan baik berupa saran maupun
kritik membangun daripada pemba.a dalam rangka meningkatkan kualitas referat
ini.
,emikianlah referat ini disusun*kiranya dapat memberikan manfaat bagi
para pemba.a dan "akultas #edokteran +ni-esitas Trisakti.
Semarang*September '($)
Penulis
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Spinal canal stenosis merupakan suatu kondisi penyempitan kanalis
spinalis atau foramen inter-ertebralis disertai dengan penekanan akar saraf
yang keluar dari foramen tersebut. Semakin tinggi angka harapan hidup
seseorang di suatu negara* semakin meningkat populasi orang dengan usia
lanjut dengan akti-itas yang terpelihara se.ara monoton. #onsekuensinya
adalah keterbatasan fungsional dan nyeri yang timbul sebagai gejala penyakit
degeneratif pada tulang belakang* menjadi lebih sering mun.ul sebagai
masalah kesehatan.
Spinal stenosis menjadi salah satu masalah yang sering ditemukan* yang
merupakan penyakit degeneratif pada tulang belakang pada populasi usia
lanjut. Pre-alensinya / dari $((( orang diatas usia /( tahun. 0erupakan
penyakit terbanyak yang menyebabkan bedah pada tulang belakang pada usia
lebih dari 1( tahun. Pria lebih tinggi insidennya daripada !anita.
Patofisiologi tidak berkaitan dengan ras* jenis kelamin* tipe tubuh* pekerjaan
dan paling banyak mengenai lumbar ke&) k&/ dan lumbar ke&2 ke&).Stenosis
adalah penyempitan pada kaliber orifisium tuba* yang menyebabkan
penurunan aliran .airan atau gas disertai penekanan pada komponen padatnya
3struktur saraf4* bila tidak terjadi penekanan maka kanalnya dikatakan
mengalami penyempitan namun bukan stenosis. Spinal stenosis merupakan
penyempitan osteoligamentous -ertebral .anal dan atau inter-ertebral
foramina yang menghasilkan penekanan pada thecal sac dan atau akar saraf.
Pada le-el -ertebra yang sama penyempitan tersebut bisa mempengaruhi
keseluruhan kanal dan bagian lain dari kanal tersebut.
Tanda&tanda Stenosis Spinal termasuk yang menyebabkan kaki
mengalami kelemahan* kesemutan* nyeri.asa sakit dapat ber-ariasi dari rasa
nyeri untuk sakit menusuk tajam.
asa sakit pasien biasanya lebih buruk sambil berdiri atau
berjalan.5eberapa pasien menyatakan bah!a bantuan hanya dari rasa sakit
3
adalah ketika mampu berbaring hori6ontal. Pasien biasanya lebih nyaman
sambil bersandar ke depan* seperti berjalan dengan tongkat. asa sakit
biasanya meningkat ketika berdiri* sehingga pasien lebih memilih untuk
bersandar ke depan atau untuk duduk* karena tindakan ini melenturkan tubuh
di bagian pinggul.
Pengobatan bisa dilakukan se.ara konser-atif atau bedah.0odus terapi
konser-atif termasuk istirahat* terapi fisik dengan latihan penguatan untuk
otot&otot paraspinal* bra.ing* penggunaan biomekanik postural optimal* obat
anti&inflamasi nonsteroid* analgesik* dan antispasmodik.,ekompresi bedah
diindikasikan pada orang yang mengalami nyeri hingga lumpuh* defisit
neurologis* atau myelopathy.Stenosis tulang belakang yang memberat dapat
menyebabkan disfungsi usus dan 7 atau disfungsi kandung kemih.5edah
komplikasi termasuk infeksi* .edera neurologis* pseudarthrosis* sakit kronis*
dan .a.at.
5erdasarkan dasar diatas penulis tertarik untuk membahas mengenai
penyempitan spinal kanal.
B. T!an
0engetahui dan menambah !a!asan tentang penyempitan spinal kanal dan
dapat menegakkan diagnosis serta penatalaksanaannya.
BAB II
TIN#AUAN PUSTAKA
A. De-.n./.
4
Spinal stenosis adalah suatu kondisi penyempitan kanalis spinalis atau
foramen inter-ertebralis disertai dengan penekanan akar saraf yang keluar dari
foramen tersebut.
B. Anat01.
8ertebra dari berbagai regio berbeda dalam ukuran dan sifat khas lainnya*
-ertebra dalam satu daerah pun memiliki sedikit perbedaan.8ertebra terdiri
dari .orpus -ertebra dan arkus -ertebra.
9orpus -ertebra adalah bagian -entral yang memberi kekuatan pada
.olumna -ertebralis dan menanggung berat tubuh.9orpus -ertebra* terutama
dari -ertebra thora.i.a I8 ke .audal* berangsur bertambah besar supaya dapat
memikul beban yang makin berat.Arkus -ertebra adalah bagian dorsal
-ertebra yang terdiri dari pedi.ulus ar.us -ertebra dan lamina arkus -ertebra.
Pedi.ulus ar.us -ertebra adalah taju pendek yang kokoh dan menghubungkan
lengkung pada .orpus -ertebra* insisura -ertebralis merupakan torehan pada
pedi.ulus ar.us -ertebra.Insisura -ertebralis superior dan in.isura -ertebralis
inferior pada -ertebra&-ertebra yang bertangga membentuk sebuah foramen
inter-etebrale.Pedi.ulus ar.us -ertebrae menjorok ke arah dorsal untuk
bertemu dengan dua lempeng tulang yang lebar dan gepeng yakni lamina
ar.us -ertebrae.Ar.us -ertebrae dan permukaan dorsal .orpus -ertebrae
membatasi foramen -ertebrale."oramen -ertebrale berurutan pada .olumna
-ertebrale yang utuh* membentuk .analis -ertebralis yang berisi medulla
spinalis* meningens* jaringan lemak* akar saraf dan pembuluh darah.
8ertebrae lumbalis I&8 memiliki .iri khas* .orpus -ertebrae pejal* jika dilihat
dari .ranial berbentuk ginjal* foramen -ertebrale berbentuk segitiga* lebih
besar dari daerah ser-i.al dan thora.al* prosesus trans-ersus panjang dan
ramping* prosesus a..esorius pada permukaan dorsal pangkal setiap prosesus*
prosesus arti.ularis fa.ies superior mengarah ke dorsomedial* fa.ies inferior
mengarah ke -entrolateral* prosesus mamiliaris pada permukaan dorsal setiap
prosesus arti.ularis* prosesus spinosus pendek dan kokoh.
5
Struktur lain yang tidak kalah penting dan menjadi istime!a adalah sendi
lengkung -ertebra articulation zygapophysealis (facet joint)* letaknya sangat
berdekatan dengan foramen inter-ertebrale yang dilalui saraf spinal untuk
meninggalkan .analis -ertebralis. Sendi ini adalah sendi sino-ial datar antara
prosesus arti.ularis 36ygoapophysis4 -ertebra berdekatan.Sendi ini
memungkinkan gerak lun.ur antara -ertebra.:ika sendi ini mengalami .idera
atau terserang penyakit* saraf spinal dapat ikut terlibat.;angguan ini dapat
mengakibatkan rasa sakit sesuai dengan pola susunan dermatom* dan kejang
pada otot&otot yang berasal dari miotom yang sesuai.
'. Pat0anat01.
6
;ambar ' a-ailable at< http<77ahlibedahtulang..om7artikel&$=/&2&
hernia&nu.leus&pulposus&lumbalis.html
Struktur anatomi yang bertanggung ja!ab terhadap penyempitan kanal
adalah struktur tulang dan jaringan lunak.Akibat kelainan struktur tulang
jaringan lunak tersebut dapat mengakibatkan beberapa kondisi yang mendasari
terjadinya spinal canal stenosis yaitu<
$. ,egenerasi diskus
,egenerasi diskus merupakan tahap a!al yang paling sering terjadi pada
proses degenerasi spinal* !alaupun artritis pada sendi fa.et juga bisa
men.etuskan suatu keadaan patologis pada diskus. Pada usia /( tahun
terjadi degenerasi diskus yang paling sering terjadi pada L)&L/* dan L/&
S$. Perubahan biokimia dan biomekanik membuat diskus
memendek.Penonjolan annulus* herniasi diskus* dan pembentukan dini
osteofit bisa diamati.Se>uela dari perubahan ini meningkatkan stres
biomekanik yang ditransmisikan ke posterior yaitu ke sendi
fa.et.Perubahan akibat arthritis terutama instabilitas pada sendi fa.et.
Sebagai akibat dari degenerasi diskus* penyempitan ruang foraminal
.hepalo.audal* akar saraf bisa terjebak* kemudian menghasilkan .entral
stenosis maupun lateral stenosis.
'. Instabilitas Segmental
7
#onfigurasi tripod pada spina dengan diskus* sendi fa.et dan ligamen yang
normal membuat segmen dapat melakukan gerakan rotasi dan angulasi
dengan halus dan simetris tanpa perubahan ruang dimensi pada kanal dan
foramen.,egenerasi sendi fa.et bisa terjadi sebagai akibat dari instabilitas
segmental* biasanya pada pergerakan segmental yang abnormal misalnya
gerakan translasi atau angulasi. ,egenerasi diskus akan diikuti oleh
kolapsnya ruang diskus* karena pembentukan osteofit di sepanjang
anteromedial apsek dari prosesus arti.ularis superior dan inferior akan
mengakibatkanarah sendi fa.et menjadi lebih sagital. ;erakan fle?i akan
membagi tekanan ke arahanterior.
,egenerasi pergerakan segmen dengan penyempitan ruang
diskusmenyebabkan pemendekan relatif pada kanal lumbalis* dan
penurunan -olume ruangyang sesuai untuk .auda e>uina.Pengurangan
-olume diperparah oleh penyempitansegmental yang disebabkan oleh
penonjolan diskus dan melipatnya ligamentumfla-um.Pada kaskade
degenerati-e kanalis sentralis dan neuroforamen menjadi
kurangterakomodasi pada gerakan rotasi karena perubahan pada diskus
dan sendi fa.et samahalnya dengan penekanan saraf pada gerakan
berputar* kondisi ini bisa menimbulkaninflamasi pada elemen saraf .auda
e>uina kemudian mengahasilkan nyeri.
2. Hiperekstensi segmental
;erakan ekstensi normal dibatasi oleh serat anterior annulus dan otot&otot
abdomen.Perubahan degeneratif pada annulus dan kelemahan otot
abdominal menghasilkan hiperekstensi lumbar yang menetap.Sendi fa.et
posterior merenggang se.ara kronis kemudian mengalami subluksasi ke
arah posterior sehingga menghasilkan nyeri pinggang.
D. F./.0l0g.
Tiga komponen biokimia utama diskus inter-ertebralis adalah air* kolagen*
dan proteoglikan* sebanyak =(&=/@ total -olume diskus.#olagen tersusun
dalam lamina* membuat diskus mampu berekstensi dan membuat ikatan
inter-ertebra.Proteoglikan berperan sebagai komponen hidrodinamik dan
elektrostatik dan mengontrol turgor jaringan dengan mengatur pertukaran
8
.airan pada matriks diskus.#omponen air memiliki porsi sangat besar pada
berat diskus* jumlahnya ber-ariasi tergantung beban mekanis yang diberikan
pada segment tersebut.
E. Pat0-./.0l0g.
Sejalan dengan pertambahan usia .airantersebut berkurang* akibatnya nukleus
pulposus mengalami dehidrasi dankemampuannya mendistribusikan tekanan
berkurang* memi.u robekan pada annulus.#olagen memberikan kemampuan
peregangan pada diskus. Nu.leus tersusun se.araeksklusif oleh kolagen tipe&
II* yang membantu menyediakan le-el hidrasi yang lebihtinggi dengan
memelihara .airan* membuat nu.leus mampu mela!an beban tekan
dandeformitas. Annulus terdiri dari kolagen tipe&II dan kolagen tipe&I dalam
jumlah yangsama* namun pada orang yang memasuki usia /( tahun atau lebih
tua dari /( tahunkolagen tipe&I meningkat jumlahnya pada
diskus.Proteoglikan pada diskus inter-ertebralis jumlahnya lebih ke.il
dibanding padasendi kartilago* proteinnya lebih pendek* dan jumlah rantai
keratin sulfat dan kondroitin sulfat yang berbeda.#emampatan diskus
berkaitan dengan proteoglikan* pada nuleus lebih padat daripada di
annulus.Sejalan dengan penuaan* jumlah proteoglikan menurun dan
sintesisnya juga menurun.Annulus tersusun atas serat kolagen yang kurang
padat dan kurang terorganisasi pada tepi perbatasannya dengan nukleus dan
membentuk jaringan yang renggang dengan nukleus pulposus.
;ambar 2 a-ailable at< !!!.sheldonroad.hiropra.ti...om
F. Et.0l0g.
Struktur anatomi yang bertanggung ja!ab terhadap penyempitan kanal
meliputi struktur tulang dan jaringan lunak. Struktur tulang meliputi< osteofit
9
sendi fa.et 3merupakan penyebab tersering4* penebalan lamina* osteofit pada
.orpus -ertebra* subluksasi maupun dislokasi sendi fa.et 3spondilolistesis4*
hipertrofi atau defek spondilolisis* anomali sendi fa.et kongenital. Struktur
jaringan lunak meliputi< hipertrofi ligamentum fla-um 3penyebab tersering4*
penonjolan annulus atau fragmen nukleus pulposus* penebalan kapsul sendi
fa.et dan sino-itis* dan ganglion yang bersal dari sendi fa.et. Akibat kelainan
struktur tulang jaringan lunak tersebut dapat mengakibatkan beberapa kondisi
yang mendasari terjadinya spinal canal stenosis
G. E2.3e1.0l0g.
Spinal stenosis menjadi salah satu masalah yang sering ditemukan* yang
merupakan penyakit degeneratif pada tulang belakang pada populasi usia
lanjut. Pre-alensinya / dari $((( orang diatas usia /( tahun di Amerika.
0erupakan penyakit terbanyak yang menyebabkan bedah pada spina pada usia
lebih dari 1( tahun. Lebih dari $'/.((( prosedur laminektomi dikerjakan
untuk kasus lumbar spinal stenosis.Pria lebih tinggi insidennya daripada
!anita.Patofisiologinya tidak berkaitan dengan ras* jenis kelamin* tipe tubuh*
pekerjaan dan paling banyak mengenai lumbar ke&) k&/ dan lumbar ke&2 ke&).
H. Kla/.-.ka/.
#alsifikasi spinal canal stenosis dapat dibagi .ongenital7de-elopmental and
a.>uired types* yaitu<
$. 9ongenital&de-elopmental stenosis
a. Idiopathi.
b. A.hondroplasti.
'. A.>uired stenosis
a. ,egenerati-e 3most .ommon type4
b. 9ombined .ongenital and degenerati-e stenosis
.. Spondyliti.7spondylolistheti.
d. Iatrogeni. 3e? postlamine.tomy* postfusion4
e. Posttraumati.
f. 0etaboli. 3e? PagetAs disease* fluorosis4
I. Ge!ala Kl.n./
$. Sakit punggung. Brang dengan stenosis tulang belakang mungkin atau
mungkin tidak memiliki sakit punggung.
10
'. Nyeri seperti terbakar pada bokong atau kaki 3linu panggul4. Tekanan
pada saraf tulang belakang dapat mengakibatkan rasa sakit di daerah
pasokan saraf. asa sakit dapat digambarkan sebagai nyeri atau rasa
seperti terbakar. Ini biasanya dimulai di daerah bokong dan meman.arkan
ke kaki. asa sakit di kaki yang sering disebut Cs.iati.a.C
2. 0ati rasa atau kesemutan pada bokong atau kaki. Saat tekanan pada saraf
meningkat* mati rasa dan kesemutan sering disertai nyeri terbakar.
0eskipun tidak semua pasien akan mempunyai keluhan nyeri terbakar dan
mati rasa dan kesemutan pada kedua kakinya.
). #elemahan di kaki atau Cfoot drop.C Setelah tekanan pada saraf men.apai
tingkat kritis* kelemahan dapat terjadi pada satu atau kedua kaki. 5eberapa
pasien akan memiliki drop foot* atau merasakan kaki mereka di tanah saat
berjalan.
/. Lebih sedikit nyeri dengan bersandar ke depan atau duduk. Studi dari
lumbar tulang belakang menunjukkan bah!a bersandar ke depan benar&
benar dapat menambah ruang yang tersedia untuk saraf. 5anyak pasien
merasa nyaman ketika membungkuk ke depan dan terutama dengan duduk.
Nyeri biasanya diperparah dengan berdiri tegak dan berjalan. 5eberapa
pasien memperhatikan bah!a mereka bisa naik sepeda statis atau berjalan
bersandar pada keranjang belanja. 5erjalan lebih dari $ atau ' blok*
bagaimanapun* dapat membuat pada linu panggul menjadi semakin parah
atau terjadi kelemahan.
1. Abnormal fungsi usus 7 dan atau fungsi kandung kemih
D. Hilangnya fungsi seksual
#. Fakt0r Re/.k0
isiko terjadinya stenosis tulang belakang meningkat pada orang yang<
$. Terlahir dengan kanal spinal yang sempit
'. 5erjenis kelamin !anita
2. 5erusia /( tahun atau lebih 3osteofit atau tonjolan tulang berkaitan dengan
pertambahan usia4
). Pernah mengalami .edera tulang belakang sebelumnya
K. D.agn0/./
,iagnosis stenosis tulang belakang dimulai dengan anamnesis yang lengkap
dan pemeriksaan fisik.Anamnesis berupa keluhan serta gejala gejala yang
dirasakan penderita. Setelah membahas gejala dan ri!ayat medis* dokter akan
11
memeriksa punggung Anda. Ini meliputi dengan .ara melihat punggung dan
mendorong pada daerah yang berbeda untuk melihat apakah itu menimbulkan
rasa yang menyakitkan. ,okter bisa meminta penderita membungkuk ke
depan* ke belakang* dan sisi ke sisi untuk men.ari keterbatasan atau rasa
sakit. Pemeriksaan fisik ini dapat membantu dengan menentukan keparahan
kondisi dan apakah atau tidak adanya kelemahan dan 7 atau mati rasa.
,apat pula dengan tes pen.itraan seperti ?&ray* magneti. resonan.e imaging
30I4* atau .omputeri6ed tomography 39T4 s.an untuk memastikan
diagnosa.
1. E&ray.
0eskipun mereka hanya mem-isualisasikan tulang* sinar&E dapat
membantu menentukan apakah Anda memiliki stenosis spinal. E&ray akan
menunjukkan perubahan proses penuaan* seperti kehilangan ketinggian disk
atau tulang taji.
12
;ambar ) a-ailable at<
http<77spinalstenosis.org7blog7!p.ontent7uploads7'($$7()7spinal&stenosis&arthritis&
symptoms.png
E&ray diambil sambil bersandar ke depan dan ke belakang dapat
menunjukkan CketidakstabilanC pada sendi Anda. Sinar&E juga dapat
menunjukkan terlalu banyaknya mobilitas.Ini sering disebut
spondylolisthesis.
2. 0agneti. resonan.e imaging 30I4.
13
;ambar / a-ailable at< http<77!!!.greatri-erspine.lini...om7!p&
.ontent7uploads7'($$7('7lumbar&spinal&stenosis&mri.jpg
Pemeriksaan ini dapat membuat gambar yang lebih baik dari jaringan
lunak* seperti otot* .akram* saraf* dan sumsum tulang belakang.
3. 9T 0yelogram
gambar 1 a-ailable at<
http<77espine..om7!p&.ontent7uploads7stenosis7.t&myelogram.gif
Tes tambahan. 9omputed tomography 39T4 s.an dapat membuat penampang
gambar tulang belakang. juga dapat dilakukan myelogram. ,alam prosedur
ini* 6at !arna disuntikkan ke tulang belakang untuk membuat saraf mun.ul
14
lebih jelas. Hal ini dapat membantu dokter menentukan apakah pada saraf
sedang terjadi dikompresi.
;ambar D a-ailable at< http<77emedi.ine.meds.ape..om7arti.le7$=$2'1/&
o-er-ie!Fa($($
L. Tatalak/ana
Pengobatan non operatif
1. Pilihan pengobatan non operatif difokuskan untuk mengembalikan fungsi
dan menghilangkan rasa sakit. 0eskipun metode non&bedah tidak
meningkatkan penyempitan kanal tulang belakang* banyak orang
melaporkan bah!a pera!atan ini membantu meringankan gejala.
Terapi fisik.Latihan peregangan* pijat* penguatan lumbal dan perut sering
membantu mengatasi gejala.
15
Traksi lumbal.Walaupun mungkin membantu dalam beberapa pasien*
traksi memiliki hasil yang sangat terbatas.Tidak ada bukti ilmiah
keefektifannya.
2. Bbat anti&inflamasi. #arena rasa nyeri stenosis disebabkan oleh tekanan
pada saraf tulang belakang* mengurangi inflamasi 3pembengkakan4 di
sekitar saraf dapat meredakan nyeri. Nonsteroid antiinflammatory drugs
3NSAI,4 a!alnya memberikan penghilang rasa sakit. #etika digunakan
selama /&$( hari* mereka juga dapat memiliki efek anti inflamasi.
#ebanyakan orang terbiasa dengan NSAI, tanpa resep dokter* seperti
aspirin dan ibuprofen.5aik terlaludijual bebas atau kekuatan resep* obat&
obat ini harus digunakan dengan hati&hati.0ereka dapat menyebabkan
gastritis atau ulkus lambung.:ika timbul refluks asam atau sakit perut saat
menggunakan anti&inflamasi* dapat konsultasi pada dokter.
3. Injeksi steroid. #ortison adalah anti inflamasi kuat. Suntikan kortison
pada sekitar saraf atau di Cruang epiduralC bisa mengurangi
pembengkakan dan rasa sakit.
Tetapi sebetulnya tidak dianjurkan untuk menerima ini* karena pemberian
yang lebih dari 2 kali per tahun*karena bias menyebabkan kelemahan
disekitar tulang juga jaringan konektif disekitarnya. Suntikan ini lebih
.enderung untuk mengurangi rasa sakit dan mati rasa namun bukan
mengurangi kelemahan pada kaki.
4. Akupuntur. Akupuntur dapat membantu dalam mengobati rasa sakit untuk
kasus&kasus yang kurang parah. 0eskipun sangat aman* namun
kesuksesan pengobatan ini se.ara jangka panjang belum terbukti se.ara
ilmiah.
Peng0batan 02erat.-
1. Pembedahan untuk lumbal spinal stenosis umumnya ditunda pada pasien
yang memiliki kualitas hidup yang buruk karena rasa sakit dan
kelemahan. Pasien mungkin mengeluhkan ketidakmampuan untuk
berjalan untuk jangka !aktu yang panjang tanpa duduk. Ini sering
menjadi alasan bah!a pasien mempertimbangkan operasi. Ada dua
pilihan operasi utama untuk mengobati stenosis tulang belakang lumbal<
16
laminektomi dan fusi spina. #edua opsi dapat menghilangkan rasa sakit
yang sangat baik. ,an perlu mengetahui keuntungan serta kerugiannya.
a4 Laminektomi. Prosedur ini melibatkan mengeluarkan tulang* taji
tulang* dan ligamen yang menekan saraf. Prosedur ini juga dapat
disebut Cdekompresi.C Laminektomi dapat dilakukan dengan
operasi terbuka* di mana dokter melakukan sebuah sayatan yang
besar untuk mengakses tulang belakang. Prosedur ini juga dapat
dilakukan dengan menggunakan metode minimal in-asif* di mana
dibuat beberapa sayatan ke.il.
b4 Spinal fusion. :ika arthritis telah berlanjut terhadap ketidakstabilan
tulang belakang* kombinasi dekompresi dan stabilisasi atau spinal
fusion dapat dianjurkan.
Pada spinal fusion* dua atau lebih -ertebra disembuhkan se.ara
permanen atau menyatu bersama&sama.9angkok tulang diambil
dari tulang panggul atau tulang pinggul yang digunakan untuk
memadukan tulang belakang.
"usion menghilangkan gerakan antara tulang dan men.egah
terjadinya selip yang akan memperburuk setelah operasi.
,okter bedah juga dapat menggunakan batang dan baut untuk
menahan tulang belakang di tempat agar tulang
menyatu.Penggunaan batang dan baut membuat fusi tulang terjadi
lebih .epat dan ke.epatan pemulihan.
&. K012l.ka/.
1. stenosis tulang belakang yang memberat dapat menyebabkan disfungsi
usus dan 7 atau disfungsi kandung kemih.
2. 5edah komplikasi termasuk infeksi* .edera neurologis* pseudarthrosis*
sakit kronis* dan .a.at.
N. Pr0gn0/./
Prognosis baik bila dekompresi adekuat* stabilitas sendi fa.et terjaga*
pembedahan lebih a!al* pemakaian korset post&op* dan latihan pas.a operasi.
Prognosis buruk bila terjadi dominan back pain, segmen yang terkena
multile-el* penundaan lama pembedahan* terdapat tanda defisit neurologis*
operasi sebelumnya gagal* pasien dengan penyakit sistemik kronis.
17
Spinal stenosis dapat menyebabkan morbiditas yang signifikan. 9a.at berat dan
kematian dapat terjadi akibat asosiasi stenosis ser-ikalis*bahkan trauma ringan bias
mengakibatkan .entral .ord sindrom. Stenosis atas 3leher4dan ba!ah 3lumbar4
stenosis tulang belakang dapat menyebabkan kelemahan motorik dan nyeri kronis.
Stenosis lumbal yang parah berhubungan dengan sindrom .auda e>uina.
BAB III
KESI&PULAN
Spinal .anal stenosis merupakan penyakit degeneratif yang paling sering
ditemukan pada orang lanjut usia*akibat penyempitan daripada .analis
spinalis yang dapat menekan saraf* ;ejala yang sering ditimbulkan adalah
nyeri pada leher ataupun pinggang ba!ah*selain nyeri bisa terdapat
kesemutan*kelemahan*bahkan yang lebih parah dapat terjadi kelumpuhan.
Penanganannya tergantung berat ringannya gejala* dapat konser-atif maupun
operatif. #omplikasi dan hasil terapinya bergantung pada kondisi penderita
dan pemulihannya yang lama juga harus dipertimbangkan mengingat pasien
yang umumnya usia tua.
18
DAFTAR PUSTAKA
$. 0ayo .lini.*Spinal stenosis A..essed on September '($)* at <
http<77!!!.mayo.lini..org7diseases&.onditions7spinal&
stenosis7basi.s7definition7.on&'((21$(/
'. Adam ,* 8i.tor 0* opper AH. Prin.iples of neurology. Dth ed.
0.;ra! Hill .o. Ne! Gork. '((/< $=)&'$'.
2. Amundsen T* Weber H* LilleHs "* Nordal H:* Abdelnoor 0* 0agnaes 5.
Lumbar spinal stenosis. 9lini.al and radiologi. features. Spine (Phila Pa
1976). 0ay $/ $==/I'(3$(4<$$D%&%1.
). 5ernhardt 0* Hynes A* 5lume HW* White AA 2rd. 9er-i.al spondyloti.
myelopathy. J one Joint Surg !". :an $==2ID/3$4<$$=&'%.9aputy A:*
Luessenhop A:. Long&term e-aluation of de.ompressi-e surgery for
degenerati-e lumbar stenosis. J #eurosurg. No- $=='IDD3/4<11=&D1.
/. "rohna W:* ,ella&;iustina ,. 9hapter 'D1. Ne.k and 5a.k Pain. In<
Tintinalli :J* Stap.6ynski :S* 9line ,0* 0a B:* 9ydulka #* 0e.kler
;,* eds. $intinalli%s &"ergency 'e(icine) ! *o"prehensi+e Stu(y ,ui(e.
Dth ed. Ne! Gork< 0.;ra!&HillI '($$.
http<77!!!.a..essmedi.ine..om7.ontent.asp?KaI,L12=''%(.diakses '/
,esember '($2.
19
1. ;reenberg 0S. Spinal stenosis. In< -an(book of #eurosurgery. 8ol $.
Lakeland* "la< ;reenburg ;raphi.s* In.I $==D<'(D&'$D.
D. Harkey HL* al&0efty B* 0ara!i I* Peeler ,"* Haines ,J* Ale?ander L".
J?perimental .hroni. .ompressi-e .er-i.al myelopathy< effe.ts of
de.ompression. J #eurosurg. Aug $==/I%23'4<221&)$.
%. Heller :;. The syndromes of degenerati-e .er-i.al disease. .rthop *lin
#orth !". :ul $=='I'2324<2%$&=).
=. #ali.hman L* 9ole * #im ,H* Li L* Suri P* ;uerma6i A* et al. Spinal
stenosis pre-alen.e and asso.iation !ith symptoms< the "ramingham
Study. Spine J. :ul '((=I=3D4</)/&/(.
$(. #eith L. 0oore* Anne 0 . Agur. Anatomi #linis ,asar. '(('.
:akarta<Hipokrates.
$$. Luke A* 0a 9. 9hapter )$. Sports 0edi.ine M Butpatient Brthopedi.s. In<
Papadakis 0A* 0.Phee S:* abo! 0W* eds. */00&#$ 'e(ical
1iagnosis 2 $reat"ent 3415. Ne! Gork< 0.;ra!&HillI
$'. 0.ae* onald. 9lini.al Brthopaedi. e?amination. '((). "ifth Jdition<
$/$&$/'.
$2. Ste-en . ;arfin* Harry N. Herko!it6 and Srdjan 0irko-i.6 Spinal
Stenosis. Journal one Joint Surg !"6 $===I %$</D'&%1.
$). White AA III* Panjabi 00. *linical io"echanics of the Spine. '
nd
ed.
Philadelphia* Pa< :5 Lippin.ottI $==(<2)'&2D%.
20