Anda di halaman 1dari 13

SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PERTANIAN

1. a. Pengertian sosiologi menurut para ahli yaitu :


1) Emile Durkheim
Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung
cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut
memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
2) Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial
termasuk perubahan sosial.
3) Soejono Sukamto
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat
umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
4) William Kornblum
Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial
anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan
kondisi.
5) Allan Jhonson
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya
dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana
pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.
6) Menurut Roucek & Waren,
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok sosial.
7) Menurut Soerjono Soekanto,
sosiologi adalah ilmu yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian
umum, rasional, empiris, serta bersifat umum.



8) Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka
macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan
gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum
semua jenis gejala-gejala sosial lain.
9) Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
10) William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi
sosial.
11) J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan
yang bersifat stabil.
12) Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
13) Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk
kehidupan kelompok tersebut.
Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
Kesimpulannya sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan
individu, individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat.
Selain itu, Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya
pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum,
rasional, empiris serta bersifat umum.

b. Pengertian pedesaan menurut para ahli :
1) Sutardjo Kartohadikusumo
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa
mengadakan pemerintahan sendiri.
2) C.S. Kansil
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat
termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerntahan
terendah langsung dibawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam
ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
3) Bintarto
Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang
terdapat di situ(suatu daerah) dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan
daerah lain.
4) Paul H. Landis
Desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan.
c. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam
seperti: iklim, keadaan, alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah
bersifat sambilan.
d. Sistem kehidupannya berkelompok
e. Termasuk kedalam masyarakat homogen dalam hal mata pencaharian, agama, adat-istiadat
f. Homogenitas Sosial
g. Hubungan primer
h. Kontrol sosial yang ketat
i. Gotong-royong
j. Ikatan sosial
k. Magis religius
5) Priyotamtomo (2001)
Pengertian pedesaan mencakup wilayah yang disebut rural dibedakan dengan urban.
Secara lengkap pedesaan diartikan sebagai kawasan tempat tinggal dan kerja yang secara jelas
dapat dipisahkan dari kawasan yang lain yang disebut kota.

2. a. Pengertian sosiologi pedesaan :
1) menurut siti azizah :
Sebuah ilmu yang melukiskan dan mengkaji hubungan antar individu, individu dengan kelompok
maupun sesama kelompok yang ada di lingkungan pedesaan
2) Priyotamtomo (2001)
sosiologi pedesaan merupakan suatu studi yang melukiskan hubungan manusia di dalam dan
antar kelompok yang ada di lingkungan pedesaan.
b. Perbedaan sosiologi pedesaan dan sosiologi pertanian :
Menurut Planck (1993:3) Sosiologi Pertanian (Agricultural Sociology) sering disamakan
dengan Sosiologi Pedesaan (Rural Sociology). Tetapi ini hanya berlaku jika penduduk desa
terutama hidup dari pertanian saja. Semakin sedikit kehidupan penduduk di desa ditandai oleh
kegiatan pertanian, semakin pantas sosiologi pertanian dipisahkan dari sosiologi pedesaan.
Dengan mempertimbangkan kasus-kasus di pedesaan Indonesia yang umumnya sektor
pertanian masih relatif dominan baik sebagai sektor primer maupun sekunder, dalam praktek
agak sulit untuk membedakan secara tegas pokok bahasan dan agenda kajian tentang sosiologi
pedesaan dan pertanian. Tumpang tindih dan saling terkait antara kedua pendekatan bidang
sosiologi tersebut akan sangat mungkin terjadi di pedesaan Indonesia.
Sektor pertanian masih dominan di berbagai Negara berkembang. Dengan mengingat
pentingnya faktor pertanian bagi keberadaan desa, maka dapat dipahami bahwa kebanyakan
batasan sosiologi pedesaan masih selalu berkisar pada aspek pertanian.
Tidak hanya di pedesaan Indonesia, sebagian besar masyarakat pedesaan di negara-negara
berkembang masih memiliki ketergantungan pada sektor pertanian, bahkan menurut Raharjo
(1999:12) pertanian memang masih merupakan karakteristik pokok dari umumnya desa-desa di
dunia. Dilihat dari eksistensinya, desa merupakan fenomena yang muncul dengan mulai
dikenalnya cocok tanam di dunia ini. Dengan mengingat pentingnya faktor pertanian bagi
keberadaan desa, maka dapat dipahami bahwa kebanyakan batasan sosiologi pedesaan masih
selalu berkisar pada aspek pertanian.
Dalam pembahasan selanjutnya ini menggunakan dua disiplin ilmu itu (Sosiologi Pertanian
dan Sosiologi Pedesaan) sebagai pendekatan. Pertimbangan utamanya adalah mengingat
kemajemukan masyarakat pedesaan Indonesia. Dilihat dari tingkat perkembangannya, masih
terdapat sejumlah masyarakat desa kita yang masih terbelakang, sehingga masih tepat untuk
dianalisis lewat kerangka Sosiologi Pedesaan. Di lain pihak telah terdapat sejumlah desa yang
telah maju sehingga lebih tepat untuk dijelaskan lewat kerangka Sosiologi Pertanian.

3. Keutamaan mempelajari sosiologi pedesaan yaitu :
1) Ilmu sosiologi selalu erat kaitannya dengan semua ilmu.
2) Dunia peternakan tidak hanya mempelajari tentang obyek peternakan, tetapi juga subyek dari
dunia peternakan itu sendiri.
3) Mempermudah difusi inovasi dalam bidang peternakan.
4) Berkaitan erat dengan upaya pembangunan (khususnya bidang ekonomi).
5) Mengetahui norma-norma dalam masyarakat desa.
6) Mengetahui problem-problem sosial yang saling mempengaruhi dengan ilmu-ilmu pertanian.
Disamping keutamaan diatas dengan mempelajari sosiologi pedesaan kta bisa
mengumpulkan secara sistematis atau secara bermakna tentang keterangan-keterangan mengenai
masyarakat pedesaan dan segala tingkah laku atau aktifitas masyarakat pedesaan dan menelaah
hubungan-hubungannya. Sosiologi pedesaan membantu dalam mengambil lukisan seteliti-litinya
tingkah laku, sikap, perassan, motif, dan bagian-bagian masyarakat desa yang umumnya hidup
dalam lingkungan pedesaan.

Sosiologi Pedesaan dan Pertanian

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan
komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu
merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu.
Perkataan society datang daripada bahasa Latin societas, "perhubungan baik
dengan orang lain". Perkataan societas diambil dari socius yang berarti "teman", maka
makna masyarakat itu adalah berkait rapat dengan apa yang dikatakan sosial. Ini
bermakna telah tersirat dalam kata masyarakat bahawa ahli-ahlinya mempunyai
kepentingan yang sama. Maka, masyarakat selalu digunakan untuk menggambarkan
rakyat sebuah negara.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu
sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang
yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Dimana sebagian besar
interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Melihat dari berbagai aspek kehidupan yang terjadi di masyarakat pada saat ini, masih
terjadinya beberapa fenomena pergeseran nilai, norma serta adat istiadat kaitannya
dengan pemahaman tentang masyarakat desa dan kota. Hal tersebut dapat ditinjau dari
ilmu sosiologi, dimana yang menjadi obyek adalah masyarakat yang dilihat dari
hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam
masyarakat.

1.2. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adaah untuk mengetahui mengenai sosiologi,
sosiologi pedesaan dan sosiologi pertanian.


II. PEMBAHASAN
2.1. Sosiologi
Istilah sosiologi berasal dari kata Socius yang artinya teman dan logos dalam
bahasa Yunani yang artinya Ilmu Pengetahuan.
Secara harfiah berarti Sosiologi adalah Ilmu Pengetahuan yang mempelajari
hubungan antar teman.
Istilah Sosiologi pertama kali digunakan oleh seorang filosop dan Prancis yang
bernama Auguste Marie Francois Comte yang terkenal dengan sebutan Auguste Comte
dalam bukunya Course de Philosophie Positive pada tahun 1978-1857. Karena jasanya
maka Auguste Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi.
Berikut ini akan diuraikan beberapa difenisi sosiologi menurut para ahli sosiologi :
1. Pitirim A. Sorokin menjelaskan bahwa Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari
hal-hal seperti: Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial.
Misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan
ekonomi, dan gerak masyarakat dengan politik.
2. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, dua orang Indonesia ahli Sosiologi ini
berpendapat bahwa Sosiologi ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-
proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Objek dalam studi mengenai sosiologi adalah masyarakat.
Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti
manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan
jaringan perhubungan antara berbagai individu.
Ciri-ciri masyarakat :
1) Bercampur untuk waktu yang cukup lama.
2) Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan.
3) Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. sistem kehidupan bersama
menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu
dengan yang lainnya.
2.2. Sosiologi Pedesaan
Pada hakikatnya, terdapat dua versi sosiologi pedesaan yaitu versi klasik dan
modern. Definisi sosiologi pedesaan versi modern merupakan tuntutan perkembangan
dari sosiologi pedesaan di negara-negara kapitalis-industri modern. Karena dinegara-
negara ini telah terjadi perubahan dan perkembangan drastis (khususnya yang terjadi
dipedesaan) maka semakin dirasakan kurang tepatnya sosiologi pedesaan lama sebagai
kerangka pemahaman terhadap masyarakat pedesaan yang telah berkembang itu.
Perubahan yang sangat mendasar dinegara-negara itu adalah semakin menipisnya
perbedaan antara desa dan kota dalam pelbagai aspeknya.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai pengertian definitif
sosiologi pedesaan, berikut ini diuraikan beberapa definisi versi klasiknya :
a) Menurut John M. Gillete (1922:6) sosiologi pedesaan adalah cabang sosiologi yang
secara sistematik mempelajari komunitas-komunitas pedesaan untuk mengungkapkan
kondisi-kondisi serta kecenderungan-kecenderungannya dan merumuskan prinsip-
prinsip kemajuan.
b) Menurut N.L. Sims (dalam D. Sanderson, 1942:200) sosiologi pedesaan adalah studi
tentang asosiasi antara orang-orang yang hidupnya banyak tergantung pada pertanian.
c) Menurut Dwight Sanderson (1942:10) sosiologi pedesaan adalah sosiologi tentang
kehidupan dalam lingkungan pedesaan.
Keseluruhan definisi-definisi tentang sosiologi pedesaan diatas merupakan definisi
sosiologi pedesaan lama (klasik), yakni tatkala keadaan di Barat secara umum masih
memperlihatkan perbedaan yang jelas antara kawasan desa dan kotanya. Setelah era
globalisasi, perbedaan antara desa dan kota semakin kabur oleh perkembangan
teknologi, khususnya teknologi transportasi dan komunikasinya, maka sosiologi
pedesaan memiliki pemahaman yang berbeda dari pemahaman yang lama (klasik).
Maka sosiologi pedesaan pada era globalisasi ini berbeda dari pendekatan
sosiologi lama, sebagaimana dikemukakan oleh Howard Newbie (1978:6) bahwa
sosiologi pedesaan yang baru hendaknya merupakan studi tentang bagaimana
masyarakat desa (bukan hanya desa pertanian) menyesuaikan diri terhadap
merasuknya sistem kapitalisme modern ditengah kehidupan mereka.
Contoh kasus :
Masyarakat pedesaan masih kuat dalam memegang kebudayaan dan adat kebiasaan
mereka. Mereka lebih preventif terhadap kebudayaan asing yang masuk. Hal ini
membuat kultur adat kebiasaan mereka sangat kental dalam berinteraksi, mungkin hal
ini pula yang dulunya membuat bangsa Indonesia menjadi salah satu negara yang
paling ramah tamah di dunia dahulu kala. Pola interaksi mereka sangat kuat hubungan
kekeluargaannya.
Contoh apabila ada yang terkena musibah pada suatu individu pada pedesaan,
tetangga umumnya akan datang dan menanyakan apa yang sedang terjadi dan
membantu mereka. Hal ini bukan pula tidak ada di masyarakat kota tetapi intensitasnya
cenderung rendah dalam masyarakat perkotaan.


2.3. Sosiologi Pedesaan dan Sosiologi Perkotaan
Diantara sekian spesialisasi sosiologi yang ada, sosiologi pertanian (urban
sociology) merupakan spesialisasi yang sangat dekat atau sangat berkaitan dengan
sosiologi pedesaan.
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama
sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat
hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling
membutuhkan. Kota tergantung dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-
bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan
sumber tenaga kasar bagi jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh
bangunan dalam proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya
atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja musiman. Pada
saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian
mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat
untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang
desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat-obatan pembasmi hama pertanian,
minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi. Kota
juga menyadiakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan
menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin
berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Contoh kasus :
Dengan adanya hubungan masyarakat desa dan kota yang saling ketergantungan
dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni urbanisasi.
Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula
dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
Sebab-sebab Urbanisasi
1) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah
kediamannya, seperti :
a) Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian.
b) Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c) Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang
ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d) Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e) Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama,
kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan
lain dikota.
2) Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap
dikota, seperti :
a) Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih
mudah untuk mendapatkan penghasilan.
b) lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi
industri kerajinan.
c) Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah
didapat.
d) Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan
tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.


2.4. Sosiologi Pedesaan dan Sosiologi Pertanian
Sejarah sosiologi pertanian dimulai di Perancis dan Jerman pada akhir abad 18
dan 19 yaitu sejak banyaknya negarawan dan polisi, penyair dan filsuf serta ahli
sosiologi mengeluarkan pendapat mengenai rakyat desa.
Setelah Perang Dunia II, sosiologi pertanian bangkit di negara-negara Eropa
terutama di Belanda, Prancis, Norwegia, Inggris, Itali.
Di semua negara-negara Timur, paling lambat sejak tahun 1960-an sosiologi
pertanian naik daun.
Sosiologi pertanian dikenal di Amerika Latin setelah PD II. Muncul sebagai prodi
di Meksiko, Brasilia, dan Chili. Tahun 1969 didirikan perhimpunan sosiologi pedesaan
Amerika Latin
Konferensi regional Asia untuk penelitian dan pengajaran sosiologi pedesaan di
Los Banos Filipina (1971) merupakan langkah pertama di Asia Tenggara yang bersifat
internasional.
Sosiologi pedesaan merupakan suatu studi yang melukiskan hubungan manusia di
dalam dan antar kelompok yang ada di lingkungan pedesaan.
Menurut Ulrich Plank (terjemahan, 1990:4) sosiologi pertanian membahas
fenomena sosial dalam bidang ekonomi pertanian.
Perbedaan sosiologi pedesaan dan sosiologi pertanian :
Menurut planck (1993:3) sosiologi pertanian (agricultural sociology) sering disamakan
dengan sosiologi pedesaan (rural sociology). Tetapi ini hanya berlaku jika penduduk
desa terutama hidup dari pertanian saja. Semakin sedikit kehidupan penduduk di desa
ditandai oleh kegiatan pertanian, semakin pantas sosiologi pertanian dipisahkan dari
sosiologi pedesaan.
Sosiologi pedesaan dapat disamakan dengan sosiologi pertanian hanya sejauh bila
suatu penduduk desa terutama hidup dari pertanian saja. Dalam masyarakat pra-
industri desa-desa umumnya sangat tergantung pada sektor pertanian. Pada desa-desa
dalam masyarakat industri modernn atau yang sedang berkembang dalam hal ke arah
modern, sektor pertanian tidak menjadi dominan lagi. Bahkan ada diantaranya yang
peranan sektor pertaniannya sedikit sekali , sering hanya sepersepuluh atau bahkan
kurang dari seluruh penduduk desa. Dalam situasi seperti ini, maka objek sosiologi
pertanian dan sosiologi pedesaan perlu dipisahkan.
Objek sosiologi pedesaan adalah seluruh penduduk pedesaan yang terus menerus
menetap didesa, sedangkan, sedangkan objek sosiologi pertanian adalah penduduk yang
bertani tanpa memperhatikan tempat tinggalnya.


III. KESIMPULAN
Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hal-hal seperti: Hubungan dan
pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial. Misalnya antara gejala
ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, dan gerak
masyarakat dengan politik. Objek dalam studi mengenai sosiologi adalah masyarakat.
Sosiologi pedesaan lama (klasik), yakni tatkala keadaan di Barat secara umum
masih memperlihatkan perbedaan yang jelas antara kawasan desa dan kotanya. Setelah
era globalisasi, perbedaan antara desa dan kota semakin kabur oleh perkembangan
teknologi, khususnya teknologi transportasi dan komunikasinya, maka sosiologi
pedesaan memiliki pemahaman yang berbeda dari pemahaman yang lama (klasik).
Maka sosiologi pedesaan pada era globalisasi ini berbeda dari pendekatan
sosiologi lama, sebagaimana dikemukakan oleh Howard Newbie (1978:6) bahwa
sosiologi pedesaan yang baru hendaknya merupakan studi tentang bagaimana
masyarakat desa (bukan hanya desa pertanian) menyesuaikan diri terhadap
merasuknya sistem kapitalisme modern ditengah kehidupan mereka.
Diantara sekian spesialisasi sosiologi yang ada, sosiologi pertanian (urban
sociology) merupakan spesialisasi yang sangat dekat atau sangat berkaitan dengan
sosiologi pedesaan.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan
menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin
berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Menurut planck (1993:3) sosiologi pertanian (agricultural sociology) sering disamakan
dengan sosiologi pedesaan (rural sociology). Tetapi ini hanya berlaku jika penduduk
desa terutama hidup dari pertanian saja. Semakin sedikit kehidupan penduduk di desa
ditandai oleh kegiatan pertanian, semakin pantas sosiologi pertanian dipisahkan dari
sosiologi pedesaan.




DAFTAR PUSTAKA

Rahardjo. 1999. Pengantar Sosiologi Pedesaan dan Pertanian. Gadjah Mada University
Press, Yogyakarta
Mustafa Ibrahim. 2012. Masyarakat Pedesaan. Diunduh dari
http://mustafadroid.blogspot.com/2012/06/masyarakat-pedesaan.html (diakses 20
Desember 2012)
http://amandasialoone.blogspot.com/2011/12/interaksi-sosial-masyarakat-pedesaan.html
Iman.2011. Interaksi Sosial Masyarakat Desa. Diunduh dari
http://amandasialoone.blogspot.com/2011/12/interaksi-sosial-masyarakat-
pedesaan.html (diakses 20 Desember 2012)
Soekanto, Soerjono. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar. Raja Grafindo Persada, Jakarta