Anda di halaman 1dari 6

GOOD MINING PRACTICE

PRAKTEK PERTAMBANGAN YANG BAIK DAN BENAR


(GOOD MINING PRACTICE)
===================================
A. PENDAHULUAN
Di era Globalisasi dan Reformasi saat ini, beberapa perubahan tuntutan sudah menjadi kewajiban kita untuk
diperhatikan dalam melaksanakan aktifitas pembangunan.
Beberapa perubahan tuntutan tersebut antara lain adalah dengan adanya tuntutan :
- pembangunan yang harus berkelanjutan (sustainable deelopment!.
- mengikuti perkembangan teknologi.
- mengikuti era globalisasi yang semakin terbuka dan semakin majunya teknologi informasi.
- efisiensi
- "ak #$asi %anusia dan &aminan 'eamanan.
- peran serta (partisipasi! masyarakat.
(untutan-tuntutan tersebut tidak terke)uali wajib diperhatikan dalam kita melaksanakan aktifitas* kegiatan di dunia
pertambangan, dimana dalam melaksanakan aktifitas pertambangan tersebut kita harus melaksanakannya se)ara baik
dan benar.
#tas dasar tuntutan-tuntutan tersebut diatas, maka se)ara umum yang dimaksud dengan +raktek +ertambangan ,ang
Baikdan Benar (Good %ining +ra)ti)e! adalah suatu kegiatan pertambangan yang mentaati aturan, teren)ana dengan
baik, menerapkan teknologi yang sesuai yang berlandaskan pada efektifitas dan efisiensi, melaksanakan konserasi
bahan galian, mengendalikan dan memelihara fungsi lingkungan, menjamin keselamatan kerja, mengakomodir
keinginan dan partisipasi masyarakat, menghasilkan nilai tambah, meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan
masyarakat sekitar serta men)iptakan pembangunan yang berlanjutan.
B. PENGELOLAAN PERTAMBANGAN YANG BAIK DAN BENAR.
Dalam rangka pengelolaan pertambangan yang baik dan benar ini, maka terdapat - unsur utama yang
melaksanakannya, yaitu .+elaku Bisnis/ dan +embuat 'ebijakan/.
#gar ter)apai maksud pengelolaan tersebut diatas, maka pelaku bisnis dalam mengelola pertambangan haruslah
melaksanakannya dengan baik dengan selalu memperhatikan beberapa hal antara lain : efisiensi, keuntungan yang
wajar, resiko yang rendah, kepedulian terhadap lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat.
0edangkan bagi pembuat kebijakan beberapa hal yang wajib menjadi perhatiannya antara lain adalah bagaimana
agar pembangunan masyarakat dan daerah dapat berjalan baik, pembangunan dapat berkelanjutan, menekan agar
pelaku bisnis taat terhadap aturan, melaksanakan kegiatan berpedoman pada a$as konserasi bahan galian agar dapat
meningkatkan nilai tambah dan menekan terjadinya ke)elakaan serta pentingnya melaksanakan perlindungan
terhadap lingkungan.
+eran birokrat (pembuat kebijakan! pada hakekatnya adalah : membuat kebijakan yang tepat dan kondusif,
menjamin keamanan, menjamin kepastian hukum menjadi fasilitator yang baik serta membuat pedoman terhadap
pelaksanaan kegiatan.
C.TEKNIS PERTAMBANGAN YANG BAIK
+ada prinsipnya, (eknis +ertambangan yang baik dapat dilakukan apabila didalam aktifitas pertambangan tersebut
dilakukan hal-hal sebagai berikut :
1ksplorasi harus dilaksanakan se)ara baik, benar dan memadai.
+erhitungan )adangan layak tambang harus ditetapkan dengan baik (tingkat akurasi tinggi!.
0tudi Geohidrologi, Geoteknik dan %etalurgi harus dilakukan se)ara baik dan benar.
0tudi 'elayakan (2easibility 0tudy! yang komprehensif dengan didukung data yang )ukup, perlu disusun
dengan baik, termasuk studi lingkungannya (#%D#3 atau 4'3*4+3!.
(eknik dan sistim tambang serta proses pengolahan*pemurnian harus diren)anakan dan dilak-sanakan
se)ara baik (sistim tambang pada material lepas dan padu sangat berbeda, demikian pula proses
pengolahannya!
(eknis konstruksi dan +emilihan peralatan harus tepat guna.
0istim pengangkutan bahan tambang harus teren)ana baik, termasuk pemilihan alat angkut dan alat berat
lainnya.
+roduksi hendaknya disesuaikan dengan jumlah ketersediaan )adangan dan spesifikasi.
+rogram pas)a tambang harus teren)ana dengan baik sebelum seluruh aktifitas dihentikan.
+ada pas)a tambang harus segera dilakukan kegiatan penataan dan reklamasi pada lahan e5 tambang yang
disesuaikan dengan peren)anaannya. +elaksanaan penataan dan reklamasi sebaiknya menga)u pada ren)ana tata
ruang daerah yang bersangkutan dan disesuaikan dengan kondisi lahan.
&ika (eknis +ertambangan tidak dilakukan dengan baik dan benar, maka akan berakibat pada :
'esulitan dalam pelaksanaan kegiatan.
"asil tambang tidak akan efisien dan ekonomis.
+roduksi akan tersendat * tidak lan)ar.
'emungkinan terjadinya ke)elakaan tambang akan tinggi.
+engrusakan dan gangguan terhadap lingkungan akan timbul.
(erjadinya .pemborosan/ bahan galian.
+as)a tambang akan mengalami kesulitan dan sulit penanganannya.
0emua pihak akan mendapat rugi (+emerintah, perusahaan dan masyarakat!.
'egiatan pertambangan akan .dituding/ sebagai suatu kegiatan yang merusak lingkungan.
D. PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PASCA TAMBANG
Beberapa prinsip dalam peren)anaan dan pelaksanaan pas)a tambang yang harus menjadi perhatian antara lain :
+erlu adanya transparansi, komunikasi yang terbuka, komitmen, dukungan dan partisipasi yang ber-
asal dari seluruh stake holders (pemerintah, masyarakat dan pelaku bisnis!.
+eren)anaan dan pelaksanaannya harus sejalan dengan ketentuan dan standard yang berlaku.
Ren)ana pas)a tambang harus dapat diterima oleh seluruh stake holders dan sesuai dengan
keinginan publik.
+elaksanaan harus mempunyai target terjaminnya keselamatan lahan e5 tambang, terpeliharanya
lingkungan dan lahan e5 tambang dapat pergunakan kembali untuk kegiatan lainnya yang lebih
bermanfaat.
+elaku kegiatan harus dapat mempertanggung-jawabkan dari aspek teknik dan sosio-ekonomi.
+elaksanaan kegiatan pas)a tambang harus disesuaikan dengan ren)ana pembangunan daerah.
0e)ara teknis dan ekonomis, pelaksanaan pas)a tambang dapat dilaksanakan.
Ditangani oleh sumber daya manusia yang profesional dan paham.
+rogram pas)a tambang harus dipantau se)ara kontinyu dan segera direisi jika terjadi perubahan.
+rogram hendaknya bersifat adaptatif terhadap adanya perubahan kondisi.
"arus ada kriteria yang jelas terhadap tingkat keberhasilan se)ara kuantitatif.
&aminan pas)a tambang perlu ada dalam jumlah yang memadai.
E. LINGKUNGAN HIDUP PERTAMBANGAN
Dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan, permasalahan lingkungan hidup wajib untuk menjadi perhatian dari
para pelaku kegiatan. "al-hal yang perlu diperhatikan adalah :
0emua ketentuan, peraturan dan standar lingkungan yang berlaku.
0etiap kegiatan wajib dilengkapi dengan dokumen kajian lingkungan (#%D#3 atau 4'3*4+3!.
+erlu adanya suatu jaminan dalam rangka pelaksanaan reklamasi.
'epedulian harus dimulai sejak tahap eksplorasi sampai tahap pas)a tambang.
F. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
+eraturan yang menyangkut tentang 'eselamatan dan 'esehatan 'erja +ertambangan 4mum telah diatur dalam
'eputusan %enteri +ertambangan dan 1nergi 6omor : 777.'*-8*%.+1*9::7, tanggal -- %ei 9::7. 0egala aspek
menyangkut '-; +ertambangan 4mum telah diatur didalamnya, antara lain tentang :
+ihak-pihak penanggung jawab
+rogram dan manajemen '-;
'ewajiban melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi pekerja tambang.
(ata)ara inspeksi tambang oleh +elaksana <nspeksi (ambang dan 'epala (eknik (ambang.
'ondisi kerja, peralatan kerja, rambu-rambu*tanda-tanda peringatan.
'ewajiban menyusun 0tandard =peration +ro)edure (0=+!.
(ata)ara pen)egahan dan penanggulangan kemungkinan terjadinya bahaya dan ke)elakaan.
(ata)ara penanganan, penggunaan dan penyimpanan bahan peledak.
Dimensi tambang.
'ewajiban pemeriksaan kesehatan terhadap pekerja tambang.
#turan-aturan penggunaan alat angkut.
+engamanan alat-alat berputar.
+embiayaan-pembiayaan pelaksanaan program '-;
Beberapa hal lainnya dalam upaya pen)egahan terjadinya ke)elakaan tambang.
'eputusan %enteri +ertambangan dan 1nergi ini berlaku untuk kegiatan pertambangan terbuka *diatas permukaan
tanah dan pertambangan bawah tanah.
G. KONSERVASI BAHAN GALIAN TAMBANG
+ada prinsipnya penerapan a$as konserasi pada pemanfaatan bahan galian tambang adalah )ara bagaimana
pemanfaatan bahan galian tersebut dilakukan se)ara optimal dengan memperhatikan hal-hal :
%emperhitungkan kebutuhan akan bahan galian tersebut (pengusahaan*pemanfaatan tepat waktu!.
+engambilan bahan galian (penambangan! harus tepat teknologi pada saat kegiatan berjalan.
#danya upaya untuk menghindari terjadinya .kehilangan/ bahan galian dalam penambangannya.
#danya upaya melakukan .pemilahan/ dalam pengambilan antara bahan galian berkadar
tinggi dan rendah, dimana bahan galian berkadar tinggi diambil terlebih dahulu dan bahan galian
berkadar rendah tetap .disimpan/ sebagai )adangan masa depan dan diambil jika teknologi
telah mampu mengolah bahan galian tersebut.
#danya upaya untuk memanfaatkan mineral-mineral ikutan se)ara optimal.
%engingat umumnya bahan galian tambang bersifat .unrenewable resour)es/ (tidak terbaharukan!, maka
jika hal-hal tersebut diatas dapat dilakukan dengan baik dan benar, maka ketersediaan suatu bahan galian
akan dapat dimanfaatkan untuk jangka waktu yang lama dan dapat berlanjut sesuai dengan kemajuan
teknologi manusia nantinya.
H. HUBUNGAN ANTARA LAHAN TAMBANG PERTAMBANGAN LINGKUNGAN
Dalam rangka penerapan +raktek +ertambangan ,ang Baik dan Benar, maka perlu dipikirkan hubungan antara 3ahan (ambang dengan
'egiatan +ertambangan itu sendiri dan 3ingkungan.
"ubungan ketiga komponen tersebut pada hakekatnya saling berinteraksi dan dapat disinergikan antara satu sama
lainnya yang dapat digambarkan dalam hubungan .segitiga interaksi/.
"ubungan ketiga komponen tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
Dari 3ahan (ambang yang mengandung bahan galian tambang tertentu, dapat dimanfaatkan guna menunjang segala
aktifitas dan kehidupan manusia serta merupakan peluang usaha bagi pelaku bisnis ( 9 > - !. Didalam aktifitas
+ertambangan, eksploitasi harus dilakukan sesuai aturan, teren)ana se)ara teknis, efisien, menerapkan a$as
konserasi, menghasilkan nilai tambah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ( - > 9 !.
0elanjutnya untuk men)egah timbulnya .pengrusakan/ terhadap lingkungan, maka dalam melakukan aktifitas
+ertambangan, pelaku kegiatan harus mampu mengendalikan dan memelihara lingkungan, menjamin keselamatan
kerja, meren)anakan dan melaksanakan upaya rehabilitasi*reklamasi serta mengakomodir kemauan dan partisipasi
masyarakat ( - > ; !, sehingga jika hal tersebut terlaksana dengan baik maka 3ingkungan (kondisi alam dan
masyarakat! akan memberikan .feed-ba)k/ terhadap keberlanjutan, keamanan, kelan)aran dan ketenangan bagi
pelaku kegiatan dalam melaksaanakan kegiatan pertambangan tersebut ( ; > - !.
Dilain sisi dengan .baik/nya 3ingkungan merespons kegiatan pertambangan, maka pada pas)a tambang,
3ingkungan tersebut akan mampu men)iptakan suatu kondisi lingkungan baru yang dapat bermanfaat serta berdaya
guna kembali (; > 9!, dan pada 3ahan (ambang yang telah dieksploitasi, se)ara berangsur akan .terpulihkan/
kembali dengan kondisi baru dengan peruntukan lainnya yang lebih bermanfaat di masa mendatang ( 9 > ; !.
&ika hubungan ketiga komponen ini berjalan baik, saling berinteraksi dan bersinergi, maka dari hubungan tersebut
dapat ter)apai sasaran sebagai berikut :
Bekas LAHAN TAMBANG dalam kondisi Aman, Layak dimanfaatkan, Indah, Harmonis, bersifat Fasilitatif jika
dipergunakan, mendatangkan Untung jika dimanfaatkan, bersifat Natural, dibentuk se)ara Geometris, sebagai lahan
yang Strategis dalam pemanfaatannya dan dapat dimanfaatkan se)ara Integratif ( ALIH FUNGSI !.
0elanjutnya dalam aktifitas PERTAMBANGAN dilakukan se)ara Profesional, Realistis, Objektif, Fair, Inoatif
dan Transparan dalam pengeksploitasian dan pengelolaannya ( P R O F I T !.
0edangkan kondisi LINGKUNGAN diharapkan akan Sehat, bersifat Ekologis, Ramah, Adaptatif, Sinergik dan
mampu untuk saling melakukan Interaksi terhadap aktifitas +ertambangan dan kondisi pada bekas 3ahan (ambang (
SERASI !.
I. PERANAN BIROKRAT DAN MASYARAKAT
Dalam +raktek +ertambangan ,ang Baik dan Benar ini, peranan Birokrat adalah : membuat kebijakan yang bersifat
kondusif, menjamin kepastian hukum, menjamin keamanan, menyusun pedoman dan menjadi fasilitator serta
melakukan tugas pemantauan, pengawasan bimbingan dan pembinaan serta melakukan ealuasi terhadap aktifitas
pertambangan.
Bimbingan dan +engawasan yang dilakukan oleh Birokrat sudah wajib dilakukan sejak tahap peren)anaan sampai
dengan tahap pas)a tambang.
0edangkan peran masyarakat terhadap aktifitas pertambangan juga dapat dilakukan, terutama pada tahap
pelaksanaan kegiatan sampai dengan tahapan pas)a tambang (tidak tertutup kemungkinan peran mereka juga bisa
dari sejak tahap peren)anaan!.
J. P E N U T U P
Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari uraian diatas adalah :
#ktifitas pertambangan tidak akan dinyatakan sebagai suatu kegiatan .pengrusak/ lingkungan jika
+raktek +ertambangan ,ang Baik dan Benar (Good %ining +ra)ti)e! dapat diimplementasikan
dengan penuh kesadaran, terutama dari pelaku kegiatan * pelaku bisnis.
Dalam <mplementasi +raktek +ertambangan ,ang Baik dan Benar ini, semua pihak (+emerintah,
+elaku Bisnis dan %asyarakat! harus berperan aktif dan saling melakukan .kontrol/.
Bimbingan dan +engawasan terutama dari unsur Birokrat, harus sudah mulai dilaksanakan sejak
pada tahap peren)anaan sampai dengan tahap pas)a tambang.
0edangkan masyarakat dapat turut membantu melakukan pengawasan pada tahap kegiatan dilak-
sanakan sampai dengan tahap pas)a tambang.
Dengan sistim kontrol demikian, diharapkan suatu kegiatan pertambangan dapat terlaksana dengan
baik dan mendatangkan kebaikan bagi semua pihak (seluruh stake holders!.