Anda di halaman 1dari 4

5. Bagaimana cara menentukan besarnya factor pengotor pada sebuah APK?

Fouling factor dapat didefinisikan sebagai akumulasi endapan yang tidak diinginkan pada
permukaan perpindahan panas alat penukar kalor. Pengotoran ini dapat terjadi endapan dari
fluida yang mengalir, juga disebabkan oleh korosi pada komponen dari alat penukar kalor akibat
pengaruh dari jenis fluida yangdialirinya. Selama heat exchanger ini dioperasikan pengaruh
pengotoran pastiakan terjadi. Terjadinya pengotoran tersebut dapat menganggu atau
mempengaruhi temperatur fluida yang mengalir, temperature dinding tube sertakecepatan aliran
fluida. Selain itu, juga dapat menurunkan ataau mempengaruhikoefisien perpindahan panas
menyeluruh dari fluida tersebut. Oleh sebab itu, perancang heat exchanger akan memasukkan
nilai koefisien fouling pada saat penentuan koefisien keseluruhan ( overall coefficient heat
transfer) untukmemastikan bahwa heat exchanger tersebut nantinya ketika dioperasikan tidak
mengalami masalah dalam jangka waktu yang cepat. Faktor pengotoran (foulingfactor, R
f
) dapat
dicari dengan menggunakan persamaan :


3. 75,000lb/hr of ethylene glycol is heated from 100 to 200
o
F using steam at 250
o
F. Available for the
service is a 17 inch. ID 1-2 exchanger having 224 tubes inch. OD, 14 BWG, 160 long on 15/16-inch
triangular pitch. Baffles are spaced 7 inch apart. What is the dirt factor?
Jawab:
Diketahui:
T
1 in
= 100
0
F T
1 out
= 200
0
F
T
2 in
= 250
0
F T
2 out
= 250
0
F
m
ethylene glycol
= 75.000 lb/hr
- Heat Exchanger item:
Diameter dalam shell (ID) = 17,25 inch
Jumlah tube (N
t
) = 224
Diameter luar tube (OD) = 0.75 inch
Jenis tube = 14 BWG
Panjang tube (L) = 16 ft
Pitch tube(P
t
)= 15/16 inch
Passes tube side (n
pass
) = 2
Passes shell side = 1
Jarak antar baffles (b) = 7 inch

Ditanyakan :R
f
= ?
Penyelesaian:
Menggunakan pendekatan asumsi:
- Asumsi steam memiliki sifat termal yang sama dengan air agar viskositas dapat
ditemukan
- Basis waktu yang digunakan adalah 1 jam
- Aliran kalor antara sistem dan lingkungan tidak ada
- Kalor pada steam tidak digunakan untuk menurunkan suhunya, namun untuk berubah
wujud menjadi cair

Cara untuk menghitung nilai R
f
:
1. Dengan menggunakan teori asas black dapat ditentukan besarnya kalor yang diperlukan dan
massa pada steam
c
ethylene glycol
= 0,63 Btu/lb.
0
F
L
steam
= 900 Btu/lb.
Q = m.c. T = 75.000 lb/hr . (0,63 Btu/lb.
0
F). (200-100)
0
F = 4.725.000 Btu/hr
Q
lepas
(steam) = Q
terima
(ethylene glycol)


m
s
.L + m
s
.c . (250 250)
o
F = m
e
.c.T
m
s
.L = m
e
.c.T
m
s
. 900 Btu/lb = 75.000 lb/hr. (0,63 Btu/lb.
o
F). (200-100)
0
F
m
steam
= 5.250 lb/hr

2. Menghitung T
lm
dengan metode LMTD
( ) ( )
( ) ( ) | |
( ) ( )
( ) ( ) | |
F
T T T T
T T T T
T T
T T
T
o
in in out out
in in out out
lm
02 , 91
100 250 200 250 ln
100 250 200 250
ln ) / ln(
1 2 1 2
1 2 1 2
2 1
2 1
=


=


=
A A
A A
= A

3. Shell (fluida panas)steam
at' = 0,268 in
2

ID = 0,584 in. = 0,049 ft (untuk OD tube = dan 14 BWG)
2
2084 , 0
2 . 144
268 , 0 . 224
. 144
' ..
ft
n
at Nt
a
pass
t
= = =
Gt =
.
m
steam
/a
t
= (5.250 lb/hr) / 0,2084ft
2
= 25.191,94 lb/ft
2
.hr
Re = ID . Gt /
=( ) ( ) hr ft lb x cp hr ft lb x ft . / 42 , 2 013 , 0 . / 94 , 191 . 25 049 , 0
2
= 38,970.37 (Turbulen)
Entalpi steam, hio= 1500 Btu/ft
2
.
o
F

4. Tube (fluida dingin)ethylene glycol
Tube pitch merupakan penjumlahan dari diameter tube dan jarak ruangan (C). Jadi:
C = pitch OD =
16
15
= 0,1875 in
144 .
'. .
Pt
B c ID
as = =
( ) 144 16 15
7 1875 , 0 25 , 17
x
x x
= 0,1677 ft
2

Gs =
.
m
eg
/as = (75.000 lb/ hr)/ 0,1677 ft
2
= 447.204,97 lb/ft
2
.hr

= (5.5 cp)(2.42 lb/ft.hr) = 13,31 lb/ft.hr
Re = De.Gs/ =
( )
hr ft lb
hr ft lb x ft
. / 31 , 13
. / 97 , 204 . 447 12 55 , 0
2
= 1539,9
Dari figure-28 didapat JH=20
3 / 1 3 / 1
1503 . 0
31 . 13 63 . 0
.
) 12 / 55 . 0 (
1503 . 0
. 20
.
. |
.
|

\
|
= |
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=
x
k
Cp
De
k
JH ho

= 250,607 Btu/ft
2
.
0
F
Nilai k dari Tabel A-4 Buku Holman, yaitu k = 0,26028 W/m.
o
C = 0.1503 (Btu/ft
2
).(
0
F/ft)
5. Mengitung R
f

U clean = 7315 , 214
607 , 250 1500
607 , 250 . 1500 .
=
+
=
+ ho hio
ho hio
Btu/ft
2
.
0
F.hr
Menghitung Utotal
a = 0,1963 ft
2
didapat dari tabel 2 buku Kern
A = N.L.a = 224. 16.0,1963 ft
2
= 703.54 ft
2
U dirt = F ft hr Btu
F ft
hr Btu
T A
Q
o
o
m l
. . / 79 , 73
02 , 91 . 54 , 703
/ 4725000
.
2
2
= =
A

R
f
= Btu F ft hr
x Udirt Uclean
Udirt Uclean
o
/ . . 0089 . 0
79 , 73 7315 , 214
79 , 73 7315 , 214
.
2
=



Dirt factor yang terjadi pada Heat Exchanger sebesar0,0089 hr.ft
2
.oF/Btu