Anda di halaman 1dari 30

Laporan Akhir

Praktikum Rekayasa Material


Modul F ANALISIS STRUKTUR MIKRO LOGAM
( MICROSTRUCTURE ANALYSIS OF METAL)
oleh :
Nama

: Saniy Shabrina

NIM

: 13111060

Kelompok

:7

Anggota (NIM) : Yusuf Galuh

(13112014)

Mario Ghazali

(13112049)

Vera Miranda Batubara

(13112064)

Fadil Hidayat

(13112082)

Galang Erlangga

(13112108)

Tanggal Praktikum

: 5 November 2014

Tanggal Penyerahan Laporan

: 10 November 2014

Nama Asisten (NIM)

: Fathimah ( 13710029)

Laboratorium Metalurgi dan Teknik Material


Keelompok Keahlian Ilmu dan Teknik Material
Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara
Institut Teknologi Bandung
2014

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan zaman semakin marak dan cepat mengakibatkan
perkembangan teknologi yang semakin maju. Seiring perkembangan teknologi yang
semakin pesat, maka dibutuhkan komponen-komponen yang mendukung perkembangan
teknologi yang pesat tersebut, seperti halnya peyediaan logam, disadari atau tidak unsur
logam ini sangatlah penting dalam proses pengembangan teknologi bahkan hampir
menambah semua aspek kehidupan manusia.
Material-material tersebut seharusnya memiliki sifat-sifat material yang
memenuhi suatu standar yang ditentukan, salah satu sifat yang seharusnya memenuhi
standar adalah sifat fisik suatu material, untuk menentukan sifat fisik suatu material maka
kita memerlukan data dan analisis struktur mikro material tersebut agar material tersebut
bisa dengan mudah kita tentukan sifat atau karakteristiknya.
Secara umum terdapat beberapa hal yan bisa kita pelajari dari pengamatan
struktur mikro. Diantaranya adalah gambaran distribusi fasa, pengotor, dan butir dari
material. Selain itu kita juga dapat mengetahui bahwa setiap material memiliki struktur
mikro yang berbeda-beda. Dengan pengetahuan yang kita miliki tentang struktur mikro
maka dapat mempermudah kita dalam menganalisis suatu material

Tujuan Praktikum
1. Membandingkan struktur mikro pada spesimen uji dengan literatur yang sudah
ada.
2. Menentukan fenomena-fenomena yang terjadi pada struktur mikro spesimen uji.
3. Membandingkan struktur mikro pada baja dengan kandungan karbon yang
berbeda-beda.
4. Membandingkan struktur mikro satu spesimen uji dengan perbesaran yang
berbeda-beda.

BAB II
TEORI DASAR

Struktur mikro pada material sangat erat kaitannya dengan sifat pada logam tersebut.
Pengubahan struktur mikro pada logam khususnya bisa melalui pengaturan laju
pendinginan yang akan mengubah sifat baja dikenal dengan istilat Heat Treatment.
Macam-macam Heat Treatment ini adalah Annealing, Quenching, Normalizing dan
Tempering.

Annealing
Annealing adalah suatu proses perlakuan panas (heat treatment) yang sering
dilakukan terhadap logam atau paduan dalam proses pembuatan suatu produk.
Tahapan dari proses annealing ini dimulai dengan memanaskan logam (paduan)
sampai temperatur tertentu, menahan pada temperatur tertentu tadi selama
beberapa waktu tertentu agar tercapai perubahan yang diinginkan lalu
mendinginkan logam atau paduan tadi dengan laju pendinginan yang cukup
lambat. Jenis annealing itu beraneka ragam, tergantung pada jenis atau kondisi
benda kerja, temperatur pemanasan, lamanya waktu penahanan, laju pendinginan
(cooling rate), dll.
Pemanasan produk setengah jadi pada suhu 850-9500C dalam waktu yang
tertentu, lalu didinginkan secara perlahan. Proses ini berlangsung didapur
(furnace). Butiran yang dihasilkan umumnya besar/kasar.

Quenching
Sistem pendinginan produk baja secara cepat dengan cara penyemprotan air pada
pencelupan serta perendaman produk yang masih panas kedalam media air atau
oli.

Normalizing
Merupakan

proses

perlakuan

panas

yang

menghasilkan

perlite

halus,

pendinginannya dengan menggunakan media udara, lebih keras dan kuat dari
hasil anneal.
Atau bisa dikatakan sebagai proses memanaskan baja sehingga seluruh fasa
menjadi austenite dan didinginkan pada temperature suhu kamar, sehingga
dihasilkan struktur normal dari perlit dan ferit.

Tempering
Tempering dimaksudkan untuk membuat baja yang telah dikeraskan agar lebih
menjadi liat, yaitu dengan cara memanaskan kembali baja yang telah diquench
pada temperature antara 300F sampai dengan 1200F selama 30 sampai 60
menit, kemudian didinginkan dengan temperatur kamar. Proses ini dapat
menyebabkan kekerasan menjadi sedikit menurun tetapi kekuatan logam akan
menjadi lebih kuat.

Dalam pengamatan struktur mikro, dapat terlihat fasa-fasa dalam suatu material. Fasa
adalah suatu daerah dimana pada rentang dan komposisi tertentu mempunyai sifat yang
sama. Antara fasa satu dengan fasa yang lain akan dibatasi oleh batas fasa. Di dalam
struktur mikro terdapat istilah butir, butir adalah kumpulan sel satuan yang mempunyai
arah dan orientasi gerak yang sama yang dilihat dari arah dua dimensi. Batas butir adalah
daerah perbatasan antara butir yang satu dengan butir yang lainnya, dimana pada daerah
batas butir ini adalah daerah yang tidak stabil.
Diagram Fasa Fe-C

Gambar 2.1 Diagram Fasa Fe-C

Dapat dilihat bahwa pada diagram fasa di atas ada beberapa jenis fasa yaitu,
Perlit, Bainit, Ferit, Austenit, dan Martensit. Perbedaan dari Perlit, Bainit, dan Martensit
disebabkan karena ada variasi laju pendinginan. Laju pendinginan yang sangat cepat akan
menghasilkan Martensit, laju pendinginan yang cukup cepat tetapi tidak mampu
menghasilkan Martensit akan membentuk Bainit, sedangkan laju pendinginan yang
lambat akan membentuk Perlit. Tabel di bawah ini menunjukkan struktur mikro dari
beberapa fasa yang telah disebukan di atas :

Martensit

Perlit

Bainit

Austenit

Ferit

Untuk dapat melihat struktur mikro dari suatu material khususnya logam kita bisa
menggunakan teknik Metallography. Metallography adalah ilmu yang mempelajari
karakteristik, struktur dari suatu logam atau paduan. Teknik Metallography ini ada
beberapa tahapan, yaitu :

Sectioning
Spesimen uji dipotong dengan ukuran tertentu

Mounting
Pemberian resin pada spesimen uji disekelilingnya agar material tersebut bisa
dipegang.

Grinding, Polishing & Etching


Menghaluskan permukaan material dengan menggunakan grinding dan polishing,
grinding yaitu dengan menggunakan amplas sedangkan polishing dengan
menggunakan kain beludru, pasta gigi yang mengandung alumina atau silica.
Etching adalah proses pencelupan material pada zat kimia tertentu biasanya
adalah larutan etsa, yang berfungsi untuk membentuk kontur pada permukaan
material.

Observing
Mengamati struktur mikro pada spesimen uji dengan menggunakan mikroskop
optik.

BAB III
DATA PERCOBAAN

3.1 Prosedur Praktikum

Mempersiapkan spesimen yang ingin dilihat struktur mikronya

Mempersiapkan mikroskop optik yang terhubung dengan komputer yang mempunyai


aplikasi dino capture untuk melihat struktur mikro suatu logam

Mengamati struktur mikro suatu logam dengan cara mengatur-ngatur perbesaran pada
mikroskop dan mengatur fokus serta pencahayannya

3.2 Tabel Hasil percobaan


No

Nama
Spesimen

Alumuni
um 2024

Alumuni
um
Murni

Struktur Mikro

Literatur

Alumuni
um
dengan
Produk
Ekstrusi
(Al Mg
Si)

Baja
Karbon
Rendah

Baja
Karbon
Tinggi

Baja
Karbon
Medium

Baja
yang
Dilapisi
Cr

Baja
yang
Dilapisi
Zn

Baja
yang
Dilapisi
Mangan

10

Baja
Tahan
Karat
Austeniti
k (304)

11

Baja
Tahan
Karat
Austeniti
k
(Duflex)

12

Baja
Tahan
Karat
Austeniti
k atau
Duplex

13

Besi Cor
Kelabu

14

Besi Cor
Mellable

15

Besi Cor
Nodular

16

Besi Cor
Putih

17

Billet
Alumuni
um

18

Inconel
Ni Super
Alloy

19

Kuningan
atau
Brass

20

Struktur
Baja
Lasan
SMAW
(daerah
HAZ
Columnar
)

21

Struktur
Baja
Lasan
Friction
Weld

22

Struktur
Lasan
Baja
SMAW

23

Struktur
Lasan
Baja
Austeniti
k (304)

24

Tembaga

BAB IV
ANALISIS DATA

Pada data dan hasil pengolahan data, terdapat 24 jenis spesimen yang dilihat struktur
mikronya. Masing-masing spesimen mempunyai struktur mikro yang berbeda-beda yang
akan dibahas perkelompok pada tabel di bawah ini :
Baja Karbon
Baja Karbon Rendah (40X)

Batas butir sangat jelas


terlihat, fasa didominasi
oleh austenit dan sedikit
bainit.
Kandungan karbonnya
adalah 0-0.25%
Pada hasil mikroskop optic
terlihat bahwa ferit adalah
yang berwarna putih dan
pearlite yang berwarna
gelap. Paduan baja karbon
rendah relatif lunak tetapi
memiliki keuletan dan
ketangguhan yang tinggi.

Baja Karbon Medium (40X)

Terlihat bercak hitam yang


menandakan keberadaan
ferrit pada struktur mikro
tersebut
Kandungan karbonnya
adalah 0.25-0.6%
Pada gambar makin terlihat
perlit yang berwarna hitam.
Terdapat juga fasa 1 yang
sempat menginti dan
tumbuh. Baja karbon
medium memiliki mampu
keras yang rendah.
Biasanya digunakan untuk
profil.

Baja Karbon Tinggi (40X)

Batas butir menjadi sulit


terlihat, fasa didominasi
oleh pearlite dan sedikit
cementite. Kandungan
karbonnya adalah 0.6-1.4%
Struktur perlit terlihat
semakin banyak dan jelas.
Karena kadar karbonnya
tinggi, kekerasan baja
karbon tinggi melebihi baja
karbon lainnya
(diasumsikan laju
pendinginan berlangsung
lambat). Biasanya
digunakan untuk baja
perkakas rel kereta api.

Jika dibandingkan dengan literatur yang terdapat pada bab 3 di atas, maka baja karbon
yang paling mendekati literatur adalah baja karbon tinggi, sebenarnya jika dilihat secara
sekilas ketiga struktur mikro tersebut tidak berbeda jauh dengan literatur, tetapi karena
pencahayaan yang kurang, dan pemosisian yang tidak sama maka struktur mikro menjadi
tidak sama, dan perbedaan perbesaran yang terdapat pada literatur dan pada hasil
menggunakan mikroskop optik juga berbeda.
Dibandingkan dengan spesimen baja yang tidak dietsa :
Tembaga
Tembaga

Tembaga Hasil Annealing

Fenomena Twinning

Tembaga yang belum


dilakukan proses Annealing

Tembaga yang telah

memiliki batas butir yang

dilakukan proses Annealing

lebih jelas bila dibndingkan

memiliki batas butir yang

dengan tembaga hasil

tidak sejelas tembaga yang

proses Annealing.

belum dilakukan proses

Fenomena twinning terlihat

Annealing. Fenomena

lebih jelas bila

twinning juga menjadi lebih

dibandingkan dengan

tidak jelas bila

tembaga yang telah

dibandingkan dengan

dilakukan proses annealing.

tembaga yang belum

Tembaga ada fasa bainit

dilakukan proses Annealing.

dan perlit.

Bagian yang dilingkari di


atas menunjukkan
fenomena twinning.
Twinning adalah 2 garis
sejajar yang membentuk
cermin.

Paduan Alumunium
Alumunium 2024 (40X)

Alumunium Murni (40X)

Alumunium Produk
Ekstrusi (Al Mg Si) (40X)

Daerah terang merupakan


larutan padat Aluminium.

Alumunium Produk

Daerah gelapnya

Aluminium murni 100%

merupakan unsur paduan


lainnya. Pada Alumunium
2024 terdapat fenomena

tidak memiliki kandungan

Esktrusi (Al Mg Si)


mempunyai struktur mikro

unsur apapun selain


aluminium itu sendiri.

cladding, cladding adalah

yang berbeda bila


dibandingkan dengan
Alumunium 2024 dan

ikatan antara logam logam

alumunium murni,

yang berbeda.

Besi Cor
Besi Cor Kelabu

Besi Cor Mellable

Besi Cor Nodular

Besi Cor Putih

Permukaan patahan

Besi cor malleable

Bentuk nodular ini

Besi cor putih

pada besi cor kelabu

adalah besi cor

(bulat) akan

memiliki kekerasan

berwarna kelabu.

putih yang telah

menyebabkan

yang tinggi

Besi cor kelabu

mengalami

struktur mikro jenis

dibandingkan besi

memiliki grafit

perlakuan panas

ini menjadi ulet. Hal

cor lainnya.

berbentuk serpih,

dengan suhu

ini bisa disebabkan

Terdapat fasa

sehingga memiliki

berkisar antara 800-

karena bentuk

pearlite dan fasa

konsentrasi

900 C,

nodular yang bulat.

Fe3C.

tegangan pada

menyebabkan

Matriksnya bisa

White cast iron

ujung-ujung

penguraian sementit

berupa perlit atau

memiliki sifat yang

grafitnya yang

menjadi grafit. Pada

ferit, tetapi pada

sangat keras, dan

mengakibatkan

gambar dari literatur

gambar terlihat

getas. Besi cor jenis

internal strength

ataupun hasil

bahwa matriksnya

ini memiliki wear

naik kekerasan

pengamatan, terlihat

adalah ferit. Butit-

resistance yang

dan kekuatan

jelas struktur

butir terlihat lebih

cukup tinggi.

meningkat. Dapat

grafitnya yang

jelas pada besi cor

terlihat struktur

berwarna hitam.

nodular

grafit yang

Pada gambar juga

dibandingkan

berwarna hitam

terlihat bahwa

dengan besi cor

dengan matriks

matriksnya adalah

jenis lainnya.

ferit.

ferit.

Baja Tahan Karat Austenitik


Baja Tahan Karat
Austenitik (304)

Baja Tahan Karat


Austenitik (Duflex)

Baja Tahan Karat


Austenitik atau Duplex

Baja Tahan Karat


Austenitik (Duflex)
mempunyai fasa austenite
Baja Tahan Karat

dan fasa ini hampir

Austenitik rentan terhadap

menyerupai dengan

cracking ketika dilakukan

austenisasi pada temperatur

pengelasan dalam

1000 C. Gambar

temperatur yang tinggi.

austenisasi pada
temperature 1000 C bisa
dilihat pada Bab II, Teori
Dasar.

Baja Tahan Karat


Austenitik atau Duplex
mengandung fasa Austenit
dan sedikit fasa Bainit,
batas butir terlihat lebih
jelas bila dibandingkan
dengan baja tahan karat
Austenitik (Duflex).

Baja yang Dilapisi


Baja Karbon yang

Baja Karbon yang

Baja Paduan Mangan

Dilapisi Cr

Dilapisin Zn

(Mn)

Pada struktur mikro baja


Pada struktur mikro baja
yang dilapisi dengan Cr,
seharusnya diletakkan pada
bagian sisi tepinya, yaitu
sisi dimana pertemuan
antara baja dan Cr, hal yang
diteliti di atas adalah
struktur mikro pada daerah
yang telah di gerinda
sehingga tidak tampak
perbedannya, seharusnya
bisa terlihat fasa-fasa pada
daerah penempelan antara
baja dan Cr.

yang dilapisi Zn terlihat Zn


hanya menempati bagian
permukaan dari base metal.

Struktur mikro ini terletak

Perbedaan antara hasil

pada daerah paduan manhan

mikroskop dengan literatur

dan baja. Terlihat jelas

diakibatkan oleh perbedaan

bahwa ada bagian yang

pembesaran pada

terpisahkan antara baja dan

mikroskop. Pada literatur

logam paduannya pada

terlihat lebih jelas struktur

gambar di atas.

struktur mikro disekitar

Disebut baja paduan jika

permukaan base metal yang

elemen pemadu yang

dilapisi Zn.

terkandung didalamnya

Karena kesalahan

mencapai 0.8 %.

penempatan spesimen,
maka tidak terlihat proses
pelapisannya.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
1. Hasil perbandingan dari spesimen uji dengan literatur adalah sebagai berikut :
Alumunium 2024

Spesimen Uji

Literatur

Hasil perbandingan antara spesimen uji dan literature berbeda karena perbesaran
yang dilakukan pada literature dengan spesimen uji berbeda, pada literatur
perbesaran tidak dilakukan sebesar perbesaran yang dilakukan pada spesimen uji
yaitu mencapai 40X.

Alumunium dengan Produk Ekstrusi (Al Mg Si)

Spesimen Uji

Literatur

Hasil perbandingan antara spesimen uji dan literature berbeda, pada literature
yang didapatkan dapat terlihat bahwa fasa-fasa yang terlihat tidak begitu fokus
sehingga sulit dibandingkan dengan spesimen uji.

Baja Karbon Rendah

Spesimen Uji

Literatur

Baja karbon rendah bila dibandingkan dengan literatur telah sama, pada baja
karbon rendah ini mengandung fasa austenit dan sedikit bainit.

Baja Karbon Medium

Spesimen Uji

Literatur

Baja karbon medium bila dibandingkan dengan literature telah sama, hanya saja
dalam pencahayannya masih kurang.

Baja Karbon Tinggi

Spesimen Uji

Literatur

Pada baja karbon tinggi, hasil mikroskop hampir sama walaupun terlihat ada
perbedaan dengan setting kontras antara mikroskop dengan literatur. Struktur
perlit terlihat semakin banyak dan jelas. Karena kadar karbonnya tinggi,
kekerasan baja karbon tinggi melebihi baja karbon lainnya (diasumsikan laju

pendinginan berlangsung lambat). Biasanya digunakan untuk baja perkakas rel


kereta api.

Baja yang Dilapisi Zn

Spesimen Uji

Literatur

Pada baja yang dilapisi dengan Zn, pada hasil foto dengan menggunakan
mikroskop optik seharusnya posisi lebih ke arah pelapisannya, sedangkan yang
dilakukan pada saat praktikum adalah hasil foto pada daerah tengah sehingga
perbedaannya tidak begitu terlihat.

Besi Cor

Spesimen Uji

Literatur
Besi Cor Kelabu

Besi Cor Melleable

Besi Cor Nodular

Besi Cor Putih

Besi cor kelabu bila dibandingkan dengan literatur lebih banyak terlihat struktur
martensitnya bila dibandingkan dengan spesimen uji. Pada besi cor malleable
hasil spesimen uji dan literatur hampir sama. Pada besi cor nodular, karena
perbesaran pada literatur lebih kecil bila dibandingkan dengan spesimen uji,

maka graphite nodular yang terlihat akan lebih banyak pada literatur. Sedangkan
pada besi cor putih struktur mikronya hampir mendekati dengan literatur.
2. Fenomena-fenomena yang terjadi dapat terlihat jelas pada tembaga dan
Alumunium 2024. Yaitu pada tembaga adanya fenomena twinning dan pada
Alumunium 2024 adanya fenomena cladding.
Twinning adalah 2 garis sejajar yang membentuk cermin.
Cladding adalah ikatan antara dua jenis logam yang berbeda.

3. Membandingkan struktur mikro pada baja dengan kandungan karbon yang


berbeda-beda.
Baja Karbon Rendah

Baja Karbon Medium

Batas butir sangat jelas

Terlihat bercak hitam

terlihat, fasa didominasi

yang menandakan

oleh austenit dan sedikit

keberadaan ferrit pada

bainit.

struktur mikro tersebut

Kandungan karbonnya

Kandungan karbonnya

adalah 0-0.25%

adalah 0.25-0.6%

Pada hasil mikroskop

Pada gambar makin

optic terlihat bahwa ferit

terlihat perlit yang

adalah yang berwarna

berwarna hitam. Terdapat

putih dan pearlite yang

juga fasa 1 yang sempat

berwarna gelap. Paduan

menginti dan tumbuh.

baja karbon rendah

Baja karbon medium

relatif lunak tetapi

memiliki mampu keras

memiliki keuletan dan

yang rendah. Biasanya

ketangguhan yang tinggi.

digunakan untuk profil.

Baja Karbon Tinggi

Batas butir menjadi sulit


terlihat, fasa didominasi
oleh pearlite dan sedikit
cementite. Kandungan
karbonnya adalah 0.61.4%
Struktur perlit terlihat
semakin banyak dan
jelas. Karena kadar
karbonnya tinggi,
kekerasan baja karbon
tinggi melebihi baja
karbon lainnya
(diasumsikan laju
pendinginan berlangsung
lambat).

4. Membandingkan struktur mikro satu spesimen uji dengan perbesaran yang


berbeda-beda.
Perbesaran yang berbeda-beda dilakukan pada baja karbon rendah :

5X

10X

20X

40X

100X

Semakin besar perbesaran yang dilakukan maka akan semakin terlihat jelas batas
butir yang terjadi pada baja karbon rendah sehingga kita bisa memandingkan
dengan lebih jelas ukuran butirnya dengan parameter posisi yang digunakan.
SARAN
1. Sebaiknya proses metallografi dilakukan dari awal agar praktikan memahami
proses-proses metallografi dengan baik.
2. Sebaiknya literature diberikan oleh asisten agar semua memicu pada literatur
yang sama.

DAFTAR PUSTAKA
1. Dieter,G.E., Mechanical metallurgy,Second Ed, Mc Graw Hill,New York,
1986.
2. http://idrusme.blogspot.com/2011/11/metalografi.html
3. Callister Jr., William D., Materials Science and Engineering, An Introduction,
7th Ed, John Willey & Sons Inc., New York, 2007
4. http://ardra.biz/wp-content/uploads/2012/06/Pengaruh-Deformasi-TerhadapStruktur-Mikro-Baja.jpg
5. http://hapli.wordpress.com/forum-ferro/besi-cor/
6. http://www.academia.edu/6844467/PENGARUH_PERLAKUAN_PANAS_TER
HADAP_STRUKTUR_MIKRO_LOGAM_ST_60

LAMPIRAN

Rangkuman
1. Struktur mikro sangat erat kaitannya dengan sifat dan karakteristik suatu
material, struktur mikro dapat berubah-ubah dengan adanya proses perlakuan
panas atau Heat Treatment antara lain adalah Annealing, Tempering, Normalizing
dan Quenching.
2. Diagram Fasa Fe-C beserta struktur mikro yang terjadi :

Fasa-fasa yang banyak terjadi adalah dalam bentuk Martensit, Perlit, Ferit, Bainit
dan Austenit. Ada titik penting di diagram fasa Fe-C yaitu titik eutectoid dan titik
proetectoid.
Titik eutectoid adalah titik dimana satu fasa cair berubah menjadi 2 fasa padat,
sedangkn titik eutectoid adalah titik dimana satu fasa padat berubah menjadi 2
fasa padat yang lain.
Fasa perlit merupakan sebuah fasa yang terdiri dari + Fe3C, dan fasa ledeburit

adalah sebuah fasa yang terdiri dari Fe3C.


3. Kandungan unsur C pada baja karbon rendah, medium, dan tinggi berbeda-beda,
yaitu baja karbon rendah (0-0,25%), baja karbon medium (0,25-0.6%) dan baja
karbon tinggi (0.6-1.4%). Semakin tinggi kandungan unsur C nya maka akan

semakin banyak martensit yang terbentuk sehingga material akan semakin keras
dan getas.
4. CCT pada baja Eutectoid, Hypoeutectoid, dan Hypereutectoid

5. Macam-macam jenis besi cor

Tugas Setelah Praktikum


1. Apa yang dimaksud dengan Dendrit (Dendrite), Segregasi (Segregation) dan
Inklusi (Inclusion)!
Dendit adalah struktur berbentuk jarum yang terjadi akibat pendinginan di
permukaan butir lebih cepat dan pertumbuhannya mengikuti laju pendinginan,
dan dendrit menyebabkan terjadinya segregasi.
Segregasi adalah ketidak-homogenan komposisi karena adanya keterlambatan
pembekuan.
Inklusi adalah unsur-unsur pengotor yang terdapat di dalam material
2. Apa perbedaan dari Martensit dan Bainit, serta perbedaan Perlit dan Ledeburit!
Martensit lebih keras dibandingkan bainit. Martenist dihasilkan dengan laju
pendinginan yang lebih cepat dibandingkan bainit. Dalam pembentukan
martensit mekanisme yang terjadi adalah mekanisme geser, dan dengan proses
pendinginan kontinu, dapat dilihat pada diagram CCT. Fasa bainit terbentuk
dengan mekanisme difusi, dan didapat dengan proses transformasi fasa
isotermal, dapat dilihat dari diagram TTT.
Perlit merupakan suatu fasa padat yang dihasilkan dari fasa padat juga, sesuai
reaksi fasa berikut : + Fe3C
Ledeburit merupakan suatu fasa padat yang dihasilkan dari fasa liquid, sesuai
dengan reaksi : L Fe3C
3. Apakah Proses Cold Working seperti pengerolan, berpengaruh terhadap
perubahan struktur mikro? Jelaskan!
Ya,

Butir mengalami perubahan bentuk karena adanya strainhardening

Terjadinya distorsi kisi

Terjadinya twinning

4. Apa yang dimaksud dengan Carburizing dan bagaimana pengaruhnya terhadap


struktur mikro dan sifat mekanik baja?
Carburizing adalah proses untuk menaikkan konsentrasi karbon pada permukaan
baja dengan cara memanaskan sampai temperatur tertentu di dalam atmosfer
yang kaya akan gas hidrokarbon, seperti metana (CH4). Tujuannya adalah untuk
meningkatkan kekerasan pada permukaan baja. Carburizing menyebabkan

bertambahnya jumlah cementite pada struktur mikro. Jika diamati dengan


mikroskop, akan terlihat banyak butir hitam.
Tugas Tambahan
1. Apa itu twinning dan cladding?
Twinning adalah 2 garis sejajar yang membentuk cermin.

Cladding adalah ikatan antara logam yang berbeda.


2. Tipe besi cor bisa di dapat dari apa?
Besi cor merupakan paduan Besi-Karbon dengan kandungan C diatas 2% (pada
umumnya sampai dengan 4%). Paduan ini memiliki sifat mampu cor yang sangat
baik Namun memiliki elongasi yang relatif rendah. Oleh karenanya proses
pengerjaan bahan ini tidak dapat dilakukan melalui proses pembentukan,
melainkan melalui proses pemotongan (permesinan) maupun pengecoran.
Besi cor merupakan paduan antara unsur besi (Fe), mangan (Mg), Phospor (P)
dan Sulfur (S), serta Silicon (Si).
3. Bandingkan semua baja karbon, besi cor, dll!
Baja Karbon
Baja Karbon Rendah

Baja Karbon Medium

Baja Karbon Tinggi

Batas butir sangat jelas

Terlihat bercak hitam

Batas butir menjadi sulit

terlihat, fasa didominasi

yang menandakan

terlihat, fasa didominasi

oleh ferit dan sedikit

keberadaan ferrit pada

oleh pearlite dan sedikit

pearlite.

struktur mikro tersebut

cementite. Kandungan

Kandungan karbonnya

Kandungan karbonnya

karbonnya adalah 0.6-

adalah 0-0.25%

adalah 0.25-0.6%

1.4%

Pada hasil mikroskop

Pada gambar makin

Struktur perlit terlihat

optic terlihat bahwa ferit

terlihat perlit yang

semakin banyak dan

adalah yang berwarna

berwarna hitam.

jelas. Karena kadar

putih dan pearlite yang

Terdapat juga fasa 1

karbonnya tinggi,

berwarna gelap. Paduan

yang sempat menginti

kekerasan baja karbon

baja karbon rendah

dan tumbuh. Baja karbon

tinggi melebihi baja

relatif lunak tetapi

medium memiliki

karbon lainnya

memiliki keuletan dan

mampu keras yang

(diasumsikan laju

ketangguhan yang tinggi.

rendah. Biasanya

pendinginan berlangsung

digunakan untuk profil.

lambat). Biasanya
digunakan untuk baja
perkakas rel kereta api.

Jika dibandingkan dengan literatur yang terdapat pada bab 3 di atas, maka baja
karbon yang paling mendekati literatur adalah baja karbon tinggi, sebenarnya jika
dilihat secara sekilas ketiga struktur mikro tersebut tidak berbeda jauh dengan
literatur, tetapi karena pencahayaan yang kurang, dan pemosisian yang tidak
sama maka struktur mikro menjadi tidak sama, dan perbedaan perbesaran yang
terdapat pada literatur dan pada hasil menggunakan mikroskop optik juga
berbeda.

Besi Cor
Besi Cor Kelabu

Permukaan

Besi Cor
Mellable

Besi Cor Nodular

Besi cor malleable Bentuk nodular ini

Besi Cor Putih

Besi cor putih

patahan pada besi

adalah besi cor

(bulat) akan

memiliki

cor kelabu

putih yang telah

menyebabkan

kekerasan yang

berwarna kelabu.

mengalami

struktur mikro

tinggi

Besi cor kelabu

perlakuan panas

jenis ini menjadi

dibandingkan besi

memiliki grafit

dengan suhu

ulet. Hal ini bisa

cor lainnya.

berbentuk serpih,

berkisar antara

disebabkan karena

Terdapat fasa

sehingga

800-900 C,

bentuk nodular

pearlite dan fasa

memiliki

menyebabkan

yang bulat.

Fe3C.

konsentrasi

penguraian

Matriksnya bisa

White cast iron

tegangan pada

sementit menjadi

berupa perlit atau

memiliki sifat

ujung-ujung

grafit. Pada

ferit, tetapi pada

yang sangat keras,

grafitnya yang

gambar dari

gambar terlihat

dan getas. Besi

mengakibatkan

literatur ataupun

bahwa matriksnya

cor jenis ini

internal strength

hasil pengamatan,

adalah ferit. Butit-

memiliki wear

naik kekerasan

terlihat jelas

butir terlihat lebih

resistance yang

dan kekuatan

struktur grafitnya

jelas pada besi cor

cukup tinggi.

meningkat. Dapat

yang berwarna

nodular

terlihat struktur

hitam. Pada

dibandingkan

grafit yang

gambar juga

dengan besi cor

berwarna hitam

terlihat bahwa

jenis lainnya.

dengan matriks

matriksnya adalah

ferit.

ferit.