Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

POMPA DAN KOMPRESOR

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PONTIANAK
2016

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan pemeriksaan

metalografi dengan lancar dan tepat waktu.


Adapun tujuan pembuatan laporan ini adalah sebagaimana kewajiban mahasiswa
memenuhi mata kuliah Metalurgi Fisik semester tiga di Prodi Pendidikan Teknik Mesin,
Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Kami menyadari, dalam laporan ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Hal ini
disebabkan terbatasnya kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang kami miliki, namun
demikian banyak pula pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan laporan ini
yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan
saran demi perbaikan dan kesempurnaan laporan ini di waktu yang akan datang. Semoga
laporan ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya dan pembaca pada umumnya.

Pontianak,9 Januari 2015

HALAMAN COVER i
DAFTAR ISI ii
KATA PENGANTAR iii
BAB I : Pendahuluan 4
1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan Pengujian Struktur Mikro Material

1.3 Prinsip Pengujian Struktur Mikro Material

BAB II :Landasan Teori Dasar


BAB III : Langkah Kerja

BAB IV : alat dan bahan

BAB V : Hasil dan Analisis 10


BAB VI :Penutup

13

5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

13

13
14

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengetahuan metalografi pada dasarnya mempelajari karakteristik struktural dan susunan
dari suatu logam atau paduan logam dalam hubungannya dengan suatu analisis kimia dan
metalografi dari suatu logam atau paduan logam. Biasanya tidak melalui suatu keseluruhan
potongan disebabkan oleh pembawaan heterogen atau logam.
Dewasa ini terdapat berbagai jenis bahan yang digunakan pada proses manufaktur dan
tujuan-tujuan lain. Namun, sebelum diketahui atau digunakan dalam industri atau bagian-bagian
yang lain, karakteristik struktural atau susunan dari logam atau paduannya yang akan dipakai
atau ditawarkan pada industri untuk keperluan lainnya dan dengan melakukan pengujian
metalografi maka dapat dilakukan berbagai jenis perubahan pada suatu material setelah
mengetahui karakteristiknya.
Dari hal inilah, orang mulai mencoba untuk melakukan uji metalografi pada suatu material.
Sehingga dengan cara ini dapat diperoleh bahan dengan sifat-sifat yang sesuai dengan tujuan
tertentu untuk memenuhi kebutuhan teknologi modern yang meningkat.

1.2. Tujuan Pengujian Struktur Mikro Material


Setelah melakukan pengujian struktur mikro material praktikan dapat:
1. Menjelaskan tujuan dari proses metalografi.
2. Menjelaskan langkah-langkah pengujian metalografi.
3. Mengetahui bentuk fasa dari logam.
4. Menganalisa ukuran butir dan membandingkan dengan grain size ASTM.
5. Mengetahui bahan dan alat yang digunakan dalam pengujian metalografi.
6. Menjelaskan hubungan antara struktur mikro dan karakteristik butir terhadap bahan.
7. Mampu melakukan pengujian metalografi.

1.3. Prinsip Pengujian Struktur Mikro Material


Benda uji atau sampel dengan ukuran dan bentuk tertentu (dalam standart SII atau JIS
atau ASTM ) di amplas secara continue dengan grid tertentu, kemudian dipoles, dan diberi etsa
hingga bahan atau logam tersebut sesuai dengan standar untuk dilihat mikro strukturnya
melalui Optical Microscope. Perubahan material terjadi setelah material diberi zat etsa,kemudian
dikeringkan,hingga benda terjadi pengkorosian.
1.4. Ruang Lingkup Pengujian Struktur Mikro Material
Pengujian ini memakai benda uji atau sampel dari bahan logam baik itu ferrous atau nonferrous. Ukuran sampel telah disesuaikan dengan standart SII atau JIS atau ASTM. Variable
variable yang mempengaruhi adalah ketidakrataan pada bahan/logam ketika dilakukan
amplas dan terjadinya gosong pada material saat material dikeringkan dengan
dryer. Mikrostrukur yang diharapkan didapat dari percobaan ini adalah jenis fasa pada material
ferrous.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Teori Dasar
A. Defenisi Metalografi
Merupakan disiplin ilmu yang mempelajari karakteristik mikrostruktur dan makrostruktur
suatu logam, paduan logam dan material lainnya serta hubungannya dengan sifat-sifat material,
atau biasa juga dikatakan suatu proses umtuk mengukur suatu material baik secara kualitatif
maupun kuantitatif berdasarkan informasi-informasi yang didapatkan dari material yang diamati.
Dalam ilmu metalurgi struktur mikro merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari.
Karena struktur mikro sangat berpengaruh pada sifat fisik dan mekanik suatu logam. Struktur
mikro yang berbeda sifat logam akan berbeda pula. Struktur mikro yang kecil akan membuat
kekerasan logam akan meningkat. Dan juga sebaliknya, struktur mikro yang besar akan membuat
logam menjadi ulet atau kekerasannya menurun. Struktur mikro itu sendiri dipengaruhi oleh
komposisi kimia dari logam atau paduan logam tersebut serta proses yang dialaminya.
Metalografi bertujuan untuk mendapatkan struktur makro dan mikro suatu logam sehingga
dapat dianalisa sifat mekanik dari logam tersebut. Pengamatan metalografi dibagi
menjadidua,yaitu:
1. Metalografi makro, yaitu penyelidikan struktur logam dengan pembesaran 10 100kali.
2. Metalografi mikro, yaitu penyelidikan struktur logam dengan pembesaran 1000 kali.
Untuk mengamati struktur mikro yang terbentuk pada logam tersebut biasanya memakai
mikroskop optik. Sebelum benda uji diamati pada mikroskop optik, benda uji tersebut harus
melewati tahap-tahap preparasi. Tujuannya adalah agar pada saat diamati benda uji terlihat
dengan jelas, karena sangatlah penting hasil gambar pada metalografi. Semakin sempurna
preparasi benda uji, semakin jelas gambar struktur yang diperoleh. Adapun tahapan

BAB III
LANGKAH KERJA
Langkah kerja yang harus kita lakukan sebelum melihat struktur sample atau benda uji dengan
Optical Microscope adalah dengan preparasi sample. Adapun secara garis besar
langkah-langkah yang dilakukan pada metalografi adalah:
a. Pemotongan (Sectioning)
Proses Pemotongan merupakan pemindahan material dari sampel yang besar menjadi
spesimen dengan ukuran yang kecil.
b. Pembingkaian ( Mounting)
Pembingkaian seringkali diperlukan pada persiapan spesimen metalografi, meskipun pada
beberapa spesimen dengan ukuran yang agak besar, hal ini tidaklah mutlak. Akan tetapi untuk
bentuk yang kecil atau tidak beraturan sebaiknya dibingkai untuk memudahkan dalam
memegang spesimen pada proses pngamplasan dan pemolesan.
c.

Pengerindaan, Pengamplasan
Pada proses ini dilakukan penggunaan partikel abrasif tertentu yang berperan sebagai alat

pemotongan secara berulang-ulang. Pada beberapa proses, partikel-partikel tersebut dsisatukan


sehingga berbentuk blok dimana permukaan yang ditonjolkan adalah permukan kerja. Partikel itu
dilengkapi dengan partikel abrasif yang menonjol untuk membentuk titik tajam yang sangat
banyak.
d. Pengetsaan (Etching)
Etsa dilakukan dalam proses metalografi adalah untuk melihat struktur mikro dari sebuah
spesimen dengan menggunakan mikroskop optik. Spesimen yang cocok untuk proses etsa harus
mencakup daerah yang dipoles dengan hati-hati, yang bebas dari deformasi plastis karena
deformasi plastis akan mengubah struktur mikro dari spesimen tersebut. Proses etsa untuk
mendapatkan kontras dapat diklasifikasikan atas proses etsa tidak merusak (non disctructive
etching) dan proses etsa merusak (disctructive etching)

BAB IV
ALAT DAN BAHAN
4.1. Alat

Kertas Amplas (Grid 120-1200)

Mikroskop

Air

Mesin Amplas

Gergaji besi

Ragum

Kikir

4.2. Bahan

Besi poros

Kuningan

Plate strip

Resin

Pipa PVC

Kaca

Lilin

BAB V
HASIL DAN ANALISA
5.1. Amplas
Pengamplasan bertujuan untuk meratakan dan menghaluskan permukaan sampel dengan
cara menggosokkan sampel pada amplas. Jadi, hasil yang didapat dari proses pengamplasan ini
adalah permukaan sampel yang lebih rata dan halus.
Langkah-langkah serta prinsip dalam pengamplasan sampel yaitu:
a. Memotong kertas amplas
b. Menggunakan amplas dari nomor yang lebih rendah (lebih kasar) baru kemudian menggunakan
nomor yang lebih tinggi (yang halus).
c.

Pemberian air dalam proses pengamplasan.


Jika mengamplas lebih dari satu sampel pada saat yang bersamaan, maka sampel ferrous
diletakkan pada bagian luar, sedangkan sampel non ferrous diletakkan pada bagian dalam.

5.2. Hasil Pengamatan Struktur Mikro


Berikut ini adalah gambaran hasil uji metalografi yang saya lakukan beserta analisis
1. Kuningan.

PL/L(10/0,25)-(160/0)
Gambar di atas merupakan mikrostruktur dari bahan kuningan, tampak serat yang agak
lebih rapat.
2. Plate Strip.

PL/L(10/0,25)-(160/0)
Gambar di atas merupakan mikrostruktur dari bahan plate strip. Plate strip mempunyai
struktur serat yang agak lebih renggang dari kuningan.
3. Besi Poros

10

PL/L(40/0,60)-(160/0)
Gambar di atas merupakan mikrostruktur dari bahan besi poros. Besi poros mempunyai
serat yang paling renggang dari 3 buah jenis logam percobaan kami.

BAB VI
11

PENUTUP
6.1. KESIMPULAN
1. Saat mengamplas selalu diberi air agar benda uji tidak panas dan terlihat gosong saat dilihat
melalu mikroskop optik.
2. Semua langkah kerja harus dilakukan dan saat pengamplasan dilakukan dengan hati hati dan
tidak terlalu ditekan agar benda uji tidak rusak dan saat pengamatan di bawah mikroskop, cahaya
dapat memantul sempurna ke lensa mikroskop, sehingga pengamatan dapat dilakukan tanpa
kendala.
3. Pengetsaan sangat penting sebelum pengamatan di bawah mikroskop karena pengetsaan
membuat batas-batas butir pada sampel lebih jelas terlihat, sehingga kita dapat membedakan
fasa-fasanya.

6.2 SARAN
1. Pengamplasan sebaiknya dilakukan satu arah agar saat proses mikroskopik terlihat lebih jelas.
2. Sebaiknya proses mikroskopik di lakukan pada ruangan yang cahanya stabil supaya saat
melihat atau proses dokumentasi lebih mudah dan cepat.
3. Bahan campuran pengeras resin harus mengikuti prosedur yang di berikan, supaya bahan
kerjanya lebih bening.
4. Batu hijau sangat di perlukan untuk proses pemolesan, karena pengamplasan dengan amplas
yang paling haluspun belum mendapatkan hasil yang maksimal.

12

DAFTAR PUSTAKA

http://radensomad.com/makalah- metalografi.htm (diakses tanggal 9 januari 2014)


http://sekolah007.blogspot.com/2013/04/metalografi-adalah-suatu-teknik-atau.html (diakses

tanggal 9 januari 2014)


http://riky-ramadhan.blogspot.com/2012/01/metalografi.html (diakses tanggal 9 januari

2014)
http://lookatvian.blogspot.com/2013/12/laporan-praktikum-metalografi.html (diakses tanggal
9 januari 2014)

13