Anda di halaman 1dari 2

JENIS ABNORMALITAS

1. Malformasi: kelainan kongenital yang berlangsung ketika pembentukan struktur. Malformasi


bisa menyebabkan tidak terbentuknya sebagian atau seluruh struktur. Malformasi bisa
disebabkan faktor lingkungan maupun genetik yang bekerja secara independen maupun
sinergis. Kebanyakan malformasi terjadi pada minggu ke 3-8 gestasi;
2. Disrupsi: kelainan kongenital yang berakibat perubahan morfologi dari struktur yang sudah
terbentuk dan disebabkan oleh proses destruktif.
3. Deformasi: kelainan kongenital akibat dari tekanan mekanis yang dalam jangka waktu yang
lama yang membentuk bagian dari fetus.
PRINSIP TERATOLOGI
Prinsip teratologi didefinisikan sebagai faktor-faktor yang menentukan kapasitas sebuah agen
untuk menyebabkan kelainan kongenital. Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Kerentanan terhadap teratogenesis bergantung pada genotip konseptus dan interaksinya
dengan lingkungan. Genotip ibu juga berperan pada metabolisme obat, resistensi terhadap
penyakit dan proses biokimiawi maupun molekuler yang mempengaruhi konseptus;
2. Kerentanan terhadap teratogen bervariasi tergantung stadium perkembangan pada saat
paparan. Periode paling sensitif adalah 3-8 minggu gestasi dan saat embriogenesis. Setiap
sistem organ mempunyai 1 atau lebih stadium kerentanan;
3. Manifestasi perkembangan abnormal bergantung pada dosis dan lama paparan terhadap
teratogen;
4. Teratogen mempunyai mekanisme yang khusus untuk menyebabkan embryogenesis
abnormal;
5. Manifestasi perkembangan abnormal bisa berupa kematian, malformasi, redardasi
pertumbuhan dan gangguan fungsional.

JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian menurut tujuan terdiri dari:
1. Penelitian Eksploratif
Jenis penelitian eksploratif, adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan
sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa pengelompokkan suatu gejala,
fakta, dan penyakit tertentu. Penelitian ini banyak memakan waktu dan biaya.
2. Penelitian Pengembangan
Jenis

penelitian pengembangan bertujuan

untuk

mengembangkan

aspek ilmu

pengetahuan. Misalnya: penelitian yang meneliti tentang pemanfaatan terapi gen untuk
penyakit-penyakit menurun.
3. Penelitian Verifikatif
Jenis penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran suatu fenomena. Misalnya saja,
masyarakat mempercayai bahwa air sumur Pak Daryan mampu mengobati penyakit mata dan
kulit. Fenomena ini harus dibuktikan secara klinik dan farmakologik, apakah memang air
tersebut mengandung zat kimia yang dapat menyembuhkan penyakit mata.