Anda di halaman 1dari 3

Malformasi Kongenital Cacat lahir, malformasi kongenital dan anomaly kongenital adalah istilah sinonim yang digunakan untuk

menjelaskan gangguan struktural, perilaku, fungsional dan metabolic yang ada sejak lahir. Kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan ilmu mengenai penyakit-penyakit ini adalah teratologi dan dismorfologi. Anomali struktural mayor terjadi pada 2-3% bayi lahir hidup, dan selain itu 2-3% lainnya timbul pada usia 5 tahun sehingga presentase totalnya 46%. Cacat lahir adalah penyebab utama mortalitas bayi, menyebabkan seekitar 21% kematian bayi. Cacat lahir adalah penyebab utama kelima hilangnya tahuntahun kehidupan yang potensial sebelum 65 tahun dan penyumbang utama disabilitas. Angka mortalitas yang disebabkan oleh cacat lahir sama untuk orang asia, amerika, afrika, amerika latin, kulit putih dan amerika asli. Pada 40-60% orang dengan cacat lahir, penyebabnya tidak diketahui. Factor genetik, misalnya kelainan kromosom dan gen mutan, menyebabkan sekitar 15%, factor lingkungan menyebabkan sekitar 10%, kombinasi faktor genetik dan lingkungan (perwarisan multifaktor) menyebabkan 20-25% dan kehamilan kembar menyebabkan 0,5-1%. Anomali minor terjadi pada sekitar 15% bayi baru lahir. Kelainan structural ini, misalnya mikrotia (telinga kecil), bercak berpigmen, dan fisura palpebra yang pendek, tidak dengan sendirinya merugikan kesehatan, tetapi pada sebagian kasus, berkaitan dengan cacat mayor. Sebagai contoh, bayi dengan satu anomali minor memiliki kemungkinan 3% mengidap malformasi mayor. Mereka yang memiliki dua anomaly minor memiliki kemungkinan 10%. Dan mereka dengan tiga atau lebih anomaly minor memiliki kemungkinan 20%. Karena itu, anomaly minor berfungsi sebagai penunjuk untuk mendiagnosis cacat lahir yang lebih serius. Secara khusus, anomaly telinga adalah indicator cacat lain yang mudah dikenali dan ditemukan pada hamper semua anak dengan malformasi sindromik. Jenis abnormalitas Malformasi terjadi selama pembentukan struktur, sebagai contoh selama organogenesis. Kelainan ini dapat menyebabkan ketiadaan suatu struktur secara total atau parsial atau perubahan konfigurasi normal suatu struktur. Malformasi disebabkan oleh factor lingkungan dan genetic yang bekerja secara independen atau bersamaan. Kebanyakan malformasi berawal dari minggu ketiga sampai kedelapan kehamilan. Disrupsi menyebabkan perubahan morfologis pada struktur yang sudah terbentuk dan disebabkan oleh proses destruktif. Gangguan vascular yang menyebabkan atresia usus dan cacat yang ditimbulkan oleh pita amnion adalah contoh dari factor-faktor perusak yang menyebabkan disrupsi. Deformasi terjadi karena gaya mekanis yang mencetak satu bagian janin dalam jangka lama. Clubfeet, sebagai contoh disebabkan oleh penekanan di rongga amnion. Deformasi sering mengenai system musculoskeletal dan mungkin pulih setelah lahir. Sindrom adalah kumpulan anomaly yang terjadi bersamaan dan memiliki satu penyebab spesifik. Kata ini menunjukan diagnosis telah ditegakkan dan resiko kekambuhan diketahui. Sebaliknya, asosiasi (keterkaitan) adalah kemunculan non-acak dua atau lebih anomaly yang timbul lebih sering dibandingkan jika terjadi hanya secara kebetulan, tetapi yang menyebabkan

belum diketahui, salah satu contoh asosiasi adalah VACTERL. Meskipun anomaly-anomali itu bukanlah suatu diagnosis, asosiasi merupakan hal penting karena ditemukan salah satu atau lebih komponen tersebut dapat mendorong dicarinya komponen yang lain. Factor lingkungan Setiap awal tahun 1940an, diperrkirakan bahwa cacat kongenital terutama disebabkan oleh factor herediter. Dengan ditemukannya oleh N.gregg bahwa campak jerman yang mengenai ibu selama awal kehamilan menyebabkan kelainan di mudigah, menjadi jelas bawah malformasi kongenital pada manusia juga dapat disebabkan oleh factor lingkungan. Pada tahun 1961, pengamatan oleh W.Lenz yang mengaitkan cacat anggota badan dengan obat sedative talidomid menegaskan bahwa obat juga dapat melewati plasenta dan menimbulkan cacat lahir. Sejak saat itu, banyak obat yang diketahui bersifat teratogen. Teratogen yang berkaitan dengan malformasi pada manusia teratogen Malformasi kongenital Agen infeksi Virus rubela Katarak, glaucoma, cacat jantung, tuli, kelainan gigi. sitomegalovirus Mikrosefalus, kebutaan, retardasi mental, kelainan janin. Virus herpes simpleks Mikroftalmia, mikrosefalus, dysplasia retina. Virus varicella Hypoplasia ekstremitas, retardasi mental, atrofi otot. HIV Mikrosefalus, retardasi pertumbuhan Toksoplasma Hidrosefalus, klasifikasi serebrum mikroftalmia sifilis Retardasi mental, ketulian Agen Fisik Sinar X Mikrosefalus, spina bifida, langit-langit sumbing, cacat ekstremitas hipertermia Anensefalus, spina bifida, retardasi mental, cacat wajah, kelainan jantung, omfalokel, cacat ekstremitas Bahan kimia talidomid Cacat ekstremitas, malformasi jantung aminopterin Anensefalus, hidrosefalus, bibir dan langit-langit sumbing Difenilhidantoin Sindrom hidantoin janin: cacat wajah, retardasi mental (fenitoin) Asam valproat Cacat tabung saraf, anomaly jantung trimetadion Langit-langit sumbing, cacat jantung, kelainan urogenital dan tulang. litium Malformasi jantung amfetamin Bibir dan langit-langit sumbing, cacat jantung warfarin Kondrosiplasia, mikrosefalus Inhibitor ACE Retardasi pertumbuhan, kematian janin kokain Retardasi pertumbuhan, mikrosefalus, kelainan

alkohol Isotretinoin (vit a)

Pelarut industri Merkuri organik

timbal hormon Bahan androgenic Maskulinisasi genitalia wanita: labia menyatu , (etisteron, noretisteron) hipertrofi klitoris Dietilstilbestrol (DES) Malformasi uterus, tuba uterine, dan vagina bagian atas, kanker vagina, malformasi testis Diabetes ibu Berbagai malformasi, tersering cacat jantung dan tabung saraf Obesitas ibu Cacat jantung, omfalokel

perilaku, gastroskisis Sindrom alcohol janin, fisura palpebral pendek, hypoplasia maksila, cacat jantung dan retardasi mental Embriopati vitamin A: telinga kecil dan berbentuk abnormal, hipoplasi mandibular, langit-langit sumbing, cacat jantung Berat badan lahir rendah, cacat kraniofasial, dan tabung saraf Gejala neurologis serupa dengan yang disebabkan cerebral plasy Retardasi pertumbuhan, gangguan neurologis

Prinsip teratologi Factor-faktor yang menentukan kapasitas suatu gen untuk menimbulkan cacat lahir setelah didefinisikan dan diajukan sebagai prinsip teratology. Prinsipprinsip tersebut mencakup: 1. Kerentanan terhadap tetratogenensis yang bergantung pada genotip konseptus dan cara bagaimana komposisi genetic ini berinteraksi dengan lingkungan. Genom ibu juga penting dalam kaitannya dengan metabolism obat, resistensi terhadap infeksi, dan proses biokimiawi dan molecular lainnya yang mempengaruhi konseptus. 2. Kerentanan terhadap teratogen bervariasi sesuai stadium perkembangan saat pajanan. Periode paling peka untuk timbulnya cacat lahir adalah minggu ketiga hingga kedelapan kehamilan, yaitu pada embryogenesis. Setiap system organ memiliki salah satu atau lebih tahap kerentanan. 3. Manifestasi gangguan perkembangan bergantung pada dosis dan lama panjanan ke teratogen. 4. Teratogen bekerjaa melalui jalur spesifik pada sel dan jaringan yang sedang berkembang untuk memicu kelainan embryogenesis (pathogenesis). Mekanisme ini mungkin melibatkan inhibitor proses biokimiawi atau molekul tertent, pantogenesis mungkin melibatkan kematian sel, penurunan poliferasi sel atau fenomena sel lainnya. 5. Manifestasi kelainan perkembangan adalah kematian, malformasi, retardasi pertumbuhan, gangguan fungsional.