Anda di halaman 1dari 11

METODE PENELITIAN

REVIEW BUKU
METODE PENELITIAN KUANTITATIF : TEORI DAN APLIKASI

Oleh :
Ni Kt. Ayu Intan Putri Mentari Indriani
(1491861005)

JURUSAN PMPDK
PROGRAM MAGISTER ARSITEKTUR
UNIVERSITAS UDAYANA
2014

REVIEW BUKU
Judul Buku : Metode Penelitian Kuantitatif : Teori dan Aplikasi
Penyusun : Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah
Penerbit : PT. Rajagrafindo Persada
Tahun : 2005
Reviewer : Ni Kt. Ayu Intan Putri Mentari Indriani
A. Pendahuluan
Tulisan ini merupakan panduan bagi mereka yang ingin melakukan penelitian,
khususnya yang menggunakan metode kuantitatif. Di dalamnya membahas banyak hal yang
cukup lengkap dan sangat membantu dalam penelitian karena tidak saja membahas mengenai
penelitian kuantitatif dari mulai pemilihan topik hingga cara menyajikan data yang ada dalam
laporan, tetapi juga dibahas mengenai prinsip-prinsip penelitian, peran etika penelitian dalam
proses penelitian secara keseluruhan dan bagaimana seseorang bisa menerapkan pendekatan
kuantitatif dengan menggunakan asumsi dasar yanga ada, dan berbagai jenis penelitian
sebagai kerangka untuk mengklasifikasi penelitian yang ada. selain itu, dalam buku ini juga
disajikan beberapa contoh kasus dan contoh kecil yang diambil dari sebuah penelitian
sehingga penjelasan yang ada antar bagian menjadi keutuhan penelitian.
Dalam tulisan ini juga dipaparkan berbagai contoh kasus, untuk memperjelas dan
memperkuat teori dan materi yang dibahas. Hal tersebut juga didukung dengan permasalahan
yang mungkin terjadi dan kendala-kendala yang mengikuti berikut dengan solusi
pemecahannya serta ilustrasi untuk memperjelas.

B. Pokok-pokok Isi Bab


1. PRINSIP-PRINSIP PENELITIAN : Hakikat Ilmu Pengetahuan, Etika, Dilema,
Pendekatan, dan Jenis Penelitian.
Sebuah peneletian pasti memiliki prinsip-prinsip dasar di dalamnya yang menjadi
sebuah acuan dalam penelitian tersebut. Prinsip-prinsip tersebut terdapat hakikat penelitian,
etika penelitian bahkan juga dilema penelitian yang harus dipahami secara jelas sebelum
memulai sebuah penelitian. Selain ketiga hal tersebut, pendekatan penelitian, jenis dan
klasifikasi penelitian juga merupakan bagian dari sebuah prinsip penelitian. Dengan
mengetahui semua hal tersebut maka seorang peneliti sudah memiliki bekal awal dalam
penelitian yang akan dilakukan.

Hakikat Ilmu Pengetahuan


Secara sederhana bisa dikatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah segala sesuatu
yang ada dikepala kita, yang kita peroleh dalam bentuk bermacam-macam, termasuk yang
kita ketahui berdasar pengalaman yang kita miliki. Seseorang bisa memiliki pengetahuan
dengan melalui dua cara, yaitu secara Eksperiental Reality (ER) dan Agreement Reality
(AR). Eksperiental Reality (ER) adalah sumber pengetahuan yang didapatkan dengan cara
mengalaminya sendiri, dari pengalaman yang dialami tersebut sehingga menjadi tahu akan
sesuatu. Sedangkan Agreement Reality (AR) adalah sumber pengetahuan yang didasarkan
pada kesepakatan-kesepakatan antara diri kita pribadi dengan orang lain. Bentuknya bisa
bermacam-macam, bisa berdasar informasi dari orang lain, tradisi, serta kebiasaan. Dalam
penelitian kuantitatif, kita akan menggunakan teori yang ada untuk kemudian dibuktikan
dengan data yang ada di lapangan sehingga dari kombinasi antara teori (AR) dan data (ER)
yang ada kita bisa ambil suatu keputusan.

Etika Penelitian
Terdapat beberapa aspek yanga da dalam etika penelitian antara lain sebagai berikut:
1. Scientific Misconduct, dalam etika ini seorang peneliti tidak boleh melakukan penipuan
dalam sebuah penelitian. Pada bagian ini juga termasuk research fraud (pemalsuan data
hasil penelitian) dan plagiarism,
2. Terkait dengan subjek penelitian, etika penelitian juga mengatur mengenai
perlindungan terhadap partisipan dan pertanggungjawaban peneliti terhadap subjek
penelitian dalam bentuk informed consent.
3. Dalam upaya mencapai informed consent tersebut, etika penelitian juga mengatur
adanya anonimitas dan kerahasiaan.
4. Etika penelitian juga mengatur hubungan antara peneliti dengan sponsor.

Dilema penelitian
Dalam sebuah penelitan, peneliti akan sering berjumpa dengan kondisi dilematis.
Disatu sisi harus memenuhi etika penelitian, sedangkan di sisi lain ada etika lain yang saling
berbenturan. Contoh tentang pembenturan kepentingan adalah benturan etika penelitian
dengan kepentingan penghubung (Gate Keepers). Penghubung adalah seseorang yang
memiliki akses terhadap sumber informasi.

Pendekatan Penelitian Kuantitatif


Pendekatan kuantitatif dinamakan positivist, sedangkan pendekatan kualitatif
dinamakan pendekatan interprefit. Asumsi dasar yang ada dalam pendekatan kuantitatif
bertolak belakang dengan asumsi dasar yang dikembangkan di dalam pendekatan kualitatif.
Terdapat beberapa asumsi dasar yanga ada antara lain adalah Asumsi Dasar Ontologi
(hakikat dasar gejala sosial), Asumsi Dasar Epistemologi (hakikat dasar ilmu pengetahuan)
yang mencangkup tiga hal yaitu keterkaitan antara ilmu dengan nilai, keterkaitan antara
ilmu dengan akal sehat, dan metodologi, kemudian terdapat asumsi Hakikat Dasar Manusia
dan yang terakhir adalah asumsi Aksiologi (tujuan dilakukannya sebuah penelitian). Pada
asumsi dasar pendekatan kuantitatif, antara asumsi yang satu dengan asumsi lainnya saling
berkaitan, dengan demikian jika suatu gejala memiliki asumsi dasar bahwa suatu gejala
adalah real, secara epistomologi gejala tersebut bisa dipelajari, secara aksiologi ,penelitian
yang dilakukan bertujuan untuk mencari penjelasan-penjelasan antara gejala.

Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Manfaat Penelitian


Terdapat dua jenis penelitian yang ada berdasarkan manfaat penelitian itu sendiri, antara
lain:
1. Penelitian Murni, penelitian ini merupakan penelitian yang manfaatnya dapat dirasakan
untuk waktu yang lama. Contoh paling nyata adalah penelitian untuk skripsi, tesis, atau
disertasi karena penelitian murni lebih banyak digunakan di lingkungan akademik
dengan karakteristik yang menggunakan konsep-konsep abstrak dalam kerangka
pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Penelitian Terapan, berbeda dengan penelitian murni, pada penelitia terapan, manfaat
ari hasil penelitian dapat segera dirasakan oleh berbagai kalangan. Penelitian ini biasa
digunkan untuk memecahkan masalah yanga da sehingga hasilnya harus segera dapat
diaplikasikan.

Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Tujuan Penelitian


Berdasarkan klasifikasi ini, penelitian dibedakan ke dalambeberapa jenis penelitian antara
lain:
1. Penelitian Eksploratif, penelitian ini dilakukan untuk menggali suatu gejala yang relatif
masih baru.

2. Penelitian Deskriptif, penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih
detail mengenai suatu gejala atau fenomena. Hasil akhir dari penelitian ini biasanya
berupa tipologi atau pola-pola mengenai fenomena yang sedang dibahas.
3. Penelitian Eksplanatif, penelitian ini dilakukan untuk menemukan penjelasan tentang
mengapa suatu kejadian atau gejala terjad. Hasil akhir dari penelitian ini adalah
gambaran mengenai hubungan sebab-akibat.

Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Dimensi Waktu


1. Penelitian Cross-Sectional, adalah penelitian yang dilakukan dalam satu waktu tertentu.
Penelitian ini hanya digunakan dalam waktu tertentu, dan tidak akan dilakukan
penelitian lain di waktu yang berbeda untuk diperbandingkan.
2. Penelitian Longitudinal, adalah jenis penelitian yang dilakukan antarwaktu. Setidaknya
terdapat dua kali penelitian dengan topik atau gejala yang asama, tetapi dilakukan
dalam waktu yang berbeda. Penelitian ini bisa dibagi ke dalam tiga bentuk, yaitu
penelitian kecenderungan, penelitian panel dan penelitian kohort.

Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Teknik Pengumpulan Data


Ada banyak sekali jenis penelitian yanga da dalam klasifikasi ini. Pengelompokan
penelitian dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu penelitian kualitatif dan penelitian
kuantitatif. Dalam kelompok penelitian kuantitatif, terdapat beberapa jenis penelitian, yaitu
Penelitian Survei, penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan kuisioner sebagai
instrumen penelitian; Penelitian Eksperimen yaitu penelitian yang dapat dilakukan di alam
terbuka maupun di alam tertutup. Dalam penelitian ini kondisi yang ada dmanipulasi oleh
peneliti sesuai dengan kebutuhan peneliti; Analisis Isi, yaitu penelitian yang dilakukan
bukan kepada orang, tetapi leih kepada simbol, gambar, film, dan sebagainya; Penelitian
Lapangan, penelitian ini bisa dimulai dengan perumussan permasalahan yang tidak terlalu
baku; Analisis Wacana, penelitian inis rupa dengan analisis wacana, hanya saja bukan
frekuensi tampilan dari topik tertentu yang dipilih dalam material yang susah ditentukan,
tetapi lebih jauh mengaitkan topik tersebut pada setting atau kondisi yang muncul
bersamaan atau melatarbelakangi topik tersebut; dan yang terakhir adalah Perbandingan
Sejarah, penelitian ini bertujuan mengumpulkan data dan menjelaskan aspek-aspek
kehidupan sosial yang terjadi di masa lalu.

2. RENCANA PENELITIAN KUANTITATIF: Rancangan Penelitian Kuantitatif,


Penyusunan Kerangka Teori dan Pengukuran, dan Teknik Penarikan Sample
Bagian yang paling utama dalam membuat suatu penelitian adalah bagaimana
membuat rencana dari penelitian itu sendiri. Menurut Babbie (1995), yang dimaksud
rencana penelitian adalah mencatat perencanaan dari cara berpikir dan merancang suatu
strategi untuk menemukan sesuatu.
Rancangan Penelitian Kuantitatif
Peneltiian kuantitatif, seperti yang telah diuraikan sebelumnya, adalah penelitian yang
menggunakan asumsi-asumsi pendekatan positivist. Untuk menyusun sebuah rancangan
penelitian, pada penelitian kuantitatif ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Memilih topik dan merumuskan pertanyaan penelitian
2. Melakukan penelusuran dan pembahasan teori
3. Membuat struktur rancangan penelitian.

Pemilihan Topik
Untuk memilih dan menentukan topik penelitian yang akan dipakai dapat dilakukan
dnegan mempertimbangkan beberapa faktor antara lain, pengalaman-pengalaman pribadi
dan kehidupan sehari-hari, masalah di media massa, pengetahuan lapangan dan
memperbadingkannya dengan teori, kebutuhan memecahkan masalah, peluang (social
premiums), dan nilai-nilai pribadi.
Jika faktor-faktor tersebut dirasakan terlalu luas, dapat dilakukan teknik penyempitan
topik pertanyaan penelitian (research question) dengan cara melakukan kajian literatur,
mendisuksikannya dengan orang yang menguasai topik tersebut, menetapkan isi secara
spesifik, dan menetapkan tujuan penelitian.

Pembuatan Latar Belakang Masalah Penelitian


Latar belakang masalah dalam penelitian menyajikan gambaran yang dapat
menjelaskan mengapa suatu penelitian menarik untuk diteliti. Ada dua model yang apat
digunakan di dalam membuat latar belakang masalah, yaitu:
1. Menguraikan

adanya

kesenjangan

antara

kondisi

objektif

dengan

kondisi

normatif/asumsi-asumsi tertentu.
2. Menggambarkan

perkembangan

teori

atau

membandingkannya dengan kondisi normatif.

suatu

kondisi

objektif

tanpa

Jika peneliti menggunakan model pertama, kondisi objektif fapat digambakan melalui data
sekunder yang ada, sedangkan kondisi normatif dapat berbentuk teori, nilai, atau norma
yang berlaku umum. Sementara jika peneliti menggunakan model kedua, peneliti hanya
menggambarkan karakteristik suatu gejala secara lebih rinci. Pada bagian ini, peneliti dapat
memberikan gambaran kondisi objektif dengan alat bantu 5W1H (what, who, when, where,
why, dan how).

Perumusan Masalah
Penggunaan istilah permasalahan, perumusan masalah, atau pokok masalah dalam
suatu penelitian adalah sama. Pada dasarnya permasalahan dalam penelitian merupakan
perumusan masalah ke dalam bentuk yang lebih terfokus. Biasanya pada bagian akhir dari
permasalahan, peneliti telah dapat merumuskan pertanyaan penelitian (research question).

Tujuan dan Signifikasi Penelitian


Seperti yag telah diuraikan sebelumnya, penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan
tujuannya menjadi penelitian eksporatif, deskriptif, dan eksplanatif. Namun sesuai dengan
salah satu asumsi pada pembahasan pendekatan kuantitatif mendasarkan pada teori, maka
tidak mdimungkinkan peneliti menggunakan penelitian dengan jenis eksploratif. Sementara
jika diligat dari signifikasinya, penelitian kuantitatif dapat melihatnya dari empat sisi, yaitu
akademis, praktis, sosial dan teknis.

Penyusunan Kerangka Teori dan Pengukuran


Kerangka teori pada prinsipnya bukan sekedar kumpulan definisi dari berbagai
macam buku, namun lebih pada upaya penggalian teori yang dapat digunakan peneliti untuk
menjelaskan hakikat dari gejala yang ditelitinya. Teori menyediakan konsep-konsep yang
relevan, asumsi-asumsi dasar yang dapat digunakan dan mengarahan pertanyaan penelitian
yang diajukan, serta membimbing kita dapat memberikann makna terhadap data. (Neuman,
2003) Dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan proses berpikir deduktif, peranan
kerangka teori adalah sebagai dasar untuk mengajukan pertanyaan sementara (hipotesis)
atas pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan. Secara umum, penyusunan kerangka teori
dapat melalui alur/tahap sebagai berikut: Tinjauan Kepustakaan, Konstruksi Model Teoritis,
Model Analisis, Hipotesis, dan Operasionalisasi Konsep.
Proses pengukuran merupakan suatu proses deduktif. Peneliti berangkat dari suatu
konstruksi, konsep, atau ide, kemudian menyusun perangkat ukur untuk mengamatinya

secara empiris. Ada tiga tahapan dalam proses pengukuran, yaitu konseptualisasi, penentuan
variabel dan indikator, dan operasionalisasi. Konseptualisasi merupakan proses pemberian
definisi teoritis atau definisi konseptual pada sebuah konsep. Sementara itu, operasional
merupakan tahapan terakhir dalam proses pengukuran. Tingkat pengukuran dapat dibedakan
menjadi nominal, ordinal, interval dan rasio.

Teknik Penarikan Sampel


Salah satu konsep yang berhubungan erat dengan sample adala populasi. Populasi adalah
keseluruhan gejala/satuan yang ingin diteliti, sementara sampel adalah bagian dari populasi
yang ingin diteliti. Oleh karena itu, sampel harus diliat sebagai suatu pendugaan terhadap
populasi dan bukan populasi itu sendiri (Bailey, 1994:83). Dalam penjabaran tentang
sampel, kita juga diperkenalkan dengan konsep unit analisis dan unit observasi. Selain itu,
dalam proses penarikan sampel terdapat juga konsep sampling unit dan sampling element.
Ada dua jenis teknik penarikan sample, yaitu :
1. Teknik Penarikan Sampel Probabilita, yang terdiri dari beberapa teknik di dalamnya
antara lain; teknik acak sederhana, teknik acak sistematis, teknik acak terlapis, dan
teknik acak berkelompok.
2. Teknik Penarikan Sampel Nonprobabilita, yang terdiri dari beberapa teknik di dalamnya
antara lain; teknik penarikan sampel aksidental, teknik penarikan sampel purposive,
teknik penarikan sampel kuota dan teknik penarikan sampel bola salju.
Ada beberapa hal yang mempengaruhi berapa besar sampel harus diambil, yaitu;
heterogenitas dari populasi, jumlah variabel yang digunakan, dan teknik penarikan sampel
yang digunakan.

3. PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA: Ragam Penelitian


Kuantitatif, Analisis Data Kuantitatif, dan Laporan Penelitian
Untuk mengumpulkan data dalam penelitian kuantitatif ada beberapa macam jenis,
antara lain Penelitian Survei, Penelitian Eksperimen, Analisis Isi, dan Existing
Statistic/Documents.
Ragam Penelitian Kuantitatif
1. Penelitian Survei, merupakan suatu penelitian kuantitatif dengan menggunakan
pertanyaan terstruktur/sistematis yang sama kepada banyak orang untuk kemudian
seluruh jawaban yang diperoleh peneliti dicatat, diolah dan dianalisis. Pertanyaan

terstruktur/sistematis tersebut dikenal dengan istilah kuisioner. Ada beberapa jenis


penelitian survei, dengan karakteristik sebagai berikut:

Main-and Self Administered Questionnaire

Face to Face Interview

Telephone Interview

2. Penelitian Eksperimen, jika pada apenelitian survei peneliti tidak dapat melakukan
manipulasi atau intervensi terhadap responden karena semua jawaban berdasarkan
pada jawaban responden, dalam penelitian eksperimen, peneliti dapat melakukan
manipulasi kondisi dengan memberikan treatment atau menciptakan sebuah
kondisi/rangsangan pada subjek yang ditelitinya. Penelitian ini dimulai dengan
membuat hipotesis kausal yang terdiri dari variabel independen (bebas) dan variabel
dependen (terikat). Langkah berikutnya adalah mengukur variabel dependen dengan
pengujian awal (pre-test), diikuti dengan memberikan treatment/stimulus ke dalam
kelompok yang diteliti, dan diakhiri dengan mengukur kembali variabel dependen
setelah diberikan stimulus (post-test).
3. Analisis Isi, penelitian ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan penelitian survei
dan eksperimen karena subjek penelitiannya adalah benda mati yang tidak bereaksi
dan peneliti dapat membandingkannya dengan lebih mudah antara msing-masing
subjek.
4. Existing Statistic/Documents, seorang peneliti sebenarnya dapat memanfaatkan
ketersediaan data yang dikumpulkan dan diolah pihak lain untuk melakukan sebuah
penelitian kuantitatif, inilah yang disebut dengan Existing Statistic/Documents.

Analisis Data Kuantitatif


Setelah data hasil penelitian dikumpulkan oleh peneliti, langkah selanjutnya yanga
dapat dilakukan oleh peneliti adalah bagaimana menganalisis data yang telah diperoleh tadi.
Langkah ini diperlukan karena tujuan dari analisis data adalah untuk menyususn dan
menginterpretasikan data (kuantitatif) yang sudah diperoleh. Terdapat beberapa tahap
analisis data kuantitatif yaitu:
1. Pengkodean Data (Data Coding)
2. Pemindahan Data ke Komputer (Data Entering)
3. Pembersihan Data (Data Cleaning)
4. Penyajian Data (Data Output)

5. Penganalisisan Data (Data Analyzing):

Analisis Univariat

Analisis Bivariat

Analisis Multivariat, yang dibedakan menjadi dua yaitu tabel silang dan
elaborasi.

Terdapat

beberapa

bentuk

elaborasi

antara

lain:

Replikasi,Spesifikasi,Interpretasi, Eksplanasi, Variabel Penekan, dan Pengujian


Hipotesis.

Laporan Penelitian
Laporan penelitian merupakan langkah terakhir yang sangat menentukan apakah suatu
penelitian yang sudah dilakukan baik atau tidak. Berikut adalah beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam menyusun laporan penelitian:
1. Tahapan Pembuatan Laporan Penelitian
Untuk membuat laporan penelitian yang baik, disarankan melakukan beberapa
tahapan sebagai berikut:

Langkah pertama, membuat garis besar mengenai pernyataan-pernyataan yang


menjelaskan mengenai permasalahan yang akan dibahas untuk mengarahkan
pada apa yang akan dituangkan dalam laporan penelitian sehingga isi laporan
nanti tidak menyimpang.

Membuat garis besar mengenai kajian pustaka, yang merangkum dan


menempatkan permasalahan ke dalam teori yang digunakan dalam penelitian

Membuat garis besar mengenai rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan


sehingga jegiatan yang sudah dilakukan dapat dipertangungjwabkan dengan
memakai kaidah ilmiah.

Membuat garis besar mengenai data apa yang akan ditampilkan sebagai hasil
temuan dilapangan.

Terakhir adalah membuat garis besar mengenai analisis yang sudah dilakukan
yang menggambarkan keterkaitan antara hasil temuan dengan kerangka
berpikir yang digunakan dalam penelitian.

2. Komponen Laporan Penelitian


Secara umum, sebuah laporan mengandung serangkaian informasi dari awal
melakukan penelitian hingga penyampaian hasil penelitian. Sebuah laporan secara

garis besar mengandung komponen antara lain, Abstrak, Pendahuluan, Kajian


Pustaka, Metode Penelitian, Pembahasan , Kesimpulan dan Saran.

C. Pendapat
Buku kecil yang berjudul Metode Penelitian Kuantitatif : Teori dan Aplikasi, tulisan
Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah, Penerbit PT. Rajagrafindo Persada, tahun 2005
merupakan salah satu alternatif buku yang bisa dipilih mengenai pembahasan terhadap
metode penelitian kuantitatif. Seperti yang kita ketahui, metode penelitian memiliki peran
dan nilai yang sangat penting terhadap sebuah penelitian, karena dalam sidang skripsi , tesis
atau disertasi misalnya, banyak pertanyaan yang muncul dari dewan penguji mengenai
bagaimana metode yang dipilih dan bukan mengenai apa hasil dari penelitian tersebut.
Apabila terjadi kesalahan dalam memilih metode penelitian, maka hasil yang dicapai tidak
relevan lagi. Untuk itu diperlukan sebuah literatur yang mampu mengambarkan dan
menguraikan secara jelas mengenai metode penelitian khususnya kuantitatif dan hal tersebut
bisa didapatkan dari buku ini. Penjabaran teori dalam buku ini tertata secara sistematis,
dengan menyelipkan berbagai contoh kasus sederhana pada setiap pembahasan teori untuk
memudahkan pembaca memahami maksud dari teori tersebut.
Buku ini cukup membantu untuk dijadikan panduan bagi mereka yang ingin
melakukan penelitian, khususnya tentu saja bagi mereka yang menggunakan metode
kuantitatif. Dalam buku ini membahas banyak hal, tidak saja membahas mengenai penelitian
kuantitatif dari mulai pemilihan topik hingga cara menyajikan data yang ada dalam laporan,
tetapi juga dibahas mengenai prinsip-prinsip penelitian, peran etika penelitian dalam proses
penelitian secara keseluruhan dan bagaimana seseorang bisa menerapkan pendekatan
kuantitatif dengan menggunakan asumsi dasar yanga ada, dan berbagai jenis penelitian
sebagai kerangka untuk mengklasifikasi penelitian yang ada.
Selain itu, seperti yang telah disampaikan tadi, dengan tersajinya beberapa contoh
kasus dan contoh kecil yang diambil dari sebuah penelitian sebagai penjelasan antar bagian
sekaligus memperkuat teori dan materi yang dibahas, mampu menjadikan setiap poin dari isi
buku ini menjadi suatu keutuhan penelitian. Hal tersebut juga didukung dengan pemeparan
permasalahan yang mungkin terjadi dan kendala-kendala yang mengikuti berikut dengan
solusi pemecahannya serta ilustrasi untuk memperjelas tahapan demi tahapan penelitian.
Dengan adanya buku ini diharapkan para peneliti, terutama bagi pemula mampu
mengimplemetasikan apa yang disampaikan di dalam buku ke dalam sebuah penelitian yang
sistematis dengan hasil yang relevan sesuai dengan yang diharapkan.