Anda di halaman 1dari 11

IV.

PENGOLAHAN DENGAN CARA PERTUKARAN ION

Pengolahan dengan cara pertukaran ion adalah suatu cara yang menggunakan
ion exchange resin dengan garam-garam terlarut (ion-ion) di dalam air dihilangkan
guna menda-patkan air terolah untuk keperluan ketel uap. Secara kasar pengolahan
secara pertukaran ion dapat dikelompokkan sebagaimana pada tabel 3.

Tabel 3. Pengelompokan pengolahan air dengan pertukaran ion


Demineralization treatment

Softening treatment

Kombinasi

Regenerasi

Simple softening

mixed bed

co-current

Dealkalization softening

2 bed-1 degasifier

regenerasi seri

4 bed-l degasifier

regenerasi continuous

4.1. Resin Pertukaran Ion


Resin yang digunakan di dalam pengolahan dengan cara pertukaran ion
mempunyai struktur ion exchange radicals yang digabung dengan polimer dan
dikelompokkan menjadi resin pertukaran kation (cation exchange resins) dan resin
pertukaran anion (anion exchange resins).
Cation exchange resins adalah suatu resin yang dikombinasikan dengan ion
negatif, seperti :
a) Sulfo group (-SO3H) sebagai radikal, disebut resin pertukaran kation asam kuat.
b) Carboxyl group (-COON) sebagai radikal, disebut resin pertukaran kation asam
lemah.

Universitas Gadjah Mada

Sedangkan anion exchange resin adalah suatu resin yang dikombinasikan


dengan positif, seperti:
a)

Quaternary ammonium group, disebut disebut resin pertukaran anion basa kuat.

b)

Primary tertiary amines (-NH2, -NHR, -NR2), disebut resin pertukaran anion basa
lemah.

4.2. Pengolahan dengan Cara Softening (pelunakan)


Komponen kesadahan (hardness) penyebab terbentuknya kerak (scale) pada
ketel uap bertekanan rendah dapat dihilangkan dengan pengolahan softening.

Gambar 1. Pengolahan Softening

Reaksi softening adalah sebagai berikut :


R(-SO3Na)2 + Ca(HCO3)2 R(-SO3 )2 Ca + 2 NaHCO3 (1)
R(-SO3Na)2 + MgSO4 R(-SO3 ) Mg + 2 Na2SO4 (2)

Universitas Gadjah Mada

Resin yang telah jenuh diregenerasi dengan menggunakan larutan natrium


khlorida 10%.
4.3. Pengolahan dengan cara Softening dan Dealkilasi
Pengolahan dengan cara softening dan dealkalisasi adalah suatu metode
dengan komponen kesadahan dan bikar-bonat (HCO3-) sebagai komponen Malkalinitas dihilangkan.
Pengolahan ini diklasifikasikan sebagai berikut.

H-form resin softening dan raw water mixing


H-form resin softening dan penambahan alkali
Na-/H- form resin split-stream softening
Na-/H- form resin series-stream softening
Na-form resin softening dan penambahan asam
Na-/Cl-form anion resin dealkalization.
Air baku secara paralel masuk ke dalam bed-bed (H-bed dan Na-bed) resin
asam kuat dan akhirnya didapat air lunak dealkali; dengan kandungan residu Malkalinitas di dalam air lunak antara 5 dan 15 mg/L seperti terlihat pada gambar 2.

Gambar 2. Pengolahan Pelunakan dan Dealkalisasi (Hydrogen and sodium form resin
units in parralel)

Universitas Gadjah Mada

Reaksi pelunakan dan dealkalisasi adalah sebagai berikut.


H-bed :
R(-SO3H)2 + Ca(HCO3)2 R(-SO3)2Ca + 2 CO2 + 2 H2O .............. (3)
R(-SO3H)2+ MgSO4 R(-SO3)2Mg+ H2SO4 ................. (4)
R(-SO3H)2 + NaCI R-SO3Na + HCl .......... (5)
Na-bed :
Reaksi yang terjadi seperti reaksi (1) dan (2).
Campuran :
HCl + NaHCO3 NaCl + CO2+ CO2 ...(6)
H2SO4 + 2 NaHCO3 4 Na2SO4 + 2 CO2 + 2 H2O......... (7)

Resin yang telah jenuh di dalam Na-bed diregenerasi dengan larutan sodium chlorida
10% dan H-bed diregenerasi dengan larutan asam chlorida 4 - 10%.
Reaksi regenerasi :
H-bed :
R(-SO3)Ca + 2HCl R(-SO3H)2 + CaCl2 ............(8)
R(-SO3)Mg + 2HCl R(-SO3H)2 + MgCl2............. (9)
R-SO3Na + HCl R-SO3H+ NaCl ............... (10)
Na-bed : sama seperti pada persamaan reaksi (5) dan (6)

Universitas Gadjah Mada

4.4. Pengolahan dengan Cara Demineralisasi Mixed Bed

Pengolahan dengan cara demineralisasi mixed bed adalah suatu cara dengan
air baku dilewatkan melalui sebuah kolom, yang di dalamnya terdapat resin asam kuat
H-form dan resin basa kuat OH-form sebagaimana ditunjukkan pada gambar 3.
Dengan pengolahan demineralisasi mixed bed akan didapat air demin dengan
kemurnian yang tinggi.

Gambar 3. Demineralisasi dengan menggunakan mixed-bed

Akan tetapi pada sisi lain, regenerasinya sulit dan biaya regenerant lebih tinggi
bila dibandingkan dengan sistem sistem yang lain. Oleh karenanya sistem ini
digunakan dalam hal penggunaan yang kapasitasnya relatif kecil atau digunakan
sebagai polisher dari air demin yang didapat dari sistem lain.

Reaksi demineralisasi :
R(-SO3H)2 + Ca(HCO3)2 R(-SO3)2Ca + H2CO3 ....(11)
R(-SO3H)2 + MgSO4 R(-S03)2Mg + H2SO4 .............. (4)
R-SO3H + NaCl R-SO3Na + HCl ................ (5)

Universitas Gadjah Mada

R = NOH + H2CO3 R = NHCO3 + H2O .............. (12)


R (= NOH)2 + H2SO4 R(=NOH)2SO4 + 2H2O ............. (13)
R = NOH + HCl R = NCI+ H2O .................. (14)
R = NOH + H2SiO3 R = NHSiO3 + H2O............ (15)
Setelah resin dipisahkan kedalam lapisan resin pertukaran kation dan resin
anion, maka resin kation diregenerasi dengan larutan asam klorid 4 10% dan anion
resin diregenerasi dengan sodium hidroksida 2 - 5%.

Reaksi regenerasi :
Reaksi regenerasi untuk resin cation sama dengan persamaan reaksi (8) , (9),
dan (10).
R=NHCO3 + NaOH R=NOH + NaHCO3..................(16)
R(=N)2SO4 + 2NaOH R(=NOH)2 + Na2SiO4 ............... (17)
R=NCl + NaOH R=NOH + NaCl ................. (18)
R=NHSiO3 + 2NaOH R-NOH + Na2SiO3 + H2O ........ (19)

4.5. Pengolahan dengan Demineralisasi Jenis 2-BED 1- Degasifier


Pengolahan dengan cara demineralisasi jenis 2 bed 1-degasifier terdiri dari satu
kolom Kation yang diisi dengan resin asam kuat H-form (H-bed), satu degasifier dan
satu kolom anion dengan resin basa kuat OH-form (OH-bed). Sistem ini telah
digunakan secara lugs sejak lama dan masih populer.
Seperti tergambar pada Gambar 4, setelah Kation-kation di dalam air baku
ditukar dengan ion-ion hidrogen (H+) di dalam H-bed dan karbon dioksida dihilangkan
di dalam dekarbonator, anion-anion ditukar dengan ion-ion hidroksids (OH-) didalam
OH-bed sehingga didapat air yang tidak mengandung ion dengan

Universitas Gadjah Mada

(mempunyai) kualitas electrical conductivity 5 - 10 S/cm dan konsentrasi silika 0,05 0,3 mg/L. Bila air tersebut digunakan sebagai umpan ketel uap bertekanan tinggi, unit
ini ditambah lagi dengan demineralisasi dengan jenis mixed bed (sebagai polisher).

Gambar 4. Pengolahan Demineralisasi (2-Bed I-Degasifier type)

4.6. Pengolahan dengan Demineralisasi Jenis 4-Bed 1 Degasifier

Pengolahan dengan cara demineralisasi type 4-bed 1-degasifier adalah suatu


sistem rangkaian tipe 2-bed 1-degasifier yang ditambah lagi dengan H-bed dan OHbed seperti pada gambar 5.
Kualitas air yang didapat hampir sama dengan hasil dari demineralisasi
dengan jenis 2-bed 1-degasifier yang ditambah dengan polisher.

Universitas Gadjah Mada

Gambar 5. Diagram alir 4-bed 1-degestifier 5-demineralizer

Gambar 6. Regenerasi Cation Bed 4-bed I-degestifier type demineralizer

4.7. Pengolahan dengan Demineralisasi Jenis Regenerasi Lawan arah

Pengolahan dengan cara demineralisasi jenis

regenerasi lawan

arah

(countercurrent) adalah suatu cara dengan aliran fluida pada waktu operasi dan
regenerasi melalui arah yang berlawanan seperti tergambar pada Gambar 7,
sedangkan pada demineralisasi tipe konvensional kedua aliran mengalir pada arah
yang sama (co-current).

Universitas Gadjah Mada

Keuntungan regenerasi dengan countercurrent yaitu jumlah regenerant yang


dibutuhkan dapat dikurangi jika dibandingkan dengan regenerasi co-current. Hal ini
disebabkan oleh faktor-faktor berikut .
1.

Air dengan kemurnian yang tinggi dapat diperoleh sungguhpun dengan


regenerasi yang rendah .

2.

Perbedaan rangkaian ion yang diabsorbsi dengan resin menaikkan


effisiensi penggunaan regenerant

3.

Kuantitas air untuk rinse dan waktu regenerasi dapat diperpendek.

Regenerasi dibagi menjadi dua yaitu regenerasi lawan arah dengan arah
keatas dan arah ke bawah. Bila digunakan arah regenerasi keatas, diperlukan
perhatian khusus untuk mencegah phonomena "short path" yang disebabkan
pencairan waktu regenerasi. Gambar 8 menunj ukkan suatu contoh demineralizer
dengan countercurrent .

Gambar 7. Regenerasi Counter-current regeneration demineralizer

Universitas Gadjah Mada

Gambar 8. Contoh Demineralizer Lawan-arah

4.8. Pengolahan dengan Demineralisasi Dual Layer


Pengolahan dengan cara demineralisasi dual layer adalah suatu cara dengan
resin asam kuat dan resin asam basa lemah diisikan ke dalam dua lapisan pada kolom
cation exchange dan resin basa kuat dan resin basa lemah (menengah) di dalam
kolom anion exchange. Gambar 9 menunjukkan suatu contoh demineralizer dengan
dual layer.
Keuntungan demineralizer dengan dual layer adalah sebagai berikut :
1. Koefisien penggunaan regenerantnya tinggi, sekitar 80 - 100 %, sebab asam
lemah atau basa lemah (menengah) diregenerasi dengan regenerant yang sama
sesudah meregenerasi resin asam kuat dan basa kuat.
2. Cairan bekas buangan regenerasi : lunak dan rendah karena pemanfaatannya
yang berulang.
3. Kuantitas air untuk rinse dan waktu regenerasi dapat diperpendek.

Universitas Gadjah Mada

Gambar 9. Contoh Demineralizer dengan Dual Layer

4.9. Pengolahan Demineralisasi dengan Terus-menerus


Pengolahan dengan cara demineralisasi kontinyu terdiri dari service column
dan unit regenerasi yang terpisah dimana resin jenuh dikeluarkan dari service column
secara terus menerus untuk selanjutnya diregenerasi di unit regenerasi dan kemudian
dikembalikan ke tangki servis; dengan demikian berarti demineralisasi dan regenerasi
secara terus menerus berulang.
Cara ini dibagi menjadi jenis mixed bed dan dua bed. Pengolahan
demineralisasi terus menerus mempunyai keuntungan-keuntungan seperti tidak
diperlukan waktu shutdown untuk regenerasi, dan penggunaan regenerant yang baik
sebab resin yang diregenerasi adalah yang betul-betul jenuh. Disamping itu type ini
juga mempunyai kerugian-kerugian antara lain ion bikarbonat dan karbonat menjadi
suatu beban bagi resin anion, kesulitan dalam mengikuti perubahan konsentrasi
garam-garam didalam air baku dan variasi service charge serta konsumsi resin nya
tinggi.

Universitas Gadjah Mada