Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN


TRIPLE JUMP

Disusun Oleh :
Nama

: Britty Datin Hasna A.

Kelas

: XI-IPA 3

No. Absen : 09

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2


SURAKARTA
2011

TRIPLE JUMP

A. Pengertian
Triple jump (kadang-kadang disebut sebagai hop, langkah dan
melompat atau melompat, lompat dan melompat) adalah sebuah trek dan
lapangan olahraga, mirip dengan lompat jauh, tetapi melibatkan sebuah
hop, langkah dan melompat rutin, dimana pesaing berjalan menyusuri
jalur dan melakukan lompatan, satu langkah dan kemudian melompat ke
dalam lubang pasir.
Menurut ketentuan si pelompat harus melakukan tiga kali menumpu,
menumpu dua kali dengan kaki yang sama yang disebut step dan diakhiri
dengan gerakan jump atau lompat. Hasil dari suatu lompatan sangat
tegantung dari kecepatan horizontal dan kekuatan pada ketiga tahapan
tumpuan tesebut. Jarak antara hop, step, jump bervariasi tergantung dari
kecepatan, kekuatan, dan kelentukan otot. Sudut tumpuan yang tepat
sangat membantu menjaga kecepatan.
B. Sejarah
Triple melompat, atau paling tidak melibatkan tiga varian melompat
satu demi satu, berakar pada Olimpiade Yunani Kuno, dengan catatan
yang menunjukkan para atlet mencapai jarak lebih dari 50 kaki (15,24 m).
[1]

Dalam mitologi Irlandia yang geal-ruith (triple jump), adalah suatu


peristiwa diperebutkan dalam Permainan Tailteann Irlandia kuno sejak
1829 SM [2]
Triple melompat adalah bagian dari pelantikan Olimpiade Athena
1896, meskipun saat itu terdiri dari dua hop di kaki yang sama dan
kemudian melompat. Bahkan, juara Olimpiade modern pertama, James
Connolly, adalah triple jumper. Olimpiade awal juga termasuk berdiri tiga
melompat, meskipun ini sejak saat itu telah dihapus dari program
Olimpiade dan jarang dilakukan dalam persaingan saat ini. Tiga wanita
melompat diperkenalkan ke Olimpiade Atlanta pada tahun 1996. Saat ini
pria dan wanita pemegang rekor dunia Jonathan Edwards dari Britania
Raya, dengan melompat dari 18,29 meter (60,0 kaki), dan Inessa Kravets
dari Ukraina, dengan lompatan 15,5 meter (51 kaki).
Istilah Atletik berasal dari kata Yunani Atlon yang berarti
Berlomba atau Bertanding. Arti selengkapnya adalah pancalomba atau
perlombaan yang terdiri dari lima nomor.
Di abad XIX merupakan masa menggeloranya kembali semangat
berolahraga di kalangan masyarakat luas termasuk berkembangnya
olahraga Atletik. Perkumpulan-perkumpulan Atletik mulai terbentuk.
Adapun perlombaan-perlombaan Atletik mulai banyak diperlombakan dan
diselenggarakan.
Pada tahun 1960 perkumpulan Atletik yang pertama di selenggarakan
di Amerika tepatnya di Sanfransisco dengan nama Olimpiade Club.
Kejuaraan atletik di Amerika di selenggaraka pada tahun 1960 oleh: New
York Atletik Club. Setelah itu sering kali diadakan perlombaan di amerika
serikat dengan Negara-negara eropa. Pada tahun 1880 di Inggris berdiri
istilah Amateur Atletik Board. Tahun 1887 di New Salan berdiri New
Zealand Atletik Amateur Assosation. Tahun 1899 di Belgia berdiri Lique
royale belged Atletisme, dan di Canada berdiri Canadian Track and Field
Asosiation.tahun 1895 Africa Selatan berdiri South Africant Amateur Atletic
Union. Dan di Swedia berdiri SouthAfricant Amateur Atletic Union. Dan di

Swedia berdiri Swenska Fri Idrotta Forbunder. Perlombaan-perlombaan


kejuaraan atletik telah saring di selenggarakan. Demikian perlombaan atas
Negara belum ada peraturan perlombaan menentukan pemenang.
Baru pada tanggal 17 Juli yaitu setelah selesainya perlombaan atletik
pada olympiade modern V di Stockholm. Tokoh-tokoh atletik dari 17
negara yang mengikuti olypiade dari Amerika Serikat ,Australia ,Inggris
,Inggris, Jerman ,Swedia ,Yunani berdiskusi untuk membentuk suatu badan
internasional yang kan membuat peraturan perlombaan atletik yang
lengkap. Badan tersebut didirikan dengan nama Internasional Amateur
Atletik Federation (IAAF) terpilih sebagai ketua adalah Kristina Helestrom
kedua-duanya dari Swedia. Peraturan-peraturan tehnis untuk perlombaan
Internasional yang pertama di sahkan pada congress yang ke tahun 1914
di Lyon Ferancis. Sejak terbentuknya IAAF ini ppenyelenggaraan
perlombaan atletik makin baik terutama dalam segi pengorganisasian.
C. Lapangan Lompat Jangkit
Ukuran untuk Lapangan dari awal lari sampai balok tumpuan 45m,
dari balok tumpuan sampai bak lompatan 13m, bak lompat panjang 8m,
lebar 2,75m. kedalaman bak lompat 10-20cm.
D. Teknik Lompat Jangkit
Lompat jangkit dibagi dalam beberapa tahap gerakan:ancan-ancang,
jingkat, langkah, lompat dan mendarat.
1. Ancang Ancang
Untuk meningkatkan kecepatan lari dengan tidak menghambat dari
tumpuan-tumpuan tersebut, Jarak awalan harus cukup panjang 35 40
meter, supaya kecepatan mencapai titik maksimal pada waktu
melakukan tumpuan. Gerakan lari konstan dan mampu menempatkan
kaki tumpu pada balok dengan tepat.
2. Gerakan HOP
Gerakan hop adalah gerakan dua kali menumpu kaki yang sama
dengan tidak menghambat kecepatan lari atau awalan. Supaya lebih
jelasnya perhatikan penjelasan berikut :

Perubahan kecepatan yaitu tekanan kaki ke arah depan dan ke atas

yang digerakkan oleh kaki tumpu.


Perubahan gerakan cenderung ke arah depan tidak ke atas.
Setelah menumpu kaki menekan mengayuh dengan tenaga penuh

sehinga kaki hampir sejajar dengan tanah.


Tahap akhir gerakan dengan sikap melayang untuk melakukan

pendaratan.
Sebelum mendarat kaki tumpu harus digerakkan ke depan,
sedangkan kaki yang satu tergantung bebas di belakang titik pusat

berat badan.
Saat kaki menumpu tumit lebih dahulu menyentuh tanah, tumit
berada di depan titik pusat berat badan. saat melayang punggung
diusahakan tegak tidak condong.

3.

Gerakan Step
Gerakan tumpuan yang ketiga yang dilakukan setelah gerakan

tumpuan kaki yang sama, gerakan ini bertujuan mengubah kecepatan ke


arah gerakan step, untuk menjaga gerak mendatar sebanyak mungkin
untuk dapat mengangkat bobot badannya ke arah jump. Untuk
mendapatkan Gerakan step yang baik. Anda perhatikan penjelasan
berikut :

Jaraknya langkah tergantung dari kecepatan saat melakukan tumpuan.


Perpindahan diperoleh saat gerakan hop ke arah gerakan step

disamping kaki yang diangkat mengayun.


Setelah kaki melakukan dorongan yaitu setelah gerakan hop kemudian
kaki yang satunya bergerak dari sikap tergantung di belakang
digerakan dengan lutut terlebih dahulu dan pangkal paha

dipertahankan jangan bergerak turun.


Kaki harus digerakkan setinggi mungkin anggota badan bagian bawah

tidak kaku dan tetap terayuh.


Sebelum gerakan menumpu kaki ayun dipertahankan tergantung
kemudian hentakan kaki ke atas untuk mendapatkan suatu ketinggian,
dengan tumit terlebih dahulu dengan berat badan berada di depan
tumit. badan waktu melayang dipertahankan tegak.

4. Gerakan Mendarat atau Jump


Gerakan jump ini merupakan bagian terakhir dari gerakan-gerakan
sebelumnya, gerakan hop dan step, untuk mendapatkan pendaratan yang
sempurna perhatikan penjelasannya :

Jauhnya hasil suatu lompatan tergantung dari kontribusi gerakan-

gerakan awal.
Gerakan step diikuti dengan kaki yang tergantung yang diayunkan ke

muka dibantu dengan ayunan kedua tangan.


Badan diusahakan setegak mungkin untuk memperoleh ketinggian

yang diinginkan.
Gerakan melayang biasanya menggunakan teknik Hang stile.
Merentangkan kedua belah lengan ke atas dimaksudkan untuk

menahan gerakan turun ke bawah (drop).


Waktu mendarat perhatian tertuju pada kaki yang diayunkan sejauh

mungkin ke depan dari pinggul.


Lutut belakang diangkat ke depan sehingga sejajar dan kedua lengan
digerakan ke depan membantu gerakan kaki, setelah tumit menyetuh
pasir gerakan pinggul mendorong ke depan agar tidak jatuh ke
belakang.

E. Susunan Organisasi Perlombaan

Manajer Perlombaan
Sekretaris Perlombaan
Manajer Tehnik Perlombaan
Juri Pencatat
Juri Ukur
Juri Penyiar
Bagian Medis
Bagian Keamanan

F. Tugas Dan Fungsi Pengurus Organisasi Perlombaan Dalam


Perwasitan
1. Manajer Perlombaan
Bertugas dan bertanggung jawab atas pelaksanaan perlombaan yang
betul, tertib, dan lancar. Dan dia wajib mengecek bahwa semua petugas
telah lapor kehadirannya untuk bertugas, atau menunjuk pengganti bila

perlu, dan bekerja sama dengan pihak keamanan untuk mengatur orang
yang diberi wewenang saja boleh masuk arena.
2. Sekretaris Perlombaan
Bertugas bertanggung jawab atas terselenggaranya rapat-rapat
panitia pelaksana dan menyusun notulen/hasil catatan hasil rapat yang
berhubungan dengan perlombaan yang dimaksud. Dan bertanggung
jawab mengatur dan mengurusi seluruh urusan, adminitsrasi, menerima
dan melakukan korespondensi penting yang berhubungan dengan
perlombaan.
3.

Manajer Tehnik Perlombaan


Bertugas bertanggung jawab terhadap sarana dan prasarana

perlombaan yang sesuai dengan peraturan IAAF/PASI, serta kartu hasil


lomba dipersiapkannya.
4.

Juri Pencatat
Bertugas mengisi atau menyempurnakan isi dari formulir perlombaan

secepatnya, kemudian ditandatangani oleh wasit.


5.

Juri Ukur
Bertugas mengukur jarak lompatan yang dilakukan oleh para atlit.

6. Juri penyiar
Bertugas mengumumkan nama dan nomer dada peserta yang
berlomba dalam tiap event kepada penonton.
7. Bagian Medis
Bertugas menjamin tersedianya sarana dan prasana medis untuk
pengujian medis, pengobatan dan pelayanan kesehatan darurat di
tempat perlombaan sehingga perawatan atlit memadai.
8. Bagian Keamanan
Bagian keamanan ini harus dapat menguasai/mengawasi keamanan
diseluruh arena lomba dan harus melarang setiap orang selain
petugas/official, para atlit peserta yang berkumpul untuk berlomba,
untuk memasuki dan tinggal diarena perlombaan.
G. Cara Mengukur Lompatan pada Lompat Jangkit

Pada lompat jangkit pengukuran sebetulnya sama dengan


pengukuran pada loncat jauh. Pengukuran dilakukan oleh juri pengukur
yang biasanya berjumlah 2 (dua) orang. Pengukuran akan dilakukan
apabila lompatan tersebut dinyatakan syah. Pengukuran lompatan diambil
dari balok ujung balok tumpu yang terdekat dengan bak pasir, sampai
pada tanda awal pendaratan. Bila pelompat berjalan mundur seusai
melakukan lompatan maka yang diukur adalah jarak ketika atlet tersebut
mundur. Oleh karena itu ketika seusai meloncat maka atlet harus berjalan
maju. Pada pengukuran ini diusahakan untuk seteliti mungkin sebab selisih
satu cm saja akan berpengaruh. Selain itu alat yang digunakan untuk
mengukur juga harus sama ( hanya ada satu alat ukur). Hasil lompatan
akan dicatat oleh pencatat hasil perlombaan.
Penentuan pemenang lompat jangkit bila kita lihat memanglah
mudah karena ditentukan oleh lompatan yang paling jauh. Sebetulnya
tidak demikian sebab ada beberapa prosedur yang harus dilalui oleh atlet,
seperti tes doping.
Bila didalam sebuah perlombaan ada nilai yang sama maka untuk
menentukan juara maka harus diberikan kesempatan pada kedua peserta
tersebut untuk melakukan lompatan lagi. Dan bila masih sama maka
dilihat dari prestasi atlet sebelumnya, dan bila masih sama baru diadakan
undian.