Anda di halaman 1dari 3

Electrical Stimulation

Electrical Stimulation adalah aplikasi dari stimulasi listrik untuk sekelompok otot.
Electrical stimulation biasanya digunakan oleh Fisioterapis sebagai bentuk rehabilitasi otot atau
kejadian lain yang mengakibatkan hilangnya fungsi otot (Wisegeek, 2010). Electrical stimulation
dapat digunakan untuk memperkuat otot yang sehat atau normal untuk mempertahankan massa
otot (Batey, 2006). peningkatan kekuatan otot dengan menggunakan electrical stimulation
cenderung lebih optimal pada kondisi non patologis, dibanding kondisi patologis (Adel dan
Luykx, 1990).
Electrical Stimulation sudah lama digunakan oleh kalangan fisioterapi sebagai salah satu
cara untuk menghasilkan kontraksi otot secara buatan yang disebabkan otot/syaraf mengalami
kelainan, gangguan, ataupun cidera. Dalam pelayanan rehabilitasi dan fisioterapi, Electrical
stimulation digunakan untuk mendidik kembali fungsi otot, membantu kontraksi otot,
menguatkan otot, memelihara masa dan daya ledak otot selama immobilisasi yang lama dan
untuk mencegah terjadinya ahropy dan kelemahan otot pada pasien dengan penyakit kronis
(Lake, 1992; Mackler et al, 1995; Piva et al, 2007).
Penggunaan electrical stimulation untuk penguatan otot yang sehat sungguh-sungguh
telah diterima dengan pemberitaan yang baik dalam literatur dan yang menerima penuturan ini
diantaranya adalah praktisi klinik (Currier, 1998). Literatur tersebut mendukung konsep bahwa
NMES memiliki nilai fisik dan respon yang sama pada otot-otot yang sehat seperti halnya latihan
pada umumnya, sedangkan menurut kots (1998), electrical stimulation dapat menghasilkan 30
sampai 40 persen kekuatan yang lebih besar daripada latihan isometrik saja.
Electrical Stimulation dapat digunakan untuk :

Mempertahankan massa otot dan fungsi selama periode lama tidak digunakan atau
imobilisasi,

Pemulihan massa otot dan fungsi berikut jangka waktu yang tidak digunakan atau
imobilisasi,

Perbaikan fungsi otot pada populasi sehat yang berbeda: lansia subyek, dewasa subyek,
rekreasi dan kompetitif atlet (Babault et al, 2007).

Hampir sama seperti TENS, alat ini juga menggunakan media arus listrik yang
menyebabkan satu atau kelompok otot tertentu berkontraksi. Elektroda yang dimiliki alat ini

diletakkan pada beberapa titik dikulit tertentu yang akan mempengaruhi serabut otot untuk
berkontraksi agar dapat meningkatkan kekuatan otot. Selama proses penguatan otot ini terjadi
sebuah kontraksi pada otot yang meningkatkan asupan darah ke daerah yang diberikan arus
sehingga meningkatkan proses penyembuhan. Dalam menggunakan Electrical Stimulation ada
beberapa efek yang akan di timbulkan, seperti :
1) Efek fisiologis
Efek fisiologis terhadap sensoris akan menimbulkan rasa tertusuk halus dan efek
vasodilatasi dangkal, sedangkan efek terhadap motorik adalah kontraksi tetanik yang akan lebih
mudah menimbulkan kontraksi.
2) Efek terapeutik
a. Fasilitasi kontraksi otot.
Apabila otot mengalami kesulitan untuk mengadakan kontraksi, stimulasi elektris dapat
membantunya terutama kontraksi otot yang terhambat oleh nyeri atau injury yang baru, dimana
stimulasi dapat memberikan fasilitas lewat mekanisme muscle spindel.
b. Mendidik kembali kerja otot
Stimulasi elektrik diberikan untuk mendapatkan kontraksi dan membantu memperbaiki
perasaan gerak. Otot hanya mengenal gerak, sehingga stimulasi diberikan untuk menimbulkan
gerakan yang normal. Stimulasi ini merupakan permulaan latihan-latihan aktif.
c. Penguatan dan hypertrofi otot-otot
Untuk mendapatkan penguatan dan hypertrofi, otot perlu berkontraksi dalam jumlah yang
cukup serta beban (tahanan). Kelenturan-kelenturan tersebut harus dipenuhi bila stimulasi
dimaksudkan untuk penguatan. Apabila suatu otot sangat lemah berat dari bagian tubuh yang
bergerak memberikan cukup beban. Dalam hal ini stimulasi elektrik dapat meningkatkan
kekuatan otot.
Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan mengenai fungsi dan kegunaan Electrical
Stimulation adalah :
Fungsi
Fasilitas kontraksi otot

Mendidik kembali kerja otot

Mendidik fungsi otot yang baru

Melatih otot-otot paralysis

Mengurangi nyeri pada jaringan syaraf

Kegunaan

Stimulasi pada sensoris

Memberikan kontraksi otot inervated

Sinusoidal, stimulasi pada otot denervated

Diadinamik dan Interferensi, merangsang saraf


bermyelin tebal