Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KASUS PSIKIATRIK

GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR EPISODE KINI MANIK


DENGAN GEJALA PSIKOTIK (F31.2)
IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny Sm

Tanggal

: 05-07-1978

Jenis Kelamin

: Perempuan

Suku/Agama

: Bugis/Islam

Status Perkawinan

: Menikah

Pendidikan Terakhir : Tamat SMA


Alamat

: Garampa, Kec. Larompong, Luwu-luwu

Masuk RSKD pada Tanggal : 17 Februari 2015


RIWAYAT PSIKIATRI
Diperoleh dari catatan medis, autoanamnesis dan alloanamnesis pada tanggal 17 Februari
2015 dari :
Nama

: Ny.Sm

Pekerjaan

: Pekerja bangunan

Pendidikan

: Tamat SMA

Alamat

: Luwu-luwu

Hubungan dengan pasien

: Suami

I.

RIWAYAT PENYAKIT
A. Keluhan Utama : Gelisah
B. Riwayat penyakit sekarang :
- Keluhan dan Gejala :
Seorang wanita dibawa oleh suaminya untuk yang kedua kalinya
ke IRD RSKD dengan keluhan gelisah. Hal ini dialami sejak 3 hari yang
lalu. Sebelum pasien merasa gelisah pasien masih sempat pergi bekerja ke
kantor dinas kesehatan Kabupaten Belopa. Jika pasien gelisah, pasien
sering berbicara sendiri dan menyanyi. Sebelum pasien datang ke RSKD,
pasien telah bertengkar hebat dengan suaminya perihal keuangan.
Sebelumnya, pasien tidak pernah mengalami gangguan jiwa,
sampai pada saat pasien pernah menjadi tim sukses salah satu bupati
Belopa pada September 2013 silam. Pada saat pilkada, kandidat yang
didukung oleh pasien menang. Saat itu pasien telah bekerja di dinas
kebersihan selama 4 tahun sebagai pegawai honorer. Pada saat menjadi tim
sukses pasien dijanjikan akan diangkat menjadi PNS jika kandidat yang
didukungnya

menang

dan

setelah

bupati

tersebut

mencapai

kemenangannya pasien mulai menunggu janji dan terus menerus berpikir


akan dirinya yang dijanji oleh bupati untuk dijadikan PNS. Selang
beberapa hari setelah pengumuman perihal kemenangan itu, pasien
mengalami episode depresi selama 4 hari, dan kemudian mengalami
episode mania selama kurang lebih 3 bulan. Hal ini yang menyebabkan
pasien pernah dirawat di RSKD datang dengan keluhan gelisah. Saat itu
pasien sedang dihadapkan dengan masalah keluarga. Setelah membaik dan
di rawat selama 2 minggu pasien di perbolehkan pulang dan lanjut
melakukan rawat jalan dengan diberi obat berwarna kuning, jingga, putih,
dan pink. Saat keluar dari RSKD pasien sudah kembali bekerja seperti
biasa, tetapi pasien tidak rutin meminum obatnya. Pasien hanya
mengkonsumsi obat selama seminggu, alasannya pasien selalu mengantuk
setelah meminum obat. Mulai saat itu sampai 3 hari yang lalu sebelum
pasien kembali gelisah, pasien dapat bekerja dan melakukan aktifitas
sehari-hari dengan baik.
-

Hendaya/disfungsi :
o Hendaya dalam bidang sosial (+)

o Hendaya dalam bidang pekerjaan (+)


o Hendaya penggunaan waktu senggang (+)
Faktor Stressor psikososial : Terjadinya perkelahian hebat antara pasien

dan suami pasien.


Hubungan gangguan sekarang dengan riwayat penyakit fisik dan psikis
sebelumnya tidak ada

C. Riwayat Gangguan Sebelumnya


1. Riwayat penyakit dahulu
Tidak ditemukan adanya riwayat penyakit fisik sebelumnya, seperti
infeksi, trauma kapitis, dan kejang.
2. Riwayat penggunaan NAPZA
Tidak ditemukan adanya riwayat penggunaan NAPZA
3. Riwayat gangguan psikiatri sebelumnya
Pasien terakhir dirawat di RSKD pada tahun 2013 dan keluar dari RSKD
dengan keluhan yang sama dan diberi obat berwarna kuning, jingga, putih
dan pink.
D. Riwayat Kehidupan Pribadi
1. Riwayat prenatal dan perinatal (0-1 tahun)
Lahir pada 05 Juli 1978, lahir normal dirumahnya dengan bantuan dukun
Tidak ada penyakit saat ibu mengandung dan melahirkan
2. Masa kanak awal (1-3 tahun)
Pertumbuhan dan perkembangan pasien sama dengan pertumbuhan dan
perkembangan anak-anak pada umumnya.
3. Masa kanak pertengahan (3-11 tahun)
Pasien tamat SD, pasien mudah bergaul dan memiliki banyak teman.
4. Riwayat kanak akhir
Pasien tamat SD dan melanjutkan pendidikan ke SMP.
5. Riwayat masa dewasa
a. Riwayat pendidikan
: Setelah tamat SMP, pasien melanjutkan
pendidikan ke SMA dan lulus melalui paket C.
b. Riwayat Pekerjaan
: Pasien saat ini bekerja sebagai pegawai
honorer di dinas kebersihan Belopa selama 4 tahun.
c. Riwayat pernikahan
: Pasien telah menikah sebanyak 3 kali,
pasien bercerai dengan suami pertama dan memiliki 3 orang anak,
kemudian bercerai dengan suami kedua dan tidak memiliki anak, dan
terakhir menikah dengan suami ke-3, suami pasien sekarang dan
memiliki 3 orang anak.
d. Riwayat kehidupan sosial
E. Riwayat Kehidupan Keluarga

: Pasien merupakan orang yang terbuka.

Pasien merupakan anak ke 7 dari 7 bersaudara (,,,,,,()).


Hubungan dengan keluarga (suami) kurang harmonis. Riwayat dengan
penyakit yang sama dalam keluarga ada yaitu sepupu pasien namun sudah
sembuh.
F. Situasi Saat Ini
Pasien sekarang tinggal bersama dengan suami ketiga dan 1 orang anak.
G. Persepsi Pasien Tentang Diri dan Kehidupannya
Pasien tidak sadar dirinya sakit dan tidak memerlukan pengobatan
II.

AUTOANAMNESIS
DM

: Selamat pagi Ibu Sumarni, perkenalkan saya Hikma dokter muda

yang bertugas di sini, Ibu ada yang mau sy mau tanya-tanya ki nah sebentar, bisa
ji bu?
P
DM
P

: Iye, tanya-tanya mki, apa?


: Kapan ki datang ke sini Bu?
: Hari senin, saya kesini sore, malam selasa saya naik mobil, saya tiba

di sini, subuh. Saya dimasukkan lagi ditempat diikat-ikat itu yang digantung itu,
mengerikan sekali. Jadi saya bilang dek, kenapa saya dikasi masuk lagi ditempat
orang gila. Di bilangi ka orang gila ndi.
DM
: Iya bu, kita dibawa kesini mungkin ada yang kita bikin dirumah kaya
bicaraki sendiri padahal tidak ada orang kita temani.. (pembicaraan di potong)
P
: Tapi seandainya keturanannya nabi cucu adam toh, seandainya
keturunannya Cakka toh saya bersuami anakku tiga toh tidak digantungka toh
karena tidak papa kita kan langganan rahasia disitu toh.. Kudapat rumah bagus
cantiknya ada mobil hitam ada motor tapi bekas bekas semua hahahaha
rumahnya juga bekas bekas, tanahnya bekas bekas. Saya toh, malaska
mencicil ka yang penting baru semua.
DM
: Di mana ki lahir bu? Waktu ta dilahirkan di dokter di bidan atau di
bantu seperti dukun
P
: Oh, saya lahir di bidan nak, anak ke 3, itumi ku cerai suami ku garagara...
DM

: Tidak bu, bukan maksudku dimana ki melahirkan, tapi yang saya

tanya itu kita lahir di bidan kah, di dokter kah atau di dukun
P
: Orang tuaku jasanya dukun ji kasian, orang dulu kasian nak, adakah
dokter toh?
DM
: Siapa tau di bidan bu.
P
: Tidak nak, orang tuaku sendiri nak, dukun

DM

: Bagaimana waktu ta sekolah bu? Berteman baik ki sama teman-

temanta? SD?
P
: Auuh luar biasa
DM
: SMP?
P
: Luar biasa juga
DM
: SMA?
P
: SMA Paket C hehehe toh tapi tidak papa asalkan orangnya Cakka,
orangnya Tuhan. Percaya, tidak mappabunge uang (meminjamkan uang ke orang
dan ditambahkan dengan bunganya) toh. Kita sukses selama ini cuma petani,
petani cengkeh ji dek, toh, bukan petani cokelat
DM
: Ada kita sering dengar-dengar sesuatu yang bicara di telingata?
P
: Iya dek
DM
: Suara apa itu bu?
P
: Kayak dibisik-bisik telingaku dek toh
DM
: Apa na bisik-bisikki bu? Suara laki-laki atau perempuan?
P
: Aih, tidak, hanya Allah yang tau nak..
DM
: Apa di bisikkan ki bu?
P
: Iya itu kalo dibilangika bilang ini mubilang, ini mubilang, eh benar,
pergika disitu yang dibilangi ka, eh benar, na bilang itu jemput orang baik-baik eh
benar, begitu dek
DM
: Bisikannya kapan saja muncul bu? Masih kita dengar sampai
sekarang?
P
: Hmm tidak akan pernah pergi dek, kalau orang baik sama saya pasti
ada lagi, pasti ada lagi. Hanya Allah yang tau, pasti Allah yang tau begitu yang
kusuka, kalo yang tidak kusuka, biarpun kau bayarka 500 juta tapi tidak akan
pernah ka terbuka dek. Jadi orang yang kusuka itu, biar bangunka, biar disiniko
saja panggilka, asal kuliat ko orang nya nak bilang bagusko, pasti keluarka. Tapi
kalau tidak, biar apa mukasi ka tidak akan pernah keluar.
DM
: Apa apa bisikan yang kita dengar kah bu? Yang jelas
P
: Kalo ada dibilangika, eh kan itumi nah dek, dibilang kembali toh hm,
kan itu anu Kahar Muzakkar, nabilang orang eh apa itu Kahar Muzakkar, siapa itu
Kahar Muzakkar, menghilang-hilang katanya, orang yang tidak yakin kepada
Allah, bilang apa itu Kahar Muzakkar, janganko percaya bodoh, itu tidak pernah
ki liat toh? Itu percaya ndi, itu Tuhan. Kalo turun i dibumi, itumi dibilang Tuhan,
kalau di langit i Tuhan, itu uang-uang negara siapa yang punya, Tu? Han.. apa pun
yang dikehendaki Allah pasti akan terjadi, toh
DM
: Terus itu Kahar Muzakkar kita dengar ji suaranya? Atau kita lihat?
Atau ketemu ki

: Bisikannya saja adek, saya tidak pernah liat orangnya, saya kontak

batin, walaupun saya di bumi, saya di sini, dia di atas langit, dia melihat saya, tapi
saya tidak pernah lihat,
DM
: Jadi kita dengar suaranya? Suara laki-laki?
P
: Iyyaaa, laki laki adek. Di bawah ibu, di tanah. Jadi, ada penjaga
tanah, ada penjaga langit, ada penjaga laut, ada penjaga udara.
DM
: Jadi kita anggap Kahar Muzakkar itu siapa?
P
: Itu mi Tuhan adek
DM
: Jadi kita sembah Kahar Muzakkar?
P
: Ooh, saya Cuma diwariskan saja adek
DM
: Diwariskan apa ki bu?
P
: Maksudnya kan selama ini pilkada orang, kalau pilkada orang,
hancur- hancuran, bensin mau naik.. jadi hari ini adek kalo kau percaya kalau saya
anaknya maksudnya anak pewaris, apa yang mau terjadi dek di dunia kalo tidak
ada bisik-bisik
DM
: Jadi bagaimana itu bu? Kita anaknya siapa?
P
: Saya anaknya Kahar Muzakkar, saya kan tiga bersaudara, pertama
azis, kedua Cakka, ketiga Sumarni, kan ada juga buhari, anaknya juga Kahar
Muzakkar, bukan itu adek, saya bersaudara Cuma tiga ji, cuma kita bertiga
diwariskan di bumi, Tuhan di atas langit yang melihat, maksudnya yang
membantu saya bicara dek, jadi kalau bicara ka begini, ada Allah yang melihat
diatas saya, tapi kayak di masuki ka tubuhku, memang kau liat diriku orang biasa
biasa, tapi..
DM
: Jadi apa yang bisa kita bikin kalau itu Tuhan masuki dirita?
P
: Itumi, catatmi yang kubilang, tanya dokter-dokter yang dulu yang
sudah sukses, tanya orang- orang dulu yang sudah sukses.
DM
: Kita apai itu orang sukses bu?
P
: Itumi tanya meka, apa mauta, insya Allah saya bisa bantuki. Kalo
operasi ko, esok lusa jadi dokter ko pale suster, hanya Allah yang tau, kalau ada
orang mau mu operasi nak, tapi tidak bisa ko kerjai, bukan orangta itu, karena
kalo operasi orang-orang bukan sembarang di operasi itu dek. Kalo kau operasi
orang, kau bisa ambil ilmu disitu berarti orang ta nah. Hmm. Tahun ini saya tidak
kasi kamu CPNS (menunjuk ke orang lain yang membungkus mulut), tapi ini 2
orang langsung saya kasiko CPNS (menunjuk ke arah saya dan teman saya)
karena kalau saya liat tidak terlalu yakin toh. Makanya ndi percaya ka kalau
anaknya Tuhan ndi. jangan mi ko terlalu bungkus mulut mu, jangan mi, saya tau
ji, memojokkan toh, seakan akan dia tidak percaya saya. terus terang dek, sampai
kamu bersujud di kakiku tidak akan pernah ku kasi lulus CPNS, kecuali kalau

keluargamu yang urus. Tapi kalau saya tidak pernah. Eh dengar dulu (pasien
menjadi emosi) jadi sekarang kan ada kategori dua, ada kategori satu, ada umum.
Sudah di umumkan apa belum?
DM
: Di umumkan apa bu?
P
: Calon CPNS pegawai negeri
DM
: Belum
P
: Makanyaaa. Percaya saya. Kalau kalian percaya saya, begitu saya
keluar nanti saya sudah dilantik, nanti keluar namanya orang kalo saya sudah
dilantik, maksudnya saya sudah dari cirebon naik kereta api, saya sudah dari
jakarta naik pesawat, terus pulang meka itu, tenang-tenang meka itu, Insya Allah
ndi, kalau kau percaya, jadi PNS ko nanti dua orang. Tapi kalo tidak, pulang mko
nanti hari-hari demi hari Insya Alah saya tumbal ko di jalan. Mana ko percaya?
Saya injakko mobil atau percaya saya?
DM
: Percaya
DM
: Bu katanya pernahki jadi tim sukses pilkada?
P
: Ooh jangan salah. Saya itu pernah jadi tim suksesnya Cakka. Kan ada
toh tim suksesnya masmin, tim suksesnya Cakka. Saya itu masuk ke warungwarung makan, jadi saya informasikan, kita masuki rumahnya orang satu persatu,
baru bertanya ka apa kita pilih nanti, dia bilang M, eh bilangka iya biarmi toh
saya simpan saja M, pokoknya nanti malam pilkada, malam besoknya mau
mencoblos orang, ooh begitu luar biasanya. Itu M pergi ke kampungku adek, satu
ji jalanannya tapi begitu luar biasanya kampung didalam.
DM
: Luar biasa bagaimana?
P
: Eh luas. Sempat M mau pergi kayak kampanye sembunyi-sembunyi.
Itu M kemarin orang luwuk dia tidak percaya, dia bilang M janganko percaya
bodo, siapa itu Kahar Muzakkar, pernah ki kah liat i. Tidak pernah.
Astagfirullahaladzim, takaburnya. Itumi Tuhan adek. Apapun allah yang tahu
adek, jadi adekku kalau ada yang tanyakko bilang itu Kahar Muzakkar orang
hilang-hilang aiih Tuhan itu adek, dia menampakkan dirinya didunia kalau, mau
pilkada, inilah saya. Ada didalam tubuhku sekarang.
DM
: Jadi apa kita bikin pas jadi ki tim sukses pilkada?
P
: Nah itumi ade, pas 3 hari lagi mau pemilihan orang, jadi bimbang toh,
jadi datangka di polres kubantah temanku. Kalau ada yang coba-coba
menjatuhkan Opu Cakka, saya tidak akan segan-segan masuk di KPU, mengacau,
kan di KPU di umumkan toh. Nabilang orang, eh siapa itu Sumarni, beraninya,
nasendiri ji dari kampung, deh pulangku dari situ kayak ditunggu ka orangnya M

disana, na hadang ka 3 mobil, mobil pete- pete, pas pulangka disana tapi tidak
adaji apa apa alhamdulillah, karena percaya saya anaknya Kahar Muzakkar.
DM
: Jadi waktu ta tim sukses, pernah ki dijanjikan sesuatu?
P
: Tidak pernah adek, saya Cuma membantu penyelidik saja, Cuma ada
teman kampusku, saya kan masih kuliah adek cantik, karena cepat ka dulu
bersuami, adekku itu besar tinggi dia dari kau, bagus bodynya, tinggi besar baru
ramping body nya. Ini celana nya ku pake tapi tidak bisa orang bohong, karena
saya kuliah, orang sospol itu tau saya, dimana saya ada, pasti ada anak sospol
terutama ada anaknya Opu di ambilmi anak dibilang E yang tim suksesnya Opu,
dia serahkan sama kepada saya. Makanya ndi saya itu esok lusa ndi, kan itu W,
Opu Cakka, A, presiden, saya tidak pernah bilang. Ituji saya bilang dulu jadikan
ka kasihan pegawai negeri Opu, nantipi kalau sudahmi itu, mau ka ksihan bawa ke
tanah suci orang tuaku, biarpun tidak ada apa-apaku yang penting naik tanah suci
orang tuaku karena saya mi yang habis habiskan ini. Tapi ya Allah ndi, luar biasa
ndi, saya sudah tau diriku, penguasa ka paleng, kalau bukan saya yang bilang i,
tidak akan pernah. Terutama ini CPNS. Itu saja kau buktikan adek nah, sekarang
kan ada K 2, K 1 , Umum. Tidak pernah di umumkan sebelum saya keluar dari
sini tapi nanti saya dari jakarta naik pesawat, cirebon, kapal laut sudah tidak, nda
usah. Hanya Allah yang tau.
DM
: Jadi kita masih tunggu pengumuman hasil CPNS bu?
P
: Insya Allah, ya Allah, tidak akan pernah ndi, bicara ka ini tapi Tuhan,
tidak akan pernah di umumkan K2, K1, Umum, kalau tidak keluar Sumarni dari
sini.
DM
: Sekarang bekerja honorer ki di bu? Di dinas kebersihan
P
: Iyaa di dinas kebersihan, kan belumpi saya umumkan K2. Setelah di
umumkan K2 ada mi namaku keluar, baru sayami yang pimpin. Bensin nanti 5ribu
ji ndi, solar 5 ribu ji ndi, pasar bebas, terserah, bilangi semua orang, na bilang Opu
Sumarni yang tim penggerak PKK semuanya bebas, bebas narkoba, bebas BAR,
bebas semuanya. Tapi ada hukumnya, ada undang-undangnya, ada pasal-pasalnya,
ada polisi tohhh, kalau kena undang-undang, ditahan, nda lengkap motornya,
ditahan, jadi itu polisi anakku cintaku kalau tidak ada polisi apa yang mau terjadi
anak? Berperang terus orang. Jadi hanya Allah yang tahu.
DM
: Sudah mki menikah toh ibu?
P
: Aku sudah tiga kali anak cantik
DM
: Tahun berapa ki menikah? Sama suami pertama?
P
: Tidak usah tahunnya adik, pokoknya anakku dari suami pertama tiga,
yang ke dua tidak ada, yang ketiga satu orang, suamiku Hasbi namanya
DM
: Ibu kita cerai sama suami ta yang pertama sama yang ke dua?

: Iya lewat pengadilan adik, iniji dia minta juga mau bercerai. Jadi

begini adek, kan ada 3 orang bersaing ada pak A dan pak S. Nanti kalau begitu
saya dilantik itumi nanti pak S saya temani. Karena pak A juga mau sekali sama
saya, tapi saya tidak mau. Sedikit lagi saya gila kemarin gara-gara dia. Jadi
salamku na sama pa A bilang maafkan aku ayah, dia tidak pernah memiliki saya
selamanya.
DM
: Apa pekerjaannya suamita?
P
: Pemborong batu adek, bangunan. Tapi dia tidak pernah jujur sama
saya tentang uang belanja selalu ka bertengkar sampai hampir dibunuh.
DM
: Ibu mauka tanya ki tentang peribahasa, kita mengerti kalo saya bilang
tong kosong nyaring bunyinya?
P
: Itu mi banyak bicara tapi tidak ada arti, tapi kalau saya ada arti.
DM
: Biasa ki bikin apa kalau sore-sore di rumah ibu? Bikin kue?
Menjahit?
P
: Iya bisa bikin kue bolu
DM
: Ibu kalo dapatki dompet ditengah jalan terus ada KTP nya kita mau
apakan itu bu?
P
: Lapor di polisi adek, kan kasihan orang itu yang hilang dompetnya.
DM
: 100-7 berapa bu?
P
: Hmm 93
DM, P
:10-2 = ya 8 dong, 8-2 = 6 toh, 8-2 = 4, 4-2= 2
DM
: Masih kita ingat teman SD ta siapa?
P
: Masih banyak adek, Ardi yang pedagang itu, itu teman saya
DM
: Makan apa ki tadi pagi bu?
P
: Makan telur saja saya ambil tadi adek, cuma telur 2 makan nasi
sedikit.
DM
P

: Tanggal berapa ki lahir ibu?


: Tanggal 5 juli 1978 Komba, dusun Garampa.

Itumi, sudahmi

Assalamualaikum .
DM
: Iya ibu terimakasih banyak Waalaikumsalam.
STATUS MENTAL
A. Deskripsi Umum
1. Penampilan : Tampak seorang wanita menggunakan baju lengan panjang
berwarna pink, celana jeans, memakai liptrik merah, memakai sandal,
perawatan diri cukup dan wajah tampak sesuai umur.
2. Kesadaran : Berubah
3. Perilaku dan aktivitas psikomotorik : Hiperaktif
4. Verbalisasi : Spontan, lancar, intonasi lancar, membanjir
5. Sikap terhadap pemeriksa : Kooperatif
B. Keadaan afektif (mood), prasaan dan empati
1. Mood
: Gembira
2. Afek
: Meningkat
3. Empati
: Tidak dapat dirabarasakan

C. Fungsi Intelektual
1. Taraf pendidikan, pengetahuan dan kecerdasan : Sesuai taraf pendidikan
2. Daya konsentrasi : Cukup
3. Orientasi :
Waktu
: Baik
Tempat
: Baik
Orang
: Baik
4. Daya ingat :
Jangka panjang
: Baik
Jangka pendek
: Baik
Jangka segera
: Baik
5. Pikiran Abstrak
: Baik
6. Konsentrasi dan perhatian: Mudah teralihkan
7. Bakat kreatif
: Ada
8. Kemampuan menolong diri sendiri : Baik
D. Gangguan Persepsi
1. Halusinasi
: Halusinasi auditorik (+), pasien mendengar bisikan
berupa suara laki-laki yaitu Kahar Muzakkar. Isi : menyuruh pasien
mengatakan suatu hal tertentu dan hal tersebut nantinya akan menjadi
kenyataan.
2. Ilusi
3. Depersonaliasi
4. Derealiasi

: Tidak ada
: Tidak ada
: Tidak ada

E. Proses Pikiran
1. Arus pikiran :
a. Produktivitas
: Membanjir
b. Kontinuitas
: Flight of Idea, kadang irrelevan
c. Hendaya berbahasa
: Tidak ada
2. Isi pikiran :
a. Preokupasi : Ada. Pasien selalu meyakinkan orang lain bahwa Kahar
Muzakkar adalah tuhan dan sering memotong pembicaraan dengan
mengatakan hanya tuhan yang tahu.
b. Gangguan isi pikiran : Waham kebesaran. Pasien meyakini bahwa
dirinya berdarah bangsawan/ berdarah biru yang diturunkan dari Kahar
Muzakkar dan mendapatkan warisan ilmu yang mampu melihat masa
depan orang dan ia yakini akan menjadi kenyataan.
F.
G.
H.
I.

Pengendalian Impuls : Terganggu


Daya Nilai : Tidak terganggu
Tilikan (insight) : Derajat 1. Penyangkalan penuh bahwa dirinya sakit.
Taraf dapat dipercaya : Dapat dipercaya

III.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT


Tekanan darah
: 120/80 mmHG
Nadi
: 80 kali/menit
Pernapasan
: 22 kali/menit
Suhu
: 36,70C
GCS
: E4M6V5
Status anemis
:Reflex patologis : Kaku kuduk
:-

IV.

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


Seorang wanita dibawa oleh suaminya untuk yang kedua kalinya ke IRD
RSKD dengan keluhan gelisah. Hal ini dialami sejak 3 hari yang lalu. Sebelum
pasien merasa gelisah pasien masih sempat pergi bekerja ke kantor dinas
kebersihan Kabupaten Belopa. Jika pasien gelisah, pasien sering berbicara sendiri
dan menyanyi. Saat di ajak bicara, jawaban pasien kadang tidak nyambung. Pasien
selalu menyebut dirinya anak dari Kahar Muzakkar dan merasa dirinya dimasuki
roh Kahar Muzakkar. Sebelum pasien datang ke RSKD, pasien telah bertengkar
hebat dengan suaminya perihal keuangan.
Pasien pertama kali dirawat di RSKD pada Desember 2013 datang dengan
keluhan yang sama yaitu gelisah. Pada saat itu pasien mengalami perubahan
perilaku menjadi pendiam, mengurung diri di kamar, dan mulai tidak masuk
kantor. Saat itu pasien sedang dihadapkan dengan masalah keluarga. Setelah
membaik dan di rawat selama 2 minggu pasien di perbolehkan pulang dan lanjut
melakukan rawat jalan dengan diberi obat berwarna kuning, jingga, putih, dan
pink. Saat keluar dari RSKD pasien sudah kembali bekerja seperti biasa, tetapi
pasien tidak rutin meminum obatnya. Pasien hanya mengkonsumsi obat selama
seminggu, alasannya pasien selalu mengantuk setelah meminum obat. Mulai saat
itu sampai 3 hari yang lalu sebelum pasien kembali gelisah, pasien dapat bekerja
dan melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik.
Dari pemeriksaan status mental , penampilan tampak seorang wanita memakai
baju lengan panjang berwana pink, celana panjang jeans, memakai lipstik
berwarna merah, memakai sandal, perawatan diri cukup dan wajah tampak sesuai
umur. Kesadaran berubah, perilaku dan aktivitas psikomotor meningkat,
verbalisasi pasien spontan lancar,

membanjir, intonasi lancar. Sikap pasien

terhadap pemeriksa kooperatif. Mood gembira, afek meningkat, empati tidak


dapat dirabarasakan. Pikiran abstrak tidak terganggu, ada bakat kreatif, yaitu
pasien bisa membuat kue, kemampuan menolong diri sendiri baik.

Gangguan persepsi didapatkan halusinasi auditorik yaitu mendengar bisikan


berupa suara laki-laki yaitu Kahar Muzakkar yang mengatakan apapun yang
dikatakan akan menjadi kenyataan. Produktivitas membanjir, kontinuitas flight of
idea. Preokupasi ada, pasien selalu mengatakan Kahar Muzakkar adalah tuhan,
dan sering memotong pembicaraan dengan mengatakan hanya tuhan yang tahu.
Waham

kebesaran

ada,

pasien

meyakini

bahwa

dirinya

berdarah

bangsawan/berdarah biru yang diturunkan dari Kahar Muzakkar dan mendapatkan


ilmu/kemampuan yang mampu melihat masa depan dan yakin hal itu menjadi
akan kenyataan.

V.

EVALUASI MULTIAKSIAL
1. Aksis 1
Berdasarkan alloanamnesis, dan autoanamnesi ditemukan gejala klinis
berupa gelisah, pasien sering berbicara sendiri dan menyanyi tiba-tiba.
Keadaan ini menimbulkan penderitaan (distress) dan hendaya (disabiliti) bagi
pasien pada fungsi sosial, pekerjaan dan penggunaan waktu senggang
sehingga disimpulkan bahwa pasien menderita gangguan jiwa.
Dari status internus dan pemeriksaan neurologis tidak ditemukan
kelainan sehingga kelainan organik dapat disingkirkan dan dikategorikan
sebagai gangguan jiwa non organik.
Selain itu, ditemukan juga adanya perilaku dan aktivitas psikomotor
hiperaktif, afek meningkat, produktivitas dari arus pikiran membanjir,
kontinuitas flight of idea sehingga memenuhi kriteria mania.
Pasien juga sempat mengalami depresi dan remisi dari fase mania dulu
ke fase mania sekarang sehingga dapat dikategorikan dalam gangguan afektif
bipolar episode kini manik.
Berdasarkan pemeriksaan status mental, ditemukan adanya hendaya
berat dalam menilai realitas ditandai dengan adanya halusinasi auditorik
berupa bisikan suara laki-laki yang diakuinya sebagai Kahar Muzakkar dan
memintanya bahwa apapun yang dia katakan akan menjadi kenyataan. Pasien
juga mengalami waham kebesaran, dengan mengatakan bahwa Kahar
Muzakkar dapat memberinya kekuatan. Hal ini terjadi hampir disetiap waktu.
Sehingga dapat digolongkan sebagai gangguan psikotik.

Pada kasus ini, pasien memenuhi kriteria manik. Sebelumnya pernah


mengalami 1 episode depresi dan remisi dari 1 episode manik terdahulu
hingga fase manik sekarang. Pasien juga menunjakkan adanya halusinasi dan
waham. Sehingga Pasien dapat digolongkan sebagai gangguan afektif
bipolar episode kini manik dengan gejala psikotik. (F31.2)
2. Aksis II
Dari informasi yang didapatkan, pasien termasuk orang yang ramah,
mudah bergaul, dan terbuka. Dari yang didapatkan ini belum cukup untuk
mengarahkan pasien kesalah satu ciri kpribadian.
3. Aksis III
Tidak ada diagnosis
4. Aksis IV
Faktor stressor psikososial : Terjadi perkelahian hebat antara pasien
dengan suaminya.
Faktor pekerjaan : Hingga saat ini pasien masih menunggu janji bahwa
dirinya akan diangkat menjadi PNS.
5. Aksis V
GAF (Global Assement Functioning) scale 50-41 : Gejala berat,
disabilitas berat.
VI.

DAFTAR PROBLEM
1. Organobiologik
Tidak ditemukan adanya kelainan fisik yang bermakna, tetapi diduga
terdapat ketidakseimbangan neurotransmitter maka pasien membutuhkan
farmakoterapi.
2. Psikologi
Ditemukan adanya hendaya berat dalam menilai realita berupa
halusinasi auditorik dan wahan kebesaran sehingga pasien membutuhkan
psikoterapi.
3. Sisiologik
Ditemukan adanya hendaya dalam bidang pekerjaan sehingga pasien
memerlukan sisioterapi.

VII.

RENCANA TERAPI
1. Farmakoterapi :
- Haloperidol 5 mg 3x1
- Depakote 250 mg 3x1
- Chlorpromazin 100 mg 0-0-1
2. Psikoterapi suportif :
- Ventilasi
Memberikan kesempatan kepada pasien untuk menceritakan keluhan
pasien.
-

Konseling
Memberikan penjelasan dan pengertian kepada pasien tentang penyakitnya
agar pasien memahami kondisinya dan memahami cara menghadapinya

serta memotivasi pasien agar tetap minum obat secara teratur


Sosioterapi
Memberikan penjelasan kepada keluarga dan orang-orang terdekat pasien
tentang gangguan yang dialami oleh pasien sehingga tercipta dukungan
moral dan lingkungan yang kondusif sehingga membantu penyembuhan
pasien.

VIII. PROGNOSIS
Dubia et bonam
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap prognosis yaitu :
1. Faktor penghambat :
- Pasien tidak minum obat secara teratur
- Gangguan sudah berlangsung cukup lama
- Hubungan pasien dengan suami pasien kurang harmonis
2. Faktor pendukung :
- Dukungan dari keluarga baik
- Stressor psikososial jelas
IX.

PEMBAHASAN/ TINJAUAN PUSTAKA


Gangguan bipolar adalah gangguan mood yang kronis dan berat yang ditandai
dengan episode mania, hipomania campuran atau depresi.
1. Gangguan afektif bipolar (F31)
- Bersifat episode berulang (sekurang-kurangnya 2 episode), dimana pada
waktu tertentu terdiri dari peningkatan afek disertai penambahan energi
dan aktivitas (mania atau hipomania), pada waktu lain penurunan afek
-

disertai penambahan energi dan aktivitas (depresi)


Yang khas biasanya ada penyembuhan sempurna atar episode
Episode mania berlangsung 2 minggu sampai dengan 4-5 bulan
Saat episode depresi berlangsung terjadi penurunan afek disertai
pengurangan energi dan aktivitas.

2. Episode manik ditandai dengan :


- Afek meningkat
- Aktivitas fisik dan motorik
- Flight of idea
3. Mania tanpa gejala psikotik (F30.1)
- Episode harus berulang sekurang-kurangnya 1 minggu dan cukup berat
sampai mengacaukan seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas
-

sosial yang biasa dilakukan.


Perubahan afek harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga
terjadi aktivitas yang berlebih, percepatan dalam berpikir dan kebanyakan
bicara. Kebutuhan tidur yang kurang, ide-ide perihal kebesaran/

grandiouse ideas dan terlalu opotunistik.


4. Mania dengan gejala psikotik (F30.2)
- Gambaran klinis merupakan bentuk mania yang lebih berat
- Harga diri yang membumbung dan gagasan kebesaran yang dapat
berkembang menjadi waham kebesaran (delusion of grandeus), irabilitas
dan kecurigaan menjadi waham kejar. Waham dari halusinasi sesuai
keadaan afek tersebut.
5. Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Manik dengan Gejala Psikotik (F31.2)
Untuk menegakkan diagnosis pasti, harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
-

Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania dengan

gejala psikotik (F30.2); dan


Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik,
manik, depresif atau campuran) di masa lampau.

X.

FOLLOW UP
Memantau perkembangan perubahan perilaku setelah terapi dan efek
samping farmakoterapi yang mungkin terjadi.