Anda di halaman 1dari 3

Manfaat Energi Matahari

Sumber energi baru yang saat ini banyak dikembangkan salah satunya yaitu sumber energi
matahari, yang biasa disebut tenaga surya atau solar sel. Sumber energi dari sinar matahari ini
bebas pencemaran, jumlahnya pun tidak terbatas, tidak memerlukan jaringan transmisi sehingga
dapat dimanfaatkan secara mandiri dimana saja selama masih bias terjangkau sinar matahari.
Indonesia sebenarnya adalah tempat yang sangat strategis untuk penggunaan energi matahari ini
karena letaknya yang berada di daerah tropis. Daerah yang sangat optimal menerima sinar
matahari.
Jumlah energi yang dipancarkan matahari setara dengan 10.000 kali konsumsi energi di seluruh
dunia saat ini. Penggunaan energi matahari tidak mengganggu kondisi atmosfir dan juga tidak
menghasilkan polutan yang berbahaya bagi makhluk hidup.
Prinsip kerja
Sinar matahari ditangkap oleh sel-sel berlapis semikonduktor kemudian diubah menjadi listrik.
Agar dapat digunakan pada malam hari biasanya listrik yang telh dihasilkan disimpan dalam
baterai. Energi yang dikeluarkan sinar matahri sebenarnya hanya diterima oleh permukaan bumi
sebesar 69 % dari total energi sinar matahari.
Energi yang dihasilkan dari sinar matahari sangat besar, sekitar 3 x 1.024 joule/tahun. Energi
tersebut setara dengan 2 x 1017 watt. Hanya dengan 0,1 % sinar matahari dari keseluruhan sinar
matahari yang menyinari seluruh permukaan bumi dapat mencukupi kebutuhn energi di seluruh
dunia.
Pemanfaatan Geothermal di Indonesia
Sejak jaman dahulu manusia telah memanfaatkan air panas yang muncul ke permukaan
melalui mata air panas. Mata air panas pada awalnya hanya dimanfaatkan untuk bersantai dalam
air hangat, namun pada perkembangannya air tersebut dimanfaatkan secara lebih kreatif.
Masyarakat Romawi menggunakan mata air panas untuk mengobati mata dan kulit, serta
memanaskan bangunan. Penduduk asli Amerika sejak jaman dahulu telah memanfaatkan air ini

untuk kebutuhan memasak dan pengobatan. Berabad-abad suku Maori di New Zealand memasak
makanan dengan memanfaatkan air panas yang dihasilkan dari mata air, dan masyarakat di
Perancis telah memanfaatkan air panas untuk menghangatkan rumah.
Panas bumi merupakan sumber energi yang terbarukan, di samping merupakan energi
alternatif yang ramah lingkungan dan bersih, karena sebagian besar gas buang adalah karbon
dioksida (CO2), serta air kondesat yang telah diambil dapat diinjeksikan kembali ke reservoir
untuk menjaga kelangsungan reservoir. Berdasarkan karakteristik yang dimiliki, energi panas
bumi dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung. Dalam rangka optimalisasi
pemanfaatan energi panas bumi, pemanfaatan langsung (direct use) dapat dikembangkan
bersamaan dengan pengembangan panas bumi untuk tenaga listrik

Panas bumi merupakan sumber daya energi baru terbarukan yang ramah lingkungan
(clean energy) dibandingkan dengan sumber energi fosil. Dalam proses eksplorasi dan
eksploitainya tidak membutuhkan lahan permukaan yang terlalu besar. Energi panas bumi
bersifat tidak dapat diekspor, maka sangat cocok untuk untuk memenuhi kebutuhan energi di
dalam negeri. Sampai tahun 2004, sebanyak 252 area panas bumi telah di identifikasi melalui
inventarisasi dan eksplorasi. Sebagian besar dari jumlah area tersebut terletak di lingkungan
vulkanik, sisanya berada di lingkungan batuan sedimen dan metamorf. Dari jumlah lokasi
tersebut mempunyai total potensi sumber daya dan cadangan panas bumi sebesar sekitar 27.357
MWe. Dari total potensi tersebut hanya 3% (807 MWe) yang telah dimanfaatkan sebagai energi
listrik dan menyumbangkan sekitar 2% dalam pemakaian energi listrik nasional.
Untuk mendapatkan tenaga listrik dari energi nuklir, sejauh ini sudah banyak dilakukan
melalui PLTN (Pusat Listrik Tenaga Nuklir) dan manfaatnya sudah sangat terasa bagi negaranegara maju, terutama dalam menggerakkan perindustriannya disamping untuk pemenuhan
kebutuhan energi listrik bagi rumah tangga. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLTN adalah
berasal dari reaksi fisi (pembelahan) yang menghasilkan panas sangat besar. Panas yang sangat
besar ini digunakan untuk menghasilkan uap bertekanan tinggi yang kemudian uap tersebut
digunakan untuk menggerakkan turbin yang dihubungkan ke generator, sehingga akan diperoleh
tenaga listrik. Sedangkan pemanfaatan energi nuklir melalui reaksi fusi (penggabungan) yang
panasnya jauh lebih besar dari pada reaksi fisi, sampai saat ini masih dalam taraf penelitian
mengingat belum ditemukan bahan yang tahan terhadap tekanan tingi dan juga suhu tinggi

dengan orde ratusan ribu derajat Celcius. Pemanfaatan energi nuklir untuk menghasilkan tenaga
listrik sejauh ini memang sudah terbukti dapat bersaing dengan tenaga listrik yang diperoleh
secara konvensional melalui pemakaian energi primer (batubara dan minyak) maupun melalui
pemakaian energi terbarukan (air, panas bumi dan matahari). Selain dari itu, para ahli pada saat
ini juga akan melengkapi kemampuan energi nuklir dengan cara lain untuk menghasilkan tenaga
listrik arus searah (tenaga baterai/DC), tidak hanya tenaga listrik arus bolak-balik (AC) seperti
yang sudah dikenal selama ini melalui PLTN. Cara lain yang dimaksud adalah tidak dengan
memanfaatkan panas dari hasil reaksi fisi maupun fusi, akan tetapi memanfaatkan proses
terjadinya reaksi peluruhan (decay process) pada setiap bahan radioaktif. Pada reaksi peluruhan
ini yang dimanfaatkan adalah radiasi nuklir itu sendiri yang disertai dengan pelepasan elektron
atau muatan listrik dan juga kemampuan menumbuk bahan untuk menghasilkan elektron
sekunder yang dapat diubah menjadi tenaga listrik. Bila hal ini bisa direalisasikan maka tenaga
listrik yang diperoleh dari hasil proses peluruhan zat radioaktif akan dapat menambah sumber
tenaga listrik arus searah, disamping sumber arus searah (tanaga baterai) yang telah dikenal
secara konvensional berupa baterai kimia sel basah maupun sel kering.