Anda di halaman 1dari 5

Pengertian Psikologi

Secara etimologis Psikologi berasal dari bahasa Yunani: Psyche dan logos.
Psyche artinya jiwa dan logos berarti ilmu. Dalam bahasa arab psikologi disebut
dengan Ilmu an Nafsi. Yang belakangan kemudian dikembangkan menjadi satu
ilmu bernama Nafsiologi. Dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan Ilmu Jiwa.
Secara terminologi (menurut istilah pengetahuannya) Psikologi adalah Ilmu
yang mempelajari tentang segala hal yang berhubungan dengan jiwa,
hakekatnya, asal usulnya, proses bekerjanya dan akibat-akibat yang
ditimbulkannya.
Psikologi dapat diartikan pula dengan Ilmu yang mempelajari tentang segala
hal yang berhubungan dengan jiwa, hakekatnya, asal usulnya, proses bekerjanya
dan akibat-akibat yang ditimbulkannya.
Psikologi dapat diartikan pula dengan Ilmu yang mempelajari prilaku manusia
atau tingkah laku manusia.

Psikologi yang dalam istilah lama di sebut ilmu jiwa itu berasal dari kata bahasa
Inggris psychology. Kata psychology merupakan dua akar kata yang bersumber
dari bahasa Greek (Yunani), yaitu: (1) psyche yang berarti jiwa; (2) logos yang
berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi adalah ilmu jiwa atau bisa di sebut
ilmu yang mempelajari kejiwaan.
Psikologi pada mulanya di gunakan para ilmuwan dan para filosof untuk
memenuhi kebutuhan mereka dalam memahami akal pikiran dan tingkah laku
aneka ragam makhluk hidup mulai dari yang primitive sampai yang modern.
Namun ternyata tidak cocok, lantaran menurut para ilmuwan dan filosof,
pisikologi memiliki batasan-batasan tertentu yang berada di luar kaedah
keilmuan dan etika falsafi. Kidah saintifik dan patokan etika filosofi ini tak
dapat di bebankan begitu saja sebagai muatan psikologi (Rebek, 1988)

Karena kontak dengan di siplin itulah, maka maka timbul berbagi macam
defenesi psikologi yang stu sama lain berbeda, Seperti :

1.

Psikologi adalah ilmu mengenai kehidupan mental (the science of


mental life)

2.

Psikologi adalah ilmu mengenai pikiran (the science of mind)

3.

Psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku (the science of


behavior); dan lain-lain defenisi yang sangat tergantung pada sudut
pandang yang mendefenisikannya.

Namun secara lebih spesifik (khusus), psikologi lebih banyak di kaitkan dengan
kehidupan organisme manusia. Dalam hubungan ini psikologi di defenisikan
sebagi ilmu pengetahuan yang berusah memehami prilaku manusia, alasan dan
cara mereka melakukan sesuatu, dan juga memahami bagimana makhluk
tersebut berpikir dan berperasaan (Gleitman, 1986).

Bruno (1987), membagi pengertian psikologi dalam tiga bagian yang pada
perinsipnya saling berhubungan. Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan)
mengenai ruh. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai
kehidupan mental, ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai
tingkah laku organisme.

Chaplin (1972) dalam Dictionary of Psychology mendefinisikan psikologi


sebagai the science of humen and animal behavior, the study of the
organism in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of
the physical and social events which make up the environment. (Psikologi ialah
ilmu pengetahuan mengenai prilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan
terhadap organisme dalam segala ragam kerumitannya ketika bereaksi arus
dan perubahan alam sekitar dan peristiwa-peristiwa kemasyarakan yang
mengubah lingkungan). Sementara itu, Edwin G. Boring dan Herbert S.
Langfeld seperti yang di kutip Sarwono (1976) mendefinisikan psikologi jauh
lebih sederhana daripada defenisi di atas, yakni psikologi ialah studi tentang
hakikat manusia.

Selanjutnya, dalam Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap


(1981) membatasi arti psikologi sebagai Cabang ilmu pengetahuan yang
mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa
tersebut meliputi respons organisme dan hubungannya dengan lingkungan.

Dalam defenisi-definisi di atas tampak jelas persamaan-persamaan di samping


perbedaan pandangan para ahli. Namun terlepas dari perbedaan dan persamaan
tersebut, pendapat yang lebih relevan (berkaitan dengan kepentingan) untuk di

pedomani sehubungan dengan topik-topik pembahasan dalam buku ini adalah


pendapat Gleitman dan Boring dam Lengfeld. Pendapat itu juga disamping
tidak berbelit-belit juga hanya menitik beratkan pada kepantingan organisme
manusia.

Pendapat-pendapat itu sesuai dengan kenyataan yang anda selama ini, yakni
para ahli pada umumnya lebih banyak menekankan penyelidikan terhadap
tingkah laku manusia yang bersifat jasmaniah (aspek psikomotor) maupun yang
bersifat rohaniah (aspek kognitif dan apektif). Tingkah laku psikomotor (ranah
kersa) bersifat terbuka. Tingkah laku terbuka meliputi perbuatan berbicara,
duduk, berjalan, dan seterusnya. Sedangkan tingkah laku tertutup meliputi
berpikir, berkeyakinan, berperasaan dan seterusnya.

Alhasil, secara singkat dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwa psikologi
adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku
terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok,
dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini meliputi
semua orang, barang, keadaan dan kejadian yang ada di sekitar manusia

Ada dua cabang ilmu dalam naungan Psikologi Klinis, yaitu Psikologi Kesehatan dan
Psikologi Medis. Memang istilah kesehatan dan medis bukan saja terkait erat, namun
sering menjadi dua istilah yang digunakan secara sinonimus (persamaan arti kata). Kecuali
itu, sebagian besar masyarakat pada umumnya sering dihadapkan pada ketidakjelasan
perbedaan pelayanan psikiater, psikolog klinis, psikolog kesehatan, dan psikolog medis,
walaupun untuk itu kita harus juga menyimak tentang pelayanan kesehatan fisik dan
penanganan medis pada umumnya. Untuk itu, marilah kita simak bersama uraian di bawah
ini.
2. Psikiater
Bila dokter atau dokter spesialis menangani aspek fisik pasien maka berbeda dengan
psikiater. Psikiater adalah dokter yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu kedokteran

pula, namun kemudian mengikuti pendidikan spesialisasi dalam bidang psikiatri. Psikiater
memberikan perawatan terhadap penderita gangguan mental yang kecuali membutuhkan
perawatan medicamentus sekaligus juga membutuhkan psikoterapi. Kecuali itu, para psikiater
pun memberikan pelayanan promotif dan preventif serta rehabilitatif dalam bidang psikiatri
bagi masyarakat luas.
3. Psikolog Klinis
Psikolog Klinis adalah ahli yang latar belakang pendidikannya dari sejak jenjang pendidikan
strata I adalah ilmu perilaku manusia, untuk kemudian mengikuti pendidikan Magister
Psikologi Terapan dengan mayoring Psikologi Klinis. Pendekatan Holistik mengungkapkan
bahwa seorang yang sakit fisik juga sekaligus sakit mental, karena hubungan resiprokal
antara aspek fisik dan mental tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dengan demikian, di
samping perawatan medis seorang pasien sering membutuhkan pendampingan Psikolog
Klinis untuk membantu pemulihan kesehatan aspek mentalnya. Apalagi, ketegangan emosi
seseorang yang mengalami kesulitan memecahkan masalah psikologis yang dihadapi sering
memanifestasi dalam bentuk keluhan fisik.
Berlainan dengan psikiater yang landasan dasar keilmuannya adalah Ilmu Kedokteran, maka
landasan keilmuan Psikolog Klinis adalah Ilmu tentang Perilaku Manusia (Psikologi). Jadi
kalaupun seorang Psikolog Klinis bekerja di setting medis (rumah sakit), Psikolog Klinis
tidak berhak bahkan dilarang keras memberikan pelayanan medicamentus, seperti misalnya
menulis resep, menyarankan penggunaan obat-obatan, dan sebagainya. Andaikata pasien
membutuhkan pelayanan psikologi klinis baik yang atas kehendak sendiri atau rujukan dari
dokter/profesi lain, maka psikoterapi dilaksanakan dengan landasan dasar keilmuan psikologi
pula.
Ada beberapa metode psikoterapi yang dapat dilakukan oleh Psikolog Klinis, misalnya
psikoterapi/konseling psikologi individual, keluarga/kelompok, perkawinan, dan lain-lain.
Tentu saja pilihan metode psikoterapinya sangat bergantung pada permasalahan psikologi
yang dialami penderita/klien serta keahlian khusus yang dimiliki Psikolog Klinis tersebut.
Luas dan banyaknya metode dalam psikoterapi memang akhirnya menuntut Psikolog Klinis
untuk memilih metode psikoterapi mana yang dikuasai dan benar-benar didalami serta
ditekuni secara khusus untuk pelayanan intervensi psikologi khusus bagi penderita/klien yang
menghadapi permasalahan psikologis khusus pula. Kecuali di setting medis (rumah sakit),
psikolog klinis pun dapat memberikan pelayanan di setting sekolah, kesehatan mental
individu, kesehatan masyarakat, industri, dan lain-lain. Luasnya cakupan pelayanan Psikologi
Klinis, mengembangkan spesifikasi pelayanan pada setting kesehatan dan medis.
Psikologi Kesehatan
Psikologi Kesehatan merupakan salah satu cabang Psikologi Klinis yang menekankan
kinerjanya pada upaya membentuk perilaku sehat pada masyarakat, dengan mengacu pada
falsafah dasar positif, yang bersifat preventif. Jadi manusia tidak dipandang sebagai korban
penyakit, namun juga ikut bertanggung jawab terhadap kondisi sakitnya. Konkretnya, kinerja
Psikolog Kesehatan adalah menyosialisasikan kebiasaan-kebiasaan hidup yang merugikan
kesehatan, seperti merokok, minum alkohol, serta mengembangkan tingkah laku yang
menunjang kesehatan, seperti mengomunikasikan pentingnya melakukan pemeriksaan
kesehatan secara rutin.

Psikologi Medis
Psikologi Medis adalah salah satu cabang Psikologi Klinis yang secara khusus mengarahkan
perhatiannya pada penerapan psikologi pada setting praktik medis, termasuk penanganan
psikologis dari penderita penyakit (pasien), keluarga pasien bahkan dokter yang memberikan
perawatan behavioral medicine (obat-obatan yang berpengaruh terhadap perubahan perilaku
pasien) terutama bagi penderita penyakit kronis, seperti kanker, gagal jantung, gagal ginjal,
dan lain-lain.
Kebutuhan pendampingan Psikolog Medis terhadap pasien-pasien tersebut di atas tidak dapat
dipungkiri, mengingat kondisi kesehatan fisik yang rentan berlanjut oleh penyakit kronis
dengan sendirinya akan berpengaruh terhadap kerentanan fungsi psikologisnya, sementara
demi proses penyembuhan optimal penerimaan pasien akan penyakit, kerja sama pasien
dalam pasien pengobatan, upaya mempertahankan kualitas hidup optimal pada pasien,
perubahan gaya hidup pasien.
Mudah-mudahan dengan penjelasan tentang pelayanan psikologi yang terkait dengan bidang
kesehatan manusia menjadi lebih dipahami.
Sawitri Supardi Sadarjoen
Kompas Cetak
Sumber :