0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
871 tayangan30 halaman

A. Planning B. Coordinating C. Communicating D. Evaluating E. Deciding F. Inflluenting

Sistem pengendalian manajemen terdiri atas empat elemen utama yaitu detektor, assesor, efektor, dan jaringan komunikasi. Pengendalian merupakan proses penetapan standar kinerja, menerima umpan balik kinerja aktual, dan mengambil tindakan korektif jika terjadi ketidaksesuaian. Tujuan pengendalian manajemen adalah mengarahkan organisasi mencapai tujuan yang ditetapkan secara efektif dan ef

Diunggah oleh

DianSriRezdyana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
871 tayangan30 halaman

A. Planning B. Coordinating C. Communicating D. Evaluating E. Deciding F. Inflluenting

Sistem pengendalian manajemen terdiri atas empat elemen utama yaitu detektor, assesor, efektor, dan jaringan komunikasi. Pengendalian merupakan proses penetapan standar kinerja, menerima umpan balik kinerja aktual, dan mengambil tindakan korektif jika terjadi ketidaksesuaian. Tujuan pengendalian manajemen adalah mengarahkan organisasi mencapai tujuan yang ditetapkan secara efektif dan ef

Diunggah oleh

DianSriRezdyana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

http://ajunsapri.blogspot.com/2013/07/hakikat-sistem-pengendalian-manajemen.

html
Pengendalian merupakan proses penetapan standar, dengan menerima umpan balik berupa
kinerja sesungguhnya, dan mengambil tindakan yang diperlukan jika kinerja tidak sesuai
dengan rencana.
1.
2.
3.
4.

Pengendalian manajemen pada dasarnya terdiri dari empat buah elemen, yaitu:
Detektor, yaitu alat untuk mengidentifikasi apa yang sedang terjadi dalam suatu proses
Assesor, yaitu alat untuk menentukan ketepatan
Efektor, yaitu alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu yang diperoleh dari assesor.
Jaringan komunikasi, yaitu alat untuk mengirim informasi antara detektor dan assesor
System
Sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya dan biasanya
dilakukan berulang-ulang
Sistem dibedakan menjadi dua yaitu sistem formal dan sistem informal. Sistem formal
merupakan sistem yang memungkinkan pendelegasian otoritas dimana sistem formal
memperje1as struktur, kebijakan dan prosedur yang harus diikuti oleh anggota organisasi.
Sedangkan sistem informal lebih berdimensi hubungan antar pribadi yang tidak ditunjukkan
dalam struktur formal.
Boundaries of Management Control
Strategy Formulation: Is the process of deciding on the Do.als of the organization and the
strategies for attaining these goals.
Task control: is the process of assuring that specified tasks are carried out effectively and
efficiently

Management Control
Manajemen: ada berbagai definisi manajemen. Dua di antaranya adalah
1. Seni untuk mencapai tujuan melalui tangan orang lain
2. Proses perencanaan, pengorgamsasian, kepemimpinan, dan pengendalian pekerjaan anggota
orgamsasi serta pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan
Menurut Anthony dan Govindarajan, Pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer
mempengaruhi anggota-anggota dalam organisasi untuk mencapai strategi perusahaan.
1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Definisi tersebut mencakup beberapa aspek:


Aktivitas pengendalian manajemen
Planning
Coordinating
Communicating
Evaluating
Deciding
Inflluenting

2. Pertimbangan-pertimbangan behavioral
Perlu diingat bahwa manajemen berhubungan dengan perilaku manusia. Oleh karena itu perlu
dipertimbangkan faktor-faktor manusia. Proses pengendalian manajemen tidak dapat
disamakan dengan mekanikal.
Perhatikan bagan berikut ini:

3. Alat Untuk Mengimplementasikan Strategy


4. Penekanan pada finansial dan non-finansial
5. Membantu dalam mengembangkan strategi baru
Tingkatan manajemen dalam perusahaan dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu top
management, middle management, lower management. Secara skematis dapat digambarkan
sebagai berikut
Pengendalian manajemen meliputi tindakan untuk menuntun dan memotivasi usaha guna
mencapai tujuan organisasi; maupun tindakan untuk mengoreksi unjuk kerja yang tidak
efektif dan efisien
Strategy Formulation
Management Control
Task Control
Acquire an unrelated
Introduce new product or
Coordinate order entry
business
brand within product line
Enter a new business
Expland a plant
Schedule production
Add direct mail selling
Determine advertising
Book TV Commercials
budget
Change debt/equity ratio
Issue new debt
Manage cash flow
Adopt affirmative action
Implement minority
Maintaning personel record
policy
recrruitment program
Kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan sistem pengendalian adalah:
1. Lingkungan baik ekternal maupun internal
2. Ukuran organisasi -+ desentralisasi vs sentralisasi
3. Kelengkapan sarana dan teknik pengendalian
Jenis-jenis pengendalian yang terdapat di perusahaan sesuai dengan tingkatan managerial
adalah sebagai berikut:
Pelaku
Top Management
Middle Management
Lower Management

Jenis Pengendalian
Perumusan strategi (Perencanaan
dan Pengendalian Strategik)
Pengendalian Management
Pengendalian Tugas

Sifat Produk Akhir


Tujuan, strategi dan
kebijakan
Implementasi Strategi
Kinerja efisiensi dan
keefektifan tugas-tugas
individual

Proses pengendalian manajemen terdiri beberapa hal, yaitu:


1. Komunikasi
2. Motivasi
3. Evaluasi
Metodologi pengendalian manajemen
1. menentukan tujuan: tujuan adalah hasil akhir dari proses komunikasi. Atasan dan bawahan
menyetujui apa yang telah diharapkan
2. Pengukuran prestasi: penilaian prestasi diperlukan untuk motivasi dan evaluasi
3. evaluasi prestasi: perbandingan antara prestasi yang sebenarnya dibandingkan dengan tujuan
semula.

Tujuan pengendalian manajemen berhubungan erat dengan akuntansi manajemen,


perencanaan, dan pengendalian, internal auditing, desain organisasi dan sistem informasi
akuntansi.
Karena pengendalian manajemen suatu organisasi berbeda dengan organisasi lainnya, maka
perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan organisasi. Penyesuaian kebutuhan dan
keadaan ini dikenal dengan pendekatan kontijensi. Ada beberapa variabel kontijensi yang
berpengaruh antara lain ukuran organisasi, teknologi produksi, persaingan.
Lingkungan pengendalian manajemen juga menyangkut perilaku organisasi, pusat
pertanggungjawaban yang terdiri dari pusat pendapatan, pusat biaya, pusat laba dan pusat
investasi. Lingkungan tersebut mempengaruhi perusahaan dalam menentukan jenis dan cara
pengendaliannya. Pengendalian di tingkat unit business akan berbeda dengan pengendalian di
tingkat corporate. Perilaku organisasi juga akan menentukan bagaimana manjemen dapat
mengendalikan karyawan baik blue collar maupun white collar. Setiap karyawan mempunyai
tujuan bekerja yang berbeda-beda, bahkan tidak menutup kemungkinan berbeda dengan
tujuan perusahaan. Terkadang tujuan karyawan bertentangan dengan tujuan perusahaan.
Tugas manajemen adalah menyelaraskan kedua tujuan tersebut.

http://mulia29fulgensius.blogspot.com/2014/05/hakikat-sistem-pengendalianmanajemen.html
HAKIKAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
BAB I
PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG

Suatu organisasi yang menjalankan sejumlah aktivitas memulai kegiatannya


dengan melakukan proses perencanaan. Perencanaan dilakukan melalui aktivitas
yang melibatkan individu-individu. Aktivitas inidividu ini diarahkan untuk
mencapai tujuan organisasi. Yang sering dilakukan adalah adanya kesadaran
individu sebagai makhluk juga mempunyai keinginan-keinginan atau tujuan
pibadi. Tujuan pribadi seseorang bisa selaras dengan tujuan organisasi, bisa juga
tidak selaras. Ketidakselarasan tujuan mengakibatkan tujuan organisasi atau
tujuan individu tidak tercapai. Untuk itu diperlukan suatu pengendali kerja
sehingga tujuan individu bisa selaras dengan tujuan organisasi. Salah satu alat
untuk mencapai hal tersebut adalah adanya sistem pengendalian manajemen
yang baik.

1.2

PERMASALAHAN

Bagaimana hakekat Sistem Pengendalian Manajemen yang terdiri atas konsep


dasar dan ruang lingkup sistem pengendalian manajemen?

1.3

TUJUAN PENULISAN MAKALAH

Tujuan dari penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas dalam mata
kuliah Sistem Pengendalian Manajemen, juga agar para pembaca mengetahui
dan memahami hakekat Sistem Pengendalian Manajemen.

1.4

METODE PENGUMPULAN DATA

Metode yang kami gunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode
kepustakaan, yaitu dengan mencari literatur yang berhubungan dengan bahasan
makalah kami.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 SISTEM
Sistem adalah suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya dan biasanya
dilakukan berulang-ulang. Dalam konteks sistem pengendalian manajemen,
menurut Suadi (1995) maka sistem adalah sekelompok komponen yang masingmasing saling menunjang dan saling berhubungan maupun tidak yang
keseluruhannya merupakan suatu kesatuan.
Menurut Marciariello ada dua bentuk sistem yang berlaku yakni sistem formal
dan informal. Sistem formal adalah sistem yang memungkinkan pendelegasian
otoritas dimana sistem formal memperjelas struktur, kebijakan dan prosedur
yang harus diikuti oleh anggota organisasi. Pendokumentasian struktur,
kebijakan dan prosedur secara formal ini membantu anggota organisasi dalam
menjalankan tugas-tugasnya. Sistem struktur, prosedur dan respon yang terpola
membantu manajemen dalam merencanakan dan mengelola strategi dalam
memenuhi tujuan organisasi dengan tetap memperhatikan fator lingkungan yang
ada.Sedangkan sistem informal adalah sistem yang lebih berdimensi hubungan
antar pribadi yang tidak ditunjukkan dalam struktur formal.
Dalam kegiatan suatu organisasi, banyak tindakan manajemen yang tidak
sistematis. Hal ini disebabkan oleh keadaan yang tidak memungkinkan bagi
seorang manajer untuk menggunakan aturan sistem yang telah ditetapkan,
sehingga manajer menggunakan pertimbangan pibadinya dalam bertindak.
Kegiatan seperti ini biasanya berkaitan dengan interaksi antara manajer yang
satu dengan yang lainnya dan manajer dengan bawahannya. Ketepatan sistem
itu sendiri akhirnya bergantung pada kemampuan manajer mengatur
sesesorang, tidak lagi berdasarkan aturan yang ditentukan sistem tersebut.

2.2 PENGENDALIAN
Pengendalian menurut Hansen & Mowen adalah proses penetapan standar
dengan menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya, dan mengambil
tindakan yang diperlukan jika kinerja sesungguhnya berbeda secara signifikan
dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.
Suatu organisasi juga harus dikendalikan jalannya. Hal ini dilakukan untuk
menjamin aktivitas yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan
organisasi. Suatu sistem pengendalian memiliki beberapa elemen yang
memungkinkan pengendalian berjalan baik. Elemen-elemen tersebut adalah :

SENSOR/DETEKTOR yakni suatu alat untuk mengidentifikasi apa yang


sedang terjadi dalam suatu proses.

ASSESOR yakni suatu alat untuk menentukan ketepatan. Biasanya


ukurannya dengan membandingkan kenyataan dan standar yang telah
ditetapkan.

EFEKTOR yakni alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu yang


diperoleh dari assessor.

JARINGAN KOMUNIKASI yakni alat yang mengirim informasi antara


detektor dan assesor dan antara assesor dan efektor.

Dengan demikian pengendalian adalah suatu proses untuk mengarahkan


organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2.3 MANAJEMEN
Salah satu pengertian manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian pekerjaan anggota
organisasi seta pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan
organisasi. Proses pengendalian manajemen dalam hal ini adalah proses yang
menjamin anggota satu unit usaha melakukan apa yang telah menjadikan
strategi perusahaan.
Kegiatan yang dilakukan pada suatu organisasi biasanya meliputi :

Merencanakan apa yang akan dicapai oleh perusahaan.

Mengkoordinasikan kegiatan pada masing-masing bagian.

Mengkomunikasikan informasi yang ada.

Mengevaluasi informasi.

Memutuskan apa yang akan dilakukan..

Mempengaruhi orang dalam organisasi tersebut untuk mengerjakan sesuai


dengan yang digariskan.

Pengendalian manajemen dalam hal ini tidak berarti bahwa setiap


tindakan/kegiatan harus sama dengan rencana. Pada prosesnya bisa saja
berubah karena perbedaan waktu antara rencana dan kegiatan. Tujuan
pengendalian manajemen adalah menjamin bahwa strategi yang dijalankan
sesuai dengan tujuan organisasi yang akan dituju. Jika apabila seorang manajer
menemukan cara yang lebih baik dalam operasi sehari-harinya, pengendalian
manajemen seharusnya tidak melarang manajer tersebut melakukan dengan
cara yang menurut dia benar.

2.4 BATASAN PENGENDALIAN MANAJEMEN


Pengendalian manajemen merupakan beberapa bentuk kegiatan perencanaan
dan pengendalian kegiatan yang terjadi pada suatu organisasi. Pengendalian
manajemen merupakan kegiatan yang berada tepat di tengah dua kegiatan
lainnya. Dua kegiatan yang dimaksud adalah perumusan strategik yang

dilakukan manajemen puncak dan pengendalian tugas yang dilakukan


manajemen paling bawah.
Beberapa karakteristik dari masing-masing aktivitas ini adalah :

Perumusan strategik merupakan kegiatan yang paling sedikit sistematik


tetapi pengendalian tugas merupakan yang paling sistematik.
Pengendalian manajemen dalam hal ini berada ditengah-tengahnya.

Perumusan strategi difokuskan untuk jangka panjang, sedangkan


pengendalian tugas difokuskan untuk operasi jangka pendek dan
pengendalian manajemen dalam hal ini berada ditengah-tengahnya.

Perumusan strategi lebih difokuskan pada proses perencanaan sedang


pengendalian tugas lebih difokuskan pada proses pengendalian. Baik itu
proses perencanaan maupun pengendalian sama pentingnya dengan
pengendalian manajemen.

2.5 PENGENDALIAN MANAJEMEN


Pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer mempengaruhi
anggotanya untuk melaksanakan strategi organisasi. Dari hal ini dapat diambil
beberapa hal berikut :

SIFAT KEPUTUSAN. Keputusan pengendalian manajemen dibuat dalam


kerangka kerja sesuai dengan strategi organisasi. Tanpa pedoman yang
jelas akan sulit menjalankan pengendalian manajemen yang benar.
Manajer dalam hal ini mempunyai pertimbangan yang bisa saja lain dari
yang telah ditetapkan asalkan baik untuk peningkatan prestasi unit
bisnisnya.

SISTEMATIS DAN RITMIS. Dalam proses pengendalian manajemen,


keputusan yang dibuat berdasarkan prosedur dan jadwal yang dilakukan
berulang-ulang tahun demi tahun.

PERTIMBANGAN PERILAKU. Proses pengendalian manajemen


melibatkan interaksi antara individu dan interaksi tersebut tidak
sistematis. Seorang manajer mempunyai tujuannya sendiri-sendiri. Yang
harus dilakukan adalah menyelaraskan tujuan tersebut sesuai tujuan
perusahaan secara keseluruhan. Hal ini disebut keselarasan tujuan yang
berarti tujuan pribadi anggota organisasi seharusnya konsisten dengan
tujuan organisasi.

ALAT UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN STRATEGI. Sistem


pengendalian manajemen adalah alat untuk mencapai tujuan perusahaan
sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan. Jadi pengendalian
manajemen memfokuskan pada pelaksanaan strategi. Pengendalian
manajemen hanya salah satu cara bagi manajer untuk menerapkan
strategi yang diinginkan. Strategi yang dapat diterapkan selain

pengendalian manajemen adalah melalui pendekatan struktur organisasi,


manajemen sumber daya dan budaya.

PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN. Pengendalian manajemen


melibatkan hubungan antara atasan-bawahan. Pengendalian dilakukan
melalui tingkat atas hingga ke bawah. Proses ini meliputi aktivitas
komunikasi, motivasi dan evaluasi.

METODOLOGI PENGENDALIAN MANAJEMEN. Penerapan proses


pengendalian manajemen yang telah diuraikan diatas memerlukan tiga
bentuk aktivitas yaitu menentukan tujuan, pengukuran prestasi dan
evaluasi prestasi. Menurut David Outley proses pengendalian
manajemen dirancang untuk menjamin bahwa tugas rutin dijalankan oleh
seluruh anggota organisasi yang secara bersama-sama membantu
tercapainya tujuan organisasi secara keseluruhan.

PERUMUSAN STRATEGI. Perumusan strategi adalah proses memutuskan


atas tujuan organisasi dan langkah-langkah yang diambil untuk mencapai
tujuan tersebut. Strategi yang diambil oleh perusahaan tidak tertutup
kemungkinan untuk diuji kembali atau dilakukan perubahan dimana perlu.
Kebutuhan untuk mengubah strategi biasanya disebabkan oleh ancaman
atau untuk memperoleh keuntungan yang lebih baik.

2.6 SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


Marciarello & Kirby mendefinisikan Sistem Pengendalian Manajemen sebagai
perangkat struktur komunikasi yang saling berhubungan yang memudahkan
pemrosesan informasi dengan maksud membantu manajer mengkoordinasikan
bagian-bagian yang ada dan pencapaian tujuan organisasi secara terus
menerus. Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai bagian dari
pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science). Pada dasarnya,
sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan dan
mengendalikan perusahaan / organisasi yang dianggap baik berdasarkan
asumsi-asumsi tertentu. Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas
berbeda dalam pengendalian manajemen, makin besar skala perusahaan akan
semakin kompleks.
Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan keputusan-keputusan kolektif
dalam organisasi. Untuk memahami sebuah sistem dibutuhkan suatu
pengetahuan tentang lingkungan dimana sistem itu berada. Dua unsur penting
dalam sistem pengendalian manajemen adalah lingkungan pengendalian dan
proses pengendalian.

2.7 HAKEKAT PENGENDALIAN MANAJEMEN


Organisasi terdiri dari manajer dan karyawan harus dimotivasi dan dituntun agar
melakukan apa yang diinginkan pimpinannya dan harus dikoreksi jika
menyimpang dari arah pencapaian tujuan organisasi. Dasar dari semua proses

pengendalian adalah pemikiran untuk mengarahkan suatu variabel, atau


sekumpulan variabel, guna mencapai tujuan tertentu. Variabel dapat berupa
manusia, mesin, organisasi
2.7.1 LINGKUNGAN PENGENDALIAN
Pengendalian manajemen merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh faktor
lingkungan. Berikut ini diuraikan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap
pengendalian manajemen yang meliputi perilaku organisasi dan pusat-pusat
pertanggungjawaban.
1. a. PERILAKU ORGANISASI. Proses pengendalian manajemen
mempengaruhi terhadap pencapaian tujuan organisasi. Beberapa
karakteristik organisasi yang mempengaruhi proses tersebut, terutama
berkaitan dengan perilaku anggota dalam suatu organisasi. Suatu
organisasi mempunyai tujuan dan fungsi pengendalian manajemen adalah
mendorong anggota organisasi mencapai tujuan. Disinilah perlunya faktor
keselarasan tujuan masing-masing anggota organisasi dalam pencapaian
tujuan organisasi. Struktur organisasi mempengaruhi bentuk sistem
pengendalian manajemen yang akan diterapkan. Perilaku organisasi juga
berkaitan dengan motivasi, kemampuan individu itu sendiri dan
pemahaman tentang perilaku yang diperlukan dalam mencapai prestasi
yang tinggi.
2. b. PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN. Suatu organisasi dibagi menjadi
beberapa pusat pertanggungjawaban. Adanya pusat pertanggungjawaban
adalah untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan manajemen puncak.
Secara garis besar, pusat pertanggungjawaban dibagi menjadi empat
yaitu :
3. PUSAT BIAYA. Pusat biaya dalah pusat pertanggungjawaban dimana biaya
diukur dalam unit moneter namun outputnya tidak diukur dalam unit
moneter.
4. PUSAT PENDAPATAN. Pusat pendapatan merupakan pusat
pertanggungjawaban dimana output-nya diukur dalam unit moneter
tetapi tidak dihubungkan dengan inputnya.
5. PUSAT LABA. Apabila suatu pestasi keuangan pusat pertanggungjawaban
diukur dengan dasar laba, maka pusat pertanggungjawaban tersebut
disebut pusat laba.
6. PUSAT INVESTASI. Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang
prestasi manajernya diukur atas dasar perbandingan antara laba dengan
investasi yang digunakan.
2.7.2 PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN
Suatu poses pengendalian manajemen melibatkan interaksi antarmanajer dan
manajer dengan bawahannya. Proses pengendalian manajemen meliputi
kegiatan-kegiatan sebagai berikut yaitu :
1. PERENCANAAN STRATEGI. Perncanaan strategi adalah proses
memutuskan program-program utama yang akan dilakukan suatu

organisasi dalam rangka implementasi strategi dan menaksir jumlah


sumber daya yang akan dialokasikan untuk tiap-tiap program jangka
panjang beberapa tahun yang akan datang.
2. PENYUSUNAN ANGGARAN. Penyusunan anggaran adalah proses
pengoperasian rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam
unit moneter untuk kurun waktu tertentu.
3. PELAKSANAAN. Selama tahun anggaran, manajer melakukan program
atau bagian dari program yang menjadi tanggungjawabnya. Laporan yang
dibuat hendaknya menunjukkan dapat menyediakan informasi tentang
anggaran dan realisasinya baik itu informasi untuk mengukur kinerja
keuangan maupun nonkeuangan, informasi internal maupun eksternal.
4. EVALUASI KINERJA. Pestasi kerja bisa dilihat dari efisien atau efektif
tidaknya suatu pusat pertanggungjawaban menjalankan tugasnya.
Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara realisasi anggaran
dengan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
2.7.3 PENGENDALIAN TUGAS
Pengendalian tugas adalah proses yang menjamin bahwa tugas yang telah
ditentukan dikerjakan secara efektif dan efisien. Penendalian tugas cenderung
ke kegiatan operasional. Aturan-aturan harus dibuat secara berurutan tetapi
tidak semua tugas harus dijelaskan secara berurutan. Perbedaan antara
pengendalian tugas dengan pengendalian manajemen adalah pengendalian
tugas lebih merupakan sesuatu yang scientific, sedangkan pengendalian
manajemen tidak demikian karena manusia merupakan faktor penting dalam
proses pengedalian manajemen dan manusia tidak bisa hanya diungkapkan atas
dasar suatu persamaan.
Dalam pengendalian manajemen, manajer berinteraksi dengan manajer lainnya,
sedangkan dalam pengendalian tugas interaksi karyawan dengan orang lain
relatif kecil. Sistem pengendalian manajemen pada dasarnya sama untuk seluruh
organisasi. Sebaliknya masing-masing tugas akan berbeda satu organisasi
dengan organisasi lain. Dalam pengendalian manajemen fokusnya adalah pada
satu unit organisasi, sementara dalam pengendalian tugas adalah salah satu
tugas daru suatu unit organisasi. Pengendalian manajemen berhubungan dengan
seluruh kegiatan perusahaan dan manajer harus memutuskan apa yang harus
dilakukan, sedangkan pengendalian tugas berhubungan dengan satu tugas
tertentu dan hanya sedikit diperlukan pertimbangan atas apa yang dilakukan.
2.7.4 HUBUNGAN PENGENDALIAN MANAJEMEN DENGAN
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN
Sebagian orang dalam organisasi melakukan perencanaan dan sebagian lagi
dalam bidang pengendalian. Kedua hal ini saling terkait. Kebanyakan manajer
melakukan pengendalian namun sifat dari pengendalian itu sendiri berbeda
dalam penerapannya untuk penetapan strategi, pengendalian manajemen dan
pengendalian tugas. Karena itu, perencanaan dan pengendalian tidak
merupakan kegiatan terpisah tapi saling terkait satu sama lainnya.
2.7.5 HUBUNGAN PENGENDALIAN MANAJEMEN DENGAN INTERNAL
AUDITING

Pengendalian manajemen adalah aktivitas yang dilakukan oleh manajer, selain


itu internal auditing adalah kegiatan staf yang dimaksudkan untuk menjamin
keakuratan informasi sesuai dengan aturan kesalahan yang minimum terhadap
pelaporan asset dan menjamin pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien.

2.8 TEORI KONTIJENSI ORGANISASI


Salah satu cara yang paling sering diguanakan dalam pengendalian kegiatan
organisasi adalah dengan merestrukturisasi kegiatan organisasi tersebut dengan
memeberi otoritas dan pertanggungjawaban untuk berbagai tugas bagi manajer
yang ada dan kelompok pegawai. Tetapi biasanya muncul kesulitan yaitu
perhatian manajer hanya terfokus pada bagiannya saja dan berakibat pada
pengabaian terhadap tugas-tugas yang memerlukan koordinasi dengan bagian
lain.
Manajer pusat pertanggungjawaban bisa diberi target yang jelas tentang rentang
tugasnya dan bertanggungjawab atas segala aspek pertanggungjawabannya.
Dengan demikian, aspek utama dari struktur organisasi formal adalah
segmentasi kegiatan ke bagian-bagian yang bisa ditangani oleh manajer
perorangan. Proses pelengkap berupa integrasi diperlukan untuk
mengkoordinasikan kegiatan sub-unit yang berbeda dan dalam hal ini, sistem
akuntansi manajemen memerankan peran penting dalam proses tersebut.
Pendekatan dalam memandang desain struktur formal organisasi telah
diformalisasikan dengan pendekatan teori kontijensi. Teori kontijensi diperlukan
dalam merancang sistem pengendalian. Hal ini disebakan karena struktur itu
sendiri karena merupakan mekanisme awal dari akuntansi manajemen.

2.9 TEORI KONTIJENSI AKUNTANSI MANAJEMEN


Teori kontijensi akuntansi manajemen ini menunjukkan suatu upaya dalam
penentuan sistem pengendalian yang paling memungkinkan atas seperangkat
keadaan yang ada pada suatu organisasi. Beberapa variable yang perlu
dipertimbangkan adalah :

LINGKUNGAN. Satu hal yang mendasa dai sistem pengendalian


manajemen ini adalah adanya pengaruh dari lingkungan dimana
organisasi tersebut beroperasi.

TEKNOLOGI. Sifat dari proses produksi suatu produk atau jasa biasanya
ditentukan juga oleh biaya dalam penggunaan teknologi tersebut.

UKURAN ORGANISASI. Ukuran organisasi merupakan faktor yang


mempengaruhi baik struktur maupun kesatuan pengendalian dalam
organisasi.

STRATEGI. Strategi yang dimiliki oleh organisasi mempunyai pengaruh


yang besar terhadapsistem akuntansi manajemen dan sistem
pengendalian manajemennya.

2.10 UKURAN DAN PENGHARGAAN KINERJA


Dalam membentuk ukuran kinerja, maka beberapa indikator kinerja yang perlu
diperhatikan adalah :

Tujuan organisasional adalah kompleks dan tidak bisa dikurangi dengan


mudah menjadi satu-satunya ukuran yang terintegrasi bagi kinerja
keseluruhan, walaupun tingkat keuntungan sering digunakan sebagai
salah satu tujuan organisasi.

Jika ukuran kinerja bertingkat digunakan, beberapa hal tentang kebutuhan


kepentingan harus dikomunikasikan.

Beberapa tugas perlu kerjasama antar manajer, misalnya sistem harga


transfer.

Beberapa aspek kinerja tidak bisa diukur secara kuantitatif, walaupun


kecenderungan yang ada adalah ukuran kuantitatif lebih banyak dipakai
daipada ukuran kualitatif.

Esensi kerja manajerial seperti hasil yang diinginkan sering tidak bisa
ditentukan terlebih dahulu, pernyataan tentang kinerja sering merupakan
pernyataan subjektif.

Kinerja manajerial harus dibedakan dari kinerja ekonomi unit dimana


manajer harus bertanggungjawab namun perbedaan antara apa yang bisa
dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan dan tidak bisa dilihat
dengan jelas.

Manajemen berada dalam lingkungan yang tidak pasti dan kompleks


sehingga penghargaan prestasi yang diberikan mungkin tidak mencakup
swluruh aspek kerja anggota organisasi.

2.11 PENGGUNAAN INFORMASI DALAM PENGHARGAAN KINERJA


Pengaruh yang paling tampak dalam penggunaan informasi akuntansi dalam
prilaku manajerial terjadi pada saat penggunaan evaluasi kinerja. Jika manajer
meyakini bahwa kinerjanya kan dievaluasi berdasarkan informasi akuntansi,
maka ia akan berusaha untuk mempengaruhi informasi tersebut sehingga
kelihatan menguntungkan manajer tersebut. Perilaku ini akan mengganggu
kegiatan organisasi secara keseluruhan.
Penggunaan informasi akuntansi yang tidak tepat dalam pengukuran kinerja
seringkali menghasilkan perilaku tidak baik. Kesulitan dalam penentuan dan
penghargaan perilaku manajerial yang layak mengakibatkan perlu adanya
monitoring dan penghargaan atas kerja. Ukuran yang paling sering digunakan

dalam pengukuan kinerja melibatkan ukuran-ukuran akuntansi dan


menggunakan anggaran sebagaistandar terhadap kinerja yang dihasilkan.
Kinerja anggaran bisa dimanipulasi untuk memberi kesan kinerja yang
memuaskan walaupun target yang ditetapkan tidak tercapai. Biasanya
perusahaan sulit mengendalikan karena anggaran yang ditetapkan biasanya
fleksibel.

2.12 GAYA PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI


Dalam hal anggaran ada perbedaan antara anggaran yang statis dan fleksibel.
Anggaran statis melibatkan manajer senior yang mengawasi bawahannya secara
ketat dalam memenuhi anggaran biayanya. Sedangkan anggaran fleksibel masih
mempertimbangkan kelayakan pencapaian anggaran, namun manaje senior
hendaknya diberi penjelasan masuk akal atas kelebihan pengeluaran. Jika
informasi akuntansi tidak merupakan informasi yang sempurna akan kinerja
sesungguhnya anggota organisasi, maka penggunaan gaya statis tidak layak
dan membawa ke tingkat stress yang tinggi, konsekuensinya bisa timbul
perilaku negatif seperti manipulasi data akuntansi. Anggaran fleksibel jika
dikaitkan dengan hal diatas tampaknya lebih layak digunakan.
Studi yang dilakukan oleh Briers dan Hirst dalam mengamati situasi dimana
penganggaran dan informasi ditunjukkan sebagai dasar evaluasi yang lebih
layak. Ditemukan bahwa gaya evaluasi statis tidak membawa ke konsekuensi
yang baik. Namun, manipulasi penganggaran yang dilakukan dihubungkan
dengan kinerja unit-unit yang dikelola, dimana unit yang berkinerja jelek
menunjukkan bias anggaran paling besar. Hasil temuan ini, dengan konteks yang
lebih luas dimana standar akuntansi kinerja akan berisikan uraian yang sedikit
lebih lengkap tentang kinerja pekerjaan akan berisikan uraian yang sedikit lebih
lengkap tentang kinerja pekerjaan Dalam kondisis ketidakpastian yang tinggi.
Studi selanjutnya menyarankan bahwa manajer hendaknya dievaluasi dengan
memperhatikan juga pendekatan subyektif jika unit tersebut menghadapi tingkat
ketidakpastian yang tinggi. Temuan di atas relevan dengan pengaruh
pengendalian akuntansi. Yakni ia merupakan cara dimana informasi akuntansi
digunakan manajer puncak dan penghargaan yang dibuat kontijensi dengan
pencapaian anggaran adalah kritis dalam penentuan pengaruh sistem informasi
akuntansi. Kedua, pengaruh penempatan kepercayaanyang tinggi atas ukuran
akuntansi terhadap kinerja kontijensi dengan keadaan karena tingkat
pengetahuan yang kita punyai tentang perilaku manajerial mengkontribusikan ke
arah kinerja yang sukses.
Bila menghadapi ketidakpastian eksternal dan internal, maka yang diperlukan
adalah sistem penghargaan dimana diperlukan dukungan inovasi dan
menghindari kegagalan jika manajer kemudian bisa mencapai kesuksesan
daripada menghindari kegagalan.

BAB III
PENUTUP

3.1

KESIMPULAN

Pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer mempengaruhi


anggotanya untuk melaksanakan strategi organisasi. Sistem Pengendalian
Manajemen merupakan perangkat struktur komunikasi yang saling berhubungan
yang memudahkan pemrosesan informasi dengan maksud membantu manajer
mengkoordinasikan bagian-bagian yang ada dan pencapaian tujuan organisasi
secara terus menerus. Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai
bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science). Pada
dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan dan
mengendalikan perusahaan / organisasi yang dianggap baik berdasarkan
asumsi-asumsi tertentu. Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas
berbeda dalam pengendalian manajemen, makin besar skala perusahaan akan
semakin kompleks.
Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan keputusan-keputusan kolektif
dalam organisasi. Untuk memahami sebuah sistem dibutuhkan suatu
pengetahuan tentang lingkungan dimana sistem itu berada. Dua unsur penting
dalam sistem pengendalian manajemen adalah lingkungan pengendalian dan
proses pengendalian.

DAFTAR PUSTAKA
Halim,Abdul dkk.2003.Sistem Pengendalian Manajemen Edisi Revisi. Yogyakarta:
UPP AMP YKPN
http://spm99.blogspot.com/2009/11/hakekat-sistem-pengendalianmanajemen.html
http://lintongnababan.wordpress.com/2008/08/28/sistem-pengendalianmanajemen/

http://d2bnuhatama.blogspot.com/2012/09/hakikat-sistempengendalian-manajemen.html
HAKIKAT SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
30,September2012
Didib Nuhatama Materi, Sistem Pengendalian Manajemen

Pengendalian manajemen merupakan sebuah keharusan dalam suatu


organisasi yang mempraktikkan desentralisasi. Salah satu pandangan
berargumentasi bahwa sistem pengendalian manajemen harus sesuai dengna
strategi perusahaan. Hal ini menggambarkan bahwa strategi pertama kali
dikembangkan melalui sistem formal dan rasional dan strategi itu kemudian
menentukan desain sistem manajemn perusahaan.
A. KONSEP-KONSEP DASAR
1. Pengendalian
Suatu organisasi harus dikendalikan yaitu harus ada perangkat
perangkap pada tempatnya untuk memastikan bahwa tujuan strategisnya dapat
tercapai. Setiap sistem pengendalian sedikitnya memiliki empat elemen:
a.

Pelacak (detector) atau sensor-sebuah perangkat yang mengukur apa yang

b.

sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.


Penaksir (assessor ) uatu perangkat yang menentukan signifikansi dari
peristiwa aktual dengan membandingkannya dengan beberapa standar atau

ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi.


c.
Effector-suatu perangkat (yang sering disebut "feedback") yang mengubah
perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan yang perlu dipenuhi.
d. Jaringan komunikasi-perangkat yang meneruskan informasi antara detector dan
assessor dan antara assessor dan effector.
2. Manajemen

Organisasi merupakan sekelompok orang yang bekerja bersama-sama


untuk mencapai tujuan tertentu bersama (dalam sebuah organisasi bisnis
tujuannya adalah mencapai tingkatan profit yang memuaskan). Organisasi
dipimpin oleh hierarki manajer, dengan Cllief Executive Officer (CEO) pada posisi
puncak, dan para manajer unit bisnis, departemen, bagian (section), dan subunit
lainnya yang peringkatnya berada di bawahnya dalam diagram organisasi.
Kompeksitas suatu organisasi menentukan jumlah lapisan dalam hirarki. CEO
memutuskan keseluruhan strategi yang akan memungkinkan organisasi tersebut
untuk mencapai tujuannya.
3. Sistem
Sistem merupakan suatu cara tertentu dan biasanya bersifat (repentitif)
pengulangan untuk melaksanakan suatu atau serangkaian aktivitas. Sistem
ditandai dengan serangkaian langkah-langkah yang berirama, terkordinasi, dan
berulang, yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu.
B. BATAS BATAS PENGNADALIAN MANEJEMEN
1. Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen merupakan sebuah proses di mana para
manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan
strategi organisasi. Beberapa aspek dari proses ini dijelaskan sebagai berikut :
a.

Kegiatan pengendalian manajemen


Pengendalian manajemen terdiri atas bermacam kegiatan, di antaranya:

b.

Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi.


Mengkoordinasikan kegiatan dari beberapa bagian organisasi.
Mengkomunikasikan informasi.
Mengevaluasi informasi.
Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika perlu.
Mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka.
Keselarasan Tujuan (Goal Congruence).
Meskipun sistematis, proses pengendalian manajemen tidak bersifat
mekanis; lebih dari itu, proses ini meliputi interaksi antarindividu, di mana tidak
dapat digambarkan dalam cara mekanis. Para manajer memiliki tujuan pribadi
sebagaimana halnya dengan tujuan organisasi. Masalah pengendalian yang
terutama adalah bagaimana mempenga-ruhi mereka dalam bertindak demi

pencapaian tujuan pribadi mereka sedemikian rupa sekaligus dapat membantu


pencapaian tujuan organisasi. Keselarasan tujuan berarti, sejauh hal tersebut
dimungkinkan, tujuan seorang anggota organisasi seharusnya konsisten dengan
tujuan organisasi itu sendiri. Sistem pengendalian manajemen seharusnya
dirancang dan dioperasikan dengan prinsip keselarasan tujuan dalam pikiran
setiap pribadi
c.

Perangkat Penerapan Strategi.


Sistem

pengendalian

manajemen

mem-bantu

para

manajer

untuk

menjalankan organisasi ke arah tujuan stratejiknya. Sehingga, pengendalian


manajemen terutama memfokuskan pada pelaksanaan strategi. Pengendalian
manajemen merupakan satu-satunya perangkat manajer yang digunakan dalam
mengimplementasikan strategi yang diinginkan.
d.

Tekanan Finansial dan Nonfinansial.


Sistem pengendalian manajemen meliputi ukuran kinerja jinansial dan
nonfinansial. Oimensi finansial memfokuskan pada moneter "yang menekankan"
pada-net income, return on equity, dan lainnya; tetapi sebenarnya seluruh
subunit organisasi memiliki tujuan nonfinansial-mutu produk, pangsa pasar,
kepuasan pelanggan, pengantaran tepat waktu, dan motivasi kerja karyawan.

e.

Bantuan dalam Pengembangan Strategi Baru.


Peranan utama pengendalian manajemen adalah untuk memastikan
pelaksanaan strategi yang telah dipilih. Dalam industri yang tunduk pada
perubahan lingkungan yang cepat, bagaimanapun, manajemen mengendalikan
informasi, terutama yang bersifat nonfinansial, dapat juga menyediakan dasar
bagi pertimbangan strategi baru. Fungsi ini diartikan sebagai pengendalian
interaktif. Pengendalian interaktif mengundang perhatian manajemen untuk
pengembangan-keduanya negatif (misalnya kehilangan pangsa pasar; dan
keluhan pelanggan) dan positif (misalnya pembukaan pasar baru sebagai hasil
penghapusan peraturan pemerintah)-yang menunjukkan perlu adanya inisiatif
strategi yang baru. Pengendalian interaktif merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari sistem pengendalian manajemen.
2. Perumusan Strategi

Perumusan strategi merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan


strategi untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Tujuan tidak memiliki jangka waktu,
tujuan akan tetap ada hingga tujuan tersebut diubah, dan hal itu jarang terjadi.
Bagi beberapa perusahaan, mencapai tingkat ROI (return on investment) yang
memuaskan

merupakan

tujuan

penting,

tetapi

bagi

perusahaan

lainya

memperluas pangsa pasar merupakan hal yang sama pentingnya.


Kebutuhan untuk memformulasikan strategi biasanya timbul dalam
merespons

ancaman

yang

diterima

(misalnya,

serangan

dari

pesaing,

pergeseran cita rasa konsumen, peraturan pemerintah yang baru) atau adanya
kesempatan (misalnya, inovasi teknologi, persepsi yang baru dari perilaku
pelanggan, atau pengembangan aplikasi baru dari produk yang sudah ada).
Seorang CEO yang baril, terutama yang berasal dari luar perusahaan, biasanya
merasakan adanya ancaman dan kesempatan berbeda dari yang dirasakan
pendahulunya. Sehingga, perubahan dalam strategi sering terjadi ketika ada
pergantian CEO yang baru.
Perbedaan antara Formulasi Strategi dari Pengendalian Manajemen.
Perumusan
sedangkan

strategi adalah proses pengambilan keputusan strategi baru


pengendalian

manajemen

adalah

proses

pengimplementasian

strategi tersebut. Perbedaan yang terpenting antara formulasi strategi dan


pengendalian manajemen adalah formulasi strategi pada dasarnya tidak
tersistematis. Ancaman, kesempatan, dan gagasan baru tidak terjadi pada
jangka waktu yang tetap: sehingga keputusan stratejik mungkin dibuat pada
saat kapan pun. Lebih jauh lagi, analisis bagi usulan strategi berbeda dengan
sifat strategi. Analisis strategi meliputi penilaian, dan nilai yang digunakan dalam
proses biasanya estimasi secara kasar. Kebalikannya, proses pengendalian
manajemen meliputi serangkaian langkah yang terjadi dalam urutan yang dapat
diprediksikan menurut banyak sedikitnya waktu yang tersedia, dan dengan
estimasi yang dapat diandalkan.
3. Pengendalian Tugas
Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang
spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian tugas merupakan
transaction-oriented-yaitu, melibatkan kinerja tugas individual menurut aturan
yang dibuat dalam proses pengendalian manajemen. Pengendalian tugas selalu
terdiri dari pengawasan agar aturan-aturan ini diikuti; sebuah fungsi yang dalam

beberapa kasus tidak selalu mem-butuhkan kehadiran sentuhan manusia.


Banyak

kegiatan

pengendalian

tugas

yang

bersifat

scientific;

sehingga,

keputusan optimal atau tindakan yang tepat perlu diambil untuk membawa
kembali kondisi di luar kendali kepada keadaan yang diinginkan, yang diprediksikan berada dalam batasan yang dapat diterima. Sebagai contoh, aturan jumlah
pesanan yang ekonomis menjelaskan jumlah dan waktu pesanan pembelian.
Pengendalian tugas adalah fokus dari ilmu manajemen dan teknik riset operasi.
Perbedaan antara Pengendalian Tugas dan Pengendalian Manajemen.
Perbedaan paling penting antara pengendalian tugas dan pengendalian manajemen adalah banyak sistem pengendalian tugas yang bersifat scientific. Secara
definisi, pengendalian manajemen meliputi perilaku para manajer, dan hal ini
tidak dapat dinyatokon melalui persamaan-persamaan. Kesalahan serius yang
mungkin dibuat adalah jika prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh ilmuwan
manajemen bagi situasi pengendalian tugas juga diterapkan pada situasi
pengendalian manajemen. Dalam pengendalian manajemen, para manajer
berinteraksi dengan manajer lainnya; dalam pengendalian tugas, manusia tidak
terIibat secara kese-luruhan (sebagaimana dalam beberapa proses produksi
yang terotomatisasi), atau interaksi antara seorang manajer dan yang bukan
manajer.
4. Dampak Internet terhadap Pengendalian Manajemen
Internet menyediakan banyak manfaat utama yang tidak didapat dari
telepon, yaitu:
a.
b.

Akses secara mudah dan cepat.


Data dapat dikirimkan dari lokasi A ke lokasi B hanya dalam hitungan detik.
Komunikasi multi-target
Internet memiliki jagkauan yang sangat luas, satu situs dapat menjangkau

c.

jutaan orang.
Komunikasi berbiaya rendah.
Komunikasi yang digunakan antara pegawai dan pelanggan dapat dilakukan

d.

dengan biaya yang murah dan bisa bebas pulsa (gratis)


Kemampuan menampilkan citra tertentu.
Tidak seperti telepon, situs web membuat konsumen dapat melihat produk

yang ditawarkan untk dijual.


e. Pergeseran kekuatan dan kendali kepada individu
Menjadi manfaat yang paling drastis dari situs web adalah pelanggan
menjadi raja. Konsumen memegang kendali dan dapat memnggunakan situs
web selama 24 jam penuh pada waktu yang mereka sukai tanpa interupsi atau
terlalu dipengaruhi oleh agen penjualan maupun telemarketers.

Dengan

manfaat-manfaat

tersebut

internet

secara

drastis

telah

mengubah aturan permainan dalam bisnis ke sektoor individual. Meskipun


internet telah dapat menfasilitasi kordinasi dan pengendalian melaluipemrosesan
informasi yang efisien dan efektif, internet tidak dapat menggantikan proses
fundamental yang melibatkan penegndalian manajemen. Hal ini disebabkan oleh
penerapan strategi melalui penegndalian manajemen secara esensial merupakan
sebuah proses sosial dan perilaku, sehingga tidak dapat di otomatisasikan secara
penuh.

http://riskymahira.blogspot.com/2013/04/hakikat-sistem-pengendalianmanajemen.html
Hakikat Sistem Pengendalian Manajemen

1. Konsep Dasar
a.

Sistem
Sistem adalah suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya dan biasanya
dilakukan berulang-ulang. Dalam konteks SPM, menurut Suadi (1995) maka
sistem adalah sekelompok komponen yang masing-masing saling menunjangsaling berhubungan maupun yang tidak- yang keseluruhannya merupakan
sebuah kesatuan.

b.

Pengendalian
Menurut Hansen dan Mowen (1995) pengendalian adalah proses penetapan
standar, dengan menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya, dan
mengambil tindakan yang diperlukan jika kinerja sesungguhnya berbeda secara
signifikan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

c.

Manajemen
Manajemen adalah seni mencapai tujuan melalui tangan orang lain. Pengertian
manajemen

yang

kepemimpinan,

lain

dan

adalah

pengendalian

proses

perencanaan,

pekerjaan

anggota

pengorganisasian,
organisasi,

serta

pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan bekerja bersama.

2. Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen


Menurut Suadi, Sistem pengendalian manajemen adalah sebuah sistem
yang

terdiri

dari

beberapa

sub

sistem

yang

saling

berkaitan,

yaitu:

pemrograman, penganggaran, akuntansi, pelaporan, dan pertanggungjawaban


untuk

membantu

manajemen

mempengaruhi

orang

lain

dalam

sebuah

perusahaan, agar mau mencapai tujuan perusahaan melalui strategi tertentu


secara efektif dan efisien. Menurut Anthony dan Reece, sistem pengendalian
manajemen
pengendalian

adalah

sistem

terhadap

pengendalian

aktivitas-aktivitas

manajemen
dalam

suatu

memiliki
organisasi

fungsi
yang

diupayakan agar sesuai dengan strategi badan usaha untuk mencapai tujuannya.

3. Tujuan Perancangan Sistem Pengendalian Manejemen


a.

Diperolehnya keterandalan dan integritas informasi


Di era globalisasi ini, sistem informasi menjadi begitu penting bagi
organisasi dalam rangka mensikapi perubahan yang serba cepat atas perubahan
kondisi dan lingkungan yang ada dan meningkatnya kecanggihan sarana
teknologi informasi. Umumnya, sistem informasi dibagi ke dalam 2 (dua) aspek,
yakni:

1)

informasi akuntansi finansial yang menghasilkan laporan keuangan organisasi

dan berbagai laporan lainnya seperti penggunaan anggaran atau budget.


2) Sistem informasi kegiatan yang menghimpun informasi terkait dengan berbagai
aspek kegiatan yang menghasilkan laporan tingkat keberhasilan kinerja. Tujuan
dari pengendalian manajemen adalah untuk mempertahankan keterandalan dan
integritas sistem informasi yang penting dalam pengambilan keputusan.
b.

Kepatuhan pada kebijakan, rencana, prosedur, peraturan dan ketentuan yang


berlaku.
Kepatuhan pada kebijakan, rencana, prosedur, peraturan dan ketentuan
yang berlaku dapat dicapai melalui sistem pengendalian manajemen. Kegagalan
ketaatan pada kebijakan dan ketentuan yang berlaku dapat membahayakan
usaha koordinasi yang dirancang dalam suatu sistem pengendalian.

c.

Melindungi aset organisasi

Pada umumnya pengendalian dirancang dan diimplementasikan untuk


melindungi aset organisasi. Contoh pengendalian tersebut adalah dikuncinya
pintu gudang penyimpanan barang, direkrutnya satpam, digunakannya password
komputer, dibangunnya pagar, ditempatkannya aset berharga pada tempat yang
tidak mudah diakses orang yang tidak berhak/berwenang.
d.

Pencapaian kegiatan yang ekonomis dan efisien


Realita bahwa sumber daya bersifat terbatas mendorong organisasi
menerapkan prinsip ekonomis dan efisiensi. Prinsip yang diterapkan bagi
manajemen organisasi adalah memperoleh keluaran atau hasil yang maksimal
dengan pengeluaran tertentu atau mencapai hasil tertentu dengan biaya yang
minimal. Standar operasi seharusnya memberikan kriteria pengukuran untuk
menilai tingkat keekonomisan dan efisiensi. Dalam dunia bisnis, kriteria penilaian
kehematan dan

efisiensi

tercermin

dalam laporan

keuangannya.

Namun

demikian, bagi organisasi nirlaba, termasuk organisasi pemerintah, kriteria


penilaian dituangkan dalam bentuk indikator keberhasilan kinerja.

4. Empat elemen Sistem Pengendalian


Suatu organisasi harus dikendalikan yaitu harus ada perangkat
perangkap pada tempatnya untuk memastikan bahwa tujuan strategisnya dapat
tercapai. Setiap sistem pengendalian sedikitnya memiliki empat elemen:
a.

Pelacak (detector) atau sensor-sebuah perangkat yang mengukur apa yang


sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.

b.

Penaksir (assessor) uatu perangkat yang menentukan signifikansi dari peristiwa


aktual dengan membandingkannya dengan beberapa standar atau ekspektasi
dari apa yang seharusnya terjadi.

c.

Effector-suatu perangkat (yang sering disebut "feedback") yang mengubah


perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan yang perlu dipenuhi.

d.

Jaringan komunikasi-perangkat yang meneruskan informasi antara detector dan


assessor dan antara assessor dan effector.

5. Batas-Batas Pengendalian Manejemen


a.

Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen merupakan sebuah proses di mana para
manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan

1)

2)

strategi organisasi. Beberapa aspek dari proses ini dijelaskan sebagai berikut :
Kegiatan pengendalian manajemen
Pengendalian manajemen terdiri atas bermacam kegiatan, di antaranya:
Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi
Mengkoordinasikan kegiatan dari beberapa bagian organisasi
Mengkomunikasikan informasi
Mengevaluasi informasi
Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika perlu
Mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka
Keselarasan Tujuan (Goal Congruence)
Meskipun sistematis, proses pengendalian manajemen tidak bersifat mekanis;
lebih dari itu, proses ini meliputi interaksi antarindividu, di mana tidak dapat
digambarkan dalam cara mekanis. Para manajer memiliki tujuan pribadi
sebagaimana halnya dengan tujuan organisasi. Masalah pengendalian yang
terutama adalah bagaimana mempenga-ruhi mereka dalam bertindak demi
pencapaian tujuan pribadi mereka sedemikian rupa sekaligus dapat membantu
pencapaian tujuan organisasi. Keselarasan tujuan berarti, sejauh hal tersebut

dimungkinkan, tujuan seorang anggota organisasi seharusnya konsisten dengan


tujuan organisasi itu sendiri. Sistem pengendalian manajemen seharusnya
dirancang dan dioperasikan dengan prinsip keselarasan tujuan dalam pikiran
3)

setiap pribadi
Perangkat Penerapan Strategi
Sistem pengendalian manajemen mem-bantu para manajer untuk menjalankan
organisasi ke arah tujuan stratejiknya. Sehingga, pengendalian manajemen
terutama memfokuskan pada pelaksanaan strategi. Pengendalian manajemen
merupakan

4)

satu-satunya

perangkat

manajer

yang

mengimplementasikan strategi yang diinginkan.


Tekanan Finansial dan Nonfinansial
Sistem pengendalian manajemen meliputi ukuran

digunakan

kinerja

dalam

jinansial

dan

nonfinansial. Oimensi finansial memfokuskan pada moneter "yang menekankan"


pada-net income, return on equity, dan lainnya; tetapi sebenarnya seluruh
subunit organisasi memiliki tujuan nonfinansial-mutu produk, pangsa pasar,
5)

kepuasan pelanggan, pengantaran tepat waktu, dan motivasi kerja karyawan.


Bantuan dalam Pengembangan Strategi Baru
Peranan utama pengendalian manajemen adalah untuk memastikan
pelaksanaan strategi yang telah dipilih. Dalam industri yang tunduk pada
perubahan lingkungan yang cepat, bagaimanapun, manajemen mengendalikan
informasi, terutama yang bersifat nonfinansial, dapat juga menyediakan dasar
bagi pertimbangan strategi baru. Fungsi ini diartikan sebagai pengendalian
interaktif. Pengendalian interaktif mengundang perhatian manajemen untuk
pengembangan-keduanya negatif (misalnya kehilangan pangsa pasar; dan
keluhan pelanggan) dan positif (misalnya pembukaan pasar baru sebagai hasil
penghapusan peraturan pemerintah)-yang menunjukkan perlu adanya inisiatif
strategi yang baru. Pengendalian interaktif merupakan bagian yang tak

b.

terpisahkan dari sistem pengendalian manajemen.


Perumusan Strategi

Perumusan strategi merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan


strategi untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Tujuan tidak memiliki jangka waktu,
tujuan akan tetap ada hingga tujuan tersebut diubah, dan hal itu jarang terjadi.
Bagi beberapa perusahaan, mencapai tingkat ROI (return on investment) yang
memuaskan

merupakan

tujuan

penting,

tetapi

bagi

perusahaan

lainya

memperluas pangsa pasar merupakan hal yang sama pentingnya.


Kebutuhan untuk memformulasikan strategi biasanya timbul dalam
merespons

ancaman

yang

diterima

(misalnya,

serangan

dari

pesaing,

pergeseran cita rasa konsumen, peraturan pemerintah yang baru) atau adanya
kesempatan (misalnya, inovasi teknologi, persepsi yang baru dari perilaku
pelanggan, atau pengembangan aplikasi baru dari produk yang sudah ada).
Seorang CEO yang baril, terutama yang berasal dari luar perusahaan, biasanya
merasakan adanya ancaman dan kesempatan berbeda dari yang dirasakan
pendahulunya. Sehingga, perubahan dalam strategi sering terjadi ketika ada
pergantian CEO yang baru.
Perbedaan antara Formulasi Strategi dari Pengendalian Manajemen.
Perumusan
sedangkan

strategi adalah proses pengambilan keputusan strategi baru


pengendalian

manajemen

adalah

proses

pengimplementasian

strategi tersebut. Perbedaan yang terpenting antara formulasi strategi dan


pengendalian manajemen adalah formulasi strategi pada dasarnya tidak
tersistematis. Ancaman, kesempatan, dan gagasan baru tidak terjadi pada
jangka waktu yang tetap: sehingga keputusan stratejik mungkin dibuat pada
saat kapan pun. Lebih jauh lagi, analisis bagi usulan strategi berbeda dengan
sifat strategi. Analisis strategi meliputi penilaian, dan nilai yang digunakan dalam
proses biasanya estimasi secara kasar. Kebalikannya, proses pengendalian
manajemen meliputi serangkaian langkah yang terjadi dalam urutan yang dapat

diprediksikan menurut banyak sedikitnya waktu yang tersedia, dan dengan


estimasi yang dapat diandalkan.
c.

Pengendalian Tugas
Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang
spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian tugas merupakan
transaction-oriented-yaitu, melibatkan kinerja tugas individual menurut aturan
yang dibuat dalam proses pengendalian manajemen. Pengendalian tugas selalu
terdiri dari pengawasan agar aturan-aturan ini diikuti; sebuah fungsi yang dalam
beberapa kasus tidak selalu mem-butuhkan kehadiran sentuhan manusia.
Banyak

kegiatan

pengendalian

tugas

yang

bersifat

scientific;

sehingga,

keputusan optimal atau tindakan yang tepat perlu diambil untuk membawa
kembali kondisi di luar kendali kepada keadaan yang diinginkan, yang diprediksikan berada dalam batasan yang dapat diterima. Sebagai contoh, aturan jumlah
pesanan yang ekonomis menjelaskan jumlah dan waktu pesanan pembelian.
Pengendalian tugas adalah fokus dari ilmu manajemen dan teknik riset operasi.
Perbedaan antara Pengendalian Tugas dan Pengendalian Manajemen.
Perbedaan paling penting antara pengendalian tugas dan pengendalian manajemen adalah banyak sistem pengendalian tugas yang bersifat scientific. Secara
definisi, pengendalian manajemen meliputi perilaku para manajer, dan hal ini
tidak dapat dinyatokon melalui persamaan-persamaan. Kesalahan serius yang
mungkin dibuat adalah jika prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh ilmuwan
manajemen bagi situasi pengendalian tugas juga diterapkan pada situasi
pengendalian manajemen. Dalam pengendalian manajemen, para manajer
berinteraksi dengan manajer lainnya; dalam pengendalian tugas, manusia tidak
terIibat secara kese-luruhan (sebagaimana dalam beberapa proses produksi

yang terotomatisasi), atau interaksi antara seorang manajer dan yang bukan
manajer.
d.

Dampak Internet terhadap Pengendalian Manajemen


Internet menyediakan banyak manfaat utama yang tidak didapat dari telepon,

yaitu:
Akses secara mudah dan cepat
Data dapat dikirimkan dari lokasi A ke lokasi B hanya dalam hitungan detik.
2) Komunikasi multi-target
Internet memiliki jagkauan yang sangat luas, satu situs dapat menjangkau jutaan
1)

3)

orang.
Komunikasi berbiaya rendah
Komunikasi yang digunakan antara pegawai dan pelanggan dapat dilakukan

4)

dengan biaya yang murah dan bisa bebas pulsa (gratis).


Kemampuan menampilkan citra tertentu
Tidak seperti telepon, situs web membuat konsumen dapat melihat produk yang

5)

ditawarkan untk dijual.


Pergeseran kekuatan dan kendali kepada individu
Menjadi manfaat yang paling drastis dari situs web adalah pelanggan menjadi
raja. Konsumen memegang kendali dan dapat memnggunakan situs web
selama 24 jam penuh pada waktu yang mereka sukai tanpa interupsi atau terlalu
dipengaruhi oleh agen penjualan maupun telemarketers.
Dengan manfaat-manfaat tersebut internet secara drastis telah mengubah
aturan permainan dalam bisnis ke sektoor individual. Meskipun internet telah
dapat menfasilitasi kordinasi dan pengendalian melaluipemrosesan informasi
yang efisien dan efektif, internet tidak dapat menggantikan proses fundamental
yang melibatkan penegndalian manajemen. Hal ini disebabkan oleh penerapan
strategi melalui penegndalian manajemen secara esensial merupakan sebuah
proses sosial dan perilaku, sehingga tidak dapat di otomatisasikan secara penuh.

6. Keterbatasan Sistem Pengendalian Manajemen


Beberapa keterbatasan yang dapat diidentifikasikan antara lain:
a.

Kurang matangnya suatu pertimbangan

Efektivitas pengendalian seringkali dibatasi oleh adanya keterbatasan


manusia

dalam

pengambilan

keputusan.

Suatu

keputusan

diambil

oleh

manajemen umumnya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang ada


pada saat itu, antara lain informasi yang tersedia, keterbatasan waktu, dan
beberapa variabel lain baik internal maupun eksternal (lingkungan). Dalam
kenyataannya, sering dijumpai bahwa beberapa keputusan yang diambil secara
demikian memberikan hasil yang kurang efektif dibandingkan dengan apa yang
diharapkan. Keterbatasan ini merupakan keterbatasan alamiah yang dihadapi
oleh manajemen.
b.

Kegagalan menterjemahkan perintah


Pengendalian telah didisain dengan sebaik-baiknya, namun kegagalan
dapat

terjadi

yang

disebabkan

adanya

pegawai

(staf)

yang

salah

menterjemahkan perintah dari pimpinan. Kesalahan dalam menterjemahkan


suatu perintah dapat disebabkan dari ketidaktahuan atau kecerobohan pegawai
yang bersangkutan. Terjadinya kegagalan dapat lebih diperparah apabila
kegagalan menterjemahkan perintah dilakukan oleh seorang pimpinan.
c.

Pengabaian manajemen
Suatu pengendalian manajemen dapat berjalan efektif apabila semua
pihak atau unsur dalam organisasi mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah
melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kewenangan dan tanggung
jawabnya. Meskipun suatu organisasi memiliki pengendalian manajemen yang
memadai

sekalipun,

pengendalian

tersebut

tidak

akan

dapat

mencapai

tujuannya jika staf atau bahkan seorang pimpinan mengabaikan pengendalian.


Istilah pengabaian manajemen ditujukan pada tindakan manajemen yang
mengabaikan pengendalian dengan tujuan untuk kepentingan pribadi atau untuk

meningkatkan penyajian kondisi laporan kegiatan dan kinerja organisasi yang


bersangkutan.
d.

Adanya Kolusi
Kolusi adalah salah satu ancaman dari pengendalian yang efektif.
Pemisahan fungsi telah dilakukan namun jika manusianya melakukan suatu
persekongkolan untuk kepentingan pribadi atau kepentingan tertentu selain
organisasi, maka pengendalian yang sebaik apapun
mendeteksi
organisasi.

atau

mencegah

terjadinya

suatu

tindakan

tidak akan dapat


yang

merugikan

Common questions

Didukung oleh AI

Goal congruence impacts management control strategies by ensuring that individual employee goals are aligned with organizational objectives, leading to more effective and coordinated efforts towards achieving strategic goals . This alignment requires creating systems that incorporate behavioral considerations of the workforce and motivate them to pursue their personal objectives in ways that also fulfill organizational aims . Practices such as setting clear communication channels, providing appropriate incentives, and fostering a supportive working environment are crucial for achieving goal congruence .

Interactive control involves using management control systems to engage managers actively in strategic discussions and analyses, focusing on external and internal conditions that could affect strategic direction . It highlights both positive (e.g., opening new markets) and negative (e.g., market share loss) developments, driving managers to consider new strategic initiatives . This dynamic process ensures that organizations can adapt to rapid environmental changes and develop innovative strategies, thus maintaining strategic relevance and competitiveness .

Management control is concerned with influencing organizational members to achieve strategic objectives, focusing on behavior within the organization and often involves human interaction and judgment . Task control, however, is transaction-oriented and focuses on ensuring specific tasks are carried out efficiently and effectively according to predefined rules, often not requiring human interaction . Management control is strategic and less systematic compared to task control, which is scientific and systematic .

Feedback is crucial in the management control process as it allows managers to compare actual performance against standards and make necessary adjustments to align actions with the plan . In the absence of feedback, deviations from plans may go unnoticed, leading to inefficiencies and potentially derailing organizational objectives . Without feedback, corrective actions cannot be taken to bring performance back in line with goals, hindering effective control .

Strategy formulation involves deciding on the organization's goals and the strategies to achieve them; it's an unsystematic, decision-making process responsive to threats and opportunities . In contrast, management control is about implementing those strategies through systematic processes that involve coordination, communication, and evaluation to ensure the strategy aligns with organizational objectives . While strategy formulation is flexible and occurs as needed, management control follows a predictable sequence aiming at the routine achievement of set goals .

Management control systems should be designed and operated with the principle of goal congruence, meaning that personal goals of individuals should align as much as possible with organizational goals . This requires managers to influence employee actions in a way that achieves personal goals and simultaneously supports organizational objectives . The process involves effective communication, motivational strategies, and sometimes the use of financial and non-financial measures to align interests .

Incorporating both financial and non-financial measures in a management control system is important because while financial metrics such as net income or ROI provide a monetary assessment of performance, non-financial metrics like product quality, customer satisfaction, and employee motivation provide a broader understanding of organizational health and future potential . This balanced approach ensures that short-term financial success does not overshadow long-term strategic objectives and improvements . Non-financial measures can also help in identifying areas of improvement and innovation, contributing to sustainable performance .

Aligning individual and organizational goals is critical because it fosters coherent efforts towards common objectives, reducing conflicts and enhancing motivation. Such alignment ensures that personal motivations support organizational strategies, thereby facilitating effective control and strategy implementation .

Aligning personal goals of managers with organizational goals can be challenging due to differing personal ambitions, motivations, and perceptions of what constitute success . Managers may pursue personal goals that conflict with organizational interests, necessitating the need for alignment through effective communication, motivational incentives, and adaptable control mechanisms that consider human behavior . These challenges require strategic focus on relationship management, transparency in goal-setting processes, and fostering a shared organizational culture .

Behavioral considerations are crucial as management control systems must account for human behavior to motivate and align individual goals with organizational objectives. Aligning personal and organizational goals ensures coherence in action and supports the successful execution of strategies. Moreover, the non-mechanical nature of interactions entails adapting management controls to human factors .

Anda mungkin juga menyukai