Anda di halaman 1dari 54

Pendekatan dalam

Pengambilan Keputusan
Etis
Pendekatan Analisis etis untuk
pemecahan masalah:
Analisis Filosofis
Analisis Dampak Pemangku Kepentingan /
Stakeholders
Analisis Gabungan

Etika Bisnis & Profesi


Pengambilan Keputusan Etis Praktis
Brooks & Dunn (2004 : Chapter 4)

Sebuah keputusan atau tindakan


dianggap "etis" atau "benar" jika sesuai
dengan standar tertentu.
Untuk itu :
1. Kelompok 1===>Para filsuf/Pemikir===>
telah mempelajari standar mana yang
penting selama ber-abad-abad (melalui teori
Etika)
2. Kel.2===>Para ahli etika
bisnis==>Praktisi==> baru saja membangun
hal ini dalam pekerjaannya.

Ke 2 Kelompok===> mengungkapkan
bahwa tidak cukup hanya 1 standar
saja untuk memastikan keputusan etis.

Pengambilan Keputusan
Etis
======> dibutuhkan Kerangka Kerja
Pengambilan Keputusan Etis ===>
disebut Ethical Decisission
Making===>EDM

Kerangka Kerja Pengambilan


Keputusan Etis (EDM)==>Brooks
(2004)
yaitu menilai etikalitas keputusan atau
tindakan yang dibuat dengan melihat/
mempertimbangkan 4 pertimbangan :
1. Konsekuensi atau kekayaan yang dibuat
dalam hal keuntungan bersih atau
biaya(=teori utilitarianisme)
2. Hak dan kewajiban yang terkena dampak
(teori Deontologi/teori hak dan kewajiban)
3. Kesetaraan yang dilibatkan (teori keadilan)
4. Motivasi atau kebijakan yang diharapkan
(teori kebajikan)

Pengusaha/akuntan
profesional
menghadapi masalah
Kode etik :
etika, mengacu
perusahaan
Kode etik
profesional

If not.?

Berdasarkan padaKerangka
kerja pengambilan Keputusan
prinsip etika umum (teori2 etika dari
Etis
para
filsuf)===>Pendekatan
Filosofis
(=
Ethical
Decission
EDM
praktis===>
Pendekatan
Making/EDM) :
Tradisional, Analisis Dampak
Pemangku Kepentingan
Pendekatan EDM Komprehensif
(Analisis Gabungan)

Pembuatan Keputusan Etis


(EDM)

Pendekatan Filosofis ==> Teori2


Etika
dasar===(Konsekuensialisme/utilitar
ianisme/teologi); Deontologi (hak dan
kewajiban); Etika Kebajikan
Pendekatan Praktis==> EDM
PRAKTIS

Kerangka Kerja Pengambilan


keputusan Etis (= Ethical Decission
Making/EDM)

Menggunakan kerangka kerja yang


menilai etikalitas keputusan atau
tindakan yang dibuat dengan melihat :
1. Konsekuensi atau kekayaan yang dibuat
dalam hal keuntungan bersih atau biaya
2. Hak dan kewajiban yang terkena
dampak
3. Kesetaraan yang dilibatkan
4. Motivasi atau kebijakan yang diharapkan

Perbandingan Pertimbangan dalam Pembuatan


Keputusan Etis (EDM) dan
Landasan Filosofis (teori Etika)
Pertimbangan EDM

Pertimbangan Teori Filosofis

(1) Kekayaan atau kesejahteraan

= konsekuensialisme,
utilitarianisme, teologi

(2) Menghormati hak para


pemangku kepentingan

= Deontologi (hak dan kewajiban)

(3) Kesetaraan diantara para


pemangku kepentingan

= Imperatif kategoris Kant,


keadilan yang tidak memihak

(4) harapan untuk sifat karakter,


kebajikan

= Kebajikan

Isu Tertentu Terkait dengan


EDM
Perilaku yang berbeda dalam
budaya yang berbeda (suap)

= Relativisme, subjektivisme

Konflik Kepentingan, dan batas


batas untuk perilaku
mementingkan diri sendiri

= Deontologi, Subjektivisme,
egoisme

Konsep EDM Praktis = menggunakan


pertimbangan 4 standar penilaian
3 Pertimbangan Utama (dari teori filosofis/teori
etika)===> konsekuensi, deontologi dan
keadilan =========> ditelaah dengan
memfokuskan pada dampak dari keputusan
terhadap pemegang saham dan pemangku
kepentingan lain===> pendekatannya
dikenal sebagai ANALISIS DAMPAK PEMANGKU
KEPENTINGAN
Pertimbangan ke 4: Motivasi pembuat
keputusan===>merupakan suatu
pendekatan yang dikenal dengan ETIKA
KEBAJIKAN.

Konsep EDM Praktis


Ke - 4 pertimbangan
(1) kekayaan atau kesejahteraan,
(2) Menghormati hak para pemangku kepentingan
(3) Kesetaraan diantara para pemangku
kepentingan
(4) harapan untuk sifat karakter, kebajikan)
======> harus diperiksa secara menyeluruh
dan nilai nilai etika yang tepat harus diterapkan
dalam keputusan dan pelaksanaannya===>
sehingga keputusan atau tindakan dapat
dipertahankan secara etis

Kerangka kerja pengambilan


Keputusan Etis (= Ethical Decission
Making/EDM) :
(1) Pendekatan Filosofis===>
berdasarkan prinsip etika umum (teori2
etika dari para filsuf)===> Sudah
dibahas pada bab terdahulu
(2) Pendekatan praktis===>
Pendekatan Tradisional,
Analisis Dampak Pemangku
Kepentingan
(3) Pendekatan EDM Komprehensif
(Analisis Gabungan)

Pendekatan / Aturan
Praktis

Untuk memutuskan apakah suatu tindakan


etis atau tidak (dibuat aturan praktis
yang didasarkan pada prinsip prinsip etis)
Sniff test dan Aturan Praktis Umum (dari
Carrol)==> tes yang dipakai untuk
menilai etikalitas keputusan dalam
tahapan awal oleh Direktur, Eksekutif dan
akuntan profesional, dilanjutkan dengan
Teknik Analisis Dampak Pemangku
Kepentingan

Sniff Tes dan


Aturan Praktis Umum
TES AWAL ETIKALITAS
SEBUAH KEPUTUSAN

Tes Awal : (pakai Sniff Tests)

Tes dan aturan praktis yang dapat


digunakan untuk menilai etikalitas
keputusan dalam tahapan awal.
Jika menimbulkan kekhawatiran
dilakukan analisis lebih
menyeluruh= teknik analisis
dampak pemangku kepentingan
(Stakeholders Analisis).

Sniff Tests (test cepat):

untuk melihat apakah perlu dilakukan


analisis etika tambahan yang
menyeluruh.
Jika hasilnya negatif (salah satunya)
konsultasikan dengan pengawas Etika
atau
Analisis penuh terhadap tindakan yang
diusulkan=Analisis Dampak
Pemangku Kepentingan

Sniff Test untuk Pengambilan


Keputusan Etis (Brooks,
2004)saya merasa nyaman jika tindakan
Akankah
atau keputusan ini muncul di halaman depan
surat kabar nasional besok pagi??
Akankah saya bangga dengan keputusan ini?
Akankah Ibu saya bangga dengan keputusan ini?
Akankah tindakan atau keputusan ini sesuai
dengan misi dan kode etik perusahaan ?
Apakah hal ini terasa benar bagi saya??

Aturan Praktis untuk


Pengambilan Keputusan Etis
Golden Rule Perlakukan orang lain seperti Anda
(Carroll,ingin
1990)
diperlakukan
Peraturan
Pengungkap
an

Jika anda merasa nyaman dengan


tindakan atau keputusan setelah
anda bertanya pada diri anda
sendiri apakah Anda akan
keberatan jika semua rekan,teman
dan keluarga Anda menyadari hal itu,
maka Anda harus bertindak atau
memutuskan

Etika Intuisi

Lakukan apa yang firasat anda


katakan untuk Anda lakukan

Aturan Praktis untuk


Pengambilan Keputusan Etis
Imperatif
Jangan mengadopsi prinsip-prinsip
(Carroll,tindakan,
1990)
Kategoris
kecuali prinsip-prinsip tsb,
tanpa adanya inkonsistensi, diadopsi
oleh orang lain.
Etika Profesi

Lakukan hanya apa yang bisa Anda


jelaskan di depan komite dari rekanrekan profesional Anda

Prinsip
Utilitarian

Lakukan yang terbaik untuk jumlah


terbesar

Prinsip
Kebajikan

Lakukan apa yang menunjukkan


kebajikan yang diharapkan.

Pendekatan Filosofis Vs
Pendekatan EDM Praktis :
(Sumber: Brooks,2011)
Prinsip-Prinsip Filsuf Dalam
Pengambilan Keputusan
Etis

Kriteria yang dinilai oleh


Pendekatan Praktis

Konsekuensi, Utilitas

Menguntungkan ?
Manfaat > Biaya
Risiko disesuaikan

Tugas, Hak, Keadilan

Tugas fiducia
Hak-hak individu
Keadilan legalitas

Harapan Kebajikan

Karakter
Integritas,
Keberanian Proses

Aturan Praktis :

belum mencerminkan pemeriksaan etis


yang komprehensif dari keputusan etis
tersebut
Membuat individu dan perusahaan
yang terlibat rentan utk membuat
keputusan yang tidak etis
======> dimunculkan Teknik
Analisis Dampak Pemangku
kepentingan====> yang lebih
KOMPREHENSIF

Analisis Dampak
Pemangku Kepentingan
Cara mengamati dan menjelaskan secara
(Stakeholders)

analitis komprehensif - bagaimana berbagai


unsur dipengaruhi dan mempengaruhi
keputusan dan tindakan bisnis.
Memetakan hubungan-hubungan yang
terjalin dalam kegiatan bisnis pada
umumnya untuk memperlihatkan siapa saja
yang punya kepentingan, terkait dan
terlibat dalam kegiatan bisnis.

Peta Akuntabilitas Pemangku


Kepentingan Perusahaan

Pemerint
ah

Pemasok

Masyarak
at

Pemodal
Perusaha
an

Pelangg
an

Karyawa
n
Aktivis
Lingk.

Media masa

Bab 4 Hakikat Ekonomi &


Bisnis_. Sukrisno Agoes & I

24

Pendekatan
Stakeholder:

Tujuan imperatif :
bisnis harus dijalankan sedemikian rupa
agar hak dan kepentingan semua pihak
terkait yang berkepentingan
(stakeholders) dengan suatu kegiatan
bisnis dijamin, diperhatikan dan dihargai.
Prinsip minimal :
tidak merugikan hak dan kepentingan
stakeholders dalam suatu kegiatan bisnis.

Dasar pemikiran :

Bahwa semua pihak yang


mempunyai kepentingan
(=stakeholders) dalam suatu
kegiatan bisnis terlibat didalamnya
karena ingin memperoleh
keuntungan, maka hak dan
kepentingan mereka harus
diperhatikan dan dijamin.

Pendekatan=keuntungan
bisnis

Supaya bisnis dari perusahaan


itu dapat berhasil dan bertahan
lama, perusahaan manapun
dalam kegiatan bisnisnya
dituntut atau menuntut dirinya
untuk menjamin dan menghargai
hak dan kepentingan semua
pihak yang terkait dengan
bisnisnya.

Proses pengambilan keputusan


berdasarkan pendekatan
stakeholders:
a.

b.

c.

Lakukan identifikasi semua pemangku


kepentingan, baik yang nyata maupun
yg bersifat potensial
Cari tahu kepentingan (interest) dan
kekuasaan (power) setiap golongan
stakeholder
Cari tahu apakah ada koalisi
kepentingan dan kekuasaan antar
golongan stakeholder tsb

Keputusan diambil
berdasarkan :

Stakeholders : adalah pihak yang


menerima manfaat paling besar dari
keputusan itu; atau
Kalaupun ada pihak yang dirugikan,
dampak kerugiannya hanya menimpa
sesedikit mungkin kepada
stakeholders; atau
Keputusan yang diambil tidak
membentur kepentingan dan
kekuasaan stakeholders yang dominan

Kepentingan :

Adalah sesuatu yang menyebabkan


kelompok stakeholder ini tertarik
atau peduli pada perusahaan

Kekuasaan

Seberapa kuat pengaruh/kekuatan


kelompok ini dalam menentukan arah
dan keberadaan perusahaa

2 Kelompok Stakeholders :

Kelompok Primer : yang


mengadakan transaksi atau
berinteraksi langsung dengan
perusahaan= Pelanggan, pemasok,
pemodal, pemberi pinjaman,
karyawan.

2 Kelompok Stakeholders

Kelompok Sekunder : tidak secara


langsung berinteraksi atau bertransaksi
dengan perusahaan, tetapi kepentingan
(interest) dan kekuatan (power) kelompok
ini dapat saja mempengaruhi keberadaan
perusahaan Pemerintah, kelompok
sosial/LSM, media masa, para aktivis
lingkungan hidup, masyarakat sekitar
perusahaan, masyarakat pada umumnya.

Identifikasi Pemangku Kepentingan


Perusahaan
Kelompok
Sekunder
Pemerint
ah

Pemasok

Kelompok
Primer

Masyarak
at

Pemodal
Perusaha
an

Pelangg
an

Karyawa
n
Aktivis
Lingk.

Media masa

Bab 4 Hakikat Ekonomi &


Bisnis_. Sukrisno Agoes & I

33

Kepentingan dan kekuasaan Stakeholders


Utama (Primer) :
Pemangku
Kepentingan

Kepentingan
(Interest)

Kekuasaan (Power)

1. Pelanggan

Produk yg aman &


berkualitas, pelayanan
yang memuaskan

Membatalkan pesanan
dan membeli dari
pesaing
Melakukan kampanye
negatif tentang perush

2. Pemasok

Pembayaran yg tepat
waktu; pesanan yg
teratur

Membatalkan/boikot
orderjual ke pesaing

-Deviden
dan capital gain
- Bunga + angsuran
tepat waktu

-Tidak membeli saham;


memberhentikan
Pengelola
-Menarik kredit ,dll

Gaji.Upah yg wajar,
kelangsungan kerja

Mogok kerja, memaksa


kehendak melalui
serikat pekerja

3. Pemodal
-Pemegang saham
-Kreditur
4. Karyawan

Kepentingan dan kekuasaan kelompok


Stakeholders Sekunder:
Pemangku
Kepentingan

Kepentingan
(Interest)

Kekuasaan (Power)

1. Pemerintah

Pertumbuhan
Menutup/menyegel
ekonomi&lapangan
perush
kerja; penerimaan pajak Mengeluarkan berbagai
peraturan

2. Masyarakat

Program kesejahteraan
masyarakat, kesehatan
lingkungan

Menekan pemerintah
melalui unjuk rasa
massal; melakukan aksi
kekerasan

3.Media massa

Informasi kegiatan yg
berkaitan dengan
etika,nilainilai,kesehatan,keaman
an,kesejahteraan

Memp[ublikasikan
berita negatif yg
merusak citra
perusahaan

4. Aktivis Lingkungan

Kepedulian thd
pengaruh positif dan
negatif dari tindakan

Mengkampanyekan aksi
Mogok kerja,
mempengaruhi

Kepentingan dasar para


pemangku kepentingan
Kesejahteraan

Keputusan yang diusulkan akan


menghasilkan lebih banyak
keuntungan daripada biaya

Keadilan

Distribusi manfaat dan beban harus


berimbang

Hak

Keputusan yang diusulkan tidak


boleh melanggar hak pemangku
kepentingan dan pembuat
keputusan

Sifat kebajikan

Keputusan yang diusulkan harus


menunjukkan kebajikan seperti
yang diharapkan

Ke 4 kepentingan harus dipenuhi oleh sebuah


keputusan untuk dipertimbangkan Etis

Bagaimana Cara Pengukuran


Dampak Dari Keputusan
yang diusulkan==> Para
1. Dampak yang Dapat Diukur===>
Pengukuran Dampak
Yang Dapat Diukur===>
pemangku
Kepentingan
?
Laba, Produk
2. Dampak yang Tidak Dapat Diukur===>
Penilaian Dampak Yang Tidak Dapat
Dikuantifikasi

(1) Pendekatan untuk mengukur Dampak


yg dapat dihitung dari keputusan yang
diajukan
A.

Hanya laba atau rugi

B.

A ditambah eksternalitas (Analisis BiayaManfaat/ABM)

C.

B ditambah probabilitas hasil (Analisis RisikoManfaat/RBA

D.

ABM atau RBA ditambah peringkat pemangku


kepentingan

Ke 4 kepentingan harus dipenuhi oleh sebuah


keputusan untuk dipertimbangkan Etis

(2) Penilaian Dampak yg tidak


dapat dikuantifikasikan
A.

Keadilan diantara para pemangku kepentingan

B.

Hak Pemangku Kepentingan


- Kehidupan
- Kesehatan dan Keselamatan
- Perlakuan Adil
- Penggunaan Hati nurani
-Harga diri dan privasi
- kebebasan berbicara

ANALISIS DAMPAK
PEMANGKU KEPENTINGAN
- PENDEKATAN TRADISIONAL
- PENDEKATAN FILOSOFIS (konsekuensialis,
deontologi, etika kebajikan)
- MODIFIKASI PENDEKATAN TRADISIONAL :
Menilai Motivasi, Kebajikan yang diharapkan,
dan sifat karakter

KERANGKA KERJA
KOMPREHENSIF
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
- PENDEKATAN TRADISIONAL
- PENDEKATAN
FILOSOFIS
(konsekuensialis,
ETIS
ANALISIS
DAMPAK
deontologi, etika kebajikan)
- MODIFIKASI PENDEKATAN
TRADISIONAL :
PEMANGKU
KEPENTINGAN
Menilai Motivasi, Kebajikan yang diharapkan,
dan sifat karakter

Pendekatan Tradisional
Pendekatan 5 Pertanyaan Tradisional
2. Pendekatan Standar Moral Tradisional
3. Pendekatan Pastin - Tradisional
1.

(1) Pendekatan 5-Pertanyaan Tradisional


untuk pengambilan keputusan etis :
APAKAH KEPUTUSAN
ITU

INTEREST PEMANGKU
KEPENTINGAN YG DIPERIKSA :

1. Menguntungkan ?

Pemegang saham-biasanya
jangka pendek

2. Sah dimata
hukum ?

Masyarakat luas hak yg dapat


ditegakkan oleh hukum

3. Adil ?

Keadilan bagi semua

4. Benar ?

Hak-hak lain bagi semua

5. Mendukung
pembangunan
berkelanjutan lebih
lanjut ?

Hak khusus

Penting diingat : bahwa pendekatan 5-pertanyaan tradisional tdk


secara khusus memasukkan kajian mendalam tentang motivasi
untuyk keputusan2 yg terlibat atau kebijakan atau karakter yg

(2) Pendekatan Standar Moral


Tradisional dalam pengambilan
keputusan etis :
STANDAR MORAL

PERTANYAAN DARI KEPUTUSAN


YANG DIUSULKAN

Utilitarian :
Memaksimalkan
keuntungan bersih
bagi seluruh
masyarakat

Apakah tindakan tsb


memaksimalkan manfaat sosial
dan meminimalkan luka sosial?

hak-Hak Individu :
Dihormati dan
dilindungi

Apakah tindakan tsb konsisten


dengan hak setiap orang

Keadilan :
Distribusi Manfaat
dan Beban yang adil

Apakah tindakan tsb membawa


(kita) pada sebuah distribusi
yang adil dari manfaat dan
beban ?

Penting diingat : bahwa pendekatan Standar Moral tradisional tdk


secara khusus memberikan kajian yg mendalam tentang

(3) Pendekatan "Pastin"


Tradisional dalam pengambilan
keputusan
etis :
ASPEK KUNCI
TUJUAN PEMERIKSAAN
Etika aturan
dasar

Utk menjelaskan sebuah organisasi


dan/atau aturan dan nilai-nilai individu

Etika titik akhir

Untuk menentukan manfaat bersih yg paling


baik utk semua pihak

Etika
Peraturan

Utk menentukan batasan2 yg harus


dipertimbangkan seseorang atau organisasi
sesuai dengan prinsip2 etis

Etika Kontrak
Sosial

Utk menentukan cara bagaimana


memindahkan batasan2 demi
menghapus kekhawatiran atau konflik

Penting diingat : bahwa pendekatan Standar Moral tradisional tdk


secara khusus memberikan kajian yg mendalam tentang
motivasibagik keputusan2 yg terlibat atau kebijakan atau karakter yg
diharapkan.

Modifikasi Pendekatan TradisionalAnalisis Dampak Pemangku


Kepentingan--> memasukkan /
menilai 1 pertimbangan :
ETIKA KEBAJIKAN, yaitu
Motivasi
Kebajikan
Sifat karakter
yang diharapkan
Dengan Menggabungkan penilaian tentang
Motivasi, kebajikan dan karakter yang terlibat
dalam perbandingan dengan apa yang
diharapkan oleh para pemangku kepentingan.

Harapan-harapan Motivasi,
Kebajikan,Sifat karakter dan Proses
Motivasi Yang
Diharapkan

-Pengendalian diri atas keserakahan


- Pertimbangan kesetaraan atau keadilan
- Kebaikan, kepedulian, kasih sayang dan
kebajikan

Kebajikan yang
diharapkan

- loyalitas penuh
-Integritas dan transparansi
-Ketulusan bukan bermuka dua

Sifat Karakter
Yang Diharapkan

- keberanian untuk melakukan hal yg


benar setiap individu, dan/atau standar
profesional
-keandalan
-objektivitas, ketidakberpihakan
-kejujuran, kebenaran
-mementingkan diri sendiri bukan egoisme
-Menyeimbangkan pilihan diantara
perbedaan besar

Sebuah Pendekatan
Komprehensif untuk EDM :
PERTIMBANGAN

URAIAN

Kekayaan atau
konsekuensialisme

Keputusan yang diusulkan akan


menghasilkan keuntungan lebih
besar dari biaya

Hak-hak, tugas, atau


Deontologi

Keputusan yang diusulkan tidak


boleh menyinggung hak para
stakeholders, termasuk
pengambil keputusan

Kejujuran/kesetaraan atau
Keadilan

Distribusi manfaat atau beban


harus adil

Harapan kebajikan atau


Etika Kebaikan

Motivasi untuk keputusan harus


mencerminkan ekspektasi
kebajikan

Ke 4 kepentingan harus dipenuhi oleh sebuah keputusan


untuk dipertimbangkan Etis

KERANGKA KERJA
KOMPREHENSIF
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
MODIFIKASI / GABUNGAN PENDEKATAN ANALISIS
ETIS PEMANGKU KEPENTINGAN :
DAMPAK

- PENDEKATAN TRADISIONAL
- PENDEKATAN FILOSOFIS (konsekuensialis,
deontologi, etika kebajikan) dan menambahkan
- Pendekatan Penilaian Motivasi, Kebajikan yang
diharapkan, dan sifat karakter

Kesimpulan : Analisis
Komprehensif untuk EDM

dirancang untuk menghasilkan


keputusan dan tindakan etis yang
dapat dipertahankan, dan
memperbaiki proses tata kelola.
Harus mencakup 4 pertimbangan

Kerangka kerja pengambilan


keputusan Etis (= Ethical Decission
Making/EDM)
Keputusan atau tindakan etis akan
dibandingkan dengan 4 standar penilaian
yang komprehensif dari perilaku etis :

Konsekuensi atau kekayaan yang dibuat


dalam hal keuntungan bersih atau biaya
2. Hak dan kewajiban yang terkena dampak
3. Kesetaraan yang dilibatkan
4. Motivasi atau kebijakan yang diharapkan
1.

Langkah-langkah pengambilan
keputusan etis :
1)

2)

Identifikasi fakta dari semua


stakeholders serta kepentingan yang
mungkin akan terpengaruh
Membuat peringkat para pemangku
kepentingan serta kepentingan
mereka, identifikasi yang paling
penting dan lebih
mempertimbangkan mereka dalam
analisis

Langkah-langkah pengambilan
keputusan etis :
3) Menilai dampak dari tindakan yg
diusulkan pada setiap kepentingan
kelompok stakeholders berkenaan
dengan kekayaan mereka, keadilan
perlakuan, hak-hak lainnya, termasuk
harapan kebajikan menggunakan
pertanyaan kerangka kerja
komprehensif, dan memastikan bahwa
perangkap umum yg dibahas nanti tidak
masuk dalam analisis.

7 langkah Analisis Keputusan Etis


dari American Accounting Association
(1993)
1.

Tentukan fakta apa, siapa, dimana, kapan


dan bagaimana

2.

Menetapkan isu etis

3.

Mengidentifikasi prinsip-prinsip utama,


aturan dan nilai-nilai

4.

Tentukan alternatif

5.

Bandingkan nilai-nilai dan alternatif, serta


melihat apakah muncul keputusan yang
jelas

6.

Menilai konsekuensi

Membuat keputusan anda