Anda di halaman 1dari 4

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Advokasi adalah suatu tindakan yang ditujukan untuk mengubah kebijakan, kedudukan
atau program dari segala tipe institusi termasuk di dalamnya insttusi yang berada
dalam ruang lingkup agribisnis. Badan usaha ataupun perusahaan yang bergerak di
bidang agribisnis pun tak luput dari peran advokasi dalam proses berjalannya usaha
tersebut.
Disekitar lingkungan IPB pun banyak terdapat aktivitas bisnis yang sangat
bervariasi yang tentunya akan menghasilkan variasi pula dalam hal peran advokasi
dalam masing-masing usaha tersebut. Kegiatan advokasi yang terkait dengan usaha
yang berjalan dapat didekati dari sisi organisasi, asosiasi atau ikatan usaha
serumpun, dimana sangat mungkin muncul aktifitas advokasi. Kegiatan advokasi bisa
muncul dari permasalahan yang dihadapi, yaitu bagaimana pihak perusahaan/ pelaku
bisnis menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi dimana akan masuk peran
advokasi ketika suatu permasalahan tidak dapat diselesaikan oleh pihak perusahaan
secara personal. Hal-hal yang terkait dengan kegiatan advokasi seperti ini penting
untuk dikaji karena salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan untuk berjalanya
suatu usaha dengan baik adalah aspek advokasi.

1.2 Tujuan
Mahasiswa menjadi paham dan mampu menjelaskan peranan pelaku advokasi dalam
kegiatan bisnis pada umumnya dan agribisnis khususnya.

II. PEMBAHASAN

PROFIL (USAHA) STARBUCKS


VISI
Visi Perusahaan adalah Menjadikan starbucks sebagai brand yang terkenal dan
dihargai di seluruh dunia. Untuk mencapai visi tersebut ditetapkan 4 komponen
dasar, yaitu
- Membangun nilai dasar perusahaan sebagai perusahaan yang hanya menggunakan
bahan dan menghasilkan produk yang terbaik.
- Menciptakan image yang cemerlang yang melekat didalam pikiran pelanggan.
- Membentuk Starbucks sebagai suatu brand yang terkenal, walaupun orang tidak
mengetahui secara jelas bidang usaha yang dijalankan, tetapi masyarakat merasa
familiar dengan merek starbucks.
- Menjadikan starbucks sebagai merek terkenal dan dihargai. Menjadi nomor satu
atau diatas brand lainnya dalam jangka waktu tak terbatas.
Dalam seluruh kegiatan perusahaan kualitas tinggi menjadi dasar yang utama, mulai
dari pembelian bahan baku, proses produksi sampai menjual produk dalam kondisi
terbaik yang dilakukan oleh setiap bagian dari perusahaan. Pencapaian hasil ini
juga ditunjang oleh cepatnya perluasan Outlet, sebagai bentuk pengembangan saluran
distribusi.
MISI
Mendirikan badan usaha yang utama penghasil kopi terunggul di dunia dengan tetap
berpegang teguh membangun Starbucks yang berkomitmen dan mengambil peran terhadap
pemeliharaan ligkungan pada setiap lini kegiatan bisnis yang dijalankan. Untuk
mencapai misi tersebut dengan berkomitmen untuk :
- Memahami tentang masalah lingkungan  hidup dan berbagi informasi dengan mitra
usaha.
- Menciptakan solusi yang inovatif dan fleksible dalam menghadapi perubahan.
Bekerja keras untuk membeli, menjual dan menggunakan produk yang ramah
lingkungan.
- Memahami tanggung jawab itu sebagai hal yang penting untuk lingkungan hidup.
- Menanamkan tanggung jawab lingkungan hidup sebagai nilai dasar perusahaan.
- Mengukur dan memonitor kemajuan setiap proyek terhadap dampak kepada
lingkungan hidup.
- Mendorong seluruh mitra untuk ikut serta dalam memperjuangkan misinya.

6 prinsip dasar untuk mengukur kelayakan dalam pengambilan keputusan di Starbucks


- Melakukan usaha yang bermanfaat untuk lingkungan dan saling menghargai &
memuliakan sesama mahluk.
- Menjadikan keaneka ragaman atau perbedaan sebagai hal yang sangat penting
dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.
- Menetapkan standar yang tinggi dalam pembelian, proses produksi dan
pengiriman produknya.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan.
- Memberikan kontribusi yang positif untuk masyarakat dan lingkungan hidup.
- Menetapkan bahwa keuntungan bagi masyarakat dan lingkungan itu sebagai hal
yang penting bagi keberhasilan di masa yang akan datang.

IDENTITAS
Perusahaan yang memiliki kepedualian yang tinggi terhadap masyarakat sekitar dan
kelestaria lingkungan hidup.
Apa yang dilakukan
- Ethos Water Fund Program socially responsible consumers, dengan cara
menyumbangkan untuk program “”helping children get clean water” yang dananya
berasal dari sebagian dana dari penjualan Minuman dalam botol. Dari setiap US$1,80
disisihkan sebanyak USD$ 0,5 untuk program ini. Yang dilaksanakan pada tahun 2005
di Amerika utara. Yang berhasil mengumpulkan dana untuk program ini sebesar US$ 4
Juta. Selain mendapatkan tambahan pendapatan bagi perusahaan, program ini juga
memberikan penghargaan dan kepercayaan terhadap Starbucks, sebagai perusahaan yang
memiliki tanggung jawab sosial. Yang akan meningkatkan brand awarenes dan pada
akhirnya akan meningkatkan penghasilan perusahaan.
- Program recycle paper cup, starbucks merupakan perusahaan pertama yang
menggunakan bahan yang bisa direcycle. Program ini menjadi pelopor untuk
pengurangan penggunaan kayu, yang pada akhirnya bisa menyelamatkan hutan.
- Kerjasama dengan Apple dengan iTunes music store yaitu menjual music sebagai
salah satu selling point dari coffehouse. Dengan program ini, pelanggan dapat
mendownload lagu-lagu yang ditawarkan oleh iTunes di gerai Starbucks.
- Memberi bantuan dana bagi kegiatan untuk lingkungan hidup, dunia pendidikan
dan masyarakat tempat asal penghasil kopi.antara lain :
 African Wildlife Fund Lembaga yang bergerak dibidang peningkatan mutu kopi,
menjaga likungan hidup dan konservasi sumber daya alam di afrika timur.
 Save the Children kegiatan untuk memberikan pendidikan untuk masyarakat
Mayan, yang merupakan daerah penghasil kopi
 Mercy Corps Kegiatan untuk meningkatkan kesehatan anak didaerah yang
memproduksi teh dan kopi. Selain itu juga mempromosikan cara produksi dan
perdagangan kopi yang baik.
 Global Young Social Entrepreneurs
 China Education Project
 Gulf Coast Recovery
- Kerja sama dengan Ervin Magic Johnson yang disebut Urban Coffee
Opportunities (UCO), yang berkomitmen untuk mempekerjakan kaum minoritas sebagai
karyawan dalam joint venture ini

Konsep Marketing
- Starbucks menfocuskan diri kepada peningkatan kualitas dan kesan yang
dirasakan oleh pelanggan (experience)
- Dari segi produk hanya memiliki perbedaan yang tipis dengan kompetitor
- Yang menjadi kunci suksesnya adalah image.
- Selain itu starbucks juga menyadari bahwa, pelanggan datang ke outletnya
bukan hanya untuk kopi tetapi suasana yang ada ditempat tersebut. Para pelanggan
datang untuk berkumpul, belajar, ataupun mendengarkan musik. Oleh karena itu,
suasana di outlet starbucks di design sedemikian rupa agar menunjang suasana untuk
kegiatan tersebut.
- Positioning perusahaan sebagai perusahaan yang bersahabat dengan lingkungan
hidup.
- Strategi promosi yang lebih fokus kepada masyarakat sekitar outlet dengan
menggunakan media cetak (print add).

Kondisi saat ini


Walaupun bisa meraih penjualan sebesar US$ 9,4 triliun, dan keuntungan Us$ 673
Juta, pada akhir tahun 2007, pada musim panas tahun 2007 jumlah pengunjung turun,
dan harga saham di bursa turun 42 %. Hal ini antara lain disebabkan karena :
- Meningkatnya biaya operasional perusahaan.
- Meningkatnya kompetisi, Mc Donal, Donkin Donut’s merusaha meningkatkan
kualitas produknya, dan tentu saja harganya sangat bersaing.
- Dengan berkembangnya usaha, starbucks kehilangan fokus, karena pengembangan
produk. Kopi Ekspreso yang dulunya di buat dengan tangan saat ini sudah
menggunakan mesin yang tidak berbeda dengan kompetitornya.
- Ada pendapat yang menyatakan bahwa dengan menjual musik dan wifi,
menyebabkan starbucks kehilangan ciri khasnya sehingga lebih berkesan sebagai fast
food restaurant dibandingkan coffehouse.

Dampak dan tindakan yang dilakukan


- Pada Januari 2008, Mr. Schultz menutup 100 outlet starbucks di Amerika
Serikat yang hasilnya dibawah standar yang telah ditentukan.
- Memberhentikan 600 karyawannya.
- Dan untuk meningkatkan mutu pelayanan, pada tanggal 26 Februari 2008,
menutup 7100 outletnya selama 3 jam untuk memberikan pelatihan kepada 135.000
karyawannya.
- Memfokuskan ekspansi di luar Amerika Serikat.

Starbucks Coffee Bogor


Dalam menjalankan kegiatan bisnis, Starbucks Coffee Bogor tidak terlibat langsung
dalam kegiatan advokasi bisnisnya, karena retail di Bogor hanya terfokus pada
melayani konsumen, dan menjual produk-produk Starbucks. Namun, selama menjalankan
kegiatan bisnis di Indonesia Starbucks Coffee belum pernah menghadapi masalah-
masalah yang berarti, mulai dari penyediaan bahan baku, sumberdaya manusia,
perizinan, pajak, pemasaran, hingga ke kualitas kopi yang digunakan ataupun dijual
kepada konsumen. Hal ini dikarenakan pihak Starbucks menerapkan standarisasi atau
memberlakukan SOP (Standard Operation Practice) dalam menjalankan kegiatan
bisnisnya. Bahan baku yang digunakan seperti gula, teh, kopi, dan bahan baku
lainnya diimpor atau dikirim langsung dari Starbucks Seatlle USA, sehingga retail
Starbucks Bogor tidak pernah mengalamu kekurangan bahan baku, kualitas dari baha
baku yang dikirim pun telah berkualitas tinggi.
Sumberdaya manusia yang bekerja di Starbucks Bogor telah melalui proses seleksi di
pusat, kriteria dari pekrja nya minimal pendidikan terakhir D3, mampu berbahasa
Inggris, good-looking, dan mampu bersosialisasi. Perizinan pendirian Starbucks di
Bogor semuanya telah diatur dan diurus oleh Starbucks pusat, sehingga keterkaitan
Starbucks Bogor dengan kegiatan advokasi sangat terbatas. Produk-produk yang
dijual di Starbucks mampu bersaing di pasaran dan setiap bulannya selalu mencapai
target penjualan, meskipun Starbucks Bogor baru didirikan pada tahun 2008 namun
konsumen setipa bulannya meningkat. Hal ini dikarenakan harga dari produk yang
bersaing, promosi atau pemasaran produk bekerjasama langsung dengan pihak Bank
terbesar di Indonesia, produk dengan kualitas yang tinggi, dan mampu memberikan
pelayanan terbaik.
Starbucks tidak tergabung dalam suatu asosiasi ataupun suatu organisasi ataupun
kelembagaan dalam menghadapi permaslahan. Untuk menyelesaikan semua permasalahna
yang mungkin terjadi Starbucks membuat suatu lembaga yang dikelola oleh pihak
Starbucks sendiri yang bernama StarbucksTMShared PlanetTM. StarbucksTMShared
PlanetTM merupakan bentuk komitmen yang diberikan Starbucks untuk menjalankan
bisnisnya untuk memberikan yang terbaik dengan cara yang baik, peduli lingkungan
sekitar, masyarakat, petani kopi, dan alam. Melalui lembaga ini Starbucks
melakukan kerjasama dengan komunitas local dalam penyediaan kopi. Dengan adanya
StarbucksTMShared PlanetTM kopi yang dijual dan dibeli pun dipastikan merupakan
kopi denga kualitas terbaik. Melalui wadah ini para petani kopi diberi kesempatan
untuk menjual kopinya diatas harga pasar rata-rata, karena Starbucks berkomitmen
mensejahterkan hidup para petani kopi. Kopi yang dibeli oleh StarbucksTMShared
PlanetTM telah melalui Scientific Certification Systems, sehingga mampu
menciptakan masa depan yang lebih baik untuk petani kopi dan untuk melindungi bumi
kita dari pemanasan global. Dalam menjalankan kegiatannya StarbucksTMShared
PlanetTM melakukan kerjasama dengan organisasi internasional seperti Conservation
International, Fairtrade Labelling Organizations International.
Conservation International (CI) membantu StarbucksTMShared PlanetTM untuk
menciptakan keselarasan antara lingkungan, social, ekonomi, dan kualitas. Selain
itu 5 tahun terakhir bersama CI, StarbucksTMShared PlanetTM juga berjuang untuk
mencegah perubahan iklim dunia dengan cara menjaga kelestarian dan melindungi
hutan yang ada disekitar kebun kopi dan menyediakan air bersih, makanan,
kesehatan, dan transportasi untuk penduduk sekitar.
Fairtrade Labelling Organizations International membantu StarbucksTMShared
PlanetTM untuk memajukan petani kecil, komunitas dan lingkungan petani tersebut.
Melalui organisasi ini StarbucksTMShared PlanetTM memberikan pinjaman modal dengan
tingkat suku bunga yang rendah atau pinjaman lunak untuk mengembangkan usahatani
kopi mereka. Selain itu mereka membina para petani kecil untuk mnghasilkan kopi-
kopi berkualitas tinggi dan menampung hasil panen produk kopi mereka.

III. PENUTUP
Kesimpulan
Starbucks Coffee memiliki visi menjadikan starbucks sebagai brand yang terkenal
dan dihargai di seluruh dunia, serta misi mendirikan badan usaha yang utama
penghasil kopi terunggul di dunia dengan tetap berpegang teguh membangun Starbucks
yang berkomitmen dan mengambil peran terhadap pemeliharaan ligkungan pada setiap
lini kegiatan bisnis yang dijalankan.
Starbucks Coffee Bogor tidak terlibat langsung dalam kegiatan advokasi bisnis,
karena retail di Bogor hanya terfokus pada melayani konsumen, dan menjual produk-
produk Starbucks. Permasalahan dihadapi pada skala International, yaitu: Turunnya
jumlah pengunjung dan harga saham di bursa perdagangan, meningkatnya kompetisi, Mc
Donald’s, Dunkin Donut baik dalam kualitas dan harga Starbucks kehilangan fokus
penjualan akibat adanya diversifikasi usaha.
Starbucks menerapkan standarisasi atau memberlakukan SOP (Standard Operation
Practice) dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Penyeleksian terhadap sumberdaya
manusia yang bekerja di Starbucks, kriteria pekerja minimal D3, mampu berbahasa
Inggris, good-looking, dan mampu bersosialisasi. Membangun suatu komunitas yang
dinamakan StarbucksTMShared PlanetTM.

SUMBER PUSTAKA

Macmud,S. Starbuck Coffe. (berkala sambung) http://boskhamim.wordpress.com/


(25 Agustus 2009)