Anda di halaman 1dari 10

METODOLOGI PENELITIAN BISNIS

EKM 400 (H4)
“Masalah Penelitian”

Oleh :
I Gusti Ayu Ketut Ratna Dewi

(1215251151)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM EKSTENSI
UNIVERSITAS UDAYANA
2015

disini masalah bisa timbul karena adanya pengaduan. 2. Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah itu atau dengan kata lain dapat menutup atau setidak-tidaknya memperkecil kesenjangan tersebut. Ada pengaduan. tetapi dalam pengertian yang berbeda. masalahnya bisa apa saja yang ditemukan tidak memuaskan atau tidak ada penyelesaian. 3. Contoh: Target wisatawan menginapa di sutu hotel berbintang direncanakan sebanyak 5000 orang. apa saja yang tidak berjalan seperti seharusnya. tetapi kenyataannya jumlah yang menginap hanya 2000 orang. apakah itu penelitian dasar. kesenjangan antara cita-cita dengan keadaan yang berjalan. kesulitan yang ingin di atasi. Masalah penelitian adalah masalah yang ingin diteliti seseorang. Masalah itu ada kalau ada kesenjangan (gap) antara apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan. masalah meliputi daerah yang menjadi perhatian peneliti sebagai pendidik. Menurut Mantra (2004). ini pula alasannya mengapa dalam usulan penelitian atau laporan hasil penelitian selalu didahului oleh pernyataan mengenai latar belakang masalah. kelangkaan cara-cara untuk mengatasi suat kejadian. Contoh: .1 PENGERTIAN MASALAH Penelitian pada hakekatnya dilakukan untuk pemecahan masalah. Penelitian dasar juga bersifat penyelesaian masalah. dan akuntansi berbagai kesenjangan yang terjadi dapat menyangkut berbagai bidang yang sangat luas. Di bidang ekonomi. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan. bisnis. Artinya pemecahan masalah menjadi referensi dasr dari suatu penelitian. Penelitian dasar menjawab persoalan-persoalan yang membingungkan yang bersiftat teoritis. pernyataan perkara yang harus diubah. ketiadaan informasi yang sangant diperlukan untuk mengambil suatu keputusan.4. penelitian terapan atau jenis penelitian yang lain. 4. pertanyaan yang membutuhkan jawaban.2 SUMBER MASALAH  Masalah dapat diketahui apabila : 1. keadaan yang ingin diperbaiki. Penelitian tereapan mempunyai penekanan pada penyelesaian persoalan secarapraktis. Contoh: Seseorang yang semula mengetik manula kemudian diganti dengan komputer.

Skripsi. 4. 4. 11. Kepustakaan yang berhubungan dengan bidang studi kita. maka perlu dicari pemecahannya untuk dapat menenangkan kopmetisi tersebut. Mukayat (1994) menyebutkan beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam melihat apakah suatu masalah layak atau penting untuk diteliti. 2. 6. 5. Perasaan intuitif. sebagai berikut. 3. tesis. Pengalaman pribadi. where (di mana). 8. Bacaan terutama bacaan yang melaporkan hasil penelitian. diskusi dan lain-lain pertemuan ilmiah. 4) Apakah masalah yang dipilih itu memiliki relevansi dengan gerak pembangunan (memiliki kemanfaatan praktis). Ada kompetisi. pengaduan konsumen terkait dengan pelayanan yang diberikan. dimana dengan adanya kompetisi dapat menimbulkan masalah.  Masalah juga dapat bersumber dari hal-hal sebagai berikut : 1. buku-buku. majalah-majalah. Seminar. Pemahaman terhadap penelitian pemilihan masalah tersebut menjadi sangat penting khususnya bagi peneliti pemula untuk agar terhindarkan dari upaya pemecahaan masalah . Proses pemilihan terhadap masalah yang penting untuk diteliti disebut dengan proses penglingupan atau scoping. Pernyataan pemegang otoritas. 9. Jurnal. 10. dan how (bagaimana). Contoh: Dengan adanya pesaing baru di dunia bisnis merupakan suatu masalah. when (bilamana). 5) Apakah dana yang tersedia cukup memadai untuk mencari jawaban masalah yang ditentukan itu sehingga dapat menghasilkan sesuatu pengetahuan yang bulat. Profesor-profesor. Mata kuliah-mata kuliah yang pernah diprogramkan.3 KRITERIA PEMILIHAN MASALAH PENELITIAN Masalah yang sedemikian banyak untuk itu perlu dipilih masalah yang paling layak dan paling penting untuk diteliti. teman. 4. disertasi. why (mengapa). apabila tidak dapat dilakukan kerjasama. 7. dan abstrak-abstrak. Pengalaman sepintas. 1) Apakah benar suatu masalah yang ditentukan tersebut belum pernah dicari jawabannya (orisinalitas penelitian)? 2) Apakah masalah yang ditentukan itu benar-benar penting untuk dipecahkan pada waktu penelitian dikerjakan (aktualitas penelitian)? 3) Apakah masalah yang ditentukan itu memenuhi 5 W yaitu what (apa).Pengaduan konsumen terhadap kualitas produk yang dinilai kurang baik.

moral. 4) Masalah bersifat etis. nilai-nilai keyakinan dan agama. tidak banyak menghabiskan dana. Tidak ada aturan umum dalam penulisan masalah. Masalah komparatif Masalah komparatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan suatu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda. masalah komparatif. dalam arti tidak berkenan dalam hal-hal yang bersifat etika. Suatu masalah. dalam arti jawaban masalah tersebut harus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah dalam kehidupan praktis. bukan merupakan masalah penelitian sudah tentu tidak memenuhi criteria yang telah disebutkan diatas. masalah asosiatif.yang bukan merupakan masalah penelitian. Contoh: Adakah perbedaan antara mata pelajaran antara siswa SMA dan siswa SMK? . 1. Sumadi (1989) senada dengan Tuckman (dalam Sugiyono. 2000) mengemukakan bahwa masalah penelitian yang baik memenuhi hal-hal berikut. Secara singkat ketiga bentuk masalah tersebut dijelaskan sebagai berikut. Dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel tersebut pada sampel yang lain. 2) Masalah harus jelas. Atau ketika kemungkinan jawaban dari pemecahan masalah tersebut hanya ada satu tanpa ada kemungkinan alternative yang lain dari satu jawaban tersebut.2000) menyebutkan ada tiga bentuk masalah yaitu masalah deskriptif. Contoh: Seberapa tinggi tingkat partisipasi wanita terhadap suatu lembaga organisasi? 2. Penelitian dengan rumusan masalah deskriptif disebut dengan penelitian deskriptif. 1) Masalah harus feasible dalam arti masalah tersebut harus dapat dicarikan jawabannya melalui sumber yang jelas. 4. Masalah deskriptif Masalah deskriptif adalah masalah yang bekenan dengan pernyataan terhadap keberadaan variabel mandiri. dalam arti semua orang memberikan persepsi yang sama terhadap masalah tersebut. tenaga dan waktu.4 PEDOMAN MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN Fraenkel dan wallen (1990 dalam sugiyono. 3) Masalah harus signifikan.

kausal maupun timbale balik. a) Hubungan simetris adalah hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama jadi bukan hubungan yang bersifat interaktif. apakah keuntungan mempengaruhi daya saing suatu perusahaan? a. Dalam hal ini ada variabel independen dan ada variabel dependen. Disini tidak diketahui dimana variabel dependen dan variabel independen. Contoh: Adakah hubungan antara kupu-kupu yang hinggap dalam suatu ruangan dengan tamu yang akan datang? b) Hubungan kausal yaitu hubungan yang bersifat sebab akibat. Masalah asosiatif Masalah asosiatif adalah suatu pernyataan penelitian yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih.3. Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi seseorang untuk menggunakan jasa tertentu? 2) Bagaimana posisi persaingan bank tersebut? . Efisiensi operasi dibandingkan dengan standart industry perbankan? c. Disini dapat dinyatakan apakah daya saing suatu perusahaan mempengaruhi keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut? atau sebaliknya. Variabel bebas mempengaruhi variabel tak bebas. Sejauh mana berbagai jasa demikian adalah menarik? c. 1) Bagaimana kedudukan masyarakat berkaitan dengan jasa keuangan dan pemanfaatannya? a. Contoh: Adakah pengaruh potensi akademi terhadap prestasi siswa? c) Hubungan timbale balik atau interaktif yaitu hubungan yang saling mempengaruhi. Mutu lingkungan kerjanya? b. Tujuannya adalah untuk mengambil pertanyaan penelitian yang lebih umum dan merincinya menjadi pertanyaanpertanyaan yang lebih rinci. Jasa-jasa keuangan khusus apa yang dipakai? b. Hubungan tersebut bisa dalam hubungan simetris. Keadaan keuangan dibandingkan dengan standart industry perbankan? Pertanyaan penyelidikan (investigation question) merupakan pertanyaan yang harus dijawab peneliti untuk menggapai pertanyaan umum secara memuaskan. Pertanyaan penyelidikan terkait dengan pertanyaan penelitian di atas dapat diajukan. Contoh: Hubungan antara daya saing dan keuntungan.

Bagaimana pertumbuhan dalam jasa-jasa bila dibandingkan dengan lembagalembaga saingannya? Pertanyaan pengukuran (measurement question). Contohnya: Faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan minat baca seorang siswa? 2. DAN PERTANYAAN PENGUKURAN 4. Adanya paradoks. menarik.1 Pertanyaan Penelitian Pertanyaan penelitian (research questions).5 PERTANYAAN PENELITIAN. 4. PERTANYAAN MANAJEMEN.5. dan dilakukan dengan pendekatan yang berbeda. Contohnya: Pertanyaan umum: . Ciri-ciri merumuskan pertanyaan yang baik yaitu: Aktual. Sejauh mana masyarakat tau mengenai usaha-usaha promosi yang dilakukan oleh bank? c. Pertanyaan umum (general research questions) Pertanyaan umum adalah pertanyaan yang lebih abstrak dan biasanya tidak dapat dijawab secara langsung (karena sangat umum). Pertanyaan spesifik (specific research questions). Bagaimana pola geografis dari nasabah-nasabahnya? b. PERTANYAAN IVESTIGATIF. Dalam survei pertanyaan-pertanyaan pengukuran adalah pertanyaan yang sebenarnya yang diajukan oleh responden. lebih khusus dan jelas.a. Pertanyaan ini dapat dijawab secara langsung karena secara langsung mengacu pada data-data penelitian yang akan dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. ada fenomena yang belum diketahui dan penting untuk diketahui. Pertanyaan-pertanyaan ini muncul dalam kuesioner. relevan. Pertanyaan spesifik adalah pertanyaan yang lebih rinci. Pertanyaan dalam penelitian merupakan pertanyaan yang efektif. Pertanyaan dalam penelitian dapat dibagi dalam dua kategori: 1. inti dari suatu penelitian ialah dikarenakan adanya masalah yang perlu diatasi. Cara peneliti untuk merumuskan hal tersebut secara jelas ialah dengan membuat pertanyaaan penelitian yang akan di jawab dalam penelitian. dan dapat diteliti. harus jelas.Faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan minat baca seorang siswa? .

3. Pilihan tujuan atau sasaran.5.3 Pertanyaan Investigatif Pertanyaan investigatif adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh periset agar tiba padakesimpulan yang memuaskan mengenai pertanyaan riset. Pembuatan dan evaluasi. Dalam studiobservasi. Prosespemecahan ini dapat berlanjut melalui beberapa tingkat yang semakin spesifik. Pertanyaan ini adalah dasar untuk menciptakan instrumenpengumpulan data riset. 2. Pertanyaan ini harus muncul dalam kuisioner. karena pertanyaan ini menuntunpengembangan desain riset. periset menggunakan pertanyaan riset umum dan memecahnya menjadipertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik untuk mempermudah pengumpulan data. sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep tertentu. tetapi kita dapatmenggolongkannya : 1. Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi biaya?  Jumlah pertanyaan manajemen terlalu banyak untuk didaftar. .5. Pertanyaaninvestigasi harus disertakan di dalam proposal riset. Pertanyaan pengukuran adalah pertanyaan yang benar-benar kitaajukan kepada responden. Pengertian lain bahwa variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri. Pertanyaan manajemen menyatakan kembali dilema dalam bentuk pertanyaan : 1. Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi tingkat perputaran karyawan? 2.4 Pertanyaan Pengukuran Variabel mengandung pengertian ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain. pertanyaan pengukuran adalah pertanyaan yang harus dicatat oleh periset observasimengenai tiap subyek yang dipelajari 4. 4.2 - Apakah hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan minat baca seorang - siswa? Apakah tingkat minat baca dipengaruhi oleh tingkat pendapatan orang tua? Pertanyaan Manajemen Manajer harus melangkah dari dilema manajemen ke pertanyaan manajemen untuk melanjutkan proses riset. Untuk merumuskan pertanyaaninvestigasi. Pelacakan masalah atau situasi kontrol.5. Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan lamanya masa tinggal penyewa danmengurangi tingkat kepindahan? 3.Pertanyaan khusus: 4.

Kurang senang. Dengan kata lain. gagasan. atau karakteristik yang ditunjukkan oleh suatu konsep.00 – 10. Pembentukan “ constract “ (Construct Development) b. responden diminta untuk memberikan urutan alternatif jawaban yang paling sesuai. Tetapi . aspek. Merumuskan definisi operasional variabel perlu memperhatikan definisi teoritiknya dan kebutuhan kondisi teknik di lapangan. 2. ( beda antara dua titik tidak dapat diukur). Skala Nominal bersifat mutualy exlusive dan masing-masing anggota himpunan tersebut tidak ada perbedaan nilai. dan atau obyek tertentu serta hubungannya dengan masalah atau peluang bisnis. apa alat ukurnya. SKALA INTERVAL Skala Interval memungkinkan mengukur beda antara dua titik dalam skala. atau setiap jenis fenomena atau peristiwa yang mengunakan aturan-aturan tertentu yang menunjukkan jumlah   dan atau kualitas dari faktor-faktor yang diteliti. 3. peristiwa. menggunakan proses pengukuran yaitu dengan menetapkan angka atau tabel terhadap karakteristik atau atribut dari suatu obyek. Proses Pengukuran terdiri dari : a. Pengukuran dengan melihat dimensi perilaku. Misal.  SKALA PENGUKURAN Pada dasarnya terdapat 4 jenis skala pengukuran. Skala gender dapat dinyatakan dalam angka : Pria = 1 dan Wanita = 2. gender responden dapat dikelompokkan dalam 2 katagori : Pria dan wanita. yaitu : 1. SKALA NOMINAL Adalah skala yang memungkinkan peneliti mengelompokkan subyek kedalam katagori atau kelompok.00. Senang sekali. Misal rangking jawaban yang dibuat berdasarkan preferensi Responden : 1. 3. 2.08.Pengukuran variabel adalah proses menentukan jumlah atau intensitas informasi mengenai orang.00 – 18. bagaimana cara mengukur. Senang. Skala Ordinal menjawab atas suatu pertanyaan. Kurang senang sekali. dan kriteria hasil pengukuran. Skala Pengukuran ( Measurement Scale ) DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL Definisi suatu konsep atau constract merupakan suatu definisi yang menyatakan secara jelas dan akurat mengenai bagaimana suatu konsep atau constract tersebut diukur.00 adalah sama dengan jarak waktu 16. SKALA ORDINAL Skala Ordinal tidak hanya menyatakan katagori tapi juga menyatakan peringkat katagori tersebut. 4. Jadi perlu memperhatikan keterkaitan dengan standarisasi pengukuran misalnya : pengertiannya. menghitung means dan standar deviasi data. Contoh : Jarak waktu jam.

Metode Penelitian Manajemen. Diakses pada tanggal 3 Maret 2015 pada jam 23.scribd.Metodologi Penelitian. dimana memiliki nilai nol yang orisinal.Ni Nyoman. DAFTAR PUSTAKA Rahyuda.kita tidak dapat menyatakan bahwa jam.00 dua kali lebih lambat dibandingkan jam.08. Misal : Jika aset perusahaan A sebanyak Rp.Denpasar:Universitas Udayana Sugiyono.16 https://www. 5 Milyar.com/doc/131328072/Metode-Penelitian-Bisnis.blogspot.Bandung:Alfabeta http://hipotesisdanpertanyaanpenelitian.16.Denpasar:Universitas Udayana Yuliarmi.2004.com/. SKALA RASIO Skala Rasio merupakan kedudukan data yang tertinggi.2014.Metodologi Penelitian.Denpasar:Universitas Udayana Wayan Murjana Yasa.I Gst.2004.16 .Metodologi Penelitian. 4. Diakses pada tanggal 3 Maret 2015 pada jam 23. 10 Milyar dan aset perusahaan B sebanyak Rp.I ketut.2004. maka rasio A & B adalah 2 : 1.00.