Anda di halaman 1dari 8

Konsep Tumbuh Kembang

Definisi tumbuh kembang


Pertumbuhan adalah peningkatan jumlah dan ukuran sel pada saat
membelah diri dan mensintesis protein baru, menghasilkan peningkatan
ukuran dan berat seluruh atau sebagian sel (Wong, 2008).
Perkembangan adalah suatu perubahan dan perluasan

secara

bertahap, meliputi tahap kompleksitas dari yang lebih rendah ke yang lebih
tinggi, peningkatan dan perluasan kapasitas seorang melalui maturasi dan
pembelajaran. (Wong, 2008)
Faktor-faktor yang mempengaruhi Tumbang
Menurut (Wong, 2008) secara umum terdapat 2 faktor utama yang
dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, yaitu:
1. Faktor Genetik
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai akhir proses
tumbang anak. Melalui genetik yang terkandung dalam sel telur yang
telah

dibuahi,

sensitivitas

dapat

jaringan

ditentukan
terhadap

kualitas

rangsangan,

pertumbuhan,
umur

derajat

pubertas,

dan

berhentinya pertumbuhan tulang


2. Faktor Lingkungan
Lingkungan yang baik merupakan faktor yang sangat menentukan
tercapai atau tidaknya potensi bawaan. Lingkungan merupakan Biofisiko-psiko-sosial yang mempengaruhi individu setiap hari mulai dari
konsepsi sampai akhir hidupnya.
Faktor lingkungan secara garis besar dibagi menjadi:
a. Faktor yang mempengaruhi anak saat masih dalam kandungan (faktor
pranatal)

b. Faktor lingkungan yang mempengaruhi tumbang anak setelah lahir


(faktor postnatal)
a. Faktor lingkungan pranatal antara lain:
1. Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi ibu yang jelek pada waktu sebelum hamil maupun saat hamil
lebih sering menghasilkan bayi BBLR atau lahir mati, cacat bawaan,
hambatan pertumbuhan otak, anemia pada bayi baru lahir, abortus,
bayi mudah terkena infeksi. (Wong, 2008)
2. Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang, posisi janin dalam uterus,
kelainan bawaan, dislokasi panggul, palsi fasialis. (Wong, 2008)
3. Toxin/ zat kimia
Antara lain obat anti kanker, rokok, alkohol, beserta logam berat
lainnya. (Wong, 2008)
4. Endokin
Hormon yang mungkin berperan pada tumbuh kembang janin antara
lain: somatrotropin, tiroid, insulin, hormon placenta, peptida lain
dengan

aktifitas

gangguan

pada

mirip

insulin.

pertumbuhan

Apabila
susunan

defisiensi
syaraf

maka

sehingga

terjadi
tejadi

retardasi mental, cacat bawaan. (Wong, 2008)


5. Radiasi
Radiasi pada janin sebelum usia 18 minggu dapat menyebabkan
kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali atau cacat bawaan
lainnya,

sedangkan

efek

radiasi

pada

orang

laki-laki

dapat

menyebabkan cacat bawaan pada anaknya. (Wong, 2008)


6. Infeksi
Infeksi intra uterin yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah
TORCH

(Toxoplasma,

Simplex).Sedangkan

Rubella,

infeksi

lainnya

Cytomegalovirus,
juga

dapat

Herpes

menyebabkan

penyakit pada janin adalah varisela, malaria, polio, influenza dan lainlain. (Wong, 2008)
7. Stres
Stres yang dialami dapat mempengaruhi tumbang janin antara lain
cacat bawaan, kelainan kejiwaan dan lain-lain. (Wong, 2008)
8. Imunitas
Rhesus atau ABO inkomtabilitas sering menyebabkan abortus, hidrop
fetalis, kern icterus, bayi lahir mati (Wong, 2008).
9. Anoxia Embrio
Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada placenta atau
tali pusar menyebabkan BBLR. (Wong, 2008)
b. Faktor lingkungan Post Natal :
1. Lingkungan biologis
Meliputi ras/ suku bangsa, jenis kelamin, umur,gizi, perawatan
kesehatan, kepekaan terhadap penyakit, penyakit kronis, fungsi
metabolisme dan hormon. (Wong, 2008)
2. Faktor fisik
Antara lain cuaca, musim, keadaan geografis suatu wilayah, sanitasi,
ventilasi, cahaya. (Wong, 2008)
3. Faktor Psikososial
Stimulasi, motifasi belajar sejak dini, lingkungan yang kondusif,
proses sosialisasi, stres, kasih sayang dan kualitas interaksi anak
dengan orang tua dapat mempengaruhi tumbang anak. (Wong, 2008)
4. Faktor keluarga dan adat istiadat
Meliputi pekerjaan, pendapatan orang tua dalam menyediakan
kebutuhan primer dan sekunder, pendidikan, pola asuh, sosial
ekonomi, jumlah anggota keluarga dapat mempengaruhi tumbang
anak. (Wong, 2008)
Tumbuh kembang neonatus aterm
1. Pertumbuhan Fisik
a. Bayi bulan pertama
1. Berat badan 2,5 -3,5 kg

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Panjang badan rata-rata 45-54 cm


Lingkar kepala 33-35 cm
Lingkar dada 32-33 cm
Gerakan kasar : tangan dan kaki gerak aktif.
Komunikasi/ bicara : bereaksi terhadap lonceng.
Sosial kemandirian : menatap wajah ibu/ pengasuh.

b. Bayi bulan ke dua


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Berat badan 3,6-5,3 Kg


Panjang badan 54-58 cm
Lingkar dada rata-rata 32-33 cm
Gerakan kasar : mengangkat kepala ketika tengkurap
Gerakan halus : kepala menoleh ke kanan kiri
Komunikasi/ bicara : bersuara
Sosial kemandirian : dapat tersenyum spontan

c. Bayi bulan ketiga


1. Berat badan naik rata-rata 140-200 gr/minggu
2. Panjang badan rata-rata bertambah 2,5 cm/bln, berkisar 5,6-6,1
cm
3. Lingkar kepala rata-rata bertambah 1,5 cm/bln, berkisar 37-43
cm
4. Rasa lapar dan keinginannya ditujukan dengan menangis, bila
5.
6.
7.
8.
9.

sudah terpenuhi akan tertidur.


Belajar mengangkat kepala.
Belajar mengikuti obyek dengan dengan matanya
Melihat muka seseorang dan tersenyum
Bereaksi terhadap suara dan bunyi
Mengenal
ibunya dengan
penglihatan,

penciuman,

pendengaran, kontak
10. Menahan barang yang dipegangnya
11. Bereaksi dan mengoceh spontan
d. Kognifif
Kepribadian dan keterampilan kognitif dapat berkembang dengan
berbagai aspek yang menunjang. Antara lain :

1. Tahap oral (lahir 1 tahun) menurut Freud


Selama masa bayi, sumber utama mencari kesenangan berpusat
pada aktivitas oral seperti menghisap, menggigit, mengunyah,
berbicara.
2. Percaya vs tidak percaya (lahir 1 tahun) menurut Erikson.
Hal

pertama

yang

paling

penting

bagi

perkembangan

kepribadian yang sehat adalah rasa percaya dasar.Baik terhadap


ibu atau pemberi asuhan keperawatan.
3. Sensori motor (lahir-2tahun) menurut Plaget.
Perkembangan intelektual berkembang dari aktivitas reflek dari
perilaku berulang sederhana ke perilaku imitatif.
2. TTV
a. Suhu axilla berkisar antara 36,5 C-37,5C
b. Heart rate rata-rata 120-160 / menit, terkadang tidak teratur,
karena dalam maturnya.
c. Heart rate menurun saat tidur 90-110 x/menit
d. RR rata-rata 30-60 x/mnt
e. Tekanan darah sistolik 48-61 mmHg, diastolic 24-35 mmHg
3. Sisten kardiovaskuler
Terjadi perubahan saat bayi didalam kandungan (intrauterine) ke
ekstrauterin.Perubahan peredaran darah yang semula O 2 melalui
placenta sekarang melalui paru-paru
4. Sistem Respiratori
a. Pada awal kelahiran Pa CO2meningkat
b. Pada 10-12 jam kelahiran, kapasitas paru-paru mulai dibentuk

c. Neonatus yangmengalami kesukaran bernapas, harus dilakukan


pemeriksaan fisik terhadap kepatenan struktur
5. Sistem Eliminasi
Neonatus biasanya BAK setelah 12-24 jam kelahiran
Neonatus biasanya BAB setelah 24 jam kelahiran. BAB yang keluar
adalah meconium berwarna kehitaman pada 1-3 hari awal kelahiran.
6. Perkembangan pada bayi preterm cenderung lebih lambat sehingga
diperlukan umur koreksi. Pada motorik kasar didapatkan gerakan
tangan dan kaki dapat menekuk dengan mudah, kepala dapat
berpaling kekanan dan kekiri, sedangkan pada motorik halus
didapatkan reflek menghisap dan menelan yang masih lemah.
Reflek pada bayi baru lahir
Reflek pada bayi baru lahir sangat penting karena merupakan salah
satu cara untuk mengetahui adanya ganguan perkembangan :
1. Reflek Rooting
Memalingkan muka jika pipinya disentuh dan mulutnya akan langsung
membuka dan mulai menghisap. Harus sudah menghilang sekitar usia 34 bulan, namun bias saja menetap sampai dengan 12 bulan.
2. Reflek Sucking
Gerakan menghisap jika area di sekeliling

mulutnya dirangsang.Menetap

selama masa bayi meskipun tanpa rangsang seperti saat tidur.


3. Reflek Blinking
Mengedip bila ada cahaya atau hembusan udara, benda yang bergerak
mendekati kornea.Menetap seumur hidup.
4. Reflek Babinski

Telapak kaki disentuh maka jari-jari kaki akan membuka. Reflek ini
akanmenghilang setelah usia 1 tahun.
5. Reflek Grasping
Telapak

tangan

disentuh

maka

telapaktangan

akanmenggenggam/

mengepal. Akan berkurang setelah usia 3 bulan, diganti dengan gerakan


volunter.

6.

Reflek Moro
Terkejut karena suatu gerakan maka punggungnya akan

melengkung,

kepala lunglai, tangan dan kaki menangkup ke tengah badan. Akan


menghilang setelah usia 3-4 bulan, biasanya paling kuat selama 2 bulan
pertama.
7.

Reflek Stepping
Jika badannya diangkat dan diposisikan berdiri, kakinya akan menginjak
seperti berjalan.Menghilang setelah usia 3-4 minggu, diganti dengan
gerakan tak beraturan.

8. Reflek Tonik Neck


Dalam posisi terlentang, jika kepala ditolehkan kekanan, maka bagian
tubuhnya akan bergerak sebaliknya dengan keadaan tangan biasanya
menggenggam. Biasanya akan menghilang pada usia 3-4 bulan, diganti
dengan pemosisian yang simetris pada kedua sisi tubuh.

Daftar Pustaka

L.Wong Donna et al. (2008). Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik.


Edisi 6. Jakarta : EGC