Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN DIAGNOSTIK USG

LAPORAN DIAGNOSTIK USG Dosen Pembimbing: Muhammad Ridha Makruf, ST Sumber, MT Disusun oleh : 1. Skolastika

Dosen Pembimbing:

Muhammad Ridha Makruf, ST

Sumber, MT

Disusun oleh :

1. Skolastika Y Juita (P27838113022)

2. Frendy Prasetio

(P27838113040)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

2014-2015

1.1.1. Latar Belakang

BAB 1

PENDAHULUAN

USG atau Ultrasonografi adalah prosedur pemeriksaan yang tidak berbahaya. USG menggunakan gelombang suara tinggi yang dipantulkan ke tubuh untuk memperlihatkan gambaran rahim dan isinya yang memberikan informasi dalam bentuk gambar yang disebut Sonogram yang dapat kita lihat di layar monitor. USG tidak menggunakan radiasi, jarum suntik, cairan atau obat- obatan yang dimasukkan ke dalam tubuh. Ultrasonografi ( USG ) merupakan salah satu alat imaging diagnostik (pencitraan diagnostik ) untuk memeriksa alat alat dalam tubuh manusia dimana kita dapat mempelajari bentuk ukuran anatomis , gerakan serta hubungan dengan jaringan sekitarnya. Pemeriksaan ini bersifat non-infasif, tidak menimbulkan rasa sakit pada penderita, dapat dilakukan dengan cepat , aman dan data yang diperoleh mempunyai nilai diagnostik yang tinggi. Tak ada kontra indikasinya karena pemeriksaan ini sama sekali tidak akan memperburuk penyakit penderita. Dalam 20 tahun terakhir ini diagnostik ultrasonik berkembang dengan pesatnya, sehingga saat ini USG mempunyai peranan penting untuk menentukan kelainan berbagai organ tubuh.

penting untuk menentukan kelainan berbagai organ tubuh. Gbr. 1 memeriksa kehamilan Gbr. 2 memeriksa organ dalam

Gbr. 1 memeriksa kehamilan

penting untuk menentukan kelainan berbagai organ tubuh. Gbr. 1 memeriksa kehamilan Gbr. 2 memeriksa organ dalam

Gbr. 2 memeriksa organ dalam tubuh

2.1. Pengertian USG

BAB II

PEMBAHASAN

Ultrasonografi (USG) adalah pemeriksaan dalam bidang penunjang diagnostik yang memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi yang tinggi dalam menghasilkan imajing, tanpa menggunakan radiasi, tidak menimbulkan rasa sakit (non traumatic), tidak menimbulkan efek samping (non invasif). Selain itu ultrasonografi relatif murah, pemeriksaannya relatif cepat, dan persiapan pasien serta peralatannya relatif mudah. Gelombang suara ultrasonik memiliki frekuensi lebih dari 20.000 Hz, tapi yang dimanfaatkan dalam teknik ultrasonografi (kedokteran) gelombang suara dengan frekuensi 1-10 MHz.

Ultrasonik adalah gelombang suara dengan frekuensi lebih tinggi dari pada kemampuan pendengaran telinga manusia, sehingga kita tidak bisa mendengarnya sama sekali. Suara yang dapat didengar manusia mempunyai frekuensi antara 20 Hz 20.000 Hz. Gelombang ultrasonik ini dapat dihasilkan oleh getaran mekanik pada kwarsa yang diberi tegangan listrik bolak-balik dengan frekuensi ultrasonik. Salah satu aplikasi gelombang dalam bidang kedokteran adalah dalam ultrasonografi (USG). Ultrasonografi ini memanfaatkan gelombang ultrasonik yang merupakan gelombang elektromagnetik, untuk membantu para petugas kesehatan (dokter atau bidan) dalam mendiagnosa penyakit ataupun mendeteksi yang ada dalam tubuh pasiennya.

Ultrasonografi dalam bidang kesehatan bertujuan untuk pemeriksaan organ-organ tubuh yang dapat diketahui bentuk, ukuran anatomis, gerakan, serta hubungannya dengan jaringan lain disekitarnya. Sifat dasar ultrasound :

1. Sangat lambat bila melalui media yang bersifat gas, dan sangat cepat bila melalui media padat. 2. Semakin padat suatu media maka semakin cepat kecepatan suaranya. 3. Apabila melalui suatu media maka akan terjadi atenuasi.

2.2.

Sejarah dan Perkembangan USG

Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekitar tahun 1920-an, prinsip kerja gelomabang ultrasonik mulai diterapkan dalam bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi, bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Dalam hal ini, yang dimanfaatkan adalah kemampuan gelombang ultrasonik dalam menghancurkan sel-sel atau jaringan “berbahaya”. Hal ini kemudian secara luas diterapkan pula untuk penyembuhan penyakit-penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita arthritis, haemorrhoids, asma, thyrotoxicosis, ulkus pepticum (tukak lambung), elephanthiasis (kaki gajah) dan bahkan terapi untuk penderita angina pectoris. Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonik dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit, bukan hanya untuk terapi. Hal ini disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seorang dokter ahli saraf dari Universitas Vienna, Austria bersama dengan saudaranya, Freiderich yang merupakan seorang ahli fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah pada otak besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonik melalui tulang tengkorak. Dengan menggunakan Transduser (kombinasi alat pengirim dan penerima data), hasil pemindaian masih berupa gambar 2 dimensi yang terdiri dari barisan titik-titik berintensitas rendah. Kemudian George Ludwig, ahli fisika Amerika menyempurnakan alat temuan Dussik. Seperti yang kita ketahui bahwa ultrasonography adalah salah satu dari produk teknologi Medical Imaging yang dikenal sampai saat ini. Medical Imaging adalah suatu teknik yang digunakan untuk mencitrakan

bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh tanpa membuat sayatan atau luka (non-invasive). Interaksi antara fenomena fisik tissue dan diikuti dengan teknik pendeteksian hasil interaksi itu sendiri untuk diproses dan direkonstruksi menjadi suatu citra (image), menjadi dasar bekerjanya peralatan Medical Imaging.

Teknologi transduser diciptakan kira-kira tahun 1990 memungkinkan sinyal gelombang ultrasonik yang diterima menghasilkan tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih jelas. Penemuan komputer pada tahun 1990 jelas sangat membantu teknologi ini. Gelomabng ultrasonik akan mengalami proses sebagai berikut: pertama gelombang akan diterima transduser kemudian gelombang tersebut diproses sedemikian rupa dalam komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan terlihat ke layar monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser penghasil gambar 2 dimensi atau 3 dimensi. Seperti inilah hingga USG berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.

2.3. Bagian - Bagian USG dan Fungsinya

rupa hingga saat ini. 2.3. Bagian - Bagian USG dan Fungsinya Gbr. 3 Bentuk fisik USG

Gbr. 3 Bentuk fisik USG

1. Display ( LCD ) berfungsi untuk berguna untuk menampilkan gambar hasil skening.

2. Transduser berfungsi sebagai transmitter (pemancar) sekaligus sebagai recevier (penerima). Dalam fungsinya sebagai pemancar, transducer merubah energi listrik menjadi energi mekanik berupa getaran suara berfrekuensi tinggi. Fungsi recevier pada transducer merubah energi mekanik menjadi listrik.

3. Pulse controls berfungsi sebagai penghasil tegangan untuk merangsang kristal pada transducer dan membangkitkan pulsa ultrasonik.

4. Keyboard berfungsi untuk memilih mode mode yang akan digunakan

5.

Printer berfungsi untuk mendokumentasikan gambaran yang ditampilkan oleh tabung sinar katoda.

6. CPU berfungsi untuk untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang .

7. Disk storage berfungsi untuk penyimpana data yang direkam saat alat usg di operasikan.

2.3.1. Mode Mode Scaning pada USG

1. A-Mode (Amplitudo Scan Mode) : Untuk mendeteksi objek yang diam, dan probe dalam keadaan diam (Contoh, scanning jantung). Echo diperlihatkan sebagai peak dan jarak antara pelbagai struktur dapat diukur.

2. B-Mode : Untuk deteksi objek diam, dan probe digunakan dengan bergerak. Memperlihatkan semua jaringan yang dilewati oleh scan ultrasound. Jika diamati dengan cepat akan terlihat secara real time

3. Real Time : Memperlihatkan gerakan menjukan gambar real time tepat dibawah transduser

4. M-Mode : Untuk objek bergerak dan probe bergerak (Contoh: scanning jantung). Hasilnya berupa garis gelombang biasanya untuk ultrasound

2.4.Blok Diagram dasar USG

biasanya untuk ultrasound 2.4.Blok Diagram dasar USG Gbr 4 blok diagram 2.4.1. Prinsip Kerja USG Transducer

Gbr 4 blok diagram

2.4.1. Prinsip Kerja USG

Transducer bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima gelombang suara. Pulsa listrik yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi energi akustik oleh transducer yang dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian tubuh yang akan dipelajari. Sebagian akan dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus jaringan

yang akan menimbulkan bermacam-macam pantulan sesuai dengan jaringan yang dilaluinya.

Pantulan gema yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan membentur transducer dan akan ditangkap oleh transducer, dan kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan dalam bentuk cahaya pada layar monitor. Gelombang ini kemudian diteruskan ke tabung sinar katoda melalui recevier seterusnya ditampilkan sebagai gambar di layar monitor. Secara rinci dapat dinyatakan sebagai berikut:

1. Generator pulsa (oscilator) berfungsi sebagai penghasil gelombang listrik, kemudian oleh transducer diubah menjadi gelombang suara yang diteruskan ke medium.

2. Apabila gelombang suara mengenai jaringan yang memiliki nilai akustik impedansi, maka gelombang suara akan dipantulkan kembali sebagai echo.

3. Di dalam media (jaringan) akan terjadi atenuasi, gema (echo) yang lebih jauh maka intensitasnya lebih lemah dibandingkan dari echo yg lebih superficial.

Pantulan gema akan ditangkap oleh transducer dan diteruskan ke amplifier untuk diperkuat. Gelombang ini kemudian diteruskan ke tabung sinar katoda melalui recevier seterusnya ditampilkan sebagai gambar di layar monitor

2.5.Tata Cara Penggunaan USG 1. Tekan tombol Power pada pesawat USG, biarkan beberapa waktu untuk „boot up‟. 2. Untuk memulai penamaan data, tekan tombol „Pasien‟, gunakan track ball dan keyboard untuk mengisi data pada sheet pasien.

tekan tombol „Pasien‟, gunakan track ball dan keyboard untuk mengisi data pada sheet pasien. Gbr. 5

Gbr. 5 gambar mode USG

3.

Sebelum menggunakan pastikan probe transduser terpasang dengan baik, pastikan knob tidak kendor.

terpasang dengan baik, pastikan knob tidak kendor. Gbr. 6 gambar probe USG 4. Untuk memulai melakukan

Gbr. 6 gambar probe USG

4. Untuk memulai melakukan pemeriksaan pertama-tama pilih „Probe Menu‟

- Tipe Linear baik untuk mendapatkan hasil resolusi yang tinggi.

- Tipe Konveks/Curve untuk pemeriksaan struktur yang lebih dalam.

Konveks/Curve untuk pemeriksaan struktur yang lebih dalam. Gbr. 7 gambar elektroda Gbr.8 bentuk pemilihan mode USG

Gbr. 7 gambar elektroda

struktur yang lebih dalam. Gbr. 7 gambar elektroda Gbr.8 bentuk pemilihan mode USG 5. Untuk melakukan

Gbr.8 bentuk pemilihan mode USG

5. Untuk melakukan pemeriksaan pada pasien, oleskan gel pada pasien dan gunakan probe yang telah dipilih

6. Jika ingin melakukan pengamatan 2Dimensi pilih tombol 2D, begitu pula dengan 3 Dimensi, tekan tombol 3D

7. Pada awal pemeriksaan setting „depth‟ dan „zoom‟, dengan menggunakan tombol „depth &zoom‟.

pemeriksaan setting „depth‟ dan „zoom‟, dengan menggunakan tombol „depth &zoom‟. Gbr. 9 gambar hasil USG

Gbr. 9 gambar hasil USG

8. Untuk mengatur TGC (Time Gain Compensation) geser knob-knob ke kanan atau kekiri, knob paling atas untuk titik yang teratas (kurang dalam) semakin ke bawah, semakin dalam

yang teratas (kurang dalam) semakin ke bawah, semakin dalam Gbr.10 gambar pemilihan knob saat pengoperasian 9.

Gbr.10 gambar pemilihan knob saat pengoperasian

9. Jika sudah mendapatkan visualisasi hasil USG yang diinginkan kita dapat menekan tombol Freeze. Gunakan tombol Store jika ingin menimpan gambar.

10. Pada hasil Scan yang sudah di freeze, kita dapat memberi label pada hasil scan dengan cara menekan tombol penamaan (ABC button), lalu beri penamaan dengan keyboard.

penamaan (ABC button), lalu beri penamaan dengan keyboard. Gbr. 11 gambar tombol keyboard 11. Jika ingin

Gbr. 11 gambar tombol keyboard

11. Jika ingin melakukan pengukuran pada objek yang di scan,

gunakan tombol „Measure‟, gunakan Track Ball & tombol „Set‟

untuk menentukan mark (titik/tanda) agar dapat dilakukan pengukuran, panjang atau lebar objek

(titik/tanda) agar dapat dilakukan pengukuran, panjang atau lebar objek Gbr.12 tombol pemilihan untuk memperbesar gambar

Gbr.12 tombol pemilihan untuk memperbesar gambar

12.

Untuk melakukan pengukuran volume (pada ginjal contohnya)

lakukan pengukuran seperti diatas, hanya saja diperlukan 3 tipe pengukuran, yaitu, panjang, lebar, dan tinggi (kedalaman)

13. Setelah selesai melakukan pengamatan, matikan alat dengan menekan OFF tombol Power

2.6. Komponen dalam USG

Pada prinsipnya, ada tiga komponen mesin USG. Pertama, transduser, komponen yang dipegang dokter atau tenaga medis, berfungsi mengalirkan gelombang suara dan menerima pantulannya dan mengubah gelombang akusitik ke sinyal elektronik. Kedua, monitor, berfungsi memunculkan gambar. Ketiga, mesin USG sendiri, berfungsi mengubah pantulan gelombang suara menjadi gambar di monitor. Tugasnya mirip dengan central proccesing unit (CPU) pada komputer personal. Peralatan Yang Digunakan 2.6.1. Transducer Transducer adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat. Di dalam transducer terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transducer. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal disini adalah untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca oleh komputer sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar. Transducer adalah alat yang berfungsi sebagai transmitter (pemancar) sekaligus sebagai recevier (penerima). Dalam fungsinya sebagai pemancar, transducer merubah energi listrik menjadi energi mekanik berupa getaran suara berfrekuensi tinggi. Fungsi recevier pada transducer merubah energi mekanik menjadi listrik.

mekanik berupa getaran suara berfrekuensi tinggi. Fungsi recevier pada transducer merubah energi mekanik menjadi listrik.

2.6.2.

Monitor yang digunakan dalam USG

2.6.2. Monitor yang digunakan dalam USG Gbr. 13 Monitor yang digunakan dalam USG Gbr. 14 Sonograph

Gbr. 13 Monitor yang digunakan dalam USG

digunakan dalam USG Gbr. 13 Monitor yang digunakan dalam USG Gbr. 14 Sonograph 2.6.3. Mesin USG
digunakan dalam USG Gbr. 13 Monitor yang digunakan dalam USG Gbr. 14 Sonograph 2.6.3. Mesin USG

Gbr. 14 Sonograph

2.6.3. Mesin USG Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya

untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG adalah CPUnya USG sehingga di dalamnya terdapat komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada PC. Cara kerja USG adalah merubah gelombang menjadi gambar. Adapun komponen USG selain komponen di atas yaitu :

1. Pulser adalah alat yang berfungsi sebagai penghasil tegangan untuk merangsang kristal pada transducer dan membangkitkan pulsa ultrasonik.

2. Tabung sinar katoda adalah alat untuk menampilkan gambaran ultrasound. Pada tabung ini terdapat tabung hampa udara yg memiliki beda potensial yang tinggi antara anoda dan katoda.

3. Printer adalah alat yang digunakan untuk mendokumentasikan gambaran yang ditampilkan oleh tabung sinar katoda.

4. Display

monitor.

adalah

alat

peraga hasil

gambaran

scanning pada TV

2.7. Jenis Jenis Pemeriksaan USG

1. USG 2 Dimensi

TV 2.7. Jenis – Jenis Pemeriksaan USG 1. USG 2 Dimensi Gbr. 15 gambar USG 2

Gbr. 15 gambar USG 2 dimensi Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.

2. USG 3 Dimensi

besar keadaan janin dapat ditampilkan. 2. USG 3 Dimensi Gbr. 16 gambar USG 3 dimensi Dengan

Gbr. 16 gambar USG 3 dimensi Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).

3. USG 4 Dimensi

Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar

janinnya dapat “bergerak”. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.

4. USG Doppler

Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi:

a.Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit). b.Tonus (gerak janin). c.Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm). d.Doppler arteri umbilikalis. e.Reaktivitas denyut jantung janin.

2.8. Manfaat Pemeriksaan USG

Manfaat dari ultrasonografi adalah untuk pemeriksaan kanker pada hati dan otak, melihat janin di dalam rahim ibu hamil, melihat pergerakan serta perkembangan sebuah janin, mendeteksi perbedaan antar jaringan-jaringan lunak dalam tubuh, yang tidak dapat dilakukan oleh sinar x, sehingga mampu menemukan tumor atau gumpalan lunak di tubuh manusia.

Selain manfaat di atas, ultrasonografi dimanfaaatkan untuk memonitor laju aliran darah. Pulsa ultrasonik berfrekuensi 5 10 MHz diarahkan menuju pembuluh nadi, dan suatu reciever akan menerima signal hamburan gelombang pantul. Frekuensi pantulan akan bergantung pada gerak aliran darah. Tujuannya untuk mendeteksi thrombosis (penyempitan pembuluh darah) yang menyebabkan perubahan laju aliran darah. Pemeriksaan dengan ultrasonografi lebih aman dibandingkan dengan pemeriksaan menggunakan sinar-x (sinar Rontgen) karena gelombang ultrasonik yang digunakan tidak akan merusak material yang dilewatinya sedangkan sinar x dapat mengionisasi sel-sel hidup. Karena ultrasonik merupakan salah satu gelombang mekanik, maka pemeriksaan ultrasonografi disebut pengujian tak merusak (non destructive testing) . Aplikasi gelombang bunyi dalam bidang kedokteran yang lain adalah

penggunaan ultrasonografi untuk pemeriksaan kanker pada hati dan otak. Selain itu, ultrasonografi dapat mengukur kedalaman suatu benda di bawah permukaan kulit melalui selang waktu dipancarkan sampai dipantulkan kembali gelombang ultrasonik. Adapun manfaat USG pada pemeriksaan kendungan sesuai usia kehamilan :

1.

Trimester I :

a.

Memastikan hamil atau tidak.

b.

Mengetahui keadaan janin, lokasi hamil, jumlah janin dan tanda kehidupannya.

c.

Mengetahui keadaan rahim dan organ sekitarnya.

d.

Melakukan penapisan awal dengan mengukur ketebalan selaput lendir, denyut janin, dan sebagainya.

2.

Trimester II :

a.

Melakukan penapisan secara menyeluruh.

b.

Menentukan lokasi plasenta.

c.

Mengukur panjang serviks.

3.

Trimester III :

a.

Menilai kesejahteraan janin.

b.

Mengukur biometri janin untuk taksiran berat badan.

c.

Melihat posisi janin dan tali pusat.

d.

Menilai keadaan plasenta.

2.9. Kelemahan dan Kelebihan USG Berikut adalah kelemahan dan kelebihan USG :

2.9.1. Kelemahan USG :

a. Dapat ditahan oleh kertas tipis.

b. Antara tranducer (probe) dengan kulit tidak dapat kontak dengan baik (interface) sehingga bias terjadi artefak sehingga

perlu diberi jelly sebagai penghantar ultrasound.

c. Bila ada celah dan ada udara, gelombang suara akan dihamburkan.

d. Tidak 100% akurat

e. Perlu diketahui, akurasi/ketepatan pemeriksaan USG tidak 100%, melainkan 80%. Artinya, kemungkinan ada kelainan

bawaan/kecacatan pada janin yang tidak terdeteksi atau interpretasi kelamin janin yang tidak tepat. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain:

1) Keahlian/kompetensi dokter yang memeriksanya. Tak semua dokter ahli kandungan dapat dengan baik mengoperasikan alat USG. Sebenarnya untuk pengoperasian alat ini diperlukan sertifikat tersendiri. 2) Posisi bayi. Posisi bayi seperti tengkurap atau meringkuk juga menyulitkan daya jangkau / daya tembus alat USG. Meski dengan menggunakan USG 3 atau 4 Dimensi sekalipun, tetap ada keterbatasan. 3) Kehamilan kembar. Kondisi hamil kembar juga menyulitkan alat USG melihat masing-masing keadaan bayi secara detail. 4) Ketajaman/resolusi alat USG-nya kurang baik. 5) Usia kehamilan di bawah 20 minggu. 6) Air ketuban sedikit. 7) Lokasi kelainan, seperti tumor di daerah perut janin saat usia kehamilan di bawah 20 minggu agak sulit dideteksi

2.9.2. Kelebihan USG :

1. Pasien dapat diperiksa langsung tanpa persiapan dan memberi hasil yang cepat.

2. Bersifat non invasif (tidak terjadi efek samping) sehingga dapat dilakukan pula pada anak-anak. Aman untuk pasien dan operator, karena tidak tergantung pada radiasi ionisasi.

3. Memberi informasi dengan batas struktur organ sehingga memberi gambaran anatomis lebih besar dari informasi fungsi organ.

4. Semua organ kecuali yang mengandung udara dapat ditentukan bentuk, ukuran, posisi, dan ruang interpasial.

5. Dapat membedakan jenis jaringan dengan melihat perbedaan interaksi dengan gelombang suara.

6. Dapat mendeteksi struktur yang bergerak seperti pulsasi fetal

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan Ultrasonografi ( USG ) adalah suatu alat yang digunakan untuk mendiagnosa suatu penyakit dalam organ tubuh manusia dan ditampilkan dilayar sehingga kita dapat langsung melihat sendiri besar penyakit yang kita alami. alat ultrasonografi juga digunakan untuk mendiagnosa seorang wanita hamil atau tidak dan dapat melihat jenis kelamin dan perkembangan bayi.

3.2.

Saran

Mungkin dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan, kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini. Agar dalam penulisan makalah kedepannya bisa lebih baik.