Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN DIAGNOSTIK

USG

Dosen Pembimbing:
Muhammad Ridha Makruf, ST
Sumber, MT

Disusun oleh :

1. Skolastika Y Juita (P27838113022)


2. Frendy Prasetio

(P27838113040)

POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENKES SURABAYA
2014-2015

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.1.

Latar Belakang
USG atau Ultrasonografi adalah prosedur pemeriksaan yang tidak

berbahaya. USG menggunakan gelombang suara tinggi yang dipantulkan ke


tubuh untuk memperlihatkan gambaran rahim dan isinya yang memberikan
informasi dalam bentuk gambar yang disebut Sonogram yang dapat kita lihat di
layar monitor. USG tidak menggunakan radiasi, jarum suntik, cairan atau obatobatan yang dimasukkan ke dalam tubuh.
Ultrasonografi ( USG ) merupakan salah satu alat imaging diagnostik
(pencitraan diagnostik ) untuk memeriksa alat alat dalam tubuh manusia dimana
kita dapat mempelajari bentuk ukuran anatomis , gerakan serta hubungan dengan
jaringan sekitarnya. Pemeriksaan ini bersifat non-infasif, tidak menimbulkan rasa
sakit pada penderita, dapat dilakukan dengan cepat , aman dan data yang
diperoleh mempunyai nilai diagnostik yang tinggi. Tak ada kontra indikasinya
karena pemeriksaan ini sama sekali tidak akan memperburuk penyakit penderita.
Dalam 20 tahun terakhir ini diagnostik ultrasonik berkembang dengan pesatnya,
sehingga saat ini USG mempunyai peranan penting untuk menentukan kelainan
berbagai organ tubuh.

Gbr. 1 memeriksa kehamilan

Gbr. 2 memeriksa organ dalam tubuh

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Pengertian USG
Ultrasonografi (USG)

adalah

pemeriksaan

dalam

bidang

penunjang diagnostik yang memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan


frekuensi yang tinggi dalam menghasilkan imajing, tanpa menggunakan
radiasi, tidak menimbulkan rasa sakit (non traumatic), tidak menimbulkan
efek samping (non invasif). Selain itu ultrasonografi relatif murah,
pemeriksaannya relatif cepat, dan persiapan pasien serta peralatannya
relatif mudah. Gelombang suara ultrasonik memiliki frekuensi lebih dari
20.000 Hz, tapi yang dimanfaatkan dalam teknik ultrasonografi
(kedokteran) gelombang suara dengan frekuensi 1-10 MHz.
Ultrasonik adalah gelombang suara dengan frekuensi lebih tinggi
dari pada kemampuan pendengaran telinga manusia, sehingga kita tidak
bisa mendengarnya sama sekali. Suara yang dapat didengar manusia
mempunyai frekuensi antara 20 Hz 20.000 Hz. Gelombang ultrasonik
ini dapat dihasilkan oleh getaran mekanik pada kwarsa yang diberi
tegangan listrik bolak-balik dengan frekuensi ultrasonik.
Salah satu aplikasi gelombang dalam bidang kedokteran adalah
dalam ultrasonografi (USG). Ultrasonografi ini memanfaatkan gelombang
ultrasonik yang merupakan gelombang elektromagnetik, untuk membantu
para petugas kesehatan (dokter atau bidan) dalam mendiagnosa penyakit
ataupun mendeteksi yang ada dalam tubuh pasiennya.
Ultrasonografi

dalam

bidang

kesehatan

bertujuan untuk

pemeriksaan organ-organ tubuh yang dapat diketahui bentuk, ukuran


anatomis, gerakan, serta hubungannya dengan jaringan lain disekitarnya.
Sifat dasar ultrasound :
1. Sangat lambat bila melalui media yang bersifat gas, dan sangat
cepat bila melalui media padat.
2. Semakin padat suatu media maka semakin cepat kecepatan
suaranya.
3. Apabila melalui suatu media maka akan terjadi atenuasi.

2.2.

Sejarah dan Perkembangan USG


Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan

gelombang ultrasonik kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekitar


tahun 1920-an, prinsip kerja gelomabang ultrasonik mulai diterapkan dalam
bidang kedokteran. Penggunaan ultrasonik dalam bidang kedokteran ini
pertama kali diaplikasikan untuk kepentingan terapi, bukan untuk
mendiagnosis suatu penyakit.
Dalam

hal

ini,

yang

dimanfaatkan

adalah

kemampuan

gelombang ultrasonik dalam menghancurkan sel-sel atau jaringan


berbahaya. Hal ini kemudian secara luas diterapkan pula untuk
penyembuhan penyakit-penyakit lainnya. Misalnya, terapi untuk penderita
arthritis, haemorrhoids, asma, thyrotoxicosis, ulkus pepticum (tukak
lambung), elephanthiasis (kaki gajah) dan bahkan terapi untuk penderita
angina pectoris. Baru pada awal tahun 1940, gelombang ultrasonik dinilai
memungkinkan untuk digunakan sebagai alat mendiagnosis suatu penyakit,
bukan hanya untuk terapi. Hal ini disimpulkan berkat hasil eksperimen Karl
Theodore Dussik, seorang dokter ahli saraf dari Universitas Vienna, Austria
bersama dengan saudaranya, Freiderich yang merupakan seorang ahli
fisika, berhasil menemukan lokasi sebuah tumor otak dan pembuluh darah
pada otak besar dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonik
melalui tulang tengkorak. Dengan menggunakan Transduser (kombinasi
alat pengirim dan penerima data), hasil pemindaian masih berupa gambar 2
dimensi yang terdiri dari barisan titik-titik berintensitas rendah. Kemudian
George Ludwig, ahli fisika Amerika menyempurnakan alat temuan Dussik.
Seperti yang kita ketahui bahwa ultrasonography adalah salah
satu dari produk teknologi Medical Imaging yang dikenal sampai saat ini.
Medical Imaging adalah suatu teknik yang digunakan untuk mencitrakan
bagian dalam organ atau suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh tanpa
membuat sayatan atau luka (non-invasive). Interaksi antara fenomena fisik
tissue dan diikuti dengan teknik pendeteksian hasil interaksi itu sendiri
untuk diproses dan direkonstruksi menjadi suatu citra (image), menjadi
dasar bekerjanya peralatan Medical Imaging.

Teknologi

transduser

diciptakan

kira-kira

tahun

1990

memungkinkan sinyal gelombang ultrasonik yang diterima menghasilkan


tampilan gambar suatu jaringan tubuh dengan lebih jelas. Penemuan
komputer pada tahun 1990 jelas sangat membantu teknologi ini.
Gelomabng ultrasonik akan mengalami proses sebagai berikut: pertama
gelombang akan diterima transduser kemudian gelombang tersebut diproses
sedemikian rupa dalam komputer sehingga bentuk tampilan gambar akan
terlihat ke layar monitor. Transduser yang digunakan terdiri dari transduser
penghasil gambar 2 dimensi atau 3 dimensi. Seperti inilah hingga USG
berkembang sedemikian rupa hingga saat ini.
2.3.

Bagian - Bagian USG dan Fungsinya

Gbr. 3 Bentuk fisik USG


1. Display ( LCD ) berfungsi untuk berguna untuk menampilkan
gambar hasil skening.
2. Transduser berfungsi sebagai transmitter (pemancar) sekaligus
sebagai recevier

(penerima). Dalam fungsinya sebagai

pemancar, transducer merubah energi listrik menjadi energi


mekanik berupa getaran suara berfrekuensi tinggi. Fungsi
recevier pada transducer merubah energi mekanik menjadi listrik.
3. Pulse controls berfungsi sebagai penghasil tegangan untuk
merangsang kristal pada transducer dan membangkitkan pulsa
ultrasonik.
4. Keyboard berfungsi untuk memilih mode mode yang akan
digunakan

5. Printer berfungsi untuk mendokumentasikan gambaran yang


ditampilkan oleh tabung sinar katoda.
6. CPU berfungsi untuk untuk mengolah data yang diterima dalam
bentuk gelombang .
7. Disk storage berfungsi untuk penyimpana data yang direkam saat
alat usg di operasikan.
2.3.1. Mode Mode Scaning pada USG
1.

A-Mode (Amplitudo Scan Mode) : Untuk mendeteksi


objek yang diam, dan probe dalam keadaan diam (Contoh,
scanning jantung). Echo diperlihatkan sebagai peak dan
jarak antara pelbagai struktur dapat diukur.

2.

B-Mode : Untuk deteksi objek diam, dan probe digunakan


dengan bergerak. Memperlihatkan semua jaringan yang
dilewati oleh scan ultrasound. Jika diamati dengan cepat
akan terlihat secara real time

3.

Real Time : Memperlihatkan gerakan menjukan gambar


real time tepat dibawah transduser

4.

M-Mode : Untuk objek bergerak dan probe bergerak


(Contoh: scanning jantung). Hasilnya berupa garis
gelombang biasanya untuk ultrasound

2.4.Blok Diagram dasar USG

Gbr 4 blok diagram


2.4.1. Prinsip Kerja USG
Transducer bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima
gelombang suara. Pulsa listrik yang dihasilkan oleh generator diubah
menjadi energi akustik oleh transducer yang dipancarkan dengan arah
tertentu pada bagian tubuh yang akan dipelajari. Sebagian akan
dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus jaringan

yang akan menimbulkan bermacam-macam pantulan sesuai dengan


jaringan yang dilaluinya.
Pantulan gema yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan
membentur transducer dan akan ditangkap oleh transducer, dan
kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya
diperlihatkan dalam bentuk cahaya pada layar monitor. Gelombang ini
kemudian diteruskan ke tabung sinar katoda melalui recevier seterusnya
ditampilkan sebagai gambar di layar monitor. Secara rinci dapat
dinyatakan sebagai berikut:
1.

Generator

pulsa (oscilator)

berfungsi

sebagai

penghasil

gelombang listrik, kemudian oleh transducer diubah menjadi


gelombang suara yang diteruskan ke medium.
2.

Apabila gelombang suara mengenai jaringan yang memiliki


nilai

akustik

impedansi,

maka

gelombang

suara

akan

dipantulkan kembali sebagai echo.


3.

Di dalam media (jaringan) akan terjadi atenuasi, gema (echo)


yang lebih jauh maka intensitasnya lebih lemah dibandingkan
dari echo yg lebih superficial.
Pantulan gema akan ditangkap oleh transducer dan diteruskan ke

amplifier untuk diperkuat. Gelombang ini kemudian diteruskan ke tabung


sinar katoda melalui recevier seterusnya ditampilkan sebagai gambar di
layar monitor
2.5.Tata Cara Penggunaan USG
1. Tekan tombol Power pada pesawat USG, biarkan beberapa waktu
untuk boot up.
2. Untuk memulai penamaan data, tekan tombol Pasien, gunakan
track ball dan keyboard untuk mengisi data pada sheet pasien.

Gbr. 5 gambar mode USG

3. Sebelum menggunakan pastikan probe transduser terpasang dengan


baik, pastikan knob tidak kendor.

Gbr. 6 gambar probe USG


4. Untuk memulai melakukan pemeriksaan pertama-tama pilih Probe
Menu
- Tipe Linear baik untuk mendapatkan hasil resolusi yang tinggi.
-

Tipe Konveks/Curve untuk pemeriksaan struktur yang lebih

dalam.

Gbr. 7 gambar elektroda

Gbr.8 bentuk pemilihan mode USG

5. Untuk melakukan pemeriksaan pada pasien, oleskan gel pada pasien


dan gunakan probe yang telah dipilih
6. Jika ingin melakukan pengamatan 2Dimensi pilih tombol 2D, begitu
pula dengan 3 Dimensi, tekan tombol 3D
7. Pada awal pemeriksaan setting depth dan zoom, dengan
menggunakan tombol depth &zoom.

Gbr. 9 gambar hasil USG

8. Untuk mengatur TGC (Time Gain Compensation) geser knob-knob ke


kanan atau kekiri, knob paling atas untuk titik yang teratas (kurang dalam)
semakin ke bawah, semakin dalam

Gbr.10 gambar pemilihan knob saat pengoperasian


9. Jika sudah mendapatkan visualisasi hasil USG yang diinginkan kita
dapat menekan tombol Freeze. Gunakan tombol Store jika ingin
menimpan gambar.
10.

Pada hasil Scan yang sudah di freeze, kita dapat memberi label

pada hasil scan dengan cara menekan tombol penamaan (ABC


button), lalu beri penamaan dengan keyboard.

Gbr. 11 gambar tombol keyboard


11.

Jika ingin melakukan pengukuran pada objek yang di scan,

gunakan tombol Measure, gunakan Track Ball & tombol Set


untuk menentukan mark (titik/tanda) agar dapat dilakukan
pengukuran, panjang atau lebar objek

Gbr.12 tombol pemilihan untuk memperbesar gambar

12.

Untuk melakukan pengukuran volume (pada ginjal contohnya)

lakukan pengukuran seperti diatas, hanya saja diperlukan 3 tipe


pengukuran, yaitu, panjang, lebar, dan tinggi (kedalaman)
13.

Setelah selesai melakukan pengamatan, matikan alat dengan

menekan OFF tombol Power


2.6.

Komponen dalam USG


Pada prinsipnya, ada tiga komponen mesin USG. Pertama,

transduser, komponen yang dipegang dokter atau tenaga medis, berfungsi


mengalirkan gelombang suara dan menerima pantulannya dan mengubah
gelombang akusitik ke sinyal elektronik. Kedua, monitor, berfungsi
memunculkan gambar. Ketiga, mesin USG sendiri, berfungsi mengubah
pantulan gelombang suara menjadi gambar di monitor. Tugasnya mirip
dengan central proccesing unit (CPU) pada komputer personal.
Peralatan Yang Digunakan
2.6.1.

Transducer
Transducer

adalah

komponen

USG yang ditempelkan pada bagian tubuh


yang akan diperiksa, seperti dinding perut
atau

dinding

poros

usus

besar

pada

pemeriksaan prostat. Di dalam transducer


terdapat kristal
menangkap

yang digunakan untuk

pantulan

gelombang

yang

disalurkan oleh transducer. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk


gelombang akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal disini
adalah untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik
yang dapat dibaca oleh komputer sehingga dapat diterjemahkan dalam
bentuk gambar.
Transducer adalah alat yang berfungsi sebagai transmitter
(pemancar) sekaligus sebagai recevier

(penerima). Dalam fungsinya

sebagai pemancar, transducer merubah energi listrik menjadi energi


mekanik berupa getaran suara berfrekuensi tinggi. Fungsi recevier pada
transducer merubah energi mekanik menjadi listrik.

2.6.2.

Monitor yang digunakan dalam USG

Gbr. 13 Monitor yang digunakan dalam USG

Gbr. 14 Sonograph
2.6.3.

Mesin USG
Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya

untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG
adalah CPUnya USG sehingga di dalamnya terdapat komponen-komponen
yang sama seperti pada CPU pada PC. Cara kerja USG adalah merubah
gelombang menjadi gambar.
Adapun komponen USG selain komponen di atas yaitu :
1. Pulser adalah alat yang berfungsi sebagai penghasil tegangan untuk
merangsang kristal pada transducer dan membangkitkan pulsa
ultrasonik.
2. Tabung sinar katoda adalah alat untuk menampilkan gambaran
ultrasound. Pada tabung ini terdapat tabung hampa udara yg
memiliki beda potensial yang tinggi antara anoda dan katoda.
3. Printer adalah alat yang digunakan untuk mendokumentasikan
gambaran yang ditampilkan oleh tabung sinar katoda.

4. Display adalah alat peraga hasil gambaran scanning pada TV


monitor.
Jenis Jenis Pemeriksaan USG

2.7.
1.

USG 2 Dimensi

Gbr. 15 gambar USG 2 dimensi


Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang).
Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat
ditampilkan.
2.

USG 3 Dimensi

Gbr. 16 gambar USG 3 dimensi


Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi
yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya.
Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat
dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini
dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya
yang diputar).
3.

USG 4 Dimensi
Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3

dimensi yang dapat bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil
dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar

janinnya dapat bergerak. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan
membayangkan keadaan janin di dalam rahim.

4.

USG Doppler
Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah

terutama aliran tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai


keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian kesejahteraan janin ini
meliputi:
a. Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).
b. Tonus (gerak janin).
c. Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).
d. Doppler arteri umbilikalis.
e. Reaktivitas denyut jantung janin.
2.8.

Manfaat Pemeriksaan USG


Manfaat dari ultrasonografi adalah untuk pemeriksaan kanker

pada hati dan otak, melihat janin di dalam rahim ibu hamil, melihat
pergerakan serta perkembangan sebuah janin, mendeteksi perbedaan antar
jaringan-jaringan lunak dalam tubuh, yang tidak dapat dilakukan oleh sinar
x, sehingga mampu menemukan tumor atau gumpalan lunak di tubuh
manusia.
Selain manfaat di atas, ultrasonografi dimanfaaatkan untuk
memonitor laju aliran darah. Pulsa ultrasonik berfrekuensi 5 10 MHz
diarahkan menuju pembuluh nadi, dan suatu reciever akan menerima signal
hamburan gelombang pantul. Frekuensi pantulan akan bergantung pada
gerak aliran darah. Tujuannya untuk mendeteksi thrombosis (penyempitan
pembuluh darah) yang menyebabkan perubahan laju aliran darah.
Pemeriksaan dengan ultrasonografi lebih aman dibandingkan
dengan pemeriksaan menggunakan sinar-x (sinar Rontgen) karena
gelombang ultrasonik yang digunakan tidak akan merusak material yang
dilewatinya sedangkan sinar x dapat mengionisasi sel-sel hidup. Karena
ultrasonik merupakan salah satu gelombang mekanik, maka pemeriksaan
ultrasonografi disebut pengujian tak merusak (non destructive testing)
. Aplikasi gelombang bunyi dalam bidang kedokteran yang lain adalah

penggunaan ultrasonografi untuk pemeriksaan kanker pada hati dan otak.


Selain itu, ultrasonografi dapat mengukur kedalaman suatu benda di bawah
permukaan kulit melalui selang waktu dipancarkan sampai dipantulkan
kembali gelombang ultrasonik.
Adapun manfaat USG pada pemeriksaan kendungan sesuai usia
kehamilan :
1. Trimester I :
a. Memastikan hamil atau tidak.
b. Mengetahui keadaan janin, lokasi hamil, jumlah janin dan tanda
kehidupannya.
c. Mengetahui keadaan rahim dan organ sekitarnya.
d. Melakukan penapisan awal dengan mengukur ketebalan selaput
lendir, denyut janin, dan sebagainya.
2. Trimester II :
a. Melakukan penapisan secara menyeluruh.
b. Menentukan lokasi plasenta.
c. Mengukur panjang serviks.
3. Trimester III :
a. Menilai kesejahteraan janin.
b. Mengukur biometri janin untuk taksiran berat badan.
c. Melihat posisi janin dan tali pusat.
d. Menilai keadaan plasenta.
2.9.

Kelemahan dan Kelebihan USG


Berikut adalah kelemahan dan kelebihan USG :
2.9.1. Kelemahan USG :
a. Dapat ditahan oleh kertas tipis.
b. Antara tranducer (probe) dengan kulit tidak dapat kontak
dengan baik (interface)

sehingga bias terjadi artefak sehingga

perlu diberi jelly sebagai penghantar ultrasound.


c. Bila ada celah dan ada udara, gelombang suara akan
dihamburkan.
d. Tidak 100% akurat
e. Perlu diketahui, akurasi/ketepatan pemeriksaan USG tidak
100%, melainkan 80%. Artinya, kemungkinan ada kelainan

bawaan/kecacatan pada janin yang tidak terdeteksi atau


interpretasi kelamin janin yang tidak tepat. Hal ini dipengaruhi
beberapa faktor antara lain:
1) Keahlian/kompetensi dokter yang memeriksanya. Tak semua
dokter ahli kandungan dapat dengan baik mengoperasikan alat
USG. Sebenarnya untuk pengoperasian alat ini diperlukan
sertifikat tersendiri.
2) Posisi bayi. Posisi bayi seperti tengkurap atau meringkuk juga
menyulitkan daya jangkau / daya tembus alat USG. Meski
dengan menggunakan USG 3 atau 4 Dimensi sekalipun, tetap
ada keterbatasan.
3) Kehamilan kembar. Kondisi hamil kembar juga menyulitkan
alat USG melihat masing-masing keadaan bayi secara detail.
4) Ketajaman/resolusi alat USG-nya kurang baik.
5) Usia kehamilan di bawah 20 minggu.
6) Air ketuban sedikit.
7) Lokasi kelainan, seperti tumor di daerah perut janin saat usia
kehamilan di bawah 20 minggu agak sulit dideteksi
2.9.2. Kelebihan USG :
1. Pasien dapat diperiksa langsung tanpa persiapan dan memberi
hasil yang cepat.
2. Bersifat non invasif (tidak terjadi efek samping) sehingga dapat
dilakukan pula pada anak-anak. Aman untuk pasien dan
operator, karena tidak tergantung pada radiasi ionisasi.
3. Memberi informasi dengan batas struktur organ sehingga
memberi gambaran anatomis lebih besar dari informasi fungsi
organ.
4. Semua organ kecuali yang mengandung udara dapat ditentukan
bentuk, ukuran, posisi, dan ruang interpasial.
5. Dapat membedakan jenis jaringan dengan melihat perbedaan
interaksi dengan gelombang suara.
6. Dapat mendeteksi struktur yang bergerak seperti pulsasi fetal
7. Dapat juga mendeteksi kanker payudara

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Ultrasonografi ( USG ) adalah suatu alat yang digunakan untuk

mendiagnosa suatu penyakit dalam organ tubuh manusia dan ditampilkan


dilayar sehingga kita dapat langsung melihat sendiri besar penyakit yang kita
alami. alat ultrasonografi juga digunakan untuk mendiagnosa seorang wanita
hamil atau tidak dan dapat melihat jenis kelamin dan perkembangan bayi.
3.2.

Saran
Mungkin dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan,

untuk itu penulis mengharapkan, kritik dan saran yang sifatnya membangun
demi kesempurnaan laporan ini. Agar dalam penulisan makalah kedepannya
bisa lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/9642965/Persiapan-dan-Teknik-Pemeriksaan-USG-OBGIN-Dasar-JJE20080409
http://planetcopas.blogspot.com/2012/07/prinsip-kerja-mesin-usg-ultrasonografi.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_ultrasonography
http://en.wikipedia.org/wiki/Gynecologic_ultrasonography
http://ilmuelektromedik.blogspot.com/2012/12/alatultrasonography-usg.html
https://navy102.wordpress.com/2008/10/07/usg-ultra-sonography/
http://planetcopas.blogspot.com/2012/07/prinsip-kerja-mesin-usg
ultrasonografi.html
http://www.ibudanbalita.net/769/petunjuk-penggunaan-usg-bagipara-praktisi-medis.html
http://kuliahkesehatanmasyarakat.blogspot.com/2013/06/penggunaa
n-usg-pada-kehamilan.html