Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN GELADI

Divisi Akses
Witel Bali Selatan

Laporan ini disusun untuk memenuhi syarat mata kuliah Geladi Semester 4
Universitas Telkom

Disusun oleh:
I Putu Indra Yatna Putra

1101130274

UNIVERSITAS TELKOM
BANDUNG
2015

Lembar Pengesahan

Laparan ini disusun untuk memenuhi syarat mata kuliah Geladi Program Studi Strata I
Teknik Telekomunikasi Telkom University

Disusun Oleh :

I Putu Indra Yatna Putra

( 1101130274)

Denpasar, 10 juli 2015

Mengetahui,

Dosen Pembimbing

Novian Anggi Suwastika


NIP : 06830333-1

1. ABSTRAK

Pembimbing Lapangan

Komang Joni Wahyu Prasetya


NIK : 720209

Geladi adalah program kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman dan
sosialisasi kerja kepada peserta geladi. Hal ini sangat penting, karena peserta geladi akan
mengenal dan bisa beradaptasi dengan kondisi dalam ruang lingkup kerja nantinya. Geladi
diwajibkan untuk mahasiswa yang sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah pada tingkat
pertama dengan IPK rata-rata tingkat pertama diatas 2.
Geladi dilaksanakan selama 6 minggu yang dimulai pada tanggal 1 Juni 2015 dan
berakhir pada tanggal 10 Juli 2015. Geladi dibuka pada tanggal 27 Mei 2015 dan berlokasi di
Gedung Serba Guna Telkom University Fakultas Teknik. Setelah itu pada tanggal 3 Juni 2015
seluruh peserta geladi dibagi ke dalam beberapa divisi yang ada di Witel Bali Selatan ini.
Kami pun terbagi ke dalam Divisi Akses yang beralamatkan di Jalan Raya Puputan Renon
Denpasar. Setelah terbagi dalam divisi akses, kami ditempatkan lagi kebeberapa STO yang
ada di Denpasar. Saya kebetulan mendapatkan bagian di STO Jimbaran bersama 3 teman saya
yaitu sar, adi dan candra. Jam kerja kami berlangsung dari pukul 08.00 WITA dan berakhir
pada pukul 17.00 WITA.
Dengan kegiatan ini kami telah mendapatkan beberapa ilmu seperti maintenance indihome,
cek lokasi ODP pelanggan, melakukan Employee Selling setiap minggunya dan melihat
pemasangan langsung kabel fiber di hotel Jimbaran.

2. PENDAHULUAN

II.1

Latar Belakang

Dewasa ini kemampuan teknologi setiap orang sudah semakin berkembang. Tentunya
perusahan yang bergerak dibidang teknologi dan informasi semakin banyak bermunculan.
Salah satu yang terbesar ialah PT.Telkom Tbk yang merupakan sebuah perusahaan BUMN
bergerak dibidang telekomunikasi. Dengan produk andalan saat ini ialah Indihome Triple
Play. Memanfaatkan teknologi 100% fiber, Telkom menjadi salah satu perusahaan terbaik
dibidang layanan internet saat ini dibandingkan para pesaingnya.
Kegiatan praktik ini sangat menguntungkan mahasiswa karena dapat menambah
pengetahuan khususnya dalam bidang teknologi, pengalaman serta keprofesionalan dalam
melakukan suatu bidang pekerjaan. Di samping itu, kegiatan praktek ini sangat berpengaruh
terhadap nilai Mata Kuliah Geladi yang dicanangkan oleh Institusi, Universitas Telkom.
II.2
I.

Profil Perusahaan

Perusahaan PT. Telkom Tbk tempat saya mengikuti gladi terletak di jalan Raya
Puputan Renon Denpasar Selatan.

II.

Sejarah PT. Telkom Tbk


PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM, Perseroan, atau
Perusahaan) adalah penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di
Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon tidak bergerak kabel
(fixed wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), layanan telepon
seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung
maupun melalui anak perusahaan.
Pada awalnya di kenal sebagai sebuah badan usaha swasta penyedia layanan
pos dan telegrap atau dengan nama JAWATAN. Pada tahun 1961 Status jawatan
diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel), PN Postel
dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro), dan Perusahaan
Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi). Dan pada tahun 1974 PN
Telekomunikasi disesuaikan menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel)
yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional. Pada
tanggal 14 November 1995 di resmikan PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai nama
perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

III.

Visi dan Misi

Visi PT. Telkom Tbk ialah menjadi perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan
Telecommunication, information, Media, Edutainment dan Service (TIMES) di
kawasan regional
Misi PT.Telkom Tbk
Menyediakan layanan TIMES yang berkualitas tinggi dengan harga yang

II.3

kompetitif
Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia
Struktur Organisasi perusahaan

Telkom sudah mengadopsi sebuah pendekatan holding company ke dalam pengelolaan


korporasi, yang kami percaya akan menyediakan productive flexibility bagi seluruh entitas
bisnis kami sesuai dengan karakteristik masing-masing unit.
Dalam rangka implementasi pengelolaan korporasi dengan berkarakteristik holding company,
maka peran corporate office difokuskan pada Corporate Level Strategy (directing strategy,
portfolio strategy dan parenting strategy), parenting style disesuaikan dengan karakteristik
dan tingkat maturity entitas bisnisnya dan empowerment entitas bisnis sesuai dengan
karakteristiknya.
Untuk itu, pada tahun 2013 kami telah melakukan beberapa perubahan menyangkut
pembidangan pembagian tugas dan wewenang masing-masing anggota Direksi. Selain itu
untuk mewadahi mekanisme pengelolaan parenting terhadap seluruh portfolio kami secara
Group, maka telah dibentuk Board of Executive yang beranggotakan seluruh Direksi Telkom
dan beberapa Chief of Business. Chief of Business merupakan sebutan untuk posisi senior
business expert yang ditempatkan sejajar dengan Direksi Telkom untuk melaksanakan peran
sebagai penasehat dalam merumuskan keputusan-keputusan corporate level strategy,
mengupayakan harmonisasi hubungan antara entitas anak dengan Telkom sebagai parent.

Nama
Direktorat

Fungsi dan Wewenang

Direktorat
NITS

Fokus pada pengelolaan infrastructure strategy &


governance, IT Strategy & Governance, and Solution serta
pengelolaan pendayagunaan IT dan service operation &
management, dalam rangka dukungan upaya eksploitasi
bisnid yang sudah mapan dan pengendalian operasional
infrastruktur melalui Divisi Network of Broadband
Information System Center, Divisi Wireless Broadband serta
Divisi Broadband.

Direktorat
ISP

Fokus pada pengelolaan fungsi Corporate Strategic


Planning, Strategic Business Development, Innovation
Strategy & Synergy serta pengendalian operasi unit-unit:
Divisi Solution Convergence dan Innovation & Design
Center.

Direktorat
CONS

Fokus dalam pengelolaan bisnis segmen konsumer serta


pengendalian operasi Divisi Consumer Services

Direktorat
EBIS

Fokus pada pengelolaan bisnis segmen enterprise & small


medium enterprise serta pengelolaan Divisi Enterprise
Services dan Divisi Business Services.

Direktorat
WINS

Fokus pada pengelolaan fungsi penanganan bisnis segmen


wholesale dan international, serta pengendalian operasional
Divisi Wholesale Services.

Direktorat
HCM

Fokus pada manajemen SDM Perusahaan serta


penyelenggaraan operasional SDM secara terpusat melalui
unit Human Capital Center, serta pengendalian operasi unit
Telkom Corporate University Center, Assessment Center
Indonesia serta Community Development Center.

Direktorat
KEU

Fokus pada pengelolaan keuangan perusahaan serta


mengendalikan operasi keuangan secara terpusat melalui
unit Finance, Billing & Collection Center.

II.4
1.
2.
3.

II.5

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud FTTH ?
Bagaimana cara mengkonfigurasi jaringan FTTH ?
Bagaimana cara mengatasi gangguan pada FTTH ?
Struktur Organisasi

II.6

Batasan Masalah

Agar penulisan laporan ini tidak menyimpang dan mengambang dari tujuan yang
semula direncanakan sehingga mempermudah mendapatkan data dan informasi
yang diperlukan, maka penulis menetapkan batasan-batasan sebagai:
1. Pengertian FTTH, konfigurasi, dan maintenance.
2. Sedikit ulasan FTTB yang sering digunakan di hotel

II.7

Tujuan pelaksanaan Geladi

Geladi dilaksanakan dengan tujuan untuk:


a. Memberikan pengalaman praktek kerja dan penyelesaian masalah pekerjaan yang
timbul dilapangan sekaligus mengukur implementasi keilmuan dan ketrampilan di
dunia kerja
b. Meningkatkan ketrampilan dan wawasan, baik dalam hal kompetensi hardskill
maupun softskill.
c. Mengisi masa libur antar tahun akademik mahasiswa dengan kegiatan positif yang
menunjang pengetahuan dan keahliannya.
d. Memperlengkapi mahasiswa dengan gambaran nyata mengenai serba serbi
lingkungan kerja, mulai dari jenis pekerjaan tingkat bawah sampai dengan tingkat
yang lebih tinggi.
II.8
Waktu dan tempat pelaksanaan geladi
Kegiatan geladi dilaksanakan di PT.Telkom Divisi Akses Area Denpasar Selatan yang
dimulai dari tanggal 1 Juni 2015 sampai dengan 10 Juli 2015 dengan jam kerja
dimulai pukul 08.00 WITA 17.00 WITA.

3. Tinjauan Teori
3.1 Deskripsi Divisi Akses
Divisi Divisi Access adalah divisi yang bertanggung jawab penuh atas sebagai penyedian
(PO) infrastruktur bagi DC untuk mendukung pemenuhan layanan pelanggan .Sedangkan
Uner Area, CS, dan SME Area merupakan unit DC yang akan berperan dalam pemenuhan
(deal) aspek bisnis dan pemenuhan layanan

Peran dari Divisi Akses itu sendiri adalah :


o Menerima keluhan serta maintenance perangkat pada pelanggan.
o Menyediakan layanan data ke perusahaan-perusahaan ataupun
pemerintah.

instansi

3.2 Jaringan Lokasl Akses Fiber (Jarlokaf)


Jaringan Lokal Akses Fiber (Jarlokaf) adalah jaringan yang menggunakan kabel serat
optic untuk menghubungkan antara sentral lokal dengan terminal pelanggan.
Teknologi pada Jarlokaf yang sudah berkembang dengan baik antara lain: DLC
(Digital Lopp Carrier), PON (Passive Optical Network), AON (Active Optical
Network) dan HFC (Hybrid Fiber Coax).
3.3 Arsitekur Jaringan Jarlokaf secara umum
Fiber optik atau bisa disebut dengan serat optik merupakan salah satu perangkat keras
internet sejenis kabel yang berbahan dasar dari serat kaca yang mempunyai kecepatan
transfer data yang sangat tinggi, fiber optik digunakan sebagai penghubung pada
system telekomunikasi. Pada komunikasi fiber optik, sinyal yang biasanya di gunakan
adalah bentuk digital, sedangkan penyaluran sinyal melalui serat optik adalah dalam
bentuk pulsa cahaya. Pulsa cahaya akan di peroleh dari proses memodulasi sinyal
informasi dalam bentuk digital kedalam suatu komponen sumber optik. Proses ini
terjadi pada arah kirim lalu pada arah terima melalui detektor optik, pulsa cahaya
diubah kembali dalam bentuk sinyal digital.
Sistem jarlokaf paling sedikit memiliki 2 (dua) buah perangkat optoelektronik yaitu 1
(satu) perangkat optoelektronik di sisi sentral dan satu lagi perangkat yang berada di
sisi pelanggan yang disebut Titik Konversi Optik (TKO). Perbedaan letak TKO
menimbulkan tipe arsitektur jarlokaf berbeda pula seperti :
A. Fiber To The Zone (FTTZ)
B. Fiber To The Curb (FTTC)
C. Fiber To The Building (FTTB)
D. Fiber To The Home (FTTH)

A. Fiber To The Home

Jaringan dapat membentuk Active Optical Network (AON) maupun Passive


Optical Network (PON)

a. Active optical network (AON)

Implementasi dari AON lebih dikenal Sebagai Active Node, penggunaan


teknologi ini terbatas karena biayanya sangat tinggi. Peralatan-peralatan
aktif yang digunakan dalam jaringan AON termasuk optical switch,
memerlukan tenaga listrik. Keuntungan yang didapatkan dengan sistem
AON adalah sebagai berikut:
a) Biaya infrastruktur yang relatif murah untuk jangka panjang.
b) Cakupan daerah pelayanan yang relatif lebih luas dibandingkan dengan
system tembaga.
c) Daerah cakupan yang luas, bisa dilayani dengan distribusi yang merata.
Bagi pelanggan yang terletak jauh dari node active splitter memberikan
daya optik yang lebih besar, sehingga layanan yang diberikan untuk semua
pelanggan relatif sama.
d) Dapat menempuh jarak yang lebih jauh dari PON.
b. Passive Optical Network (PON)

Passive Optical Network mendasarkan pada bentuk arsitektur point-tomultipoint. PON merupakan sistem akses fiber optik yang memiliki biaya
efektif dan menyediakan layanan broadband, suara, video, data, dan servis
lainya

yang

biasanya

disebut

dengan

Next

Generation

Play

Network (NGPN). PON menggunakan fiber optik dan spliter untuk


menghubungakn OLT di Central Office dengan ONU yang terletak pada
sisi pelanggan. Splitter pasif diletakan untuk keperluan downstream dari
CO dan dapat membagi sinyal fiber sampai 64 dengan maksimum jarak 20
km. Arsitektur ini disebut pasif karena semua splitter dan perlatan yang
berada diantara CO dan ONU merupakan perangkat pasif, sehingga tidak
ada komponen elektronik aktif, tidak membutuhkan power, dan
mengurangi biaya pemeliharaan peralatan. Perangkat optik pasif yang
dipakai adalah konektor, pasif splitter dan fiber optic itu sendiri. Sistem
OLT berfungsi untuk pengumpulan dan men-switch fungsi antara jaringan
kabel dengan interface PON serta untuk fungsi manajemen. Sedangkan
ONU berfungsi sebagai akses kepada pengguna. Perbedaan panjang
gelombang digunakan dalam proses upstream dan downstream. PON
memudahakan dalam hal operasional dan perawatannya serta biaya yang
lebih rendah dibandingakan AON.
Konfigurasi FTTH
Untuk menghubungkan perangkat ODF yang berada di sisi STO dan ODC digunakan
kabel Fyber Optic yang biasa disebut kabel Feeder. Kabel Feeder mempunyai kapasitas
minimal 96 core dan baik digunakan untuk sistem duct. Konfigurasi pada kabel Feeder
harus memakai system backup, yaitu terminasi dapat di lakukan di ODF dan juga dapat
dilakukan di ODC.

4. Pelaksanaan Geladi
I.

Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada pelaksanaan geladi yang berlangsung
selama 4 (empat) minggu pada PT. Telkom Indonesia Divisi Akses adalah sebagai
berikut:

II.

Pembukaan Geladi dan Pembagian Divisi

Pengenalan tentang Jarlokaf dengan fokus FTTH

Penjualan produk layanan PT.Telkom Tbk

Pelaksanaan
Kegiatan yang dilakukan oleh peserta geladi di STO Jimbaran Divisi Akses selama enam
minggu masa geladi adalah sebagai berikut:
a. Pengenalan lebih dalam teknologi jarlokaf serta cek lokasi ODP pelanggan
Kegiatan ini dilakukan dikantor PT.Telkom Divisi Akses Renon seiringan dengan jam
kerja. Dijelaskan oleh teknisi disana kami diterangkan prospek fiber optik
kedepannya. Dimulai dari teori mengenai fiber optik sampai pengenalan perangkat
seperti:
o Kabel fiber optik
o ODP
o MDF (Main Distribution Frame)
o RK (Rumah Kabel)
o Sentral
Setelah itu kami diperkenalkan dengan sistem pengecekan ODP melalu google earth
oleh bapak Detarta selaku Ass.Manajer di Telkom Akses. Kami diberikan tanggung
jawab untuk mengecek ODP didaerah STO kaliasem apakah keberadaan ODP tersebut
sudah

sesuai

antar pelanggan.

dengan jarak terdekat

Gambar kegiatan pengecekan ODP daerah STO kaliasem


b. Pengenalan Jarlokaf khususnya FTTH
Pengenalan tentang jaringan FTTH pada kegiatan gladi kali ini menurut saya sangat
kurang. Karena pada bulan kami melakukan gladi Telkom sedang gencarnya
melakukan sesi penjualan produk terbaru mereka yaitu Indihome. Tetapi adapun teori
mengenai FTTH yang kami dapatkan sebagai berikut:
1. Pengecekan masalah lewat website Telkom:
2. Ikut menyaksikan langsung pemasangan migrasi fiber di Hotel Mantrasakala
Bekerjasama dengan anak perusahaan telkom yang bernama Biseka telkom
melakukan migrasi fiber pada hotel Mantrasakala yang diberikan waktu 3 hari
dalam pengerjaannya. Biaya yang ditanggung oleh Hotel tidak sama dengan paket
Indihome. Hotel tersebut dikategorikan sebagi pelanggan Gold, sehingga biaya
jauh lebih mahal tetapi service layanan diutamakan. Misalnya saja rumah biasa
layanan service akan ditanggapi apabila 3x24 jam dr panggilan. Sedangkan paket
Gold hanya 1x24 jam gangguan akan ditanggapi serta langsung diselesaikan.
Kami disitu diarahkan oleh pak Gokong. Beliau merupakan supervisor STO
Jimbaran.

3. Ikut berpartisipasi saat employee selling


Mungkin mendengar kata berjualan bagi anak teknik merupakan hal yang tidak
terpikir akan kami lakukan setiap saat ketika gladi di PT.Telkom. Kegiatan
penjualan ini sebenarnya menyenangkan diawal, ketika kami baru pertama kali
menjajakan produk baru kenamaan PT.Telkom tersebut. Tetapi hal ini berlangsung
terus menerus hingga akhir penutupan gladi. Kami merasa tidak nyaman dengan
kondisi

tersebut.

Bukannya

mendapat

banyak

ilmu

praktek

dibidang

telekomunikasi kami malah diajak berjualan layaknya seorang sales makanan.


Karena sifat penjualan ini seperti memanfaatkan keluguan kami, saya pribadi
tidak berkenan dengan hal tersebut. Sangat disayangkan gladi tahun ini ilmu yang
kita peroleh tidak maksimal seperti harapan semua pihak. Tetapi disela kesibukan
berjualan kami menjadi cepat akrab dengan tim sales telkom tersebut. Karena
sebagai anak didik kami terus bertanya bagaimana ketika nanti sudah berkeja dan
tips menjadi karyawan yang baik.

5. Penutup

5.1 Kesimpulan
Dari hasil kegiatan Geladi ini didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Program geladi merupakan program pendekatan mahasiswa dengan pihak instansi
dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kemampuan yang utuh siap kerja.
2. Mengasah kemampuan dalam komunikasi secara langsung terhadap pelanggan. Serta
pintar melihat peluang cara sebuah perusahaan besar melakukan kegiatan marketing.
3. Peserta Geladi dapat mengetahui cara menggunakan aplikasi google earth dalam
pengecekan ODP dan mengetahui fungsi dari aplikasi tersebut secara global.
5.2

Saran

Ada beberapa hal yang perlu didalami untuk membuat kualitas Geladi maupun sistem kerja di
PT. Telkom Indonesia menjadi lebih baik, antara lain:
1. Pencapaian target yang diharapkan sebaiknya disampaikan diawal Geladi sehingga
mahasiswa dapat mengatur waktu untuk mengerjakan tugas yang diberikan.
2. Pembagian kelompok, baik komposisi maupun anggota, agar lebih disesuaikan
berdasarkan kebutuhan.
3. Kegiatan berjualan sebaiknya dilakukan tidak terlalu sering sehingga peserta gladi
bisa lebih maksimal mengenai hal teknik jaringan.

4. Memberikan biaya transport apabila memberikan tugas luar area PT.Telkom