Anda di halaman 1dari 4

FARMASI INDUSTRI

In Process Control Sediaan Salep

Di susun oleh :
1.
2.
3.
4.

Halimah Az-Zahra
(1507062110)
Mudrika Fini Meryanda
(1507062112)
Vivi Nurcahyani
(1507062113)
Ratna Qorry S
(1507062114)
5. Intan Melati S
(1507062116)

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
2015

Penimbangan

Peleburan bahan dasar krim (FasePencampuran


minyak)
dengan ultra
Pelarutan
turrax zat aktif, Pengawet (fase cair)

IPC
Pemerian
pH
Stabilitas krim
Pencampuran dengan mixer

Karantina produk antara


IPC
Pemerian
Identifikasi
pH
Homogenitas

IPC
Pemerian
Bobot rata-rata
Pengisian ke tube

Karantina produk ruahan

Pengemasan

Karantina produk jadi


Finished pack Analysis
Gudang obat jadi

In Process Control

IPC
Pemerian
Identifikasi
pH
Homogenitas

Sediaan Salep
1. Uji Organoleptis
Pengujian kualitas salep yang dibuat diawali dengan uji organoleptis menurut Anief (1997).
Pengamatan yang dilakukan dalam uji ini adalah bentuk sediaan, bau dan warna sediaan.
Parameter kualitas salep yang baik adalah bentuk sediaan setengah padat, salep berbau khas
ekstrak yang digunakan dan berwarna seperti ekstrak.
2. Uji pH
Pengukuran nilai pH mengunakan alat bantu stik pH universal yang dicelupkan ke dalam 0,5
gsalep yang telah diencerkan dengan 5 ml aquadest. Nilai pH salep yang baik adalah 4,5-6,5 atau
sesuai dengan nilai pH kulit manusia (Tranggono dan Latifa, 2007).
3. Uji Homogenitas
Uji Homogenitas sediaan dilakukan dengan cara mengamati hasil pengolesan salep pada plat
kaca. Salep yang homogen ditandai dengan tidak terdapatnya gumpalan pada hasil pengolesan,
struktur yang rata dan memiliki warna yang seragam dari titik awal pengolesan sampai titik akhir
pengolesan. Salep yang diuji diambil dari tiga tempat yaitu bagian atas, tengah dan bawah dari
wadah salep (Anonim, 1979).
Pengujian homogenitas dimaksud untuk melihat apakah salep yang dibuat homogen atau
tercampur merata antara zat aktif dengan basis salep. Pengujian homogenitas juga untuk melihat
apakah salep yang dibuat mengumpal atau terdapat partikel yang dapat mengiritasi kulit.
4. Uji Daya Sebar
Pengujian daya sebar dilakukan dengan cara meletakkan 0,5 g salep diantara dua lempeng
objek transparan yang diberi beban 100 g. Pengukuran diameter daya sebar dilakukan setelah
salep tidak menyebar kembali atau lebih kurang 1 menit setelah pemberian beban (Grag et al,
2002).
5. Uji Keseragaman Bobot
Pada hasil pengisian massa salep ke dalam tube dilakukan pemeriksaan keragaman bobot tube
dengan cara ditimbang satu persatu yang dilakukan setiap 15 menit.

6. Daya Lekat

Pemeriksaan daya lekat dilakukan dengan meletakkan salep sebanyak 0,5 g diatas gelas
objek yang telah diketahui luasnya dan gelas objek yang lain diletakkan di atas

salep

tersebut. Kemudian ditekan dengan beban 1 kg selama 5 menit. Dipasang gelas objek pada alat
tes, beban seberat 80 gram kemudian dilepaskan dan dicatat waktunya hingga kedua gelas
objek ini terlepas (Sulaiman, 2008)