Anda di halaman 1dari 9

Patofisiologi Demam

Produksi Panas
Dalam tubuh, panas diproduksi
melalui peningkatan Basal Metabolic
Rate (BMR).
Faktor-faktor yag meningkatkan BMR:
Laju metabolisme dari semua sel tubuh
Laju cadangan metabolisme yang
disebabkan oleh aktivitas otot
Metabolisme tambahan

Pada keadaan istirahat, berbagai


organ seperti otak, otot, hati,
jantung, tiroid, pankreas dan kelenjar
adrenal berperan dalam
menghasilkan panas pada tingkat sel
yang melibatkan ATP.

Kehilangan Panas
Radiasi: kehilangan panas dalam bentuk
gelombang. Tidak melalui perantara apapun.
Konduksi: kehilangan panas melalui
permukaan tubuh ke benda-benda lain yang
bersinggungan dengan tubuh.
Konveksi: pemindahan panas melalui
pergerakan udara atau cairan yang
menyelimuti permukaan kulit.
Evaporasi: kehilangan panas tubuh sebagai
akibat penguapan air melalui kulit.

Konsep Set-Point
Semua mekanisme pengaturan
temperatur yang terus menerus
berupaya untuk mengembalikan
termperatur tubuh kembali ke tingkat
Set-Point.
Disebut juga temperatur krisis.

Peran Hipotalamus
Suhu tubuh hampir seluruhnya diatur
oleh mekanisme persarafan umpan
balik, dan hampir semua mekanisme
ini terjadi melalui pusat pengaturan
suhu tubuh yang terletak pada area
preoptik hipotalamus anterior.
Preoptik hipotalamus anterior
mengandung sejumlah besar neuron
yang sensitif terhadap panas dan
dingin.

Patofisiologi Kenaikan Suhu


Tubuh
Pirogen
eksogen
menstimula
si sel-sel
darah putih

Demam

Sel-sel
darah putih
mengeluark
an pirogen
endogen

Pengaruh
ke
termostat
di
hipotalamu
s untuk
menaikkan
suhu tubuh

Merangsan
g
hipotalamu
s
mengeluark
an
arakidonat

Arakidonat
diubah
menjadi
prostagland
in dibantu
oleh enzim
cox-2

Paracetamol
Efek antipiretik dan analgetik lemah
Parasetamol merupakan penghambat
prostaglandin yang lemah dengan
cara menghambat COX-1 dan COX-2
di jaringan perifer (Frust & Ulrich,
2007).
Efek anti-inflamasi sangat lemah,
sehingga parasetamol tidak
digunakan sebagai anti-reumatik.

Sifat antipiretik dari parasetamol


dikarenakan efek langsung ke pusat
pengaturan panas di hipotamalus
yang mengakibatkan vasodilatasi
perifer, berkeringat, dan
pembuangan panas.