Anda di halaman 1dari 21

Rangkaian Seri, Paralel, dan Campuran

Kamis, 15 September 2011

Rangkaian Seri, Paralel, dan Campuran


Rangkaian seri dan paralel adalah dua jenis rangkaian yang digunakan untuk
menghubungkan 2 atau lebih komponen listrik menjadi satu kesatuan. Rangkaian Seri
disusun secara sejajar (bersambung). Contoh penggunaan rangkaian ini adalah
pemasangan baterai pada lampu senter. Sedangkan Rangkaian Paralel adalah rangkaian
listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya
merupakan rangkaian paralel.

Rangkaian Seri
Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri).
Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.
Rangkaian yang disusun secara seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang
dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian. Dalam rangkaian ini dapat berisi banyak
beban listrik dalam satu rangkaian. Contoh yang baik dari beberapa beban rangkaian
dihubung seri adalah lampu pohon Natal. ( kurang lebih 20 lampu dalam satu rangkaian)
Dua buah elemen berada dalam susunan seri jika mereka hanya memiliki sebuah titik
utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan. Karena
semua elemen disusun seri, maka jaringan tersebut disebut rangkaian seri. Pada jenis
rangkaian ini, arus yang lewat sama besar pada masing-masing elemen yang tersusun
seri.
Dua elemen dikatakan seri, jika dan hanya jika:
1. Ujung terminal dari dua elemen tersebut terhubung dalam suatu simpul.
2. Ujung elemen yang lain tidak terhubung dalam satu (terpisah).

Rangkaian Paralel

Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet
(paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel.
Rangkaian Paralel merupakan salah satu jenis rangkaian yang memiliki lebih dari satu
bagian garis edar untuk mengalirkan arus. Dalam kendaraan bermotor, sebagian besar
beban listrik dihubungkan secara parallel. Masing-masing rangkaian dapat dihubungputuskan tanpa mempengaruhi rangkaian yang lain.
Dua elemen dikatakan paralel, jika dan hanya jika:
1. ujung dari dua elemen terhubung dalam satu simpul.
2. Ujung-ujung elemen yang lain terhubung dalam satu simpul yang lain pula.

Rangkaian campuran (seri-paralel)


Rangkaian listrik campuran (seri-paralel) merupakan rangkaian listrik gabungan dari
rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel. Untuk lebih jelasnya tentang rangkaian
listrik gabungan (seri-paralel) perhatikanlah ilustrasi berikut

Untuk mencari besarnya hambatan pengganti rangkaian listrik gabungan seri - paralel
adalah dengan mencari besaranya hambatan tiap tiap model rangkaian (rangkaian seri dan
rangkaian paralel), selanjutnya mencari hambatan gabungan dari model rangkaian akhir
yang didapat. Misalnya seperti rangkaian di atas, maka model rangkaian akhir yang
didapat adalah model rangkaian seri, sehingga hambatan total rangkaian dicari dengan
persamaan hambatan pengganti rangkaian hambatan seri.
Posted by husnirofiq at 02.12
Sumber : http://husnirofiq.blogspot.com/2011/09/rangkaian-seri-paralel-dancampuran.html jam 16: 13 14 okt 2014
HomeRangkaian ElektronikaRangkaian Seri

Rangkaian Seri
Advertisement

Rangkaian Seri merupakan salah satu jenis dari rangkaian listrik. Rangkaian ini adalah suatu
rangkaian listrik yang disusun secara sejajar dimana komponen-komponen dipasang berurutan.
Dalam kata lain rangkaian listrik yang dipasang secara seri memiliki susunan antar komponen

yang berurutan. Penerapan rangkaian seri sering digunakan pada bagunan-bangunan atau
gedung-gedung besar seperti perkantoran, kampus, dan hotel. Rangkaian ini sering digunakan
karena memiliki cara pengaktifan yang praktis. Hanya dibutuhkan satu switch untuk mode aktif
keseluruhan. Contoh konkret dari penerapan rangkaian ini adalah pada lampu-lampu jalan.
Penerapan hokum ohm dengan mudah diaplikasikan melihat nilai hambatan yang dapat dicari
dengan menjumlahkan seluruh komponen tersebut. V=I.R ; RTotal = R1 + R2 + R3 + .+ Rn
Gambar Skema Rangkaian Seri

Rangkaian Seri memiliki beberapa kelebihan yaitu lebih praktis untuk digunakan. Penggunaan
tersebut juga bisa deatur secara manual atau automatik. Selanjutnya rangkaian ini juga memiliki
rancangan yang lebih simple atau sederhana sehingga lebih muda untuk dibuat. Rangkaian jenis
ini pun memiliki tingkat kestabilan yang tinggi dalam menghantarkan arus listrik sehingga cocok
digunakan untuk kepentingan-kepentingan umum atau public. Selain itu Rangkaian ini juga tidak
membutuhkan terlalu banyak komponen karena pemasanganya secara sejajar sehingga tidak
dibutuhkan node tertentu sebagai jembatan percabangan arus. Karena desai yang lebih sederhana
maka tidak dibutuhkan biaya yang besar dalam pembuatanya, dengan kata lain rangkaian ini
memiliki biaya instalasi yang lebih terjabgkau untuk setiap kalangan. Struktur dari rangkaian ini
pun lebih mudah dipahami sehingga kerusakan yang terjadi dapat dengan mudah terdeteksi.
Walaupun memiliki banyak kelebihan, Rangkaian Seri bukanlah rancangan yang sempurna
karena tetap memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan-kelemahan tersebut contohnya seperti

sumber tegangan yang dituntut untuk selalu dalam keadaan prima untuk menanggulangi resiko
adanya loss. Selanjutnya jika terjadi masalah pada suatu komponen maka akan berpengaruh pada
komponen komponen berikutnya atau komponen setelahn komponen yang bermasalah tersbut.
Untuk itu kejelian seorang teknisis elektro sangat dituntut agar dapat melakukan installasi yang
tepat.
Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian seri, semoga artikel rangkaian yang barusan
kami bahas dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua. Baca juga artikel menarik lainnya,
seperti Rangkaian Listrik, Rangkaian Lampu Otomatis, Rangkaian Alarm Kebakaran dan
Rangkaian LED Penerang Aquarium.
Sumber : http://komponenelektronika.biz/rangkaian-seri.html 16:15 14 okt 2014
Sabtu, 01 Juni 2013
Rangkaian Seri

Dua elemen dikatakan terhubung seri jika :


a. Kedua elemen hanya mempunyai satu terminal bersama.
b. Titik bersama antara elemen tidak terhubung ke elemen yang lain.

Pada Gambar 1 resistor R1 dan R2 adalah seri karena keduanya mempunyai titik
bersama yaitu b. Ujung lain dari resistor dihubungkan ke titik lain dalam
rangkaian. Untuk alasan yang sama, baterei E dan resistor R 1 adalah seri
dengan terminal a titik bersama, dan resistor R 2 dan baterei adalah seri dengan
terminal c sebagai titik bersama. Dengan demikian ketiga elemen tersebut
adalah terhubung seri.

Jika rangkaian pada Gambar 1(a) dimodifikasi sedemikian rupa sehingga resistor
R3 ditambahkan pada titik bersama b seperti yang perlihatkan pada Gambar 1(b)
maka R1 dan R2 tidak lagi seri karena tidak terpenuhi lagi dua definisi di atas
sebagai rangkaian seri.

Gambar 1. (a) Rangkaian seri; (b) kondisi dimana R1 dan R2 tidak seri

Arus dalam hubungan seri adalah sama

Sebuah cabang dari suatu rangkaian memiliki satu atau lebih elemen yang
terhubung seri. Pada Gambar 1(a) R1 adalah cabang dari suatu rangkaian, R2
adalah cabang yang lain dan baterei adalah merupakan cabang ketiga.

Perhatikan bahwa resistansi total dari suatu rangkaian adalah resistansi dilihat
dari sumber ke dalam rangkaian kombinasi seperti yang ditunjukkan pada
Gambar 2.

Gambar 2. Resistansi total dilihat dari sumber

Untuk elemen rangkaian yang terhubung seri arusnya adalah sama maka
tegangan masing-masing resistor dapat dihitung dengan menggunakan hukum
Ohm,

V1 = I. R1 , V2 = I.R2 , ..., VN = I .RN

..........................................(1)

Daya yang dikirim ke masing-masing resistor dapat ditentukan dengan


menggunakan salah satu dari ketiga persamaan berikut, untuk R1

P=VI=IIR

..........................................(2)

Daya yang dikirim oleh sumber adalah :

P = E. I

..........................................(3)

Total daya yang di kirim ke rangkaian resistif sama dengan total daya yang di
disipasi untuk elemen-elemen resistif yaitu :

Ptot = P1 + P2 + P3 + ...+ PN

..........................................(4)

Sumber : http://energie-technik.blogspot.com/2013/06/rangkaian-seri.html jam


16:16 14 okt 2014

Rangkaian Paralel merupakan sebuah rangkaian listrik yang disusun dengan tidak sebaris,
dimana input untuk setiap komponen semuanya adalah dari sumber yg sama. Inilah yang menjadi
alasan mengapa rangkaian ini menjadi lebih mahal bila dibanding dgn rangkaian seri.
Namun dibalik kekurangannya itu, rangkaian ini juga mempunyai kelebihan jika dibanding
dengan rangkaian seri tersebut. Kelebihannya adalah apabila ada komponen yang rusak ataupun
dicabut, maka komponen lainnya yang masih baik atau masih terpasang akan tetap berfungsi
tanpa gangguan sama sekali. Rangkaian paralel dan rangkaian seri dapat digabung sehingga
menjadi rangkaian yang disebut dengan seri-paralel.
Di rangkaian paralel, aliran listrik dari power suply bisa berjalan ke tiap-tiap lampu yang ada.
Dalam beberapa rangkaian terdapat jalan-jalan yang berbeda tetapi tetap bisa dialiri arus listrik,
rangkaian ini juga disebut dengan rangka ian paralel.

Pada gambar rangkaian paralel diatas, kita bisa melihat dua buah resistor yang susunannya
adalah paralel. Setiap ujung dari kedua resistor tersebut secara langsung berhubungan dengan
sumber tegangan secara bersamaan. Dengan demikian arus listrik dapat mengalir melalui dua
jalan berbeda hingga mencapai setiap resistor yang ada.
Resistensi total dalam suatu rangkaian paralel adalah sama jumlahnya dengan kebalikan dari tiap
resistansi. Hambatan tersebut jumlahnya lebih kecil dibanding dengan hambatan setiap resistor
pada ke-3 resitor yg telah dihubungkan secara paralel di rangkaian itu. Besar dari hambatan
pengganti akan berkurang karena ditempatkannya dua ataupun lebih resistor di rangkai an
paralel.
Hambatan paralel itu akan menurun sebab tiap-tiap resistor yang baru juga akan menambah jalur
arus yang baru, serta menaikkan jumlah arus yang beda potensialnya tidaklah berubah. Yang
pertama kali kita harus ketahui sebelum menghitung suatu hambatan pengganti di rangkai an
paralel adalah total arus yg mengaliri cabang.
Misalkan saja kita contohkan pada lampu lalu lintas yang merupakan rangkaian listrik paralel.
Prinsip kerja dari rangkaian listrik paralel di sebuah lampu lalu lintas adalah terdapatnya tiga
buah lampu yg saling terhubung secara paralel antara satu buah lampu dengan lampu lainnya.
Darisini dapat kita simpulkan bahwa rangkaian listrik paralel dapat disebut juga dengan

rangkaian bederet, yaitu terjadi pembagian beban yang sama antara satu lampu dengan lampu
yang lain dalam jajarannya tersebut. Demikian sobat artikel rangkaian paralel kali ini.

Sumber : http://elektronikadasar.info/rangkaian-paralel.htm jam 16:19 14 okt 2014

Rangkaian Paralel
0
Rangkaian Paralel
Pada rangkaian paralel, arus listrik dari baterai dapat melalui setiap lampu. Suatu rangkaian,
dimana ada beberapa jalan berbeda yang dapat dialiri arus disebut rangkaian paralel.
Pada gambar, tiga buah resistor disusun secara paralel dan ujung-ujung ketiga resistor
dihubungkan secara bersama-sama ke sumber tegangan, sehingga arus memiliki tiga jalan yang
berbeda untuk melewati tiap-tiap resistor.
Berapakah arus yang melalui tiap-tiap resistor? Ini bergantung pada hambatan setiap resistor.
Sebagai contoh yaitu, misal beda potensial setiap resistor adalah 12 V. Arus yang melalui sebuah
resistor diberikan oleh I = V/R, sehingga kita dapat menghitung arus yang melalui resistor 48
adalah I = (12 V)/(48 ) = 0,25 A. Kuat arus yang melalui dua resistor yang lain, dapat dihitung
dengan cara yang sama.
Apakah yang akan terjadi jika hambatan 12 diambil dari rangkaian? Apakah arus yang
melewati hambatan 48 berubah? Apakah arus hanya bergantung pada beda potensial dan
hambatannya? Apakah kasus ini juga sama jika dilakukan pada hambatan 24 . Cabang sebuah
rangkaian paralel tidak bergantung satu dengan yang lain. Lampu yang lain tetap menyala,
meskipun salah satu lampu dilepas.
Kuat arus total pada rangkaian paralel merupakan jumlah dari kuat arus masing-masing jalur.
Kuat arus total pada rangkaian itu adalah (0,25 A + 0,5 A + 1 A)
= 1,75 A.
Dalam sebuah rangkaian paralel, kebalikan, resistansi total adalah sama dengan jumlah
kebalikan tiap resistansi.
Hambatan pengganti pada rangkaian paralel dapat ditentukan dengan persamaan :

Catatan: hambatan ini adalah lebih kecil daripada hambatan tiap-tiap resistor dari ketiga resistor
yang dihubungkan secara paralel dalam rangkaian tersebut. Penempatan dua atau lebih resistor
dalam rangkaian paralel, selalu mengurangi besar hambatan pengganti pada rangkaian tersebut.
Hambatan tersebut menurun karena setiap resistor baru menambah jalur arus baru, dan
meningkatkan arus total karena beda potensial tidak berubah. Untuk menghitung hambatan
pengganti pada rangkaian paralel, pertama-tama kita harus tahu bahwa arus total adalah jumlah
arus yang melalui cabang.
Jika IA, IB, dan IC adalah arus yang melalui cabang dan I adalah arus total, maka I = IA + IB +
IC.
Beda potensial diantara ujung-ujung tiap-tiap resistor adalah sama, sehingga arus yang melalui
tiap-tiap resistor, misalnya RA dapat ditentukan dari IA = V/RA.
Contoh
Resistor 4 , resistor 6 , dan resistor 12 dihubungkan
secara paralel pada ujung-ujung baterai 3 V. Berapakah
hambatan ekivalen rangkaian tersebut? Berapakah besar
arus dalam rangkaian tersebut?
Langkah-langkah Penyelesaian
Apa yang diketahui?
RA = 4 , RB = 6 , dan RC = 12 dirangkai paralel
Vsumber = 3 V
Apa yang ditanyakan?
- hambatan pengganti, R
- kuat arus, I
Jawab
a) Menentukan hambatan pengganti ketiga resistor
1= 1+ 1+ 1
Rpar 4

12

1= 3+ 2+ 1
Rpar 12

12

12

1= 6
Rpar 12
Rpar = 12
6
Rpar = 2
b)Menentukan kuat arus pada rangkaian
I=V
R
I=3A
2
I = 1,5 A

Sumber : http://wakhidrc.wordpress.com/materi-fisika-ix/rangkaian-listrik/rangkaianparalel/ jam 16:23 14 0kt 2014

Amplifier

Dioda

Kapasitor

Resistor

Sensor

Transistor

HomeRangkaian ElektronikaRangkaian Campuran

Rangkaian Campuran
Advertisement

Rangkaian Campuran adalah rangkaian kombinasi antara rangkaian seri dan parallel dalam
rangkaian listrik. Rangkaian ini mempunyai fungsi untuk menghindari adanya rangkaian listrik
yang kompleks baik dari segi desain maupun dari segi perhitungan distribusi arus, tegangan, dan
hambatannya. Selain itu rangkaian campuran lebih memudahkan kita untuk menganalisis apabila
terjadi kesalahan ada rangkaian listrik. Untuk memperkenalkan bagaimana cara kerja dari
rangkaian campuran, terlebih dahulu akan diperkenalkan cara penghitungan dari rangkaian
campuran itu sendiri. Untuk memudahkan perhitungan sebaiknya menggunakan komponenkomponen elektronika dasar terlebih dahulu misalkan resistor, komponen resistor mempunyai
sifat untuk menghambat arus listrik pada rangkaian. Sebelum itu kita harus mengetahui
perhitungan dari rangkaian dasar seri maupun parallel terlebih dahulu.
Gambar Skema Rangkaian Campuran

Pada dasarnya rangkaian seri adalah rangkaian yang tersusun secara sejajar tanpa adanya
percabangan. Apabila kita menggunakan komponen resistor dalam pengaplikasiannya, maka
untuk menghitung total hambatan dari jumlah keseluruhannya maka kita hanya menjumlahkan
seluruh resistor untuk mencari nilai tahanan keseluruhannya. Tetapi pada kenyataannya
rangkaian seri memiliki beberapa kekurangan, salah satunya yaitu tegangan pada rangkaian seri

akan terbagi menjadi beberapa bagian atau bisa dikatakan bahwa pada rangkaian seri sering
terjadinya voltage drop. Tetapi kelebihan dari rangkaian seri adalah arusnya stabil, maka itu
rangkaian campuran sangat dibutuhkan agar dapat mengkombinasi kekurangan maupun
kelebihan dari kedua rangkaian.
Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang setiap komponennya disuplai oleh satu sumber
saja yang tersusun secara parallel atau bercabang. Perhitungan yang dipakai saat menggunakan
rangkaian parallel yaitu dengan cara memberi nilai koefisien 1 sebagai pembilang yang akan
dibagi dengan besar nilai resistor disetiap hambatannya, kemudian untuk mencari total hambatan
dari rangkaian parallel hanya dijumlahkan saja semua total hambatan yang ada pada rangkaian
parallel. Sama seperti rangkaian seri yang mempunyai kekurangan tetapi pada rangkaian parallel
kekurangannya adalah arus yang tidak stabil karena terbagi disetiap percabangannya. Cara untuk
mengatasi masalah tersebut hanyalah dengan menggunakan kelebihan dari kedua rangkaian yang
menjadikannya sebagai rangkaian campuran.
Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian campuran, semoga rangkaian kali ini dapat
berguna dan bermanfaat bagi anda semua. Baca juga artikel menarik lainnya, seperti Rangkaian
Pompa Air, Rangkaian Pengisi ACCU, Fungsi Processor dan Pengertian Processor.
Sumber : http://komponenelektronika.biz/rangkaian-campuran.html jam 16:26 1
okt 2014

Apa itu rangakaian seri-paralel?


Perhatikan rangkaian seri sederhana berikut, masing-masing komponen terhubung ujung ke
ujung membentuk jalur tunggal bagi aliran elektron.

Gambar 1 Rangkaian seri sederhana


Untuk rangkaian paralel, semua komponennya terhubung diantara dua titik yang sama hingga
membentuk beberapa jalur/percabangan untuk aliran elektron yang bergerak dari kutub positif
menuju negatif dari baterai.

Gambar 2 Rangkaian Paralel Sederhana


Dari kedua macam rangakaian dasar ini, kita dapat menentukan beberapa aturan hubungan
antara tegangan, arus, dan resistansi.

Untuk rangkaian seri:

Total tegangan adalah adalah jumlah masing-masing tegangan komponen (drop)

Arus yang mengalir pada semua komponen adalah sama

Resistansi total adalah jumlah dari masing-masing resistansi

Untuk rangkaian paralel:

Tegangan pada semua komponen adalah sama.

Total arus adalah jumlah arus masing-masing cabang.

Resistansi total lebih kecil dari pada nilai resistansi masing-masing komponen yang
disusun paralel

Gambar 3 Kombinasi rangkaian seri paralel


Namun, apabila komponen rangkaian terhubung seri pada suatu bagian dan terhubung paralel
pada bagian lainnya, kita tidak bisa menggunakan masing-masing aturan yang telah disebutkan
di atas. Namun, kita harus mengidentifikasi bagian rangkaian mana yang seri dan bagian mana
yang paralel, kemudian gunakan aturan seri dan paralel sesuai pada masing-masing bagian.
Perhatikan contoh rangkaian berikut ini.
Rangkaian ini bukanlah rangkaian seri atupun rangkaian paralel. Tetapi, rangkaian ini tersusun
dari rangkaian seri dan paralel. Arus (arah konvensional) mengalir dari kutub positif baterai
kemudian terpecah dan bercabang melewati R1 dan R2, kemudian menyatu, lalu terpecah dan
bercabang lagi melewati R3 dan R4, lalu menyatu kembali dan masuk ke terminal negatif baterai.
Ada lebih dari satu jalur untuk dialiri arus (bukan seri), tetapi juga ada lebih dari dua titik yang
digunakan bersama oleh komponen pada rangkaian itu (bila anda perhatikan ada tiga titik/node)
sehingga juga bukan rangkaian paralel.
Karena rangkaian tersebut merupakan kombinasi seri dan paralel, kita tidak bisa memakai aturan
tegangan, arus, dan resistansi untuk memulai analisa. Andai saja, rangkaian tersebut adalah
rangkaian seri, kita tinggal menjumlahkan R1,R2, R3, dan R4 untuk mendapatkan resistansi
totalnya, lalu kita dapatkan arus totalnya, dan mendapatkan drop tegangan pada masing-masing
resistor. Begitu pula apabila rangkaian tersebut adalah rangkaian paralel, kita bisa memperoleh
nilai arus pada masing-masing cabang, menjumlahkannya untuk mendapatkan arus totalnya.
Namun, untuk menganalisa rangkaian di atas, tidak semudah itu. Kita harus menganalisanya
bagian per bagian, mana yang paralel dan mana yang seri, serta menggunakan aturan-aturan yang
sesuai. Hukum Ohm juga membantu dalam analisa ini.
Teknik Analisa
Tujuan analisa rangkaian resistor seri-paralel adalah dapat menentukan tegangan, arus, dan
disipasi daya pada masing-masing resistor. Cara umum untuk menganalisa rangkaian ini adalah:
Langkah 1 : Tentukan mana resistor yang tersusun seri dan mana yang tersusun paralel, lalu
sederhanakan dengan cara mencari resistansi penggantinya.

Langkah 2 : Gambar ulang rangkaian tersebut, gantikan masing-masing resistor yang terhubung
seri ataupun paralel pada langkah 1, gantikan dengan resistor tunggal (resistansi penggantinya).
Langkah 3 : Ulangi langkah 1 dan 2 hingga resistor menyusut sampai menyisakan satu resistor
tunggal dengan nilai ekivalennya.
Langkah 4 : Hitung arus total menggunakan hukum Ohm (arus total = sumber tegangan /
resistansi penggantinya yang di dapat pada langkah 3)
Langkah 5 : Dapatkan tegangan dan arus total, lalu kembali pada langkah terakhir dalam proses
reduksi resistor (pada langkah 3), dan masukkan nilai-nilai ini dengan tepat.
Langkah 6 : dari resistansi, total tegangan/arus yang telah didapatkan dari langkah 5, gunakan
hukum Ohm untuk menghitung nilai-nilai yang belum diketahui (tegangan dan arus)
menggunakan rumus E = IR atau I = E/R).
Langkah 7 : Ulangi langkah 5 dan 6 hingga semua nilai tegangan dan arus diketahui pada semua
komponen pada rangkaian yang asli. Pada dasarnya, anda harus meneruskan langkah demi
langkah hingga anda berhasil mendapatkan rangkaian yang asli (kembali ke rangkaian yang
awal) dengan menggunakan nilai tegangan dan arus yang cocok.
Langkah 8 : Hitung disipasi daya (bila ditanyakan) dari tegangan, arus, dan/atau nilai resistansi.
Sepertinya, langkah-langkah di atas terlalu memaksa, tetapi setelah anda melihat contoh berikut
ini, anda akan terbiasa menggunakannya.

Gambar 3 Kombinasi rangkaian seri paralel


Pertama, dari contoh rangkaian di atas, R1 dan R2 dihubungkan dalam susunan paralel
sederhana, begitu pula R3 dan R4. Jadi kita hitung resistansi penggantinya masing-masing
RP1 = R1 || R2 = (100 ) (250 ) / (100 + 250 ) = 71.429
Tanda R1 || R2 berarti R1 tersusun paralel dengan R2.

RP2 = R3 || R4 = (350 ) (200 ) / (350 + 200 ) = 127.27


Nilai RP1 menggantikan R1 dan R2, dan RP2 menggantikan R3 dan R4. Jadi, sekarang rangkaian
telah direduksi menjadi rangkaian seri sederhana.

Gambar 4 Mereduksi resistor yang diparalel


Maka langkah reduksi selanjutnya adalah menjumlahkan RP1 dan RP2 (karena terhubung seri)
untuk mendapatkan resistansi totalnya, RT.

Gambar 5 Penyederhanaan rangkaian seri paralel


RT = RP1 + RP2 = 71.429 + 127.27 = 198.70 .
Sekarang, kita menggambar ulang rangkaian dengan sebuah resistansi tunggal, yaitu RT
Perhatikan pada gambar, resistansi total,RT, dilambangkan dengan R 1 ||R2 - R3||R4. Tanda ||
berarti disusun paralel, sedangkan - berarti disusun seri.
Setelah resistansi totalnya diperoleh, maka arus total yang mengaliri rangkaian dapat dihitung
menggunakan hukum Ohm
Itotal = E/RT= 24 V / 198.70 = 120.78 mA.
Maka arus totalnya adalah 120.78 mA seperti ditunjukkan pada gambar.

Gambar 6 Menghitung arus total


Sekarang kita mulai melakukan proses mundur untuk menggambar ulang rangkaian ke bentuk
awalnya. Rangkaian tahap selanjutnya adalah rangkaian dimana R1 || R2 dan R3 || R4 yang
dirangkai seri. Karena terhubung seri, maka arus yang mengalir pada R 1 || R2 sama dengan arus
yang mengalir pada R3 || R4.

Gambar 7 Mengembalikan dua koomponen


resistor yang diseri
Setelah mendapatkan arus, maka kita dapat menghitung drop tegangan pada resistor ekivalen R 1
|| R2 (atau RP1) dan R3 || R4 (atau RP2), dengan menggunakan hukum Ohm (V=IR)
VRP2 = Itotal RP2 = 120.78 mA 71.429 = 8.6275 V
VRP1 = Itotal RP1 = 120.78 mA 127.27 = 15.373 V
Karena kita tahu bahwa R1||R2 (atauRP1) dan R3||R4 (atau RP2) adalah resistor ekivalen yang
disusun paralel, maka drop tegangan pada rangkaian paralel adalah sama, atau dengan kata lain
kita kembali ke bentuk rangkaian yang asli, sehingga nilai tegangan resistor-resistor
individualnya dapat ditentukan
VR1 = VR2 = VRP1 = 8.6275 V dan
VR3 = VR4 = VRP2 = 15.373 V

Gambar 8 Menghitung drop tegangan


pada masing-masing resistor
Setelah nilai tegangan pada masing-masing resistor telah didapatkan. Maka arus yang mengalir
pada masing-masing resistor dapat dihitung dengan menggunakan hukum Ohm, yaitu I = V/R

Gambar 9 Masing-masing resistor


dipecah kembali ke bentuk semula dimana masing-masing terdiri dari dua resistor yang diparalel
IR1 = VR1 / R1 = 8.6275 V / 100 = 86.275 mA
IR2 = VR2 / R2 = 8.6275 V / 250 = 34.510 mA
IR3 = VR3 / R3 = 15.373 V / 350 = 43.922 mA
IR4 = VR4 / R4 = 15.373 V / 200 = 76.863 mA
Setelah kita mendapatkan semua nilai arus dan tegangan pada rangkaian yang asli, maka nilainilai nya ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Gambar 10 Hasil akhir


perhitungan rangkaian kombinasi seri paralel
Dari gambar tersebut dapat dicek kebenarannya, misal arus yang mengalir pada I R1 + IR2 haruslah
sama dengan IR3 + IR4, sesuai dengan hukum arus Kirchhoff.
Contoh
Untuk rangkaian gambar 11, hitunglah semua arus dan tegangan yang tertera pada rangkaian
tersebut

Gambar 11 Menghitung arus


dan tegangan pada rangkaian kombinasi seri paralel
Solusi: Karena pada rangkaian di atas berisi tegangan titik, untuk memudahkan analisa, titik
tegangan adalah titik yang mempunyai tegangan terhadap ground, sehingga kita menggambar
ulang rangkaian 11 menjadi rangkaian seperti pada gambar 12

Gambar 12 Mengubah
simbol rangkaian point source
Sekarang kita lihat rangkaian tersebut dapat disederhanakan yaitu dengan mengkombinasikan
sumber tegangan (E = E1 + E2) sehingga menjadi gambar 7-15

Gambar 13 Penyederhanaan rangkaian


kombinasi seri paralel
Nilai resistansi totalnya adalah
RT = R1 + [R4||(R2+R3)] = 10 + [(30) (10 + 50)/30 + (10 + 50)] = 30
Sehingga arus totalnya adalah

I1 = E/RT = 18 V / 30 = 0.6 A
Pada node b, arus ini terbagi menjadi dua cabang, dengan menggunakan aturan pembagi
tegangan
I3 = I1 (R2 + R3)/(R2 + R3 + R4) = (0.6) (60) / (30 + 10 + 50) = 0.4 A
I2 = I1 (R4)/(R2 + R3 + R4) = (0.6) (30) / (30 + 10 + 50) = 0.2 A
Tegangan Vab adalah sama dengan tegangan pada resistor R2, tetapi dengan polaritas yang
negatif (karena potensial titik b lebih tinggi dari pada a) :
Vab = I2R2 = (0.2 A) (10 ) = -2 V

Sumber : http://elkaasik.com/kombinasi-rangkaian-seri-paralel/ jam 16 : 28 14 okt


2014