Anda di halaman 1dari 2

Bunga tunggal dan Bunga Majemuk

CERITA 1 :
Pak
Rian
berencana
menginvestasikan
uangnya
sebesar
Rp.
50.000.000,00 di Bank dengan keinginan mendapatkan keuntungan yang besar.
Dia memasuki bank lokal A di daerahnya dan bertemu dengan pegawai di sana.
Bank tersebut menawarkan program investasi dengan bunga tunggal 10 % tiap
tahunnya selama 5 tahun. Pak Rian akan menerima bunga setiap tahunnya
sejumlah Rp. 5.000.000,00. Sebelum memutuskan berinvestasi, pak Rian pergi
ke Bank lokal B yang tidak jauh dari Bank sebelumnya. Bank B menawarkan
program investasi dengan modal sama selama 5 tahun tetapi dengan bunga
majemuk 9 % tiap tahun, Pak Rian membuat perhitungan sendiri yang dapat
dilihat di tabel investasi Bank A dan Bank B di bawah ini :

Program Investasi Bank A dan Bank B


Tahu
n
0

Bunga Bank A

Saldo A

Bunga Bank B

Saldo B

Rp.
0
Rp. 50.000.000,00
50.000.000,00
1
Rp.
Rp.
Rp.
Rp. 54.500.000,00
5.000.000,00
55.000.000,00
4.500.000,00
2
Rp.
Rp.
Rp.
Rp. 59.405.000,00
5.000.000,00
60.000.000,00
4.905.000,00
3
Rp.
Rp.
Rp.
Rp. 64.751.450,00
5.000.000,00
65.000.000,00
5.346.450,00
4
Rp.
Rp.
Rp.
Rp. 70.579.080,50
5.000.000,00
70.000.000,00
5.827.630,50
5
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
5.000.000,00
75.000.000,00
6.352.117,245
76.931.179,745
Saldo Akhir
Rp.
Rp.
75.000.000,00
76.931.179,745
Walaupun suku bunga yang ditawarkan Bank B lebih kecil dari Bank A,
tetapi program investasi dengan bunga majemuk di Bank B lebih
menguntungkan daripada bunga tunggal di Bank A. Dengan perhitungan yang
cermat pak rian memutuskan untuk menginvestasikan uangnya pada Bank B.

Cerita 2 :
Andi adalah seorang mahasiswa Tehnik sipil sebuah universitas
ternama di malang. Dia aktif di kegiatan mahasiswa termasuk klub fotografi.
Andi menginginkan sebuah kamera bagus untuk kegiatannya di klub tersebut.
Tetapi harga kamera yang di inginkan sebesar Rp 15.000.000,00. Dana cukup
besar bagi seorang mahasiswa. Andi mendapatkan tawaran pinjaman dari BPR A
dengan bunga tunggal 2% selama 2 tahun dan dari BPR B dengan bunga
majemuk 2% selama 2 tahun.

Pinjaman BPR A dan BPR B


Tahu
n
0

Bunga A

Pinjaman A

Bunga B

Pinjaman B

Rp. 15.000.000,00

Rp.

15.000.000,00
1
Rp.
Rp. 15.300.000,00 Rp.
Rp.
300.000,00
300.000,00
15.300.000,00
2
Rp.
Rp. 15.600.000,00 Rp.
Rp.
300.000,00
306.000,00
15.606.000,00
Total Pinjaman
Rp. 15.600.000,00
Rp.
15.606.000,00
Terdapat selisih besar pengembalian dana di BPR A dan BPR B. Dengan
perhitungan yang teliti, andi memutuskan untuk meminjam dana di BPR A