Anda di halaman 1dari 5

LATIHAN KURSUS PERPAJAKAN (BREVET AB)

Materi
: PPh Badan
Pengajar
: YD Purnandito
Bagian I.
Soal Multiple Choice, Pilihlah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat!
1.
penghasilan lain-lain PT. MAJU TERUS tahun 2014 terdiri dari:
1.
Penghasilan berupa deviden dari PT. TERUS MAJU sebesar Rp100 juta (Kepemilikan 25%).
2.
Penghasilan bunga deposito BANK MUTIARA sebesar Rp 200 juta.
3.
Penghasilan berupa deviden sebesar Rp 300 juta atas kepemilikan sebesar 20% pada PT JAYA.
4.
Penghasilan berupa bunga atas piutang dari PT. ABADI sebesar Rp. 400 juta.
Penghasilan lain-lain PT MAJU TERUS yang dikenakan pemotongan PPh bersifat Non Final adalah:
A. 1 dan 3
B. 2 dan 4
C. 3 dan 4
D. 1 dan 2
E. Tidak Ada Jawaban, berikan jawaban anda
2.
Dalam laporan Laba Rugi Komersial PT. MAJU TERUS tahun 2014, terdapat Biaya Transportasi sebesar Rp180.000.000,- dengan
perincian sebagai berikut:

Biaya BBM bus perusahaan yang dipergunakan untuk antar jemput karyawan sebesar Rp.80 juta

Biaya BBM mobil Toyota Camry yang dipergunakan oleh Direktur Utama sebesar Rp.60 juta

Biaya perpanjangan STNK dan KIR bus perusahaan sebesar Rp.10 juta

Biaya service mobil Toyota Camry yang dipergunakan oleh Direktur Utama sebesar Rp.30juta
Berapakah besarnya biaya transportasi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto PT MAJU TERUS untuk tahun 2014?
A. Rp 180 juta
B. Rp 150 juta
C. Rp 135 juta
D. Rp 90 juta
E. Tidak Ada Jawaban, berikan jawaban anda
3. Pada tanggal 25 Oktober 2014, PT. MAJU TERUS melakukan penjualan sebuah bus yang biasanya digunakan untuk antar jemput
karyawan kepada PT. PANTANG MUNDUR dengan nilai transaksi Rp 200juta. Bus tersebut dibeli pada tanggal 13 Agustus 200 6 dari
Karoserie ADI PUTRO Malang dengan harga perolehan Rp 800 juta. (secara Fiskal perusahaan menggunakan Garis Lurus)
Berapakah beban penyusutan fiskal yang dapat dibebankan oleh PT. MAJU TERUS tahun 2014 atas bus perusahaan tersebut?
A. Rp 100 juta
B. Rp 75 juta
C. Rp Rp 58.33 juta
D. Rp 25 juta
E. Tidak Ada Jawaban, berikan jawaban anda,
4. Berapakah total akumulasi penyusutan aktiva bus perusahaan yang dapat diakui oleh PT. MAJU TERUS secara fiskal?
A. Rp 200 juta
B. Rp 400 juta
C. Rp 800 juta
D. Rp 100 juta
E. Tidak Ada Jawaban, berikan jawaban anda,
5. Berapakah keuntungan/kerugian penjualan bus perusahaan yang harus diakui oleh PT. MAJU TERUS secara fiskal?
A. Rugi Rp 200 juta
B. Rugi Rp 100 juta
C. Laba Rp 200 juta
D. Laba Rp 100 juta
E. Tidak Ada Jawaban, berikan jawaban anda,
Bagian II.
DATA IDENTITAS
Nama
NPWP

: PT. TERSENYUMLAH
: 01.234.567.8-013.000

Jenis
Usaha
KLU

Alamat

: JL. Mega Megh No.18 Pesanggrahan Jakarta

Telp/Fax

: Perdagangan Elektronika
: 789100
: (021) 87654321 / (021)
87654320

PT. TERSENYUMLAH
LAPORAN LABA / RUGI
UNTUK TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2014 (dalam Rupiah)
URAIAN

KOMERSIAL

Peredaran Usaha
Penjualan Lokal

Rp
20.000.000.000

HPP:
1

Pembelian

Persediaan Awal

Persediaan Akhir
Harga Pokok Penjualan
Laba Bruto

Rp
10.000.000.000
Rp
6.000.000.000
Rp
4.000.000.000
Rp
12.000.000.000
Rp
8.000.000.000

Biaya Operasi dan Umum:


1

Gaji Pegawai

Sewa

Perjalanan

Perbaikan dan Pemeliharaan

5
6

Promosi
Penelitian dan Pengembangan

Rp
1.200.000.000
Rp
250.000.000
Rp
191.000.000
Rp
135.000.000
Rp
220.000.000
Rp

N
o

URAIAN

13

Profesional Fee

14

Asuransi Kerugian dan Kebakaran

15

Penyusutan

16

Training Manajer ke Luar Negeri

17

Bantuan dan Sumbangan

18

Natura

19

Lain - Lain

20

PPh Pasal 25

21

STP PPh Pasal 25


Total Biaya
Laba Usaha

KOMERSIAL
Rp
17.500.000
Rp
15.000.000
Rp
130.000.000
Rp
150.000.000
Rp
70.000.000
Rp
150.000.000
Rp
80.000.000
Rp
470.000.000
Rp
103.200.000
Rp
3.786.700.000
Rp
4.213.300.000

Pendapatan dan Biaya Diluar Usaha


1

Dividen dari PT. Agar (saham 20%)

2
3

Dividen dari PT. KITA (saham 26%)


Pendapatan Sewa Mobil (PT. SMB)

Rp
50.000.000
Rp
30.000.000
Rp

Page1

N
o

Penghapusan Piutang Tak Tertagih

Bongkar Muat

PKB, PBB, Bea Meterai

10

Telepon dan Faksimil

11

Listrik dan Air

12

Pajak dan Perijinan

Keuntungan Penjualan Tanah

Bantuan dari PT. SEGALANYA

Jasa Giro di BCA

Keuntungan Selisih Kurs


Total Pendapatan dan Biaya Diluar Usaha
Laba Tahun Berjalan Sebelum PPh

40.000.000
Rp
25.000.000
Rp
10.000.000
Rp
1.500.000
Rp
5.000.000
Rp
161.500.000
Rp
4.374.800.000

Page1

300.000.000
Rp
125.000.000
Rp
35.000.000
Rp
20.000.000
Rp
50.000.000
Rp
45.000.000
Rp
30.000.000

Susunan Pemegang Saham/Pemilik Modal dan Pengurus PT. TERSENYUMLAH adalah sbb :
Nama

Alamat

PT. IKPI

JL. Bambu Kuning No.28 Jakarta

Mustafid

JL. Mangga Besar No. 13 Jakarta

Sapto WA

JL. Jeruk Purut No.23 Jakarta

Sobirin

JL. Mawar Merah No. 60 Jakarta

NPWP
01.567.891.1040.000
07.987.654.3012.000
06.678.345.2013.000
08.321.233.3014.000

Modal (Rp)

Jabatan

1.550.000.000

77,50%

200.000.000

10,00%

Komisaris

150.000.000

7,50%

Direktur

100.000.000

5,00%

Manajer

Keterangan Tambahan Berkaitan Peredaran Usaha dan HPP:


Dalam penjualan terdapat penjualan kepada PEMPROP DKI senilai Rp. 5 Milyar
Dalam pembelian terdapat pembelian yang tidak dapat dibuktikan sebesar Rp. 5 Juta
Keterangan Tambahan Berkaitan Biaya Operasi:
1. biaya gaji, terdiri dari:
Gaji, bonus, THR
Rp. 1.050
PPh Pasal 21 dibayar pers
Rp.
30 Juta
Juta
Tunjangan Kesehatan
Rp.
30 Juta
Premi JKK, JKM, JPK ke JamsostekRp.
30 Juta
Tunjangan Transportasi
Rp.
40 Juta
Iuran Pensiun dibayar pers
Rp.
20 Juta
2. Biaya sewa, terdiri dari:
Sewa gedung kantor
Rp. 200 Juta

Sewa kendaraan
Rp. 50 Juta
3. Biaya perjalanan terdiri dari:
Perjalanan dinas dalam negeri Rp. 30 Juta

Uang saku perjalanan DN


Rp. 15 Juta
Perjalanan dinas LITBANG LN Rp.145 Juta

Airport Tax DN
Rp. 1 Juta
4. Biaya perbaikan dan pemeliharaan terdiri dari:
Bangunan Kantor
Rp. 110 Juta

Mobil yang disewakan Rp. 25 Juta


5. Biaya Promosi terdiri dari:
Pameran Produk
Rp. 130 Juta

Biaya entertain (tidak dapat dibuatkan daftar


nominatif) Rp. 50 Juta
Iklan koran
Rp. 40 Juta
6. Biaya litbang terdiri dari:
Survey di Vietnam
Rp. 250 Juta

Survey di Papua
Rp. 50 Juta
9. Dalam biaya PKB, PBB, Bea Meterai terdapat biaya untuk PBB mess karyawan sebesar Rp. 3 Juta
12. Termasuk dalam beban pajak adalah PPh Pasal 22 atas penjualan kepada Ditjen Pajak sejumlah Rp. 3 Juta
13. Profesional fee merupakan biaya design logo perusahaan yang dilakukan oleh Bapak Sapto salah satu pemegang
saham, jasa yang sama apabila dikerjakan oleh pihak lain dengan biaya sebesar Rp. 15 Juta
15. Penyusutan Komersial dihitung menggunakan metode garis lurus begitu pula penyusutan fiskal yang besarnya Rp. 110
Juta
17. Sumbangan terdiri dari:
beasiswa
Rp. 5 Juta

Zakat melalui BAZNAS


Rp. 7 Juta
sumbangan HUT RI
Rp. 1 Juta

Zakat kepada warga


Rp. 7 Juta
Hibah ke Panti Asuhan
Rp.50 Juta
18. Natura terdiri dari:
Beras, kecap, gula
Rp. 25 Juta
Makan minum karyawan Rp.100 Juta
Pulsa HP manajer
Rp. 10 Juta
Operasional sedan direksi Rp. 10 Juta
Mess karyawan
Rp. 5 Juta
19. Biaya lain lain terdiri dari:
Jamuan makan relasi (tidak ada daftar nominatif)
Rp. 50 Juta
Rekreasi karyawan
Rp. 25 Juta
Keperluan dapur kantor
Rp. 5 Juta
20 PPh Pasal 25 yang telah dibayar selama tahun 2014 sebagai berikut

21

Jan

40 Jt

50 JT

Jul

50 JT

Okt

50 JT

40 Jt

Apr
Mei

Feb
Mar

50 JT

Agt

Nop

50 JT

40 Jt

Jun

50 JT

Sep

Des

50 JT

Pada bulan Nopember menerima STP sebesar Rp. 103.200.000,- (Rp. 3Juta adalah bunga dan Rp. 200rb adalah denda,
STP tersebut sudah dibayar)

Keterangan Tambahan Berkaitan Pendapatan dan Biaya Diluar Usaha:


4. Nilai transaksi penjualan tanah adalah Rp. 500 Juta (NJOP Rp. 400Juta), tanah tersebut diperoleh dengan harga Rp.
475Juta
5.
PT. SEGALANYA merupakan salah satu supplier PT. TERSENYUMLAH
Keterangan lain

Kondisi Laba/Rugi 5 tahun terakhir untuk PT. TERSENYUMLAH adalah sbb:

Th 2010 Rugi Rp. 1,6 M

Th 2012 Rugi Rp. 0,4 M

Th 2011 Laba Rp. 0,5 M

Th 2013 Laba Rp. 0,5 M

Semua mata uang dalam satuan Rupiah

Page1

Diminta :
1.
Buatlah rekonsiliasi fiskal yang diperlukan untuk menghitung penghasilan kena pajak dan PPh terutang tahun
2014 !
2.
Masukkan hasil rekonsiliasi tersebut ke dalam SPT PPh Badan serta hitung angsuran PPh Pasal 25 tahun 2015 !
(Jika ada penghasilan yang tidak teratur, buat penghitungan angsuran PPh Pasal 25 tahun 2015 di lembar tersendiri !)

2
3

1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
2
1

Telepon dan Faksimil

50.000.000

Listrik dan Air

45.000.000

Pajak dan Perijinan

30.000.000

Profesional Fee

17.500.000

Asuransi Kerugian dan Kebakaran

15.000.000

Penyusutan

130.000.000

Training Manajer ke Luar Negeri

150.000.000

Bantuan dan Sumbangan


Natura
Lain - Lain
PPh Pasal 25
STP PPh Pasal 25
Total Biaya

1
2
3
4
5
6
7

Laba Usaha
Pendapatan dan Biaya Diluar Usaha
Dividen dari PT. Agar (saham 20%)
Dividen dari PT. KITA (saham 26%)
Pendapatan Sewa Mobil (PT. SMB)
Keuntungan Penjualan Tanah
Bantuan dari PT. SEGALANYA
Jasa Giro di BCA
Keuntungan Selisih Kurs
Total Pendapatan dan Biaya Diluar
Usaha
Laba Tahun Berjalan Sebelum PPh
Kompensasi kerugian
Penghasilan Kena Pajak

FISKAL

70.000.000
150.000.000
80.000.000
470.000.000
103.200.000
3.786.700.0
00
4.213.300.0
00
50.000.000
30.000.000
40.000.000
25.000.000
10.000.000
1.500.000
5.000.000
161.500.000
4.374.800.0
00
Page1

PT. TERSENYUMLAH
LEMBAR KOREKSI FISKAL
UNTUK TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2014 (dalam rupiah)
KOREKSI
URAIAN
KOMERSIAL
POSITIF
NEGATIF
Peredaran Usaha
20.000.000.
Penjualan Lokal
000
HPP:
10.000.000.0
Pembelian
00
6.000.000.00
Persediaan Awal
0
4.000.000.00
Persediaan Akhir
0
12.000.000.
Harga Pokok Penjualan
000
8.000.000.0
Laba Bruto
00
Biaya Operasi dan Umum:
1.200.000.00
Gaji Pegawai
0
Sewa
250.000.000
Perjalanan
191.000.000
Perbaikan dan Pemeliharaan
135.000.000
Promosi
220.000.000
Penelitian dan Pengembangan
300.000.000
Penghapusan Piutang Tak Tertagih
125.000.000
Bongkar Muat
35.000.000
PKB, PBB, Bea Meterai
20.000.000

Page1

PPh Terutang
Kredit Pajak Dalam Negeri
PPh Pasal 22 (Pemda DKI)
PPh Pasal 22 (Ditjen Pajak)
PPh Pasal 23 PT. AGAR)
PPh Pasal 23 (SEWA MOBIL)
Jumlah Kredit Pajak Dalam Negeri
Kredit Pajak Luar Negeri
PPh yang dibayar sendiri
PPh Pasal 25
Pokok pajak STP PPh Pasal 25
Jumlah PPh yang dibayar sendiri
Jumlah Kredit Pajak (Dalam Negeri + Luar Negeri + Dibayar Sendiri)
PPh kurang bayar