Anda di halaman 1dari 12

URGENSI AYAT-AYAT EKONOMI ISLAM DALAM PROSES ISTINBT AL-HKM

F AL-IQTISD

Disusun Oleh:
Faridatuz Zakiyah
NIM. F14224254

Dosen Pengampu:
Ika Yunia Fauzia

PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2015

Urgensi Ayat-Ayat Ekonomi Islam Dalam Proses Istinbt Al-Hkm F Al-Iqtisd


Faridatuz Zakiyah1
1
Mahasiswa Pascasarjana Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel

A; Pendahuluan

Al-Quran dan hadits adalah dua sumber hukum pokok yang diyakini
sepenuhnya oleh umat Islam. Sebagai sumber hukum pokok, al-Quran dan hadits
banyak memuat hal-hal yang bersifat substantif-universal. Al-Quran dan hadits juga
digunakan landasan dalam mengambil keputusan hukum kehidupan sehari-hari, salah
satunya masalah ekonomi.
Dewasa ini, ada berbagai macam problem ekonomi yang membutuhkan
rujukan yang krusial. Rujukan tersebut harus memiliki dua sisi, satu sisi harus
mempunyai rujukan yang jelas dalam al-Quran atau hadits dan pada sisi yang lain ia
bersifat sangat dinamis. Perkembangan ekonomi semakin meningkat, hal itu berarti
rujukan al-Quran juga harus jelas dan tepat. Bukan ayat al-Quran yang harus
berkembang, tetapi pemikiran umat manusia yang harus berkembang dalam merujuk
sumber yang tepat dan jelas. Problem-problem dan aktifitas ekonomi modern pastinya
sudah ada hukumnya sejak dulu dalam Al-Quran yang universal tersebut. Tuhan pasti
sudah mengetahui perkembangan ekonomi yang akan selalu berubah, dan tentunya
Tuhan sudah menyiapkan rujukan yang tepat dalam al-Quran. Manusialah yang harus
berfikir dan mempelajarinya.
Untuk menemukan rujukan yang tepat atas berbagai macam masalah yang
belum ada secara sharih dalam al-Quran maupun hadits tersebut diperlukan langkah
ijtihad dengan metodologi yang jelas. Ijtihad tersebut tertuang dalam ranah ushul fiqh
dan qawaid fiqhiyah. Dalam konteks ekonomi, langkah seperti di atas cukup penting
untuk dilakukan. Berbagai macam problem ekonomi harus dicarikan rujukannya
dalam al-Quran. Hal itu dikarenakan, al-Quran hanya memuat hal-hal yang bersifat
universal.
Makalah ini akan mendisply beberapa ayat-ayat al-Quran yang dapat
dijadikan landasan, dalil, acuan, dan/atau sumber utama dalam hukum ekonomi Islam.
Ayat-ayat al-Quran juga harus diklasifikasikan dengan tepat dan sesuai dengan
bahasan yang terdapat dalam ekonomi Islam.
B; Urgensi Ayat-Ayat Al-Quran sebagai Sumber Utama Hukum Ekonomi Islam
Keberadaan al-Quran sebagai sumber ajaran/sumber hukum mengandung
pengertian bahwa al-Quran memuat nilai-nilai Ilahiyah yang dapat dijadikan sebagai
sumber motivasi, arahan dan penuntun dalam menjalani kehidupan di dunia. Nilai2

nilai inilah yang perlu diterjemahkan agar dapat dipraktekkan dalam kehidupan
sehari-hari.1
Sehingga pernyataan bahwa al-Quran sebagai sumber ajaran atau sumber
hukum bukanlah dalam pengertian al-Quran memuat segala persoalan yang ada
bahkan yang akan muncul seperti pemahaman yang berkembang selama ini di
masyarakat. Lebih keliru lagi, kalau dikatakan al-Quran itu memuat aturan-aturan
teknis yang langsung dapat diaplikasikan dalam realitas kehidupan manusia.
Al-Quran memang sebagai sumber ajaran dalam ekonomi Islam, tetapi
ranahnya bukan memuat secara lengkap tentang sistem ekonomi Islam seperti barang
dan jasa diproduksi atau bagaimana memproduksinya, dan/atau bukan pula sampai
memiliki manfaat dalam masyarakat. Al-Quran memuat nilai-nilai universal tentang
bagaimana sebenarnya ekonomi Islam itu harus diformulasikan.
Al-Quran dan hadits tidak mengatur secara rinci mengenai aspek muamalah,
tetapi hanya diungkap sebagian besar saja. Dalam al-Quran aspek muamalah
dijelaskan tidak lebih dari 500 ayat atau 5,8% dari keseluruhan ayat al-Quran. 2
Bahkan Abdul Wahab Khallaf menyebutkan bahwa ayat-ayat hukum ekonomi
jumlahnya hanya ada 10, tetapi dalam karyanya ia tidak menyebutkan apa saja
kesepuluh ayat tersebut.3
Penelitian Abdul Wahab Khallaf mengungkapkan bahwa dalam al-Quran
aspek muamalah ada 7 bagian, yaitu:4
1; Hukum-hukum yang berkaitan dengan masalah keluarga (al-ahwal alsyakhshiah) yang terdiri dari 70 ayat.
2; Hukum perdata terdiri dari 70 ayat (ahkam madniyah)
3; Hukum pidana terdiri dari 30 ayat (ahkam al-jinayah).
4; Hukum acara terdiri dari 13 ayat (ahkam al-murafaat).
5; Hukum peradilan terdiri dari 10 ayat (ahkam al-qada).
6; Hukum tata negara terdiri dari 25 ayat (ahkam al-dauliyah).
7; Hukum ekonomi terdiri dari 10 ayat (ahkam al-iqtisadiyah wa al-maliyah).
Problematika era modern terus bermunculan, diantaranya adalah teks alQuran dan hadits yang telah terhenti sementara zaman terus bergerak dinamis dengan
berbagai macam perkembangan masalahnya. Hal itu kemudian menjadi sebuah
masalah yang harus dipecahkan. Sebuah pertanyaan pun muncul, bagaimana mungkin
teks yang sudah terhenti mampu mewadahi dinamika masalah yang terus terjadi?

1 Azhar Akmal Tarigan, Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi: Sebuah Eksplorasi Melalui Kata-kata Kunci dalam AlQuran (Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2012), hal. 6
2 Ibid., hal. 2
3 Ibid., hal. 8
4 Ibid., hal. 2

Oleh karena itu, ada ruang bagi manusia untuk berkreatifitas dalam
merumuskan konstrusksi hukum selama ia selaras dengan pesan-pesan universal
Tuhan. Upaya-upaya kreatif inilah dalam dunia Islam disebut dengan istilah ijtihad. 5
Hal itu tertuang dan berkembang dalam ranah fiqh, ushul fiqh, dan qawaid alfiqhiyah.
C; Ayat-Ayat Al-Quran yang Berkaitan dengan Ekonomi Islam6
1; Tukar Menukar (Al-Baqarah: 275)
a; Jual beli

Perintah mencari nafkah (Al-Baqarah: 282), (QS Al-Isra: 12), perdagangan di


darat (QS Al-Fil: 2), perdagangan di laut (QS Al-Baqarah: 164), (QS An-Nahl:
14), (QS Al-Isra: 66), (QS Ar-Rum: 46), (QS Al-Fathir: 12), etika jual beli
(QS Al-Anam: 152), (QS Asy-Syuara: 181), (QS Asy-Syuara: 182), (QS
Asy-Syuara: 183), (QS Ar-Rahman: 8), (QS Ar-Rahman: 9), syarat jual beli
(QS An-Nisa: 29)
b; Riba
Hukum riba (QS Al-Baqarah: 275), (QS Al-Baqarah: 278), (QS Ali Imran:
130), (QS Ar-Rum: 39), sanksi riba (QS Al-Baqarah: 276), (QS Al-Baqarah:
279)

5 Yazid Afandi, Urgensi Kaidah Fiqhiyyah bagi Dunia Bisnis, Az Zarqa, Vol. 4, No. 2, Desember 2012, hal.
296
6 Mardani, Ayat-ayat dan Hadis Ekonomi Syariah,Jakarta: Rajawali Pers, 2012, hal. 1-100

c; Sewa menyewa

Barang sewaan (QS AL-Qashash: 27), dibolehkan sewa menyewa (QS AlKahfi: 94)
d; Utang/pinjaman
Memberi tempo untuk orang yang susah (QS Al-Baqarah: 280), hilangnya
orang yang belum membayar utang (QS Asy-Syura: 41), utang si mayit (QS
An-Nisa: 11), (QS An-Nisa: 12), berutang untuk jangka terbatas (QS AlBaqarah: 282), (QS Al-Baqarah: 283), akuntansi (QS An-Nur: 33)
2; Wasiat
a; Hukum yang berkaitan dengan wasiat
Disyariatkan wasiat (QS Al-Baqarah: 180) (QS Al-Maidah: 106), menarik
kembali wasiat (QS Al-Baqarah: 182), (QS Al-Maidah: 107), kesaksian
terhadap wasiat (QS Al-Baqarah: 181)
b; Wasiat memelihara anak yatim (QS Al-Baqarah: 220) (QS An-Nisa: 3) (QS
An-Nisa: 127) (QS An-Nisa: 10) (QS Al-Isra: 34)
3; Sedekah
a; Perintah bersedekah (QS Al-Baqarah: 195) (QS Al-Baqarah: 254) (QS AlBaqarah: 267) (QS An-Nisa: 39) (QS Al-Anfal: 3) (QS At-Taubah: 104) (QS
Yusuf: 88) (QS Ar-Rad: 22) (QS An-Nahl: 75) (QS An-Nahl: 90) (QS AlFathir: 29) (QS Al-Hadid: 7) (QS Al-Hadid: 10) (QS Al-Munafiqun: 10) (QS
Adh-Dhuha: 10).
b; Keutamaan sedekah (QS Al-Baqarah: 245) (QS Al-Baqarah: 261) (QS AlBaqarah: 262) (QS Al-Baqarah: 268) (QS Al-Baqarah: 274) (QS Ar-Rad: 22)
(QS Al-Baqarah: 268) (QS Al-Baqarah: 276) (QS At-Taubah: 103) (QS Saba:
39) (QS Al-Baqarah: 262) (QS Al-Anfal: 60) (QS At-Taubah: 20) (QS AlShaff: 11)
c; Minta sedekah (QS Al-Baqarah: 273) (QS Al-Baqarah: 263) (QS Al-Isra: 28)
(QS Al-Baqarah: 264)
d; Syarat-syarat sedekah (QS Al-Baqarah: 265) (QS Al-Baqarah: 272) (QS AnNisa: 114) (QS At-Taubah: 98) (QS At-Taubah: 99) (QS Al-Insan: 9) (QS AlLail: 20)
e; Orang yang lebih baik diberi sedekah menyembunyikan sedekah (QS AlBaqarah: 215) (QS An-Nisa: 8) (QS Al-Isra: 26) (QS Al-Baqarah: 280)
f; Menyembunyiakan sedekah (QS Al-Baqarah: 271) (QS Al-Ibrahim: 31) (QS
Al-Fathir: 29)
4; Taflis
a; Hukum menyia-nyiakan harta (QS An-Nisa: 5)
b; Mengawasi orang yang boros (QS An-Nisa: 5)
5

c; Mengawasi anak kecil (QS An-Nisa: 6) (QS Al-Isra: 34)


5; Pengukuhan
a; Gadai (QS Al-Baqarah: 283)
b; Kafalah (jaminan) (QS Yusuf: 72)
6; Ganti Rugi
a; Hukum ghasab (penjarahan) (QS An-Nisa: 30)
7; Wakalah (QS Al-Kahfi: 19)
8; Sabaq (perlombaan) (QS Al-Anfal: 60) (QS Yusuf: 17)
9; Wadiah (barang titipan) (QS Ali Imran: 75)
10; Hadiah (QS An-Naml: 35-36)
11; Fai dan ghanimah (pembagian harta rampasan perang) (QS Al-Hasyr: 7)
12; Bekerja (QS Al-Jumuah: 10)
13; Menabung (QS Yusuf: 47-48)
14; Berburu (QS Al-Maidah: 94)
15; Takaran dan timbangan (QS Al-Muthaffifin: 1-3)
16; Kelautan (QS Al-Isra: 66) (QS An-Nahl: 14) (QS Al-Fathir: 12)
17; Konsumsi (QS Al-Araf: 31) (QS An-Nahl: 66) (QS Al-Mukminun: 21-22) (QS
18;
19;
20;
21;
22;

Al-Baqarah: 168)
Al-maal (harta) (QS Ali Imran: 14) (QS An-Najm: 48) (QS Adh-Dhuha: 8)
Perkebunan (QS Al-Mukminun: 18-20) (QS Ar-Rad:4) (QS Al-Anam: 141)
Pertanian (QS Yasin: 33-35)
Peternakan (QS Al-Mukmin: 79-80) (QS Al-Mukminun: 21-22) (QS An-Nahl: 58)
Produksi (QS Al-Hadid: 25) (QS Al-Anbiya: 80) (QS Saba: 10-11)

D; Kesesuaian Klasifikasi Ayat-Ayat Al-Quran dengan Beberapa Bahasan yang

Terdapat dalam Ekonomi Islam


Berikut akan dijelaskan beberapa ayat al-Quran yang dijadikan dalil/landasan
masalah Ekonomi Islam:7
1; QS An-Nisa: 29, QS Al-Baqarah: 275, QS Al-Maidah: 1, QS Al-Baqarah: 280
Ayat tersebut dijadikan landasan pokok dari aktifitas ekonomi murbahah.

29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta
sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang
berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh
dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

1. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu


)binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu
dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji.
Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.
2; QS Al-Baqarah: 282
Ayat tersebut dijadikan landasan pokok dari aktifitas ekonomi salam, distribusi
bagi hasil.







10

282. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara
tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan
hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan
janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya,

7 Dewan Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia, Fatwa Dewan Syariah Nasional, .../DSN-MUI/IV/2000
8 Al-Quran (4): 29
9 Al-Quran (5): 1
10 Al-Quran (2): 282
7

meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu


mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada
Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya.
Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau
dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan
dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang
lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki
dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang
lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan
(memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu
menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya.
Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan
lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah muamalahmu
itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara
kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan
persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling
sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal
itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah
mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Sistem pencatatan dan pelaporan (akuntansi) keuangan dikenal ada dua
sistem, yaitu Cash Basis, yakni prinsip akuntansi yang mengharuskan pengakuan
biaya dan pendapatan pada saat terjadinya dan Accrual Basis, yakni prinsip
akuntansi yang membolehkan pengakuan biaya dan pendapatan didistribusikan
pada beberapa periode.
3; QS Al-Baqarah: 275, QS Al-Maidah: 1, dan Al-Isra: 34
Ayat tersebut dipakai oleh aktifitas ekonomi skk atau obligasi Syariah



11

275. Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan
seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit
gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata
(berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai
kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba),
maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan
11 Al-Quran (2): 275
8

urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka
orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.



12

1. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu


binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu)
dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji.
Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.


13

34. Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang
lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya
janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.

E; Contoh Aktifitas Ekonomi Modern yang Berkaitan dengan Ayat-Ayat Al-Quran


1; Asuransi

An nisa ayat 2, an nisa ayat 9, al-hasyr ayat 18


14

2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka,
jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan
harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan
memakan) itu, adalah dosa yang besar.



15

9. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya


meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir
terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa
kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.


16

18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat);

12 Al-Quran (5): 1
13 Al-Quran (17): 34
14 Al-Quran (4): 2
15 Ibid.: 9
16 Al-Quran (59): 18
9

dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan.
2; Sukuk
Al-Qashash: 26 dan al-Baqarah: 23317

18

26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia
sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling
baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat
dipercaya".


19

233. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh,
yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi
makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maruf. Seseorang tidak
dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu
menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan
warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum
dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada
dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain,
maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut
yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha
Melihat apa yang kamu kerjakan.

F; Penutup

Jumlah ayat al-Quran yang benar-benar tepat membahas masalah


iqtishdiyyah atau ekonomi Islam belum ada yang tahu. Jika merujuk pada pendapat
Khallaf berarti ada 10 ayat dan itupun belum ia tuliskan apa saja. Sedangkan Dewan
Syariah Nasional Majlis Ulama Indonesia (DSN MUI) masih sering memakai rujukan
ayat yang selalu sama satu aktivitas ekonomi dengan aktivitas yang lain.
Penulis sendiri kesulitan menemukan referensi mengenai ayat-ayat al-Quran
yang membahas masalah ekonomi secara tepat. Hal itu penulis sadari setelah
membaca beberapa literatur bahwa buku-buku ayat-ayat ekonomi hanya konkrit
17 Veithzal Rivai, Arifiandy Permata Veithzal, Marissa Greace Haque Fawzi, Islamic Transaction Law in
Business: dari Teori ke Praktik (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011)
18 Al-Quran (28): 26
19 Al-Quran (2): 233

10

menuliskan perkara klasik tanpa membahas mengenai masalah ekonomi modern,


seperti sukuk, asuransi, saham, dan lain sebagainya.
Membahas mengenai ayat-ayat al-Quran yang tepat sasaran sebagai landasan
pokok hukum ekonomi Islam membutuhkan waktu yang lama dan tentunya harus jeli
dalam mempelajarinya. Mengumpulkan literatur yang tepat dan tidak hanya asal
pasang saja.
Ayat-ayat al-Quran harus dikolaborasikan dengan hadits dan seluruh ulama
untuk membahasnya bersama. Para ulama memiliki kewajiban untuk melakukan
ijtihad dengan berbagai cara yang dituntunkan Rasulullah SAW melalui ijma, qiyas,
istihsan, istihsab, istislah (masalihul-mursalah) dan sebagainya. Hal itu dilakukan
karena al-Quran bersifat universal sedangkan mencari solusi atas masalah yang
dihadapi tidak ditemukan secara langsung di al-Quran maupun hadits.

11

Daftar Pustaka

Departemen Agama, Al-Quran dan Terjemahnya, Bandung: Lubuk Agung, 1989.


Mardani, Ayat-ayat dan Hadis Ekonomi Syariah, Jakarta: Rajawali Pers, 2012.
Ahmad Muhammad Yusuf, Himpunan Dalil dalam Al-Quran dan Hadits, Jilid 5, Jakarta:
PT. Media Suara Agung, 2008.
---------------------------------, Himpunan Dalil dalam Al-Quran dan Hadits, Jilid 3, Jakarta:
PT. Media Suara Agung, 2008.
---------------------------------, Ensiklopedi Tematis Ayat Al-Quran dan Hadits, Jilid 7, Jakarta:
Widya Cahaya, 2009.
Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, Klasifikasi
Ayat-Ayat Al-Quran Al-Karim dan Terjemahannya, Surabaya: LPTQ, 1984.
Yazid Afandi, Urgensi Kaidah Fiqhiyyah bagi Dunia Bisnis, Az Zarqa, Vol. 4, No. 2,
Desember 2012.
Azhar Akmal Tarigan, Tafsir Ayat-Ayat Ekonomi: Sebuah Eksplorasi Melalui Kata-kata
Kunci dalam Al-Quran, Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2012.
Veithzal Rivai, Arifiandy Permata Veithzal, Marissa Greace Haque Fawzi, Islamic
Transaction Law in Business: dari Teori ke Praktik, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011

12