Anda di halaman 1dari 14

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING

KIMIA DIK C 2013


4133131024

Metabolisme Karbohidrat
Glikolisis
Glikolisis adalah rincian sistematis glukosa dan gula lain untuk daya proses respirasi selular. Ini
adalah reaksi biokimia universal yang terjadi di setiap organisme hidup uniseluler atau multiseluler
yang repirasi aerobik dan anaerobik. Ada banyak jalur metabolik di mana proses ini terjadi. Langkahlangkah glikolisis yang ditulis di sini merujuk pada jalur tertentu yang disebut jalur EmbdenMeyerhof-Parnus. Proses ini adalah bagian kecil dari siklus respirasi selular dan metabolisme tubuh
secara keseluruhan, diarahkan untuk menciptakan ATP (Adenosin trifosfat) yang merupakan sumber
energi tubuh.

Proses Reaksi Glikolisis

Glikolisis secara harfiah berarti pemecahan glukosa atau dekomposisi. Melalui proses ini, satu
molekul glukosa sepenuhnya dipecah untuk menghasilkan dua molekul asam piruvat, dua molekul
ATP dan dua NADH (Mengurangi nikotinamida adenin dinukleotida) radikal membawa elektron yang
dihasilkan. Butuh bertahun-tahun penelitian melelahkan dalam biokimia yang mengungkapkan
langkah-langkah glikolisis yang membuat respirasi selular menjadi mungkin. Berikut adalah berbagai
langkah yang disajikan dalam urutan awal terjadinya dengan glukosa sebagai bahan baku utama.
Seluruh proses melibatkan sepuluh langkah dengan produk terbentuk di setiap tahap dan setiap tahap

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024
diatur oleh enzim yang berbeda. Produksi berbagai senyawa di setiap langkah menawarkan entry
point yang berbeda ke dalam proses. Itu berarti, proses ini dapat langsung mulai dari tahap peralihan
jika senyawa itu adalah reaktan pada tahap yang langsung tersedia.

Tahap1: Fosforilasi Glukosa


Tahap pertama adalah fosforilasi glukosa (penambahan gugus fosfat). Reaksi ini dimungkinkan oleh
heksokinase enzim, yang memisahkan satu kelompok fosfat dari ATP (Adenosine Triphsophate) dan
menambahkannya ke glukosa, mengubahnya menjadi glukosa 6-fosfat. Dalam proses satu ATP
molekul, yang merupakan mata uang energi tubuh, digunakan dan akan ditransformasikan ke ADP
(Adenosin difosfat), karena pemisahan satu kelompok fosfat. Reaksi keseluruhan dapat diringkas
sebagai berikut:
Glukosa (C6H12O6) + ATP + Hexokinase Glukosa-6-Phosphate (C6H11O6P1) + ADP

Tahap 2: Produksi Fruktosa-6 Fosfat


Tahap kedua adalah produksi fruktosa 6-fosfat. Hal ini dimungkinkan oleh aksi dari enzim
phosphoglucoisomerase. Kerjanya pada produk dari tahap sebelumnya, glukosa 6-fosfat dan berubah
menjadi fruktosa 6-fosfat yang merupakan isomer nya (Isomer adalah molekul yang berbeda dengan
rumus molekul yang sama tetapi susunan berbeda dari atom). Reaksi seluruh diringkas sebagai
berikut:
Glukosa 6 Fosfat (C6H11O6P1) + Fosfoglukoisomerase (Enzim) Fruktosa 6-Phosphate (C6H11O6P1)

Tahap 3: Produksi Fruktosa 1, 6-difosfat


Pada tahap berikutnya, Fruktosa isomer 6-fosfat diubah menjadi fruktosa 1, 6-difosfat dengan
penambahan kelompok fosfat. Konversi ini dimungkinkan oleh fosfofruktokinase enzim yang
memanfaatkan satu molekul ATP lebih dalam proses. Reaksi ini diringkas sebagai berikut:
Fruktosa 6-fosfat (C6H11O6P1) + fosfofruktokinase (Enzim) + ATP Fruktosa 1, 6-difosfat
(C6H10O6P2)

Tahap 4: Pemecahan Fruktosa 1, 6-difosfat


Pada tahap keempat, adolase enzim membawa pemisahan Fruktosa 1, 6-difosfat menjadi dua molekul
gula yang berbeda yang keduanya isomer satu sama lain. Kedua gula yang terbentuk adalah
gliseraldehida fosfat dan fosfat dihidroksiaseton. Reaksi berjalan sebagai berikut:
Fruktosa 1, 6-difosfat (C6H10O6P2) + Aldolase (Enzim) gliseraldehida fosfat (C3H5O3P1) +
Dihydroxyacetone fosfat (C3H5O3P1)

Tahap 5: interkonversi Dua Glukosa


Fosfat dihidroksiaseton adalah molekul hidup pendek. Secepat itu dibuat, itu akan diubah menjadi
fosfat gliseraldehida oleh enzim yang disebut fosfat triose. Jadi dalam totalitas, tahap keempat dan
kelima dari glikolisis menghasilkan dua molekul gliseraldehida fosfat.
Dihidroksiaseton fosfat (C3H5O3P1) + triose Fosfat gliseraldehida fosfat (C3H5O3P1)

Tahap 6: Pembentukan NADH & 1,3-Diphoshoglyceric


Tahap keenam melibatkan dua reaksi penting. Pertama adalah pembentukan NADH dari NAD +
(nicotinamide adenin dinukleotida) dengan menggunakan enzim dehydrogenase fosfat triose dan
kedua adalah penciptaan 1,3-diphoshoglyceric asam dari dua molekul gliseraldehida fosfat yang
dihasilkan pada tahap sebelumnya. Reaksi keduanya adalah sebagai berikut:

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024
Fosfat dehidrogenase triose (Enzim) + 2 NAD+ + 2 H- 2NADH (reduksi Nikotinamida adenin
dinukleotida) + 2 H +
Triose fosfat dehidrogenase + 2 gliseraldehida fosfat (C 3H5O3P1) + 2P (dari sitoplasma) 2 molekul
asam 1,3-difosfogliserat (C3H4O4P2)

Tahap 7: Produksi ATP & 3-fosfogliserat Asam


Tahap ketujuh melibatkan penciptaan 2 molekul ATP bersama dengan dua molekul 3-fosfogliserat
asam dari reaksi phosphoglycerokinase pada dua molekul produk 1,3-diphoshoglyceric asam,
dihasilkan dari tahap sebelumnya.
2 molekul asam 1,3-difosfogliserat (C3H4O4P2) + + 2ADP phosphoglycerokinase 2 molekul asam
3-fosfogliserat (C3H5O4P1) + 2ATP (Adenosin trifosfat)

Tahap 8: Relokasi Atom Fosfor


Tahap delapan adalah reaksi penataan ulang sangat halus yang melibatkan relokasi dari atom fosfor
dalam 3-fosfogliserat asam dari karbon ketiga dalam rantai untuk karbon kedua dan menciptakan 2 asam fosfogliserat. Reaksi seluruh diringkas sebagai berikut:
2 molekul asam 3-fosfogliserat (C3H5O4P1) + phosphoglyceromutase (enzim) 2 molekul asam 2fosfogliserat (C3H5O4P1)

Tahap 9: Penghapusan Air


Enzim enolase berperan penting dan menghilangkan sebuah molekul air dari asam 2-fosfogliserat
untuk membentuk asam lain yang disebut asam fosfoenolpiruvat (PEP). Reaksi ini mengubah kedua
molekul asam 2-fosfogliserat yang terbentuk pada langkah sebelumnya.
2 molekul asam 2-fosfogliserat (C3H5O4P1) + enolase (enzim) -> 2 molekul asam
phosphoenolpyruvic (PEP) (C3H3O3P1) + H2O 2

Tahap 10: Pembentukan piruvat Asam & ATP


Tahap ini melibatkan penciptaan dua molekul ATP bersama dengan dua molekul asam piruvat dari
aksi kinase piruvat enzim pada dua molekul asam phosphoenolpyruvic dihasilkan pada tahap
sebelumnya. Hal ini dimungkinkan oleh transfer dari atom fosfor dari asam phosphoenolpyruvic
(PEP) untuk ADP (Adenosin trifosfat).
2 molekul asam fosfoenolpiruvat (PEP) (C3H3O3P1) + + Piruvat kinase 2ADP (Enzim) 2ATP + 2
molekul asam piruvat.

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024

SIKLUS KREBS
Definisi Siklus Krebs

Adalah satu seri reaksi yang terjadi di dalam mitokondria yang membawa katabolisme residu
asetyl, membebaskan ekuivalen hidrogen, yang dengan oksidasi menyebabkan pelepasan dan
penangkapan ATP sebagai kebutuhan energi jaringan.

Residu asetyl dalam bentuk asetyl-KoA (CH3-CO-S-CoA, asetat aktif)

Tujuan Siklus Krebs

Menjelaskan reaksi-reaksi metabolik akhir yang umum terdapat pada jalur biokimia utama
katabolisme tenaga

Menggambarkan bahwa CO2 tidak hanya merupakan hasil akhir metabolisme, namun dapat
berperan sebagai zat antara, misalnya untuk proses lipogenesis.

Mengenali peran sentral mitokondria pada katalisis dan pengendalian jalur-jalur metabolik
tertentu, mitokondria berfungsi sebagai penghasil energi.

Fungsi

Menghasilkan sebagian besar CO2

Metabolisme lain yang menghasilkan CO2 misalnya jalur pentosa phospat atau P3 (pentosa
phospat pathway) atau kalau di harper heksosa monofosfat.

Sumber enzym-enzym tereduksi yang mendorong RR ( Rantai Respirasi)

Merupakan alat agar tenaga yang berlebihan dapat digunakan untuk sintesis lemak sebelum
pembentukan TG untuk penimbunan lemak

Menyediakan prekursor-prekursor penting untuk sub-sub unit yang diperlukan dalam sintesis
berbagai molekul

Menyediakan mekanisme pengendalian langsung atau tidak langsung untuk lain-lain sistem
enzym

Daur Siklus Krebs

Karbohidrat , Protein dan Lemak /Lipid akan dimetabolisme yang hasil akhirnya menjadi
asetyl Co-A, dimana asetyl Co-A merupakan substrat untuk siklus krebs.

Kemudian dari siklus krebs dihasilkan CO2, Hidrogen (FAD NAD) dan ATP.

Hidrogen (reducing ekivalen) merupakan substrat untuk rantai respirasi (RR).

Siklus krebs harus berjalan dalamSiklus Asam Sitrat (Siklus Krebs)

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024

Keterangan:

Substrat siklus krebs adalah asetyl Co-A.

Asetyl Co-A akan bereaksi dengan oksalo asetat (OAA) hasilnya sitrat

Asam sitrat rumusnya beda dengan asam askorbat (vitamin C), kalau vitamin C itu rumusnya
lebih mirip glukosa. Manusia tidak bisa menghasilkan vitamin C karena ada suatu reaksi yang
terputus dimana manusia itu tidak mempunyai enzim L-glunoluase oksidase yang
mengoksidasi glukosa menjadi vitamin C.

Dari isositrat ke alfa-ketoglutarat membebaskan CO2 dan NADH (koenzim).

Kalau menghasilkan NADH pasti membutuhkan NAD.

NAD dalam bentuk teroksidasi

NADH dalam bentuk tereduksi

NAD merupakan derivat vitamin B3.

1. B1 thiamin
2. B2 riboflavin
3. B3 niasin

Koenzim yang terkait dengan ATP hanya vitamin B2 dan B3.

Kekurangan vitamin B akan mengganggu metabolisme energi.

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024

NADH enzimnya isositrat dehidrogenase.

NADH akan masuk ke rantai respirasi melepaskan hidrogen dan menghasilkan 3 ATP.
Sedangkan FADH menghasilkan 2 ATP

Dekarboksilasi oksidasi melepaskan CO2.

Dari alfa-keto menjadi suksinil Co-A prosesnya dekarboksilasi oksidasi.

Dari succynyl Co-A menjadi succinate langsung dihasilkan ATP.

Reaksi yang menghasilkan ATP langsung: siklus krebs, glikolisis, fosforilasi oksidatif, dan
rantai respirasi.

Lemak penghasil ATP paling banyak tapi tidak menghasilkan ATP secara langsung. Lemak
banyak menghasilkan NADH dan FADH.

Dari succinate menjadi fumarate dihasilkan FADH 2, membutuhkan koenzim FAD (derivat
vitamin B2), dihasilkan 2 ATP.

Dari malate ke oxaloacetat dihasilkan NADH 3 ATP.

Total ATP untuk 1 putaran (1 asetyl Co-A) siklus krebs 12 ATP.

Glikolisis 2 asetyl Co-A

Lemak 8 asetyl Co.A

1 mol glukosa 2 kali putaran

1 mol lemak 8 kali putaran

Karbohidrat disimpan di dalam becak-bercak sitoplasma di dalam hepar.

Hepar dapat bertahan menyimpan glikogen 0,5 gram

Berfungsi mengoksidasi hasil glikolisis mjd CO2 dan juga menyimpan energi ke bentuk
molekul berenergi tinggi spt ATP, NADH, FADH2

Sentral dalam siklus oksidatif dlm respirasi dimana semua makromolekul dikatabolis
(Karbohidrat, Lipid dan Protein)

Untuk kelangsungannya membutuhkan : NAD, FAD, ADP, Pyr (piruvat) dan OAA

Menghasilkan senyawa intermedier yg penting asetil Co A, a KG & OAA

Asam amino yang dihasilkan dari alfa-ketoglutarat melalui proses transamnasi


glutamat. Kalau asam oksaloasetat aspartat

Merupakan prekursor untuk biosintesis makromolekul makromolekul

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024

Siklus krebs selain sebagai jalur akhir karbohidrat , lemak dan protein, juga merupakan jalur
awal ari makromolekul-makromolekul.

Jalur akhir katabolisme mengubah KH asetyl Co.A

Jalur awal anabolisme

Berfungsi dalam katabolisme dan juga anabolisme amfibolik

Katabolisme memproduksi molekul berenergi tinggi

Anabolisme memproduksi intermedier untuk prekursor biosintesis makromolekul

Jadi Dalam setiap siklus:

1 gugus asetil ( molekul 2C) masuk dan keluar sebagai 2 molekul CO 2

Dalam setiap siklus : OAA digunakan untuk membentuk sitrat setelah mengalami reaksi
yang panjang kembali diperoleh OAA

Terdiri dari 8 reaksi : 4 mrpkn oksidasi dimana energi digunakan utk mereduksi NAD dan
FAD

Dihasilkan: 2 ATP, 8 NADH, 2 FADH2

Tidak diperlukan O2 pada TCA, tetapi digunakan pada Fosforilasi oksidatif untuk memberi
pasokan NAD, shg piruvat dapat di ubah menjadi Asetil Co A

BERIKUT RUMUS BANGUN SENYAWA YANG TERLIBAT DALAM SIKLUS KREBS

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024
Enzim tersedia dalam mitokondria
Ada dua macam enzim:
1. memerlukan NAD
2. memerlukan NADP
NADP-dependent enzyme : terdapat di matriks mitokondria dan sitosol

Peran anabolisme dalam siklus krebs ditunjukkan oleh 4 senyawa intermediet, yaitu:
1. Sitrat
Dapat digunakan untuk membentuk kolestrol atau asam lemak. Jika terjadi gangguan atau hambatan
pada perubahan sitrat menjadi sis-akusitrat sehingga sitrat menumpuk misalnya, maka sitrat tersebut
akan terakumulasi dan dapat meningkatkan kolesterol atau asam lemak.
2. Alfa-ketoglutarat
Melalui proses transaminasi menghasilkan asam amino glutamat.
Purin jika terlalu banyak di dalam tubuh akan diubah menjadi asam urat, bisa meningkatkan
konsentrasi asam urat di dalam darah. Asam urat di dalam tubuh berfungsi sebagai antioksida
endogen.
3. Succynil Co-A

Digunakan untuk mensitesis hem. Hem+protein globin hemoglobin.

Kalau di dalam tanaman, succynil Co-A digunakan untuk pembentukan klorofil.

Rumus hem dan rumus klorofil sama persis, bedanya kalau hem mengikat logam di tengahnya
adalah Fe, sedangkan klorofil logam di tengahnya adalah Mg.

Oksalo asetat

Melalui proses transaminasi, enzimnya transaminase menjadi aspartat, purin dan pirimidin.
PEMBEBASAN ATP oleh Siklus Krebs

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024

Siklus Krebs sebagai jalur metabolisme amfibolik

Disebut amfibolik anabolisme dan katabolisme.

Contoh :

1. a-ketoglutarat +alanin glutamat + piruvat


2. oksaloasetat +alanin aspartat + piruvat
3. suksinil ko-A, merupakan prazat untuk biosintesis hem
4. Reaksi Siklus Krebs sebagai Jalur Metabolisme Amfibolik
5.

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024

Reaksi-reaksi Anaplerotik Siklus Krebs

Masukan banyak piruvat atau asetyl Ko-A ke dalam Siklus Krebs dapat mengurangi
persediaan okasaloasetat yang digunakan untuk sintase sitrat.

Dua reaksi yang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan oksaloasetat disebut rx
anaplerotik (memenuhi)

Piruvat menjadi oksaloasetat

Piruvat menjadi malat

Pada jaringan otot yang dilatih berat, AMP menjadi IMP oleh deaminasi oksidatif. Hasil
bersihnya membentuk FUMARAT

Reaksi Anaplerotik Ketika produk intermedier TCA /siklus krebs digunakan sbg prekursor
biosintesis lainnya

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024

Dekarboksilasi Oksidatif
Dekarboksilasi oksidatif adalah reaksi yang mengubah asam piruvat yang beratom 3 C menjadi
senyawa baru yang beratom C dua buah, yaitu asetil koenzim-A (asetil ko-A). Reaksi dekarboksilasi
oksidatif ini (disingkat DO) sering juga disebut sebagai tahap persiapan untuk masuk ke siklus Krebs.
Reaksi DO berlangsung di intermembran mitokondria.

B.

Mekanisme Dekarboksilasi
Proses Dekarboksilasi yang berlangsung di membran luar mitocondria merupakan fase antara
sebelum Siklus Krebs (Pra Siklus Krebs) sehingga DO sering dimasukkan langsung dalam Siklus
krebs.
Reaksi oksidasi piruvat hasil glikolisis menjadi asetil koenzim-A, merupakan tahap reaksi
penghubung yang penting antara glikolisis dengan jalur metabolisme lingkar asam trikarboksilat (daur
Krebs).
Reaksi yang dikatalisis oleh kompleks piruvat dehidrogenase dalam matriks mitokondria
melibatkan tiga macam enzim yaitu piruvat dehidrogenase, dihidrolipoil transasetilase, dan
dihidrolipoil dehidrogenase dan lima macam koenzim yaitu tiaminpirofosfat, asam lipoat, koenzim-A,
flavin adenin dinukleotida, dan nikotinamid adenin dinukleotida yang berlangsung dalam lima tahap
reaksi.

Keseluruhan reaksi dekarboksilasi ini irreversibel, dengan G0 = - 80kkal/mol.


Pada tahap pertama reaksi ini akan dikatalisis oleh enzim piruvat dehidrogenase danmenggunakan
tiamin pirofosfat sebagai koenzimnya. Dekarboksilasi piruvat menghasilkan senyawa -hidroksietil
yang terkait pada gugus cincin tiazol dari tiamin pirofosfat.
Pada tahap reaksi kedua -hidroksietil dehidrogenase menjadi asetil yang kemudian dipindahkan
dari tiamin pirofosfat ke atom S dari koenzim yang berikutnya, yaitu asam lipoat, yang terikat pada
enzim dihidrolipoil transasetilase. Dalam hal ini gugus disulfida dari asam lipoat diubah menjadi
bentuk reduksinya, gugus sulfhidril.

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024
Pada tahap reaksi ketiga, gugus asetil dipindahkan dengan perantara enzim dari gugus lipoil pada
asam dihidrolipoat, kegugus tiol (sulfhidril pada koenzim-A). Kemudian asetil ko-A dibebaskan dari
sistem enzim kompleks piruvat dehidrogenase.
Pada tahap reaksi keempat gugus tiol pada gugus lipoil yang terikat pada dihidrolipoil
transasetilase dioksidasi kembali menjadi bentuk disulfidanya dengan enzim dihidrolipoil
dehidrogenase yang berikatan dengan FAD (flavin adenin dinukleotida).
Akhirnya tahap reaksi kelima, FADH+ (bentuk reduksi dari FAD) yang tetap terikat pada enzim,
dioksidasi kembali oleh NAD+ (nikotinamid adenin dinukleotida) menjadi FAD, sedangkan
NAD+ berubah menjadi NADH (bentuk reduksi dari NAD+) akan digunakan dalam siklus krebs.
Karbohidrat, asam lemak dan hampir semua asam amino akhirnya dioksidasi menjadi CO 2dan H2O
melalui siklus asam sitrat. Namun demikian sebelumnya, kerangka karbonnya harus dipecahkan
sehingga molekul ini menghasilkan gugus asetil (asetil KOA). Pada reaksi ini, piruvat
mengalami dekarboksilasi oksidatif, yaitu suatu proses dehidrogenasi yang melibatkan pemindahan
gugus karboksil sebagai molekul CO2 dan gugus asetil sebagai asetil-KOA. Kedua atom hidrogen
yang dilepaskan dari piruvat muncul sebagai NADH dan H+. NADH yang terbentuk ini lalu
memberikan elektronnya kepada rantai transpor elektron, yang selanjutnya membawa elektron ini ke
molekul oksigen.

Keterangan :
E1 : piruvat dehidrogenase
TPP : tiamin pirofosfat
TPP-CHOH-CH3 : Hidroksietiltiamin pirofosfat
E2 : dihidrolipoil transasetilase
E3 : dihidrolipoil deghidrogenase
Salah satu contoh dari dekarboksilasi asam amino yaitu pada histidin yang akan menghasilkan
senyawa amina yang menggunakan enzim histidin dekarboksilase. Contoh
reaksi dekarboksilasiadalah sebagai berikut :
histidin dekarboksilase
Histidin Histamin + CO2
A. Enzim Yang Berperan dalam Proses Dekarboksilasi

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024
Dekarboksilasi oksidatif adalah tahap kedua dimana 2 molekul asam piruvat yang dihasilkan dari
1 molekul glukosa dirubah menjadi senyawa berkarbon 2 yaitu asetil CoA (asetil koenzim A) dengan
melepaskan 2CO2 dan 2NADH. Dekarboksilasi oksidatif terjadi di dalam membran luar mitokondria.
Enzim yang berperan adalah CoA
(sebagai koenzim) dan piruvat dehirogenase yang berfungsi mereduksi piruvat sehingga melepaskan
CO2 dan NADH serta berikatan dengan piruvat tereduksi (asetil) untuk dibawa ke mitokondria.
Enzim dihidrolipoil dehidrogenase akan mengoksidasi gugus tiol dan gugus lipoil menjadi bentuk
disulfida. Sedangkan enzim dihidrolipoil transasetilase akan mengubah gugus disulfida dari asam
lipoat menjadi bentuk reduksinya, gugus sulfhidril

B. Hasil Akhir Dekarboksilasi


Senyawa hasil dari tahapan glikolisis akan masuk ke tahapan dekarboksilasi oksidatif, yaitu
tahapan pembentukan CO2 melalui reaksi oksidasi reduksi (redoks) dengan O2 sebagai penerima
elektronnya. Dekarboksilasi oksidatif ini terjadi di dalam mitokondria sebelum masuk ke tahapan
siklus Krebs. Oleh karena itu, tahapan ini disebut sebagai tahapan sambungan (junction) antara
glikolisis dengan siklus krebs.
Pada tahapan ini, asam piruvat (3 atom C) hasil glikolisis dari silosol diubah menjadi asetil koenzim A
(2 atom C) di dalam mitokondria. Pada tahap 1, molekul piruvat (3 atom C) melepaskan elektron
(oksidasi) membentuk CO2 (piruvat dipecah menjadi CO2 dan molekul berkarbon 2), Pada tahap 2,
NAD+ direduksi (menerima elektron) menjadi NADH + H + . Pada tahap 3, molekul berkarbon 2
dioksidasi dan mengikat Ko-A (koenzimA) sehingga terbentuk asetil Ko-A. Hasil akhir tahapan ini
adalah asetil koenzim A, CO2, dan 2NADH.

HENSEN FREDERICH LUMBAN TOBING


KIMIA DIK C 2013
4133131024

DAFTAR PUSTAKA
http://biohikmah.blogspot.com/2012/09/siklus-kreb-dan-penjelasanlengkap.html#sthash.YfPkafQT.dpuf

https://www.google.com/search?
q=10+siklus+glikolisis&oq=10+siklus+glikolisis&aqs=chrome..69i57.14542j0j
8&sourceid=chrome&es_sm=93&ie=UTF-8#q=10+tahap+glikolisis

http://legiokta18.blogspot.com/2014/05/apa-itu-glikolisis-dan-bagaimanaproses.html
http://www.sridianti.com/sepuluh-langkah-proses-glikolisis.html

http://tputritonggiroh.blogspot.com/2012/11/dekarboksilasi-oksidatif.html