Anda di halaman 1dari 12

Super Ovulasi & Singkronisasi

Estrus Pada Kambing

COO-

COO+

H 3N

CH2OH
L-serine

C
CH2OH
D-serine

NH3+

Teknik pengontrolan siklus estrus


dengan
menggunakan
hormon
reproduksi yang diberikan dari luar
tubuh, sehingga proses perkawinan
ternak betina dapat ditentukan pada
waktu tertentu.

Secara umum sinkronisasi estrus pada


kambing dilakukan dengan cara mengontrol
fase luteal pada siklus ovarium dengan
pemberian hormon.
Adapun secara prinsip terdapat dua
cara dalam program Sinkronisasi Estrus yaitu:
Menekan pertumbuhan folikel dengan
Memberikan Hormon Progesterone
Melisis CL Dengan memberikan hormon
Prostaglanding

Prostaglandin F2 pada mamalia


diproduksi oleh uterus setelah adanya
stimulasi dari oxytocin, dimana tidak
terjadi proses implantasi selama fase
follikuler.
Fungsinya adalah agar
terjadi proses luteolysis, pembentukan
corpus albicans dan menghentikan
produksi progesteron.

Sinkronisasi birahi pada kambing dan


sapi, paling umum menggunakan
prostaglandin
atau
senyawa
analognya.
Dengan tersedianya prostaglandin
di
pasaran
memungkinkan
pelaksanaan sinkronisasi birahi di
lapangan
beberapa
senyawa
prostaglandin yang tersedia antara
lain : Reprodin, prosolvin dan lutalyse .

Terjadinya
estrus
setelah
pemberian hormon PGF2 disebabkan
karena lisisnya CL pada ovarium
(Toelihere, 1981), sehingga kadar
progesterone dalam darah menurun.
Menurunnya kadar
progesterone selanjutnya memberikan
umpan balik positif ke hipofisa untuk
melepaskan hormon FSH dan LH.

Hal ini dapat dijelaskan karena


pada injeksi pertama, belum tentu
semua kambing betina memiliki CL
yang
dapat
dilisis
oleh
PGF2
dibanding injeksi ke dua. Secara
normal, estrus pada kambing akan
terjadi 24 s/d 48 jam setelah injeksi
PGF2, dengan demikian IB dapat
dilakukan 10 s/d 12 jam setelah tandatanda estrus terlihat.