Anda di halaman 1dari 16

Ringkasan Materi Praktikum Protozoologi dan Teknik Identifikasi

Protozoa
Created by : R A A

Praktikum 1 membahas tentang protozoa yang bergerak dengan menggunakan silia


dan pseudopodia. Jenis dan bentuk alat gerak ini sangat menentukan kecepatan protozoa
dalam bergerak dalam tubuh dan menjadi salah satu teknik identifikasi untuk menentukan
jenis protozoa. Secara umum, siklus hidup protozoa dibagi menjadi 2 yaitu secara langsung
( tidak melalui inang antara ) dan secara tidak langsung ( melalui inang antara ). Siklusnya
adalah sebagai berikut :
( Siklus langsung )
Inang definitif terinfeksi mengeluarkan feses kista protozoa keluar kista menyebar
melalui air, angin, inang antara dsb kista termakan oleh inang definitif sehat- kista masuk
kedalam tubuh dan menuju habitatnya- kista berkembang menjadi tropozoit- tropozoit
melakukan pembelahan biner ( aseksual )- merusak jaringan sekitar - membentuk kista
kembali ( sebagian) keluar melalui feses.
( Siklus tidak langsung )
Inang definitif terinfeksi- kista keluar melalui feses- kista termakan oleh vektor ( serangga,
cacing dsb)- kista masuk dalam tubuh vektor- kista berubah menjadi tropozoit dalam usus
umumnya dan diam disana tetapi tidak bersifat prasitisme ( parasit dari parasit )- vektor
termakan inang definitif atau feses dari vektor masuk dalam luka terbuka di tubuh inang
definitif- parasit masuk.
Trofozoit adalah fase hidup parasit dimana dalam fase ini parasit aktif untuk
bereproduksi. Biasanya fase ini berkembang dalam tubuh inang definitif. Sedangkan Kista
adalah Fase pertahanan diri dari parasit apabila berkontak dengan lingkungan luar dan
sekaligus fase dimana parasit bisa menginfeksi inangnya (kista infektif ). Perlu diingat bahwa
fase infektif (fase dimana parasit bisa menginfeksi inangnya) dari parasit yang dipelajari pada
praktikum 1 ini adalah kista kecuali pada Cyclophostium edentatum dan Opalina ranarum.
Parasit pada umumnya bersifat spesifik terhadap inang definitif artinya bila parasit
yang inang definitifnya sapi termakan oleh katak, maka dalam tubuh katak tidak akan
merusak dan berkembang atau bisa juga parasitnya mati. Umumnya pada protozoa yang
hidup di saluran pencernaan diidentifikasi dengan pemeriksaan feses. Metode yang
digunakan adalah metode apung dengan menggunakan garam jenuh atau apabila lebih ringan
lagi protozoanya dengan menggunakan gula jenuh dengan perbandingan tertentu antara feses
dan pelarut.
KELOMPOK PARASIT YANG BERGERAK DENGAN SILIA
Genus : Balantidium

Balantidium coli

Balantidium entozoon

Habitat : Sekum dan colon


Inang definitif : Manusia, babi, primata,
anjing
Penyakit : Balantidiosis
Teknik identifikasi : Pemeriksaan tinja
Keterangan,teknik menebak, dan hal yang
harus diingat : cara membedakan fase kista
dan tropozoit adalah pada fase tropozoit
bentuknya lebih lonjong dan terlihat jelas
vakuolanya. Bila kista umumnya terlihat lebih
bulat dan hanya terlihat intinya saja
(makronukleus). Inti dari parasit terlihat
memanjang dan berbentuk seperti ginjal.

Habitat : Sekum
Inang definitif : Katak
Penyakit : Balantidiosis
Teknik identifikasi : pemeriksaan tinja
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat:
Vakuola makanan dan kontraktil tidak terlihat
sejelas di balantidium coli, bentuk inti terlihat
lebih bulat dan besar.

Cyclophostium edentatum

Opalina ranarum

Habitat : Sekum dan colon


Inang definitif : kuda
Penyakit : umumnya non patogen
Teknik identifikasi : pemeriksaan tinja
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: parasit ini berbentuk
seperti pipa, mempunyai makro dan
mikronukleus yang bentuknya memanjang,
mempunyai alat gerak berupa kumpulan silia
yang disebut cirri yang terletak di bagian
anterior dan prosterior.

Habitat : rektum
Inang definitif : katak
Penyakit : diare
Teknik identifikasi : pemeriksaan tinja
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: mempunyai alat gerak
berupa silia yang mengelilingi selutuh tubuh
parasit, mempunyai inti yang banyak

Kelompok Protozoa yang bergerak dengan pseudopodia


Entamoeba histolytica ( kista )

Entamoeba coli ( kista )

Habitat : sekum dan colon


Inang definitif : manusia, primata, anjing,
kucing
Penyakit : Amoebiosis atau Entamoebiosis
Teknik identifikasi : pemeriksaan tinja
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: parasit ini bersifat
patogen, memiliki kromatid berbentuk batang
dan terlihat sangat jelas pada preparat kista,
mempunyai kisaran inti kista dari 1-4 dimana
yang infektif adalah yang berinti 4.
Pada tropozoit parasit ini mempunyai butiran
rbc yang terlihat jelas dalam preparat (bintik
ungu) dan kariosomanya terletak di tengah
inti
sel.
Tropozoitnya
mempunyai
pseudopodia yang runcing dan kecil sehingga
pergerakannya cepat. Gejala klinis khas
adalah diare berdarah. Sering diobati dengan
metronidazol atau antibiotik golongan sulfa.

Habitat : sekum dan colom


Inang definitif : manusia dan primata
Penyakit : Amoebiosis atau Entamoebiosis
Teknik identifikasi : pemeriksaan tinja
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: parasit ini bersifat nonpatogen, mempunyai kromatid yang tipis dan
umumnya tidak terlihat pada preparat kista,
mempunyai kisaran inti dari 2-8 dan kista
infektif berinti 8. Pada tropozoit tidak
ditemukan adanya rbc ( bintik ungu di sekitar
endoplasma) , kariosoma terletak eksentris
(di samping), mempunyai pseudopodia yang
besar dan tumpul sehingga pergerakannya
lambat.
metronidazol
atau
antibiotik
golongan sulfa.

Entamoeba muris

Entamoeba invadens

Habitat : sekum dan colon


Inang definitif : tikus
Penyakit : Amoebiosis atau Entamoebiosis
Teknik identifikasi : pemeriksaan tinja
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: pada parasit ini dalam
preparat ditemukan mikroflora usus besar
yang terlihat jelas berbentuk batang-batang
yang tersebar meluas diluar tubuh parasit.
Kromatin dari parasit ini tersusun tidak
merata dan berbentuk campuran dalam artian
ada kromatin berbentuk batang dan jarum
yang terletak tidak beraturan di dalam tubuh
parasit. Kista infektif adalah kista berinti 8
dengan kariosoma eksentris, pseudopodia
tumpul dengan pergerakan lambat ( sifat
hampir sama dengan entamoeba coli ).

Habitat : sekum dan colon


Inang definitif : reptil ( ular) dan ayam
Penyakit : Amoebiosis atau Entamoebiosis
Teknik identifikasi : pemeriksaan tinja
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: pada preparat umumnya
tidak ditemukan mikroflora usus yang
berbentuk batang di luar parasit. Didalam
tubuh parasit kromatin berbentuk batang
yang tersusun teratur. Kita infektif adalah
berinti 4 dan mempunyai pseudopodia yang
runcing dan tipis sehingga dapat bergerak
dengan cepat ( sifat mirip entamoba
histolytica ).

Sedikit Tips dari penulis


Sebelum Melakukan Ujian praktikum maka ada beberapa hal yang perlu dingat yaitu :
a. Ketika ujian lihat pertanyaannya dan clue pertanyaan terlebih dahulu, jangan langsung
melihat preparat ! karena jika langsung melihat preparat dan tidak tahu maka akan sulit untuk
menjawab. Tapi jika melihat pertanyaan dan clue terlebih dahulu pasti akan jauh lebih mudah
menjawab karena pemikiran kita bisa lebih spesifik
b. Kuasai penulisan nama parasit secara tepat
c. Kuasai klasifikasi setidaknya dari Famili terutama famili yang namanya berlainan dengan
genusnya, misalkan genus histomonas, familinya : monocercomonadidae.
d. kuasai habitat, induk semang parasit, fase infektif parasit, teknik identifikasi, penyakit, alat
gerak dan materi lainnya itu akan membantu saudara dalam menjawab nanti karena biasanya
salah satu dari di atas diletakan dalam clue di pertanyaan.

e. Apabila menjawab habitat hindari jawaban yang bersifat umum. Misal ditanya habitat di
jawab : usus atau saluran pencernaan, usus itu umum ada : duodenum, jejenum, ileum sd
rektum dan saluran pencernaan juga terlalu umum karena saluran pencernaan itu adalah dari
rongga mulut sd anus. Jadi jawab secara spesifik misal : sekum dan colon ( spesifik)
f. Apabila ditanya inang definitif dimana banyak macamnya dan jika anda tidak ingat semua,
jawab 1 atau dua saja.. misal induksemang untuk balantidium coli : manusia, kera, primata,
anjing, babi. Maka jawab 2 saja.
g. karena nanti biasanya jenis induk semang, habitat akan banyak karena berfariasi tiap
parasit maka pelajari sedikit-sedikit setiap hari

Semoga Bermanfaat
Penulis

Ringkasan Materi Praktikum Protozoologi dan Teknik Identifikasi


Protozoa
Created by : R A A

Praktikum 2 membahas tentang protozoa yang bergerak menggunakan menggunakan


flagela. Umumnya parasit yang bergerak dengan flagela dapat bergerak secara cepat. Dalam
preparat yang kita pelajari kali ini ada jenis parasit yang penularannya melalui koitus
( perkawinan) , secara langsung, dan dengan menggunakan vektor. Pada umumnya protozoa
jika terlepas ke lingkungan luar dari tubuh inang definitif maka akan membentuk kista
dengan tujuan untuk mempertahankan hidupnya. Teknik pewarnaan yang biasanya dilakukan
untuk mengidentifikasi parasit apabila parasit diambil dari habitatnya ( hewan mati ) maka
diwarnai dengan He, apabila parasit darah seperti Trypanosoma biasanya diidentifikasi
dengan membuat preparat ulas darah dan diwarnai dengan giemsa.
Trichomonas foetus

Trichomonas muris

Habitat : Saluran reproduksi jantan dan Habitat : Sekum dan colon


Inang definitif : Tikus
betina
Inang definitif : sapi, kerbau, rusa ( ruminan Penyakit : Trichomonosis
Teknik identifikasi : Pemeriksaan tinja atau

besar)
Penyakit : Trichomonosis
Teknik identifikasi : Pewarnaan natif dengan
sampel diambil dari eksudat vagina, cairan
amnion dan placenta ( apabila keguguran).
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: parasit ini adalah parasit
yang biasanya menyebabkan abortus ( betina)
dan peradangan preputium (jantan). Pada
betina biasanya parasit ini menyebabkan
Pyometra. Parasit ini ditularkan melalui
koitus (perkawinan). Parasit ini mempunyai
bentuk yang lebih kecil daripada trichomonas
muris dan karena sediaannya diambil dari
saluran reproduksi jadi tidak terdapat
mikroflora usus yang berbentuk batang
seperti pada muris. Biasanya mempunyai 3
buah flagela sehingga sering disebut
tritrichomonas foetus. Tetapi apabila di ujian
jawablah trichomonas foetus karena kita
tidak bisa menghitung jumlah flagelanya ,
apabila flagelanya 4 maka disebut
tetratrichomonas foetus. Pengobatan untuk
penyakit ini bisa dilakukan dengan cara
istirahat kegiatan berkelamin atau dengan
obat parasit berspektrum luas seperti
metronidazol.

isi sekum diambil dan diwarnai ( biasanya He


pewarnaannya).
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: bentuk dari parasit ini
secara morfologis lebih besar daripada
trichomonas foetus, pada preparat di luar
tubuh parasit terdapat mikroflora usus yang
berbentuk seperti batang yang tersebar
karena sediaan diambil dari sekum tikus.

Histomonas maleagridis ( tipe jaringan )

Giardia lambia ( tropozoit )

Habitat : Hati dan sekum


Habitat : usus halus, ampedu dan ginjal
Inang definitif : Ayam dan kalkun ( unggas)
Inang definitif : manusia,kera dan babi.
Penyakit : Histomonosis, Black head ( kepala Penyakit : Giardiosis lambiosis

kebiruan)
Teknik identifikasi : Dengan cara biopsi
jaringan misal hati dilakukan pewarnaan, isi
dari sekum diambil dan diwarnai.
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: parasit ini adalah
flagelata satu-satunya yang dipelajari pada
praktikum ini yang induk semangnya di
unggas. Parasit ini bersifat pleomorfik(bisa
berubah tergantung ada di mana). Terdiri dari
tipe jaringan ( hati), tipe peralihan (lumen
sekum), tipe berflagelum (di rongga usus).
Penularan parasit ini bisa secara langsung
dan tidak langsung ( melalui vektor/inang
antara). Inang antara yang digunakan
biasanya adalah cacing heterakhis gallinae
yaitu cacing tidak berbursa phylum
nemathelminthes yang berhabitat si sekum.
Siklus hidupnya dalam cacing telah dibahas
di ringkasan 1. Gejala klinis yang khas pada
infeksi parasit ini adalah terjadi kebiruan
pada kepala atau sering disebut black head
desease dan menimbulkan terbentuknya
nodul-nodul di daerah habitatnya. Cara
membedakan parasit ini dengan jaringan
lainnya biasanya parasit ini berbentuk bulat
besar dan dikelilingi oleh sel hati, dan apabila
fokusnya tepat terlihat inti sel di tengahnya.

Teknik identifikasi : dengan pemeriksaan


tinja.
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: parasit ini sering
menyebabkan disentri atau diare pada
manusia. Parasit ini mempunyai bentuk
simetris bilateral dengan masing-masing 1
inti di sebelah kiri dan kanan sehingga sering
dikatakan berkacamata. Bagian yang
memisahkan sisi kiri dan kanan disebut
axostil dan mempunyai 4 pasang flagela.
Parasit ini mempunyai bagian badan yang
berfungsi untuk menempel yang berbentuk
seperti piringan yang disebut Sucker disk.
Secara umum bentuk kista dan tropozoit dari
parasit ini cenderung menyerupai bentuk
layang-layang.
Pengobatan
metronidazol.

dengan

Trypanosoma evansi ( stadium trypomastigot)

Habitat : Pembuluh darah

menggunakan

Inang definitif : kuda, sapi, anjing, kucing


Penyakit : Trypanosomosis, Surra disease
Teknik identifikasi : dibuat preparat ulas darah dan diwarnai dengan giemsa, CAT
Vektor : Lalat penghisap darah
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal yang harus diingat: penularan parasit ini biasa
melalui inang antara dan tidak melalui inang antara. Apabila melalui inang antara biasanya
ditularkan melalui lalat penghisap darah seperti tabanus, stomoxys dsb. Cara penularannya
bisa melalui stasion anterior dan prosterior. Caranya adalah
Stasion anterior :
Inang definitif terinfeksi- dihisap darahnya oleh lalat (mengandung trypanosoma)trypanosoma memperbanyak di dalam usus- trypanosoma (infektif) menuju saliva lalat- lalat
menggigit inang sehat.
Stasion prosterior :
Inang definitif terinfeksi- dihisap darahnya oleh lalat (mengandung trypanosoma)trypanosoma memperbanyak di dalam usus- trypanosoma (infektif) berkumpul di usus
belakang- lalat mengeluarkan feses- masuk ke luka terbuka hewan atau pakan hewan sehat.
Parasit ini adalah parasit yang hidup duluar sel darah, mempunyai membrana undulasi
yang sangat berkembang baik ( lebih baik dari tricomonas) dan terlihat jelas dalam preparat.
Stadium perkembangan terdiri dari Amastigot-promastigot-epimastigot- trypomastigot.
Dalam preparat adalah stadium trypomastigot dimana trypanosoma telah terbentuk sempurna
dengan inti sel besar ditengan dan membrana undulasi sempurna. Pengobatan dilakukan
dengan Suramin.

Ringkasan Materi Praktikum Protozoologi dan Teknik Identifikasi


Protozoa
Created by : R A A

Praktikum 4. Pada beberapa protozoa ada yang memiliki induk semang antara
diantaranya pada Toxoplasma dan Sarcocystis. Pada induk semang antara biasanya terjadi
tahap perkembangan parasit secara Aseksual (skizogoni). Sedangkan pada induk semang
akhir biasanya terjadi perkembangan secara Seksual ( gametogoni ).
Koksidiosis merupakan penyakit yang sangat sering terjadi pada ayam dimana
disebabkan oleh Eimeria sp. Eimeria ini mempunyai habitat secara umum pada usus tetapi
jenis eimeria yang hidup pada usus dibagi berdasarkan bagian usus diantaranya adalah : Yang
hidup di usus bagian atas (duodenum ) : E. Acervulina (salah satu contoh) , usus bagian
tengah (jejunum) : E. Maxima dan E.necatrix, Usus bagian belakang (ileum) : E. brunetti,
Sekum : E.tenella dan E. necatrix. Jenis Eimeria ini dibedakan berdasarkan ukuran dan
bentuk dari ookistanya. Gejala klinis yang khas terjadi pada ayam yang terkena koksidia ini
adalah diare berdarah yang biasanya disebabkan oleh E.tenella dan E. necatrix. Perubahan
patologi anatomi yang terlihat adalah terjadinya hemorragi pada sekum. Sedangkan pada
hewan yang terinfeksi oleh Eimeria acervulina yaitu ditemukan lesio putih berbentuk garisgaris pada daerah duodenum. Ookista merupakan fase infektif dari eimeria ini dimana ookista
yang bisa menginfeksi adalah ookista yang sudah bersporulasi. Eimeria memiliki fase sidup

Sporogoni, Gametozoni , dan Skizogoni. Pengobatan eimeria ini biasanya dilakukan dengan
cara pemberian antibiotik golongan Sulfa seperti : sulfadiazin, Sulfamerazin dll.
Famili : Sarcocystidae
Toxoplasma gondii

Sarcocystis

Habitat : Jantung, cairan cerebrospinal (otak),


retina mata, otot.
Induk semang antara : semua mamalia
termasuk manusia.
Induk semang akhir : Kucing
Penyakit : Toxoplasmosis
Teknik identifikasi : Pemeriksaan feses
dengan metode apung, Pembuatan preparat
ulas cairan cerebrospinal , biopsi jaringan,
test antigen toxoplasma pada darah (ELISA).
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: Bentuk dari parasit ini
seperti bulan sabit. Parasit ini mempunyai
dua jenis tipe reproduksi yaitu secara
aseksual (skizogoni) yang terjadi dalam
tubuh induk semang antara dan secara
seksual (gametogoni) yang terjadi dalam
tubuh induk semang akhir. Fase seksual dari
toxo ini terjadi dalam usus kucing dan disini
juga terjadi pembentukan ookista yang
merupakan fase infektif dari toxoplasma
( seperti kista pada balantidium, entamoeba
dll). Ookista ini dapat ditemukan pada feses
induk semang akhir (kucing). Toxoplasma
sering menyebabkan keguguran yang terjadi
pada trimester pertama. Biasanya yang khas
menjadi ciri kalau keguguran ini disebabkan
oleh toxoplasma adalah ditemukannya
endapan putih atau bercak-bercak pada

Habitat : Sel otot


Induk semang antara : sapi,kuda,babi
Induk semang akhir : Anjing dan kucing
Penyakit : Sarcocytosis
Teknik identifikasi : Teknik indentifikasi
keberadaan parasit adalah dengan cara
mengambil biopsi jaringan pada otot hewan
yang terinfeksi.
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: Fase infektif dari parasit
ini adalah kista berisi merozoit yang
bentuknya seperti biji mentimun. Parasit ini
dapat menghasilkan racun yang disebut
dengan sarcocystin.

sekitar placenta. Pada saat sebelum induk


semang antara ini hamil, toxoplasma ini akan
berdiam pada jaringan-jaringan tubuh
diantaranya adalah otot dan membentuk
sejenis kista.
Pengobatan : Clindamicin, Prymetamin
Eimeria sp. ( Eimeria tenella, necatrix, Cryptosporidium
maxima , acervulina dll)
Ookista Sudah bersporulasi :

Ookista Belum bersporulasi :

Habitat : Usus (secum)


Induk semang : Ayam
Penyakit : Koksidiosis
Teknik identifikasi : Pemeriksaan feses
dengan metode apung.
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: ( sebagian besar sudah
ditulis di bagian pendahualuan awal). Cara
membedakan
antara
ookista
yang
bersporulasi dengan yang belum bersporulasi
adalah pada ookista bersporulasi sudah dapat
ditemukan sporokista dengan sporozoit

Habitat : Usus
Induk semang : sapi, manusia
Penyakit : Cryptosporidiosis
Teknik identifikasi : Teknik indentifikasi
keberadaan parasit adalah dengan cara
membuat preparat ulas feses dan diwarnai
dengan teknik pewarnaan Ziel Nielsen.
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat:
Parasit ini sering
menyebabkan
diare
terutama
pada
ruminansia. Pada manusia jenis parasit ini
yang sering menginfeksi dan bersifat
zoonosis adalah Cryptosporidium parvum.
Bentuk ookista dari parasit ini yang sering
mencemari
lingkungan.
Ookista
dari
criptosporidium inio tahan terhadap klorin.
Merupakan agen zoonosis yang bersifat
obligat intraseluler parasit.
Daur hidup :
1. Eksitasi (pelepasan sporozoit infektif)
2. Merogoni (multifikasi aseksual dalam
sel epitel)
3. Gametogoni
4. Fertilisasi (penyatuan gamet)
5. Pembentukan dinding ookista
6. Sporogoni (pembentukan sporozoit
infektif)

dalam ookistanya. Pada satu ookista yang


sudah bersporulasi terdapat empat sporokista
dan dalam 1 sporokista terdapat 2 sporozoit.
Dimana apabila ookista yang sudah
bersporulasi termakan oleh ayam maka ayam
itu akan terinfeksi. Sebaliknya apabila
ookista yang belum bersporulasi termakan
oleh ayam maka ayam tidak akan terinfeksi
karena belum infektif.
Daur hidup terdiri dari 3 fase yaitu
a. Sporogoni : Ookista belum sporulasi
sporulasi (dipengaruhi suhu dan
lingkungan
b. Skizogoni (Aseksual) : Ookista yang
sudah sporulasi termakan inang
definitif sporozoit keluar (stadium
infektif)
menuju
usus
tropozoit skizon 1 pecah
mengeluarkan merozoit (gejala klinis
muncul)
membentuk
skizon
generasi II merozoit (mengandung
gamet jantan dan betina)
c. Gametogoni : Merozoit (mengandung
gamet jantan dan betina kawin)
Zygot ookista keluar kembali
lewat feses.
Pengobatan
dilakukan
dengan
cara
memberikan koksidiostat ( antibiotik
golongan sulfa atau Quinolon yang dicampur
dengan pakan). Mengapa dicampur dengan
pakan? Karena apabila kita ingin mengabati
koksidiosis, maka harus dalam fase merozoit,
karena pada fase skizon atau ookista, eimeria
akan berada di dalam epitel usus. Oleh
karena itu obat harus selalu ada dalam usus.

Parasit ini akan menimbulkan gejala klinis


yang parah apabila menyerang penderita
penyakit imunosupresi (AIDS dsb), untuk
criptosporidium parvum bisa mnyebabkan
gangguan pernafasan seperti bronhiolotis
atau pneumonia bahkan sampai penebalan
kantung ampedu.

Ringkasan Materi Praktikum Protozoologi dan Teknik Identifikasi


Protozoa
Created by : R A A

Praktikum 3 ini akan membahas tentang protozoa yang hidup di dalam sel darah
merah ( kecuali Leucocytozoon caulleryi) unggas dan mamalia.Secara umum parasit darah
ini seperti haematoproteus collumbae, babesia, itu akan menimbulkan gejala klinis yang
sangat luar biasa dan menimbulkan kematian apabila menyerang hewan muda. Hal ini
dikarenakan pada hewan muda sistim kekebalan tubuh belum terbentuk secara sempurna. Jika
menyerang pada hewan dewasa biasanya gejala klinisnya tidak terlihat dan hewan dewasa ini
hanya bertindak sebagai pembawa ( carrier). Penularan dari parasit darah ini adalah melalui
siklus tidak langsung yaitu melalui inang antara yang pada umumnya melalui caplak dan
nyamuk. Siklus hidupnya dibagi menjadi dua yaitu siklus hidup di dalam inang definitif dan
didalam tubuh inang antara. Secara sederhana dapat ditulis sebagai berikut :
1. Dalam tubuh Inang antara ( vektor) :
Inang definitif terinfeksi ( mengandung merozoit dimana ada sel gamet jantan dan betina)
dihisap oleh inang antara ( serangga, caplak atau nyamuk)- merozoit masuk- dalam tubuh
inang antara sel gamet jantan dan betina melakukan proses reproduksi seksual- menghasilkan
ookinet ( zigot yang bisa bergerak)- ookista- menuju saliva- berubah menjadi sporozoit.
2. Dalam tubuh inang definitif
Inang antara ( ada sporozoit di salivanya) menggigigit inang definitif- sporozoit masukberubah menjadi skizon ( stadium skizogoni)- skizon ( tropozoit) masuk dalan sel darah
merah- bertambah banyak- sel darah merah pecah- keluar menjadi merozoit- inang definitif
mulai menampakan gejala klinis.
Fase infektif dari parasit darah ini pada umumnya adalah sporozoit ( di saliva)dimana
ditularkan melalui gigitan inang antara. Fase merozoit adalah ketika parasit darah ini keluar
dari sel darah merah dengan jumlah yang banyak dan menyebabkan lisisnya sel darah merah.
Pada fase Merozoit inilah inang definitif menunjukan gejala klinis yang hebat ( parah). Gejala
klinis dari parasit darah ini umumnya tidak kersifat patognomonis. Gejala klinis yang
ditimbulkan hampir sama yaitu anemia, ikterus, demam dsb.
Secara umum parasit darah akan menyebabkan anemia yaitu jenis anemia regeneratif.
Jenis anemia ini terjadi karena agen penyebab anemia ada di luar sum-sum tulang dan masih
ada respon pembentukan eritrosit muda (retikuloasit) dari sum-sum tulang. Sel darah akan
mengalami hemolisis karena parasit darah dan kadar bilirubin unconjugate akan meningkat
sehingga biasanya terjadi ikterus atau jaundice.

Parasit yang hidup di sel darah merah unggas


Leucocytozoon sabrazesi

Leucocytozoon caulleryi

Habitat : sel darah merah unggas( di dalam)


Inang definitif : ayam, burung (unggas)
Penyakit : Leucocytozoonosis
Teknik identifikasi : Pembuatan preparat ulas
darah
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: Parasit ini hidup didalam
sel darah dimana menimbulkan perubahan
pada sel darah merah unggas. Biasanya
bentuk sel darahnya berubah menjadi
memanjang dan intinya terdesak ke samping
oleh parasit. Inilah cara membedakan antara
parasit
ini
dengan
Haematoproteus
collumbae.
Parasit ini ditularkan melalui vektor
ektoparasit Simullium sp. Cara mengingat
vektor ingat awalan huruf spesiesnya ,
Leucocytoon sabrazesi ( sama2 S) .Dimana
stadium infektifnya adalah sporozoit.

Habitat : Sel darah merah unggas ( diluar)


Inang definitif : Ayam
Penyakit : Leucocytozoonosis
Teknik identifikasi : Preparat ulas darah
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: Parasit ini berbentuk
bulat besar dan hidup di luar sel darah merah,
tidak menyebabkan perubahan pada sel darah
merah. Vektor dari parasit ini adalah
Culicoides sp.Cara mengingat vektornya lihat
awalan huruf spesiesnya Leucocytozoon
Caulleryi ( sama2 C). Fase infektif yang
ditularkan Sporozoit.

Plasmodium gallinaceum

Haematoproteus collumbae

Habitat : sel darah merah unggas (dalam)


Inang definitif : ayam, burung ( unggas)
Penyakit : Malaria
Teknik identifikasi : preparat ulas darah
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: parasit ini terletak dalam
sitoplasma sel darah merang unggas dimana
biasanya jumlahnya hanya 1 dan berbentuk
berupa titik. Umumnya tidak menyebabkan
perubahan morfologis pada sel darah. Vektor
dari parasit ini adalah melalui nyamuk yaitu
aides, culex atau anopheles. Fase infektifnya
yang ditularkan melalui vektor nyamuk
adalah sporozoit.

Habitat : sel darah merah unggas ( dalam)


Inang definitif : burung merpati, ayam
Penyakit : Malaria burung
Teknik identifikasi : preparat ulas darah
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: parasit ini mempunyai
bentuk morfologis yang hampir sama dengan
leucocytozoon sabrazesi. Tetapi bedanya
adalah parasit ini tidak menimbulkan
perubahan morfologis pada sel darah merah
unggas. Dimana penampakan parasit ini
dalam sel darah merah menyerupai bulan
sabit dan dalam sel darah parasit ini
mengalami stadium gametosit. Vektor dari
parasit ini adalah: Hippobosca, culicoides.
Fase infektif yang ditularkan adalah
sporozoit.

Parasit darah yang hidup di sel darah merah Mamalia


Babesia bigemina
Theilleria sp.
Habitat : sel darah merah ( dalam)
Inang definitif : sapi, domba dll
Penyakit : Babesiosis
Teknik identifikasi : Preparat ulas darah
Keterangan ,teknik menebak parasit,
dan hal yang harus diingat: babesia
umumnya memiliki bentuk yang lebih
besar daripada theilleria dan jumlahnya
biasanya dalam sel darah lebih dari 1
dan dinding parasitnya jelas. Kadang
berbentuk seperti huruf V atau kadang

seperti huruf X dalam sel darah. Vektor


melalui caplak fase infektif sporozoit.
Gejala khas dari babesiosis adalah
terjadinya hemoglobinuria karena
kadar hame dalam darah akan
meningkat akibat dari lisisnya darah.
Pengobatan : Antibiotik turunan
Quinolon, Acridin atau diamidin.

Habitat : sel darah erah ( dalam )


Inang definitif : sapi domba dll
Penyakit : Theilleriosis
Teknik identifikasi : preparat ulas darah
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal yang
harus diingat: biasanya bentuknya lebih kecil dan
tipis dari babesia, dan jumlahnya tidak lebih dari 1
parasit biasanya dan bentuknya lebih tipis dari
babesia dan cenderung mirip pentol korek api.
berbentuk garis tipis dalam sel darah. Vektor
melalui caplak dan fase infektif sporozoit. Gejala
khas dari theileria ini adalah terjadinya
pembengkakan pada limfoglandula.

Anaplasma marginale dan centrale

Plasmodium barghei

Habitat : sel darah merah


Inang definitif : tikus
Penyakit : malaria
Teknik identifikasi : preparat ulas darah
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal
yang harus diingat: cara membedakan mana
plasmodium gallinaceum dan barghei adalah
dengan melihat bentuk dari sel darah merah.
Pada galiinaceum cel darah merah yang
Habitat : sel darah merah ( di dalam)
ditemukan adalah sel darah merah unggas
Inang definitif : sapi, domba, kuda, dll.
sedangkan pada barghei adalah sel darah
Penyakit : Anaplasmosis
merah mamalia. Dan cara membedakan
Teknik identifikasi : preparat ulas darah
Keterangan ,teknik menebak parasit, dan hal dengan babesia, biasanya pada plasmodium
yang harus diingat: cara membedakan mana ini dinding sel parasitnya tidak terlihat secara

anaplasma marginale dan centrale adalah tegas (jelas) seperti pada babesia ( analisis
dengan meliat letak dari parasitnya. sederhana).
Anaplasma marginale letaknya di samping
sel darah merah sedangkan yang centrale
adalah di tengah sel darah merah. Bentuk
parasit ini hampir sama dengan babesia
namun pada anaplasma bentuknya lebih kecil
daripada babesia dan hanya terdapat 1 parasit
saja. Yang patogen adalah anaplasma
marginale, sedangkan yang centrale umunya
tidak bersifat patogen. Vektornya adalah
caplak misal : boophilus microplus pada sapi.
Gejala klinis khas untuk anaplasma
marginale (patogen) adalah : bilirubinemua
dan bilirubinuria
Pengobatan : Tetracycline