Anda di halaman 1dari 19

Rangkuman Buku Media pembelajaran Pengarang: Prof. Dr.

Azhar
Arsyad, M.A.

PENDAHULUAN
Buku yang dirangkum berjudul Media Pembelajaran dikarang oleh
Prof. Dr. Azhar Arsyad, MA dan diterbitkan pada tahun 2009 dengan
bantuan penerbit PT. RajaGrafindo Persada yang berdaerah di
Jakarta. Buku ini memiliki 192 halaman dengan VII bab yang
membahas beberapa informasi dasar dan penting mengenai media
pembelajaran. Pada bab I dibahas mengenai pengertian media, bab
II fungsi dan manfaat media pendidikan, bab III dikenalkan beberpa
media pendidikan, bab IV membahas pemilihan media, bab V
penggunaan media, bab VI pengembangan media dan bab terakhir
atau bab VII dibahas mengenai evaluasi media pembelajaran.
RINGKASAN
Pengarang atau penulis merupakan seorang master agama maka
buku ini dibuat bukan hanya untuk pendidikan umum namun untuk
pendidikan agama juga karena didalamnya terdapat pemaparan
yang

kemudian

dikaitkan

dengan

penggunaan

media

dalam

keberlangsungan pendidikan agama. buku ini dapat membantu


pendidik dan mahasiswa untuk memahami, menggunakan dan
membuat media pendidikan, baik untuk pendidikan umum maupun
pendidikan agama sehingga dalam proses belajar dapat tercipta
suasana yang lebih baik, interaktif dan diminati oleh siswa. isi dari

buku ini dimulai dari hal-hal dasar mengenai media dan pemaparan
lebih rinci mengenai media dalam pendidikan.
Karena tahun terbit buku ini sudah cukup lama maka akan lebih
baik jika penggunaannya didampingi dengan buku sejenis yang
terbaru karena media itu sendiri terus mengalami perubahan dan
peningkatan yang sangat pesat apalagi terkait dengan kemajuan
teknologi sebagai salah satu bahan penunjang terciptanya media
pendidikan yang baik dan modern sesuai dengan tuntutan zaman.
RESUME BAB
(Ringkasan Bab I. Pengertian Media)
Interaksi

yang

terjadi

selama

proses

belajar

dipengaruhi

lingkungannya, yang antara lain terdiri atas murid, guru, petugas


perpustakaan, kepala sekolah, bahan atau materi pelajaran (buku,
modul, selebaran, majalah, rekaman, video atau audio, dan yang
sejenisnya), dan berbagai sumber belajar dan fasilitas (proyektor
overhead, perekam pita audio dan video, radio, televisi, komputer,
perpustakaan, laboratorium, pusat sumber belajar dan lain-lain).
Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang
cukup tentang media pembelajaran, yang meliputi (Hamalik,
1994:6):
1.

Media sebagai alat komunikasi untuk efektivitas proses


belajar mengajar;

2.

Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan;

3.

Seluk-beluk proses belajar;

4.

Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan;


dan

5.

Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran;

Heinich dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah medium


sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber
dengan penerima. Sedangkan AECT (Association of Education and
Communication Technology, 1997) memberi batasan tentang media
sebgai

segala

bentuk

dan

saluran

yang

digunakan

untuk

menyampaikan pesan atau informasi.


Ciri-ciri umum batasan tentang media dikemukakan sebagai berikut:
1.

Media

memiliki

pengertian

fisik

yang

umum

dikenal

sebagai hardware
2.

Media memiliki pengertian nonfisik yang umum dikenal


sebagai software

3.

Penekanan media terdapat pada visual dan audio

4.

Media memiliki pengertian sebagai alat bantu pada proses


belajar

5.

Media digunakan sebagai sarana komunikasi dan interaksi


antara guru dengan peserta didik

6.

Media digunakan secara masal

7.

Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang


berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.

Gerlach dan Ely (1971) mengemukakan tiga ciri media, diantaranya:

1.

Ciri Fiksatif (Fixative Property), ciri ini menggambarkan


kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan dan
merekonstruksi suatu peristiwa atau objek.

2.

Ciri

Manipulatif

(Manipulative

Property),

ciri

ini

menggambarkan kemungkinan transformasi suatu kejadian


atau objek.
3.

Ciri Distributif (Distributive Property), ciri ini menggambarkan


kemungkinan media mentransformasikan suatu peristiwa atau
objek melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut
disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus
pengalaman yang relative sama mengenai kejadian tersebut.

(Ringkasan Bab II. Fungsi dan Manfaat Media Pendidikan)


Levie dan Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media
pembelajaran, khususnya media visual yaitu fungsi atensi, fungsi
afektif, fungsi kognitif dan fungsi kompensatoris.
Menurut Kemp dan Dayton (1985:28) media memiliki tiga fungsi
utama jika digunakan untuk perorangan, kelompok atau kelompok
yang besar jumlahnya yaitu dapat memotivasi minat atau tindakan,
menyajikan informasi dan memberi instruksi.
Menurut Kemp dan Dayton (1985:3-4) mengemukakan beberapa
dampak positif penggunaan media pembelajaran, diantaranya:
1.

Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku;

2.

Pembelajaran bisa lebih menarik;

3.

Pembelajaran menjadi lebih interaktif;

4.

Waktu pembelajaran dapat lebih singkat;

5.

Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana terdapat


integrasi didalamnya;

6.

Pembelajaran dapat diberikan kapanpun dan dimanapun;

7.

Dapat meningkatkan sikap positif siswa; dan

8.

Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif

Sudjana

dan

Rivai

(1992:2)

mengemukakan

manfaat

media

pembelajaran dalam proses belajar siswa, diantaranya:


1.

Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa;

2.

Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya;

3.

Metode pembelajaran akan lebih bervariasi; serta

4.

Serta siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar


karena tidak hanya mendengarkan guru menerangkan saja.

Encyclopedia of Educational Research dalam Hamalik (1994:15)


merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut:
1.

Mengurangi verbalisme;

2.

Memperbesar perhatian siswa;

3.

Membuat pelajaran lebih mantap;

4.

Memberikan pengalaman lebih nyata di kalangan siswa dan


guru;

5.

Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu;

6.

Membantu

tumbuhnya

perkembangan

kemampuan

berbahasa; dan
7.

Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan


cara lain.

Dapat disimpulkan manfaat praktis dari media pembelajaran


diantaranya:
1.

Media dapat memperjelas penyajian informasi;

2.

Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan


perhatian peserta didik;

3.

Media dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan


waktu; serta

4.

Media dapat memberikan kesamaan pengalaman pada siswa


tentang informasi yang disampaikan.

(Ringkasan Bab III. Pengenalan Beberapa Media)


Berdasarkan

beberapa

perkembangan

teknologi,

media

pembelajaran dapat dikelompokan menjadi empat kelompok, yaitu


(1) media teknologi cetak, (2) media hasil teknologi audio-visual, (3)
media hasil teknologi berdasarkan komputer, dan (4) media hasil
gabungan teknologi cetak dan komputer.
Teknologi

cetak

adalah

cara

untuk

menghasilkan

atau

menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis


terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis. Ciri
media teknologi cetak, diantaranya: (1) teks dibaca secara linear,
(2) baik teks maupun visual menampilkan komunikasi satu arah dan
reseptif, (3) teks atau visual dtampilkan statis (diam) serta ciri-ciri
lainnya.
Teknologi

audio-visual

adalah

cara

menghasilkan

atau

menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis


dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audo dan visual. Ciri

utama teknologi audio-visual, diantaranya: (1) bersifat linear, (2)


menyajikan

visual

yang

dinamis,

(3)

telah

ditetapkan

oleh

perancang atau pemberi materi sebelumnya serta ciri-ciri lainnya.


Teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau
menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang
berbasis mikro-procesor. Berbagai jenis aplikasi teknologi berbasis
komputer

dalam

pembelajaran

sebagai computer-assisted

umumnya

instruction (pembelajaran

dikenal
dengan

bantuan komputer). Ciri umum media berbasis komputer ini,


diantaranya: (1) digunakan secara acak, (2) dapat digunakan
berdasarkan keinginan siswa atau perancang dan pembuatnya, (3)
gagasan-gagasan biasanya disajikan dalam gaya abstrak seperti
symbol, kata dan grafik, serta ciri umum lainnya.
Teknologi

gabungan

adalah

cara

untuk

menghasilkan

dan

menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa


bentuk media yang dikendalikan oleh komputer. Ciri umum media
berbentuk teknologi gabungan ini, diantaranya: (1) digunakan
secara acak, sekuensial, dan linear, (2) gagasan-gagasan disajikan
lebih

realistic

dalam

konteks

pengalaman

siswa

dan

yang

menurutnya relevan, (3) pengembangan dan penggunaan pelajaran


berdasar prinsip ilmu kognitif dan kontruktivisme, serta ciri-ciri
lainnya.
Pengelompokan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi
perkembangan teknologi oleh Seels & Glasgow (1990:181-183)
dibagi kedalam dua kategori luas, yaitu pilihan media tradisional
dan pilihan media teknologi mutakhir.

1.

Pilihan media tradisional

2.

Visual diam yang diproyeksikan (proyeksi opaque, proyeksi


overhead, slides, filmstrips

3.

Visual yang tak diproyeksikan (gambar, poster, foto, charts,


grafik, diagram, pameran, papan-info, papan-bulu)

4.

Audio (rekaman piringan, pita kaset, reel cartridge)

5.

Penyajian multimedia (slide plus suara, multi-image)

6.

Visual dinamis yang diproyeksikan (film, televise, video)

7.

Cetak (buku teks, modul, workbook, majalah ilmiah, lembaran


lepas)

8.

Permainan (teka-teki, simulasi, permainan papan)

9.

Realia (model, specimen, manipulative)

10. Pilihan media teknologi mutakhir


11. media berbasis telekomunikasi (teleconference, kuliah jarak
jauh)
12. media berbasis mikroprosesor (computer-assisted instruction,
permainan

komputer,

sistem

tutor

intelejen,

interaktif,

hypermedia, compact video disc).


(Ringkasan Bab IV. Pemilihan Media)
Heinich dan kawan-kawan (1982) mengajukan model perencanaan
penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah
ASSURE.

ASSURE

adalah

singkatan

dari Analyze

learner

characteristics, State objective, Select or modify media, Utilitize,


require learner response and educate yang mana dalam model ini
disarankan enam kegiatan dalam merencanakan pembelajaran,
yaitu:

1.

Menganalisis karakteristik umum sasaran;

2.

Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran;

3.

Memilih, memodifikasi, atau merancang dan mengembangkan


materi dan media yang tepat;

4.

Menggunakan materi dan media;

5.

Meminta tanggapan dari siswa; dan

6.

Mengevaluasi proses belajar.

Pada tingkatan umum dan menyeluruh pemilihan media dapat


didasarkan dengan mempertimbangkan factor-faktor seperti:
1.

Hambatan pengembangan dan pembelajaran;

2.

Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran;

3.

Mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan siswa;

4.

Tingkat kesenangan dan keefektifan biaya;

5.

Kemampuan akomodasi penyajian, kemampuan akomodasi


respon siswa, kemampuan akomodasi umpan balik, serta
memilih media primer dan sekunder

6.

Memperhatikan media sekunder.

Dari segi teori belajar dengan berbagai kondisi dan prinsip-prinsip


psikologis, pemilihan media dapat mempertimbangkan hal-hal
seperti:
1.

Motivasi;

2.

Perbedaan individual;

3.

Tujuan pembelajaran;

4.

Organisasi isi;

5.

Persiapan sebelum belajar;

6.

Emosi;

7.

Partisipasi;

8.

Umpan balik;

9.

Penguatan (reinforcement);

10. Latihan dan pengulangan; dan


11. Penerapan;
Kriteria pemilihan media pembelajaran diantaranya:
1.

Media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai;

2.

Media harus tepat untuk mendukung isi pembelajaran;

3.

Media harus praktis, luwes dan bertahan;

4.

Guru harus terampil menggunakannya;

5.

Media dapat mengelompokan sasaran; serta

6.

Media harus memiliki mutu teknis.

(Ringkasan Bab V. Penggunaan Media)


Media berbasis manusia merupakan media tertua yang digunakan
untuk mengirimkan dan mengkomunikasikan pesan atau informasi.
Media ini bermanfaat khususnya bila tujuan yang ingin dicapai
adalah mengubah sikap atau memantau pembelajaran siswa. Media
berbasis

manusia

mengajukan

dua

teknik

yang

efektif,

yaitu rancangan yang berpusat pada masalah dan bertanya


ala Socrates. Langkah-langkah rancangan jenis pembelajaran
adalah sebagai berikut:
1.

merumuskan masalah yang relevan;

2.

mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang sesuai


dengan masalah;

3.

ajarkan pentingnya pengetahuan dan bagaimana penerapan


pengetahuan itu untuk pemecahan masalah;

4.

tuntun eksplorasi siswa;kembangkan masalah dalam konteks


yang beragam;

5.

nilai pengetahuan siswa dengan memberikan masalah baru


untuk dipecahkan;

Media berbasis cetakan yang paling umum dikenal adalah buku


teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan lembaran lepas. Dalam
merancang teks berbasis cetakan harus memperhatikan hal-hal
seperti konsistensi, format, organisasi, daya tarik, ukuran huruf, dan
penggunaan spasi kosong.
Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang
peranan yang sangat penting dalam proses belajar. Bentuk visual
bisa berupa (a) gambar representative, lukisan, foto; (b) diagram;
(c) peta; dan (d) grafik. Ada beberapa prinsip umum tentang
penggunaan media visual secara efektif, diantaranya:
1.

usahakan

visual

sesederhana

mungkin

dalam

menggambarkan sesuatu;
2.

visual digunakan untuk menekankan informasi dan saran;

3.

gunakan grafik untuk menggambarkan ikhtisar keseluruhan


materi;

4.

ulangi sajian visual dan libatkan siswa untuk meningkatkan


daya ingatnya;

5.

gunakan

gambar

untuk

melukiskan

konsep;
6.

hindari visual tak berimbang;

perbedaan

konsep-

7.

tekankan kejelasan dan ketepatan dalam semua visual;

8.

visual yang diproyeksikan harus dapat terbaca dan mudah


dibaca;

9.

visual dalam bentuk diagram dapat membantu mempelajari


materi yag agak kompleks;

10. visual yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan gagasan


khusus akan efektif bila (1) jumlah objek visual dijaga agar
terbatas; (2) jumlah aksi terpisah; (3) semua objek dan aksi
dimaksudkan dilukiskan secara realistic untuk menghindari
penafsiran ganda;
11. unsur-unsur pesan dalam visual harus ditonjolkan;
12. caption harus disiapkan untuk (1) menambah informasi yang
sulit dilukiskan secara visual; (2) memberi nama orang,
tempat, atau objek; (3) menghubungkan antara kejadian atau
aksi dalam lukisan visual sebelum atau sesudahnya; (4)
menyatakan apa yang orang dalam gambar kerjakan, pikirkan
atau katakana;
13. warna harus digunakan secara realistic;
14. warna

dan

mengarahkan

pemberian
perhatian

bayangan
dan

digunakan

membedakan

untuk

komponen-

komponen;
Media berbasis audio-visual yang menggabungkan penggunaan
suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya.
Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audiovisual adalah penulisan naskah dan storyboard yang memerlukan
persiapan

banyak,

rancangan

dan

penelitian.

Ada

beberapa

petunjuk praktis untuk menulis naskah narasi, diantaranya:

1.

tulis singkat, padat dan sederhana;

2.

tulis seperti judul berita pendek dan tepat, berirama, dan


mudah diingat;

3.

tulisan tidak harus berupa tulisan yang lengkap;

4.

hindari istilah teknis;

5.

tulis dalam kalimat aktif;

6.

usahakan dalam satu kalimat tidak lebih dari 15 kata;

7.

setelah penulisan selesai, baca kembali narasi dengan suara


keras; dan

8.

edit serta revisi narasi seperlunya.

Storyboard

dikembangkan

dengan

memperhatikan

beberapa

petunjuk, seperti:
1.

penetapan jenis media visual yang akan digunakan;

2.

memikirkan peranan audio dalam program media;

3.

yakinkan seluruh isi pelajaran tercakup dalam storyboard;

4.

review storyboard;

5.

pemaparan storyboard;

6.

review dan kritik storyboard oleh anggota tim produksi;

7.

catat semua komentar, kritik, dan saran-saran; dan

8.

revisi persiapan akhir.

Media berbasis komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam


pendidikan dan pelatihan. Peran komputer sebagai pembantu dalam
tambahan belajar, pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi
materi pelajaran, latihan atau keduannya dikenal sebagai modus
CAI (Computer Assisted Instruction). Penggunaan komputer sebagai

media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional,


sebagai berikut:
1.

merencanakan,

mengatur

dan

mengorganisasikan

serta

menjadwalkan pengajaran;
2.

mengevaluasi siswa (tes);

3.

mengumpulkan data mengenai siswa;

4.

melakukan analisis statistik mengenai data pelajaran; dan

5.

membuat catatan perkembangan pembelajaran (kelompok


atau individu).

Format

penyajian

atas tutorial

pesan

dan

terprogram,

practice, dansimulasi. Tutorial

informasi

tutorial

dalam

intelejen,

terprogram

adalah

CAI

terdiri

drill

and

seperangkat

tayangan baik statis maupun dinamis yang telah lebih dulu


diprogramkan.. Tutorial intelejen berbeda dari tutorial terprogram
karena jawaban komputer terhadap pertanyaan siswa dihasilkan
oleh

intelegensia

terprogram

lebih

artifisial,
dulu

bukan

jawaban-jawaban

disiapkan

oleh

yang

perancang

pelajaran. Drill and practice digunakan dengan asumsi bahwa suatu


konsep, aturan atau kaidah, atau prosedur telah diajarkan kepada
siswa. Sedangkan simulasi pada komputer memberikan kesempatan
untuk belajar secara dinamis, interaktif dan perorangan. Berikut
adalah beberapa petunjuk untuk perwajahan teks media berbasis
komputer.
1.

layar/ monitor bukanlah halaman, tetapi penayangan yang


dinamis, bergerak berubah dengan perlahan-lahan;

2.

layar tidak boleh terlalu padat;

3.

pilihlah jenis huruf yang normal;

4.

gunakan antara tujuh sampai sepuluh kata per baris untuk


memudahkan pembacaan;

5.

tidak memenggal kata pada akhir baris; tidak memulai


paragraph pada baris terakhir dalam satu layar tayangan; tidak
mengakhiri paragraph pada baris pertama layar tayangan; dan
meluruskan baris kalimat pada sebelah kiri, namun disebelah
kanan lebih baik tidak lurus untuk memudahkan pembacaan;

6.

jarak dua spasi disarankan untuk tingkat keterbacaan yang


baik;

7.

pilih karakter huruf tertentu untuk judul dan kata-kata kunci,


missal cetak tebal, garis bawah, dan cetak miring;

8.

teks diberi kotak apabila teks itu berada bersamaan dengan


grafik atau representasi visual lainnya; serta

9.

konsistensi dengan gaya dan format yang dipilih.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan media


berbasis komputer, diantaranya:
1.

pertimbangan rancangan yang berpusat pada masalah, studi


kasus atau simulasi;

2.

buat penyajian instruksional singkat;

3.

berikan kesempatan interaksi sekurang-kurangnya 3 atau 4


layar tayangan;

4.

pertimbangkan desain agar tidak tercipta informasi secara


linear bagi siswa;

5.

pertimbangan

membolehkan

pemakai komputer lain; dan


6.

jangan memaksakan interaksi.

siswa

berinteraksi

dengan

Perpustakaan

merupakan

pusat

sarana

utama

akademis.

Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka berupa barang


cetakan seperti buku, majalah/ jurnal ilmiah, peta, surat kabar,
karya-karya tulis berupa monograf yang belum diterbitkan, serta
bahan-bahan non-cetakan seperti micro-fish, micro-film, foto-foto,
film, kaset audio/ video, lagu-lagu dalam piringan hitam, rekaman
pidato (documenter), dan lain-lain. Bahan-bahan yang tersedia itu
dapat dikelompokan ke dalam jenis (1) referensi, (2) reserve, (3)
pinjaman. Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar
secara efektif memerlukan keterampilan, sebagai berikut (Achsin,
1986):
1.

keterampilan mengumpulkan informasi;

2.

keterampilan

mengambil

intisari

dan

mengorganisasikan

informasi;
3.

keterampilan

menganalisis,

menginterpretasikan,

dan

mengevaluasi informasi; serta


4.

keterampilan menggunakan informasi.

(Ringkasan Bab VI. Pengembangan Media)


Media

berbasis

visual,

dalam

proses

penataan

itu

harus

diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu antara lain prinsp


kesederhanaan,

keterpaduan,

penekanan,

dan

keseimbangan.

Unsur-unsur visual yang selanjtnya perlu dipertimbangkan adalah


bentuk, garis, ruang, tekstur dan warna.
Gambar,

penamipalan

gambar

memiliki

tujuan

untuk

memvisualisasikan konsep yang ingin disampaikan pada siswa.

Gambar terdiri atas gambar jadi (gambar dari majalah,booklet,


brosur,

selebaran

dan

lain-lain)

serta

gambar

garis

(dapat

digunakan pada media flashcard/ kartu kecil yang berisi gambargambar, teks atau tanda symbol). strip story merupakan potonganpotongan kertas yang sering digunakan dalam pengajaran bahasa
asing. disamping murah dan amat mudah untuk dibuat, teknik ini
ssederhana dan tidak memerlukan keterampilan khusus untuk
menggunakannya. Papan kantong, untuk membuat papan kantong
diperlukan papan triplek atau kartu kata. Pada papan triplek
diletakan deretan kantong-kantong karton yang mana deretan
kantong-kantong ini kemudian dapat dipindah-pindahkan isi kertas
yang bertuliskan kata-kata. Fotografi, foto bisa memenuhi fungsi
sebagai pembangkit motivasi dan minat siswa, mengembangkan
kemampuan

siswa

dalam

berbahasa,

dan

membantu

siswa

menafsirkan serta mengingat isi pelajaran yang berkenaan dengan


foto-foto

tersebut.

pembelajaran

harus

Foto

yang

artistic

digunakan
dalam

arti

sebagai
foto

media
tersebut

mempertimbangkan factor-faktor seperti komposisi, pewarnaan


yang efektif, dan teknik pengambilan serta pemrosesan yang baik.
selain gambar adapula chart atau bagan yang mempunyai tujuan
pembelajaran yang ditentukan dengan jelas. sebaiknya chart itu
ditekan hingga hanya berisi informasi verbal dan visual yang
minimum untuk dapat dipahami.
(Ringkasan Bab VII. Evaluasi Media Pembelajaran)
Evaluasi media pembelajaran dapat diukur berdasarkan dua aspek
yang menunjukan keefektivan pelaksanaan proses instruksional,

yang diantaranya: bukti-bukti empiris mengani hasil belajar siswa


serta

bukti-bukti

yang

menunjukan

besarnya

kontribusi

(sumbangan) media atai media program terhadap keberhasilan dan


keefektivan proses instruksional.
Evaluasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti diskusi
kelas dan kelompok interview perorangan, observasi mengenai
perilaku siswa dan evaluasi media yang telah tersedia. Walker dan
Hess (1984:206) memberikan kriteria dalam mereview perangkat
lunak media pembelajaran yang berdasarkan kepada kualita:
1.

kualitas isi dan tujuan (ketepatan, kepentingan, kelengkapan,


keseimbangan, minat/ perhatian, keadilan, kesesuaian dengan
situasi siswa);

2.

kualitas
bantuan

instruksional
untuk

belajar,

(memberikan
kualitas

kesempatan

memotivasi,

belajar,

fleksibilitas

instruksionalnya, hubungan dengan program pembelajaran


lainnya, kualitas soal interaksi instruksionalnya, kualitas tes
dan penilaiannya, dapat memberi dampak bagi siswa, dapat
memberi dampak bagi guru dan pembelajarannya); dan
3.

kualitas teknis (keterbacaan, mudah digunakan, kualitas


tampilan/ tayangan, kualitas penayangan jawaban, kualitas
pengelolaan programnya dan kualitas pendokumentasiannya).
KESIMPULAN

Dalam proses pembelajaran kita sebagai pendidik khususnya


sangat penting untuk mengetahui mengenai media pembelajaran
untuk memfasilitasi terjadinya proses interaksi saat proses belajar

mengajar.

Pengetahuan

mengenai

media

pembelajaran

harus

diketahui dimulai dari hal yang dasar hingga perkembangannya


saat ini agar media yang digunakan relevan dan sesuai dengan
keadaan pada saat ini.

DAFTAR PUSTAKA
Arsayd,

Azhari.

(2009).

RajaGrafindo Persada.

Media

Pembelajaran.

Jakarta:

PT.