Anda di halaman 1dari 50
Menara Rajawali 11th Floor Mega Kuningan – Jakarta www.PremysisConsulting.com A Training Of Calibration &
Menara Rajawali 11th Floor
Mega Kuningan – Jakarta
www.PremysisConsulting.com
A Training Of
Calibration & Uncertainty
1

Calibration & Uncertainty

Calibration of Mass Calibration of Calibration of 4 Theory Dimension Temperature Opening Closing
Calibration of
Mass
Calibration of
Calibration of
4
Theory
Dimension
Temperature
Opening
Closing
of 4 Theory Dimension Temperature Opening Closing PREtest Purpose & Time-Table Quiz Game Simulasi POSTtest

PREtest

Purpose & Time-Table Quiz Game Simulasi

of 4 Theory Dimension Temperature Opening Closing PREtest Purpose & Time-Table Quiz Game Simulasi POSTtest 2
POSTtest 2
POSTtest
2
Course Purposes Memahami : a. Konsep dasar kalibrasi dan pengukuran ketidakpastian b. Dasar kalibrasi dan
Course Purposes
Memahami :
a. Konsep dasar kalibrasi dan
pengukuran ketidakpastian
b. Dasar kalibrasi dan
pengukuran ketidakpastian
pada alat ukur massa
09:00 – 09:30
09:30 – 10:15
c. Dasar kalibrasi dan
pengukuran ketidakpastian
pada alat ukur dimensi
Menangani :
a. Pelaksanaan kalibrasi
internal alat ukur massa dan
dimensi
b. Menganalisa data hasil
kalibrasi internal alat ukur
massa dan dimensi serta
menghitung
ketidakpastiannya
10:15 – 10:30
10:30 – 12:00
12:00 – 13:00
13:00 – 13:45
13:45 – 15:00
15:00 – 15:30
15:30 – 16:15
16:15 – 16:45
16:45 – 17:00
Opening & Pre Test
Theory of Calibration &
Uncertainty
Break
Calibration of Mass
Break
Calibration of Mass (cont)
Calibration of Dimension
Break
Calibration of Dimension (cont)
Post Test
Closing
c. Membuat laporan kalibrasi
3
back to main menu
Uncertainty (Ketidakpastian) 4
Uncertainty (Ketidakpastian)
4
Uncertainty?? 5
Uncertainty??
5
1
1

Teori Ketidakpastian

4
4

Lagkah-Langkah

Perhitungan

Ketidakpastian

2
2

Jenis Komponen Ketidakpastian

KETIDAKPASTIAN
KETIDAKPASTIAN
3
3

Sumber-Sumber

Ketidakpastian
Ketidakpastian
1 Apa itu Ketidakpastian? 1. Ketidakpastian adalah suatu parameter yang terkait dengan hasil pengukuran, mencirikan
1
Apa itu Ketidakpastian?
1. Ketidakpastian adalah suatu parameter yang terkait
dengan hasil pengukuran, mencirikan sebaran nilai-nilai
yang dianggap mewakili besaran yang diukur
Menghitung
rentang
tersebut
disebut
sebagai
pengukuran ketidakpastian.
2. Menurut ISO Gum,
Uncertainty
is
defined
“A
parameter,
associated
with
a
result
of
a
measurement,
that
characterizes
the
dispersion
of
the
values
that
could
reasonable
be
attributed
to
the
measurand
(2.1.1 VIM – International Vocabolary of Basic and General
Terms in Metrology)
7
Apa Kaitan Ketidakpastian dan Kesalahan ? Ketidakpastian memadukan semua faktor terkait dengan kesalahan pengukuran yang
Apa Kaitan Ketidakpastian dan Kesalahan ?
Ketidakpastian memadukan semua faktor terkait
dengan kesalahan pengukuran yang tidak diketahui
(tidak pasti ) menjadi suatu rentang tunggal.
Sumbernya :
• Sampling
• Preparasi Contoh
• Kalibrasi alat ukur
• Metoda uji
• Kesalahan random dan sistematik lainnya
( personel,kondisi lingkungan dll )
8
Darimana Sumber Ketidakpastian ? • Data dari validasi metode • Data dari CRM • Spesifikasi
Darimana Sumber Ketidakpastian ?
• Data dari validasi metode
• Data dari CRM
• Spesifikasi Pabrik
• Data dari kolaborasi trial /PT/QC
• Berdasarkan data pengalaman /atau data pustaka
PT= Proficiency Testing ( uji banding )
QC= Quality Control
9
10
10
2 Apa Jenis Komponen Ketidakpastian ? • TIPE A Adalah ketidakpastian yang dievaluasi dengan metode
2
Apa Jenis Komponen Ketidakpastian ?
• TIPE A
Adalah ketidakpastian yang dievaluasi dengan metode
analisis statistik dari serangkaian pengukuran.
• TIPE B
Adalah ketidakpastian yang dievaluasi dengan cara
selain analisis statistik dari serangkaian pengukuran,
misalnya berdasarkan informasi yang dapat dipercaya
(perkiraan).
JCGM 100:2008 ;
GUM 1995 with minor corrections
Guide to the expression of uncertainty in measurement
11
Tipe A Ketidakpastian baku disini adalah standar deviasi dari rata-rata (standard deviation of the mean)
Tipe A
Ketidakpastian baku disini adalah standar deviasi dari rata-rata
(standard deviation of the mean)
u (Xi) = s (Xi)/√n
CONTOH :
Massa bahan baku 10 kali penimbangan (g)
10,0001
10,0000
10,0002
10,0002
10,0001
10,0000
10,0001
10,0000
10,0002
10,0000
 Massa rata-rata = 10,00009 g
 S (simpangan baku contoh) = ± 0,000088 g
 Ketidakpastian baku (u) = 0,000088/ √10
= 0,0000278 g
12
Tipe A Apabila pengujian dilakukan hanya dari 1 kali pengukuran (single measurement) maka ketidakpastian baku
Tipe A
Apabila pengujian dilakukan hanya dari 1 kali pengukuran (single
measurement) maka ketidakpastian baku disini adalah standar deviasi
sebagaimana adanya
u (Xi) = s (Xi)
CONTOH :
• Penimbangan berulangkali dari standar massa 10 g pada sebuah neraca
memberikan nilai simpangan baku (s) sebesar 0,000088 g
• Suatu bahan dengan massa ± 10 g ditimbang sebanyak 1 kali
menggunakan neraca di atas
• Ketidakpastian baku (u) dari 1 kali penimbangan bahan tersebut adalah :
s/√n=s/√1
u = 0,000088 g
13
Tipe A Apabila pengujian dilakukan dengan beberapa set pengulangan:  Akan dihasilkan lebih dari satu
Tipe A
Apabila pengujian dilakukan dengan
beberapa set pengulangan:
 Akan dihasilkan lebih dari satu
rata-rata
 Simpangan baku (s) yang
direkomendasikan untuk
digunakan adalah s rata-rata
S(x) = ∑si / n
14
Pengujian dengan 3 Set Pengulangan Kadar Air Kadar Air Kadar Air rendah medium tinggi 1
Pengujian dengan 3 Set Pengulangan
Kadar Air
Kadar Air
Kadar Air
rendah
medium
tinggi
1 2,99
5,01
7,51
2 2,97
4,97
7,49
3 3,00
5,02
7,50
4 3,03
5,02
7,49
5 3,02
5,02
7,52
6 3,03
5,04
7,50
7 2,96
4,98
7,54
8 3,00
5,01
7,49
9 3,02
5,01
7,47
10 2,98
5,00
7,47
Rata-rata
3,00
5,01
7,50
s
0,025
0,020
0,021
sx = ∑si / n
= (0,025+0,020+0,021) / 3 = 0,022
15
Bagaimana halnya dengan ketidakpastian bakunya ? • Pengujian kadar air yang berulangkalil yang berasal dari
Bagaimana halnya dengan
ketidakpastian bakunya ?
• Pengujian kadar air yang berulangkalil yang berasal dari tiga set
pengulangan (kadar air rendah, sedang dan tinggi) memberikan nilai
simpangan baku (s) rata-rata sebesar 0,022
• Apabila pengulangan di atas tidak dilakukan sendiri (misal diambil dari
data validasi metode, yang pernah dilakukan sebelumnya) maka
ketidakpastian baku (u) dari pengujian kadar air tersebut adalah: 0,022
akan tetapi
• Apabila percobaan pengulangan di atas dilakukan sendiri,maka
ketidakpastian baku (u) dari pengujian kadar air tersebut adalah :
0,022/√10 = 0,007
16
PERHITUNGAN KETIDAKPASTIAN BAKU • JikaSD digunakan sebagaimana adanya u (x) = s • Jika tingkat
PERHITUNGAN KETIDAKPASTIAN BAKU
• JikaSD digunakan sebagaimana adanya
u (x) = s
• Jika tingkat kepercayaan 95 % , maka dibagi 2 atau
(1,96)
u (x) = BK / 2 atau BK / 1,96
Catatan : BK = Besarnya Ketidakpastian ( dari cuplikan )
• Jika tingkat kepercayaan 99 % ,maka dibagi 3 atau
(3,090)
u (x) = BK / 3 atau BK / 3,090
Catatan : Tingkat kepercayaan = Confidence Interval = Level of Confidence
17
PERHITUNGAN KETIDAKPASTIAN BAKU • Untuk nilai u yang berkaitan dengan nilai rata-rata dari n pengamatan,
PERHITUNGAN KETIDAKPASTIAN BAKU
• Untuk nilai u yang berkaitan dengan nilai rata-rata dari n
pengamatan, maka
u (x) = s / √n
• Untuk distribusi rektangular  Distribusi Segitiga (Digital)
u (x) = s / √3
• Untuk distribusi triangular  Distribusi Segiempat (Analog)
u (x) = s / √6
Catatan : Apabila tidak ada informasi tambahan mengenai
spesifikasi suatu alat atau bahan, maka selalu diasumsikan
distribusi rektangular
18
Tipe B Ketidakpastian baku disini dievaluasi oleh pertimbangan ilmiah, berdasarkan pada semua informasi yang tersedia
Tipe B
Ketidakpastian baku disini dievaluasi oleh
pertimbangan ilmiah, berdasarkan pada semua
informasi yang tersedia tentang variabilitas yang
mungkin dari xi dan berdasarkan informasi yang
dapat dipercaya
(selain analisis statistik)
Perkiraan xi diambil dari :
 Pengukuran data sebelumya
 Spesifikasi Pabrikan
 Sertifikat kalibrasi
 Handbook
 Katalog
 Atau sumber lain
JCGM 100:2008 ;
GUM 1995 with minor corrections
Guide to the expression of uncertainty in measurement
19
Evaluasi Tipe B Jenis Sebaran (Distribusi) Faktor Cakupan (K) Tipe Alat Distribusi √3 Digital Segiempat
Evaluasi Tipe B
Jenis Sebaran
(Distribusi)
Faktor
Cakupan (K)
Tipe Alat
Distribusi
√3
Digital
Segiempat
Distribusi
√6
Analog
Segitiga
Distribusi
2
Standar
Normal
ketidakpastian
20
Faktor Cakupan & Tingkat Kepercayaan 1. Tingkat kepercayaan  batas kepercayaan hasil pengukuran Tingkat Faktor
Faktor Cakupan & Tingkat Kepercayaan
1. Tingkat kepercayaan
 batas kepercayaan
hasil pengukuran
Tingkat
Faktor Cakupan
2. Faktor Cakupan 
Pengali nilai
ketidakpastian
Kepercayaan
(K)
68 %
1
95 %
Berdasarkan teori
statistik
99,73 %
3
21
Contoh : Tipe B (Ketidakpastian) Misalnya : a. Ketidakpastian akibat keterbatasn resolusi alat, b. Ketidakpastian
Contoh : Tipe B (Ketidakpastian)
Misalnya :
a. Ketidakpastian akibat keterbatasn resolusi alat,
b. Ketidakpastian standar (diperoleh dari sertifikat
kalibrasi)
22
Contoh : Tipe B (Kemurnian Bahan) Kemurnian dari kadmium dalam sertifikat kalibrasi yaitu : 0,9999
Contoh : Tipe B (Kemurnian Bahan)
Kemurnian dari kadmium dalam sertifikat kalibrasi
yaitu :
0,9999 ± 0,00001
Karena tidak ada informasi tambahan mengenai nilai
ketidakpastian ini, maka diasumsikan distribusinya
rektanguler
• Ketidakpastian baku disini adalah :
u = s / √3 = 0,000058
u = 0,0001 / √3 = 0,000058
Contoh Tipe B (Labu Takar) Spesifikasi pabrik untuk labu takar 100 ml kelas A adalah
Contoh Tipe B (Labu Takar)
Spesifikasi pabrik untuk labu takar 100 ml kelas A
adalah :
± 0,08 ml
Ketidakpastian baku dari volume labu takar :
= 0,08 / √3
= 0,046 ml
Ket :
Jika tidak ada informasi, maka diasumsikan distribusi rektangular
24
Contoh Tipe B (Pipet) Spesifikasi dari pabrik untuk pipet 2 ml kelas A adalah ±
Contoh Tipe B (Pipet)
Spesifikasi dari pabrik untuk pipet 2 ml kelas A adalah
± 0,01 ml
Ketidakpastian baku dari volume larutan yang
dipindahkan menggunakan pipet ini adalah :
= 0,01 / √3
= 0,006 ml
25
Contoh Tipe B (Neraca) Pada sertifikat kalibrasi dari neraca 4 digit dinyatakan : Ketidakpastian =
Contoh Tipe B (Neraca)
Pada sertifikat kalibrasi dari neraca 4 digit dinyatakan :
Ketidakpastian = ± 0,0004 g ;
Tingkat kepercayaan 95 % dengan faktor cakupan (k) = 2 
Distribusi Normal
Ketidakpastian baku
= 0,0004 / 2 = 0,0002 g
Ket :
Jika tidak ada informasi, maka harus distribusi normal
26
Banyak sekali faktor ketidakpastian? 27
Banyak sekali
faktor
ketidakpastian?
27
Sumber-Sumber Ketidakpastian 3 Sumber-sumber ketidakpastian meliputi : 1. Personil 2. Sample 3. Persiapan Sample 4.
Sumber-Sumber Ketidakpastian
3
Sumber-sumber ketidakpastian meliputi :
1. Personil
2. Sample
3. Persiapan Sample
4. Kondisi Sample
5. Bahan Acuan Material
6. Jumlah Sample
7. Peralatan
8. Pergantian Operator
9. Kondisi Lingkungan
10. Metode Pengukuran
11. Sumber-sumber lainnya
28
Sumber-Sumber Ketidakpastian 3 1. Personel - Memastikan kompetensi personel (personel manajerial, personel teknis,
Sumber-Sumber Ketidakpastian
3
1. Personel
- Memastikan kompetensi personel
(personel manajerial, personel teknis, personel pendukung
inti)
Pendidikan
Training
Keterampilan
Pengalaman
- Perbedaan sensitivitas pada pengukuran mekanik
- Perbedaan
interpretasi
pada
pembacaan
alat
ukur
analog
ISO 17025 : 2005, Pasal 5.2
Sumber-Sumber Ketidakpastian 3 2. Kondisi Lingkungan - Suhu  Mengubah dimensii Temperatur Kelembaban dan tahanan
Sumber-Sumber Ketidakpastian
3
2. Kondisi Lingkungan
- Suhu
 Mengubah dimensii
Temperatur
Kelembaban
dan tahanan
- Kelembaban & Tekanan Udara
 Mempengaruhi gaya tekan
Kebisingan
Debu
ke atas (buoyancy) pada
pengukuran massa
Tingkat Bunyi
Kebersihan
- Interferensi elektromagnetik
 mempengaruhi sensor alat
ukur elektronik
Getaran
Kondisi
Tempat Kerja
ISO 17025 : 2005, Pasal 5.3
Sumber-Sumber Ketidakpastian 3 3. Metode - Misalnya Metode Metode Kalibrasi yang digunakan, Validasi -
Sumber-Sumber Ketidakpastian
3
3. Metode
- Misalnya
Metode
Metode
Kalibrasi
yang
digunakan,
Validasi
- Pengukuran
langsung
vs
Komparasi/Perbandingan
ketidakpastian
- Pengukuran kontak vs non-kontak
Pengukuran non kontak mengurangi efek perubahan
pada benda ukur
- Penentuan titik ukur
Banyaknya
dan
posisi
titik
ukur
bisa
mempengaruhi
ketidakpastian
ISO 17025 : 2005, Pasal 5.4
Sumber-Sumber Ketidakpastian 3 4. Peralatan - Bidang pada pengukuran dimensi belum rata - Kabel penghubung
Sumber-Sumber Ketidakpastian
3
4. Peralatan
- Bidang pada pengukuran dimensi belum rata
- Kabel penghubung multimeter mempunyai tahanan 
mempengaruhi pengukuran tegangan
- Media kalibrasi termometer belum tentu homogen
ISO 17025 : 2005, Pasal 5.4
32
Sumber-Sumber Ketidakpastian 3 5. Pembulatan nilai ukur akibat keterbatasan daya baca alat  Resolusi Alat
Sumber-Sumber Ketidakpastian
3
5. Pembulatan nilai ukur akibat keterbatasan daya baca
alat  Resolusi Alat Ukur
Contoh :
Sebuah alat mempunyai resolusi 1 mm
Sehingga dari hasil pembacaan pada alat ukur akan dibulatkan.
- Jika
nilai
ukur
antara
13,5
mm
dan
14,5
mm
akan
ditampilkan
(dibulatkan) menjadi 14 mm.
- Ada ketidakpastian sebesar ± 0,5 mm
- Ketidakpastian akibat pembulatan adalah sebesar
U
= ± (½ resolusi alat)
U
= ± 0,5
ISO 17025 : 2005, Pasal 5.5
Sumber-Sumber Ketidakpastian 3 6. Ketidakpastian standar acuan (ketidakpastian diperoleh dari sertifikat) Informasi
Sumber-Sumber Ketidakpastian
3
6. Ketidakpastian standar acuan (ketidakpastian diperoleh
dari sertifikat)
Informasi yang tercantum pada sertifikat misalnya adalah
a.
Nilai Faktor Koreksi (K) , yang ditentukan dari kalibrasi
terhadap standar yang lebih tinggi (x+K)
Nilai koreksi bisa bernilai positif atau negatif
b. Nilai Ketidakpastian (U), yang bernilai +/-
Model Matematis :
T = X ± U
ISO 17025 : 2005, Pasal 5.6
Sumber-Sumber Ketidakpastian 3 7. Perubahan penunjukan pada pengukuran berulang Contoh : Pengukuran pada suatu alat
Sumber-Sumber Ketidakpastian
3
7. Perubahan penunjukan pada pengukuran berulang
Contoh : Pengukuran pada suatu alat menunjukan nilai
(diambil 10 data)
Nilai rata-rata mempunyai
ketidakpastian, bergantung
pada banyaknya pengukuran
ISO 17025 : 2005, Pasal 5.7
35
Sumber-Sumber Ketidakpastian 3 8. Sifat Benda Ukur  Penanganan baran yang dikalibrasi - Nilainya bisa
Sumber-Sumber Ketidakpastian
3
8.
Sifat
Benda
Ukur
Penanganan
baran
yang
dikalibrasi
- Nilainya bisa berubah akibat interaksi dengan alat ukur
- Akibat transfer panas antara termometer dan substansi yang
diukur
- Akibat deformasi pada benda ukur sehingga dimensi berubah
- Tebal sebuah balok bervariasi dititik yang berbeda
- Suhu disebuah ruangan bervariasi ditempat yang berbeda
ISO 17025 : 2005, Pasal 5.8
Sumber-Sumber Ketidakpastian 3 9. Sumber-Sumber Lainnya - Ketidakpastian akibat tidak presisinya perhitungan -
Sumber-Sumber Ketidakpastian
3
9. Sumber-Sumber Lainnya
- Ketidakpastian akibat tidak presisinya perhitungan
- Kesalahan dalam pemakaian alat ukur
- Ketidakpastian konstanta yang dipergunakan dalam perhitungan
Langkah-Langkah Perhitungan Ketidakpastian 4 1) Membuat model matematis pengukuran 2) Menentukan sumber-sumber
Langkah-Langkah Perhitungan
Ketidakpastian
4
1)
Membuat model matematis pengukuran
2)
Menentukan
sumber-sumber
ketidakpastian
(komponen)
3)
4)
5)
6)
ketidakpastian yang signifikan
Melakukan evaluasi/perhitungan ketidakpastian baku untuk
tiap komponen menurut jenisnya (Tipe A atau Tipe B)
Menentukan ketidakpastian gabungan
Menentukan ketidakpastian terentang (bentangan)
Melaporkan nilai ketidakpastian
38
Membuat Model Matematis 1) 2) Kalibrasi  Menentukan Koreksi Model matematis , secara umum :
Membuat Model Matematis
1)
2)
Kalibrasi  Menentukan Koreksi
Model matematis , secara umum :
T
= ( X + K )± U
T
= X ± U
Keterangan :
T
= Nilai besaran ukur
X
= Rata-rata hasil pengukuran (dari standar)
K
= Koreksi (selalu ditambahkan)
U
= Ketidakpastian (+/-)
3)
Model
matematis
untuk
mengidentifikasi
sumber-sumber
ketidakpastiannya
39
Menentukan & Mengevaluasi Perhitungan sumber-sumber ketidakpastian 1) Ketidakpastian pengukuran berulang  Tipe A
Menentukan & Mengevaluasi Perhitungan
sumber-sumber ketidakpastian
1)
Ketidakpastian pengukuran berulang  Tipe A
a) Hitung nilai rata-rata (mean value)
b) Hitung simpangan baku (standar deviasi)
40
Menentukan & Mengevaluasi Perhitungan sumber-sumber ketidakpastian 1) Ketidakpastian pengukuran berulang  Tipe A
Menentukan & Mengevaluasi Perhitungan
sumber-sumber ketidakpastian
1)
Ketidakpastian pengukuran berulang  Tipe A
41
Menentukan & Mengevaluasi Perhitungan sumber-sumber ketidakpastian 2) Ketidakpastian dari standar acuan (diperoleh
Menentukan & Mengevaluasi Perhitungan
sumber-sumber ketidakpastian
2) Ketidakpastian dari standar acuan (diperoleh dari sertifikat) 
Tipe B
a.
Pada
umumnya,
sertifikat
kalibrasi
mempunyai
tingkat
kepercayaan 95%  faktor cakupan (k) bernilai = 2
b.
Ketidakpastiannya dari standar acuan :
Ket :
42
Menentukan & Mengevaluasi Perhitungan sumber-sumber ketidakpastian 3) Pembulatan nilai ukur akibat keterbatasan daya
Menentukan & Mengevaluasi Perhitungan
sumber-sumber ketidakpastian
3) Pembulatan nilai ukur akibat keterbatasan daya baca alat
(resolusi)  Tipe B
43
Menentukan Ketidakpastian Gabungan 1. Ketidakpastian dari pengukuran berulang 2. Ketidakpastian dari standar
Menentukan Ketidakpastian Gabungan
1. Ketidakpastian
dari
pengukuran
berulang
2. Ketidakpastian
dari
standar
acuan
(sertifikat kalibrasi)
3. Ketidakpastian dari resolusi alat ukur
44
Menentukan Ketidakpastian Rentangan 1. Pada sertifikat kalibrasi, secara umum menggunakan tingkat kepercayaan 95% 2.
Menentukan Ketidakpastian Rentangan
1. Pada sertifikat kalibrasi, secara umum menggunakan tingkat
kepercayaan 95%
2. Sesuai ketetapan tingkat kepercayaan 95%  nilai faktor
cakupan = 2
3. Rumus perhitungan :
U = k x ; U = 2 x
Ket :
U
= Ketidakpastian terentang pada tingkat kepercayaan 95%
Uc
= Nilai Ketidakpastian gabungan
Nilai ketidakpastian terentang  yang dilaporkan pada sertifikat
kalibrasi
45
Pelaporan Ketidakpastian 1. Nilai ketidakpastian dicantumkan bersamaan hasil pengukuran 2. Rumus perhitungan : T =
Pelaporan Ketidakpastian
1. Nilai ketidakpastian dicantumkan bersamaan hasil pengukuran
2. Rumus perhitungan :
T = X ± U
Ket :
T
= Nilai alat ukur yang dikalibrasi
X
= Rata-rata hasil pengukuran
U
= Ketidakpastian pengukuran
Bahwa
hasil
kegiatan
kalibrasi
tidak
bisa
menentukan
alat
ukur
layak atau tidak layak ?
Contoh Soal Perhitungan Ketidakpastian 1. Sebuah komponen berupa silinder mempunyai spesifikasi diameter 20 mm dengan
Contoh Soal Perhitungan Ketidakpastian
1. Sebuah komponen berupa silinder mempunyai spesifikasi
diameter 20 mm dengan toleransi ± 0,01 mm. untuk mengetahui
apakah komponen tersebut memenuhi spesifikasinya, dilakukan
pengukuran menggunakan mikrometer digital. Pengukuran
dilakukan sebanyak 6 kali . Mikrometer yang digunakan
mempunyai daya baca 0,001 mm.
Berikut data hasil pengukuran :
20,004 ; 20,005 ; 20,006 ; 20,005 ; 20,007 ; 20,005
Dari sertifikat kalibrasi diketahui ketidakpastian mikrometer sebesar
2,6 10 95%.
Tentukan apakah alat ukur diatas masih layak pakai atau tidak ?
47
Contoh Soal Lanjutan 1. Sebuah komponen berupa silinder mempunyai spesifikasi diameter 10 mm dengan toleransi
Contoh Soal Lanjutan
1. Sebuah komponen berupa silinder mempunyai spesifikasi
diameter 10 mm dengan toleransi ± 0,3 mm. untuk mengetahui
apakah komponen tersebut memenuhi spesifikasinya, dilakukan
pengukuran menggunakan caliper analog . Pengukuran dilakukan
sebanyak 3 kali . Caliper analog yang digunakan mempunyai daya
baca 0.1 mm.
Berikut data hasil pengukuran :
10.2 ; 10.1 ; 10.3
Dari sertifikat kalibrasi diketahui ketidakpastian mikrometer sebesar
2 10
95%.
Tentukan apakah alat ukur diatas masih layak pakai atau tidak ?
48
Contoh Soal Perhitungan Ketidakpastian Urutan Pengerjaan, berdasarkan contoh soal : 1. Model Matematis : T
Contoh Soal Perhitungan Ketidakpastian
Urutan Pengerjaan, berdasarkan contoh soal :
1. Model Matematis : T = X + K
2. Ketidakpastian dari pengukuran berulang  Tipe A
* Simpangan Baku :
3. Ketidakpastian dari standar (acuan)  Tipe B
4. Ketidakpastian dari daya baca (resolusi)  Tipe B
5. Ketidakpastian Gabungan
6. Ketidakpastian Terentang
7. Hasil Pelaporan
49
50
50