Anda di halaman 1dari 4

EKOSISTEM PADANG RUMPUT

A. Pengertian Ekosistem Padang Rumput

Padang rumput adalah dataran tanpa pohon (kecuali yang berada di dekat sungai atau
danau) yang umumnya ditumbuhi rumput pendek. Ekosistem padang rumput adalah
ekosistem yang ditandai dengan adanya pohon-pohon kecil yang banyak saling berjauhan satu
sama lain sehingga kanopi tidak tertutup, bahkan ada yang mengatakan bahwa savanna
padang rumput tidak ada pohon. Padang Rumput juga ditandai dengan ketersediaan air
musiman, dengan mayoritas curah hujan terbatas pada satu musim. Padang Rumput yang
berhubungan dengan beberapa jenis bioma. Padang Rumput sering berada di antara zona
transisi antara hutan dan padang pasir atau padang rumput. Savanna mencakup 20% dari luas
lahan bumi. Wilayah terbesar adalah savana di Afrika. Di Indonesia wilayah padang rumput
berada di pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, karena pada daerah tersebut memiliki musim
kering yang panjang dan musim penghujan yang pendek. Biasanya padang rumput terletak di
daerah yang memiliki ketinggian sekitar 900-4000 m diatas permukaan laut. Tumbuhan utama
adalah terna (herbs) dan rumput, karena itu di wilayah ini banyak hidup hewan pemakan
rumput seperti zebra, bison, jerapah dan lain-lain. Disamping itu, banyak pula ditemukan
hewan pemangsa seperti singa, anjing liar, srigala, ular dan lain-lain. Padang rumput ini
terjadi secara alami disebabkan adanya cuaca yang mempengaruhi rendahnya curah hujan.
Curah hujan yang rendah mengakibatkan tumbuhan kesulitan untuk menyerap air, sehingga
tumbuhan yang dapat bertahan ialah rumput. Seperti diketahui bahwa rumput dapat hidup dan

beradaptasi dalam keadaan tanah yang kering. Oleh karena itu tumbuhan rumput lebih banyak
tumbuh dibandingkan dengan tumbuhan yang lain. Savana merupakan padang rumput yang
dipenuhi beberapa jenis pohon yang menyebar, biasanya terletak di wilayah tropis dan
subtropic. Padang rumput terdiri atas steppa dan prairi. Steppa merupakan suatu wilayah yang
ditumbuhi rumput-rumputan pendek. Istilah steppa digunakan untuk menyebutkan padang
rumput di Eurasia. Adapun padang rumput tinggi di Amerika Utara dinamakan prairi yang
didominasi oleh jenis padang rumput Indian Grasses. Di Argentina disebut pampa dan di
Hongaria disebut puszta.
B. Ciri-ciri Padang Rumput
Ciri-ciri Padang Rumput antara lain :
1. . Bersuhu panas sepanjang tahun
2. Hujan terjadi secara musiman, dan menjadi faktor penting bagi terbentuknya
Padang Rumput
3. biasanya curah hujan antara 25-50 cm/ tahun
4. Padang Rumput berubah menjadi semak belukar apabila terbentuk mengarah
ke daerah yang intensitas hujannya makin rendah
5. Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase
kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.
6. Padang Rumput akan berubah menjadi hutan basah apabila mengarah ke daerah yang
intensitas hujannya makin tinggi
7. Memiliki pohon yang khas, yaitu akasia
C. Pembagian Padang Rumput
Menurut Indriyanto (2006) Padang rumput berdasarkan pepohonan yang menyusunnya
dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Padang rumput murni, yaitu Padang rumput yang pepohonan penyusunnya hanya terdiri dari
satu jenis tumbuhan aja.
2. Padang rumput campuran, yaitu Padang rumput yang pepohonan penyusunnya terdiri dari
berbagai jenis tumbuhan.

D. Jenis-jenis Padang Rumput

Menurut Tjitrosoepomo (1981) jenis-jenis padang rumput antara lain.


1. Stepa
Stepa adalah suatu dataran tanpa pohon (kecuali yang berada di dekat sungai atau danau),
stepa umumnya ditumbuhi rumput pendek dan Stepa dapat berupa semi-gurun, atau ditutupi oleh
rumput atau semak, atau keduanya, tergantung dari musim dan garis lintang. Istilah ini juga
digunakan untuk menunjukkan iklim pada suatu daerah yang terlalu kering untuk menunjang
suatu hutan, tapi tidak cukup kering untuk menjadi gurun. Di Indonesia, wilayah yang dikenal
banyak memiliki stepa adalah Nusa Tenggara Timur.
2. Sabana / Savanna
Savana merupakan bioma dari tropis. Terletak di daerah yang luas di Afrika, Asia, Australia
dan Amerika Selatan. Di dalamnya tumbuhan serba dominan. Namun demikian, tidak
kekurangan pohon, meskipun ini tersebar. Dasar savana yang berlempung dan tahan air.
Karakteristik sendiri bioma ini adalah alternasi dari rumput lembab dan kekeringan. rumput
kering sangat tandus, karakteristik yang memfasilitasi penyebaran api. Api mudah membuat
pertumbuhan rumput dan menahan perkembangan pohon, mempercepat mineralisasi dari tanah
dan pertumbuhan tanaman yang beradaptasi dengan kondisi tersebut (Djufri, 2012).

3. Prairi / Prairie
Prairi adalah padang rumput yang wilayah tanahnya datar, landai, atau berbukit terutama
ditutupi oleh rumput tinggi dan tidak banyak pohon. Perintis yang pertama kali melihat padang
rumput datar Amerika Tengah Barat disebut mereka 'laut rumput. " prairi juga disebut salah satu
jenis utama vegetasi alam atau bioma (lain termasuk hutan, semak gurun, dan tundra). Padang
rumput adalah daerah di mana baik jumlah curah hujan tahunan rendah (10-20 inci) atau rumput
tidak rata curah hujan musiman mendukung dan tanaman herba di atas pertumbuhan pohon.
Dalam beberapa tempat, kondisi tanah atau geologi juga nikmat padang rumput atas jenis
vegetasi. Padang rumput yang prairi ditemukan di setiap benua kecuali Antartika.
4. Pampa
Pampa adalah bioma padang rumput yang memliki bentuk datar, Hal ini ditemukan
terutama di Argentina dan meluas ke Uruguay. Kata Pampa berasal dari kata India Guaran
tingkat polos.Suhu rata-rata di Pampa adalah 18 C. Pampas memiliki 'matahari tinggi' atau
musim kering di musim panas, yang di belahan bumi selatan pada bulan Desember. Angin
berhembus sebagian besar waktu. Iklim di Pampas yang lembab dan hangat.
Daftar rujukan
Djufri. 2012. Vegetation Analysis of Savannah Without Acacia (Acacia Nilotica) Stand
in Baluran National Park East Java. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
4 (2): 104-111.
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. .
Tjitrosoepomo, G. 1981. Ekologi . Yogyakarta: Gadjah Mada.
.