Anda di halaman 1dari 8

TUGAS II

ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN


Tentang
Pengertian dan Proses Administrasi Kurikulum

Disusun oleh:
Nama
Nim

: PUTRI AYU NOFIKA


:1306006

FAKULTAS ILMU SOSIAL


UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

PEMBAHASAN

1. Pengertian Kurikulum
Kata kurikulum berasal dari bahasa latin yang kata dasarnya adalah currere secara
harafiah berarti lapangan perlombaan lari. Sedangakan secara etimologis kurikulum berasal
dari bahasa Yunani yaitu carier artinya pelari dan curare yang berarti tempat berpacu. Jadi,
istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani yang
mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai
garis finish.

Dalam bahasa Arab kata kurikulum biasa diungkapkan dengan manhaj yang berarti
jalan yang dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupan. Sedangkan kurikulum
pendidikan (manhaj al-dirasah) dalam kamus tarbiyah adalah seperangkat perencanaan dan
media yang dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan-tujuan
pendidikan.
Kurikulum dapat diartikan secara sempit dan secara luas. Secara sempit kurikulum
dapat diartikan sejumlah mata pelajaran yang harus diikuti atau diambil siswa untuk dapat
menamatkan pendidkannya pada lembaga pendidikan tertentu, sedangkan secara luas kurkulum
diartikan dengan semua pengalaman belajar yang diberikan sekolah kepada siswa mengikuti
pendidikan pada jenjang pendidikan tertentu.Sementara itu dalam UU No. 2 Tahun 1989
mengemukakan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar
mengajar
Di dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional
Pendidikan (SNP), dinyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah dengan berpedoman pada standar isi (SI) dan

standar kompetensi lulusan (SKL), serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh
BSNP dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.

Menurut Undangundang no. 20 th.2003 tentang sistem pendidikan nasional kurikulum


adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu.
Pengertian kurikulum menurut para ahli
Pengertian Kurikulum Menurut Kerr, J. F (1968): Kurikulum adalah semua
pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun secara
kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Pengertian Kurikulum Menurut Inlow (1966): Kurikulum adalah usaha menyeluruh
yang dirancang oleh pihak sekolah untuk membimbing murid memperoleh hasil
pembelajaran yang sudah ditentukan.
Pengertian Kurikulum Menurut Neagley dan Evans (1967): kurikulum adalah semua
pengalaman yang dirancang dan dikemukakan oleh pihak sekolah.
Pengertian Kurikulum Menurut Beauchamp (1968): Kurikulum adalah dokumen tertulis
yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar kepada peserta didik melalui berbagai
mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Kurikulum Menurut Good V. Carter (1973): Kurikulum adalah kumpulan
kursus ataupun urutan pelajaran yang sistematik.
Pengertian Kurikulum Menurut UU No. 20 Tahun 2003: Kurikulum adalah seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan nasional.
Menurut kamus webster, kurikulum diartikan dua macam yaitu sebagai berikut :

Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari siswa di sekolah
atau perguruan tinggi untuk memperoleh ijazah tertentu; dan Sejumlah mata
pelajaran yang ditawarkan oleh suatu lembaga pendidikan atau suatu
departemen.

Menurut pandangan tradisional kurikulum adalah sejumlah pelajaran yang harus


ditempuh siswa di suatu sekolah. Sedangakan pandangan modern kurikulum
lebih dari sekedar rencana pembelajaran. Kurikulum dianggap sebagai sesuatu
yang nyata terjadi dalam proses pendidikan di sekolah

Dalam sejarah kurikulum Indonesia sering kali melakukan penggantian kurikulum sepert:

Tahun 1947-Leer Plan (Rencana Pelajaran)

Tahun 1952-Rencana Pelajaran Terurai

Tahun 1964-Rentjana Pendidikan

Tahun 1968-Kurikulum 1968

Tahun 1975-Kurikulum 1975

Tahun 1984-Kurikulum 1984

Tahun 1994 dan 1999-Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999

Tahun 2004-Kurikulum Berbasis Kompetensi

Tahun 2006-Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,

Tahun 2013-Kurikulum 2013.

2. Proses Administrasi Kurikulum


A. Perencanaan Kurikulum
Perencanaan kurikulum yang dilakukan oleh departemen pendidikan nasional
ditingkat pusat meliputi hal-hal berikut:
Penyusunan kurikulum dan kelengkapannya terdiri dari:
a.
landasan, program dan pengembangan kurikulum
b.
Garis-garis besar program pengajaran
c.
Pedoman pelaksanaan kurikulum
Penyusunan program teknis pelaksanaan kurikulum seperti pedoman

penyusunan

kalender pendidikan, pembegian tugas guru, penyusunan jadwal pelajaran,


penyusunan program pengajaran dan pedoman penyususunan persiapan acara
pengajaran.
Mengenai

perencanaan

kurikulum

atau

Pre-Planning

terdapat

perbedaan pendapat -pendapat yang berbeda itu dapat dikelompokkan sebagai


berikut:

a.

Kurikulum seharusnya direncanakan di secara terperinci oleh experts

dalam bentuk kumpulan mata pelajaran.


b.

Kurikulum direncanakan secara terperinci oleh panitia yang dari

guru-

guru dalam bentuk kumpulan mata pelajaran.


c.

Kurikulum direncanakan dalam garis besarnya yang luas oleh panitia

yang terdiri dari guru-guru dalam bentuk pedoman kerja. perincian dilakukan
oleh guru berdasarkan kebutuhan-kebutuhan murid.
d. Kurikulum direncanakan dalam garis besarnya berisi partisipasi dari guruguru dan tokoh-tokoh masyarakat. perincian dilakukan oleh perencanaan
bersama guru murid.
e.

Kurikulum direncanakan oleh guru bersama murid pada waktu akan

belajar, tanpa perencanaan jauh dimuka.

B. Pelaksanaan
Kurikulum disusun dengan baik dan sempurna tidak akan mempunyai arti apabila tidak
di implementasikan dengan baik dikelas. Dalam pengimplementasian kurikulum ini
peran guru sangat menentukan sekali. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru dalam
pelaksanaan kurikulum disekolah meliputi:
Penyusunan program pengajaran semester.
Penyusunan perssiapan pengajaran
Pelaksanaan proses belajar mengajar
Evaluasi pelaksanaan proses belajar mengajar
C. Pengawasaan / Pengembangan Kurikulum
Dalam Pengembangan Kurikulum terdapat dua proses utama, yakni
Pengembangan Pedoman Kurikulum dan Pengembangan Pedoman Instruksional.
a. Pedoman Kurikuklum, meliputi:

Latar belakang yang berisi rumusan Falsafah dan tujuan lembaga


pendidikan, populasi yang menjadi sasaran, rasional bidang studi atau
mata kuliah, struktur organisasi bahan pelajaran.

Silabus yang berisi mata pelajaran secara lebih terinci yang diberikan

yakni Scope (ruang lingkup) dan Sequence-nya (urutan pengajiannya).


Desain evaluasi termasuk strategis revisi atau perbaikan kurikulum
mengenai: Bahan pelajaran (Scope dan Sequence)

Organisasi bahan dan strategi intruksionalnya

b.pedoman instruksional
Pedoman Instruksional diperoleh atas usaha pengajar untuk
menguraikan isi pedoman kurikulum agar lebis spesifik sehingga lebih
mudah untuk mempersiapkannya sebagai pelajaran dalam kelas. dengan
demikian apa yang diajarkan benar-benar bersumber dari pedoman
kurikulum.
D. Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum
1.Evaluasi pelaksanaan kurikulum dilakukan melalui 2 cara yaitu:
Melalui evaluasi hasil belajar
Tujuan dan fungsi evaluasi hasil belajar adalah :
a. memberikan umpan balik pada guru dan siswa dengan

tuuan

memperbaiki cara belajar mengajar, mengadakan perbaikan dan


pengayaan bagi siswa.
b. Memberikan informasi pada siswa tentang tingkat keberhasilannya
dalam belajar dengan tujuan untuk memperbaiki, mendalami atau
memperluas pelajarannya.
c. Menentukan nilai hasil belajar siswa yang dibutuhkan untuk pemberian
laporan pada siswa, penentuan kenaikan kelas dan kelulusan siswa.
Melalui Evaluasi Program pengajaran
Evaluasi program pengajaran merupakan suatu rangkaian kegitan
yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan
program serta factor-faktor yang mendukung atau yang menghambat
keberhasilan program tersebut.

Dasar-dasar Evaluasi Kurikulum


Evaluasi kurikulum bermacam-macam tujuannya, yang paling penting
dantaranya ialah :

Mengetahui hingga manakah siswa mencapai kemajuan kearah tujuan yang

telah
ditentukan.
Melalui efektivitas kurikulum.
Menentukan faktor biaya, waktu dan tingkat keberhasilan kurikulum.

Sering kita lihat bahwa kurikulum dirombak tanpa evaluasi yang sistematis. Jika
evaluasi diadakan secara terus-menerus mungkin tak perlu kurikulum diganti seluruhnya,
akan tetapi dapat senantiasa di perbaiki dan disempurnakan serta disesuaikan dengan
perkembangan zaman.
3. Peran Guru Dalam Administrasi Kurikulum
Guru merupakan unsur terpenting dalam administrasi kurikulum , tanpa peranan guru
kurikulum yang

telah dirumuskan tidak akan berari apa-apa. Keterlibatan guru dalam

adminisrasi kurikulum mulai dari perencanaan kurikulum di tingkat sekolah seperti


memberikan masukan-masukan dalam penyusunan kalender pendidikan disekolah, pembagian
tugas mengajar guru dan penyusunan jadwal pelajaran , dalam pelaksanaan kurikulum guru
sangat berperan antara lain dalam perancangan program pengajaran baiikuluk program
semester maupun persiapan mengajar, melaksanakan kegiatan mengajar dikelas dan dalam
mengevaluasi keberhasilan pelaksanaan kurikulum atau evalauasi hasil belajar.
Dalam buku Administrasi Dan Supervisi di jelaskan tugas dan tanggung jawab guru
sebagai administrator adalah sebagai berikut:
Menyusun program mengajar sesuai dengan Garis-garis Besar Program Pengajaran
(GBPP) dalam kurikulum yang berlaku.
Menyusun model satuan pembelajaran beserta pembagian waktunya (kadang-kadang
disebut sebagai Persiapan Mengajar).

Merencanakan dan melaksanakan program evaluasi pendidikan (tes formatif, tes

sumatif, Ujian Akhir) termasuk membuat laporan hasil evaluasi (penilaian).


Memberikan bimbingan belajar kepada murid termasuk penyuluhan. Melancarkan

pembagian tugas mengajar dan penjadwalan.


Mempertimbangkan perbaikan kurikulum untuk disesuaikan dengan kondosi setempat.
Selain itu tugas guru amat kompleks, guru dituntut harus berpartisipasi dalam

administrasi sekolah. Guru harus ikut memperhatikan kepentingan-kepentingan sekolah,


baik yang bersifat kurikuler maupun masalah-masalah di luar kurikulum. Suatu pembaruan

pendidikan tidak akan mencapai hasil yang diharapkan tanpa keikutsertaan guru secara
optimal. Perlu diperhatikan bahwa fungsi guru sebagai administrator akan terdapat
perbedaan jika guru itu sebagai guru kelas (di Sekolah Dasar) dibandingkan dengan guru
bidang studi di sekolah lanjutan.
Adapun peran guru dalam administrasi kurikulum yaitu menyusun sebuah
kurikulum sebagai pedoman proses kegiatan belajar dan mengajar dalam sebuah
instansi guna mensukseskan dan memperlancar kegiatan yang bermanfaat di instansi
tersebut.

Referensi:

Nasution, 2008, Kurikulum dan Pengajaran, Jakarta: Bumi Aksara.


Nurkancana, W dan Sunartana, 1986, Evaluasi Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional.
Sabri, A., 2000, Administrasi Pendidikan, Padang: IAIN-IB Press.
Sanjaya, W., 2005, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi