Anda di halaman 1dari 2

Osteoid Osteoma

Definisi
Tumor jinak osteoblastik berisi vaskuler jaringan osteoid dan area sklerotik tulang.

Epidemiologi
10% dari semua tumor benigna adalah osteoid osteoma. Terjadi pada anak-anak dan
dewasa muda. Laki-laki lebih banyak daripada perempuan dengan rasio 2-3:1. T5idak ada
predileksi ras/etnis.

Etiologi
Belum diketahui secara pasti.

Patofisiologi
Tumor ini berasal dari osteoblast. Nidus menghasilkan prostaglandin (PGE2 dan 6-keto
PGF 1) yang menimbulkan reaksi inflamasi dan vasodilatasi sehingga dirasakan nyeri
pada pasien.

Manifestasi klinis

Nyeri yang menetap dan tidak hilang dengan istirahat serta memberat di malam
hari.

Rasa sakit mempengaruhi gerakan pasien

Gejala sakit diperburuk dengan etanol dan membaik dengan NSAID.

Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang

Anamnesis : gejala klinis, onset nyeri, umur penderita.

Pemeriksaan fisik : Adanya local swelling, point tenderness.

Pemeriksaan penunjang :
Rontgen : adanya gambaran radiolusen dikelilingi zona sklerotik. Diameter nidus
< 2cm.

CT scan : melihat pada daerah yang kompleks (di bagian yang lebih dalam)

Diagnosis Banding : Osteoblastoma (>2cm dan nyeri tidak seintense osteoid


osteoma)

Staging
Menggunakan Benign Tumor Staging Classification
Stage 1 : Latent > bersifat statis dan hilang spontan
Stage 2 : Aktif > bertambah besar dan bisa berhenti pertumbuhannya pada suatu
saat
Stage 3 : Aggressive > bertambah besar dan tumbuh progresif.
Osteoid osteoma termasuk dalam benign tumor stage 1.

Tatalaksana

Konservatif : NSAID

Operatif :
Kuretase dan Percutaneus Radio Frequency Ablation dengan CT guided.

Prognosis
Baik. Karena tumor ini bersifat latent dan bias regresi dalam beberapa tahun. Namun
diperlukan tatalaksana apabila mengganggu kualitas hidup pasien.

Beri Nilai