Anda di halaman 1dari 25

Turbin Uap

BAB I

1.1

PENDAHULAUAN

Latar Belakang

Turbin merupakan sebuah alat yang salah satunya digunakan untuk


membangkitkan suatu energi.Di Indonesia telah tersebar berbagai macam turbin,
mulai dari turbin gas, turbin air dan turbin uap.Turbin sangat membantu dalam
kehidupan sehari-hari kita, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan kita yang
tidak lepas dari alat tersebut, yaitu listrik.Dengan turbin kita dapat melakukan
kegiatan malam tanpa harus dalam kondisi gelap. Kegiatan malam akan berjalan
lancar dengan adanya listrik yang tidak lepas dari turbin tersebut.
Semakin banyaknya turbin dan pesatnya perkembangan turbin tersebut, kini turbin
tak asing lagi. Segala macam cara dilakukan untuk memodifikasi kembali turbin
tersebut hanya untuk meningkatkan kenyamanan bagi pemakai, baik individu
maupun kelompok. Terlebih lagi dengan adanya perkembangan teknologi saat ini,
proses pemodifikasian turbin tersebut menjadi lebih mudah dilakukan.
Dengan adanya berbagi macam turbin tersebut yang telah tersebar hingga dipelosok
Indonesia, maka kami berupaya untuk menulis sebuah makalah yang menyangkut
permasalahan tersebut yaitu Turbin Uap.

1.2

Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :


1.

Dapat menentukan macam-macam turbin yang biasa dipakai sehari-hari.

2.

Mengidentifikasikan definisi dari turbin uap.

3.

Menentukan komponen-komponen dari turbin uap.

4.

Menjelaskan cara kerja dari turbin uap.

5.

Menentukan kegunaan dari turbin uap.

6.

mengetehui kelebihan dan kelemahan turbin uap

1.3

Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari turbin uap ini ada berbagai macam, sesuai penggunaan dari
turbin uap tersebut.Ruang lingkup yang saya dapat dari hasil penyusunan makalah
ini adalah industri, karena industri merupakan tempat yang paling banyak
menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan turbin uap.

1.4

Metode

Ada berbagai metode yang kami gunakan dalam penyusunan makalah ini, yaitu
antara lain :
1. Pengamatan
Informasi-informasi yang kami kumpulkan berasal dari hasil pengamatanpengamatan yang kami lakukan yaitu dengan mengamati hal-hal yang
berhubungan dengan turbin uap.
2. Studi Pustaka
Selain dengan metode pengamatan terhadap turbin uap, kami juga mengumpulkan
informasi-informasi melalui metode studi pustaka, yaitu dengan cara menggali
informasi dari buku-buku serta media-media massa yang ada.

BAB II.

2.1

MENGIDENTIFIKASIKAN TENTANG TURBIN UAP

Definisi Turbin Uap

Turbin uap adalah suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial
menjadi energi kinetik dan energi kinetik ini selanjutnya diubah menjadi energi
mekanik dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin langsung atau dengan
bantuan elemen lain, dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan.
Tergantung dari jenis mekanisme yang digerakkan turbin uap dapat digunakan
pada berbagai bidang industri, seperti untuk pembangkit listrik.
Turbin uap merupakan salah satu jenis mesin yang menggunakan metode
external combustion engine (mesin pembakaran luar).Pemanasan fluida kerja (uap)
dilakukan di luar sistem.Prinsip kerja dari suatu instalasi turbin uap secara umum
adalah dimulai dari pemanasan air pada ketel uap.Uap air hasil pemanasan yang
bertemperatur dan bertekanan tinggi selanjutnya digunakan untuk menggerakkan
poros turbin.Uap yang keluar dari turbin selanjutnya dapat dipanaskan kembali
atau langsung disalurkan ke kondensor untuk didinginkan.Pada kondensor uap
berubah kembali menjadi air dengan tekanan dan temperatur yang telah
menurun.Selanjutnya air tersebut dialirkan kembali ke ketal uap dengan bantuan
pompa.Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa turbin uap adalah mesin
pembangkit yang bekerja dengan sistem siklus tertutup.
Siklus Rankine adalah siklus daya uap yang digunakan untuk menghitung atau
memodelkan proses kerja mesin uap / turbin uap. Siklus ini bekerja dengan fluida
kerja air. Semua PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) bekerja berdasarkan prinsip
kerja siklus Rankine. Siklus Rankine pertama kali dimodelkan oleh: William John
Macquorn Rankine, seorang ilmuan Scotlandia dari Universitas Glasglow. Untuk
mempelajari siklus Rankine, terlebih dahulu kita harus memahami tentang T-s
diagram untuk air. Berikut ini adalah T-s diagram untuk air.

Gambar 1 diagram T-s untuk air


(sumber : NBS/NRC Steam Tables/1 by Lester Haar, John S. Gallagher, and George S.
Kell )
T-s diagram adalah diagram yang menggambarkan hubungan antara temperatur (T) dengan entropi (s)
fluida pada kondisi tekanan, entalpi, fase dan massa jenis tertentu. Jadi pada diagram T-s terdapat
besaran-besaran tekanan, massa jenis, temperatur, entropi, entalpi dan fase fluida.
Sumbu vertikal T-s diagram menyatakan skala temperatur dan sumbu horizontal menyatakan entropi.
Terdapat 2 sistem satuan untuk T-s diagram yaitu sistem satuan internasional seperti pada gambar 1 dan
sistem satuan Inggris. Menggunakan diagram ini perlu diperhatikan sistem satuan yang digunakan. Selain
itu masing-masing jenis fluida mempunyai diagram T-s nya sendiri-sendiri dan berbeda satu dengan
lainnya. Misalnya T-s diagram untuk air tidak akan sama dengan T-s diagram untuk freon R12
dan tidak akan sama dengan T-s diagram untuk amoniak.
Selain diagram T-s juga dikenal Mollier diagram atau h-s diagram. Berikut ini adalah
h-s diagram untuk air.

Gambar 2 h-s diagram untuk air


(sumber : NBS/NRC Steam Tables/1 by Lester Haar, John S. Gallagher, and George S.
Kell )
Diagram h-s menggambarkan hubungan antara energi total (entalpi (h)) dengan
entropi (s). Sama seperti diagram T-s, untuk setiap fluida memiliki diagram h-s nya
sendiri-sendiri. Kedua diagram ini dapat digunakan untuk menghitung kinerja
pembangkit listrik tenaga uap dengan menggunakan siklus Rankine.
Bagian-bagian T-s diagram dapat dilihat pada gambar 3 berikut ini.

Gambar 3 bagian-bagian T-s diargam


Pada T-s diagram terdapat garis lengkung berbentuk kubah yang disebut kubah uap.
Puncak kubah uap ini terdapat sebuah titik yang disebut titik kritis. Bila fluida
dipanaskan pada tekanan kritis yaitu tekanan pada titik kritis ini, maka pada saat
temperatur fluida mencapai temperatur kritisnya, semua molekul fluida akan
berubah secara cepat dari fase cair menjadi fase gas (uap) tanpa ada proses
penyerapan panas laten (panas penguapan) oleh sebab itu titik ini disebut titik
kristis fluida. Untuk air, titik kritis berapa pada tekanan 218 atm (22,064 MPa) dan
temperatur 374 oC. Jadi bila air dipanaskan pada tekanan 22,064 Mpa atau 218 atm,
maka ketika temperatur air mencapai 374 oC, secara cepat air akan berubah
langsung dari fase cair menjadi fase gas tanpa melalui proses penyerapan energi
untuk proses penguapan.
Dari titik kristis ke arah kanan mengikuti garis kubah uap disebut garis uap jenuh.
Bila fluida berada pada kondisi tekanan dan temperatur yang sesuai dengan garis
ini, maka fluida tersebut berada pada kondisi 100% uap jenuh. Dari titik kristis ke

arah kiri mengikuti garis kubah uap, disebut garis cair jenuh. Pada garis ini fluida
memiliki fase cair 100%.
Di dalam kubah uap adalah daerah panas laten yaitu panas penguapan atau panas
pengembunan. Pada daerah ini fluida berada dalam kondisi 2 fase yaitu fase cair
dan fase gas bercampur menjadi satu. Kadar uap dapat ditentukan dari garis kadar
uap.
Daerah di atas kubah uap di sebelah kanan adalah daerah uap panas lanjut
( superheated steam ). Sedangkan daerah di sebelah kiri di luar kubah uap disebut
daerah dingin lanjut. Untuk uap jenuh, sifat-sifat termodinamika uap dapat
ditentukan hanya dengan mengunakan temperatur atau tekanannya saja, tetapi
untuk menentukan sifat-sifat termodinamika uap pada kondisi panas lanjut dan
dingin lanjut harus diketahui tekanan dan temperatur uap.
Siklus Rankine Ideal Sederhana
Siklus Rankine ideal sederhana terdiri dari :

Boiler sebagai alat pembangkit uap


Turbin uap sebagai alat mengubah uap menjadi kerja
Kondensor sebagai alat pengembun uap
Pompa boiler sebagai alat memompa air ke boiler
Skema siklus Rankine ideal sederhana dapat dilihat pada gambar 5 berikut ini.

Gambar 5 skema siklus Rankine ideal sederhana


Skema pada gambar 5 dapat digambarkan garis kerjanya pada diagram T-s seperti
pada gambar 6 berikut ini.

Ga
mbar 6 diagram T-s untuk siklus Rankine ideal sederhana
Keterangan gambar 6 :
Proses 1 2 adalah proses pada tekanan konstan yang berlangsung pada boiler.
Pada proses ini kalor masuk ke dalam sistem (Q in).
Proses 2 3 adalah proses ekspansi isentropis (adiabatis reversibel) yang
berlangsung di dalam turbin uap. Pada proses ini terjadi kerja keluar sistem (W out)
Proses 3 4 adalah proses pada tekanan konstan yang berlangsung di dalam
kondensor. Pada proses ini kalor keluar dari sistem (pembuang kalor) (Q out).
Proses 4 1 adalah proses penekanan secara isentropis oleh pompa. Pada proses ini
kerja masuk ke dalam sistem (Win).
Pada siklus Rankine ideal sederhana. Air dipompa oleh pompa pengisi boiler ke
dalam boiler. Pompa yang bertugas untuk memompakan air ke dalam boiler
disebut feed water pump. Pompa ini harus dapat menekan air ke boiler dengan
tekanan yang cukup tinggi (sesuai dengan tekanan kerja siklus). Secara ideal
pompa bekerja menurut proses isentropis (adiabatis reversibel) dan secara aktual
pompa bekerja menurut proses adiabatis irreversibel.
Di dalam boiler, air yang bertekanan tinggi dipanaskan hingga menjadi uap panas
lanjut, prosesnya adalah sebagai berikut:

Ekonomiser, air pertama-tama masuk ke ekonomiser. Ekonomier berfungsi


sebagai pemanas awal. Sesuai namanya alat ini berfungsi untuk
meningkatkan efisiensi boiler dengan cara menggunakan panas sisa gas
buang untuk memanaskan awal air yang masuk ke boiler.

Evaporator, dari ekonomiser, air masuk ke drum penampung air di


evaporator. Di dalam evaporator air dipanaskan melalui pipa-pipa evaporasi
hingga berubah menjadi uap. Uap air yang keluar dari evaporator adalah uap
jenuh.
Superheater, selanjutnya uap jenuh dari evaporator masuk ke superheater.
Superheater adalah alat penukar kalor yang dirancang khusus untuk
memanaskan uap jenuh menjadi uap panas lanjut dengan menggunakan gas
panas hasil pembakaran. Uap panas lanjut yang keluar dari superheater siap
digunakan untuk memutar turbin uap.
Uap panas lanjut dari boiler kemudian dialirkan ke turbin uap melalui pipa pipa
uap. Di dalam turbin uap , uap panas lanjut diekspansikan dan digunakan untuk
memutar rotor turbin uap. Proses ekspansi di dalam turbin uap berlangsung melalui
beberapa tahap yaitu :
1. Proses ekspansi awal di dalam turbin tekanan tinggi (roda Curtis)
Uap panas lanjut yang bertekanan tinggi diekspansikan di nosel dan kemudian
digunakan untuk memutar roda Curtis. Roda Curtis adalah turbin uap jenis turbin
implus. Pada roda Curtis terjadi penurunan tekanan yang signifikan.
2. Proses ekspansi pada turbin tingkat menengah.
Turbin tingkat menengah menggunakan turbin jenis reaksi dan tersusun atas
beberapa tingkat turbin.
3. Proses ekspansi tingkat akhir.
Pada tingkat akhir ini uap terus diekspansikan hingga tekanan sangat rendah
(biasanya dibawah tekanan atmosfir ) dengan bantuan kondensor.
Putaran poros yang dihasilkan dari proses ekspansi uap panas lanjut di dalam turbin
digunakan untuk memutar beban. Beban dapat berupa generator listrik seperti di
PLTU atau propeler (baling-baling) untuk menggerak kapal.
Uap tekanan rendah dari turbin uap mengalir ke kondensor. Di dalam kondensor,
uap didinginkan dengan media pendingin air hingga berubah fase menjadi air.
Kemudian air ditampung di dalam tangki dan dipisahkan dari gas-gas yang tersisa
dan siap untuk dipompa ke dalam boiler oleh pompa pengisi boiler. Proses ini terus
berlanjut dan berulang membentuk sebuah siklus yang disebut siklus Rankine.
Pada siklus Rankine ideal. Ke 4 alat dianggap bekerja pada kondisi Steady flow.
Sehingga persamaan energi untuk kondisi steady flow dapat ditulis :

Beberapa proses yang berlangsung pada masing-masing alat adalah :


Kerja pompa :

Dimana adalah volume spesifik yang besarnya


Kalor masuk ke boiler :

Kerja yang dihasilkan turbin uap :

Kalor yang dibuang oleh kondensor :

Efisiensi thermal siklus Rankine ideal sederhana dapat dihitung :

Untuk menghitung kinerja siklus Rankine, diperlukan tabel sifat-sifat air dan uap air.
Berikut ini tabel sifat-sifat air dan uap air.

IV. SIKLUS FLUIDA KERJA PADA TURBIN UAP


Siklus ideal yang terjadi didalam turbin adalah siklus Renkine ; Air pada
siklus 1 dipompakan, kondisinya adalah isentropik s1 = s2 masuk ke boiler
dengan tekanan yang sama dengan tekanan di kondenser tetapi Boiler
menyerap panas sedangkan kondenser melepaskan panas, kemudian dari
boiler masuk ke turbin dengan kondisi super panas h3 = h4 dan keluaran
dari turbin berbentuk uap jenuh dimana laju aliran massa yang masuk ke
turbin sama dengan laju aliran massa keluar dari turbin, ini dapat
digambarkan dengan menggunakan diagram.
Menurut Hukum pertama Thermodinamika, kerja yang dihasilkan oleh
suatu proses siklus adalah sama dengan Jumlah Perpindahan Kalor pada
fluida kerja selama proses siklus tersebut berlangsung. Jadi untuk proses
Siklus 1 2 2 3 3 4 1 Dalam kenyataan Siklus sistem Turbin Uap
menyimpang dari Siklus Ideal (Siklus Rankine ) antara lain karena faktor
tersebut dibawah ini :
1. Kerugian dalam pipa atau saluran fluida kerja, misalnya kerugian
gesekan dan kerugian kalor ke atmosfer disekitarnya .
2. Kerugian tekanan dalam ketel uap
3. Kerugian energi didalam turbin karena adanya gesekan pada fluida kerja
dan bagian-bagian dari turbin.
Tetapi didalam siklus terjadinya steam yang digunakan untuk memutar
turbin pada semua pltu , dan untuk mendapatkan hasil yang seefisien

mungkin maka perlu ditambah peralatan peralatan pendukung agar


steam yang dihasilkan menjadi steam yang kwalitasnya baik.
V. SILABUS TURBIN UAP PADA PEMBANGKIT LISTRIK
1. MAIN TURBIN
2. TURBIN VALVE
3. FRONT STANDARD
4. TURNING GEAR
VI. URAIAN UMUM TURBIN UAP
Type turbin yang terpasang pada pembangkit listrik di Rembang adalah
N300-16.7/537/537-8 ( combined casing ) dengan Manufaktur dari Dong
fang steam turbin factory. Dengan fitur turbin meliputi :
- Sub-critical
- Intermediate Reheating
- Double Casings with 2 Steam Exhaust
- Condensate Type
Jenis trurbin yang tepasang adalah double casing dan dua exhaust ,
dimana posisi HP dan IP digabung jadi satu casing, tetapi karena tekanan
dan temperature tinggi sehingga untuk posisi HP di design dengan double
casing dan untuk IP dibuat simetris dan mersap dengan dua lapisan casing
dimana fungsinya untuk mengurangi
termal stress pada casing, pada HP steam yang telah dipakai diproses
kembali diboiler dan dialirkan ke IP turbin dan ke LP Turbin kearah depan
dan belakang lalu terakir masuk ke condenser.
VII. BAGIAN BAGIAN TURBIN
a. CASING
Didalam structur turbin casing dibedakan menjadi 2 bagian yaitiu outer
casing dan inner casing dimana:
Outer casing terdapat pada HIP sisi Upper dan Lower sedangkan untuk LP
hanya sisi Upper , material yang dipakai harus mampu menahan tekanan
dan temperature tinggi . kedua casing tersebut diikat dengan mengunakan
baut dengan ukuran yang berbeda-beda. Inner casing terdapat pada HP
dan LP sisi Upper dan Lower dengan material yang juga harus mampu

menahan tekanan dan temperature tinggi , kedua casing tersebut diikat


dengan menggunakan baut dan juga ukurannya berbeda beda.
b. ROTOR
Rotor adalah bagian terpenting dari suatu kontruksi turbin yang berputar ,
dimana fungsinya sebagai pengikat sudu sudu turbin , pada sisi HIP
terdapat 15 blade yaitu 9 stage pada HP dan 6 stage pada IP , pada HIP
rotor juga terconect main oil pump yang posisinya pada unjung rotor HIP
sisi depan , sedangkan sisi belakang terdapat Thrush dish / collar dan juga
coupling flange . untuk LP rotor terdapat 2 x 6 stage ( stage ini lebih
dikenak sisi positif dan negative ) , pada ujung sisi belakang juga terconect
reduzer gear yang fungsinya untuk fasilitas memutar rotor pada saat akan
peroperasi , juga terconect coupling flange pada sisi depan dan belakang.
c. NOZZLE
yang dilalui uap pertama kali masuk kedalam sudu turbin disebut Nozzle
Box ,Nozzle / sudu tetap sendiri merupakan inner part turbin yang
fungsinya sebagai alat untuk mengarahkan , menampah tekanan uap untuk
memutar sudu ( blade ) turbin , nozzle nozzle ini terpasang pada casing
sisi upper dan lower baik pada HIP maupun LP , sedangkan pada HP
terpasang pada inner casing . sedangkan sedangkan yang tersentuh oleh
uap didalam nozzle box disebut Fist stage ( Curtis) . untuk penempatan
masing masing nozzle , pada HP dimulai dari no 2 9, sedangkan no 1
nozzlenya ikut dengan nozzle box. Untuk IP penempatan masing
masing nozzle terbagi menjadi 2 bagian yaitu nutuk nozzle no 1-3
terpasang pada blade carrier #1 sedanhgkan nozzle 4-6 terpasang pada
blade carrier #2 hal ini dimaksudkan agar kebocoran uap dapat dikuarangi.
d. WHEEL
Wheel merupakan kumpulan rangkaian sudu-sudu jalan yang terangkai
padashaft rotor dan diikat dengan shroud dan dikunci dengan cougkling
dan dibuatper segmet sesuai dengan design dari engineering pabrikan.
e. GLAND LABYRITH
Merupakan suatu inner part dari turbin yang fungsinya sebagai perapat uap

( steam ) antara rotor dengan stator ( wheele dengan wheele yang lainnya )
dimana posisi nya dekat dengan shaft rotor disebut Gland labyrinth.
f. RADIAL SPILL TRIP
Merupakan suatu inner part dari turbin yang fungsinya sebagai perapat uap
( steam ) antara rotor dengan stator ( wheele dengan wheele yang lainnya )
dimana posisi nya dekat dengan rotor disebut Radial spill trip dan diikat
dengan baut pengikat agar kekakuan dari nozzle tersebut menjadi lebih
baik.
g. BEARING
Bearaing merupakan suatu bagian inner part utama dari turbin yang
fungsinya sebagai support / daya lincir untuk shaft turbin dari gaya radial ,
type bearing yang terpasang pada unit ini adalah Tilting pad bearing dan
Elliptical bearing. Untuk type tilting pad bearing terpasang pada posisi
bearing no 1 dan no 2 ,
sedangkan untuk Elliptical bearing terpasang pada posisi bearing no 3 dan
no 4.
h. OIL DEFLECTOR
Oil deflector merupakan bagian dari inner part yang terpasang pada sisi
depan dan belakang dari bearing , yang fungsinya sebagai seal atau
perapat agar pelumas ( oil ) tidak terjadi cross air pada saat pelumasan
pada bearing beroperasi .
i. TRUSH BEARING
Trust bearing merupakan bagian dari bearing turbin yang fungsinya
menahan gaya axial pada saat turbin beroperasi , posisi trust bearing ini
berada diantara trust dish yaitu posisi aktif dan pasif ( self positioning dan
positioning ) trust bearing ini terdiri 11 segment , yaitu 11 segment posisi
aktif ( positioning ) dan 11
segment posisi pasif ( self positioning ) kemampuan daya dorong dari
trust pad minimum sebesar 121.8 kN sedang mampu menahan gaya
dorong maximum sebesar 131.53 kN. Hal ini untuk mengantisipasi apabila
terjadi ganguan yang mengakibatkan unit mati / trip.

j. TRUSH DISH / COOLAR


Trust dish adalah bagian dari turbin yang digunakan untuk tumpuan dari
trust pad , trust dish ini di design menyatu pada HIP rotor setelah shaft
tumpuan bearing.
k. MAIN OIL PUMP
Main oil pump merupakan peralatan yang juga install pada HIP Shaft rotor
yang diikat dengan baut , dan ditempatkan pada sisi depan turbin ( posisi
pada front standard ) yang fungsinya sebagai pompa pelumas bearing.

VIII. TURBIN VALVE


Turbin valve dalam pembangkit merupakan bagian terpenting dalam
perakitan / assembly turbin uap karena valve tersebut merupakan safety
bagi turbin itu sendiri , karena masuknya kosumsi uap yang diperlukan bagi
turbin diatur oleh valve.
Bagian bagian valve yang terinstall di turbin antara lain :
a. Main Stop Valve ( MSV )
Main stop valve merupakan valve utama yang fungsinya sebagai
pemblockit uap yang akan masuk ke turbin setelah melalui proses di
boiler , main stop valve yang terpasang ada 2 unit yaitu terpasang kanan
dan kiri salah satu dari main stop valve pada stem dishnya didesign ada
bypassnya yang fungsinya sebagai pemanas
awal bagi CV ( control valve ), cara kerja dari main stop valve ini closedopen.
b. Control Valve ( CV / Gavenur Valve )
Control Valve merupakan valve yang fungsinya sebagai pengontol jumlah
kebutuhan uap yang akan masuk kedalam turbin , jumlah control valve
yang terpasang sebanyak 4 buah dengan urutan nomer 1 3 4 2 ,
dimana line yang masuk no 1 dan 2 dipasang sisi atas ( upper ) sedangkan
no 3 dan 4 dipasang sisi bawah
( lower ).

c. Combained Reheat valve ( CRV )


Combained reheat valve adalah combinasi antara MSV dan CV dimana
susunan kontruksi dari CRV terdapat dua funsi yaitu IV = intersave valve
dan RSV = reheat stop valve yang fungsinya sama dengan Main stop valve
dan control valve dimana untuk CRV , RSV = full open sedangkan IV =
sebagai gavenor valvenya.
IX. FRONT STANDARD
Front Standard Merupakan bagian utama dari rangkaian turbin uap dimana
didalam ya terdapat rangkaian peralatan peralatan pendukung dalam
tercapainya fungsi turbin uap menjadi lebih baik dan handal , peralatan
didalam front standart antara lain :
a. Main Oil Pump
b. Speed Control
c. Mechanical Trip
d. Tumpuan / Support bagi Bearing Turbin No 1
Pada front standart tertup karena peralatan yang ada didalamnya banyak
yang mengunakan media oil untuk proses operasinya sehingga untuk
menjaga agar fungsi dari oil tidak berubah .
X. TURNING GEAR
Fungsi dari Turning gear adalah perangkat Turbin Uap yang berfungsi
untuk memutar rotor Turbin Generator pada putaran rendah ( 5 10 rpm )
yang funsinya untuk menjamin pemanasan / pendinginan rotor yang
merata sehingga menggurangi kemungkinan terjadinya bengkok pada
rotor. Selain itu turning Gear juga mempunyai funsi lain yaitu memberikan
gerak awal pada saat turbin akan di start sehingga dapat mengurangi
gesekan statis pada bantalan ( Bearing Turbin Generator ) Pada
umumnya turning gear dipasang pada turbin diantara turbin low pressure
( LP ) dengan Generator. Turning gear sendiri terdiri dari gear-gear ( roda
gigi ) yang tersusun / terangkai dan digerakan oleh motor listrik dan salah
satu rangkaian roda gigi dihubungkan dengan roda gigi yang terpasang
pada rotor ( poros turbin ). Pada saat roda gigi turning gear terhubung
dengan roda gigi poros turbin disebut ENGAGE Apabila kondisi engage,

maka bila motor turning gear berputar , rotor turbin generator akan
berputar.dengan putaran rendah. Bila uap ( steam ) sudah masuk ke turbin
dan mendorong sudu sudu turbin dan putaran turbin mulai meninggakat
maka turning gear yang engage dengan roda gigi poros turbin generator
akan terlepas. Jadi roda gigi turning gear tidak lagi terhubung lagi dengan
roda gigi pada poros turbin . Kondisi seperti ini disebut DISENGAGE.
XI. JACKING OIL
Funsi dari Jacking oil adalah menggangkat poros turbin pada saat turbin
akan operasi ( start ) maupun kondisi turbin shut down . Line discharge
pada jacking oil terkonect pada bearing no 3 dan 4 pada sisi LP turbin
dan bearing no 4 dan 5 sisi Generator. Fungsi yang lain yaitu menjaga agar
kondisi bearing tidak terjadi gesekan statis yang berlebihan antara poros
turbin dengan babit bearing. Presuure yang diagunakan untuk dapat
mengangkat poros turbin berkisar antara 12 14 Mpa.

2.3Cara Kerja Turbin Uap


Secara singkat cara kerja turbin uap adalah sebagai berikut :
Uap masuk kedalam turbin melalui nosel. Didalam nosel energi panas dari
uap dirubah menjadi energi kinetis dan uap mengalami pengembangan.Tekanan
uap pada saat keluar dari nosel lebih kecil dari pada saat masuk ke dalam nosel,
akan tetapi sebaliknya kecepatan uap keluar nosel lebih besar dari pada saat masuk
ke dalam nosel.Uap yang memancar keluar dari nosel diarahkan ke sudu-sudu
turbin yang berbentuk lengkungan dan dipasang disekeliling roda turbin. Uap yang
mengalir melalui celah-celah antara sudu turbin itu dibelokkan kearah mengikuti

lengkungan dari sudu turbin. Perubahan kecepatan uap ini menimbulkan gaya yang
mendorong dan kemudian memutar roda dan poros turbin.
Jika uap masih mempunyai kecepatan saat meninggalkn sudu turbin berarti
hanya sebagian yang energi kinetis dari uap yang diambil oleh sudu-sudu turbin
yang berjalan. Supaya energi kinetis yang tersisa saat meninggalkan sudu turbin
dimanfaatkan maka pada turbin dipasang lebih dari satu baris sudu gerak. Sebelum
memasuki baris kedua sudu gerak. Maka antara baris pertama dan baris kedua sudu
gerak dipasang satu baris sudu tetap ( guide blade ) yang berguna untuk mengubah
arah kecepatan uap, supaya uap dapat masuk ke baris kedua sudu gerak dengan
arah yang tepat.
Kecepatan uap saat meninggalkan sudu gerak yang terakhir harus dapat
dibuat sekecil mungkin, agar energi kinetis yang tersedia dapat dimanfaatkan
sebanyak mungkin. Dengan demikian effisiensi turbin menjadi lebih tinggi karena
kehilangan energi relatif kecil.

Keuntungan turbin uap jika dibandingkan dengan mesin uap


Ada beberapa keuntungan turbin uapa jika dibandingkan dengan mesin uap, yaitu
sebagai berikut.
1.) Peralatan pada turbin tidak banyak ragamnya/lebih sederhana
2.) Gerak yang dihasilkan lebih tenang karena hanya gerak putar saja.
3.) Gerakan putarnya secara langsung tanpa perantara
4.) Torsi yang dihasilkan pada porsi lebih besar.
5.) Tidak ada kerugian gesek pada rotasinya.
6.) Dibandingkan denga mesain uap yang horizontal, maka turbin uap tidak
memerlukan pondasi yang begitu besar.
7.) Dari ukuran turbin uap sama dengan mesin uap, maka turbin uapa memeperoleh
daya yang lebih besar.
8.) Akibat banyak timbul gerak putar saja, maka getaran yang ditimbulkan lebih
kecil dari pada mesin uap.

Kerugian turbin uap jika dibandingkan dengan mesin uap


1.) Untuk mengekspansikan uap dibutuhkan peralatan yang khusus yaitu pipa
pemancar
2.) Pipa pemancar memerlukan perencanaan yang sangat teliti
3.) Karena uap yang di pake untuk mendorong sudu jalan, padahal sudu jalan hanya
merupaklan kepingan yang terbuka, sehingga diperlukan rumah turbin yang sangat
rapat dan kuat, sehingga tidak timbul kebocoran uap sedangkan pada mesin uap
hal tersebut di atas tidak memerlukan perhatian yang sangat penting.

2.4

Klasifikasi Turbin Uap

Turbin Uap dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori yang berbeda


berdasarkan pada konstruksinya, prinsip kerjanya dan menurut peoses penurunan
tekanan uap sebagai berikut:
2.4.1 Klasifikasi Turbin berdasarkan Prinsip Kerjanya
1.Turbin Impulse
Turbin ini merubah arah dari aliran fluida berkecepatan tinggi menghasilkan
putaran impuls dari turbin dan penurunan energi kinetik dari aliran fluida. Tidak
ada perubahan tekanan yang terjadi pada fluida, penurunan tekanan terjadi di
nozzle.
Ciri-ciri dari turbin impuls antara lain:
Proses pengembangan uap / penurunan tekanan seluruhnya terjadi pada sudu
diam / nosel.
Akibat tekanan dalam turbin sama sehingga disebut dengan Tekanan Rata.

Gambar 7. Prinsip Kerja Turbin Impuls

2. Turbin Reaksi
Turbin ini menghasilkan torsi dengan menggunakan tekanan atau massa gas
atau fluida. Tekanan dari fluida berubah pada saat melewati sudu rotor. Pada turbin
jenis ini diperlukan semacam sudu pada casing untuk mengontrol fluida kerja
seperti yang bekerja pada turbin tipe multistage atau turbin ini harus terendam
penuh pada fluida kerja (seperti pada kincir angin).

Gambar 8. Prinsip Kerja Turbin Reaksi

Ciri-ciri turbin ini adalah :


Penurunan tekanan uap sebagian terjadi di Nosel dan Sudu Gerak
Adanya perbedaan tekanan didalam turbin sehingga disebut Tekanan
Bertingkat.

Gambar 9. Perbandingan Turbin Impuls dan Turbin Reaksi

2.4.2

Klasifikasi turbin uap berdasarkan pada tingkat penurunan Tekanan Dalam


Turbin

Turbin Tunggal ( Single Stage )


Dengan kecepatan satu tingkat atau lebih turbin ini cocok untuk untuk daya
kecil, misalnya penggerak kompresor, blower, dll.

Turbin Bertingkat (Aksi dan Reaksi ).

Disini sudu-sudu turbin dibuat bertingkat, biasanya cocok untuk daya besar.
Pada turbin bertingkat terdapat deretan sudu 2 atau lebih. Sehingga turbin tersebut
terjadi distribusi kecepatan / tekanan.
2.4.3 Klasifikasi turbin berdasarkan Proses Penurunan Tekanan Uap
Turbin Kondensasi.
Tekanan keluar turbin kurang dari 1 atm dan dimasukkan kedalam kompresor.

Turbin Tekanan Lawan.


Apabila tekanan sisi keluar turbin masih besar dari 1 atm sehingga masih dapat
dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin lain.
Turbin Ekstraksi.
Didalam turbin ini sebagian uap dalam turbin diekstraksi untuk roses pemanasan
lain, misalnya proses industri.

2.5

Soal mengenai turbin uap

Tentukan efisiensi sebuah sistem turbin uap dgn kondisi aliran sebagai berikut:
uap masuk turbin : saturated steam P2 = 2000 kPa
uap masuk kondenser : P3 = 7,5 kPa.
air keluar kondenser : air jenuh P4 = 7,5 kPa
air masuk boiler: P1 = 2000 kPa
Perhitungan dimulai dengan penentuan nilai h, s di setiap titik.
(1) Titik 2, uap jenuh: P2 = 2000 kPa dan T2 = 212,4 oC
h2 = 2799,5 kJ/kg

(dari steam table)

s2 = 6,3409 kJ/(kg.K)

(dari steam table)

(2) Titik 3, adalah uap hasil ekspansi yang akan masuk kondenser
P3 = 7,5 kPa (diketahui)
s3 = s2 = 6,3409 kJ/(kg.K)

(2 - 3 dianggap ekspansi isentropik)

Titik 3 merupakan campuran cair-jenuh dan uap-jenuh.


Data kondisi jenuh dari steam table:
entalpi, kJ/kg
cair jenuh (A)
uap jenuh (B)

168,79
2574,8

entropi, kJ/
(kg.K)
0,5764
8,2515

Entropi titik 3 (campuran cair-uap):

s3 = 6,3409 = x.sA + (1 - x).sB


x = fraksi cairan dalam aliran keluar turbin
Entalpi titik 3:
h3 = x.hA + (1 - x).hB

h3 = 1975,9 kJ/kg

x = 0,2489

(3) Kerja pompa (persamaan mekanika fluida):


wp = v . (P1 P4)
dengan: P1 = 2000 kPa; tekanan aliran keluar pompa dan masuk boiler
P4 = 7,5 kPa; tekanan aliran masuk pompa, dari kondensor
v1 = v2 = 1,008.10-3 m3/kg (dari steam table);
volum spesifik air dianggap konstan
wp = 1,008.10-3 . (2000 7,5) = 2 kJ/kg
(4) Titik 1 adalah cairan dingin (subcooled water dengan T1 < Tdidih).
Entalpi h1 ditentukan dari neraca energi proses pemompaan 4 1:
h1 - h4 = wp
h1 = h4 + wp = 168,79 + 2 = 170,79 kJ/kg

Sampai disini, semua data termodinamika air dan uap telah lengkap.
Selanjutnya perhitungan kerja dan panas.
(5) Kerja yang dihasilkan turbin (2 - 3):
w = h3 - h2 = 1975,9 2799,5 = - 823,6 kJ/kg (keluar)
(6) Kerja neto = kerja hasil ekspansi di turbin - kerja untuk pompa
wnet = 2 - 823,6 = - 821,6 kJ/kg
(7) Panas yang diserap (1 2):
qin = h2 - h1 = 2799,5 170,79 = 2628,71 kJ/kg
(8) Efisiensi siklus Rankine:

kerja neto
821,6

x 100% 31,3%
panas masuk
2628,71

BAB III. PENUTUP

3.1

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat kami ambil dari hasil penyusunan makalah ini
adalah sebagai berikut :
1. Dalam kehidupan sehari-hari turbin uap telah digunakan untuk
melakukan suatu pekerjaan khususnya dibidang industri.
2. Untuk menggunakan turbin uap dengan baik dan benar, maka kita harus
mengetahui cara kerja dari turbin uap tersebut, agar kesalahan yang mungkin
terjadi bias diminimalisir.
3. Turbin uap dapat diklasifikaasikan menjadi berbagai macam yaitu
menurut prinsip kerjanya, menurut penurunan tekanan dalam turbin dan menurut
penurunan tekanan uap.
4. Turbin uap harus digunakan sesuai dengan kegunaan turbin tersebut,
dan tidak untuk digunakan yang tidak sesuai penggunaannya.

3.2

saran