Anda di halaman 1dari 2

DIARE GANAS PADA SAPI

Virus penyebab diare ganas sapi (bovine viral diarrheal/BVD) bersifat patogen terhadap sapi dan
ditemukan di seluruh dunia. Infeksi pascalahir biasanya jarang terjadi, kalaupun terjadi infeksinya
bersifat subakut, berupa demam sesaat yang disertai diare. Sebaliknya bila janin bertahan hidup pada
awal masa kebuntingan, akan lahir pedet yang tidak memiliki kekebalan terhadap diare ganas sapi
(BVD), dan virus penyebab secara persisten akan menginfeksi hewan itu sepanjang hayatnya. Infeksi
pralahir pada saat janin memasuki usia akhir kebuntingan akan mengakibatkan pedet yang terbebas
dari virus BVD dan memiliki kekebalan terhadapnya.

Etiologi
Virus BVD tergolong virus RNA anggota genus Pestivirus dari famili Flaviviridae. Virus kerabat
flaviviridae yang ditularkan tidak melalui perantaraan arthropoda ini, antigennnya mirip dengan
anggota pestivirus lainnya seperti virus peyebab border disease pada domba dan hog cholera pada
babi. Isolat virus BVD dalam menimbulkan akibat sitopatik pada biakan sel kemampuannya begitu
beragam. Kebanyakan isolat yang berasal dari infeksi virus BVD yang persisten bersifat non
simptomatik, sedangkan isolat dari kejadian penyakit yang ganas bersifat sitopatogenik. Virus BVD
begitu mudah dibunuh oleh faktor lingkungan.

Kejadian
Infeksi virus BVD pada sapi berdasarkan pemeriksaan serologi telah tercatat kejadiannya dari
berbagai belahan dunia, kecuali daerah kutub. Di Bali wabah diare ganas pada sapi bali pernah
tercatat terjadi pada pertengahan tahun 1988. Saat itu sapi bali yang terserang sebanyak 1182 ekor.
Berdasarkan sigian/survei serologi yang dilaporkan pada tahun 1994, rinjadi/prevalensi antibodi sapi
bali terhadap virus BVD adalah sebagai berikut : di Bali rataannya 7,68%; Nusa Tenggara barat
rataannya 19,30% dan Timor Loro Sae rataannya 5,46%.

Virus BVD merupakan pencemar yang kerap mencemari dan kehadirannya sangat tidak diharapkan
terutama pada biakan sel yang ditumbuhkan pada media penumbuh yang ditambahkan serum fetus
sapi atau serum pedet.